catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Showing posts with label Tafakur. Show all posts
Showing posts with label Tafakur. Show all posts

#1Hari1Ayat - Al Quran, jangan pernah tinggalkan


Posting 31 – Al Quran, jangan pernah tinggalkan karena ia penjaga iman dan di dalamnya kita temukan ketenangan

#1Hari1Ayat telah genap 31 hari digelar namun bukan berarti seiring berakhirnya even ini kita tak lagi mengakhiri berinteraksi dengan Al Quran. Allah telah berfirman bahwa AL Quran adalah furqan, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Di dalam Al Quran terdapat ayat yang mengatur tata cara beribadah dengan Allah, berinteraksi dengan alam serta hidup bemasyarakat. Itulah mengapa Al Quran disebut sebagai petunjuk. Al Quran sangat lengkap mengatur hukum-hukum beribadah sekaligus bermasyarakat, kewajiban berhijab bagi muslimah, tata cara menceraikan istri, pembagian warisan, penentuan bulan haji, hukuman bagi pencuri hingga ayat-ayat yang mengupas kewajiban berbakti kepada orang tua bahkan mengucapkan “ah” pun dilarang dalam agama (artinya tidak mentaati perintah orang tua), larangan berghibah, keutamaan sholat malam serta kisah-kisah nabi terdahulu tercantum dalam Al Quran dengan sangat lengkap agar kita dapat memetik pelajaran dari kehidupan umat sebelum Nabi Muhammad.

Al Quran adalah salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah karena semakin sering membaca ayat-ayatNya mengingatkan kembali terhadap segala nikmat yang telah kita terima. Jika dunia melenakan kita, bacalah Al Quran tentang surga dan neraka, tentang hari kiamat dan hari pembalasan. Adakah hati tak tergetar karenanya ?. Baca kembali ayat-ayat yang mengajak merenung mengapa matahari, bulan, bintang diciptakan, bagaimana kapal bisa berlayar di lautan, gunung berdiri kokoh dan tidak berjalan-jalan seenaknya, burung bisa terbang tanpa takut terjatuh. Masihkah perlu sikap sombong dan terlena nikmat dunia itu patut dipertahankan ?.

Al Quran disebut juga As Syifa, pengobat. Dalam ilmu pengobatan, rukyah dianjurkan membaca surat tertentu, menyebut Asmaul Husnah yang banyak kita temui dalam ayat-ayat Al Quran terutama dalam surat Al Hasyr namun paling utama AL Quran adalah pengobat hati. Ketika kita terpuruk karena cobaan yang bertubi datang, Allah menenangkan dengan ayat La Tahzan (jangan menangis) dan ayat bahwa janji Allah adalah benar. Saat kita merasa melakukan hal sia-sia Allah menghibur bahwa tak ada hal sia-sia, sebesar biji dzarahpun perbuatan kita akan ada balasannya. Sekali khatam membaca Al Quran bukan berarti kita tak perlu membacanya lagi, merenungi banyak hal tersembunyi.

Al Quran bukan sekedar kitab suci yang diletakkan rapi di dalam lemari, dipuja puji namun tak pernah dipahami, jika ingin selalu mengingat Allah bacalah Al Quran setiap waktu, minimal setelah sholat lima waktu maka inshaAllah akan kita temui betapa hati ini menjadi tenteram, seperti janjiNya bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.



Share:

#1Hari1Ayat - Calon Penghuni Surga



Posting 30 – Mereka yang Dirindu Surga

Andai dalam kelas ada pertanyaan “Siapa mau masuk surga” dapat dipastikan semua murid akan mengangkat telunjuk menandakan minat besar  sebaliknya tak ada yang bersedia dijebloskan ke dalam neraka, siapa yang tahan dengan panas dan siksanya ?
Namun menjadi penghuni surga tidak dapat diraih dengan santai dan suka-suka, banyak hal harus dilakukan agar memenuhi persyaratan tinggal di istana keabadian yang dialiri sungai di bawahnya menambah kedamaian.

