Google+ Followers

Tuesday, January 31, 2017

7 Rahasia Booster Tea Ibu Menyusui

Hari ini saya nyengir kuda baca status facebook seorang teman yang menulis: sedang berpikir untuk nggak mau punya anak lagi eh lah kok memori fb saya menayangkan foto bayi. 
Hahaha si teman membayangkan repotnya mengurus bayi lagi mengingat putranya sudah tiga. 

Lalu saya terbawa memori mengenang saat anak-anak saya baru dilahirkan. Satu hal yang menyisakan rasa haru, pilu, gemas, campur aduk tak karuan adalah masa saat saya mengalami kesulitan memberikan ASI. Produksi ASI saya saat Rafif dan Radit bayi bisa dibilang jauh dari mencukupi. Padahal sejak hamil saya sudah rajin mengkonsumsi sayur dan kacang-kacangan yang konon membantu produksi ASI. Usai melahirkan saya rutin mengkonsumsi susu ibu menyusui yang dilengkapi daun katuk. Saya juga mendapatkan suplemen untuk booster ASI dari dokter tetapi tanpa merk. Tapi hasilnya masih minim dan terpaksa memberikan susu formula sebagai tambahan. Kasihan sekali mengingat si kecil masih menangis dan berusaha mencari tambahan ASI padahal dua-duanya sudah kosong melompong.

Saya sempat sedih, tertekan dan merasa bersalah karena tak mampu memberikan yang terbaik. Tetapi kemudian saya bertawakal. Bukankah saya sudah mempraktekkan berbagai macam tips, berikhtiar sekuat tenaga agar bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan anak-anak?

Produksi ASI yang tidak mampu maksimal bisa terjadi karena banyak hal:
1. Genetis. Ibu saya menyatakan bahwa beliau dahulu juga kesulitan memberikan ASI dan memutuskan memberikan susu formula bagi anak-anaknya. Benarkah produksi ASI dipengaruhi oleh genetis? Entahlah. Mungkin kaitannya dengan penurunan sifat genetis tubuh yang tidak mampu kadar prolaktin sesuai kebutuhan ibu menyusui.

2. Kondisi psikologis. 
Kondisi psikis ibu juga berpengaruh terhadap kadar hormon yang mendorong produksi ASI.
Rasa tertekan, stress karena merasa tidak mampu memproduksi ASI secara mencukupi, kebingungan karena usai cuti melahirkan harus segera bekerja kantoran kembali mungkin menjadi penyebab mengapa produksi ASI saya tidak maksimal

3. Kurang nutrisi
Bisa jadi nutrisi yang saya konsumsi kurang mencukupi. Saya tidak diet atau membatasi makanan, berat badan saya naik hingga dua puluh kilogram (dan nggak bisa turun lagi sampai saat ini hehehe) tetapi kemungkinan zat gizi untuk produksi ASI masi jauh dari kadar seimbang. Akibatnya saya hanya menumpuk lemak dan produksi ASI tidak maksimal. Ini juga kesalahan saya, kurang mampu memilih suplemen untuk booster ASI yang tepat. Ah coba saja saya sudah kenal ASI Booster Tea

Tempo hari saat menerima hadiah lomba blog saya mendapatkan beberapa leaflet, salah satunya tentang kegunaan ASI Booster Tea

Membaca leaflet tersebut saya jadi baper, ih kalau saja kenal dengan suplemen ibu menyusui ini delapan dan dua belas tahun lalu. Lha ya bagaimana nggak baper kalau ASI Booster Tea ini bisa diminum kapan saja, rasanya tidak pahit seperti jamu dan bisa ditambah pemanis sesuai selera layaknya teh biasa. Minuman herbal seperti ini ampuh meningkatkan ASI, 100 persen halal dan aman untuk ibu dan bayi.

Penasaran lagi saya kembali meneliti kandungannya. KEPO nih karena suppliernya mengklaim bahwa suplemen yang terdiri dari 100 persen senyawa herbal dari Mediterania dan Asia Selatan mampu meningkatkan produksi ASI hingga 900 persen!

