catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Showing posts with label Resensi. Show all posts
Showing posts with label Resensi. Show all posts

Sauh: Tentang Cinta yang Berlabuh

Penulis:  Shabrina Ws
Editor : PraditaSeti Rahayu
Penyelaras aksara: Idha Umamah
Penerbit: PT Elexmedia Komputindo
Cetakan: Pertama, 2018
Jumlah hal.: 221 halaman
ISBN: 978-602-04-5206-7

"Untuk mereka yang bertanya sejauh apa cinta harus diperjuangkan"
Quote manis ini diletakkan mbak Shabrina di bagian awal novel. Quote yang seolah memilin benang merah dengan caption di sampul bukunya "bagaimana aku bisa berlabuh pada hati yang bukan dermagaku?"

Dari dua quote ini ditambah blurb yang menyinggung tentang Rosita, Danu dan Firman memberikan bayangan bahwa novel ini bercerita tentang cinta. Tepatnya cinta antara tiga sosok manusia. Cinta yang membuat sosok Rosita harus memilih di antara dua. Adakah Danu, lelaki yang terlebih dahulu mengisi hidupnya ataukah Firman yang datang belakangan.
     Membaca Sauh mengingatkan pada banyak hal. Tentang arti cinta itu sendiri, tentang makna pernikahan, tentang obyek-obyek wisata nan indah di seputar Jawa Timur. Anda seorang yang sebal karena dituntut orang tua untuk segera menikah? novel ini adalah bahan renungan yang tepat agar tak buru-buru menjatuhkan pilihan pada orang yang salah hanya karena dikejar target usia dan dianggap bisa menyelesaikan masalah.
     Anda sedang menaruh harapan pada seseorang lalu datang figur lain yang menjanjikan masa depan? kira-kira siapa yang akan Anda pilih? nikmati bagaimana Sauh menyajikan lika-liku perasaan Rosita, mungkin akan membantu menetapkan pilihan agar tak menyesal kemudian.
Jodoh memang telah ditetapkan sebelum manusia diturunkan, tetapi ikhtiar insan adalah faktor yang tak kalah menentukan. Sauh adalah novel yang mampu menggugah pembaca untuk berikhtiar semaksimal mungkin sebelum berpasrah kepada takdir Tuhan. "Kita nggak pernah tahu di doa kita yang keberapa Tuhan mengabulkan keinginan kita, bukan?" (Sauh; halaman 126)
    Novel ini mampu mengaduk-aduk perasaan. Alurnya manis dan setiap epsiodenya meninggalkan kesan. Quote-quote indah bertebaran. Menikmatinya dari awal hingga akhir tidak menimbulkan bosan. Awalnya saya sempat salah duga. Membaca blurbnya menimbulkan prasangka "duh ini pasti Rosita mudah sekali pindah ke lain hati. Pasti dia bakal memilih lelaki yang lebih mapan, entah itu yang bernama Danu atau Firman" Ternyata deng dong, i'm wrong.  Datanglah ke toko buku atau pesan Sauh melalui mbak Shabrina berbonus tanda tangan agar tak penasaran.
     Satu hal yang membuat novel ini tidak membosankan adalah karena tokoh-tokohnya sangat berkarakter. Inilah kepiawaian mbak Shabrina dalam meramu novel. Dari cara beliau bertutur pembaca bisa membayangkan sosok tokoh utama melalui perilaku, kebiasaan, gestur dan gambaran ciri tubuhnya.
Adalah Rosita, wanita berusia matang, hobinya berlari - tetapi bukan lari dari kenyataan. Rosita berasal dari Ponorogo. Ia perempuan yang mandiri, bahkan kuliah pun dijalani sambil bekerja. 
Tokoh utama berikutnya adalah Danu. Lelaki yang dikenal Rosita di tempat kerjanya. Lelaki yang sangat bertanggungjawab terhadap keluarga. Ketika ayahnya meninggal pria asli Sidoarjo ini pun terpaksa mengambil alih tanggung jawab terhadap keluarga, menjaga ibu dan kedua adik perempuannya serta mencukupi dari segi finansial.
Tokoh yang tak kalah menawan adalah Firman. Sosok yang tak sepenuhnya hidup dengan masa lalu, tetapi juga masih gamang menatap masa depan. Hidupnya tiba-tiba berubah ketika Kalila, calon istrinya meninggal sebulan sebelum tanggal pernikahan yang telah ditetapkan.
      Rosita dan Danu bekerja di Hotel Kaliandra Surabaya. Hotel budget yang hampir selalu ramai dan sibuk hingga tak jarang karyawannya harus bekerja overtime. Hubungan Rosita dan Danu sangat dekat, tetapi tak pernah ada kata cinta yang terucap. Mungkin anak zaman sekarang menyebut hubungan mereka dengan istilah TTM - Teman Tapi Mesra tapi jangan membayangkan "kemesraan" ala berpegangan tangan atau yang lebih dari itu. Sebab Danu memegang teguh nasihat ayahnya untuk memperlakukan dan menghormati wanita dengan cara tidak menyentuhnya. Dan Rosita berpegang kuat pada pesan ibunya untuk tidak terlalu dekat dengan pria sebagai cara menjaga kehormatannya. 
      Kedekatan Rosita dan Danu berakhir tiba-tiba ketika Rosita mendapatkan promosi jabatan dan pindah ke Joglo Homestay sebagai anak perusahaan Hotel Kaliandra di Pacitan. Sedangkan Danu meninggalkan karirnya di hotel Kaliandra untuk kembali ke Sidoarjo mengurus tambak udang milik almarhum ayahnya. Masalah mulai timbul ketika Firman, putra dari pemilik Hotel Kaliandra mengungkapkan bahwa mutasi Rosita ke Pacitan sebenarnya adalah bagian dari skenario perjodohan yang dirancang kedua orang tua Firman dan Rosita (yang ternyata telah saling mengenal sebelumnya) Akankah Rosita menerima perjodohan ini atau ia berusaha mencari kepastian dari Danu yang sempat hilang kontak karena Handphonenya rusak tercebur tambak? 
     Selain penokohan yang kuat, Sauh diperkaya pemaparan deskripsi setting yang memikat. Khas mbak Shabrina dalam mendeskripsikan ruang, latar belakang, setting dengan sangat detail. Contohnya saat beliau menggambarkan salah satu kamar untuk pasangan pengantin baru yang hendak berbulan madu di Joglo Homestay:
Ada satu sofa panjang di ruang tamu dengan meja kopi kecil berlapis kaca, memantulkan sinar matahari terbit yang menerobos lewat pintu yang terbuka. Pemandangan ini tak akan lama. Saat matahari naik, sinarnya akan terhalang rimbunan pohon yang dahan-dahannya sengaja dipangkas sejajar dengan tinggi pintu. Sehingga ruangan tak akan terasa panas. Pemandangan selanjutnya adalah lengkung garis pantai di bawah sana yang berakhir pada pegunungan hijau. Kamar tidur berjendela lebar satu sisi menghadap ke laut biru gelap, sementara sisi lain menghadap ke hutan hijau tempat matahari tenggelam. (Sauh halaman 95)
Sebagai pembaca saya sampai menahan napas membayangkan keindahan Pantai Teleng Ria, dan mencari gambarnya di internet. Hello mbak Shabrina, karena novelmu aku jadi ingin pergi ke sana.
Sauh mungkin bisa membuat "sebal" pembacanya. Duuh kenapa sih bapak ibunya Rosita ini kok masih percaya tahayul tentang: perempuan tidak boleh "dilangkahi" (= didahului menikah) adiknya. Ini zaman digital gitu loh, masa iya percaya yang begitu? Saaabaaar jangan terburu emosi, baca dan sesap pelan-pelan, Mbak Shabrina akan menjelaskan tentang alasan si bapak sampai memaksakan perjodohan agar Rosita tidak dilangkahi.
      Tapiii saya juga masih gemassss. Kenapa di zaman internet kok ya masih SMS-an, padahal Rosita dan Danu punya akun facebook, wooy kan bisa punya whats app messenger, line atau apalah kan, iya kan? (maksa). Mungkin saja SMS diangkat kembali dalam novel ini sebagai pengingat bahwa dahulu pengguna handphone menikmati proses mengetik dengan jempol dan tekun menghitung karakter agar hemat pulsa (ah itu kan dugaan saya sebagai manusia yang seringkali terjebak dalam kenangan *nyengir)
       Ah bicara tentang kenangan, saya sukaaa sekali dengan quote-quote yang menghias novel ini. "Gambar-gambar bisa menyampaikan pesan lebih dari sekadar mengingat kenangan" uhuk, langsung buka instagram. "Sebagian orang berpedih-pedih atas nama kenangan, sebagian lagi meluas-luaskan hatinya sebagai bentuk penerimaan" jadi kalian termasuk sebagian orang yang mana?
      Terimakasih mbak Shabrina, telah meluangkan waktu berbulan-bulan menulis novel yang indah dan tak kalah indah dengan novel-novelmu sebelumnya. Barokallah, semoga istiqomah dalam menebar hikmah dalam jalinan aksara.