Siapa mereka yang dirindu surga selain para Nabi, Rasulullah dan sahabat yang beriman Islam hingga akhir zaman ?. Tentu yang pertama adalah bayi-bayi , anak-anak yang meninggal sebelum mengenal dosa, Allah pun menjanjikan surga bagi ibu yang meninggal ketika melahirkan serta para syuhada yang gugur karena jihad fisabilillah.
Trus kalau bukan golongan tersebut di atas gimana coba ?, jawabnya ya jadilah bagian dari mereka yang dirindu surga . Siapakah mereka yang dirindu surga ? ayat-ayat Al Quran serta hadits nabi banyak menceritakan tentang mereka yang dirindukan surga, pada dasarnya adal empat golongan utama yaitu orang yang istiqomah membaca Al Quran, orang yang menjaga lisannya (dari dusta, ghibah, mengadu domba, berkata kotor dan kasar), orang yang memberi makan atau menafkahkan hartanya kepada orang yang kelaparan serta orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Jika kita kaji lebih dalam keempat orang itu merupakan ciri orang yang baik, membaca Al Quran dan mengamalkan kandungan serta esensinya tentulah membentuk pribadi yang baik karena Allah dalam Al Quran menyuruh untuk selalu berbuat baik kepada Allah melalui berbagai bentuk ibadah, kepada orang tua dengan berbakti dan menghormati, kepada sesama dengan tak pelit berbagi. Orang yang mampu menjaga lisan tentunya orang baik-baik karena tak ada sumpah serapah yang keluar dari mulutnya ia juga tak pernah berdusta, menggosip dan mengadu domba. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan pastilah orang baik, kisah Fatimah Az Zahra dan Sayidina Ali yang rela berbuka puasa hanya dengan air putih dan memberikan roti gandum bagi pengemis yang kelaparan. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan sungguh-sungguh menahan hawa nafsu hingga sebulan penuh dijanjikan Allah bahwa dosa-dosanya di masa lalu terampuni secara otomatis ia telah menjadi orang baik asal tidak melalukan dosa baru.

Saya menemukan satu ayat dalam Al Quran tentang perumpamaan orang baik, bahwa kebaikan itu terwujud karena seseorang makan dan minum dari sesuatu yang baik (halal), terbiasa mengunjungi tempat yang baik dan indah sehingga apa yang dihasilkannya pun sebuah kebaikan.

Mari kita cermati bunyi surat An Nahl 68 – 69 berikut ini
Indahnya tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan si Lebah, ia hinggap di bunga-bunga, menghisap sari bunga yang murni, tinggal dalam sebuah koloni lebah lalu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Begitupula halnya mukmin yang baik, seyogyanya ia makan dan minum dari sesuatu yang dihalalkan, mengunjungi masjid dan majelis taklim untuk beribadah menjauhi tempat maksiat, berkumpul dengan orang shaleh. inshaAllah kebaikan demi kebaikan pula yang akan ditebarkannya, mengobati hati yang terluka karena sesatnya dunia, menebarkan cahaya untuk senantiasa mengingatNya.

Tanda-tanda kekuasaan Allah tersebar  di seluruh jagad raya, ada pada seluruh makluk ciptaanNya tak peduli itu tumbuhan, hewan atau manusia…Subhanallahu Allahu Akbar semoga kita mampu meniru lebah dan kelak menjadi penghuni surga

Share:

#1Hari1Ayat - Indahnya Surga



Posting 29 – a Little thought about Heaven – Serial Tafakur

Di posting 28 kemarin saya menulis sedikit tentang surga. Sebagai orang beriman tentu kita percaya adanya Yaumul Hisab, surga dan neraka. Ayat-ayat Quran banyak yang mendeskripsikan indahnya surga dan betapa mengerikannya neraka, sebut saja Al Baqarah, Ar Rahman, Al Waaqiah yang mengisahkan fasilitas untuk para penghuni surga. Sementara AL Mulk, Al Hijr, Al Muddatsir, At Taubah menceritakan siksa neraka yang bakal dialami kaum kafir.

Membandingkan kondisi penghuni surga dan neraka sangatlah kontras, di neraka para pendosa disiksa dengan api teramat panas yang menggelegak suaranya, minum darah, nanah dan cairan tembaga panas duuuh saya nggak sanggup menceritakannya secara detail isi ayat-ayat itu. Sebaliknya para penghuni surga dijamu dengan buah, sayur, susu, khamr, daging, burung berkualitas terbaik, ditemani bidadari bermata jeli, sepanjang hari hanya memuji Allah dan bersenda gurau di bantal empuk dan di bawah tempat tinggalnya mengalir sungai yang menyejukkan.

Sungguh indah gambaran surga, meski di dunia mungkin sengsara jika kelak mendapat surga tentu kenikmatan abadi yang kita terima. Tapi saya bertanya-tanya adakah di surga nanti bakal bertemu lagi dengan sahabat, kerabat, suami, anak, cucu dan orang-orang yang kita kenal. Backsoundnya lagu Eric Clapton - Tears in Heaven nih : Do you know my name when I saw you in Heave ? . Ataukah kehidupan surga neraka itu seperti layaknya kehidupan baru dimana penghuninya tak saling kenal. Alhamdulillah Ayat ke 23 dari QS Ar Raad menjawab pertanyaan saya.



Ternyata kita bisa kok ketemu sanak saudara lagi di surga nanti asal setelah dihisab memang diputuskan berhak menjadi penghuni surga.
Hmmm pikiran saya melayang tapi bukan berandai-andai, saya teringat kembali almarhum Papa dan almarhumah adik yang telah pergi mendahului betapa kelak saya ingin berkumpul dengan mereka lagi, lengkap dengan Mama, saudara yang lain, suami dan anak-anak. Ketika salah satu dari anggota keluarga pergi terasa kehilangan sekali dan kita hanya bisa berdoa agar dosa-dosa mereka terampuni. Itulah sebabnya saat masih diberi umur panjang selayaknya kita saling mengingatkan penuh rasa sayang, nggak ingin kan masuk surga sendirian sementara sanak saudara dan orang-orang terdekat mungkin saja terjerumus dalam neraka karena ketika mereka salah jalan kita diam saja. Ya sih, nggak semua orang bisa langsung mengikuti ajakan baik, beda banget sama pengaruh buruk yang cepet sekali menjalar namun Rasulullah bersabda bahwa selemah-lemah iman adalah diam ketika melihat sesuatu terjadi di sekitar kita atau hal yang tak disukai Allah dilakukan oleh orang yang kita kenal.

Ingin masuk surga ? yuk dimulai dari diri sendiri menjadi pribadi yang dirindukan surga tapi jangan lupa ajak orang tua, sahabat, keluarga dan sanak saudara. Trus pribadi yang dirindu surga itu yang bagaimana ? ehem beberapa di antaranya akan saya tulis di posting berikutnya Post 30 InshaAllah :)


Share:

#1Hari1Ayat - Allah Melihat Proses Bukan Hanya Hasil




Posting 28 - Kira-kira apakah saya telah menjadi muslimah yang Allah inginkan ? - Serial Tafakur


#1Hari1Ayat telah masuk hari ke-28, ayat demi ayat menjadi pengingat agar kita tak merasa yang paling hebat. Apa benar saya udah ngerjain semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya ? kira-kira ibadah yang saya lakuin itu udah sesuai tuntunan Nabi nggak ? ntar kalau ternyata salah saya dosa yah dan amalan saya bakal sia-sia => kadang pikiran semacam ini memenuhi kepala.

Selain itu satu hal yang sering berputar di benak saya adalah Sudahkah saya menjadi muslimah yang Allah inginkan ?. Perasaan sih saya udah belajar baca Quran tiap abis sholat tapi kok ya nggak lancar-lancar, puasa Senin-Kamis juga sering tapi kok masih sering marah.
Hadehhh...apa kira-kira saya udah terlalu banyak dosa sehingga ibadah kok terasa sia-sia.
Kalau benar ibadah yang dilakukan sia-sia ngapain susah-susah yah => tetot mesin berbunyi "wrong answer". Diterima tidaknya ibadah itu rahasia Allah (tapi inshaAllah saya yakin kalau niat ibadah lillahi ta'ala masa Allah bakal tutup mata ?".

Melalui Al Quran surat AT Taubah ayat 105 Allah berfirman 

"bekerjalah kamu maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" saya menafsirkannya sebagai Allah melihat proses bukan hanya hasil akhir. Seorang ulama berpesan bahwa kesuksesan seorang mukmin itu adalah pada saat sakaratul maut, ketika ia melewati sakaratul maut dengan mudah dan mengucapkan kalimat thayibbah ini namanya hasil akhir, tentunya hasil akhir yang manis ini tidak terjadi begitu saja namun melalui proses. Ketika seseorang istiqomah beribadah dan hidupnya berujung indah inilah yang disebut keberhasilan proses. 

