Google+ Followers

Friday, August 12, 2016

3 Kunci Utama Dalam Mendidik Ananda

“Ayah Bunda...siapa yang di rumah suka melarang anak-anak bereksplorasi?” tanya Shahnaz Haque di depan audience Pers Conference Dancow Excelnutri+ “ya hati-hati kelak anak-anaknya jadi generasi Jangaaan” kata Shahnaz kemudian.

Anak usia satu tahun hingga lima tahun adalah usia saat si kecil dipenuhi rasa penasaran. Namun kekhawatiran orang tua anak akan terluka atau merusak abrang di sekitarnya membatasi eksplorasi Si Kecil untuk mendapatkan jawaban dari rasa ingin tahunya.
      Di pers conference “Dancow Excelnutri+ Explore The World” Royal Plaza Surabaya 6 Agustus para hadirin yang didominasi blogger dan awak media diingatkan kembali tentang Tiga Kunci Utama dalam cara mendidik anak. Tiga kunci utama yang berfungsi sebagai bekal perlindungan bagi proses tumbuh kembang Si Kecil tersebut adalah:

1. Cinta Sejati
      Andai pertanyaan tentang definisi cinta sejati diajukan ke beberapa responden mungkin jawabannya berbeda-beda. Tetapi maknanya menjurus pada satu hal yaitu cinta yang tumbuh tanpa syarat, tanpa paksaan, cinta yang memberikan kebebasan tetapi dengan pengawasan. Psikolog Ratih Ibrahim memaparkan bahwa pada usia 1+ Si Kecil memasuki periode pembentukan kepercayaan diri dan pengasahan kemampuan motorik. Di usia ini Si Kecil membutuhkan cinta orang tua dalam bentuk perhatian, ruang dan kepercayaan kepada Si Kecil agar ia tumbuh percaya diri.

    Cinta sejati orang tua tidak diwujudkan dalam bentuk bentakan, hukuman, cercaan dan makian namun cinta tumbuh melalui perhatian, dukungan, hiburan ketika Si Kecil merasa lelah dan pengawasan tanpa pengekangan berlebihan. Anyway saya suka dengan quote yang satu ini, mewakili isi hati :)

 
2. Kecukupan Nutrisi
      Tidak dapat dipungkiri bahwa nutrisi memegang peran penting dalam tumbuh kembang Si Kecil. Pakar nutrisi Sari Sunda Bulan, AMG di kesempatan berikutnya mengingatkan kembali bahwa saat Si Kecil sehat dan terlindungi maka dia dapat bereksplorasi sesuai tahapan usia untuk mendukung proses belajar dan tumbuh kembang fisiknya. Asupan gizi seimbang sesuai tahapan usia hanya dapat terserap sempurna di tubuh Si Kecil apabila ia memiliki saluran cerna yang sehat. Saluran pencernaan merupakan organ vital tubuh yang berperan dalam pengolahan gizi nutrisi dan menunjang proses kekebalan tubuh.
      Asupan tertentu seperti Lactobacillus rhamnosus membantu menurunkan resiko infeksi pada saluran pencernaan Si Kecil. Mineral seperti vitamin A, C dan E serta mineral selenium dan Zink membantu mendukung daya tahan tubuh Si Kecil di masa pertumbuhan. Sari Sunda Bulan memberikan contoh porsi makanan seimbang bagi Si Kecil, porsi karbohidrat dalam setiap kali makan misalnya adalah sebesar kepalan tangan Si Kecil. 
3. Stimulasi
      Seringkali orang tua kurang menyadari pentingnya stimulasi bagi Si Kecil. Stimulasi untuk anak-anak sebenarnya bisa dimulai sejak dini. Ketika bayi masih di dalam kandungan, diajak berbicara dan dibacakan dongeng adalah bentuk stimulasi. Ketika Si Kecil lahir maka stimulasi yang diberikan bertahap sesuai usia.
      Ketika Si Kecil berusia 1+ ia akan tertarik dengan hal-hal baru. Apalagi ketika ia baru mulai bisa berjalan dan menggerakan tangannya dengan leluasa. Seyogyanya orang tua memberikan kebebasan bagi Si Kecil untuk bereksplorasi, biarkan ia mengenal dan berinteraksi dengan hal-hal baru. Eksplorasi memberi kesempatan bagi Si Kecil untuk mengasah keterampilan sensorik motorik, keterampilan berkomunikasi yang berimbas pada perkembangan bahasa anak, pengendalian sosio emosional, kemandirian, kognitif dan kreativitas Si Kecil. Hal senada diungkapkan oleh Carissa Putri, artis sekaligus ibu dari Quenzinp Acana Naif (2,5) tahun. Artis cantik ini membebaskan anaknya untuk bereksplorasi tetapi tetap terlindungi dengan tetap berada di sisinya untuk memberikan dukungan.
      Jika khawatir Si Kecil terluka pastikan ruang tempatnya bereksplorasi bebas dari hal-hal berbahaya seperti senjata tajam, ujung meja kursi yang lancip, benda-benda runcing, barang pecah belah dan aliran listrik. Jika perlu gunakan lakban untuk menutup semua stop kontak di area yang mudah terjangkau Si Kecil. Lindungi ujung meja dengan benda tumpul. Simpan semua benda pecah belah di lemari dan selalu dampingi Si Kecil yang sedang aktif bergerak.
      Event “Dancow Excelnutri+ Explore The World” yang berlangsung di beberapa kota besar salah satunya Surabaya ini adalah bentuk kepedulian Nestle Dancow dalam proses Stimulasi dan Eksplorasi Si Kecil. Di Royal Plaza Surabaya, sarana bermain dan belajar ini digelar di atas lahan seluas 590 meter persegi. Area bermain untuk anak-anak ini terinspirasi dari empat negara yaitu Indonesia, Belanda, Jepang dan Brazil.

      Senang melihat Si Kecil Radit menikmati beberapa permainan di masing-masing “negara”. Tahun depan pasti ada lagi ya, jangan sampai ketinggalan. 
Auuum --- foto di Zona Brazil pas dicetak ada gambar macannya *Augmented Reality

Oooo begini cara memerah susu sapi ituu



8 comments:

  1. saya terkadang suka kwatir juga sih pas anak main ditempat kotor, takut jd sakit hehe tp tetep kadang dibiarin sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya lebih khawatir kalau anak luka ..sdh sering kejadian hehe

      Delete
  2. Memang anak2 itu pqling cepat menyerap ilmu saat dibawa bermain y mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mbak, anak bisa enjoy tanpa perasaan tertekan :)

      Delete
  3. Sama sih suka bilang jangan. Itu semua demi kebaikan ibunya. Biar gak repot hihihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah iya mbaak...kadang perlu juga mengucapkan "jangan" contohnya : jangan menyekutukan Allah seperti di surat Luqman :)

      Delete