Share:

Resensi : Perjalanan Hati

Judul : Perjalanan Hati
Penulis : Riawani ELyta

Genre : Novel
Cetakan : 2013
Halaman : 194 Halaman
Penerbit : Rak Buku



Masih sering terngiang sang mantan? coba baca Perjalanan Hati. Novel manis yang dengan lugas menganyam kenangan masa lalu, mengaitkannya dengan masa kini. Kira-kira apa yang akan anda lakukan jika berada pada posisi Maira, pernikahannya dengan Yudha baru dua tahunan. Lalu tiba-tiba Donna, masa lalu Yudha datang diam-diam dan menceritakan rahasia tentang kenangannya bersama Yudha sebelum menikah dengan Maira. Apa yang diceritakan Donna dan bagaimana Maira menanggapinya?

Maira tidak bertingkah seperti wanita lain yang dibakar api cemburu. Merajuk, bahkan mungkin berseteru dengan perempuan masa lalu. Ia memilih mencari jalan keluarnya sendiri. Mengikuti touring pendakian Anak Krakatau. Tetapi apa jadinya jika salah satu sebab ia memilih touring kali ini adalah karena adanya nama Andri, pria masa lalu yang begitu berkesan dalam sebuah episode dalam kehidupannya?

Perjalanan Hati sukses membuat saya penasaran. Apakah Maira akan kembali kepada Andri mengingat kesalahan Yudha di masa lalu yang begitu besar? Saya suka cara mbak Riawani Elyta menggambarkan tokoh-tokoh dalam novel ini. Bagi saya tidak ada tokoh antagonis tetapi tidak juga membuat novel ini monoton. Kisahnya terjalin manis dan masing-masing chapter berhasil membuat pembacanya merenung. 

Novel ini layak dibaca siapa saja, pria atau wanita, pasangan pengantin baru yang tengah gelisah maupun yang bahtera rumah tangganya aman-aman saja. Hadirnya masa lalu atau suatu permasalahan bisa saja terjadi suatu ketika dan berbekal pemikiran yang matang untuk menghadapinya adalah bekal yang sangat berharga.

Settingnya keren, pembaca seolah dibawa turut serta menyusuri masa lalu Maira dan Andri lengkap dengan latar belakang keduanya sebagai pecinta alam. Perjalanan ke Anak Krakatau digambarkan sedemikian rupa sehingga saya turut membayangkan bagaimana kondisi sekitar kawah, nikmatnya makan nasi putih dengan ikan bawal goreng dan pasir hisap yang terdapat di area.

Perjalanan Hati bisa menjadi salah satu terapi bagi siapa yang sedang berada dalam dua pilihan : masa lalu yang perlu diperjuangkan atau masa lalu yang harus dilupakan? Permasalahan yang dihadapi orang per orang mungkin tak sama tetapi Perjalanan Hati mengingatkan kembali agar tidak lari dari masalah.

"rintangan ada untuk kita hadapi dan kita taklukkan, bukan untuk dihindari apalagi sampai mencari pelampiasan jika merasa tak sanggup menghadapinya, karena dari situlah kita bisa tahu kekuatan sebenarnya yang kita miliki" (halaman 117)

Saya menikmati cara mbak Riawani bertutur. Menggabungkan masa sekarang dengan masa lalu. Memberikan porsi bagi Yudha dan Maira untuk bergelut dengan berbagai rasa dan berusaha menyelesaikan permasalahannya sendiri. Saya seperti turut merasa kesepian seperti sepinya Yudha ketika ditinggalkan Maira dalam perjalanan kali ini disertai kegundahan apakah Maira akan memilih kembali kepada Andri? Saya juga turut merasakan galaunya hati Maira ketika mengetahui kisah masa lalu Yudha bukan dari bibir sang suami melainkan dari perempuan masa lalunya. Suatu pelajaran bahwa sebelum menikah ada baiknya jujur tentang segala sesuatu agar tidak menjadi beban di kemudian hari.

Satu hal yang kurang saya sukai dalam novel ini adalah adegan merokok karena saya sebal dengan perokok yang suka merokok di tempat umum hehehe....Tapi ya bagaimana lagi, para pecinta alam kan identik dengan rokok ya? mengingat tokoh-tokohnya : Yudha dan Andri adalah para petualang dan pecinta alam.