Ayat ini yang menyemangati saya untuk istiqomah beribadah semampu saya. Apalagi saya berhijab baru sekitar empat tahun lalu...well padahal usia saya udah lebih dari tigapuluh saat itu, but better late than never . Jujur saja saat hendak berhijab saya ragu, duh masih suka sradag srudug, jutek kok pakai hijab ntar orang bilang apa ?, hellooo untung saya teringat hasil kajian bahwa hijab itu wajib bagi muslimah. Bolehlah dianggap hijab itu sekedar pakaian wajib, perkara akhlak memang terpisah dari baju wajib itu sendiri, sering kan kita liat dalam sidang koruptor pakai jilbab, orang yang biasa bertindak asusila pakai busana muslimah. Tentu saya, kita para muslimah nggak mau mengikuti teladan yang buruk semacam itu, agar tak mencoreng nama Islam mengapa tak bisa kita lakukan hal terbaik : sambil berhijab kita memperbaiki akhlak, Allah kan udah mengingatkan "bekerjalah kamu maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" so, let's get it done. Pertama kerjakan yang wajib, berikutnya berproses menjadi pribadi lebih baik. InshaAllah niat baik pasti dibukakan jalan terbaik pula.

Semoga saya, kita para muslimah berhasil menjadi pribadi yang diridhoiNya, kelak dibukakan pintu surga dan mendapatkan ucapan selamat datang dariNya :
Wahai jiwa yang tenang.Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu. Masuklah ke dalam surgaKu" (QS Al-Fajr :27-30)

Share:

#1Hari1Ayat - Pilih Dunia atau Akherat ?




Posting 27 - Penting mana Dunia atau Akherat ? - Serial Tafakur
Posting-posting serial tafakur dan tadabur alam tempo hari mengingatkan kembali pentingnya istiqomah dalam bersyukur, beribadah dan selalu mengingat Allah. Jadi apakah kita harus menghabiskan waktu untuk beribadah ? . Pagi, sore, siang, malam untuk selalu menyembah dan mengingat Allah ?. Benar sekali, namun perlu diingat yang disebut ibadah bukan hanya berupa sholat, mengaji, berzakat, puasa atau berhaji. Segala aktivitas yang kita niatkan lillahi ta'ala bernilai ibadah juga. Menuntut ilmu, menikah, membantu orang yang sedang susah bahkan mengurus rumah jika niatnya karena Allah inshaAllah telah mendapatkan pahala bahkan update blog #1Hari1Ayat juga pasti menulis dengan mengingat Allah bukan ?

QS Al Qashash ayat 77 di atas menyatakan bahwa carilah kebahagiaan negeri akherat dan janganlah kamu melupakan bahagian dari kenikmatan duniawi, artinya mencapai kebahagiaan dunia itu bukanlah sesuatu yang dilarang Allah, bahkan doa sapu jagad Rabbana Atina Fidunya Hasanah Wafil Akhirati Hasanah  merupakan permohonan kebaikan dunia dan akherat namun tetap diingat bahwa keperluan akherat disebutkan terlebih dahulu mengandung makna bahwa kebahagiaan akherat itu lebih utama seperti difirmankan dalam ayat  tersebut tanpa meninggalkan kenikmatan dunia. Nikmat dunia di sini maksudnya adalah nikmat berkeluarga, nikmat mencari nafkah, nikmat menuntut ilmu dan nikmat lain-lain yang tentunya di jalan Allah. Menikah merupakan salah satu ikhtiar menyempurnakan agama, yang sudah menikah pasti memberikan testimoni bahwa memiliki pasangan hidup yang seiman, shalih/shalihah itu sungguh merupakan nikmat luar biasa apalagi jika dikaruniai keturunan yang lucu dan patuh kepada orang tua. Rekreasi, menikmati pemandangan alam juga merupakan salah satu nikmat dunia, bagaimana tidak nikmat jika mata, telinga dimanjakan dengan harmoni alam, indahnya gunung dan pantai, namun esensi nikmat itu sendiri adalah ketika kita menjadikan wisata tersebut sebagai tadabur alam, mengagumi ciptaanNya dengan menyerukan kalimat thoyyibah, bersyukur atas nikmat Allah atas keindahan alam yang Ia berikan.

Tak ada satu pun hal di dunia ini yang tidak berkaitan dengan akherat, setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia pasti dipertanggungjawabkan di alam keabadian, begitu pula halnya dengan bagaimana kita mencari kenikmatan duniawi.

Jadi, pilih dunia atau akherat ?


Share:

#1Hari1Ayat - Fenomena Mati Dalam Tidur



Posting 26 - Mengapa harus selalu bertafakur dan bersyukur ? salah satunya adalah fenomena mati dalam tidur

Melanjutkan Serial Tafakur, dan berkaitan dengan sejarah Firaun yang taubatnya tak diterima sebab nyawanya telah sampai di kerongkongan, satu hal semakin terekam kuat dalam kalbu : bahwa beriman, bersyukur, tafakur adalah satu kesatuan dan hendaknya dilakukan secara terus menerus dengan jalan selalu mengingat Allah, mengapa ? sebab kita tak pernah tahu kapan akhir hidup kita. Masih ingat Michael Scumacher yang koma setelah mengalami kecelakaan saat main ski, atau Paul Walker yang tewas mengenaskan saat mengendarai mobil sport yang ia kagumi ?.
Apalagi ketika membaca AL Quran Surat Az Zumar ayat 42, bagi saya ayat tersebut menjelaskan pertanyaan yang selama ini membayang dalam benak saya yaitu tentang fenomena "keadaan koma" hingga mati dalam tidur. 



"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan1314. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir" (QS. Az Zumar : 42)

Subhanallah, merinding bulu kuduk saya membayangkan jika saya sendiri mengalami kejadian koma atau mati dalam keadaan tidur, yang saya khawatirkan saat peristiwa itu terjadi iman saya sedang berada pada posisi lemah, titik terendah. Sungguh hina akhir hidup saya dan semua ibadah yang saya lakukan seumur hidup akan menjadi sia-sia. Fenomena mati dalam tidur ini pula yang menjadikan betapa pentingnya mengikuti sunnah Rasul tentang adab menjelang tidur, mulai berwudhu, membaca doa sebelum tidur dilengkapi beberapa ayat Al Quran dan kalimat thoyibbah yang mengakhirinya ..La Ila hailallah sungguh indah jika ketika takdir kematian menjemput dalam tidur kita telah mempersiapkan diri dalam keadaan suci, hati dan lisan menyebut nama Illahi.

Jadi, selagi hayat masih di kandung badan dan masih merasakan nikmat terbangun dini hari dalam keadaan segar setelah tertidur semalam mengapa tidak kita isi hidup ini dengan dzikrullah agar mampu menghadapi segala cobaan dengan tegar, seringkali bertafakur sebagai manifestasi rasa syukur...
Share:

#1Hari1Ayat - Pelajaran dari Mayat Fir'aun



Posting 25 - Bahkan mayat pun bisa menjadi pelajaran

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, pintu maafnya selalu terbuka lebar bagi hamba-hambaNya yang menyadari kesalahannya, bertobat secara sungguh-sungguh dan tak pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama. 
Sebuah riwayat pernah dikisahkan bahkan seseorang yang telah membunuh 99 orang pun taubatnya masih diterima karena sebelum ajal menjemput ia telah kembali ke jalan yang benar. Namun ada dosa yang tak terampuni yaitu syirik alias menyekutukan Allah, trus kaum tukang protes berujar : ih katanya Allah Maha Penyayang dan Maha mengampuni kok masih ada pengecualian, jadi gini kalau kita punya pasangan hidup yang sangat kita cintai, apapun telah kita berikan trus ternyata dia diam-diam selingkuh di belakang kita, sakit hati nggak ? pasti perasaan cinta yang kita punya berbalik menjadi benci setengah mati => nah lo kira-kira begitu perumpamaannya. 

Ayat yang saya ingat tentang taubat tak terampuni adalah taubatnya Firaun yang dikisahkan dalam Al Quran, dalam ayat ke 90 surat Yunus dikisahkan bahwa di akhir hayatnya Firaun mengakui keEsaan Allah " Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
Namun apakah taubat Firaun diterima ? dalam ayat-ayat berikutnya dinyatakan secara implisit bahwa taubat Firaun sia-sia sebab ia terpaksa menyatakan "syahadat" ketika nyawanya sudah di kerongkongan.

Dan bersama bala tentaranya Firaun pun tenggelam di laut merah. Yang menarik perhatian saya adalah QS Yunus ayat 92 ini
"Kami selamatkan badanmu supaya menjadi pelajaran", saya penasaran dari sekian banyak mummi Firaun yang disimpan dalam museum di Mesir atau mungkin museum lain di dunia, Firaun yang mana yang tenggelam di Laut Merah ?. Dan rasa penasaran saya terjawab ketika membaca berita di sebuah surat kabar bahwa pernah diadakan pemeriksaan lebih teliti terhadap semua mummi dan hanya di dalam mummi Ramses II yang diketemukan fosil sejenis ganggang yang hanya bisa hidup di Laut Merah. 

