Google+ Followers

Tuesday, December 6, 2016

Tiga Poin Keteladanan Rasulullah

Pengajian Memperingati Maulid Nabi
Masjid Al Ukhuwwah, Perumahan Permata Sukodono Raya, Sidoarjo
4 Desember 2016
Pembicara Prof. Dr. KH Ahmad Zahro,M A
 (Guru besar Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, Rektor Universitas Darul Ulum Jombang, Imam besar Masjid Al Akbar)


☺ Ukhuwwah dalam Islam itu indah "Ingin tau wujud ukhuwwah? Salah satu contohnya adalah momentum 212 kemarin. Kunci ukhuwwah adalah saling menghormati, tak perlu saling mencela, menghujat jika terdapat perbedaan"
☺ Momentum 212 tidak sekedar menunjukkan kuatnya Ukhuwwah tapi mengingatkan kembali larangan memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Dalam Al Quran setidaknya ada 12 ayat melarang memilih pemimpin dari non muslim.
❤ "Islam tidak toleran? Benarkah? Mari belajar sejarah tentang Piagam Jakarta. Para ulama mengalah dengan memilih kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa bagi sila pertama, tidak ngotot : Ketuhanan yang menjalankan syariat Islam
❤ Ukhuwwah itu indah jika setiap muslimin kembali kepada ciri khas umat Nabi Muhammad yaitu tidak saling mencela. Inilah salah satu alasan memperingati maulid nabi untuk kembali mengingat shirah, mengoreksi diri adakah kita sudah meneladani kemuliaannya?"

❤Secara garis besar keteladanan pada diri Rasullah terdapat 3 poin penting:

1. Keteladanan ritual. Lakukan ibadah ritual sesuai yang dicontohkan nabi, jangan dikurangi atau ditambahi tapi Jangan mudah mencap bid'ah. Contohnya Doa sujud dalam sholat saja ada 15 rujukan hadits.

2. Keteladanan interaksi dengan masyarakat.
Bagaimana nabi memperlakukan mereka yang berbeda keyakinan. Betapa santun beliau menempatkan diri sebagai pemimpin

3. Keteladanan budaya
Naik unta, makan kurma itu contoh budaya, jika tidak bisa melakukan tidak perlu dipaksakan misalnya mengenakan jubah itu juga budaya. Boleh diaplikasikan semampunya.

Sedikit catatan tersebut semoga berkenan. Ada sesi tanya jawab yang menarik, antara lain ada yang menanyakan tentang amalan menghafal surat tertentu, shalawat-shalawat khusus apakah diperbolehkan. 

❤Jawaban pak Kyai: amalan apapun asal niatnya Lillahi Ta'ala tak mengapa silahkan menghafal Yaasiin, Ar Rahman, Al Waqiah dll tapi jangan menyepelekan surat yang lainnya, malu ah sama Rasulullah nanti di akherat. 
❤Sholawat khusus? silahkan tetapi yang diamalkan di dalam sholat harus/ wajib shalawat yang diajarkan Rasulullah yaitu sholawat Ibrahimiyah. Baca sholawat khusus apapun bentuknya boleh, sebagai pujian asal tidak di dalam ritual sholat. Tetapi jangan mengaburkan makna hingga menyatakan sholawat A, B,C lebih utama sekian ratus kali. Janganlah mengabaikan keutamaan sholawat yang diajarkan Rasulullah jadi terlihat lebih kecil maknanya dibandingkan sholawat karya manusia biasa.
❤Menambahkan kata "Sayyidina" bolehkah? Pak Kyai mencontohkan yang biasa beliau lakukan: di dalam bacaan sholat beliau tidak membaca Sayyidina, persis seperti yang Rasulullah ajarkan. Tetapi saat menyebut nama Rasulullah di luar sholat, dalam kajian atau dakwah beliau biasa menambahkan Sayyidina sebagai penghormatan.

6 comments: