catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Inagurasi Boiler Biomassa Danone Indonesia, Mengolah Sekam Padi Menjadi Energi

 

Saya bersyukur bertempat tinggal di kota yang masih memiliki banyak sawah sebagai lahan pertanian. Tiap akhir pekan bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan matahari terbit dari persawahan dengan hanya berjalan beberapa meter ke bagian belakang perumahan. Tak bosan berlama-lama menyaksikan para petani yang sedang menanam bibit padi hingga matahari meninggi. Beberapa kali takjub memandang kesibukan petani yang sedang panen padi. Lalu terpikir sekam segitu banyak dari sawah sekian hektar mau dikemanakan? Dibakar begitu saja karena dianggap sampah tak berguna? Maka ketika Danone mengadakan webinar tentang Inagurasi Boiler Biomassa di Pabrik Prambanan, Klaten saya langsung mendaftar dengan harapan mendapatkan gambaran bagaimana sekam padi bisa menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.

 


Beruntung bisa hadir di webinar Inagurasi Boiler Biomassa industri pertama berbahan bakar sekam padi di Jawa Tengah pada 15 Juni 2022.  Tak hanya menyaksikan seremonial peresmian operasional Boiler Biomassa di kawasan pabrik PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Prambanan, yang merupakan bagian dari Danone SN Indonesia, para peserta undangan juga bisa menyaksikan bagaimana boiler ini bekerja hingga menghasilkan energi untuk operasional pabrik PT Sarihusada melalui video yang diputar. 


Boiler biomass yang merupakan hasil kerja sama Danone dengan Berkeley Energy Commercial Industrial Solution (BECIS) ini bertujuan mengurangi jejak karbon dari kegiatan produksi di Pabrik Prambanan hingga 32%.



Hadir dalam Seremonial Peresmian Boiler Biomassa industri pertama berbahan bakar sekam padi di Jawa Tengah ini:

1.    Bapak Sumarno, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah yang mewakili sekaligus membacakan sambutan Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah

2. Ibu Vera Galuh Sugijanto Vice President General Secretary Danone Indonesia

3.   Hannu Ikavalko, Chief Operating Officer BECIS 

4.   Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM


Ibu Vera Galuh Sugijanto Vice President General Secretary Danone Indonesia

Ibu Vera mewakili Danone Indonesia memberikan pernyataan “Perubahan iklim merupakan tantangan yang kian mengemuka dan efeknya sangat kita rasakan saat ini. Sebagai perusahaan yang mengusung Visi One Planet One Health, Danone percaya bahwa kesehatan bumi dan kesehatan manusia saling berkaitan, serta mengatasi dampak perubahan iklim adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk terwujudnya bumi dan masyarakat yang lebih sehat. Bekerjasama dengan BECIS, penyedia layanan energi terbarukan di Asia, Danone SN Indonesia membangun fasilitas Boiler Biomassa yang akan menggunakan sekam padi sebanyak 10.500 Ton/Tahun dan mampu menghasilkan energi hingga 6 Ton Steam per jam, sehingga menjadikannya Boiler Biomassa industri berbahan bakar sekam padi yang pertama di Jawa Tengah.” Lebih lanjut Ibu Vera menyatakan “Sebagai penyedia produk bernutrisi, Danone berkomitmen turut memitigasi perubahan iklim dengan ambisi penggunaan energi listrik terbarukan 100% pada tahun 2030 dan mencapai karbon netral pada tahun 2050. Kami juga memastikan bahwa selain menggunakan teknologi ramah lingkungan dan bahan baku yang bersumber dari energi terbarukan, fasilitas Boiler Biomassa ini juga berkontribusi untuk menciptakan sirkularitas produk pertanian dan meningkatkan produktivitas pertanian.” 


Komitmen Danone ini sangat penting diterapkan oleh perusahaan dan industri lain di Indonesia. Ekonomi sirkulair adalah salah satu program SDG pemerintah dan hanya bisa berjalan dengan baik jika terjalin kerja sama antara pemerintah, industri dan masyarakat.

Seperti yang dicontohkan Danone dalam Boiler Biomassa, pembangunan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan bisa dilakukan. Sekam padi yang sejatinya merupakan sampah bisa diolah kembali menjadi sumber energi terbarukan.


Sekam padi yang merupakan limbah pertanian ini diperoleh dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah, termasuk dari lahan pertanian di sekitar fasilitas Boiler Biomassa, yang merupakan salah satu penyumbang produksi padi terbesar secara nasional. Menurut penjelasan ibu Vera, Boiler Biomassa ini dapat menurunkan emisi karbon sebesar 8.300 Ton CO2 atau setara dengan emisi karbon yang diserap melalui penanaman 120.000 pohon, sehingga dapat mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari proses produksi di Pabrik Prambanan hingga 32%.


