Google+ Followers

Wednesday, January 11, 2017

5 Tips Menyiasati Kegagalan

Bangkit dari kegagalan bukan hal yang mudah teman. Saya sering merasakannya. Nah kalau blogger dan kuis hunter jempolan dan jagoan menang lomba, saya yang lebih sering kalah daripada menang hanya bisa berbagi tips menyiasati kegagalan. Ingatlah kata orang bijak, dalam hidup adakala yang kau perlukan bukanlah berapa kali kau memenangkan kompetisi tetapi bagaimana caramu bangkit dari kegagalan dengan cepat untuk kesekian kali wkakaka.
Menahan diri untuk tidak cemberut, sedih saat kalah lagi kalah lagi dalam kompetisi ini mungkin sama sulitnya bagi saya untuk menurunkan berat badan hahaha. Tapi saya sering menghibur diri dengan menulis. Ya termasuk menulis tips untuk menghibur saya sendiri, lalau dishare ke publik. Siapa tau artikel saya bermanfaat, membuat yang membaca terhibur sekaligus membukakan pintu rezeki aamiin
Ini tulisan yang pernah saya bagi di Indoblognet saya tulis ulang di sini:
sad
Pernah merasa kecewa berkepanjangan karena gagal meraih prestasi dalam sebuah kompetisi? Saya pernah, sering malahan. Tahun 2016 ini saya banyak mengikuti lomba blog, kontes foto plus quote dan aneka kuis tapi yang berhasil menorehkan prestasi dan mendatangkan rezeki tak genap dihitung sepuluh jari alias minim sekali. Bagi pekerja lepas seperti saya yang penghasilannya hanya diperoleh dari hasil berlomba dan kerja part time tanpa hitungan pasti layaknya gaji, kegagalan meraih prestasi rasa pahitnya lebih pahit dari empedu. Nah saat memasuki 2017 yang baru beberapa hari saya juga masih harus menelan kekecewaan karena berbagi kegagalan.
Pernah juga mentertawakan diri bareng sesama freelancer, saling menanyakan kabar ATM dan dompet yang menanggung rindu beban hihihi (cc temanku Afin di Banyuwangi hihihi) Apalagi kalau lagi sama-sama gagal dalam sebuah kompetisi. Pahit, kecewa, sedih, kesal bercampur khawatir kondisi finansial karena *kas negara* makin tidak aman.
Tapi terkurung dalam kekecewaan terus menerus juga tidaklah nyaman. Selain membuat dada terasa sesak, meratapi kegagalan berkepanjangan hanya akan menyurutkan kreativitas. Saya sendiri masih belajar mengelola hati untuk tetap tegar menghadapi kegagalan demi kegagalan.
Agar bisa bangkit dari kegagalan Saya biasa melakukan hal-hal berikut ini:
1. Yakin tentang pembagian rezeki yang tak salah pintu.
Sebagai umat Islam saya harus yakin benar bahwa setiap makhluk telah ditetapkan sesuai bagiannya masing-masing. Ada orang-orang yang rezekiNya dilebihkan dari yang lain. Nah menjaga hati dari iri dengki inilah yang harus diupayakan, sebagaimana sabda Nabi bahwa kita hanya boleh iri pada dua hal yaitu pada orang yang dianugerahkan harta berlimpah dan dipergunakannya di jalan Allah dan kepada orang yang dianugerahi ilmu yang ia gunakan untuk mengajarkan kebaikan. Tauladan paling sederhana adalah ketawakalan seekor burung yang pergi pagi dengan perut kosong kemudian pulang petang dengan perut kenyang.
2. Anggap kompetisi sebagai latihan.
