catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Kenangan Lebaran 2022 Kami di Bali

Baliii tunggulah kami...Begitu rasanya ketika suami memutuskan mudik ke Bali tahun ini. Adalah keajaiban, saat suami mendapat pinjaman mobil di H-2 lebaran. "Aku dapat pinjaman mobil kantor nih, kita lebaran jalan-jalan ke mana Jogja yuk?" katanya.

Sejak dua tahun lalu ketika badai corona dan tahun lalu usai Mama meninggal, lebaran kami memang di rumah saja. Suami juga tak pernah mudik ke Bali sejak 11 tahun lalu usai ibu mertua meninggal. Maklum mudik lebaran jika tak ada orang tua rasanya beda, apalagi jika butuh biaya yang besar anggarannya.

Tapi ketika kami ziarah kubur ke makam mama, papa, adik di Probolinggo, suami berujar ingin ziarah ke makam ibu dan ayah mertua di Bali. Manusiawi, 11 tahun waktu yang lama, pasti terbersit ingin ziarah ke makam orang tua.

Maka ketika suami mengabarkan berita gembira dapat mobil pinjaman, saya menyarankan untuk pergi ke Bali. Ziarah kubur sekaligus bersilaturahim dengan kakak-kakak ipar yang tinggal di sana.

Bedugul
Bedugul, dokpri
Awalnya ia ragu, Bali jauuuh pasti capek. Tapi kapan ada kesempatan lagi? mumpung ada kendaraan, mumpung dikaruniai kesehatan. Maka Bismillah akhirnya kami meluncur di H-1 pagi, sekitar jam 6.30 WIB dari rumah di Sukodono Sidoarjo.
Perjalanan nyaris tak berhenti kecuali di SPBU dan test antigen di Banyuwangi kami lakukan dalam kondisi berpuasa. 
Pak sopir alias suami enggan membatalkan puasa. Alhamdulillah Allah karuniakan kelancaran dan kemudahan. Sepanjang jalan saya berusaha mengabadikan momen dan pemandangan yang indah. Bahkan pantai dan pepohonan yang diterpa hujan pun kuabadikan.

.

Mampir buat foto-foto sebentar di Watu Dodol




Tiba di pelabuhan Ketapang sekitar jam 11.20 WIB saat adzan dhuhur berkumandang. Lucunya, karena sudah 11 tahun tidak mudik, kami juga nggak memantau peraturan pemerintah mengenai prosedur penyeberangan. Ternyata pemesanan tiket penyeberangan/ fery dilakukan secara online. Dulu kan biasa beli langsung di loket pelabuhan. Salut, di Ketapang ada petugas yang standby di luar pintu gerbang sebelum masuk lajur antrian menuju kapal fery. Petugas tersebut dengan ramah menanyakan apakah kami sudah menyiapkan tiket online. Karena belum tahu peraturan terbaru dan tak punya tiket, kami disarankan membeli tiket di agen yang ditunjuk sebagai mitra ASDP dalam penjualan tiket.
Kelar urusan tiket, sekitar 1 jam antri masuk fery. Bingunglah mau sholat dhuhur di mana, udah berusaha nyari mushola ngga ketemu juga. Kalau menyeberang jalan dan sholat di masjid di seberang khawatir ketinggalan antrian. Akhirnya sholat jama qashar di mushola kapal yang mungil.

Di dalam kapal ada ruang khusus penumpang, ber AC dan ada televisi yang memutar film. 
Tapi kami memilih duduk di dek, memandang ke laut lepas.
Tiba di Gilimanuk Bali sekitar jam 14 WITA. Sempat beli ayam geprek di Pekutatan Tabanan untuk bekal berbuka. Lanjut mampir kakak ipar di Tabanan. 
Sampai di penginapan Grey Boutique Hotel, bersih-bersih diri, sholat jama Maghrib_Isya'sekitar jam 22 WITA'. Lalu tidur sampai menjelang subuh. 
Sholat Idul fitri di Lapangan Korem Wirasatya. Lanjut ziarah ke makam ibu di Denpasar dan ayah mertua di TMP Tabanan.
Ke Bali kemana aja? karena tujuannya silaturahim dan hanya 2 malam bermalam, maka hanya beberapa tempat menarik yang kami kunjungi.
1. Tol Bali Mandara
Tol yang membelah laut sepanjang 13 km. Biaya 13 Ribu. Dari sini terlihat patung Garuda Wisnu Kencana yang megah. Tapi kami nggak ke GWK, sayang duit bo' HTMnya 125 ribu hahaha

2. Pantai Pandawa
Cakeep banget viewnya. HTM per orang 8 ribu rupiah plus mobil 5 ribu. Fasilitas cukup lengkap karena terlihat ada mushola selain toilet tentunya.

2. Bedugul (Danau Beratan)
Senang berada di sini. Udaranya sejuk, pemandangannya khas Bali dengan pura-pura. Uniknya lagi ada masjid besar berada pas di seberang jalan. Banyak spot foto yang ciamik. Waktu kami berkunjung kebetulan sedang ada upacara keagamaan. Gamelan juga terdengar merdu menyambut wisatawan. HTM 30 ribu per orang.

3. Kebun Raya Bedugul
Seperti layaknya kebun raya, pemandangan pepohonan yang rindang, hijau menyenangkan untuk dipandang. Sayang waktu ke sana ramai pengunjung. Hffft pemandangan pohon rindang berganti mobil-mobil berjajar.
Tapi ini lokasi yang tepat untuk kumpul keluarga. Sambil piknik dan bawa makanan sendiri.
HTM per orang 35 ribu (mungkin ini HTM di Hari Libur Nasional dan Weekend, karena kalau googling, HTM di weekdays 20 ribu/orang)

4. Pantai Kuta
Nggak lama sih di Pantai Kutanya, kami sekadar mampir untuk mengabadikan laut di pagi hari, dalam perjalanan ke Bedugul. Berangkat dari penginapan di H2 Lebaran sekitar jam 7 WITA dan putar balik dulu ke Kuta. Ngga pakai bayar nih masuk lokasi.



Alhamdulillah meski tanggal 4 Mei pagi sudah harus kembali ke Jawa, perjalanan kilat ini sangat mengesankan. Apalagi sepanjang perjalanan kami menemui pemandangan pantai indah di sepanjang jalan.



Semoga kelak ada rezeki dan kesempatan untuk bertamu lagi ke Pulau Bali


Share:

No comments:

Post a Comment

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.