Manfaat Boiler Biomassa

Bapak Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM mengungkapkan melalui sambungan platform meeting online, bahwa “Pemanfaatan terbesar bioenergi khususnya biomassa saat ini adalah sebagai pembangkit listrik biomassa yang mencapai 2.116 MW, sehingga peluang pengembangan bioenergi masih sangat terbuka, terlebih didukung isu lingkungan, perubahan Iklim, kesadaran masyarakat untuk mewujudkan transisi energi menuju energi bersih dan peningkatan konsumsi listrik per kapita. Pemerintah sangat mengapresiasi upaya Danone Indonesia selaku pelaku usaha yang bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mendukung upaya transisi energi melalui penyediaan energi yang berbasis energi terbarukan dengan menggunakan biomassa sekam padi. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat serta mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. 

Edi Wibowo, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM

Menutup sambutannya bapak Edi menyatakan harapan agar hal yang dirintis Danone ini bisa menjadi contoh bagi badan usaha lain untuk secara masif mewujudkan efisiensi energi dan energi hijau yang lebih baik bagi lingkungan dan kesehatan. 

Hannu Ikavalko, Chief Operating Officer BECIS turut menjelaskan, “Sebagai penyedia layanan solusi energi terbarukan, BECIS percaya bahwa dekarbonisasi, desentralisasi dan digitalisasi energi menjadi kunci bagi perusahaan-perusahaan untuk menjalankan operasionalnya secara berkelanjutan. Pada kesempatan ini, BECIS sangat antusias karena dapat mendukung Danone di Indonesia dalam mewujudkan visinya dalam pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangunan dan operasional Boiler Biomassa ini”

Hannu Ikavalko, Chief Operating Officer BECIS

Adapun fasilitas ini juga telah didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap yang menjadikannya pengoperasiannya sangat ramah lingkungan. Selain dampak ke lingkungan, melalui kerjasama ini diharapkan berhasil menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sumber bahan bakar yang diambil secara lokal, dan memberikan abu sekam yang dihasilkan, kembali kepada petani yang berguna sebagai pupuk organik.

Abu sekam yang dihasilkan dari proses produksi Boiler Biomassa ini mengandung Silika yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 ton/Ha. Danone dan BECIS telah mendistribusikan abu sekam ini bagi kelompok tani dan mendampingi aplikasinya bersama pupuk ke lahan pertanian padi seluas 159 Ha.

Bapak Sumarno, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah

Bapak Sumarno selaku perwakilan Gubernur Jawa Tengah membacakan sambutan mewakili Pemprov “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi insiatif dari PT Sarihusada Generasi Mahardhika, dimana saat ini Energi Baru Terbarukan menjadi isu yang cukup krusial di Indonesia. Saat ini sekam padi kurang dimaksimalkan penggunaannya, padahal sekam padi memiliki banyak potensi untuk lingkungan, salah satunya dapat bermanfaat sebagai bahan bakar Boiler Biomassa. Abu sekam yang dihasilkan dari produksi Boiler Biomassa ini juga bisa dimanfaatkan lebih jauh lagi oleh petani sebagai pupuk pertanian organik. Ini merupakan salah satu upaya yang baik untuk praktek yang berkelanjutan dan juga menimplementasikan konsep Circular Economy. Kami berharap inisiatif ini turut mengembangkan produk pertanian serta menginspirasi badan usaha lainnya di Indonesia.”

Sangat jelas bahwa pihak pemerintah, dalam hal ini diwakili Pemprov Jawa Tengah sangat mendukung aktivitas yang mampu menekan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia yang berencana mencapai Zero Emision pada tahun 2060. Menariknya Bapak Sumarno memohon maaf karena datang agak terlambat, sebab beliau sengaja bersepeda menuju tempat seremoni dari kantor dinasnya sesuai dengan visi mengurangi jejak karbon. Uniknya lagi menurut beliau para pengawalnya yang naik mobil ternyata belum sampai di tujuan.

Acara dilanjutkan dengan peresmian Boiler Biomassa secara simbolis, dilakukan dengan menempelkan telapak tangan kanan para narasumber di sebuah monitor

Simbolis peresmian Boiler Biomassa


Usai sesi perfotoan, dilanjutkan sesi diskusi.  Dari sesi diskusi ini terungkap bagaimana Danone SN Indonesia melaksanakan praktek mitigasi terhadap perubahan iklim dan juga menciptakan sirkularitas produk pertanian. 

Sesi diskusi yang seru


Dalam sesi diskusi, selain narasumber dari Danone dan pemerintah, hadir pula Marzuki Mohamad, Rapper dan Pegiat Pertanian atau yang lebih dikenal sebagai Kill the DJ turut menyampaikan pendapatnya, “Saya lahir dan tumbuh sebagai anak petani dan selalu ingin berkontribusi terhadap kesejahteraan mereka. Sektor industri dan pertanian harus bersinergi dalam hal memitigasi perubahan iklim. Boiler Biomassa berbahan bakar sekam padi ini merupakan salah satu solusi pemanfaatan sumber energi terbarukan yang bukan hanya menurunkan emisi karbon, tapi hasil dari pembakaran proses produksinya yang berupa abu sekam juga dapat menyejahterakan petani dan meningkatkan produktivitas kegiatan bertani mereka.”

