Google+ Followers

Monday, December 5, 2016

Menjaga Hati Agar Tak Mudah mati

#Latepost

Pengajian Rutin MT. Maratus Shalihah
Pembicara: Ustadzah Yayuk
1 Desember 2016

❤Tema: Menjaga Hati Agar Tidak Mati❤

☺Rasulullah diutus ke dunia untuk memperbaiki akhlak manusia yang saat itu berada dalam kesesatan yang nyata.

☺Tugas Rasulullah tercantum antara lain pada QS Al Jumuah ayat 2:
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”

☺Ayat tersebut dapat ditafsirkan bahwa Allah menugaskan Rasulullah SAW untuk:
1. Membacakan ayat-ayatNya (menyampaikan firmanNya)
2. Mensucikan jiwa dan hati mereka (tazkiyatun nafs)
3. Mengajarkan kitab dan hikmah

☺“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

☺Ibarat sebuah kerajaan, hati memiliki fungsi yang paling menentukan pada sikap dan aklhak manusia. Akal sebagai panglima perangnya, tubuh sebagai pasukan dan hati adalah rajanya. 

☺Agar hati senantiasa dalam kondisi baik, tidak mudah mati maka keempat hal berikut ini hendaklah menjadi perhatian dan agar dihindari yaitu:

1. Fudhulul Tho’am: berlebihan dalam hal makanan
Dari Miqdam bin Ma’dikarib, beliau berkata “aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada bejana yang diisi oleh anak keturunan adam yang lebih buruk daripada perutnya, cukuplah untuk anak adam suapan-suapan yang menguatkan tulang punggungnya. Kalau tidak memungkinkan, maka ini adalah batas tolerir yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga perutnya untuk minuman, sepertiganya untuk udara atau nafasnya.” (HR Tirmidzi)
Maka hendaklah makan tidak berlebihan sesuai anjuran Rasulullah. Perlu diperhatikan kehalalan (halal zat dan sumber atau prosesnya) dan kebaikan/manfaat makanan (thayyib)

2. Fudhulul Kalam/Lisan: Jagalah lisan agar tidak banyak bicara terutama yang tidak ada manfaatnya. Ingat selalu bahwa lisan adalah salah satu karunia Allah yang bisa menyeret ke dalam dosa jika tidak dijaga. Dari lisanlah timbul dosa karena ghibah, fitnah, namimah/adu domba
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

3. Fudhulul Bashar. jagalah mata agar tidak berlebihan dalam memandang. Hal ini bukan hanya tentang memandang lawan jenis tetapi juga pada hal-hal duniawi lainnya misalnya window shopping model gadget, baju dan aksesoris terbaru yang membawa dalam sifat boros atau berlebihan dalam gaya hidup.

4. Fudhulul Ikhtilat/ mukhalathah. Jagalah pergaulan. Perhatikan teman-teman pilihan ketika terjun ke masyarakat. 
Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
 (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Teman yang shalih akan senantiasa menjaga dari maksiat, dan mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot), dan mengajak meninggalkan maksiat/hal-hal buruk. Dia juga akan senantiasa menjagamu baik ketika bersamamu maupun tidak. Memberimu manfaat dengan mendoakan diam-diam.

Tips Menjaga Hati Agar Tidak Mudah Mati
1. Perbanyak dzikir 
2. Istiqomah sholat malam
3. Rutinkan tilawah
4. Perbanyak hadir di majelis ilmu
5. Dan lain-lain hal yang mengingatkan diri kepada Allah, memperbanyak rasa syukur kepadaNya


No comments:

Post a Comment