![]() |
| Lipcare yang menyelesaikan masalah bibir, Dokpri |
![]() |
| Warna lipcare Louvrea. Dokpri |
catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia
Don't get blind with someone's life. Perhaps, your life was their dream
Don't get blind with someone's life. Perhaps, your life was their dream
Don't get blind with someone's life. Perhaps, your life was their dream
Don't get blind with someone's life. Perhaps, your life was their dream
Don't get blind with someone's life. Perhaps, your life was their dream
![]() |
| Lipcare yang menyelesaikan masalah bibir, Dokpri |
![]() |
| Warna lipcare Louvrea. Dokpri |
![]() |
| Tips Mudik Aman dan Nyaman, Dokpri |
Ramadan berlari, lebaran sebentar lagi. Ritual
tahunan saat lebaran mulai ramai diperbincangkan, apalagi jika bukan mudik
alias pulang ke kampung halaman. Bagi orang rantau, mudik bagaikan kewajiban. Saat
berbakti dengan sungkeman dan memeluk orang tua secara langsung, saat bertemu
dengan tetangga dan keluarga besar. Mudik adalah momen menjalin kembali tali
silaturahim, sebab komunikasi melalui media sosial dan aplikasi chat atau video
call sekalipun rasanya tak bisa menggantikan kedekatan, interaksi langsung saat
bertatap muka.
Banyak cara untuk pulang ke kampung halaman. Bisa menggunakan
berbagai moda transportasi umum, mulai dari bus, kereta api, kapal laut hingga
pesawat terbang. Bagi yang memiliki mobil pribadi, pulang ke kampung halaman
menggunakan kendaraan milik sendiri terasa lebih nyaman. Dan tak jarang ada
yang memilih berbagai fasilitas dan tawaran mudik gratis dari berbagai instansi
baik pemerintah maupun pihak swasta.
Keseruan mudik tak bisa ditukar dengan momen apapun. Bahkan
sebagian orang mengakui bahwa mudik seperti momen recharge hati. Ketika jeda
dari aktivitas dan kesibukan yang melelahkan, pulang ke kampung halaman
layaknya sebuah hiburan. Namun mudik bisa menjadi petaka ketika tips aman dan
nyaman mudik tak diterapkan sehingga terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
Berikut adalah beberapa tips mudik lebaran yang nyaman
dan aman dengan berbagai pilihan perjalanan:
1. Periksa kelayakan kendaraan, pastikan memantau kondisi kendaraan di bengkel terpcaya setidaknya sepekan sebelum perjalanan
2. Siapkan kotak P3K dan peralatann montir standar
3. Siapkan surat-surat kendaraan, simpan di tempat aman
4. Pantau jalur mudik melalui siaran televisi, radio dan google map untuk mengenal rute dan menemukan antisipasi jika terdapat info kemacetan
1. Hindari membawa terlalu banyak barang sebab akan sangat merepotkan, selain ruang tempat barang di kendaraan umum sangat terbatas, naik turun kendaraan rawan mengalami barang tertinggal
2. Hindari berebut kendaraan di pintu masuk sebab kondisi begini rawan terjadi kecopetan
3. Pilih waktu perjalanan paling nyaman, sore hari atau usai subuh adalah waktu nyaman untuk bepergian dengan kendaraan umum
1. Hadir tepat waktu di titik keberangkatan yang disediakan panitia mudik gratis, sebab kendaraan mudik gratis biasanya berangkat tepat waktu dan tidak menunggu pendaftar mudik gratis yang terlambat datang.
2. Patuhi peraturan panitia misalnya tentang jumlah barang yang diperbolehkan, aturan tempat duduk dalam kendaraan dan titik penurunan penumpang demi kenyamanan semua pihak.
Selain mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan transportasi, yang tak kalah penting adalah mempersiapkan kondisi tubuh sebelum melakukan perjalanan. Pastikan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh apalagi yang mengendarai kendaraan pribadi. Jangan memaksakan diri melakukan perjalanan jauh dalam kondisi berpuasa jika memang tidak kuat. Allah telah memberikan toleransi bagi para musafir untuk mengganti puasa Ramadannya di hari lain jika ia tak kuat berpuasa ketika sedang melakukan perjalanan jauh. Siapkan pula obat-obatan bagi yang mudik, baik itu yang mudik dengan kendaraan pribadi, transportasi umum maupun mudik gratis. Tempatkan obat-obatan di wadah yang mudah dan praktis.
Jangan lupa pandai-pandailah membawa diri ketika berada di kampung halaman. Jaga lisan agar tidak menyakiti perasaan. Misalnya hindari percakapan dan pertanyaan semacam "Kapan kamu nikah, teman-temanmu sudah pada punya anak dua" atau "Kok nggak kerja di tempat lain aja sih, gajimu segitu aja dari dulu" Kan sayang jika lama tak bertemu, sekalinya bertemu di saat lebaran malah berseteru gara-gara salah ucapan. Begitupun sebaliknya, siapkan mental jika ada yang sekiranya mengucapkan atau menanyakan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Ramadan telah memasuki sepuluh hari terakhir. Sedih, sebab kualitas dan kuantitas ibadah selama Ramadan rasanya belum optimal, kurang khusyu’, ibadah dan infaq kurang banyak, kualitas puasa terkadang terkotori oleh hal-hal yang merusak pahala puasa, seperti terbawa emosi dan lain-ain penyakit hati. Target pencapaian tadarus dan tarjamah Al Qur’an masih tertatih sepanjang jalan. Namun bersyukur karena masih dikaruniai kesehatan dan kami sekeluarga bisa berpuasa penuh tanpa ada halangan dan hambatan, mungkinkah karena Allah ridho dengan lima tips bugar berpuasa yang kami terapkan?
Lima tips bugar berpuasa Ramadan adalah sebagai berikut:
1. Perhatikan asupan
cairan
Minum air putih sekitar delapan gelas sehari. Meski berpuasa, bukan berarti mengurangi kebutuhan air minum. Kami sekeluarga jurus 2 + 4 + 2 yaitu mengonsumsi 8 gelas air sehari dengan cara bertahap: yaitu 2 gelas waktu berbuka dengan cara 1 gelas saat mengawali buka puasa dengan kurma, 1 gelas setelah makan utama. 4 gelas adalah saat malam hari yaitu 2 selama tarawih dengan membawa bekal minum, 1 gelas usai tarawih, 1 gelas menjelang tidur. 2 gelas saat sahur yaitu 1 gelas menjelang sahur dan 1 gelas usai santap sahur.
2. Mengonsumsi makanan bergizi
Sistem kekebalan tubuh sangat ditunjang oleh kecukupan gizi, terutama kecukupan vitamin dan mineral. Kedua zat ini bisa diperoleh dari sayur dan buah. Menyajikan menu bergizi telah menjadi tugas saya sebagai koki rumah. Sebisa mungkin dalam menu berbuka atau sahur selalu menyertakan sayur atau buah. Sesekali sahur dengan mi instan boleh, tapi tambahkan sayur seperti sawi dan juga cabe rawit untuk menambah asupan vitamin C
3. Cukup istirahat
Hindari begadang dan biasakan tidur
siang, begitu yang saya katakan pada anak-anak. Maka paling lambat jam 22.00
WIB kami sudah merebahkan tubuh di atas kasur untuk istirahat malam. Siang
seusai dhuhur hingga menjelang ashar adalah waktu yang tepat untuk rehat.
4. Menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah dalam berpuasa
Mengawalkan waktu berbuka dan mengakhirkan waktu sahur adalah sunnah Rasulullah dalam berpuasa. Saya membiasakan makan kurma dalam jumlah ganjil dan minum air putih untuk berbuka puasa segera saat adzan Maghrib dari masjid terdekat berkumandang. Kami juga mengakhirkan waktu sahur. Anak-anak biasa saya bangunkan jam 3.30 WIB untuk santap sahur sebab adzan subuh di daerah kami sekitar jam 4.16 WIB
5. Berolahraga ringan
Berpuasa bukan halangan untuk
berolahraga tetapi pilih olahraga ringan yang tidak menguras tenaga. Saya menyempatkan
diri untuk jalan pagi di akhir pekan meski hanya sekitar 30 menit saja. Selain
itu memperbanyak sholat-sholat sunnah sama halnya dengan berolahraga. Sebab ketika
melakukan gerakan sholat setiap sendi tubuh bergerak, mulai dari kepala, leher,
tangan, kaki dengan batasan kaidah sesuai aturan sholat dalam posisi berdiri,
ruku’ dan sujud.
Di sepuluh
hari terakhir Ramadan tentu kita tak ingin kualitas dan kuantitas ibadah
kedodoran. Maka lima tips bugar berpuasa tersebut kami terapkan secara
konsisten dengan harapan agar stamina tubuh tetap prima hingga saat berlebaran.
![]() |
| Salah satu view Heha Sky View nan indah, Dokpri |
Melanjutkan kisah travelling Yogyakarta, kali ini saya mengulsaa tentang Heha Sky View. Sesuai jargonnya: Taman Langitnya Yogyakarta, daya tarik utama tempat wisata ini adalah tempat nongkrong dengan view pemandangan langit yang menawan baik di pagi, siang, sore hingga malam hari.
![]() |
| Pintu masuk Heha, Dokpri |
Sesuai jam buka Heha Sky View jam 08 - 21.00 WIB pada hari Ahad/Sabtu dan jam 10 -21.00 WIB Senin-Jumat para pengunjung bisa menikmati pemandangan langit Yogya dari pagi hingga malam hari. Masuk Heha pakai scan tiket. Kalaupun kerasan di sini sejak pagi hingga malam juga sah-sah aja, asal tidak keluar dari lokasi. Pintu keluarnya diakses dari selasar yang menjajakan aneka suvenir khas Heha dan Yogyakarta. Sebab di sini tersedia berbagai kios makanan dan minuman, kamar mandi dan mushola yang bersih.
Beberapa kios/counter makanan yang terlihat adalah Kebab Turki, Bakso Legenda, Sugar Puff, Bagoja (Bakso Goreng Jogja) The Original, Cao Cao, Drink Station
Btw, mengapa namanya Heha? usut punya usut nama ini dipilih karena mewakili nama pemiliknya yaitu Herry Zudianto dan Handoyo Mawardi.
Pemandangan mengagumkan di tempat wisata yang terletak di Platuk, Gunungkidul saat pagi-sore adalah pemandangan Merapi yang gagah jika cuaca cerah. Di malam hari pasti Heha Skyview tampil menawan dengan aneka lampu hiasnya. Memandang lampu-lampu di kota Yogya dari ketinggian juga bisa jadi pilihan mengasyikkan.
Kami mampir ke Heha Sky View pada Ahad pagi, sekalian check out dari Hotel Jogokariyan untuk kembali ke Jawa Timur. Tiket masuk 20 ribu per orang dan parkir 20 - 25 ribu/mobil. Jika ingin berfoto di sudut kaca/Sky Glass atau di balon udara/Sky Baloon bertuliskan Heha agar penampilan Merapi lebih terfokus, bayarnya 30 ribu Dari kawasan Jogokariyan, Taman Langitnya Yogyakarta ini terbilang cukup dekat, hanya butuh waktu sekitar 20 menit.
