Google+ Followers

Wednesday, August 24, 2016

Menstimulasi Kecerdasan Sang Buah Hati

Menulis tentang kecerdasan majemuk di sini menginspirasi saya untuk memposting cara menstimulasi kecerdasan tersebut. Siapa sih yang tak ingin mempunyai anak yang cerdas? Anak cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Anak-anak yang berprestasi akademik menjadi kebanggaan keluarga. Semakin tinggi ranking kelas, semakin bagus nilai raportnya maka anak dianggap sebagai anak pintar dan cerdas. Ditinjau dari sudut pandang ilmu parenting mengukur kecerdasan anak hanya dari segi prestasi akademik kuranglah adil. Kecerdasan tidak hanya tentang nilai raport, kemampuan akademis dan keahlian berhitung namun lebih kompleks karena meliputi kemampuan di berbagai bidang.
Howard Gardner membagi kecerdasan menjadi delapan bidang. Teori Howard Gardner yang dikenal sebagai Multiple Intelligence atau kecerdasan majemuk ini mengukur kecerdasan seseorang tidak hanya dari segi prestasi akademis namun juga dari segi personal, kepribadian dan sosial. Seseorang dianggap cerdas tidak hanya diukur dari kemampuan berhitung atau kepandaian berbahasa tetapi sosok yang mampu mengendalikan diri, bisa berbagi dengan sesama juga bisa disebut anak cerdas.
Delapan bidang kecerdasan tersebut adalah:
1.   Kecerdasan musikal
2.   Kecerdasan naturalis
3.   Kecerdasan linguistik
4.   Kecerdasan interpersonal
5.   Kecerdasan intrapersonal
6.   Kecerdasan visual spatial
7.   Kecerdasan logis matematika
8.   Kecerdasan kinestetik
Mengoptimalkan delapan bidang kecerdasan tersebut membantu menggali potensi, menemukan minat, bakat dan kemampuan. Seseorang mungkin tidak berbakat dalam bidang matematika, menyelesaikan soal numerik dan angka dengan susah payah namun bisa jadi ia berbakat menjadi seorang penulis, memiliki daya imajinasi yang tinggi dan pandai merangkai kata. Si A sekilas tampaknya pendiam, tidak bisa berbicara lancar di depan orang banyak tetapi diam-diam ia pandai melukis dan mampu memvisualisasikan obyek lukisan dengan sempurna.
Mengoptimalkan delapan bidang kecerdasan tersebut memerlukan stimulasi. Layaknya tanaman yang butuh pupuk dan perawatan maka stimulasi berfungsi sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan bakat dan kemampuan si kecil menjadi lebih baik. Setiap bidang kecerdasan memiliki cara stimulasi yang efektif yakni:
1.   Stimulasi kecerdasan musikal
Kecerdasan musikal adalah kemampuan si kecil dalam mengingat lagu dalam bentuk lirik dan irama. Cara menstimulasinya adalah dengan membiasakan si kecil mendengarkan musik sejak dalam kandungan. Musik yang diperdengarkan tidak hanya berbagai jenis musik seperti pop, blues, jazz namun juga alunan ayat kitab suci yang dilagukan dengan nada tertentu.
foto diperoleh dari Pixabay

2.   Stimulasi kecerdasan naturalis
Kecerdasan naturalis merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan. Cara menstimulasinya adalah dengan sesekali mengajak si kecil bermain di alam terbuka agar ia mengenal berbagai ciptaan Tuhan seperti hewan, tumbuhan, gunung, laut, pantai dan juga mengetahui perubahan cuaca panas, hujan, berkabut atau berawan

3.   Stimulasi kecerdasan linguistik
Kecerdasan linguistik erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa. Si kecil diharapkan mampu menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dengan lancar dan efisien. Cara menstimulasinya adalah dengan sering mengajaknya berbicara bahkan sejak masih dalam kandungan. Membacakan dongeng dari buku cerita bergambar akan membantu menggali kemampuan berbahasa.

4.   Stimulasi kecerdasan interpersonal
Kecerdasan interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk bersimpati dan memahami perasaan orang lain. Cara menstimulasinya adalah dengan sering mengajaknya bermain bersama, mengajak ke tempat-tempat keramaian, berkunjung ke lembaga-lembaga sosial seperti panti asuhan. Dengan mengajak si kecil lebih sering bersosialisasi ia akan belajar menempatkan diri serta berbagi

5.   Stimulasi kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan menerima, mengelola, menilai, mengontrol emosi diri serta mengenali bakat dan kemampuannya di bidang tertentu. Cara menstimulasinya dengan mengajak anak berkaca, mengenalkan bagian-bagian tubuhnya, mengajak si kecil bermain, bereksplorasi dan memberikan pujian ketika ia berhasil menyelesaikan tugas.

6.   Stimulasi kecerdasan visual spatial
Kecerdasan visual spatial berkaitan dengan kemampuan memahami bentuk dan gambar baik dalam wujud pola, posisi maupun ruang. Cara menstimulasinya adalah dengan memanfaatkan mainan dari gabus, karton atau kayu yang berbentuk berbagai pola seperti segitiga, bulat, persegi untuk dimasukkan ke dalam kotak-kotak khusus berbentuk sama dengan mainan tersebut.
foto dari Pixabay

7.   Stimulasi kecerdasan logis matematik
Kecerdasan logis matematis merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan perhitungan matematis, numerikal dan angka serta cara menganalisa suatu masalah. Cara menstimulasinya dengan mengajak si kecil memasukkan mainan sambil berhitung. Bisa juga dengan cara memperkenalkan angka dengan menuliskannya di buku bergambar dan berwarna.
8.   Stimulasi kecerdasan kinestetik
Kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan mengoptimalkan penggunaan alat gerak tubuh. Kemampuan atlit, olahragawan dan seniman bisa dipengaruhi oleh kecerdasan kinestetik yang dimilikinya. Cara menstimulasinya adalah dengan mengajak anak aktif bergerak baik berolahraga maupun membuat kerajinan tangan sesuai kemampuan. Bermain tangkap bola, aktivitas melukis atau mewarnai, membiarkan anak bereksplorasi di lapangan terbuka adalah langkah-langkah menstimulasi kecerdasan kinestetik.
Foto dari Pixabay


Setiap anak diciptakan secara unik. Masing-masing memiliki perilaku, kemampuan, bakat dan minat yang berbeda. Adalah tugas orang tua untuk membantu menstimulasi kecerdasan majemuk tersebut agar si kecil tergali potensinya dan meraih kesuksesan lewat kemampuan yang ia miliki.



No comments:

Post a Comment