 


Closing statement dari Karyanto Wibowo perwakilan dari Danone Indonesia sangat menarik. Beliau menyatakan bahwa perubahan iklim merupakan isu dan tantangan yang kian mengemuka dan efeknya mulai dirasakan, yang terbaru dan aktual adalah banjir rob di Jawa Tengah yang juga berdampak pada bisnis Danone Specialized Nutrition Indonesia. Karyanto menekankan bahwa daripada saling menyalahkan, lebih baik memulai dari diri sendiri untuk berupaya memitigasi perubahan iklim. 


Proses Kerja Boiler Biomassa Berbahan Sekam 

Proses kerja boiler biomassa dijelaskan dalam IG Story Danone Indonesia. Saya capture untuk simpan di sini 




Besar harapan dengan dibangunnya Boiler Biomassa ini, visi Danone sebagai perusahaan penyedia produk bernutrisi, dan turut memitigasi perubahan iklim dengan penggunaan energi listrik terbarukan 100% pada tahun 2030 dan mencapai karbon netral pada tahun 2050 dapat tercapai.

Share:

Hikmah di Balik Musibah Eril di Sungai Aare

Beberapa hari terakhir saya dibuat merenung dan berpikir. Pemberitaan tentang sosok Emmeril Kahn Mumtadz terus mengalir. Meski tak bisa dipungkiri beberapa netizen nyinyir, alasannya mereka jenuh dan merasa pemberitaan hilang hingga diketemukannya Eril dalam kondisi meninggal terasa over. Saya memilih mengabaikan komen-komen sumir.

Sebagai penggiat media sosial, renungan khusus saya tulis dalam artikel. Dan seolah tak pernah habis hikmah yang saya dapatkan, saya tulis renungan sebagai hamba Allah di sini.



Waktu pemberitaan hilangnya Eril di sungai Aare tanggal 26 Mei, tak hanya media massa yang heboh. Media-media sosial juga ramai memperbincangkannya. Netizen Indonesia, termasuk saya yang dulu tak kenal sosoknya turut mendoakannya agar Eril segera diketemukan dengan selamat. Bukan sanak keluarga, tetapi turut perih membaca beberapa postingan Pak RK dan Bu Atalia selaku orang tuanya. Di balik kesedihan yang mencekam, kita bisa mendapatkan hikmah dan pelajaran, di antaranya:


1. Ajal tak memandang usia 

Sekali lagi, saya diingatkan kembali bahwa maut tak memandang usia. Lahir lebih dahulu bukan berarti berpulang lebih dulu. Seperti saat adik bungsu saya meninggal tahun 2002 yang lalu. Rasa perihnya masih terasa hingga kini, terutama saat ziarah di kuburnya. Mama (yang kini sudah menyusulnya) bahkan dulu sempat berkata bahwa kehilangan anak, ditinggal meninggal dunia lebih dulu itu perihnya lebih pedih daripada ditinggal meninggal suami. Dan kita pun tak pernah tahu, kapan ajal menjemput, mengantar pulang ke kampung halaman. Di situlah rahasia yang akan membuat orang cerdas selalu bersiap menjemput dan dijemput kematian. Sebab ajal rahasia, kita harus tetap waspada. Jangan sampai berpulang tiba-tiba tanpa bekal amal ibadah sebelumnya, naudzubillah

2. Manusia berencana Tuhan menentukan 

Kepergian Eril ke Swiss kabarnya  untuk persiapan mencari beasiswa untuk S2nya. Sang adik Zara berniat melanjutkan pendidikan di Swiss, maka Eril sebagai kakak berniat mempersiapkan segala sesuatu dan menemani sang adinda, ternyata di sana ia menjemput ajalnya. Saya jadi teringat nasihat Rasulullah dalam sebuah riwayat hadits, bahwa seorang mukmin hendaknya selalu berdoa ketika keluar rumah, ketika dalam atau hendak mengendarai kendaraan dan memulai perjalanan. Sebab, sebagian orang bepergian itu sejatinya sedang menuju tempat ia akan berpulang.

3. Kekuatan doa 

MasyaAllah, yang mendoakan Eril seperti tak kunjung habis seperti pula yang turut menangis. Dari keluarga, teman-teman dan masyarakat, hingga netizen, santri-santri pondok pesantren. Dari yang kenal dekat, hingga yang baru aja menemukan akun instagram @emmerilkahn. Bisa sedahsyat itu yang kirim doa. Sejak ia terseret arus dan didoakan selamat hingga keluarga menyatakan ikhlas dan menganggapnya telah meninggal masih terus banyak yang mendoakan agar jenazah bisa segera ditemukan. Hingga lautan pelayat yang mengantarkannya ke pemakaman. Masyarakat yang rela berpanas-panas di tepi jalan, di luar area pemakaman, sambil bersholawat dan berdzikir tahlil itu bukan atas perintah pejabat, tapi mereka hadir atas kemauan sendiri. 

