Google+ Followers

Wednesday, March 23, 2016

8 Hari Menuju Kematian

dnamoraGA


Kullu nafsin dzaaiqatul maut. “Setiap yang berjiwa akan merasakan mati”. Penggalan ayat tersebut tentu tak asing bagi kaum muslimin. Ayat yang selalu mengingatkan bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Peringatan tentang pentingnya menyiapkan bekal kematian semakin lengkap dengan cuplikan ayat berikutnya. Kemudian hanya kepada Kami sajalah kamu akan dikembalikan.

QS. Al Ankabut : 57. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami sajalah kamu akan dikembalikan.

Jadi bekal apa yang telah disiapkan untuk menghadap Sang Pencipta sebab Allah telah berfirman “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah : 8)

Merencanakan untuk menghabiskan hari-hari menjelang ajal buat saya cukup membuat bulu roma merinding. Terbayang seperti apa wajah malaikat maut ketika menjemput, apakah ia berwajah teduh dan mengucap salam, mencabut nyawa dengan perlahan. Atau berwajah sadis dan mencabut nyawa dengan kasar? Semua berpulang kepada perilaku kita ketika hidup. Tentu seperti tuntunan Rasulullah saya selalu berdoa untuk dijemput dalam keadaan khusnul khotimah.
Postingan tentang kematian ini sengaja saya tulis 8 hari menjelang Deadline Give Away yang diadakan mbak Desi Namora. Hari ini, 23 Maret 2016 artinya 8 hari lagi 31 Maret 2016 adalah DL Giveaway “8 Hari Menjelang kematian”. Dengan tujuan sebagai pengingat bahwa saya sewaktu-waktu akan dijemput sang malaikat.
Apa yang harus saya lakukan jika delapan hari kemudian ternyata adalah hari terakhir saya mencicipi bakso dan es degan di dunia ini?. Teringat kembali akan 3 hal kebaikan yang tak terputus meski kita telah kembali kepada Sang Pencipta yaitu : amal jariyah, doa anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Andai sang malaikat maut datang 8 hari sebagai peringatan sebelum ajal, saya harus melakukan beberapa hal berikut:
Day 1. Saya harus mempersiapkan tetek bengek pemakaman. Saya mendambakan makam yang sederhana, dengan rumput taman di atasnya dan bunga melati berada di dekat nisan berupa batu hitam. Maka saya ingin menyiapkan bibit bunga melati dan rumput teki dalam pot kecil yang bisa dipindahkan dengan mudah. Saya juga perlu menyiapkan keperluan memakamkan secara Islam, kain kafan dan tetek bengeknya karena saya tak ingin terlalu banyak merepotkan mereka yang saya tinggalkan.
 
Foto diambil dari posting facebook salah satu kerabat saya.

Day 2. Saya ingin mewujudkan impian menyaksikan indahnya kepulauan Derawan. Untuk keperluan itu mungkin saya harus mencairkan Jamsostek pribadi yang tak kunjung bisa diambil meski saya telah resign empat tahun lalu. Mudah-mudahan di hari kedua menjelang kematian ini saya berhasil mendapatkan dana yang nominalnya berlebih untuk dua hari berlibur di Derawan. Sepulang dari kantor BPJS ketenagakerjaan saya berencana mampir panti asuhan, menyerahkan sebagian hak anak-anak yatim dari hasil menabung di Jamsostek/BPJS ketenagakerjaan. Saya ingin menyisihkan sebagian dari uang tabungan itu untuk wakaf Al Quran. Sebagian lagi saya sisihkan untuk tabungan pendidikan anak-anak.
 
Foto milik AdmireIndonesia.com

Day 3 dan Day 4. Andai cita-cita saya untuk melihat Kepulauan Derawan dikabulkan. Saya bisa menghabiskan Day 3 dan Day 4 untuk berkeliling Derawan. Cukup dua hari karena masih banyak yang harus saya kerjakan. Oh iya, saya teringat pada koleksi buku-buku saya yang belum terbaca. Buku-buku ini akan saya bawa serta dalam travelling yang menyenangkan. Andai keinginan ini tak tergapai toh saya masih bisa membaca buku-buku koleksi untuk mengisi waktu. Mengapa harus segera saya baca? Sebab saya khawatir di depan Allah dimintai pertanggungjawaban : membeli dan mendapatkan buku hadiah tapi kok dibiarkan mubadzir? Kenapa menyempatkan ke Derawan? sebab mensyukuri nikmat Allah dengan menikmati pemandangan adalah salah satu cara tafakur alam dan bagian dari tafakur Al Quran.

Day 5 Memasak menu istimewa. Selama ini saya terbilang paling malas bereksperimen dengan kegiatan masak memasak. Setidaknya sekali dalam hidup saya (itu pun menjelang mati ya hiks) ingin menyajikan menu istimewa yang belum pernah atau jarang dinikmati keluarga. Kalau biasanya hanya memasak sop dan tempe dan masakan-masakan lain yang bumbunya mudah ditemui penasaran pula ingin menyajikan yang beda seperti tom yam, dim sum, ikan gurami asam manis ..yah macam-macam menu yang biasa disajikan di restoran.

