Google+ Followers

Tuesday, June 26, 2018

Mudik Gratis Itu Ternyata.....

Suasana lebaran masih terasa izinkan saya mengucapkan taqobbalallahu minna wa minkum. Klai ini saya ingin berbagi cerita tentang asyikya mudik gratis bareng Dishub Jawa Timur dan Pemprov Jatim. Biarlah late post, biar lambat asal selamat hehehe

Seringkali kendala tidak adanya mobil pribadi menjadi sumber kesulitan saat "kewajiban mudik hari raya dijalankan. Ribet dan khawatir berdesakan saat berebut kursi kendaraan umum, entah itu kereta atau bus. Padahal kalau kita jeli ada kesempatan untuk memanfaatkan program mudik gratis dari berbagi instansi.

Keuntungan turut serta dalam program mudik gratis antara lain:
1. Jatah kursi dijamin asal tidak terlambat mendaftar
Ini yang perlu diingat. Program mudik gratis itu biasanya membuka pendaftaran hingga tenggang waktu tertentu. Fungsinya untuk memastikan kapasitas dan jumlah kendaraan yang akan digunakan. Jadi pantau informasi instansi-instansi yang biasanya mengadakan acara mudik gratis menjelang lebaran.
2. Hemat biaya, itu jelas
Biarpun mudik kami hanya sejarak Sidoarjo-Probolinggo, yang ongkos transportasinya tidak sebesar pemudik Jakarta-Surabaya misalnya, tapi lumayan lo bisa hemat biaya. Itung-itung nih ya kalau kami harus ke Terminal Bungurasih untuk naik bus antar kota maka ongkos yang harus dikeluarkan sejumah biaya taxi 50 ribu-an plus karcis bis (kalau dapat PATAS sekiar 40 x 4 orang, kalau bus ekonomi kemarin tarif lebaran jadi 25 ribu x 4 orang). Nah ikut mudik gratis ini minimal hemat pengeluaran untuk karcis bus. 
3. Lebih nyaman
Bus untuk mudik gratis bukan bus yang kurang layak. Semua busnya bagus, ber AC dan tampakdengan nyata semuanya baik-baik saja, artinya tidak terlihat bodi bus yang karatan atau jendela yang pecah.
4. Fasilitas tambahan
Biasanya ada goodie bag untuk para peserta mudik gratis. Tapi tanpa goodie bag sudah lumayan banget jika ikut mudik gratis. Kebetulan beberapa tahun terakhir kami ikut mudik gratis yang startnya di Pasar Puspa Agro, Jemundo tak jauh lah dari rumah kami di Sukodono dan selalu dapat goodie bag berisi wafer, snack, kurma permen dan air mineral.

Tips mengikuti mudik gratis
1. Pilih lokasi pendaftaran dan pemberangkatan yang paling dekat dari rumah. Berbagai instansi menawarkan mudik gratis. Tapi saya pilih yang paling minim ribetnya. Pasar Puspa Agro itu bia ditempuh dengan 5 menit saja dengan motor dari rumah.. Berangkatnya pun pagi, sekitar jam 7 meski faktanya mungkin berangkat jam 8 karena ada seremonial. Jadi bisa numpang si Papa yang hendak berangkat ngantor. Eh ya. saat mudik gratis biasanya para pegawai masih masuk kerja jadi saya biaa berangkat mudik dulu bareng anak-anak. Paling tidak sudah hemat pengeluaran transportasi untuk 3 orang. Si Papa menyusul pas sudah libur, naik ojek ke Terminal Bungurasih lanjut bus antar kota
2. Tanyakan dan siapkan syaratnya
"Pa, jangan lupa pantau informasi mudik gratis via banner, baliho atau spanduk yang biasa dipasang di papan baliho besar depan pintu masuk Puspa Agro" ternyata hingga dua minggu menjelang lebaran tak ada tanda informasi mudik gratis diselenggarakan. Kupikir memang tahun ini program ini ditiadakan. Iseng pas tanggal merah 1 Juni si Papa masuk ke kantor Puspa Agro eh ternyata ada yang standby jaga posko dan kami dapat informasi jika program mudik gratis tetap ada, hanya balihonya belum terpasang. oolala ...trayek Lumajang yang biasanya jadi "langganan" seatnya sudah habis. Alhamdulillah Probolinggo termasuk kota persinggahan yang bisa dilalui trayek Situbondo, Jember dan Banyuwangi. Jadilah kami dapat seat untuk trayek Banyuwangi. 
Jadi, jangan ragu untuk bertanya ke petugas di instansi yang biasa menyelenggarakan mudik gratis. Mungkin saja informasinya terkendala publikasi. Jadi jangan sampai telat. Kalau mudik gratis Pemprov Jatim-Dishub ini syaratnya hanya fotokopi KK dan KTP. Maka jatah seat untuk anak-anak ya ikut KK. Ga perlu khawatir terpaksa memangku anak. Panitianya memastikan membuka pendaftaran dengan memperhitungkan kenyamanan penumpang
3. Siapkan fisik
Jangan begadang deh di malam hari menjelang mudik. Kalau i'tikaf sih kan beda niat dengan begadang. Fisik yang bugar membantu perjalanan mudik jadi lebih fresh tanpa perlu membatalkan puasa meski ada kemudahan bagi musafir. Ya kalee perjalanan naikk bus ber AC, duduk dengan nyaman dan hanya 3 jam perjalanan masa' kudu batalin puasa sayang ah


Qodarullah, bus ke Banyuwangi ini setelah masuk perbatasn Koamadya Probolinggo lewat jalur lingkar selatan, hanya beberapa langkah saja dari rumah. Biasanya kami turun dekat terminal dan menyewa angkutan umum untuk mengantar kami hingga rumah nenek. Tujuannya biar ngga ribet aja, karena turun dari angkutan harus oper naik becak. Weeh bawa ransel dan travel bag naik turun kendaraan kebayang malesnya. Kalau sewa angkutan umum hanya dengan 30 ribu-50 ribuan  sudah sampai rumah. Nah kali ini takdir membawa kami untuk berjalan kaki saja dari tempat penurunan penumpang bus mudik gratis karena rute yang berbeda. Jalan kaki beberapa meter sampailah di rumah mbahnya anak-anak hahay hemat lagi hemat lagi Alhamdulillah.

Alhamdulillahnya, busnya benar-benar nyaman, kru busnya juga sopan. Daan ...bus yang kami tumpangi cukup lengang. Terisi penumpang sekitar separuh kapasitas bus, jadi si Radit bisa tiduran eh tidur beneran di bangku bus. Lhadalah satu orang duduk sendirian di satu lajur bangku....serasa naik mobil pribadi hihihi

Nah mudik gratis itu ternyata asik toh, yuk monggo silahkan coba sendiri deh tahun depan ^_^


No comments:

Post a Comment