Jika kompetisi dianggap seperti sedang berlatih, mencari sparring partner tentu tak sedang merasa bersaing dan lebih lapang dada ketika kalah. Sebenarnya bukan hal mudah menganggap kompetisi sebagai latihan belaka apalagi jika sedang sangat berharap hadiahnya. Kembali ke poin satu, rezeki tak pernah salah pintu. Mereka yang menang bisa jadi sedang lebih *membutuhkan* daripada kita. Tapi kan si A menang terus dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya. Nah balik lagi masalah menjaga hati agar tak mudah iri.
3. Mengambil jeda
Gagal beruntun? Mungkin saatnya mengambil jeda. Hey Sob, dunia tak selebar daun kelor. Kalau pintu rezeki dari kompetisi tak kunjung terbuka mungkin harus mengupayakan pintu lainnya. Misal berbisnis kecil-kecilan, buka toko online, membuat kudapan untuk dijual atau bahkan bekerja sosial. Tujuannya cuma satu: melipur lara, melupakan pahitnya kegagalan yang nyaris tiada hentinya. Nggak masalah berhenti sejenak untuk mengatur siasat mengatur langkah selanjutnya.
4. Memilih kompetisi kelas ringan
Gagal beruntun tapi masih ingin terus berlatih berkompetisi? Sah sah saja. Namun agar tidak terpuruk dalam kekecewaan andai kembali menemui kegagalan bolehlah memilih kompetisi kelas ringan yang berpotensi memberikan hasil lebih menghibur. Misalnya kompetisi yang diadakan secara lokal (meski belum pasti menjanjikan kemenangan namun jumlah peserta alias sparring partnernya pasti lebih sedikit dibandingkan tingkat nasional), kompetisi dengan jumlah pemenang yang besar (lomba yang menjanjikan jumlah pemenang lebih banyak tentu menarik peserta lebih banyak dan lebih semangat pula) atau kompetisi yang memberikan penghargaan bagi beberapa peserta pendaftar pertama.
5. Yakin tak ada yang sia-sia
Ide atau naskah lomba mungkin gagal meraih prestasi dalam suatu kompetisi tetapi bisa jadi berjodoh dengan kompetisi lainnya. Ide dan konsep naskah bisa diolah lagi untuk kompetisi berikutnya. Andaipun bisa tetap gagal pasang saja di blog. Siapa tau pembaca mendapatkan pencerahan setelah membacanya dan kita dapat pahala. Atau siapa tahu blog jadi makin rame dan bertambah visitor plus menarik rezeki dari Google adsense plus plus tawaran kerjasama dari pembaca yang kesengsem dengan tulisan kita (yang sebenarnya gagal lomba) Eh ya yah ..who knows ? #Sambil rapal doa)
Sebagai antisipasi agar tak mudah kecewa ketika menghadapi kegagalan saya juga biasa berbekal doa: ya Allah jika lomba kali ini membuka pintu rezeki hamba mohon datangkanlah keberkahan dunia akhirat menyertai pencapaian hamba. Namun jika hamba gagal lagi mohon jadikanlah hati hamba lapang menerima kenyataan dan tolong bukakan pintu rezeki lain dari segala penjuru. Dijamin adhem hati ini. Yakin bahwa ada kisi-kisi rezeki lain sedang menanti.
Sebagai manusia kita tak pernah mengetahui ikhtiar mana yang mendatangkan prestasi dan rezeki. Tugas kita hanya berusaha kemudian bertawakal sesudahnya. Tak elok jika kegagalan dijadikan sebagai alasan untuk berhenti berkarya, malu dong sama burung liar yang tak lelah terbang dari pagi hingga petang demi menjemput rezeki.

Yuk ah coba lagi coba lagi....jatuh bangkit lagi, gitu terus sampai bisa melangkah gagah dengan apsti

2 comments:

  1. iya emang suka baper kalo gak menang, tapi yasudhlah rezeki mah gak kemana2,soal kalah itu mah aq sering dan aq jadiin porto folio aja

    ReplyDelete
  2. Hehehe, iya, kadang suka males lagi mau ikutan kalau nggak menang. tapi buat belajar aja sih akhirnya

    ReplyDelete