Berjalan-jalan di Heha saat bulan Ramadan ada plus minus tersendiri. Nilai plusnya suasananya sepi apalagi saat masih pagi dan loketnya baru dibuka. Memandang Merapi dari kejauhan bisa sepuas-puasnya tanpa terganggu kehadiran banyak orang. Mau selfie, wefie dimanapun bebas, nggak perlu antri. Menurut mas-mas penjaga loket memang di saat Ramadan Heha Sky View tidak seramai biasanya. Pengunjung bisa lebih menikmati suasana.
Tapi minusnya nggak bisa wisata kuliner jika datang di pagi-siang hari karena sedang berpuasa hahaha. Konsep kulineran sambil menikmati view gunung sedang trend belakangan ini. Tapi memang pemandangannya sangat berkesan, tak puas-puas menikmati keindahan Merapi dari kejauhan.
![]() |
| Memandang Merapi sambil ngopi asyik kali Dokpri |
![]() |
| Merapi kapan-kapan kami datang lagi, Dokpri |
![]() |
| Hotel Jogokaryan, UMKM Binaan Masjid Jogokariyan |
Melanjutkan kisah Menikmati Vibes Ramadan di Jogokariyan, kali ini saya ingin menceritakan pengalaman menginap di Hotel Jogokaryan. Hotel Jogokaryan terletak sekitar 100 meter saja dari Masjid Jogokariyan. Hotel ini merupakan salah satu UMKM binaan masjid Jogokariyan. Oiya, masjid Jogokariyan juga memiliki penginapan yang dikelola manajemen masjid berada di lantai dua masjid tetapi seringnya full booked sebab para pengunjung masjid Jogokariyan yang datang dari jauh biasanya menginap di sini.
Beruntung kami berkunjung tidak saat peak season, jadi di Hotel Jogokariyan pun masih dapat tempat, penginapan yang milik masjid sudah penuh tuh.
Fasilitas di hotel ini lumayan dan sewanya terjangkau. Kami memesan kamar untuk berempat dengan dua kasur dengan harga sewa 250 ribu permalam. Kamarnya cukup luas dan dilengkapi AC. Disediakan dua buah handuk dan mendapat welcome drink dua botol air mineral. Di kamar terdapat satu meja, kaca gantung, dua hanger untuk menggantung pakaian di dinding dan satu rak handuk.
![]() |
| Pas sudah mau pulang baru kepikir motret, padahal saat baru pertama masuk kamarnya sangatlah rapi, Dokpri |
Kamar mandinya bersih, WC duduk, dilengkapi flush dan shower bawah. Untuk mandi dilengkapi shower atas dan ada kran di bawahnya serta bak penampung air. Kamar mandi ini juga dilengkapi dengan wastafel dan terdapat satu hanger dinding.
![]() |
| kamar mandi dilengkapi wastafel, Dokpri |
Di selasar luar kamar dilengkapi dengan kursi dan meja untuk bersantai, serta televisi, tetapi kami lebih suka berdiam di kamar meski tanpa televisi.
![]() |
| lorong berisi kursi dan meja untuk bercengkrama di luar kamar, Dokpri |
![]() |
| Dispenser hangat dan dingin gula dan teh celup disediakan gratis, Dokpri |
![]() |
| mushola di lantai dua, Dokpri |
![]() |
| Salah satu kios yang meramaikan Kampung Ramadan Jogokaryan berada tepat di depan hotel, Dokpri |
Ramadan telah menapak separuh perjalanan. Apa kabar puasanya? masih semangat kan? Ngomong masalah puasa, tiap orang punya makanan favorit masing-masing. Menyiapkan menu sehat Ramadan untuk berbuka dan santap sahur bagi sebagian orang bukan perkara mudah. Pertama, karena saat berpuasa pasti agak kesulitan mencicipi hasil masakan. Kedua, menyiapkan satu jenis menu yang disukai semua anggota keluarga tentunya nyaris mustahil dan jika harus menyiapkan semua menu favorit masing-masing anggota keluarga, si koki rumah bisa kelimpungan. Ketiga, demi menjaga kebugaran sebisa mungkin menyajikan menu sehat bergizi tapi harus berjibaku dengan harga-harga bahan pokok yang melejit selama bulan Ramadan.
Tantangan bagi koki rumahan untuk menyiapkan menu sehat Ramadan tanpa menguras anggaran memotivasi untuk kreatif, baik dalam berburu bahan pokok harga murah maupun saat menyajikan menu yang bergizi dan meriah.
Saya mencoba menyajikan menu sehat Ramadan yang hanya membutuhkan anggaran sekitar dua puluh ribu rupiah. Dua menu ini bisa dinikmati saat berbuka maupun santap sahur.
1. Sayur Sop dan Ayam Goreng
Bahan:
1/4 kg ayam goreng - seharga 8 ribu rupiah
1 bungkus bahan sayur sop (terdiri dari wortel, kentang, kubis, sledri, buncis, bawang prei) - seharga 4 ribu rupiah
Pelengkap jika suka: bakso sapi dan sosis
Minyak untuk menggoreng
Bawang goreng
Bumbu: bawang bombay, bawang putih, merica bubuk, garam
Cara membuat:
1. Ungkep ayam dengan menggunakan bumbu: bawang putih, garam (bisa ditambahkan sedikit ketumbar bubuk dan kunyit bubuk jika suka dan agar penampilan ayam lebih menarik) Masak hingga sekitar 15 menit (hingga air berbumbu nyaris habis). Tiriskan
2. Bersihkan dan potong-potong bahan sayur sop.
2. Buat bumbu sop: haluskan bawang putih dan merica bubuk, tumis bersama bawang prei dan bawang bombay
3. Didihkan air dalam panci dan masukkan sayur sop. Didihkan sekitar 10 menit (hingga sayur empuk) masukkan bumbu yang telah ditumis. Bagi yang suka bisa ditambahkann potongan sosis goreng dan bakso sapi
4. Matikan api, sajikan sop dalam wadah sayur, taburkan bawang goreng.
5. Goreng ayam ungkep hingga berwarna keemasan
6. Sayur sop dan ayam goreng siap dinikmati sebagai sajian berbuka puasa
Sebagai pelengkap sajian berbuka, saya menyajikan kurma dan emping blinjo.
![]() |
| Menu Sehat Ramadan Sayur Sop dan Ayam Goreng, Dokpri |
Bahan:
1/4 kg ayam bagian dada - seharga 8 ribu rupiah
1 buah pare seharga 2 ribu rupiah
Minyak untuk menggoreng
Bakso sapi dan udang (sisa stok yang ada di kulkas)
Tepung ayam crispy instan - seharga 5 ribuan
Bumbu: bawang bombay, cabe merah, cabe rawit, saos tiram, kecap, garam, gula, bawang putih.
Cara Membuat:
1. Bersihkan kulit dan bagian tengah buah pare, iris tipis. Rendam dalam air garam sambil diremas-remas, tiriskan
2. Iris tipis-tipis ayam agar diperoleh daging tanpa tulang (fillet) Rendam dalam bumbu bawang putih dan garam. Diamkan dalam kulkas minimal 15 menit
3. Tumis bawang bombay, dua ekor udang, garam gula, cabe merah dan cabe rawit yang diiris serong. Jika sudah harum masukkan irisan bakso sapi dan buah pare. Tambahkan sedikit air. Tambahkan kecap dan saos tiram. Masak hingga air menyusut. Tumis pare siap disajikan