Jika alasan mengalirnya doa-doa itu adalah karena ia anak pejabat, banyak pula anak pejabat yang meninggal lebih dulu tapi tak sedashyat ini doa yang dipanjatkan, Jika alasannya karena overnya pemberitaan, berapa banyak tokoh publik, selebritis, anak pejabat yang diberitakan karena kelakuan miringnya. Kita bisa mengambil hikmah mungkin mengalirnya doa-doa ini karena amalan rahasia yang Eril lakukan selama hidup. Seperti yang diungkapkan salah seorang sekuriti di kawasan Gedung Pakuan, bahwa baru Eril sebagai anak pejabat yang selama hidupnya menyempatkan diri menghampiri para sekuriti, memohon maaf dan memberikan THR menjelang hari raya.

4. Sabar dan syukur  

Rasulullah telah mengingatkan bahwa hidup mukmin itu menakjubkan. Ia bersabar ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat anugerah. Saya belajar, betapa bersabarnya pak RK dan Bu Atalia menghadapi musibah ini. Bahkan mereka bersyukur Eril ditemukan meski dalam kondisi meninggal. Padahal meninggalnya sosok yang kita cintai adalah musibah besar, tetapi kedua orang tersebut memberikan contoh bagaimana sosok mukmin seharusnya bersikap, yaitu dengan sabar dan syukur sekaligus meski ditimpa musibah.

Saya belajar tentang seorang ayah yang notabene seorang pejabat, mengaku bahwa musibah ini mengingatkannya kembali bahwa kekuasaan manusia itu ada batasnya. Di Jawa Barat, RK bolehlah seorang pejabat tertinggi. Tapi di Bern, saat kondisi darurat menimpa putranya ia tak mampu melakukan apa-apa, mengeluarkan perintah untuk proses penyelamatan (saya membaca pernyataan RK ini di tulisan Fahd Pahdepie saat mendampingi Zulkifli Hasan dan Hatta Radjasa saat melayat.

Bagi Kang Emil, kehilangan putera sulungnya di negeri orang adalah semacam ‘ujian kekuasaan’. Ia geregetan menghadapi otoritas Kota Bern dan negara setempat. Sayangnya ia tak bisa apa-apa di sana. “Kalau kejadian itu di Bandung, mungkin saya sudah kerahkan seribu orang. Tim SAR, BNPB, atau apa saja. Kalau perlu minta bantuan TNI. Masyarakat juga saya kira akan ikut membantu. Tapi di sana saya ‘powerless’, Pak. Kekuasaan ternyata tidak ada apa-apanya kalau Allah sudah berkehendak.” Kami semua terbengong mendengar cerita Kang Emil.

5. Tauhid

Masih ingat berbagai ramalan cenayang, paranormal mengenai keberadaan Eril? Keluarga RK memilih mengabaikan semuanya. Ikhtiar dilakukan secara logis sesuai peraturan pemerintah setempat, konsultasi dilakukan dengan menghubungi ulama. Dan akhirnya di hari ketujuh hilangnya Eril, keluarga menyatakan telah ikhlas dan menganggap Eril meninggal dunia serta mendirikan sholat ghaib sebab jenazah Eril belum ditemukan.

Berbagai pelajaran bisa kita dapatkan dari musibah ini, namun lima pelajaran itu yang sangat memberikan kesan mendalam. Semoga kelak kita berpulang dalam keadaan husnul khotimah. Perginya Eril dan kenangan yang ia tinggalkan menitipkan hikmah bahwa dalam hidup hendaknya diisi dengan banyak kebaikan. 










Share:

Menjaga Taqwa dengan Menghidupkan Sunnah

Tausiyah Ustadz Ahmad Habibul Muiz, Lc, M.Sos

Kajian Rutin Majelis Taklim Al Marátus Shalihah

2 Juni 2022

Bulan Romadhon telah berlalu. Bulan mulia yang juga disebut sebagai bulan tarbiyah atau bulan yang bertujuan melatih, mendidik pribadi menjadi lebih baik mungkin baru akan ditemui tahun berikutnya (jika masih dikaruniai usia dan waktu) Namun keberhasilan ibadah puasa Romadon bisa dievaluasi oleh masing-masing pribadi.

Sebagaimana bunyi QS Surat Al Baqarah ayat 183 tujuan puasa adalah agar menjadi insan yang bertaqwa. Maka dalam kesempatan kali ini, Ustadz Habib mengulas dua poin penting dari tema tausiyah Menjaga Taqwa dengan Menghidupkan Sunnah, yaitu TAQWA dan SUNNAH.

Dokumen Ustadzah Lina Ariani


Pengertian Bertaqwa

1. Menjaga diri agar terhindar dari adzab Allah, caranya yaitu dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya

2. Pengertian Taqwa menurut Sayyidina Ali Bin Abi Tholib:

a. Al Khoufu Minal Jalil : perasaan takut kepada Allah, ketakutan yang berlandaskan pada rasa hormat, haibah atas wibawaNya sebaga bentuk penghormatan

b. Al Amalu Bi at-Tanzil : tergerak untuk mempelajari ilmu agama dan beramal berdasarkan wahyu Allah (mengamalkan Al Quran dan Hadits)

c.Al Qonaátu/Ar Ridho'bil Qolil : ridho, qonaah terhadap ketentuan, pemberian Allah meski berupa pemberian yang sedikit

d.Al Isti'dadu Li Yaumir-Rahil : senantiasa mempersiapkan bekal untuk menyambut kematian.


Pengertian Sunnah:

Pengertian Sunnah dikaji dalam 3 sudut pandang:

1. Pengertian Sunnah menurut ilmu akidah : mengamalkan ibadah, syariat, segala yang dilaksanakan/dilakukan Rasulullah

2. Pengertian Sunnah menurut ilmu hadits: segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah yaitu dalam bentuk hadits nabi baik itu berupa ucapan, perbuatan sifat maupun persetujuan Rasulullah

3. Pengertian Sunnah menurut ilmu fiqih: sesuatu yang jika dilakukan mendapat pahala, jika ditinggalkan tidak berdosa.

Dalam kajian kali ini, sunnah yang dimaksud adalah pengertian Sunnah menurut ilmu akidah : mengamalkan ibadah, syariat, segala yang dilaksanakan/dilakukan Rasulullah.

Bagaimana cara menjaga taqwa dengan menghidupkan sunnah?

1. Menguatkan iman dengan memperbanyak dzikir dan tafakur.

2. Selalu berupaya memahami ajaran agama dengan menuntut ilmu. Tak pernah merasa cukup dengan pengetahuan agama yang dimiliki

3. Menciptakan lingkungan yang kondusif, baik itu di keluarga, masyarakat, tempat kerja maupun dunia virtual (media sosial)

4. Hidupkan / lakukan segala kebaikan, ibadah yang sudah dipelajari dan dicontohkan Rasulullah.

Meski Romadon telah berlalu, tetap hidupkan ibadah-ibadah yang terbiasa dilakukan di bulan Romadon, misalnya dengan berpuasa sunnah, sholat malam (tahajud), tilawah, infaq dan sedekah

5. Istiqomah

Sahabat Abdullah bin Abi Sufyan pernah menghadap Rasulullah dan meminta nasehat: Wahai Nabi, sampaikan padaku satu pesan yang aku tidak akan bertanya kepada selain engkau. Rasulullah menjawab: Katakan; aku beriman kepada Allah dan usahakan untuk menepati janjimu.


Semoga kita mampu Menjaga Taqwa dengan Menghidupkan Sunnah. Dan tak menunggu bulan Romadon untuk rajin beribadah




Share:

IIDN: Komunitas Penulis Perempuan




Manusia diciptakan tak hanya sebagai individu, namun juga sebagai makhluk sosial. Ia tak bisa berdiri sendiri tanpa bergaul dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Maka bergabung dalam sebuah komunitas merupakan salah satu cara manusia untuk bersosialisasi. Dalam komunitas di kehidupan bermasyarakat maupun di dunia virtual sebagai netizen dunia maya, tak jarang kita bisa menemukan rekan seperjuangan, seide yang punya cita-cita dan kegemaran sama seperti contohnya komunitas penulis. 

Ngobrol tentang komunitas penulis tidak lengkap jika tidak mengulas IIDN, Ibu-ibu Doyan Nulis Interaktif. Sesuai namanya, komunitas yang didirikan Teh Indari Mastuti pada 24 Mei 2010 adalah komunitas virtual bagi perempuan khususnya ibu-ibu yang doyan nulis. IIDN adalah komunitas penulis pertama kali yang saya ikuti. Ingatan saya kembali mengenang masa lalu. Masa-masa masih berkarir sebagai karyawati di perusahaan swasta, tetapi juga ingin terus mengasah minat di bidang kepenulisan. Sekitar tahun 2009 – 2012 saya rajin sekali mengikuti lomba-lomba dan kompetisi menulis yang informasinya bertebaran di beranda facebook. Beruntung salah satu kompetisi yang saya ikuti adalah lomba menulis naskah antologi 50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain yang Inspiratif. Kompetisi ini diadakan oleh IIDN. Sebagai anggota baru ada rasa kurang pede waktu itu. Tetapi jika tidak berani mencoba, kapan bisa maju? Alhamdulillah naskahku lolos bersama 49 naskah dari teman-teman lainnya. 

Antologiku bersama IIDN, Dokpri

Hobiku berlomba mengirim naskah untuk antologi terus berlanjut. Salah satunya adalah Curhat Bisnis yang diselenggarakan oleh IIDB (Ibu-ibu Doyan Bisnis) sebuah komunitas yang juga bisa disebut saudaranya IIDN sebab yang mendirikan juga Teh Indari Mastuti.

Antologi IIDN dan IIDB, Dokpri

 

Sebagai komunitas penulis, IIDN sangat unik, inovatif dan kreatif. Unik, sebab anggotanya khusus ibu-ibu dan perempuan. Sempat nih ada bapak-bapak nyelonong masuk grup FB IIDN lalu dikeluarkan oleh admin dengan sopan hehehe. Inovatif karena bisa dikatakan IIDN adalah komunitas perempuan penulis yang komplit. Hobi menulis buku? IIDN memiliki jaringan dengan penerbit besar dan sering memberikan bimbingan kepenulisan. 

