Google+ Followers

Saturday, July 27, 2013

Multitasking Wanita, Work at Home Mama

Huaah rasanya lama sekali nggak update blog ini, terakhir update 20 Juni, banyak yang terjadi dalam kurun waktu sebulan ini...kalau nggak ingin ikut Give Awaynya Semut Pelari sekaligus mencurahkan isi hati entah kapan blog tercinta ini kusambangi.

Maklum, peran sebagai multitasking wanita selalu setia kujalani, meski tanpa R*X*N* yang setia setiap saat, tapi mampu melakukan beberapa tugas dengan baik dalam waktu nyaris bersamaan itu membuat hidup terasa nikmat. Meski sudah berhenti bekerja sejak enam bulan lalu, me time buat saya bukan berarti tak terbatas waktunya, tapi memang lebih leluasa dibandingkan masih kerja kantoran yang lokasinya pun harus ditempuh dalam 1-2 jam dari rumah. Apalagi setahun terakhir di masa kerjaku yang tanpa Asisten Rumah Tangga, kepala serasa mau pecah karena dipenuhi jadwal mengejar waktu : jam sekian harus memasak sambil sholat subuh (loh gimana caranya ?, maksudnya sambil nunggu ayam diungkep atau sayur dimatangin bisa ditinggal sholat/tilawah sebentar), berangkat kerja mesti ngantar si bungsu yang usianya 3 tahun ke Tempat Penitipan Anak (kasian ya, anak kok mirip sepeda, pakai dititipin segala), di tempat kerja udah mikirin kapan jadwal menyetrika. Huffft, sementara kalau harus berhenti kerja saat itu juga, bingung mikir siapa yang bayar hutang KPR yang dipotong dari gaji saya sedangkan suami terus terang nggak punya uang simpanan untuk melunasi sekaligus. 

Sebenarnya terjun kembali ke dunia kerja setelah berhenti kurang lebih 2 tahun itu pilihan saya sendiri, waktu itu si sulung baru berusia 3 tahun, alasan saya simple : ingin beli rumah baru, udah nggak tahan 8 tahun kebanjiran sementara penghasilan suami memang pas untuk hidup keseharian jadi ya saya mesti nyari pekerjaan. Jadilah selama lebih dari lima tahun itu saya menjelma menjadi multitasking wanita. gonta-ganti pengasuh anak (bener-bener cuma ngurus anak, nggak ngurus rumah) beberapa kali, nitipin anak ke tetangga sempat juga dan selama itu pula pekerjaan rumah tangga saya juga yang ngerjain (dibantu suami yang kebagian masak nasi pakai rice cooker dan mencuci dengan mesin cuci). 

Alhamdulillah, kerja keras saya menuaikan hasil, mesti sempat pontang-panting dan menjuluki diri sendiri sebagai Mom F1 (Emak pembalap Formula 1) akhirnya cicilan rumah ini lunas sudah....sujud syukur berkali-kali. Pas angsuran terakhir utang itu saya mengundurkan diri di bulan Desember 2012, sisa KPRnya ditutup dengan hasil menjual motor kami satu-satunya (trus kredit lagi => murni ide suami) dan rezeki dadakan, pembagian warisan dari eyang buyut.

Berhenti kerja trus leha-leha ?, ya enggak lah...saya punya kewajiban terhadap orang tua dan "urusan akherat" yang selama ini diambil dari gaji saya, hanya saja sekarang meski tetap berperan sebagai multitasking wanita saya bekerja dari rumah saja. Beberapa bulan pertama sejak tak lagi bekerja, saya mendapat penghasilan sedikit demi sedikit dari hadiah ikut lomba dan kuis di dunia maya (seperti hobi saya yang sudah-sudah), lumayan tuh bisa dapat voucher belanja, pulsa, uang beberapa ratus ribu rupiah..nah kalau nggak kunjung menang hati jadi deg-degan, bagaimana caranya menunaikan kewajiban bulan depan ?. 

Alhamdulillah lagi-lagi Allah menunjukkan jalan, seorang teman yang saya kenal di dunia kepenulisan dan kuis dunia maya memberikan informasi adanya proyek kepenulisan lepas di sebuah agency naskah, pilihannya bisa menulis buku atau artikel yang tersebar di portal-portal online atau keduanya. Karena saya belum mampu menulis buku, saya mendaftar di kepenulisan artikel, komisinya dihitung per karakter artikel yang ditulis. Meski "hanya" menulis artikel yang kelak tersebar tanpa nama atau inisial bukan berarti saya seenaknya menuangkan pemikiran, saya tak ingin memberikan informasi tidak relevan, ngawur bagi pembacanya, studi literatur tetap saya lakukan. Dibanding gaji, mungkin komisi menulis saya tak terlalu tinggi tapi disinilah terasa nikmat sekali menjadi multitasking wanita sebagai work at home Mama, capek nulis bisa tidur siang dulu bareng anak-anak, usai nemenin anak-anak main sebentar atau belajar bisa nyicil nulis lagi. Nulis juga bisa dilakukan sambil masak tanpa tergesa-gesa, seperti saya nulis untuk Give Away Semut Pelari ini, saya habis ngupas bawang (tapi tulisannya ngga bau kan ?). Kendalanya hanya kalau pas dapat keyword (tema yang ditetapkan dari pihak agency) yang tergolong susah, dan hampir tak ada literatur penunjangnya, tapi syukurlah so far masih bisa diatasi meski sesekali saya harus tidur larut malam dan bangun lebih pagi. Karena sistem menulisnya kalau pas ada proyek, sering masih ada waktu luang dan sisa kuota modem, nah saya tetap bisa menyalurkan hobi ikut kuis di sana sini, lumayanlah kalau pas ada rezeki seperti yang saya alami selama Ramadhan kali ini, alhamdulillah bisa dapat hadiah modem pas saat modem lama udah mati segan hidup tak mau, juga uang tunai beberapa ratus ribu rupiah