4. Keluarkan fillet ayam yang sudah dimarinasi, gulirkan dalam tepung sambil dicubit-cubit.
5. Goreng fillet ayam hingga berwarna keemasan
7. Fillet ayam crispy dan tumis pare siap disajikan
![]() | |
|
![]() |
| Jogokariyan dalam kenangan, Dokpri |
![]() |
| Hotel tempat kami menginap dan salah satu kios yang memeriahkan Kampung Ramadan Jogokariyan, Dokpri |
![]() |
| 3000 porsi berbuka setiap harinya, Dokpri |
![]() |
| Browniesnya enak banget, Dokpri |
![]() |
| Penuhnya jamaah subuh, Dokpri |
![]() |
| Daftar kajian para ustadz selama Ramadan di Jogokariyan, Dokpri |
![]() |
| Suasana bada subuh, Dokpri |
“Nak, jangan
cepat besar yaah, Bunda masih ingin mencium aroma minyak telon dan bedak
bayimu. Masih ingin menggendongmu dalam buaian” Begitu sering terdengar
ungkapan para ibu yang seolah tak ingin kehilangan masa-masa menggemaskan buah
hatinya. Maklum, seiring bertambahnya usia si anak, biasanya tak bisa
diperlakukan sama seperti ketika ia masih bocah. Konon, jadi orang tua ABG itu
gampang-gampang susah.
Ketika buah hati masih kecil, mengajarkan sesuatu hal
dan mendidik terasa lebih mudah. Mayoritas anak-anak patuh dan taat kepada
orang tuanya ketika dilarang melakukan sesuatu atau menurut ketika diajak
beraktivitas yang menarik hatinya. Namun ketika si anak beranjak remaja,
memasuki masa pubertas, si ABG tak lagi bertingkah laku layaknya anak kecil.
Dia yang dulu lengket seperti perangko dengan ayah
bundanya, kini memilih menghabiskan waktu bersama teman-teman.
Dia yang dulu patuh, kini sering membantah dan beradu
argument jika tak sepakat tentang suatu hal.
Dia yang dulu tak pelit bercerita tentang keseruan
hari-harinya, kini sering bungkam seribu bahasa.
Saya pun merasa demikian dengan si anak kedua. Dahulu
dia sangat dekat dengan saya, bahkan tidur jika tidak ditemanin nggak bakalan
bisa tidur. Pernah suatu malam saat dia yang waktu itu masih usia empat tahunan
belajar tidur dengan si ayah, eh tengah malam membangunkan saya di kamar
sebelah minta diantar ke kamar mandi. Sepulang sekolah ceritanya nyaris tiada
henti. Kini boro-boro cerita pengalamannya di sekolah, ada tugas yang harus
dikumpulkan keesokan hari aja dia baru ngomong malam harinya. Duh ya, ada apa
dengan si ABG kami?
![]() |
| Suatu hari di Pantai Muaro Lasak, Dokpri |
Saya merenung, bagaimana caranya agar komunikasi orang tua dengan si remaja tidak terputus begitu saja? Seiring berjalannya waktu, saya coba uraikan masalahnya dan berupaya menemukan solusinya. Begini cara kami menjalin komunikasi dengan si ABG:
1. Daddy’s role
Mungkin, saat anak lelaki beranjak remaja peran ayah akan lebih besar. Sedekat apapun dengan sang ibu, anak lelaki butuh ayah sebagai role model. Akhir-akhir ini pak suami lebih sering ngobrol dengan anak kedua kami. It’s work!
2. Cari penyebab kurang fokus
Kenapa sih kok sampai dia lupa ada tugas sekolah. Kemungkinan besar adalah karen keasyikan ngegame. Apalagi kalau udah ngegame Hp si kakak ikutan jadi sasaran. Baiklah, mau tak mau kami memutuskan untuk melarangnya ngegame sampai kecanduan. Eh udah nggak ngegame malah sibuk scroll medsos buat nonton konten satu ke konten lainnya. OK, resikonya meski kuota data dia habis, tak ada kuota tambahan. Jika ia tidak bijak mengelola kuota data maka harus bersiap numpang wifi di sekolah atau masjid perumahan. Saya katakan padanya bahwa mengelola kuota internet di handphone, mengelola uang jajan adalah pembelajaran bagi pengelolaan finansial ketika ia kelak telah mampu mencari nafkah sendiri. Apakah berhasil? Belum sepenuhnya, setidaknya dia sudah mulai merasakan resiko harus numpang wifi kesana kemari, semoga semakin bijak suatu hari nanti.