Ternyata ini dia rahasia senyawa yang terdapat dalam ASI Booster Tea:
1. Fenugreek
Stimulator potent ini telah dikenal sebagai herbal peningkat produksi ASI di India dan Timur Tengah. Food and Drug Administration mengklasifikasikannya pada golongan GRAS (Generally Regarde As Safe). Menurut penelitian terbukti bahwa setelah mengkonsumsi ASI Booster TEA 1200 wanita yang ditunjuk sebagai percontohan mampu meningkatkan produksi ASInya dalam 24-72 jam
2. Anise
Merupakan tanaman fitoestrogen yang berasal dari Mediterania Timur dan Asia Selatan. Di Mesir Anise dimanfaatkan sebagai minuman untuk ibu menyusui. Anise juga dapat membantu menyembuhkan berbagai macam gangguan perut seperti kolik, kembung dan nyeri haid serta membantu mengurangi keluhan batuk dan asma
3. Fennel 
Herbal yang telah dikenal sejak zaman Yunani kuno ini mampu meningkatkan kualitas ASI karena mengandung flavonoid dan kumarin. Kedua zat ini merupakan golongan fitoestrogen yang membantu mengembangkan jaringan payudara.
4. Moringa
Merupakan herbal yang berasal dari pegunungan Himalaya, India. Moringa dikenal sebagai senyawa yang mampu memicu produksi hormon prolaktin karena kaya protein seperti asam amino esensial seperti metionin, histidin, leusin, isoleusin, threonin, valin, arginin, lisisn, triptofan dan valin. Moringa juga mengandung vitamin A dan C, kalsium, kalium dan zat besi serta antioksidan dan fitonutrien (alpha-carotene, beta-Carotenen, beta-cryptoxanthin, lutein, zeaxanthin dan klorofil)
5. Habbatussauda
Zat yang satu ini memang tak diragukan manfaatnya bagi stamina dan obat segala penyakit. Kandungan asam linolnya mampu meningkatkan fungsi otak. Habbatusauda juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari serangan virus, kuman dan bakteri
6. Alpinia Powder
Bahan ini mengandung zat gingerol membantu menekan prostaglandin yang sifatnya menghambat produksi enzim siklo oksigense sehingga bisa merangsang produksi ASI. Alpinia powder juga mengandung alphalinolenic acid yang bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan produksi getah bening dan menghindarkan terjadinya pendarahan di luar siklus menstruasi. Eh ada bonusnya, yang paling disukai wanita yaitu membantu melangsingkan perut dan memperlambat penuaan dini. Kandungan farnesal pada Alpinia Powder membantu ibu baru melahirkan meraih berat badan idealnya dan awet muda bo'
7. Cinnam (Verum Powder)
Berperan mengurangi kadar kolesterol LDL, memiliki senyawa alami anti infeksi dan membantu mengurangi rasa sakit terkait arthritis terutama pasca operasi caesar (post partum) dan mengandung senyawa alami cinnamaldehyde yang menurut penelitian membantu meningkatkan hormon progesteron bagi wanita.


Wah pantas saja jika produksi ASI bisa meningkat hingga 900 persen setelah mengkonsumi suplemen herbal yang bisa diseduh layaknya minum teh. Sampai para artis pun mengakuinya.



Cara menikmatinya sangat mudah: cukup dengan menyeduh ASI Booster Tea 1 sendok makan penuh dengan air hangat 500 ml. Minuman ini bisa disajikan panas atau dingin serta bisa ditambahkan gula/gula batu/ madu sesuai selera. Agar hasil maksimal baiknya sajian herbal seduh ini dinikmati tiga kali sehari dam secara bertahap dikurangi menjadi dua cangkir perhari hingga cukup satu cangkir sehari. Tak lupa harus banyak minum air putih minimal 1,5 liter sehari. Ibu menyusui kan nggak boleh dehidrasi. Jadi harus banyak minum air. 

Bagusnya lagi di IG ASI Booster Tea ada tips-tips menyusui untuk memperoleh hasil maksimal yaitu:
1. Kosongkan payudara dengan pompa atau hisapan bayi dua jam sekali
2. jaga asupan nutrisi
3. Lakukan diet makanan (agar tidak obesitas tetapi nutrisi tercukupi) dan olahraga teratur
4. Rileks dan selalu berpikir positif
5. Rawat payudara dengan baik. Lakukan pijat dan selalu usap dengan lap yang telah dicelup air hangat. hindari mengenakan bra terlalu ketat dan mengenakan atau membawa sesuatu yang menekan dada terlalu ketat
6. Hindari tidur dengan posisi tubuh tertelungkup karena berpengaruh pada kelenjar susu dan produksi ASI

Nggak salah lagi ya, daripada minum suplemen yang belum ketahuan kehalalan dan manfaatnya seperti obat mengandung domperidon dan reglan yang mampu meningkatkan hormon prolaktin tetapi berefek samping atau suplemen mengandung ekstrak plasenta yang jelas dilarang dalam agama Islam bukankah lebih baik mengkonsumsi suplemen herbal dan menerapkan tips-tips menyusui yang baik dan benar.





1 comment: