catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Showing posts with label Tadabur Alam. Show all posts
Showing posts with label Tadabur Alam. Show all posts

#1Hari1Ayat - Untuk Apa Gunung Diciptakan ?


Posting 23 - Untuk Apa Gunung Diciptakan ? - Tadabur Alam


Saya sungguh beruntung mendapat kesempatan untuk merasakan nikmat sholat di masjid Al Ukhuwah di dekat rumah. Udaranya sejuk karena di dekat sawah, hamparan gunung Arjuno di kejauhan indah terbentang, saat Arjuno membara setiap kemarau karena kebakaran hutan, bara apinya tampak seperti lampu yang menyala dilihat dari pelataran masjid kami.

Ketika cuaca cerah menjelang Maghrib, awan yang berarak di dekat puncaknya tampak kontras dengan warnanya yang biru, Masya Allah, Subhanallah tiada henti kalimat pujian terlantur mengagumi indah ciptaanNya.

Dalam Al Quran kata "gunung" diucapkan beberapa kali, sebagai pertanda bahwa gunung pun memiliki arti tersendiri.
Dalam QS Al Anbiyaa ayat 31 dijelaskan bahwa gunung ditempatkan di bumi agar bumi tak menjadi goncang karenanya. Saya jadi ingat dongeng tentang terciptanya gunung gunung di Jawa yang konon berfungsi sebagai paku bumi, apa kira-kira leluhur kita itu terinspirasi dari ayat Quran ya ?
Ada yang berkata Allah berfirman dalam kitab-kitabNya seringkali dalam bentuk kiasan dan tugas umat adalah untuk tafakur, tadabur demi memahami maknanya. Mudah-mudahan saya tak salah tafsir bahwa sebenarnya fungsi gunung tak berhenti sebagai paku bumi, namun gunung telah mendapat tugas dari Allah kelak ia akan menjadi salah satu pertanda kiamata tiba, yaitu ketika bumi berguncang dan gunung memuntahkan isinya (ibarat paku ayng lepas dari sebuah papan, maka semua menjadi berantakan). Gunung diciptakan kokoh agar menjadi sumber daya alam bumi, berbagai sayur mayur, tanaman teh, kopi tumbuh subur jika ditanam di daerah pegunungan. Gunung yang meletus pun menyimpan hikmah bahwa debu vulkanis yang tersisa beberapa tahun setelahnya adalah penyubur bumi yang tiada habisnya, belerangnya pun bermanfaat dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Di sinilah ayat-ayat Allah berkata tak sekedar harfiah belaka, jika tak ada gunung, tak ada pegunungan, buah dan sayuran mungkin tak beragam seperti sekarang, berbagai jenis kayu dan tumbuhan obat pun hanya dapat tumbuh di gunung dan pegunungan...untuk itulah Allah menciptakan gunung, agar manusia mendapatkan manfaatnya, tidak kebingungan dan goncang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Wallahualam bishowab...

Share:

#1Hari1Ayat - Penciptaan Bumi dan Langit



Posting 22 - Lebih dahulu mana penciptaan langit dan bumi ? - Serial Tadabur Alam


Mengulas keajaiban benda-benda langit yang mengitari bumi membuat saya berpikir kembali, kira-kira Allah menciptakan bumi atau langit terlebih dahulu ya ?