Di masa kepemimpinan mbak Widyanti Yuliandari ada beberapa buku antologi IIDN yang terbit yaitu : Pulih yang membahas kesehatan mental, Single, Strong, Sparkling yang membahas perjalanan Mommies sebagai single parent dan Bikin Ketawa yang jenaka. Tak ketinggalan Semeleh yang mengajak untuk bersabar dan bersyukur dan Ngeblog dari Nol yang menyemangati pembaca agar tak lelah berkarya melalui blog pribadi.

Lebih suka gaya menulis blog? IIDN makin keren event-event blognya, apalagi sejak kendali kepemimpinan dipegang oleh mbak Widyanti Yuliandari, blogger mastah yang sering banget menang lomba blog dan nggak pelit berbagi ilmu. Tengoklah media sosial IIDN dan blognya, beberapa lomba blog dengan sponsor ternama beberapa kali diselenggarakan dengan gegap gempita.

Suka menulis artikel/konten untuk website? IIDN juga menjadi wadah bagi penulis konten. Dari IIDN saya belajar gaya menulis artikel untuk platform UC dan saya sempat bergabung dengan channel milik mbak Riawani Elyta sebagai salah satu kontributor UC yang memiliki puluhan ribu followers.

Kreatif, sebab IIDN tak pernah mati gaya untuk terus mengasah bakat dan kemampuan anggotanya. Pelatihan kepenulisan diselenggarakan dengan berbagai cara, melalui WA Grup, webinar dan juga kelas offline. 


Bersama mbak Triana Dewi (TD), Kunjungan IIDN ke Graha Pena Jawa Pos, 2013, dokumen mbak TD

IIDN juga tak segan menyelenggarakan aktivitas yang melibatkan pihak ketiga. Seperti saat saya dulu bergabung dengan tim IIDN Surabaya saat melakukan kunjungan ke Jawa Pos di Graha Pena untuk belajar tentang seluk beluk media cetak dan mendapat pengetahuan mengenai pengiriman naskah ke media. Alhamdulillah dari sharing bersama rekan-rekan IIDN naskah saya beberapa kali tembus media Jawa Pos dan Kompas. 

IIDN tidak hanya komunitas untuk curhat dan bertegur sapa. Namun visi dan misinya untuk memberdayakan perempuan Indonesia sangatlah nyata. Anggotanya tak hanya diajak untuk aktif mengikuti berbagai pelatihan yang berkaitan dengan kepenulisan namun juga dibimbing, diberikan motivasi dan dibukakan jalan untuk menemukan jati diri, sekaligus pendapatan.

IG IIDN dan update lomba

 

Siapa bilang perempuan di rumah saja tak punya pendapatan? Siapa bilang wanita bekerja tak mampu mencari penghasilan tambahan? Dengan terus mengasah keterampilan menulis terbukalah pintu-pintu rezeki dengan manis. Syaratnya hanya konsisten berkarya, tak pernah merasa sombong dengan pencapaian yang ada dan bergabung dengan komunitas penulis yang tepat sebagai ladang motivasi utama. Ibarat tanaman, bakat dan minat menulis adalah bibitnya, sedangkan blog, buku, media massa, media sosial adalah ladangnya dan komunitas penulis adalah pupuknya. Maka insyaallah tanaman akan tumbuh subur dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. 

Beneran nih dari menulis ada rezeki yang bisa dikais? Hmm faktanya dari menulis naskah buku antologi saya mendapatkan uang lelah. Tulisan yang dimuat di media massa memberikan honorarium. Mengoptimalkan blog baik itu blog pribadi maupun UGC bisa membuka pintu rezeki dari hadiah menang lomba blog, artikel iklan (content placement) dan paid participant. Dan tak lupa pendapatan yang saya peroleh dari menulis artikel konten yang saya tekuni hinggaa saat ini. 

IIDN adalah komunitas perempuan yang mampu menghapus tuduhan stereotip: “Perempuan mah kalau kumpul-kumpul pasti ngegosip, adu penampilan, ujung-ujungnya baperan” Eits tidak begitu halnya dengan IIDN Sebab di IIDN, anggotanya dimotivasi untuk mengembangkan minat dan bakat, mengisi waktu senggang dengan hal bermanfaat. IIDN adalah wadah untuk berkarya sekaligus berbagi wawasan, berdiskusi tentang skill dan ketrampilan dan bertukar cerita. Perlu diingat bahwa teman, jaringan pergaulan, komunitas adalah bekal yang sangat berharga untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kemampuan. Laksana rumah, IIDN adalah rumah virtual yang memberdayakan perempuan sebagai anggota keluarga agar bangga menjadi diri sendiri apa adanya dan mampu mengoptimalkan segala karunia.

 



 

Share:

Pengalaman Menginap di The Grey Boutique Inn, Legian Bali

The Grey Boutique Inn
Menulis tentang keseruan mudik di Bali rasanya tak cukup selesai dalam satu artikel saja. Selain kisah seru tentang hal-hal baru, foto-foto perjalanan, tentu lebih lengkap jika pengalaman menginap selama Bali Trip diulas dalam artikel tersendiri.

Selama mudik lebaran 2022, kami menginap di The Grey Boutique Inn di kawasan Sunset Road Legian Bali. Bagaimana proses bookingnya mah terserah si Bapak sebagai manager keuangan hehehe. Kebayang nggak, 11 tahun nggak mudik, lalu setelah 12 jam perjalanan eh menuju penginapan masih kebingungan menemukan jalan. Maklum meski sudah dibantu goggle maps namun kondisi banyaknya rute jalan baru dan lelah yang menguras tenaga membuat si bapak, penanggung dana sekaligus sopir ini kewalahan. Semoga sehat dan panjang usia, luas rezekinya ya Pak, alias misua wwkkw.

Maka, setelah berhasil menemukan lokas The Grey, rasanya legaa banget. 

Lobby mini

Agak kaget, dapatnya kamar di lantai dua. No 89. Mudah-2an kaki yang gempor ini masih kuat mendaki. 

Lebih kaget lagi waktu buka pintu kamar ternyata kamar mandinya ada di bagian depan.

  

Kamar mandi model dry bath room. Rapi dan bersih. Handuk dan keset serta Sabun dan Shampoo disediakan penginapan, tapi kami memang sudah bawa handuk dan perlengkapan mandi sendiri. Toilet ada di sebelah kiri pintu masuk, sementara shower room ada di seberangnya. Eh ya toilet di dry bath room ini menggunakan tuas untuk menekan keluar pipa/slang kecil untuk mengeluarkan air buat 'cebok" kwkwk jadi yang nggak terbiasa jangan bingung cari bak buat wadah air.

Masuk ke ruang tidur utama cakep banget nih. Ada meja untuk meletakkan tas dll, dilengkapi colokan untuk charge HP. Ada kulkasnya segala. Di seberang kulkas ada wastafel dan meja kecil yang di bawahnya terdapat deposit box, buat nyimpan barang berharga yang nominalnya tinggi.

Wih disambut spring bed sangat gede dan empuuuk. Saya dan dua anak yang udah remaja gede-gede itu muat tidur bertiga. Di bagian "kepala tempat tidur" ada lampu baca. Di ujung ruang terdapat lampu tidur yang temaram di ujung lainnya lagi disediakan televisi. Eh iya berhubung kita hemat dan sengaja sewa 1 kamar aja maka Si Bapak tidur di bawah, di lantai antara lampu tidur dan televisi beralaskan bed cover bawa dari rumah. Cukup luas buat tiduran gegoleran tanpa hambatan tapi. Jadi nggak perlu mikir: Kesian amat ya Pak, sebab emang dia biasa tidur gaya begitu di rumah sendiri, nggak suka tidur di spring bed/kasur. 

Lampu tidur dan rak mini
Yang jadi kejutan adalah ternyata kamar kami berada di balkon, Buka jendela gede dapat pemandangan balkon yang cukup luas. Begitu luasnya kami gunakan untuk sholat berjamaah.
Ada sofa dan meja sederhana buat duduk santai sambil ngopi pagi. Eh ya, di lantai bawah disediakan dispenser jadi bisa ngopi atau bikin mie instan. seduh. Syahdu bener menikmati malam berbintang di teras balkon ini. Apalagi di hari terakhir habis Ashar kita nggak kemana-mana, jadi bisa menikmati pergantian warna langit dari terang karena pendar matahari hingga mulai gelap saat Maghrib menghampiri.




Bali, semoga kelak kami bisa berkunjung lagi

Share:

Kenangan Lebaran 2022 Kami di Bali

Baliii tunggulah kami...Begitu rasanya ketika suami memutuskan mudik ke Bali tahun ini. Adalah keajaiban, saat suami mendapat pinjaman mobil di H-2 lebaran. "Aku dapat pinjaman mobil kantor nih, kita lebaran jalan-jalan ke mana Jogja yuk?" katanya.

Sejak dua tahun lalu ketika badai corona dan tahun lalu usai Mama meninggal, lebaran kami memang di rumah saja. Suami juga tak pernah mudik ke Bali sejak 11 tahun lalu usai ibu mertua meninggal. Maklum mudik lebaran jika tak ada orang tua rasanya beda, apalagi jika butuh biaya yang besar anggarannya.

Tapi ketika kami ziarah kubur ke makam mama, papa, adik di Probolinggo, suami berujar ingin ziarah ke makam ibu dan ayah mertua di Bali. Manusiawi, 11 tahun waktu yang lama, pasti terbersit ingin ziarah ke makam orang tua.

Maka ketika suami mengabarkan berita gembira dapat mobil pinjaman, saya menyarankan untuk pergi ke Bali. Ziarah kubur sekaligus bersilaturahim dengan kakak-kakak ipar yang tinggal di sana.

