Google+ Followers

Thursday, March 30, 2017

#Memesona itu Mengoptimalkan Energi Positif Diri Sendiri

Kenal dengan Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, mendiang Lady Diana dan Kate Middleton? Jika ditanyakan pada audiens, baik pria maupun wanita tentang kesamaan antara mereka kira-kira apa jawabnya? Mungkin ada yang menjawab wanita-wanita itu cantik, pintar, ramah, menginspirasi, berprestasi. Semua jawaban itu pada dasarnya merujuk pada satu kata yaitu memesona. #MemesonaItu adalah suatu akibat. Sebuah akibat tentu ada sebabnya. Christine Hakim misalnya memesona karena kepiawaiannya dalam berakting. Dian Sastrowardoyo memesona karena senyum dan kecantikan khas Asianya. Lady Diana memesona karena keanggunannya, tutur kata dan perilakunya yang membuat orang kagum dan terpesona. Kate Middleton memesona karena ia dianggap sebagai new Lady Di yang lebih smart, berkepribadian kuat dan bersahaja.
Sosok yang #MemesonaItu pastilah selalu membuat senang masyarakat akan kehadirannya. Seorang yang kasar, senang menimbulkan fitnah, perilakunya selalu menentang norma sosial tentu tak akan pernah berhasil memesona publik sampai kapan pun juga. Mereka yang memesona adalah sosok-sosok yang memancarkan energi positif. Ramah, pintar, berprestasi, sopan, berbudi luhur. Cantik? Tidak semua wanita cantik memesona. Tetapi sosok yang berbudi dan pandai menempatkan diri hampir selalu berhasil memesona lawan bicaranya.


Apakah memesona hanya bisa dimiliki seorang selebriti atau public figure? Tidak juga. Buktinya ketika berada di tengah masyarakat bisa saja si A memesona karena ia dikenal ringan tangan dan tak segan membantu orang lain. Sosok yang berbudi luhur dan ramah tentu memesona siapapun yang berada di dekatnya dan bergaul dengannya.
       Jadi bagaimana kriteria #MemesonaItu ? Kembali pada arti memesona. Memesona adalah membuat orang lain terpesona. Terpesona menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai terkagum-kagum, terkena daya tarik, sangat terpikat. Penyebab kekaguman bisa bermacam-macam tetapi semuanya berpusat pada energi positif yang terpancar dari dalam diri. Memesona bisa muncul karena seseorang mengoptimalkan segala kemampuan yang ada pada diri sehingga kehadirannya menimbulkan kekaguman. Pesona tersebut terpancar seiring kelebihan yang ditemukan pada dirinya. Pesona Christine Hakim misalnya, tidak hilang meski ia ditemui di luar jadwal syuting. Ketika ia menjadi diri sendiri - dalam artian bukan sedang memainkan peran - tetaplah memesona. Pesona ini timbul sebab Christine Hakim dikenal sebagai artis yang pandai berakting. Ia selalu total dalam menjiwai perannya. Aktingnya tidak pernah meniru siapapun dan ia ramah di luar perannya. Lady Diana, dengan segala kisah pilunya tetap dikenang sebagai orang yang memesona. Bahkan dengan kegagalannya dalam berumahtangga ia dianggap sebagai salah satu tokoh inspiratif sebab jiwa sosialnya timbul secara alami bukan karena tuntutan sebagai keluarga kerajaan. Kate Middleton hadir dengan pesona pribadi. Ia muncul sebagai sosok wanita “biasa” yang berkepribadian kuat. Ia tidak berkiblat pada Lady Diana sebagai mertua tetapi memiliki cara dan gaya hidupnya sendiri ketika harus memasuki keluarga besar ningrat. Dian Sastrowardoyo tidak hanya dikenal sebagai Cinta yang menggemaskan dalam AADC. Pesonanya tak luntur ketika ia tampil tanpa make up sambil menggendong sang buah hati sebab senyumnya terpancar begitu tulus menyapa penggemar dan wartawan yang menemuinya.

      Contoh-contoh dari para selebritis tersebut membawa suatu kesimpulan bahwa #MemesonaItu muncul karena menjadi diri sendiri dan mengoptimalkan energi positif pribadi. Ketika hadir sebagai copy cat dari sosok lain mungkin orang akan terkesima. Seperti saat menyaksikan bintang panggung beraksi atau seorang aktris berakting. Tetapi ketika di luar panggung sosok tersebut ternyata tidak memancarkan energi positif. Hidupnya kacau, tergantung pada minuman keras dan narkoba, suka berbuat onar dan mencari sensasi belaka maka mereka yang mengenalnya pasti akan kecewa. Seorang pendakwah mungkin memesona sesaat ketika dari bibirnya meluncur kata-kata penuh hikmah dan menyitir ayat-ayat suci nan mulia. Namun jika dalam kehidupan sesungguhnya ia menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan ceramah dan khotbah yang ia sampaikan maka pesonanya pun hilang seketika.


      Ingin tampil memesona? Mari menggali energi positif dalam diri. Tampil sebagai diri sendiri yang menebarkan kebaikan terhadap sesama. Lakukan kebaikan tulus ikhlas tanpa pamrih maka niscaya orang lain pun akan menaruh hormat dan terpesona tanpa kita harus menjadi selebriti.

5 comments:

  1. Mbak Wi, baca postingan ini aku juga bisa merasakan pesonamu lho, Mbak. Penuh semangat dan berbagi rasa kepada pembaca. Keren ih! Semngatnya begitu membara.

    ReplyDelete
  2. Mbak Dwi juga wanita yang #memesona

    ReplyDelete
  3. Aw lady Di, kecantikannya memesona banget, lah saya jadi gagal fokus

    ReplyDelete
  4. kita memang harus sering2 mengeluarkan energi positif ya mba, supaya org lain pun akan terkena energi positif kita juga :)

    ReplyDelete