Google+ Followers

Tuesday, September 13, 2016

Ikhlas : Produk Tanpa Batas

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa bagi umat muslim sedunia. Bulan yang diagungkan Allah selain Dzulqadah, Muharram dan Sya'ban. Di bulan yang diagungkan Allah umat muslim dianjurkan memperbanyak kebaikan dan dilarang berbuat kejahatan dan maksiat karena dosanya lebih besar.

Khusus Dzulhijjah, adalah bulan yang penuh rahmat dan harapan untuk mendapatkan hidayah. Bulan dimana keikhlasan dibutuhkan. Dzulhijjah adalah bulan untuk beribadah haji. Ibadah yang ditetapkan hanya setahun sekali. Ibadah yang perlu waktu tahunan dan kesabaran untuk mengantri. Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah dianjurkan sejak memasuki awal bulan dan lebih utama lagi puasa Arofah pada 9 Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah adalah bulan berqurban. Saat hewan ternak disembelih atas nama Allah dan dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, sanak kerabat. 

Bulan Dzulhijjah, saya menyebutnya bulan keikhlasan. Menuntut keikhlasan, ikhlas berhaji, berpuasa (puasa Arofah bagi yang tidak berhaji), ikhlas berqurban, ikhlas berbagi. Ikhlas adalah produk tanpa batas. Mengapa tanpa batas? sebab ikhlas sama dengan halnya kesabaran, sebagai makhluk ciptaanNya harus bersabar menjalani kehidupan sesuai takdir. Ikhlas adalah produk, produk dari sebuah proses bertingkah laku sesuai syariat dan mematuhi norma agama.

Ikhlas adalah produk tanpa batas sebab tidak ada pembatasan ikhlas seperti : saya ikhlas berqurban tapi nanti saya dapat separuh sapi, saya ikhlas berhaji dengan catatan doa saya di depan baitullah pasti dikabulkan tanpa kecuali, saya ikhlas bersedekah asal Allah memberikan ganti berlipat ganda, saya ikhlas kehilangan barang tapi nanti pasti dapat gantinya, saya ikhlas gebetan menikah dengan orang lain asal saya bisa segera menemukan penggantinya. Tidak! ikhlas tidak ada pembatasan yang ditandai dengan "asalkan", ikhlas ya ikhlas saja....nggak jadi menikah artinya belum jodoh..ikhlas. Sedekah ya sedekah saja karena Allah memerintahkan dan menganjurkan untuk demikian, perkara dapat ganti berlipat ganda ya anggap itu bonusnya. Kehilangan? bagaimana lagi kalau semua itu hanyalah titipan, bukankah kita lahir di dunia tak membawa apa-apa bahkan tak pula berbusana?

Ikhlas dan sabar adalah dua hal yang berjalan beriringan. Siapa yang sulit untuk ikhlas dan tidak mau bersabar mudah sekali menderita gangguan kesehatan, salah satunya adalah hipertensi. Penyakit yang sering diderita manusia modern ini bisa menghinggapi siapa saja baik pria maupun wanita dan tidak mengenal usia. Gaya hidup, pola makan dan tekanan pikiran bisa menyebabkan hipertensi. Kalau saja menjalani hidup dengan santai, nrimo tak terlalu peduli dengan omongan orang lain, tidak memaksakan diri melengkapi perhiasan duniawi, pola makan sehat dan teratur serta rajin berolahraga mungkin resiko menderita penyakit hipertensi tidak terlalu tinggi.

Lalu, bagaimana agar tidak berpotensi menderita hipertensi. Kesehatan adalah nikmat yang sangat berharga. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Salah satu cara mencegah terjadinya hipertensi adalah dengan rutin memeriksa tekanan darah menggunakan alat yang bisa dipakai di rumah. Jika tekanan darah terdeteksi melebihi batas normal segeralah menemui dokter untuk mendapatkan advis medis dan terapkan gaya hidup sehat.

Alat yang pengoperasiannya cukup mudah ini bisa dibawa travelling dan disimpan dengan aman di rumah. Harganya terjangkau dan besar manfaatnya. Tentu saja, alat pengukur tekanan darah ini adalah salah satu sarana menjauhkan diri dari risiko hipertensi. Cara paling efisien adalah berupaya untuk selalu bergaya hidup sehat, meminimalisir stress dan belajar untuk selalu Ikhlas.


6 comments:

  1. ikhlas dan bersyukur ya, mba. kunci hidup sehat dan nyaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Ila karena nikmat sehat dan iman itu tak tergantikan oleh apapun juga

      Delete
  2. iklas dan sabar kunci hidup sukses

    ReplyDelete
  3. waakz.. ikhlas ditinggal gebetan nikah... ikhlas tapi nyesek.. hihi....

    ReplyDelete