Google+ Followers

Friday, November 13, 2015

Pohon Yang Bersedekah

Jumat adalah hari sedekah, begitu sebagian muslim mengingatnya. Kenapa Jumat ? karena di hari Jumat amalan-amalan mendapatkan perhatian dan pahala berlipat ganda. Sampai ada kuis di sebuah akun medsos yang menamai programnya dengan Jumat keramat. 
Tapi apa benar sedekah harus menunggu hari Jumat. Kalau mau "berdagang" dengan Allah pastilah lebih banyak menunggu hari Jumat untuk bersedekah dan infaq, tetapi bukan berarti di hari lain amal ibadah lain tidak diperhitungkan.
Sebenarnya apa sih sedekah itu? sering kita mengartikan sedekah itu harus memberi uang. Padahal berbagi ilmu, tersenyum bahkan sekedar menyingkirkan onak duri dari jalanan atau perbuatan baik lain agar tidak melukai orang adalah sedekah.

Untuk apa bersedekah?
Al Quran telah memaparkan keutamaan infaq dan sedekah. Bahkan saat dalam keadaan susah pun dianjurkan untuk selalu bersedekah. Masa kalah sama pohon Mangga.
Ini dia ceritanya :


Hikmah dari si pohon Mangga.
Jika saja kita menyisihkan waktu untuk berpikir, pasti akan terpampang bahwa semesta sesungguhnya selalu berdzikir.
Seperti kisah si pohon mangga di depan rumah. Daunnya rindang berbagi kesejukan, buah ranum yang matang berbagi kelezatan. 
Rafi pernah nanya : kok Mama mempersilahkan tetangga mengambil buah mangga itu sepuas mereka Ma? .
Alasan Mama sih: 
1. pohon itu terletak di luar pagar, artinya bukan hak milik kita meski kita menjaganya tetap tumbuh dengan menyiraminya setiap hari dan membersihkan dedaunan agar tak mengotori halaman dan jalanan. 2. bukan kita pula yang menanam karena sang penanam adalah tetangga lain yang mungkin belum pernah merasakan hasil panennya grin emotikon. 3. Ketiga pohon ini sepertinya ingin berbagi hikmah. Di saat pepohonan lain sepanjang jalan yang sama hanya berbuah dalam hitungan jari, ia seperti berbuah nyaris tiada berhenti. Seolah ingin bercerita tentang keajaiban sedekah.
Semoga ia tetap tumbuh subur, berbagi sejuk udara lewat rindang dedaunan, menjadi tempat berlindung bagi burung-burung yang ingin membuat sarang, tak lelah berbuah berbagi kelezatan rasa bagi manusia yang membutuhkannya.
Kapan ya bisa seperti pohon mangga itu, Jadi teringat petuah bijak, Pohon Mangga bagai seorang sahabat, berkawan dengannya mendapatkan banyak manfaat, Meski dilempar batu ia memberikan buahnya yang lezat. Meski diam dalam tenang ia menaungi dengan daunnya yang rindang. Akarnya menghunjam kokoh ke dalam tanah tanpa merusak alam sekitar.

~~~~~~
QS. Luqman : 27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.

2 comments:

  1. Qs Lukman:27
    Allahu AKbar, smoga kita bukanntergolong umatNya yg lupa dgn sesama ya mb Dwi :)

    ReplyDelete