Nah bagi yang penasaran dengan endingnya monggo silahkan baca sendiri. Nggak rugi kok membaca novel manis ini. Meski belum sempat berwisata ke Anak Krakatau setidaknya bisa turut membayangkan keindahan dan mistisnya gunung yang melegenda melalui penuturan mbak Riawani Elyta


Share:

Rahasia Pelangi : Alam Adalah Guru yang Tak Menua Oleh Waktu

Penulis: Riawani Elyta dan Shabrina Ws
Editor : Bernard Batubara dan Yulliya
Penyelaras aksara: Idha Umamah
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Penyelaras tata letak: Putra Julianto
Desainer sampul: Mulya Printis
Penyelaras desain sampul: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: x + 326 halaman
ISBN: 979-780-820-3



Pernah membaca Ping A Message From Borneo? Penggemar karya sastra Indonesia yang sempat melahap novel duet Riawani Elyta dan Shabrina WS pasti menunggu kapan beliau berdua kembali bekerja sama menulis novel bersama. Kerinduan para pecinta buku atas karya bareng mbak Riawani Elyta dan Shabrina WS terpuaskan ketika Rahasia Pelangi lahir.

Menulis novel pasti bukan pekerjaan mudah. Apalagi jika harus memadukan dua pikiran dalam satu buku. Saya mungkin termasuk satu dari sekian ribu pembaca yang suka novel dengan latar belakang alam dan bisa dibaca remaja maupun dewasa.
     Jika Ping A Message From Borneo mengisahkan tentang orang utan Kalimantan maka Rahasia Pelangi berkisah tentang gajah. Awalnya saya menduga wah ini nanti mbak Shabrina kebagian menulis tentang si gajah dan mbak Lyta tokoh manusianya. Ternyata saya keliru. Meski kedua novel tersebut tetap mengusung semangat mencintai lingkungan namun penokohannya fokus kepada manusia: Anjani, Rachel, Ebi dan Chay. Menariknya romantika yang terjadi adalah segi empat, bukan segitiga. Saya suka banget kalau model segi empat begini, kan adil ..nggak ada yang kecewa, kalau nggak “jadian” dengan sosok yang diharapkan bisa saja berjodoh dengan sosok satunya hehehe.
     Membaca Rahasia Pelangi seperti dibawa turut serta mengembara, menyusuri rimbunnya Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Deskripsi tentang hutan lindung ini begitu nyata. Saya seolah turut mencium aroma kompos alami, menyaksikan kumbang dan kupu beracun namun cantik menggoda, mendengarkan serangga hutan bernyanyi (kapan yaaa bisa ikut patroli bersama Flying Squad). Di bagian menyaksikan kelahiran Akasia, anak Rubi sang gajah betina saya turut berdebar-debar. Terbayang bahwa perjuangan ibu melahirkan anak demikian besarnya. Bagi saya sosok  yang disebut ibu tak hanya hak manusia namun hewan pun memiliki hak sama besarnya, hanya saja sebutannya yang berbeda : ibu, bunda, mama, umi dan kita menyebut "induk" bagi hewan. Penggambaran suasana ketika gajah melahirkan terasa nyata, sampai saya penasaran apa mbak Shabrina benar-benar pernah menunggui gajah melahirkan. Penasaran saya terjawab ketika dalam chit chat beliau mengaku pernah menunggui kambing melahirkan. pantesan nyata banget, kalau saya mah sudah lariiii. Ah bahkan hewan pun punya naluri keibuan yang sama (aduuuh jadi berkaca-kaca saat membaca bab-bab pertama tentang gajah sirkus Anjani itu hiks)

     Rahasia Pelangi mengalur alami. Kadang saya turut merasakan api cemburu di dada Anjani. Aduuh di PHP-in rasanya enggak banget deh. “Saat kerikil datang, cinta bisa bermetamorfosis menjadi rasa yang berbeda dan jaraknya hanya tinggal selapis kertas dengan rasa benci”. Salah satu yang menarik dari Rahasia Pelangi adalah quote-quote manisnya yang menjadikan masing-masing “episode” lebih terasa nyata. Diksi yang dipilih terasa manisnya dan tidak "pasaran" seperti Aku merasa seperti ada sekeping puzzle yang hilang untuk menggambarkan kosong, ketidakutuhan. Aku merasa seperti ada gulungan ombak dalam dadaku ketika mengingatnya (halaman 292)...duuuh gimana rasanya dada yang menggelora 
     Rahasia Pelangi adalah mahakarya tentang cinta, bukan hanya cinta romantika antar manusia tetapi kecintaan manusia kepada alam sekitarnya juga.. Itulah mengapa saya memilih judul Review Rahasia Pelangi : Alam adalah Guru yang Tak Menua Oleh Waktu. Membaca Rahasia Pelangi membukakan mata saya kembali bahwa hewan dan tumbuhan adalah makhluk Tuhan yang berjiwa, bernyawa. Mereka punya hak yang sama untuk hidup aman sejahtera di muka bumi. Betapa selama ini manusia terlalu rakus mengeksploitasi alam, menyisakan perih bagi hewan-hewan yang kehilangan tempat tinggal karena pembalakan liar. mengeksploitasi hewan sebagai hiburan. Pernah terpikir nggak, bahagiakah hewan-hewan sirkus itu? Gajah yang beratraksi, luwak yang dipaksa diet untuk menghasilkan “kotoran kopi”, lumba-lumba yang harus tinggal di kotak sempit nyaris tanpa udara berhari-hari. Bagaimana jika hewan liar menyerang manusia di alam bebas sebagai dorongan naluri mempertahankan hidup sebab habitatnya semakin sempit oleh ulah manusia, sebab ia diburu karena bagian tubuhnya dianggap indah sebagai hiasan dan boleh diambil kapan saja? Pasti dianggap bersalah dan di”halal”kan dibunuh agar manusia tidak terbunuh.
      Bicara tentang penyerangan, episode Penyerangan mampu memompa adrenalin saya lebih cepat, deg-degan kebayang betapa parah luka yang harud diderita korban jika gajah-gajah liar mengamuk membabi buta. Ini hewan liar, besar dan kekuatannya dapat dibayangkan. Kebayang rasanya diinjak gajah, apakah bisa selamat?...Ooooh tidaaak Rachelll…..
Rahasia Pelangi, mengingatkan kita kembali bahwa tak ada yang sempurna di muka bumi. Manusia hanyalah sosok lemah kelak akan kembali menjadi tanah. Bahwa sebagai manusia sekaya apapun, sejenius apapun kita tetaplah makhluk yang kelak pasti kembali. Tak ada yang perlu disombongkan dan sampai kapanpun kita akan tetap membutuhkan bantuan, membutuhan teman dan dukungan. Bahkan doa dari mereka yang mungkin tak singgah dalam benak kita sebelumnya “ada perhatian tak kasatmata. Ia bernama doa dalam diam’
       Rahasia Pelangi tidak hanya berkisah tentang romantika bersetting keindahan bumi Indonesia namun juga tentang perjuangan mengobati trauma, perjuangan meraih cita-cita dan perjuangan mewujudkan cinta. Sebab Jodoh, Mati, Usia adalah rahasia yang disimpan rapat Sang Pencipta. “hidup memang penuh rahasia, seperti pelangi, ia tak bisa ditebak kapan datangnya”

Buat mbak Riawani Elyta dan mbak Shabrina WS semoga istiqomah berkarya mbak, hingga akhir detak jantung kita, peluh dan lelah tak akan pernah sia-sia. Seperti apa yang pernah mbak berdua perbincangkan : teruslah berkarya seperti para musisi tetap menggesek biola meski kapal Titanic perlahan tenggelam setidaknya mereka tenggelam dalam kebahagiaan, berjuang hingga titik darah penghabisan.

Share:

Lesus dan Kisah Becak-Becak : Buku Bagus Buat Anak

Pernah baca kumpulan cerpen anak dan cerita-cerita pendek itu memiliki kaitan satu sama lain? buat saya Lesus dan Kisah Becak-Becak adalah yang pertama. Belum pernah saya membaca buku unik seperti ini sebelumnya.

Apa yang unik dari Lesus dan Kisah Becak-Becak?
1. Kumcer yang benar-benar "bercerita". Lha beneran. Selain berupa cerita yang berkaitan antara satu judul dan lainnya, Lesus dan Kisah Becak-Becak benar-benar tentang cerita para becak. Keseharian becak dan pengalaman-pengalaman uniknya.

2.  Penokohan. Pernah membayangkan becak ngobrol? wah wah kira-kira mereka bakal ngegosipin penumpang dan cara pemilik merawat mereka nggak ya? Terus terang saya dan Radit naik becak kalau pas pulang ke rumah Ibu di Probolinggo, pas udah baca Lesus jadi mikir, eh si becak ini ntar ngobrol apa pas di pangkalan hahaha....kebawa suasana 'kalee.

3. Nama-nama tokohnya. Becak punya nama? eh jangan salah namanya cakep-cakep loh selain Lesus, kenalin ada Kliwon, Buldozer, Sen dan Bentor.

Eia ngomong-ngomong tentang Bentor, becak pakai motor itu kelihatannya gagah dan efisien ya. Jangan salah di Lesus dan Kisah Becak-Becak ada saatnya Bentor tak mendapatkan penghormatan seperti yang diperoleh becak-becak lain. Kira-kira penghormatan seperti apa ya? Baca dong Buku karya mbak Shabrina WS, terbitan Rainbow imprint Penerbit Andi ini. Bisa dibaca segala usia. Raditya, anak saya yang baru berusia 7 tahun Januari nanti seneng banget baca buku ini. Kumpulan cerita becak ini bisa mengasah imajinasi anak-anak dan membantu mereka mencoba menceritakan kembali dengan bahasa dan ingatan yang mereka miliki.


Ada apa sih di Lesus dan Kisah Becak-Becak?

1. Cerita Lesus, haloo siapa sih si Lesus ini ayuk kenalan dulu.
2. Kliwon Bosan Menjadi Becak. Aduh gimana dong kalau becak bosan jadi becak. Kenapa kok Kliwon punya perasaan nggak enak?. Kisah yang bagus untuk mengajarkan nrimo, qonaah dan pentingnya bersyukur
3. Kedatangan Bentor. Eh kira-kira para becak merasa terancam nggak dengan hadirnya Bentor?
4. Cerita Bentor. Nah kita perlu kenalan dulu. Don't judge the book by it's cover, meski cover Lesus dan Kisah Becak-becak ini sangat lucu dan menggambarkan keunikan di balik kisah-kisahnya
5. Persiapan Pawai Becak. Pernah melihat pawai becak? kalau belum pernah mari baca saja kisahnya.
6. Hari yang Indah. Indah buat siapakah dan seperti apa hari yang indah itu?
7. Cerita Kliwon. Nah masih ingat tentang Kliwon yang pernah merasa bosan jadi becak, apa ia sudah benar-benar berhenti jadi becak, baca dulu kisahnya.
8. Kabar yang Menyedihkan. Duuuh kabar apa sih yang menyedihkan buat para becak?
9. Kota yang Ramah Lingkungan. Wow seperti apa sih kota ramah lingkungan itu, pasti segar kalau tanpa polusi dan banyak taman kotanya ya.

Libur tlah tibaa....saatnya membaca lebih banyak buku cerita. Lesus dan Kisah Becak-Becak salah satu bacaan bermutu untuk ananda.



Share:

Review Ramadhan In Love

Penerbit Indiva
Halaman : 152 halaman
ISBN : 978-602-1614-66-2
Harga : Rp. 25.000,-
Kategori : Motivasi (genre remaja)


Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu kaum muslim sedunia. Kehadirannya seolah oase di tengah dahaga. Saat hidup terasa jenuh berlumur dosa Ramadhan seolah menjadi penawarnya. Ramadhan adalah bulan yang dinanti bagi umat yang rindu menjadi mukmin sejati sebab kemuliaan Ramadhan tak bisa ditawar lagi. Hanya saat Ramadhan pintu neraka tertutup, syaitan dibelenggu. Lalu jika berpuasa tetapi tetap tergoda menggugurkan pahalanya siapa yang sedang berperan itu? Pastilah si hawa nafsu. Sebab Ramadhan adalah bulan bagi para pencari pahala jihad, jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu.
Atas inspirasi Ramadhan itulah seleksi antologi Ramadhan In Love yang diadakan di Grup Kepenulisan Be A Writer digelar. Grup yang digawangi mbak Leyla Hana dengan mentor-mentor beken seperti mbak Riawani Elyta dan mbak Shabrina_WS plus blogger-blogger berprestasi seringkali mengadakan seleksi untuk memilih naskah terbaik dan diajukan kepada penerbit. Kadangkala penerbit malah menawarkan lowongan naskah buku yang sedang dicari.
Alhamdulillah, hanya atas pertolonganNya saya lolos seleksi antologi bertema Tips Menjadi Juara di Mata Allah. Ramadhan In Love ditujukan untuk segmen remaja, bahasanya segar dan ringan khas jenaka namun isinya komplit mulai dari tips menjaga kebugaran selama berpuasa ramadhan, amalan-amalan utama di bulan Ramadhan, tips mendapatkan Lailatul Qadr hingga sejarah tentang peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan.

Terdapat 12 tulisan dari 11 kontributor yaitu :

1.  Bersiaplah untuk Hal yang Luar Biasa ~ Arul Chandrana
Naskah ini pas banget dipasang sebagai pembuka karena penulis novel Pemburu Rembulan ini dikenal sebagai penulis dengan bahasa segar dan lincah sekaligus jenaka. Bersiaplah untuk Hal yang Luar Biasa berisi tentang tips-tips menghadapi puasa Ramadhan agar tidak gagal di tengah jalan. Apa saja sih yang harus dilakukan sebelum Ramadhan tiba?

2.   Semangat Ramadhan Lewat Sejarah ~ Linda Satibi
Wow membaca buku Ramadhan In Love membuat mata terbuka lebar. Ternyata banyak sekali peristiwa penting dalam sejarah umat Islam yang terjadi pada bulan Ramadhan. Tulisan mbak Linda ini menyadarkan bahwa Ramadhan bukan berarti bulan untuk bermalas-malasan sebab banyak kemenangan diraih kaum muslimin di bulan Ramadhan. Peristiwa bersejarah apa sajakah itu? Mengenangnya kembali membuat kita semakin bersemangat mengisi Ramadhan dengan aktivitas penuh makna.

3.   Fikih Puasa ~ HR Umar Faruq
Jangan terburu pusing dengar kata Fikih. HR Umar Faruq menulisnya dengan gaya tulisan mengalir dan segar. Fikih puasa membahas hal yang komplit tentang puasa mulai dari hal yang membatalkan puasa, beberapa kasus yang diperdebatkan apakah membatalkan puasa atau tidak (seperti hukum menggunakan obat tetes telinga saat berpuasa, infusdan lainnya) hingga masalah metode penentuan awal Ramadhan dan 1 Syawal.

4.   Tetap Energik dan (Tambah) Sehat dengan Puasa ~ Rena Puspa
Penulis buku Bahagia Ketika Ikhlas ini mengupas makna puasa ditinjau dari segi kesehatan. Owh ternyata berpuasa berkaitan dengan kinerja enzim dan makna pembagian tahapan Ramadhan menjadi tiga bagian (masing-masing tahapan sepuluh hari) itu ada kaitannya dengan ilmu kesehatan juga. Seperti apa sih, yuuk baca sendiri biar legaa.

5.   Agar Puasamu Tak Sekedar Lapar Dahaga ~ Sarah Amijaya
Duh rugi ya kalau puasa ramadhan sekedar menggugurkan kewajiban saja. Padahal ramadhan datangnya setahun sekali dan belum tentu tahun depannya bertemu lagi sebab tak ada yang dapat memperkirakan datangnya mati. Lalu tips apa saja sih agar Ramadhan benar-benar penuh makna? Yuk intip tips mbak Sarah, seorang PNS di Departemen Agama

6.   Tips Menjadi Juara di Mata Allah ~ Dwi Aprilytanti Handayani
Hee ini tulisan saya, Alhamdulillah bisa lolos seleksi di antara puluhan naskah yang masuk di meja mbak Riawani Elyta sebagai penanggung jawab. Sst ada alasan mengapa saya memilih judul tersebut, sebab saya saat itu lagi ilfil dengan iklan motor matic yang …”jadi juara di hatimu” …uggghh benci banget saya liat iklan siswa siswi berboncengan dan berpelukan erat, kan masih mending yang jadi juara basket atau olimpiade eaaa. Lebih bagus dan terhormat jika menjadi juara di mata Allah, apalagi jadi juara berpuasa, ibadah yang khusus Allah yang bakal menilainya secara langsung dan bakal mendapat ganjaran masuk surga melalui pintu Ar Rayyan. Di sini saya mengupas SWOT (Strength, Weakness, Opportunities dan Threats) dalam berpuasa, idih macam orang mau maju perang aja ya, ya iyalah kan puasa itu berperang mengalahkan hawa nafsu. Nah karena saya yakin tulisan kontributor lain pasti sudah komplit menyitir ayat dan hadits tentang keutamaan puasa, saya malah menyitir tema yang nyeleneh yaitu lagunya Bimbo, puasa..puasa sebulan penuh lamanya, puasa puasa Ramadhan bulan mulia…

7.   Asyiknya Bangun Sahur ~ Vina Syarief
Sahur…sahur…apa sih bedanya puasa umat Islam dengan puasa umat lain? Yap! Makan sahur adalah jawabnya. Puasa umat Islam baik sunnah maupun Ramadhan selalu disertai makan sahur karena ada keberkahan di dalamnya. Apa saja tips agar nggak susah bangun untuk makan sahur, bagaimana agar sahur lebih bermakna dan menu apa yang pas untuk makan sahur, intip tulisan beliau ya

8.   Meraup Manfaat dan Kebaikan dari Berbuka Puasa – Rukhaniyah
Waktu apa yang paling ditunggu saat berbuka puasa? Tentu waktu berbuka hahaha…Etapi menunggu berbuka kok rasanya terlalu lama…kira-kira ngapain aja sambil menunggu waktu berbuka? Ssst mbak Nia siap bagi-bagi tipsnya plus tips menu sehat untuk berbuka puasa.

9.   Keutamaan Sholat Tarawih – Kazuhana El Ratna Mida
Apa sih sholat tarawih itu, apa saja keutamannya trus kita mo sholat tarawih berapa rokaat? Di sini dikupas tuntas tas tas

10. Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan – Rukhaniyah
Hayoo siapa yang rajin baca Quran hanya saat Ramadhan? Celingak celinguk cari teman. Ah nggak ah, saya yakin mukmin sejati selalu ingat baca Quran tiap hari hanya intensitasnya ditingkatkan saat Ramadhan. Kenapa sih kok kita wajib membaca Al Quran? Keutaamaan apa yang diperoleh dengan rajin membaca Al Quran dan kegiatan apa yang berkaitan dengan membaca Al Quran biar gak bosen dibahas di bab ini

11. Mengejar Lailatul Qadr – Kania Ningsih
Salah satu yang menjadikan ramadhan istimewa adalah adanya Lailatul Qadr di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Malam 1000 bulan ini tak setiap orang mendapatkannya, padahal pahala ibadah di Lailatul Qadr setara degnan pahala beribadah selama 1000 bulan. Maklum di sepuluh hari terakhir Ramadhan biasanya orang sibuk belanja baju, kue atau berdesakan di jalan untuk mudik hari raya. Tips apa yang perlu diterapkan agar tidak gagal meraih kemuliaan malam Lailatul Qadr? Intip tips-tips mbak Kania ya.

12.  Nyalakan Cahaya Ramadhan Sepanjang Usia ~ Ariff’ah
Tulisan ini pas dibaca di akhir-akhir Ramadhan nanti sebagai muhasabah, introspeksi apakah Ramadhan kita benar-benar bermakna, atau jangan-jangan hanya mendapat haus dan dahaga? Lebih parah lagi jika pasca Ramadhan amalan-amalannya dilupakan. Duh trus gimana dong agar tetap istiqomah beribadah seintensif seperti saat Ramadhan, nah Arriff’ah gak pelit bagi-bagi tipsnya.


Pengen punya bukunya? Bisa dicari di toko buku atau hubungi FB Penerbit Indiva. Hanya 25 ribu rupiah tetapi menambah ilmu dan wawasan tentang kemuliaan Ramadhan, keutamaan berpuasa akan terus menjadi bagian dari sepanjang hidup kita. Sst ada kuisnya loh, berhadiah Al Quran dan buku Ramadhan In Love untuk tiga orang pemenang. Kuis mini ini diselenggarakan dari tanggal 4 -14 Juni 2015 Cek di sini ya …
Share:

Lima Alasan Mengapa Harus Membaca Mommylicious_ID

Baca buku Mommylicious_ID Dijamin ngademin hati


Mommylicious_ID

        Perempuan, wanita, ibu, Mama, Bunda dikenal senang sekali memperdebatkan tentang banyak hal. Ibu bekerja Vs Ibu Rumahan, ASI Vs Susu Formula, Diaper Vs Clodi, Asisten Rumah Tangga Vs Daycare (Baby Sitter), Pro Imunisasi vs Kontra Imunisasi, Sekolah Negeri Vs Sekolah Keagamaan Pro poligami Vs Kontra Poligami ? #eh. Menyatukan opini tentu hingga akhir dunia tak akan pernah terjadi. Namun setidaknya berusaha membuka mata hati agar kedua kubu bisa saling memahami adalah hal paling bijak agar MomsWar tak harus sering terulang kembali. Pertentangan klasik inilah yang tampaknya menjadi dasar mbak Arin dan mbak Rina memutuskan untuk menerbitkan Mommylicious_ID. Buku kategori psikologi inspirasi dan tak hanya pas untuk bacaan para Mommy namun juga Papi, calon Mama dan Papa serta masyarakat pada umumnya.

Jujur saja Mommylicious_ID adalah salah satu buku favorit saya di antara koleksi buku lainnya. 
Begitu kesengsemnya saya pernah menuliskan resensinya di sini. Melanjutkan tulisan mengenai review saya jadi ingin menumpahkan uneg-uneg atau semacam testimony mengapa harus membaca Mommylicious_ID ? 

1.   Baca dan dapatkan manfaatnya.
Apa yang menjadi alasan seseorang membaca buku kemudian merekomendasikannya pada orang lain ? jawabannya bisa multi choice : 
a. memerlukan informasi mengenai sesuatu hal
b. memperoleh hiburan alias rekreasi
c. menumbuhkan inspirasi atau
d. bahkan ketiganya. 
Bagi saya, Mommylicious_ID adalah jawaban d, bahkan ketiganya yaitu memberikan informasi dengan cara yang rekreatif tetapi sekaligus menumbuhkan inspirasi dan pemikiran lebih mendalam mengenai masalah parenting. Saya bukan tergolong kutu buku tetapi saya cukup senang membaca buku. Sejak remaja saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku daripada bermain di luar rumah. Mulai dari serial Trio Detektif, Lima Sekawan hingga Petualangan Winnetou. Seiring bertambahnya usia dan kesibukan sebagai orang tua kegiatan membaca buku jadi jauh berkurang. Jika mendapat kesempatan membaca buku dan di awal bagian sudah membuat saya bosan dapat dipastikan buku itu tak akan saya baca hingga bagian akhirnya. Tapi Mommylicious_ID mampu membuat saya tersihir, membacanya langsung tuntas saat itu juga. Buku-buku parenting bejibun di toko buku. Tapi buat saya pribadi membaca buku yang terlalu banyak teori itu lebih banyak membuat kening berkerut daripada mendapatkan informasi yang saya butuhkan. Mommylicious_ID menyajikan ilmu parenting dengan gaya bahasa yang rekreatif. Mungkin inilah bedanya tulisan yang disusun oleh pakar ilmu dengan para blogger. Gaya tulisan yang lugas dan bernas ditambah pengalaman pribadi adalah cara “menggurui” yang paling pas buat siapa saja dari mereka yang open minded, easy going hingga yang keras kepala seperti saya. Coba tengok “Asisten Cilik” catatan Mama Arin. Dengan lugasnya sang Mama menceritakan tentang kepolosan Cinta yang begitu mencintai sang adik. Si Mama yang memutuskan tidak memiliki asisten rumah tangga seringkali meminta bantuan Mbak Cinta untuk membantu Mama mulai dari mengambilkan handuk, minyak telon, menjaga adik ketika Mama harus mengerjakan sesuatu di dalam rumah dan banyak hal lain tertohok oleh ucapan Cinta “Ma, Cinta capek kalau harus disuruh-suruh terus”. Saya pun tak kalah tertohoknya karena seringkali melakukan hal yang sama pada anak-anak. Lupa jika mereka adalah kanak-kanak yang butuh perhatian, penghiburan dan bukan menjadi “orang suruhan”. Suatu hal yang berbeda jika saya mungkin membaca buku parenting yang menuliskan “berhentilah menyuruh anak-anak karena mereka bukanlah pesuruh anda”. Membuka mata hati tanpa menggurui, inilah alasan saya mengutarakan kelebihan Mommylicious_ID

2.   You Know Me So Well
Bukaan ini ngga ada kaitannya dengan syair lagu nya SM*SH yang ituuh. Salah satu alasan menjadikan sebuah buku menjadi favorit karena buku itu bener-bener ngerti kita banget alias You Know Me So Well.
Karena saya merasa “ah inilah yang pernah saya rasakan” Klop banget. Saya pernah menjadi ibu pekerja kantoran yang repot banget seperti Mama Arin karena tak punya Asisten Rumah Tangga. Bangun dini hari untuk menyiapkan sarapan sekaligus makan siang anak-anak dan bekal di kantor. Setumpuk baju masih menanti disetrika selepas pulang kerja. Kadang tetek bengek dapur pun belum sempat saya cuci di pagi harinya. Membaca Mommylicious_ID membuat saya mengenang kembali masa-masa itu. Enaknya jadi Mama kantoran punya cukup uang untuk membantu penghasilan keluarga saya yang saat itu pas-pasan dan semakin goncang ketika suami saya terPHK berkali-kali, jobless setelah saya berhenti bekerja. Tetapi saya terhibur lagi ketika membaca “Keputusan Besar” catatan Mama Rina. Sebuah tulisan yang membuat saya terhenyak. Bukankah keputusan saya mengundurkan diri dari dunia kerja adalah anak-anak ? Karena saat itu kondisi Daycare untuk Radit sangat tak kondusif, saya juga harus menemani anak-anak yang baru dikhitan dalam jangka waktu minimal seminggu hingga benar-benar sembuh padahal tak memungkinkan jika harus mengambil cuti lama plus saya sering gundah memikirkan Rafi yang saat itu masih duduk di bangku kelas dua SD harus sendirian sepulang sekolah hingga saatnya Papa dan Mamanya tiba di rumah? Apalagi Mama Rina menegaskan dalam tulisannya bahwa meski ibu rumahan tetapi harus tetap produktif. Hal ini pas sekali dengan pemikiran saya. Meski saya belum seberuntung para blogger dan penulis lain yang karyanya sering menghasilkan materi berupa komisi atau honorarium saya cukup bersyukur mendapatkan penghasilan dari fee penulis lepas untuk konten dan artikel melalui proyek-proyek menulis di sebuah agency naskah.

3.   Bisa dibaca berulang kali
Banyak loh orang yang memutuskan menjual koleksi bukunya setelah dibaca. Itung-itung menghasilkan uang tambahan. Tapi saya merasa sayang jika harus menjual Mommylicious_ID. Kisah-kisah haru dan lucu sekaligus inspiratif di dalamnya bisa dibaca berulang kali. Saya berkeinginan merawat buku ini dengan baik dan kelak mewariskannya pada Radit dan Rafi, kedua anak saya sebagai salah satu bekal menjadi orang tua.

4.   Membuat berpikir : andai ada sekuelnya.

Jika novel science fiction bisa ditulis dalam bentuk sekuel mengapa buku psikologi/inspirasi parenting yang berupa catatan Mama tidak disusun menjadi beberapa sekuel? Di Mommylicious_ID Mama Arin dan Mama Rina lebih banyak bercerita tentang anak sulung mereka. Mama Rina juga telah melepas masa karirnya rasanya kedua alasan tersebut cukup memadai untuk menerbitkan Mommylicious_ID jilid kedua yang lebih mengeksplorasi anak kedua serta kehidupan Mama Rina setelah memutuskan berhenti kerja.

5.   Nggak bohong kok, sesuai promosi.
Mama Arin dan Mama Rina gencar mempromosikan Mommylicious_ID sejak awal terbit. Tak tanggung-tanggung berbagai kuis, lomba dan give away digelar dalam rangka promosi. Kadangkala ada loh buku yang gencar promosinya tapi pembacanya “tidak mendapat apa-apa” alias tak ada yang berkesan dengan buku tersebut. Berbeda dengan Mommylicious_ID, review dan resensinya bertebaran di berbagai media massa online maupun tabloid dan majalah parenting. Bahkan direkomendasikan oleh pakar parenting. Jadi ngga bakal rugi deh memiliki Mommylicious_ID di rak buku kita.

Itu alasan saya menobatkan Mommylicious_ID menjadi salah satu buku favorit. Anda mungkin punya alasan lain yang lebih spesifik mengapa tidak turut memeriahkan Give Away Mommylicious_ID Reader Awards ?

 






Share:

Bukan Pangeran Kodok - Seulas Review

Judul    : Bukan Pangeran Kodok
Penulis : Shabrina WS dkk
Penerbit : Sheila (Imprint Penerbit Andi)
Genre  : Antologi Cerpen Teenlit
Cetakan Pertama : 2013
Tebal  : 226 halaman
ISBN   : 978-979-29-2136-6





       Antologi cerpen semakin jarang ditemui belakangan ini. "Bukan Pangeran Kodok" berhasil mencuri perhatian di tengah maraknya novel ala K-Pop dan novel-novel teenlit atau chicklit. Antologi Cerpen bergenre teenlit yang merupakan hasil audisi cerpen dari grup kepenulisan Be A Writer ini berisi limabelas cerpen dari penulis berbeda-beda. Baik berbeda dari usia maupun gaya menulisnya.

           Masa remaja adalah masa mencari jati diri. Ababil alias ABG Labil adalah julukan yang sering disematkan pada para remaja yang sering bingung menemukan jati dirinya. Riuhnya dunia remaja rupanya menarik para penulisnya untuk menuliskannya dalam jalinan kisah fiksi. Tema yang diusung dalam Bukan Pangeran Kodok sangat beragam. Dari cerpen bertema jatuh cinta ala cinta monyet hingga keprihatinan akan remaja yang terlalu terobsesi dengan bentuk tubuh ideal. Dari kisah-kisah yang menguras air mata hingga cerita jenaka yang membuat pembaca tertawa-tawa. Remaja sering berkata bahwa cinta itu rumit. "Saat kau merasa cinta menjadi rumit, maka cobalah berkompromi dengan kejujuran perasaanmu yang terdalam" ~ Binta Al Mamba dalam Bukan Arjuna.

          Jejaring Romansa karya Keenan Naura menyinggung penggunaan sosial media di dunia remaja. Demam facebook tak hanya melanda kawula muda namun juga orang-orang dewasa. Tak bijak dalam menggunakannya bisa menyebabkan banyak masalah layaknya senjata untuk bunuh diri. Sosmed yang sedianya dimaksudkan untuk menjalin komunikasi, korespondensi dan silaturahim ternyata bisa berubah menjadi “senjata mematikan” untuk mencemarkan nama baik seseorang. Seperti yang dialami Anne si gadis remaja yang galau karena seseorang telah membajak facebooknya dan memposting status tak senonoh serta foto-foto masa lalu. Bagaimana Anne menemukan pelakunya?. Senada dengan Jejaring Romansa, Lima Ratus Kilometer membidik tema yang sama. Membaca Lima Ratus Kilometer mengingatkan kembali berita-berita tentang gadis-gadis remaja yang menghilang setelah nekad kopdar dengan kenalannya di dunia maya. Apakah hal yang sama akan terjadi pada Anisa?

          Cenderawasih Patah Sayap karya Nila Kaltia. Mengisahkan seorang Celeste, gadis belasan tahun dari bumi Papua. Kepeduliannya yang begitu besar terhadap kelestarian lingkungan di Irian menarik perhatian seorang ilmuwan dari mancanegara. Sang ilmuwan bahkan menawari Celeste untuk melanjutkan sekolah di negeri Paman Sam hingga meraih gelar sarjana. Ben, teman dekat yang sangat mengaguminya mendukung rencana tersebut meski hatinya mulai khawatir akan kehilangan Celeste Lalu mengapa sang Cenderawasih harus patah sayap ?

          Cinta Salah Tempat cerpen Linda Satibi menceritakan khas remaja yang sedang jatuh cinta. Tapi jika jatuh cinta pada orang yang jauh lebih tua apakah memang selalu menjadi “cinta salah tempat ?” ikuti kisah Feny yang harus jatuh bangun demi cinta pertamanya. Kutunggu Kau Di Sini karya Santi Artanti mengusung tema yang hampir sama namun dalam kemasan berbeda yang sama menggigitnya.

            Dia Yang Kembali Tersenyum karya Riawani Elyta memotret fenomena opini tentang “tubuh ideal” yang salah kaprah. Beberapa waktu lalu dunia mode mendapatkan sorotan dari khalayak ramai. Gadis-gadis model usia belasan yang tampil super kurus menuai protes dari berbagai pihak. Kabarnya untuk mempertahankan tubuh super kurus para supermodel harus rela melakukan diet ketat. Salah kaprah tentang tubuh ideal ini juga merasuki dunia remaja. Bulimia anorexia menjadi fenomena. Demi mendapatkan berat badan yang diinginkannya memuntahkan kembali makanan yang telah dilahap seolah menjadi kebiasaan. Adakah dengan diet mati-matian Diandra berhasil mewujudkan obsesinya pada Ronald sang cowok idola sekaligus menjadi covergirl sebagaimana impiannya ?

                Kita, dan Rasa Yang Diam-Diam karya Arul Chandrana mengupas dunia remaja dari sisi sang jejaka. Berbeda dengan empat belas cerpen lain yang memilih tokoh utama adalah gadis remaja, Arul memilih kisah perjaka yang berusaha menggagalkan hubungan remaja pria lain dengan sang sahabat yang diam-diam dicintainya. Ending yang tak terduga mungkin akan membuat pembacanya tersenyum-senyum mengingat kembali cinta monyet kala masih ingusan. Senyum yang sama akan terukir saat membaca Just Friend karya Vita Sophia Dini. Cerpen jenaka tentang bagaimana Abe mati-matian mengumpulkan receh demi receh hanya untuk mengajak Betty, cewek idolanya jalan-jalan menikmati akhir pekan. Apakah gayung akan bersambut ?

             Tongkat Bambu Kuning Ayah menyeruak di sela kisah-kisah remaja yang jenaka, penuh canda tawa dan segala tantangannya. Nyi Penengah Dewanti berhasil menghadirkan dunia remaja yang mungkin tampak tak seindah remaja-remaja lainnya. Bahkan demi membeli seragam sekolah sang ayah harus rela bersusah payah di sawah dengan satu kakinya yang timpang. Namun justru hidup dalam penderitaan menciptakan kebahagiaan tersendiri bagi Ajeng serta kedua adiknya Kinan dan Rinjani. Kisah memilukan juga dialami Ayu dalam Metamorfosis Cinta karya Nda Syahdu. Berbeda dengan kisah pilu Ajeng yang tak menyurutkan langkah demi meraih cita-cita. Kisah pilu Ayu “Metamorfosis Cinta” disebabkan oleh salah langkah dalam pergaulan. Hal tabu yang seharusnya tidak dilakukan membawanya dalam jurang kehancuran.

             Little Heartbeat for Little Friend karya Sari Yulianti dan Bukan Arjuna tulisan Binta Al Mamba mengisahkan ketertarikan pada lawan jenis yang “berhasil dikelola” menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik bahkan menjelma menjadi cemeti agar meraih prestasi. Zidan dan Asri dalam Little Heartbeat for Little Friend serta Junaidi dalam Bukan Arjuna adalah sosok-sosok generasi muda yang kreatif dan menjadi patut menjadi teladan bagi remaja seusia mereka. Junaidi memang sosok sederhana dia bukan Arjuna dan mungkin tak setampan Shaheer Sheikh pemeran Arjuna dalam serial Mahabharata yang ditayangkan sebuah TV swasta tetapi ada sesuatu yang membuat Arin jatuh hati kepadanya. 

             Dunia remaja tidak hanya tentang cinta monyet dan hiruk pikuk dunia sekolah. Ade Anita mengangkat tema tentang bagaimana seorang Dewi berjuang mengalahkan sifat bawaannya yang sering gugup ketika menghadapi permasalahan. Uniknya perjuangan Dewi mengalahkan kegugupannya dalam My Name Is Dewi justru terinspirasi dari momen bermain-main escalator di mall-mall bersama teman-tema gadisnya. Jika Dewi berjuang mengalahkan kegugupan maka Gadis Simpul karya Syila Fatar  mengisahkan tentang perjuangan Leyla menemukan pencuri cabe siap panen yang membuat ayahnya menderita kerugian besar. Berhasilkan keahlian simpul menyimpul tali yang dipelajarinya dalam Pramuka menangkap pencuri tersebut ?

            Bukan Pangeran Kodok karya Shabrina WS menutup antologi cantik ini. dan sangat tepat dipilih sebagai judul antologi. Ketika jatuh hati atau mendambakan cinta seringkali remaja kehilangan akal sehatnya. Katak yang kesasar masuk kamar pun bisa disangka pangeran yang dikutuk menjadi kodok. Uniknya dalam Bukan Pangeran Kodok kehadiran si katak yang nyasar mampu mengalihkan obsesi Vivin untuk memiliki kekasih. Apa benar Vivin terobsesi pada kodok dan berharap Bufo, katak piaraannya kelak berubah menjadi pangeran ? silahkan dibaca dan mendapatkan pelajaran betapa pentingnya pengetahuan remaja akan kekayaan flora dan fauna di bumi kita.

         Antologi Bukan Pangeran Kodok bukan sekedar kumpulan cerpen tentang serunya masa remaja. Kisah-kisah yang terangkum di dalamnya mampu mengusik, menginspirasi menjadi bahan pertimbangan sebelum melalukan sesuatu hal. Antologi ini tak hanya layak dibaca para remaja namun menjadi buku yang mencerahkan orangtua. Salah satu daya tarik antologi ini terletak pada quote-quote cantik di setiap cerpennya. Cinta dan dunia remaja memang ajaib. Adakala perhatian sang remaja akan terpusat pada sesuatu yang menjadi obsesinya. Seperti quote Shabrina WS

“Cinta itu ajaib. Dia Bisa mengalihkan duniamu Bahkan seekor katak pun bisa membuatmu lupa akan pangeran impianmu”



Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.