Google+ Followers

Monday, September 16, 2013

Hidup Sehat dan Bermartabat


“Haaah ?, biaya operasi pengambilan pen sekitar 8 juta?” , gundah hati saya saat mendengar penuturan pihak rumah sakit swasta hampir sepuluh tahun lalu perihal rencana pengambilan pen (platina) yang menempel di rahang suami. Tiga tahun sebelum kami menikah, suami mengalami kecelakaan hebat yang membuat rahangnya bergeser dari tempatnya dan untuk mengembalikan kepada kedudukannya seperti semula harus mengenakan pen sebagai penyangga. Saat itu biaya operasi ditanggung bersama oleh kakak-kakaknya, karena ia masih duduk di semester akhir perguruan tinggi negeri dan belum bekerja. Malu rasanya jika untuk biaya operasi pengambilan pen harus meminta bantuan mereka lagi, apalagi meski sama-sama pegawai rendahan kami berdua sudah mampu mencari nafkah sendiri.
Uang 8 juta rupiah di awal 2000-an adalah jumlah yang sangat besar, apalagi bagi pasangan muda seperti kami mengingat sebelumnya kami telah menguras tabungan untuk biaya menikah serta mengontrak rumah dari kantong sendiri. Jujur saja kami tak punya simpanan sebesar itu padahal jika tak segera diambil kembali, dikhawatirkan pen tersebut akan berefek negatif terhadap kesehatan sang suami. Tetapi selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Saya sangat bersyukur bekerja di sebuah perusahaan swasta yang memperhatikan kesejahteraan dan karyawannya, meski gaji yang saya terima tidak istimewa namun masalah kesehatan karyawan dan keluarga dijamin oleh sebuah perusahaan asuransi tertentu dengan premi yang dibayarkan perusahaan tempat saya bekerja. Meski segala tetek bengek harus saya urus sendiri, mondar-mandir ke wartel terdekat untuk menghubungi pihak asuransi (karena kami belum punya handphone) akhirnya surat jaminan pembayaran dari pihak asuransi kepada rumah sakit tempat akan berlangsungnya operasi tersebut menyelesaikan masalah pembiayaan. Praktis selama operasi pengangkatan pen tersebut saya hanya mengeluarkan biaya komunikasi, makan dan administrasi sebesar empat puluh ribu rupiah.

Belajar dari pengalaman tersebut kami menyadari betul betapa pentingnya arti perlindungan kesehatan keluarga oleh pihak asuransi kesehatan. Kesehatan adalah harta paling berharga dalam kehidupan kita, nikmat Tuhan yang tiada terkira besarnya. Men sana in corpora sano, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kita bisa beraktivitas, mengais rezeki, menikmati masa-masa indah bersama keluarga, belajar, berkarya secara optimal jika tubuh dan jiwa dalam keadaan sehat bahkan tidur nyenyak, makan enak hanya akan terasa jika kita berada dalam keadaan sehat walafiat. Ketika sakit, berapapun harta yang kita miliki seolah tak ada nikmatnya lagi. Apalagi biaya perawatan kesehatan saat ini membubung tinggi, sekali menderita sakit yang membutuhkan penanganan intensif dan perlakuan khusus, tanpa premi asuransi kesehatan, simpanan uang kita untuk pendidikan anak, hari tua atau mungkin cita-cita naik haji bisa terkuras habis.
Di bawah ini adalah tabel biaya rawat inap dari sebuah rumah sakit swasta di Surabaya pada tahun 2013. 
Kelas perawatan paling murah, kelas tiga dengan banyak pasien dalam satu ruangan besar, mematok harga seratus tiga puluh lima ribu rupiah perharinya tetapi tentu saja tingkat kenyamanan bagi sang pasien maupun keluarga (penjaga) sangatlah kurang. Agar pasien beristirahat dengan tenang, penjaga dan keluarga yang berkunjung merasa nyaman, kita harus merogoh kocek minimal tujuh ratus ribu rupiah perharinya. Itu hanya untuk biaya kamar rawat inap, belum biaya obat-obatan dan bahan medis, biaya kunjungan dokter (visite), biaya administrasi, biaya peralatan khusus (tabung oksigen, CT Ray, X Ray, USG dan sebagainya). Untuk keadaan emergency dan memerlukan perawatan di ICU tentu ditetapkan tarif berbeda pula
Andai kita punya simpanan uang ratusan juta, miliaran dalam tabungan, mungkin tak ada artinya jika terpaksa menguras uang jutaan hingga puluhan juta  ketika harus dirawat inap karena suatu sebab. Namun apa yang terjadi jika kita tak punya cukup uang demi meraih kembali kesehatan? pasti susah berkepanjangan, banyak kisah di sekitar kita demi membayar biaya rumah sakit harus rela menjual tanah, sawah, menghabiskan banyak harta benda. Kita tentu tak ingin jatuh bangkrut dengan terpaksa, itulah sebabnya diperlukan perlindungan kesehatan keluarga melalui asuransi kesehatan.
Salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia adalah Sun Life Financial Indonesia atau yang biasa dikenal dengan SLF Indonesia. PT Sun Life Financial Indonesia adalah anak perusahaan Sun Life Financial Inc., yang berdiri  di Indonesia sejak tahun 1995. Sejak berdiri, SLF Indonesia selalu berhasil mencapai tingkat Risk Based Capital (RBC) di atas ketentuan minimum pemerintah dari tahun ke tahun. Produk asuransi SLF Indonesia meliputi berbagai produk proteksi dan manajemen kekayaan, mulai dari asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan dan perencanaan hari tua.