Allahu Akbar, fakta ini kembali menunjukkan bahwa Al Quran bukanlah buatan manusia sebab kejadian ini terjadi beratus tahun sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Dan pelajaran tentang kesombongan Firaun pun masih dapat kita temui hingga saat ini, bukankah atas kehendak Allah sehingga mayat Firaun bisa menepi ke pantai, terselamatkan hingga menjadi pengingat tentang keEsaan Allah bagi mereka yang mau berpikir ? pernahkah terpikirkan berapa orang mati tenggelam di lautan dan jasadnya tak pernah ditemukan?. 

Maha Besar Allah dengan segala firmanNya, semoga kita tak pernah melakukan dosa yang tak terampuni dan kelak meninggal dalam keadaan Islam dan beriman.
Share:

#1Hari1Ayat - Maka Nikmat Tuhan Mana Yang Kamu Dustakan



Posting 24 - Tafakur dan Bersyukur (Serial Tafakur)
InshaAllah di posting 24 hingga 31 saya ingin menulis tentang serial tafakur (versi saya sendiri) mengapa ? karena tafakur adalah salah satu perwujudan rasa syukur dan janji Allah bagi siapa yang bersyukur maka nikmatNya akan ditambah dan bagi siapa yang kufur maka siksanya amatlah pedih...


Mungkin adalah salah satu ayat Al Quran yang paling populer, entah mengapa setiap kali mendengar ayat ini dilantunkan dalam tilawatil quran atau dibaca imam sholat berjamaah di masjid hati saya selalu tergetar dan air mata menetes perlahan. Mungkin karena saya adalah salah satu manusia yang seringkali kufur nikmat dan mudah patah hati jika doa-doa saya tak kunjung diijabahi.

Padahal jika mau bertafakur lebih rajin lagi bahwa apapun yang terjadi tak patut saya merasa Allah sedang membenci atau tak menghiraukan kami lagi, bukankah setidaknya oksigen yang harus kami hirup agar bertahan hidup masih gratis ? dan tak perlu keluar uang jutaan rupiah untuk membeli obat sehingga penyakit pun musnah.

Mengulang kembali tausyiah ustadzah semalam - karena sayidina Ali pun berkata "ikatlah ilmu dengan tulisan - agar pelajaran tentang bersyukur dari pengajian tak hilang dari ingatan saya ingin menuliskannya di sini.

Setiap memulai tausyiah, ustadzah kami yang ramah selalu mengawalinya dengan kalimat : tak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur atas karuniaNya. Dan kebetulan semalam kajian Quran membahas tentang kewajiban bersyukur.

Sebagai hambaNya bersyukur adalah kewajiban, karena nikmat yang berlimpah tanpa kita pinta, bahkan ayat Fabiayyi ala irabbikumaa tukadzidzibaan diulang hingga 31 kali dalam Ar Rahman sebagai pengingat bagi manusia yang sering lupa.

Sebagai perwujudan rasa syukur yang begitu dalam, setidaknya ada 7 kewajiban yang seharusnya kita lakukan :
1. Banyak bertafakur, berpikir, merenung atas nikmat Allah 
    Kesehatan, kesempatan berkarir, mengais rezeki, tadabur alam seperti posting-posting       saya tempo hari memberi kesempatan untuk merenung kembali betapa banyak yang           telah Allah beri, tanpa pajak tanpa retribusi
2. Mengakui bahwa semua nikmat datang dari Allah
    Ngeblog, dapat hadiah kuis (eh itu mah saya banget) bukan datang secara tiba-tiba             namun berkat campur tangan Allah semata
3. Mengungkapkan rasa syukur secara lesan,bersungguh-sungguh dalam hati dan ditunjukkan       melalui perbuatan
4. Menjaga dan memelihara nikmat Allah
    Menjaga kesehatan, memperhatikan serta menjalin silaturahmi dengan keluarga dan           kerabat adalah contoh tindakan nyata untuk memelihara nikmat Allah sebagai                     perwujudan rasa syukur
5. Memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan kehendak Allah
    Maksudnya nikmat Allah nggak disia-siakan, punya mata buat belajar dan melihat hal-hal      yang baik, tangan sehat buat nulis yang baik-baik contohnya #1Hari1Ayat
6. Bersungguh-sungguh dan mendekatkan diri pada Allah
7. Banyak beristighfar
    manusia kadang sering lupa bersyukur eh malah terjebak kufur, sesegera mungkin               melakukan istighfar adalah salah satu bentuk memperbaiki perasaan agar lebih mudah         bersyukur.

Itulah 7 hal yang ditausyiahkan ustadzah kami, benar-benar nanceb di hati. Semoga sebagai umatNya kita tak mudah terjebak kufur nikmat agar tidak menyesal di kemudian hari

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.