Google+ Followers

Monday, May 8, 2017

Ruqyah Massal LMI-Masjid Al Ukhuwwah 7 Mei 2017

Postingan ini menjadi postingan pertama bulan Mei. Mei baru berjalan beberapa hari tetapi banyak yang telah terjadi. Awal Mei, tepatnya 2 Mei 2017 kami dikejutkan dengan berita duka. Meninggalnya Bulik tercinta di Surabaya. Beliau dikenang sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam organisasi sosial maupun aktif di kegiatan Polwan. 
Duka yang mendadak hadir ini mengingatkan kembali jati diri sebagai makhluk. Betapa kita tak akan pernah benar-benar memiliki. Bahkan ketika ajal menjemput tak akan bisa diundurkan barang sehari.

Perhatian saya pun terpecah-pecah. Antara doa dan harapan untuk si santri yang sedang menempuh ujian akhir KMI, untuk suami yang tak kunjung sembuh dari abses dan HBnya naik turun, untuk arwah almarhumah Bulik dan keluarga terdekatnya agar ikhlas dan tabah (meski mungkin tak mudah), untuk kemudahan rezeki suami dan diri sendiri, untuk kelancaran acara Beauty Class dan masih banyak lagi. 

Banyak berpikir kurang dzikir bisa membuat pikiran jadi "kenthir" Meski gak bisa rekreasi, setidaknya saya ingin berwisata hati agar terasa lebih tenteram dan adhem secara rohani maka pilihan saya adalah menghadiri acara ruqyah massal yang diselenggarakan oleh tim rukqyah LMI dan takmir masjid Al Ukhuwwah. 


Kegiatan ruqyah ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Tahun kemarin, di bulan Sya'ban ruqyah massal seperti ini juga pernah dilakukan di masjid kami. Mengapa panitia memilih bulan Sya'ban? simpel saja, harapannya agar menjelang Ramadhan ruhani kita benar-benar bersih dan siap menjalani Ramadhan ..biidznillah. Yang berminat bisa mendaftar via no WA tertentu. Kalau warga perumahan biasanya ya datang saja lalu mengisi daftar hadir. Loket pendaftaran pria dan wanita terpisah



Ruqyah massal ini diselenggarakan tanpa memungut biaya bagi peserta. Bagi yang bersedia berinfaq 25 ribu bisa memperoleh buku mengenai seluk beluk RUQYAH yang disusun Abdullah bin Abdul Azis Al Iedan. Gratis tis tis malah pesertanya memperoleh satu botol air KANGEN Water, majalah Oase terbitan LMI dan bolpoin untuk mengisi formulir donatur (jika berminat, suka rela tanpa paksaan)


Sebelum acara inti dimulai, acara diisi dengan sambutan-sambutan dan tausyiah singkat dari Ustadz Soenarto (mudah-mudahan namanya ngga salah). Dalam postingan kali ini saya merangkum tausyiah ustadz peruqyah digabung dengan inti sari buku RUQYAH Abdullah bin Abdul Azis Al Iedan yang saya peroleh dari stand LMI.


Hadir di ruqyah massal LMI Masjid Al Ukhuwwah, ada beberapa hal yang perlu dicatat:

DEFINISI  dan PERSYARATAN RUQYAH

#Ruqyah adalah kumpulan ayat AL Quran, taawudz serta doa yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW yang dibaca seorang muslim untuk dirinya, anaknya, keluarganya dengan tujuan mengobati penyakit rohani atau penyakit yang disebabkan oleh pengaruh 'ain (mata jahat) manusia dan jin, kerasukan syaitan,  sihir, maupun yang berkaitan dengan penyakit yang bersifat fisik (jasmani maupun rohani)

*Ruqyah adalah salah satu jenis pengobatan yang dicontohkan Rasulullah. Namun pelaksanaannya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah (bacaannya dari Al Quran, media hanya air putih jika diperlukan). Maka kita harus berhati-hati jika memilih pengobatan ruqyah. Sebab ruqyah yang sesuai syariah setidaknya harus memenuhi syarat:
1. Bacaannya menggunakan firman Allah, sifat-sifat Allah, nama-nama Allah atau ucapan yang bersumber dari ucapan Rasulullah
2. Menggunakan bahasa Arab yang fasih (dilakukan oleh orang yang memahami bahasa Arab dan Al Quran secara fasih serta mengetahui maknanya)
3. Orang yang meruqyah yakin bahwa ruqyah tidak memberi dampak kecuali atas seizin Allah dan sesuai takdir yang telah digariskan
4. Ruqyah tidak dilakukan dengan tata cara bid'ah atau haram. Misalnya mengkhususkan ruqyah dilakukan di kamar mandi, kuburan, tempat yang dikeramatkan atau mengkhususkan dilakukannya ruqyah pada waktu khusus seperti mewajibkan saat bulan purnama, tengah malam atau saat dalam kondisi junub.
5. Orang yang meruqyah bukan dukun, penyihir atau peramal
6. Ruqyah tidak mengandung ungkapan atau tata cara yang diharamkan karena Allah tidak menjadikan perkara yang haram sebagai obat.

KAPAN RUQYAH DIPERLUKAN?