Berkat tulisan saya yang ini : 

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=3200763354978&set=o.285013448265838&type=1&theater

Mungkin sebagian orang berpendapat : duh kok susah-susah mengais nafkah, "memaksakan diri" menjadi multitasking wanita, bukannya menghidupi keluarga itu tugas suami ?. Hmm pendapat itu nggak salah sih, hanya saja tak semua orang berada dalam situasi dan kondisi yang sama. Selain pos-pos yang memang telah menjadi tanggung jawab saya selama ini,kami pernah mengalami suami ter PHK dua kali, saat itu saya masih bekerja dan terima gaji, jadi nggak kebingungan soal menyambung hidup meski suami mengganggur berbulan-bulan. Bicara soal PHK, saya geleng-geleng kepala, bulan ini suami saya untuk ketigakalinya terPHK, kali ini saya agak was-was meski suami pasti menerima pesangon setelah 10 tahun bekerja namun pesangonnya tak sampai 50 juta ditambah lagi mengingat susahnya mencari kerja apalagi usia menjelang 40 tahun, padahal anak sudah dua dan saya tak lagi bekerja. Ketika mendengar ada lowongan di pabrik dekat rumah, meski sebenarnya enggan untuk kembali bekerja kantoran, saya mencoba mengirim lamaran tapi tak ada jawaban, jadi meski di rumah saya tak tinggal diam dan tetap berusaha mencari nafkah. Alhamdulillah untuk kesekian kali, di balik kesulitan ada hikmah, setelah datang musibah insyaallah ada berkah. Suami saya diterima bekerja di tempat baru yang sesuai keinginannya, berharap kali ini jalan yang ditempuhnya lebih mudah meraih berkah sehingga keberkahan pula yang mengiringi kehidupan keluarga kami.


Ketika banyak wanita yang bingung memilih karir dan keluarga, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat saya...sebagai multitasking wanita dan work at home Mama...

Bahagianya, sekarang saya menjadi ibu sepenuhnya...menyaksikan anak berangkat sekolah, menjadi orang pertama yang mereka temui sepulang sekolah dan mendengarkan salam yang diucap di gerbang rumah serta menghabiskan Ramadhan bersama anak-anak hampir 24 jam, mengajak mereka berbuka on the road seperti di Masjid Al Akbar Surabaya dan berbuka bersama anak-anak yatim...Ramadhan kali ini saya mungkin tak lagi menerima Tunjangan Hari Raya sebagai bonus bekerja namun ada yang lebih raya mengisi hati saya, bahagia itu sederhana...
Ngabuburit di Masjid Al Akbar Surabaya

Berbuka puasa bersama anak yatim asuhan Yatim Mandiri, Sidoarjo





10 comments:

  1. Terima Kasih Partisipasinya di Give Away Semut Pelari :)

    ReplyDelete
  2. Wuiiiiih..mbak dwi hebaaaaat. Saluuuuuut dan jempol buat mbak dwi.
    Selamat atas semua kemenangan-kemenangan yang diraih selama ini.
    Ini adalah dari perjuangan yang gigih ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaaayyyyah ada mbak Ecky, lariiiiiiiiiiiii saya bukan hebat, hanya terinspirasi oleh anda yang super keren :D

      Delete
  3. Selamat Anda terpilih sebagai juara Favorit Juri Semut Pelari Give Away Time...Silahkan langsung ke TKP untuk claim hadiah!

    http://semutpelari.blogspot.com/2013/08/pengumuman-pemenang-semut-pelari-give.html

    ReplyDelete
  4. Selamat ya, Dwi :) Berkah untukmu & keluarga atas semua yang telah kaulakukan. Yups, bahagia itu sederhana, dan semoga si Papa udah lebih nyaman di tempat kerja yang sekarang, Aamiin

    ReplyDelete
  5. Eh baru baca komennya mbak Murti :) . Saya aamiinkan doanya mbak, karena ternyata sampai sekarang si Papa belum kerja, tempo hari dibatalin sama yang merekruitnya, maklum belum tanda tangan kontrak :) semoga saja pintu rezeki segera terbuka...

    ReplyDelete