Mudah-mudahan saya nggak salah tafsir atas arti QS AL Baqarah ayat 29 

yang diperjelas dengan Fushshilat  ayat 10 - 11

bahwasanya setelah bumi diciptakan terlebih dahulu kemudian baru diciptakan langit sebanyak 7 lapis seperti yang tertulis di ayat-ayat lainnya. Sebenarnya pertanyaan saya tadi kalau dipikir-pikir gak penting penting amat ya, KEPO banget saya mo tau aja lebih dulu mana penciptaan bumi atau langit trus ntar banding bandingin sama ilmu pengetahuan, teori big bang gitu yang katanya alam semesta itu tercipta dari dentuman besar kemudian timbul radiasi sehingga muncul bumi dan benda-benda langit ?, trus jadi lebih KEPO mana yang benar ? ehem ...belajar firman Allah tiada pernah habisnya, itulah mengapa Al Quran merupakan sumber ilmu tentang apa saja. "Big Bang" dalam Al Quran dijelaskan lebih lanjut dalam Al Anbiya ayat 30 : 
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?". Cekidot yang di bold, terserah dah para ilmuwan mo bilang apa saja, kalau mo baca Quran di Ayat tersebut telah dijelaskan bahwa langit dan bumi adalah sesuatu yang padu kemudian dipisahkan (ini yang disebut teori Big Bang), lalu diciptakan bumi terlebih dahulu seperti ayat 10 Fushshilat kemudian langit.

Subhanallah cukup sudah ke KEPO an saya, rasanya tak perlu membandingkan ilmu pengetahuan yang "kata orang" toh kalau dikaji kembali tetap ada  kesesuaian. Di situlah kodrat manusia yang suka lupa dan tergesa-gesa, kenapa harus mempermasalahkan kata jika lebih baik mencerna makna. 
Bumi dan langit saja berseru memujiNya tanpa berseteru mempertanyakan siapa yang lebih dahulu ? mungkin seharusnya saya malu dan lebih baik berkarya, beribadah sebaik mungkin selama masih hidup di bumi karena menjadi bekal saat menghadapNya dalam kehidupan di "langit" nanti.



Share:

#1Hari1Ayat - Angin Dengan Segala Fungsinya


Posting 21 - Angin, bukan sekedar membuat udara lebih dingin - Tadabur Alam

Brrrr ...Desember, Januari angin berhembus superrr freezy, kalau ga ada angin udara mungkin gerah banget yah, kan pernah tuh kita alami pas kemarau ga ada angin berhembus sama sekali pula, AC ? nggak punya waaah rasanya gerah tiada terkira. Eits tapi fungsi angin bukan hanya agar kita-kita enjoy menikmati semilir hembusannya. Di pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ada penjelasannya kalau angin berfungsi dalam proses penyerbukan, tuh ya kalau ga ada angin benang sari dan putik bakalan susah mo ketemuan, ya kalau pas ada serangga, kupu, kumbang yang menghisap sari madu trus hinggap di bunga lainnya trus angin gak pernah berhembus, nah kapan bisa terjadi penyerbukan lanjut pembuahan ? ga ada penyerbukan berarti tanaman gak bakal bisa berbuah, trus bagaimana manusia menikmati segarnya apel, anggur, strawberry, alpukat, mangga ..tanaman hias pun tak berbunga, hidup terasa hampaaa...

Eh, bukan hanya Ilmu Pengetahuan Alam yang menjelaskan fungsi angin bagi penyerbukan. Allah telah terlebih dahulu berfirman melalui Al Hijr ayat 22
See ? "Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan tumbuh-tumbuhan" plus fungsi angin lainnya seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat tentang hujan, angin menggerakkan awan sehingga berkumpul menjadi hujan. 

So, tak pernah ada keraguan bahwa Al Quran adalah firman Allah, bukan buatan manusia, buktinya sebelum ilmuwan menulis buku ini itu di dalam Al Quran itu sudah lengkap banget segala ilmu pengetahuan dari proses terbentuknya manusia hingga  benda-benda langit yagn mengitari bumi sebagai tempat hidupnya.