Produk asuransi kesehatan yang menjadi andalan SLF Indonesia adalah Sun Medical Executive (Sun MED), yang menjawab kebutuhan nasabah untuk melindungi dirinya dari biaya rumah sakit yang tidak terduga. Penyakit kritis yang tidak terduga disertai dengan meningkatnya biaya rumah sakit merupakan hal utama yang dipikirkan nasabah. Dengan tarif premi yang kompetitif, Sun MED menyediakan solusi perlindungan pintar yang lengkap untuk semua kalangan nasabah dengan usia pertanggungan mulai dari 15 hari sampai dengan 88 tahun. Biaya operasi dan perawatan setelah rawat inap akan dibayar berdasarkan tagihan yang disesuaikan dengan batas tahunan.
"Aah buang-buang uang saja dengan membayar premi untuk asuransi kesehatan, kalau kita perlu perawatan ekstra di rumah sakit sih untung, nah kalau cuma butuh ratusan ribu kan uangnya melayang" begitulah anggapan sebagian orang yang enggan menjadi nasabah asuransi kesehatan, SLF Indonesia menjawabnya dengan program manfaat pengembalian premi dari Sun MED.  Melalui manfaat ini, Tertanggung akan memperoleh pengembalian premi sebesar 50% jika Tertanggung masih hidup hingga masa kontrak berakhir meskipun Tertanggung sudah pernah melakukan klaim sebelumnya. Masa kontrak Sun MED adalah 8 tahun, dengan besar premi sebesar Rp1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu Rupiah) hingga Rp 5.400.000,- (lima juta empat ratus ribu Rupiah) per tahun.
Selain memberikan perlindungan asuransi kesehatan bagi Tertanggung, Sun Medicash juga dapat digunakan sebagai perlindungan keluarga inti, melalui pembelian polis baru. Berbagai manfaat asuransi SUN MED antara lain:
1. Manfaat Santunan Dana Tunai: manfaat ini diperoleh saat Tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit, baik disebabkan oleh penyakit, maupun kecelakaan. Manfaat ini dibagi berdasarkan 3 jenis plan atau program yang ditawarkan oleh Sun Medicash, yaitu Silver (Rp250.000,- per hari, Gold (Rp500.000,- per hari) dan Platinum (Rp1.000.000,- per hari).
2. Manfaat Perawatan Intensif (Intensive Care Unit - ICU), besarnya dua kali Manfaat Santunan Dana Tunai.
3. Manfaat Kematian, yang besarnya 10 kali Manfaat Santunan Dana Tunai.
Selain manfaat pengembalian premi sebesar 50% di akhir kontrak, Sun Med memiliki kelebihan lain yaitu tetap membayarkan klaim meski Tertanggung memiliki asuransi sejenis


Untuk nilai pertanggungan lebih besar SLF Indonesia memperkenalkan program Hospital Income & Surgical Rider (HISR) yaitu sebuah program perlindungan kesehatan dari PT Sun Life Financial Indonesia yang memberikan berbagai manfaat pada saat kita atau anggota keluarga harus dirawat di Rumah Sakit.
Keunggulan HISR adalah sebagai berikut :
a. Fleksibel. Keleluasaan dalam menentukan besar Santunan Rawat Inap Harian sesuai dengan perkiraan biaya Rumah Sakit yang dipilih (tersedia 4 program pilihan dalam mata uang Rupiah dan 3 program untuk mata uang US$).
b. Bebas memilih Rumah Sakit yang diinginkan.
c. Program Family Plan. Dapat mengikutsertakan keluarga pada program HISR.
HISR mengcover klaim biaya-biaya yang meliputi :
1. Santunan harian Rawat Inap.
2. Santunan harian Rawat Inap di Intensive Care Unit (ICU).
3. Pembedahan, disesuaikan dengan jenis pembedahan yang dilakukan.
4. Hal lain-lain, yang timbul selama perawatan di Rumah Sakit seperti biaya administrasi, kunjungan dokter, pembelian obat, dan sebagainya


Menjaga kesehatan tentu lebih baik daripada mengobati, namun tindakan proteksi lebih bijak dibandingkan harus kehilangan tabungan hari tua kala suatu ketika membutuhkan biaya ekstra demi memulihkan kesehatan sehingga menyesal di kemudian hari. 
Hidup sehat dan bermartabat adalah cita-cita kita semua, so let's begin “Life's brighter under the sun”




Daftar Pustaka :
1. www.sunlife.co.id
2. http://www.adihusada.com/

6 comments:

  1. betul banget, baru terasa sekarang kalau asuransi itu penting.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mbak Ela, apalagi asuransi kesehatan yang ada program cash back seperti Sun MED :)

      Delete
  2. Asuransi memang sangat penting, tapi kami pernah bermasalah dengan asuransi pendidikan, yang akhirnya cair juga tapi tidak sesuai dengan harapan!

    Bila ingin mengikuti asuransi, pelajari dulu dirumah dan jangan malu tanya perjanjian yang kurang paham bila sudah paham semua baru daftar kalau memang baik!

    Semoga Asuransi diatas merupakan asuransi yang baik dan bertanggung jawab, Aamiin!

    Terima Kasih atas partisipasinya Lomba Komentar Unik dan Lucu di Blog Aura Ide, anda terdaftar sebagai Peserta 009

    ReplyDelete
  3. saya baru berlabuh di blog anda. kedepannya saya brharap bisa mampir ke sini lagi. salam kenal

    ReplyDelete
  4. seharusnya biaya pengambilan PEN tidak sebesar itu, namun terkadang pasien menjadi korban..karena tidak mengetahui informasi yang ada mengenai berapa biaya yang harus dikeluarkan dan untuk apa saja biaya tersebut, untunglah ada asuransi yang bisa menghandlenya....
    btw- aku lagi buat GA loh.... siapa tahu berkenan untuk ikutan...
    http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2013/10/masuk-neraka-siapa-takut.html
    salam :-)

    ReplyDelete