Perlu digarisbawahi bahwa ruqyah bukan hanya ditujukan untuk mengobati penyakit akibat gangguan jin dan sihir. Ruqyah juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit fisik seperti sengatan serangga, demam, cedera, sakit kepala. Tetapi ruqyah syar'i memang sangat dianjurkan untuk mengobati penyakit rohani. 
Indikasi saat seseorang memerlukan perlakuan ruqyah adalah:
1. malas melakukan ibadah yang wajib terutama sholat fardhu
2. sakit kepala terus menerus tanpa ada gangguan fisiologis
3. mudah marah hingga kehilangan kontrol atas diri dan lisannya
4. pikiran linglung, mudah bingung
5. sering lupa dalam kondisi tidak sewajarnya
6. sering merasa lemas dan malas luar biasa serta kehilangan tenaga
7. susah tidur di malam hari dan tidak bisa tidur nyenyak
8. perasaan gelisah, sedih, dada terasa sempit berkepanjangan
9. cenderung ingin menangis dan tertawa tanpa sebab
10. sering mengalami mimpi buruk
11. rasa malu dan rendah diri berlebihan yang membuatnya menarik diri dari pergaulan dengan sesama manusia
12. sering berkonflik dengan anggota keluarga lainnya
13. terjadi perubahan negatif padahal sebelumnya ia adalah sosok yang taat beragama dan baik terhadap sesama
14. sakit yang tak kunjung sembuh meski telah berobat

BACAAN RUQYAH ITU SEPERTI APA?

Sebelum ruqyah dimulai disarankan untuk berwudhu dan bacaan ruqyah dibaca dengan khusyu penuh permohonan kepada Allah (eh iya kita bisa meruqyah diri sendiri). Dari buku RUQYAH yang disusun Abdullah bin Abdul Azis Al Iedan bacaan Ruqyah tersebut adalah:
1. Taawudz
2. Al Fatihah
3. Al Baqarah 1-5
4. Al Baqarah 102
5. Al Baqarah 137
6. Al Baqarah 255
7. Al Baqarah 284-286
8. Ali Imran 1-5
9. Ali Imran 85
10. Ali Imran 173-174
11. Al An'am 17
12. Al A'raaf 54-56
13. Al A'raaf 117-119
14. Yunus 79-82
15. Al Isra 82
16. Al Kahfi 39
17. Thaha 65-69
18. Al Muminuun 115-118
19. Yaasin 1-9
20. Ash Shaffat 1-10
21. Al Mu'min 1-3

Pak ustadz juga mengingatkan tentang pintu masuk bagi jin untuk mengganggu manusia serta langkah untuk meminimalisir gangguannya.

# Pintu masuknya jin:
1. Melamun
2. Makan dan minum dengan tangan kiri
3. Tidak menutup mulut saat menguap
4. Melakukan amalan-amalan dengan *syarat dan keterangan berlaku* tanpa ada tuntunan dari Rasulullah misal: puasa mutih
5. Memiliki jimat dan semacamnya
6. Berlama-lama di kamar mandi

#Untuk meminimalisir gĂ ngguan jin beribadahlah dengan baik. Sholat tepat waktu utamakan sholat berjamaah terutama bagi pria, rajin tilawah, perbanyak dzikir, jauhi maksiat, membaca dzikir pagi dan petang, rutinkan doa dan dzikir khusus seperti doa keluar-masuk kamar mandi, keluar masuk rumah, keluar masuk masjid, doa menjelang tidur dan bangun tidur, berusaha untuk selalu mengawali perbuatan baik dengan membaca basmalah, perbanyak istighfar.

# Berdzikir pun perlu mengikuti sunnah Rasul. Bahkan dzikir Asmaul Husnah dengan bilangan-bilangan tertentu bisa saja malah menarik jin. Misal: wirid "ya Jabbar" berapa ratus kali bisa-bisa jin bernama Jabbar ikut dan masuk ke badannya karena merasa dipanggil.

Duh iya, ruhani jadi terasa enteng ketika mendengar tilawah Al Mulk dan bacaan ruqyah, Tapi saya mendadak deg-degan ketika satu persatu keanehan terjadi pada peserta yang berjumlah ratusan (ruqyah ini diminati masyarakat umum, bukan dari kalangan warga perumahan Permata Sukodono Raya saja selaku "tuan rumah" sebab Masjid Al Ukhuwwah berada di kawasan perumahan). Ada yang tampak lemas, linglung dan ketika diruqyah oleh tim khusus terlihat menantang ustadz sambil tertawa terbahak-bahak dan menuding-nuding lalu mendadak menangis tersedu-sedu. Ada yang menutup telinga sambil berteriak, ada yang mendadak berdiri mengancam. Waduuuh tim ruqyah jadi terlihat sedikit kewalahan, saya yang menyaksikan ikut mikir: mana dulu yang harus diutamakan. Ketika jantung berdetak makin kencang saya putuskan untuk undur diri saja lah, takut pingsan ketakutan melihat reaksi-reaksi mengerikan tersebut.

Di luar lokasi, di jalan masuk menuju masjid berdiri beberapa tenda yang menjual produk pengusaha muslim. Buat oleh-oleh si kecil saya memilih membeli paket Lazizaa dan dua botol jamu Sinom dan Beras Kencur.


Sampai menjelang adzan dhuhur ruqyah khusus untuk peserta yang tampak "parah" tak kunjung selesai. Kabarnya dilanjutkan hingga ba'da Maghrib (kebetulan saya pas libur sholat jadi ngga bisa ikut jamaah dan menyaksikan kelanjutan ruqyahnya). Semoga kegiatan kali ini membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi semua peserta. Semoga kita dimudahkan untuk istiqomah beribadah dan dihindarkan dari gangguan jin dan sebangsanya aamiin.







1 comment:

  1. Ruqyah tidak dilakukan dengan tata cara bid'ah atau haram

    Ini saya rasa sangat penting untuk dipahami ya Mbak.
    Saya belum pernah menyaksikan orang yang melakukan Ruqyah ini. Dan saya baru tau ternyata reaksinya bisa se"hebat" ini.
    Yang jelas semoga ikhtiar ini bisa bermanfaat dan dimanfaatkan dengan optimal oleh umat

    salam saya Mbak

    ReplyDelete