3. Memperlakukannya sebagai teman
Ketika anak
telah beranjak menjadi ABG sudah waktunya memperlakukannya sebagai teman.
Kadang saya mentraktir minuman es cao kesukaannya dan bahkan pernah nonton film
di bioskop bertiga bareng si ayah juga.
![]() |
| Foto bareng ABG, Dokpri |
Semakin hari saya semakin menyadari bahwa berperan sebagai orang tua si ABG layaknya bermain layangan. Tarik ulur dan harus pandai mengukur arah angin, tidak bisa terlalu kencang atau terlalu lunak. Jika terlalu lunak dia tak akan bisa terbang. Jika terlalu kencang bisa jadi saat terbang tinggi, diadu dalam kompetisi dia malah menghilang.
Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa sebagai orang tua,, kami berdua jauh dari kata sempurna. Namun hidup layaknya bangku sekolah, belajar tiada pernah berakhir hingga menutup mata, meski saatnya anak-anak kita kelak menjadi orang tua.
Bagaimana kisah kalian
dengan ABG di rumah?
Sejak memutuskan untuk mengundurkan
diri dari kerja kantoran, saya memutar otak, mengatur strategi bagaimana
caranya bisa mendapatkan penghasilan. Sebenarnya bukannya saya tidak bersiap
sebelum resign, namun gerai waralaba teh yang diharapkan bisa menjadi pengganti
gaji bulanan ternyata harus gulung tikar.
Maka satu-satunya
jalan adalah mengoptimalkan kemampuan dan keahlian untuk mendapat penghasilan,
sebab dari kedua hal tersebut tidak terlalu membutuhkan modal. Selama masih
menjadi pekerja kantoran saya sering mengikuti quiz dan lomba menulis dan
Alhamdulillah beberapa kali sempat menang atau meraih gelar juara. Jadilah
kedua bidang ini semakin saya tekuni dan berharap menjadi pintu rezeki.
Sebagai pekerja lepas yang menekuni dunia konten kreator, saya berupaya
mendapatkan penghasilan dari blog pribadi dengan menerima penawaran review
produk atau sponsored post serta sesekali mengikuti lomba blog. Saya juga
menjadi penulis konten artikel yang menerima upah sekian rupiah untuk setiap
artikel pesanan klien. Terkadang juga menyelesaikan pekerjaan sebagai
influencer untuk even atau produk tertentu di platform twitter, Instagram,
facebook dan tiktok
![]() |
| Pos-pos pemasukan dan pengeluaran si pekerja lepas, Dokpri |
Jika ditanya berapa penghasilan saya
sebulan, tidak ada jawaban pasti. Pernah mencapai hingga dua juta rupiah tetapi
pernah pula nyaris tak ada penghasilan sama sekali.
Jadi, apakah sebagai pekerja lepas
berpengaruh pada finansial bebas? Alih-alih mencapai financial freedom
(kebebasan finansial) malah penghasilan terjun bebas? Sebenarnya tidak
semengerikan itu. Toh sebagai pekerja lepas saya juga mendapat banyak
keuntungan. Waktu bersama anak lebih banyak, lebih punya banyak waktu senggang
untuk menekuni agama (sebab sebelum berhenti bekerja saya tidak mampu membaca
Al Quran dengan baik dan benar plus tidak pernah ikut pengajian) Kondisi
kesehatan saya juga lebih baik, karena keluhan sakit kepala yang sering saya
alami selama masih kerja kantoran kian berkurang.
Namun saya akui mengelola keuangan
sebagai pekerja lepas harus lebih teliti dan bijak, dibandingkan saat masih
menerima gaji tetap. Maka saya perlu menerapkan tips khusus agar keuangan
pribadi saya tetap aman dan kebutuhan utama terpenuhi.