Day 6. Sudah makin dekat saja dengan kematian. Saya tak ingin kepergian saya menyisakan hal yang mengganjal. Bersilaturahim ke tetangga, teman-teman dekat dan kerabat, tulus meminta maaf karena mungkin saja selama hidup saya telah berbuat dzolim dan melakukan kesalahan yang menyakitkan hati mereka. Saya mungkin tak lagi membuka akun facebook dan twitter setelah postingan terakhir saya adalah tentang permintaan maaf kepada teman-teman dunia maya. Jujur saja kalau lagi asik bermedsos kadang suka lupa waktu, kadang tanpa disadari malah komen dan posting yang mungkin menyakiti akibatnya permintaan maaf saya tak lagi berarti. Lebih baik saya menghabiskan waktu untuk memeriksa hafalan Al Quran saya kembali. Alhamdulillah salah satu kegiatan saya bersama tetangga adalah pengajian tahfidz Quran. Belum seberapa yang kami hafalkan tetapi setidaknya menambah hafalan akan lebih bermanfaat daripada saya tergoda dunia yang penuh permainan.

Day 7. One more day to go, saya ingin mewariskan ilmu yang bermanfaat dan berharap mendapatkan kebaikan di akherat. Di hari terakhir ini saya ingin membuat tulisan di blog tentang apa saja yang sekiranya bermanfaat, tentang tata cara mencairkan BPJS, tips travelling ke Derawan, resep dari menu istimewa yang saya sajikan atau tips menghafalkan Al Quran. Saya juga merencanakan menulis “surat wasiat” untuk suami dan anak-anak mengingatkan kembali wasiat Rasulullah untuk selalu berpegang kepada Al Quran dan Al Hadits. Mengingatkan kembali bahwa betapapun saya mencintai mereka namun akan tiba saatnya berpisah sehingga masing-masing jiwa harus mempersiapkan diri bertemu dengan Sang Maha Segala.

Day. 8 This is it. Konon di saat-saat terakhir menjelang kematian badan terasa seperti tak berdaya, lemas dan kemampuan melihat, mendengar perlahan berkurang. Saya hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan memastikan lisan dan hati saya tak pernah lelah membisikkan dzikir. Sungguh kematian adalah guru terbaik bagi mereka yang mampu berpikir.

Saya paham bahwa berandai-andai adalah hal yang tidak diperkenankan oleh Allah. Namun salah satu tanda orang pandai adalah mereka yang sering mengingat kematian dan mempersiapkan bekal sebelum jiwa benar-benar dipisahkan. Maka postingan ini sekedar sebagai pengingat bahwa hal yang pasti datangnya dan paling dekat dengan setiap umat adalah kematian.


28 comments:

  1. deg2an bacanya mbak, semoga qta dijemput dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin ...ayo biar gak ndhredeg ikutan aja mbak Cer

      Delete
  2. Ya Allah...merinding mbak.., semoga kelak kita semua menghadap Allah dalam keadaan baik dan khusnul khotimah. aamiin

    ReplyDelete
  3. Aamiin aamiin aamiin.. sy selalu mrinding memmbaca stiap tulisan yg sudah ikut GA saya. smoga khusnul khotimah kita semua aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih atas ide GAnya mbak, mengajarkan kita mempersiapkan bekal menjelang kematian

      Delete
  4. Andai kita menjemput kematian dengan indah dan runut aprti impian..

    ReplyDelete
  5. Andai kita menjemput kematian dengan indah dan runut aprti impian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga kami meninggal khusnul khotimah ya Allah ...

      Delete
  6. Wah kalau saya yang rasain begituan pasti saya gak tenang untuk mengahadapinya.

    ReplyDelete
  7. Ikutan mrinding Mbak baca ini. Semoga dengan mengingat kematian kita selalu berusaha berbuat yg terbaik setiap harinya.
    Btw belum ada ide nih buat ikutan GA ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, semoga ya mbak kita bisa khusnul khotimah...

      Delete
  8. makin deg-degan setelah baca ini. harus siap menghadapinya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. tarik nafas, hembuskan ...lalu istighfar bareng saya mbak ..biar deg-degannya ilang

      Delete
  9. Wiihh aku bacanya jadi merinding lho, mbak
    Sukses untuk GA nya yaa
    Salam Kenal ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. senang berkenalan dengan mbak Rohma, terimakasih sudah mampir :)

      Delete
  10. Semoga kelak kita semua meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.

    ReplyDelete
  11. Ya Allah terimalah taubat kami dan ampunilah dosa-dosa kami.

    ReplyDelete
  12. Semoga harapan nya menjadi kenyataan

    ReplyDelete
  13. salam kenal mbak...so sweet semoga kita semua meninggal dalam keadaan khusnul khotimah ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahumma aamiin :) salam kenal balik mbak Ningrum :)

      Delete
  14. semoga Allah mengampuni segala kesalahan kita dan dipermudah diringankan dari segala siksa di akhirat nanti.. aamiin... :)

    ReplyDelete