Google+ Followers

Monday, July 10, 2017

Libur Tipis-tipis di Hotel Mutiara Ponorogo

Bulan Syawal mungkin adalah bulan paling membahagiakan sekaligus menyesakkan bagi para santri Gontor. Bahagia karena kumpul-kumpul keluarga, banyak makanan enak dan dapat angpau lebaran hehehe. Tapi juga bulan menyesakkan karena tahun ajaran baru KMI selalu dimulai 11 Syawal, artinya harus segera balik pondok. Malah santri kelas 4 yang naik kelas 5 harus balik tanggal sebelum 5 Syawal. Dan yang kelas lima menunggu kabar kenaikan ke kelas 6 harus mukim di pondok alias tidak ikut perpulangan santri.

Buat santri yang masih baru alias *kecil* seperti anak saya tentunya berat banget abis libur panjang harus balik pondok lagi. Maka agar nggak makin berat di hati kami berusaha untuk membuatnya gembira di detik-detik terakhir menjelang balik pondok. Salah satunya adalah dengan mengajaknya libur tipis-tipis di penginapan dekat pondok. Kemana ya? dengan budget pas-pasan tapi tetep dapat kesan liburan. Akhirnya si Papa pun hunting melalui Traveloka dan ketemu Hotel Mutiara

Tarifnya Bersahabat antara 85 ribu hingga 350 ribu tergantung fasilitas kamar. Kami pilih yang standard AC, 120 Ribu per malam, buat berempat. Ini namanya liburan hemat wkwkwk.
Fasilitasnya: bed ukuran sedang, AC, kamar mandi (disediakan bak dan shower), televisi berwarna ukuran brapa ya 14 inchi mungkin dan welcome drink dua botol air mineral 600 ml. Ngga ada fasilitas lain seperti WiFi atau kolam renang, tarif segitu mau kolam renang? duduk-duduk aja di teras depan kamar sambil menikmati udara segar pagi atau indahnya senja hari.

Yang menarik dari Hotel Mutiara itu ada mushola unik, berupa rumah panggung berdinding kaca. 


Dan yang menarik adalah nasi goreng dan tahu crispynya yang enyaaak. Harganya pun ala kaki lima. Rata-rata 10 Ribu rupiah (mie kuah, mie goreng, nasi goreng, cap cay) Tahu Crispy dan Kentang goreng seporsinya 8 ribu rupiah. Nasi putih seporsi 3 ribu. Nasi gorengnya dikasih irisan cabe rawit loo..my favorit.
Tahu Crispy dan Mie Goreng, teman dua piring nasi goreng buat sarapan berempat

Kekurangan hotel ini apa ya? mmm ngga ada genset. Ndilalah pas malam terakhir menginap listrik mati sejak jam 2 dini hari. Tunggu punya tunggu lampu dan AC ngga kunjung nyala. Ehehe hotel melati rata-rata ngga punya genset yah, karena harganya yang cukup mahal. Ya udah pintu dan jendela dibuka sedikit saja. Untungnya udara Ponorogo saat itu sedang ramah.

Eh iya selain fasilitas standard dan makanan yang sesuai selera (saya dan keluarga) ada satu layanan ekstra dari hotel Mutiara yaitu gratis menginap semalam jika sudah pernah booking/menginap 10 kali. Buat yang sering travelling ke Ponorogo tawaran ini menarik 'kali ya. 

Pengalaman pertama nginap di hotel Mutiara unik juga. Kebetulan kok bisa barengan dengan salah satu calon pelajar yang akan mengikuti seleksi penerimaan santri baru di Gontor pusat. Eh ada pula santri dari Malaysia yang akan daftar ulang di Gontor 2, naik ke kelas 3 intensif. Padahal lokasi Hotel Mutiara cukup jauh dari kedua pondok tersebut, mungkin budgetnya sama dengan kita-kita lah ya...

Buat kenang-kenangan foto bareng-bareng dulu lah

No comments:

Post a Comment