Google+ Followers

Friday, March 31, 2017

Amalan-Amalan Pembuka Pintu Rezeki

Apa yang terpikir ketika mendengar kata *rezeki* ? uang yang berlimpah, rumah megah, perhiasan emas permata, sawah ladang dan kebun kurma atau kendaraan mewah?
Para ulama sependapat bahwa makna rezeki sebenarnya bukan hanya materi.
“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak perempuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.”

Rezeki setiap makhluk telah ditetapkan 50.000 tahun sebelum ia diturunkan menjadi manusia.
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653) 

Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).
Namun bukan berarti manusia duduk diam dan berdoa berharap rezeki diturunkan kepadanya. Bekerja, mencari nafkah adalah kewajiban manusia sebagai salah satu bentuk ikhtiar menjemput rezeki yang telah ditetapkan kepadanya.
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya” (QS AL Qashash : 73)
Bagaimana cara menjemput rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah kepada makhlukNya sesuai takaran? Bagi manusia, makhluk berilmu dan berakal dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan pembuka pintu rezeki yaitu:
1.   Memperbanyak istighfar
a.   Minimal 3x seusai sholat
b.   Lebih baik lagi mencontoh Rasulullah yaitu minimal 100 kali dalam sehari
c.       Mengapa beristighfar menjadi salah satu amalan pembuka pintu rezeki? Sebab hal ini tersirat serta tersirat dalam Al Quran "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,  niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.  Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
(QS Nuh, 71 :10-13)
2.      Bertaqwa
“Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang,
“Mentaati Allah dan tidak mengingkari perintah-Nya, sentiasa mengingati Allah dan tidak melupainya, bersyukur kepada-Nya dan tidak mengkufuri nikmat-Nya”. ( Riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Abbas rha. )
3.      Bertawakal
Tawakal adalah menyandarkan harapan hanya kepada Allah setelah berikhtiar
4.      Lebih rajin beribadah
5.      Menunaikan ibadah haji dan umroh
6.      Meyambung tali silaturahim (diutamakan kepada sanak kerabat yang lama tak berjumpa atau putus komunikasi, bukan hanya pada orang-orang yang biasa ditemui setiap hari)
7.      Berinfaq di jalan Allah
8.      Berbuat baik kepada orang miskin
9.      Berhijrah di jalan Allah
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS AN Nisa : 100 )
10.  Memperbanyak rasa syukur
 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim :7)

Ada 4 Cara Allah Memberi Rezeki
Diterangkan dalam Al-Qur’an, ada 4 tingkatan Cara Allah Memberi Rezeki
Tingkat Rezeki Pertama, yaitu yang dijamin oleh Allah.
Dalam Al-Qur-an surah Hud (11) ayat 6 dijelaskan :
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya”
Artinya Allah akan memberikan kesehatan, makan, minum dan kebutuhan fisik lainnya kepada semua makhluk yang Allah ciptakan.
Kita bisa lihat bahwa cicak adalah memakan nyamuk dan serangga lainnya, namun cicak tidak memiliki sayap dan nyamuk memiliki sayap, bagaimana cicak menjemput nyamuk untuk menjadi makanannya kecuali atas karunia dan rahmat Allah.
Dan karena Allah telah tuliskan semua rezeki setiap makhluk, maka rezeki tidak akan tertukar antara setiap makhluk Allah dan tidak akan salah dalam rezeki itu sampai kepada setiap makhluk.
“Rezeki tidak akan tertukar antara setiap makhluk Allah”

Tingkat Rezeki Kedua, yaitu yag didapat sesuai dengan apa yang diusahakan
Al-Qur’an surah An-Najm (53) : 39
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,”
Allah akan memberikan Rezeki sesuai dengan apa yang dikerjakannya dan di usahakannya. Jika ia bekerja dua jam, akan mendapatkan hasil sebesar 2 jam yang diupayakannya. Jika bekerja lebih lama dan lebih dengan menggunakan segala upayanya yaitu lamanya, rajinnya, ilmunya, fokusnya dan kesungguhannya, maka itulah yang didapat atau diperolehnya. Tidak dipandang dia muslim atau bukan. Tidak pandang dia percaya pada Allah atau tidak.
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”
Tingkat Rezeki Ketiga, yaitu rezeki lebih bagi orang-orang yang pandai bersyukur.
Al-Qu’an surah Ibrahim (14) : 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”
Dalam ayat ini diterangkan bahwa ini merupakan tingkatan rezeki yang disayang oleh Allah, dan inilah Janji Allah!
Bagi orang yang pandai bersyukurlah yang akan mendapatkan kelebihan karunia akan lebih bahagia, sejahtera dan tentram dalam hidupnya karena dengan syukurnya Allah akan tambahkan selalu nikmat tersebut.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”
Tingkat Rezeki Keempat, yaitu rezeki istimewa yang didapat dari arah yang tidak disangka-sangka bagi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah.
Dalam Al-Qur’an surah Ath-Thalaq (65) : 2-3
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا…
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”


Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

2 comments: