Google+ Followers

Tuesday, December 29, 2015

Rekam Jejak Trip Demak 2015

Alhamdulllah trip ke Demak, rumah kakak berjalan lancar. Safar yang menyenangkan, semoga membawa berkah bagi semua.

Niatan silaturahim tapi berbonus wisata religi, wisata kuliner dan narsis boleh aja kan ...

Meski cuma 2 hari, mumpung di Demak bisa lah "mampir" Semarang, berwisata religi sekalian ziarah wali.


Ini dia rekam jejak Trip Demak 2015 :

1. nasi gandul Pati
Si Papa, pernah nonton acara kuliner penasaran sama Nasi Gandul, Pati ..ternyata ini lho, kuah santan gurih dan lauknya pilih telur atau daging. Warung penjual nasi gandul bisa ditemui sepanjang jalan raya Pati menuju Demak.
2. Makam Sunan Kalijaga
Makam Sang Ulama yang dicintai umat Islam terutama di Jawa. Berpagar ukiran indah. Ratusan peziarah datang melantunkan sholawat dan kalimat-kalimat thayibbah. Tapi adakah yang bisa menjelaskan mengapa peninggalan sang sunan harus dihiasi sesajen? :). Bukankah beliau dulu mengajarkan untuk menganut Islam secara kaffah dan meninggalkan kebiasaan menyajikan sesajen?

3. Lawang Sewu

Salah satu Obyek wisata andalan Semarang ini membuat saya berpikir tentang falsafah pintu. Ketika sedang berada dalam ujian kesempitan rezeki mungkin terasa pintu sedang ditutup mati. Padahal bisa jadi satu pintu tertutup tetapi pintu-pintu lain mungkin sedang terbuka namun kita tak menyadarinya" (PS: menasehati diri sendiri).
Salah satu jalan terbukanya pintu rezeki adalah menjadi sosok yang bertaqwa.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Ia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari kesulitan) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga.”
(QS.Ath Thalaq : 2-3)
4. Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah

Masjid berarsitektur megah. Perpaduan Jawa, Arab dan Romawi. Membuat saya merenung kembali dan menulis begini :
Teringat beberapa waktu lalu, memandangi kalender bergambar masjid itu. Replika Masjid Nabawi, di pulau Jawa ini.
Berbisik dalam hati, kapan ya Allah bisa mengunjunginya. Sembari berharap masa entah kapan suatu ketika bisa berkunjung ke masjid Nabawi beneran yang telah menginspirasi arsitekturnya.
Bersyukur gumaman dalam hati ternyata terwujud beberapa waktu kemudian...nggak pernah menyangka sebelumnya bisa menyaksikan pilar melingkar bertuliskan surat Al Fatehah di bagian atas pilar mirip Colloseum Romawi di bagian depan, begitu dekat dari pandangan.
Saat mampir kemari, Rafi nanya : kok kata Mama ini punya payung, kapan ngembangnya? 
"Lah itu Mama nggak tau, kapan waktu payungnya dikembangkan."
Ah ya padahal buat pengelana antar provinsi rasanya mustahil mo nungguin di sini, menanti payung terkembang, nggak juga suatu saat pasti bisa berkunjung kembali.
Usai sholat Jumat, terpesona melihat payung terkembang sempurna.
"Rafi tadi minta tolong takmir masjid ngembangin payung ya?" gurau emaknya.
"nggak, Ma...Rafi berdoa sama Allah ...alhamdulillah dikabulkan" jawabnya sok serius...
Diucapkan atau tidak, Allah Maha Mengetahui yang tersimpan di dalam hati....
Apapun mimpi kita lantunkan doa, bisikkan asa... entah terwujud atau diganti sesuatu yang lain ataupun ditunda sebagai kebaikan di alam keabadian, itu hak prerogatif Allah sepenuhnya sebagai Penguasa Semesta.

5. Makam Sunan Kudus

Makam yang berada dalam kompleks Menara Kudus dan Masjid Kudus. Berhias gapura-gapura khas Jawa. Sayang, barisan pengemis yang sedikit memaksa membuat perjalan peziarah sedikit tak nyaman.
6. Masjid Demak
Hanya butuh waktu lima belas menit dari rumah Pakde Rafi dan Radit. Alhamdulillah merasakan aura yang berbeda saat sholat Isya dan Subuh. Ramaiiii sekali...namun semoga khusyu ibadah kami.

Mengapa kami memilih obyek-obyek wisata tersebut?
1. Lokasinya tidak jauh dari rumah Pakdenya Rafi dan Radit yang berada di Demak. Makam Sunan Kalijaga hanya berjarak sekitar 1 kilometer.
2. Dzikrul maut. makam para wali dan masjid diharapkan mengingatkan kita kepada kematian. Sehingga kita terpacu untuk menyiapkan kematian khusnul khotimah.
3. Efisiensi. Kudus dan Pati bisa berada di rute Jawa Timur- Demak, mampir aja ngga pakai muter-muter lama. Semarang? jaraknya hampir setara Surabaya-Sidoarjo, cukup 2-3 jam untuk menuju ke tempat tertentu yaitu Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah dan wingko babad.

Semoga safar yang membawa berkah dan membawa kami menjadi manusia lebih baik dari masa ke masa.

8 comments:

  1. Dari dulu pengen bgt main ke Demak belum sempat juga. Insya Allah kapan-kapan ah ke sana. Waah sempat ke Lawang Sewu juga ya? ini spot kece buat foto-foto meskipun rada serem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe klo siang gak keliatan seremnya kok mbak Lina ...bener spotnya kece, tapi klo pas musim liburan gini amboiii rame, jadi ngga PEDE :D

      Delete
  2. ke masjid agung aku pernah, tapi ke Demakbelum pernah

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo tujuan utama kami memang ke Demak mbak Lidya, karena silaturahim ke rumah Pakdenya anak-anak...yang lain-lain anggap bonus perjalanan ;D

      Delete
  3. Pingin ke Demak, belum kesampaian. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa kesampaian suatu saat nanti mbak Nisa :)

      Delete