Bedugul
Bedugul, dokpri
Awalnya ia ragu, Bali jauuuh pasti capek. Tapi kapan ada kesempatan lagi? mumpung ada kendaraan, mumpung dikaruniai kesehatan. Maka Bismillah akhirnya kami meluncur di H-1 pagi, sekitar jam 6.30 WIB dari rumah di Sukodono Sidoarjo.
Perjalanan nyaris tak berhenti kecuali di SPBU dan test antigen di Banyuwangi kami lakukan dalam kondisi berpuasa. 
Pak sopir alias suami enggan membatalkan puasa. Alhamdulillah Allah karuniakan kelancaran dan kemudahan. Sepanjang jalan saya berusaha mengabadikan momen dan pemandangan yang indah. Bahkan pantai dan pepohonan yang diterpa hujan pun kuabadikan.

.

Mampir buat foto-foto sebentar di Watu Dodol




Tiba di pelabuhan Ketapang sekitar jam 11.20 WIB saat adzan dhuhur berkumandang. Lucunya, karena sudah 11 tahun tidak mudik, kami juga nggak memantau peraturan pemerintah mengenai prosedur penyeberangan. Ternyata pemesanan tiket penyeberangan/ fery dilakukan secara online. Dulu kan biasa beli langsung di loket pelabuhan. Salut, di Ketapang ada petugas yang standby di luar pintu gerbang sebelum masuk lajur antrian menuju kapal fery. Petugas tersebut dengan ramah menanyakan apakah kami sudah menyiapkan tiket online. Karena belum tahu peraturan terbaru dan tak punya tiket, kami disarankan membeli tiket di agen yang ditunjuk sebagai mitra ASDP dalam penjualan tiket.
Kelar urusan tiket, sekitar 1 jam antri masuk fery. Bingunglah mau sholat dhuhur di mana, udah berusaha nyari mushola ngga ketemu juga. Kalau menyeberang jalan dan sholat di masjid di seberang khawatir ketinggalan antrian. Akhirnya sholat jama qashar di mushola kapal yang mungil.

Di dalam kapal ada ruang khusus penumpang, ber AC dan ada televisi yang memutar film. 
Tapi kami memilih duduk di dek, memandang ke laut lepas.
Tiba di Gilimanuk Bali sekitar jam 14 WITA. Sempat beli ayam geprek di Pekutatan Tabanan untuk bekal berbuka. Lanjut mampir kakak ipar di Tabanan. 
Sampai di penginapan Grey Boutique Hotel, bersih-bersih diri, sholat jama Maghrib_Isya'sekitar jam 22 WITA'. Lalu tidur sampai menjelang subuh. 
Sholat Idul fitri di Lapangan Korem Wirasatya. Lanjut ziarah ke makam ibu di Denpasar dan ayah mertua di TMP Tabanan.
Ke Bali kemana aja? karena tujuannya silaturahim dan hanya 2 malam bermalam, maka hanya beberapa tempat menarik yang kami kunjungi.
1. Tol Bali Mandara
Tol yang membelah laut sepanjang 13 km. Biaya 13 Ribu. Dari sini terlihat patung Garuda Wisnu Kencana yang megah. Tapi kami nggak ke GWK, sayang duit bo' HTMnya 125 ribu hahaha

2. Pantai Pandawa
Cakeep banget viewnya. HTM per orang 8 ribu rupiah plus mobil 5 ribu. Fasilitas cukup lengkap karena terlihat ada mushola selain toilet tentunya.

2. Bedugul (Danau Beratan)
Senang berada di sini. Udaranya sejuk, pemandangannya khas Bali dengan pura-pura. Uniknya lagi ada masjid besar berada pas di seberang jalan. Banyak spot foto yang ciamik. Waktu kami berkunjung kebetulan sedang ada upacara keagamaan. Gamelan juga terdengar merdu menyambut wisatawan. HTM 30 ribu per orang.

3. Kebun Raya Bedugul
Seperti layaknya kebun raya, pemandangan pepohonan yang rindang, hijau menyenangkan untuk dipandang. Sayang waktu ke sana ramai pengunjung. Hffft pemandangan pohon rindang berganti mobil-mobil berjajar.
Tapi ini lokasi yang tepat untuk kumpul keluarga. Sambil piknik dan bawa makanan sendiri.
HTM per orang 35 ribu (mungkin ini HTM di Hari Libur Nasional dan Weekend, karena kalau googling, HTM di weekdays 20 ribu/orang)

4. Pantai Kuta
Nggak lama sih di Pantai Kutanya, kami sekadar mampir untuk mengabadikan laut di pagi hari, dalam perjalanan ke Bedugul. Berangkat dari penginapan di H2 Lebaran sekitar jam 7 WITA dan putar balik dulu ke Kuta. Ngga pakai bayar nih masuk lokasi.



Alhamdulillah meski tanggal 4 Mei pagi sudah harus kembali ke Jawa, perjalanan kilat ini sangat mengesankan. Apalagi sepanjang perjalanan kami menemui pemandangan pantai indah di sepanjang jalan.



Semoga kelak ada rezeki dan kesempatan untuk bertamu lagi ke Pulau Bali


Share:

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.