Tips mengelola keuangan ala saya sebagai pekerja
lepas antara lain:
1. Diversifikasi
pekerjaan
Sebagai
pekerja lepas saya tidak membatasi diri dengan pekerjaan tertentu. Meski
kegiatan utama saya adalah menulis, baik sebagai blogger maupun content writer,
saya juga mendapat penghasilan dari jualan bawang goreng buatan sendiri. Pernah
juga jualan baju dan mukena, lumayan laris manis tahun lalu.
Diversifikasi
pekerjaan bagi saya adalah hal yang penting, sebab sebagai pekerja lepas tak
bisa mengandalkan dari satu pintu pemasukan saja. Menurut pengalaman jika proyek
menulis sepi, alhamdulillah hasil penjualan bawang goreng lumayan ramai.
![]() |
| Jualan Bawang Goreng Dokpri |
Saya juga
rajin menjadi panelis survey online di beberapa panel survey. Saya adalah
anggota panel survey Toluna, Opinion World, Lifepoints, Nusaresearch, Rakuten,
dan Surveyon. Dari kegiatan sebagai panelis survey ini saya bisa menerima
sejumlah poin yang bisa ditukar menjadi saldo Paypal atau E-Wallet.
2. Menyusun skala prioritas
Saya terbiasa
menyusun skala prioritas untuk pos pengeluaran. Sehingga ketika mendapat
pemasukan, langsung disisihkan untuk keperluan bulanan sesuai kebutuhan. Misalnya
kebutuhan utama yang mendesak dan harus diutamakan adalah: dana infaq sebagai
donatur tetap untuk anak-anak yatim, sedekah subuh harian untuk masjid dan
biaya komunikasi/kuota internet. Tiga hal itu saya upayakan dari pemasukan
pribadi, biaya hidup lain-lain sehari-hari tentu ikut suami. Dan jika ada
pemasukan berlebih barulah saya menabung atau memperhitungkan pos sandang,
apakah ada pakaian yang waktunya beli baru karena stok di lemari sudah usang
atau rusak dimakan usia.
Bagi pekerja
lepas lainnya tentu pos prioritasnya berbeda, sesuaikan pemasukan dengan
susunan prioritas secara berkala.
![]() |
| Skala prioritas,, Dokpri |
3. Pekerja lepas bisa menabung dan
berinvestasi
Meski tidak
menerima gaji bulanan lagi, saya tetap bisa berinvestasi. Unit reksadana yang
saya miliki saat ini adalah laba hasil penjualan bawang goreng. Sesekali jika
penghasilan sebagai pekerja lepas berlebih karena rezeki nomplok, seperti
menang quiz atau lomba blog berhadiah uang tunai, maka tabungan saya pun
bertambah dari hasil hadiah.
Dua keping logam
mulia hasil menang lomba blog beberapa tahun lalu juga tetap saya simpan
sebagai bagian instrumen investasi. Kapan dijual? Nantilah jika waktunya tiba.
![]() |
| Pekerja lepas bisa berinvetasi, Dokpri |
4. Menyisihkan
penghasilan untuk “dana darurat”
Selain
investasi, saya juga berupaya memiliki dana darurat. Darurat di sini maknanya
jika dari kegiatan menulis dan jualan bawang goreng tidak ada pemasukan sama
sekali. Dana darurat ala saya adalah saldo Paypal hasil tukar poin survey
online. Jangan dibayangkan saldo Paypal saya sangat besar, poin hasil survey
butuh waktu beberapa bulan agar bisa dicairkan tanpa biaya tambahan. Tapi
lumayan jika ditabung sebagai dana simpanan, dan baru dicairkan jika sepi
orderan.
Tips
mengelola keuangan pekerja lepas ala saya mungkin sederhana. Tetapi alhamdulillah tips tersebut sudah
terbukti dapat diandalkan selama kurang lebih 10 tahun mempertahankan
kestabilan keuangan pribadi saya sebagai pekerja lepas non kantoran.