I Love Allah, I Love Al Quran....terimakasih #1Ayat1Hari mbak Primadita, telah membantu mengingatkan :)

Share:

#1hari1Ayat - Rembulan nan Menawan


Posting 20 - Rembulan nan Menawan (Tadabur Alam)

Berkaitan dengan posting saya kemarin tentang matahari, saya jadi tertarik pada bunyi Asy Syams Ayat 2 . Allah mendudukkan matahari dan bulan sama pentingnya, sebagai penunjang kehidupan manusia. Ayat ini mengajarkan dasar ilmu astronomi bahwa bulan berputar mengiringi matahari seperti benda langit dalam tata surya lainnya.
Jika matahari berfungsi sebagai sumber energi bagi bumi seisinya, dalam surat Yunus ayat 5 Allah berfimran bahwa rembulan ditetapkan sebagai penunjuk waktu tertentu. contohnya bulan sabit sebagai penunjuk telah masuk awal bulan yang digunakan untuk menandai permulaan ramadhan, saat masuk bulan syawal atau ketika purnama untuk mengingat waktu masuknya puasa Ayamul Bidh
Kenapa tak cukup matahari yang digunakan sebagai penunjuk waktu ? sebab Allah menciptakan siang dan malam tanpa tujuan. Pagi, siang hingga sore adalah waktu untuk berburu rezeki dan karuniaNya, malam adalah waktu untuk beristirahat. Dapat dibayangkan jika matahari bersinar penuh 24 jam, berarti bumi bentuknya nggak bulat dan tidak berputar mengelilingi matahari, nah kalau kita berkeliling dunia yang tidak bulat itu bisa-bisa jika sampai di ujungnya terjatuh ke dalam ruang awang-awang yang tiada bertepi. Hawa panas matahari akan terasa menyiksa, dan tidak ada pedoman waktu untuk mengawali puasa dan kapan saat berbuka.

Dan Allah Maha Kuasa memberikan kesempatan bagi umatNya untuk memanfaatkan bulan sebagai sarana membuat penanggalan, jumlah bulan ia tetapkan sebanyak dua belas bulan seperti tercantum dalam QS At Taubah 36, ternyata penanggalan masehi pun memiliki jumlah bulan yang sama. Coba kalau penanggalan masehi ada 24 bulan pasti ngeliat kalender lebih rumit aja. Namun di sinilah kuasa Allah berlaku, bulan yang tampaknya tak sepenting matahari berlaku sebagai satelit bumi, membantu manusia menetapkan nama bulan dan hari sehingga hidup pun tak sekedar berlari.

Matahari di kala siang dan bulan membuat gelapnya malam lebih terang akan selalu membuat umatNya teringat kepada Sang Pencipta dan tak lalai akan gemerlap dunia (semoga...)

Share:

#1hari1ayat - Pergerakan Awan

#1Hari1Ayat
Posting 18 - Renungan Pergerakan Awan (Tadabur Alam)

Masih tentang kebanjiran (trending topic di Januari 'kali ya), sempat menyaksikan wawancara dengan salah satu pejabat BPPT di salah satu TV swasta yang membicarakan masalah banjir dan program BPPT untuk menanggulanginya. Kok ada kaitannya sama BPPT sih, pikir saya, kalau pas kemarau berkoordinasi dengan BPPT untuk merekayasa hujan buatan mungkin ya, nah kalau hujan mo diapain ?. Pertanyaan saya terjawab melalui bapak dari BPPT yang saya lupa namanya itu, menurut beliau ada teknologi yang disebut dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dapat menjadi salah satu sarana memindahkan hujan. Eh mirip kerja pawang hujan ya yang konon bisa mengarahkan angin dan menghalau awan, ternyata bukan. TMC yang dimaksud BPPT ini mengurangi awan jenuh yang berpotensi menyebabkan hujan di daerah rawan banjir untuk turun di daerah yang relatif lebih aman yaitu dengan menaburkan NaCl bubuk di kumpulan awan. Manusia udah pada pinter, anak SD pun telah diajarkan bahwa hujan terbentuk dari kumpulan awan jenuh yang turun dalam bentuk titik-titik air. Mudah-mudahan pengetahuan itu tak lupa mengajarkan bahwa di balik terbentuknya awan itu ada ayat-ayat Allah tersimpan.

Jadi teringat ayat tentang fenomena awan sebagai pembentuk hujan. QS AN Nuur : 43
Indah sekali ayat itu bukan ? Allah menimpakan hujan, butiran es yang keluar dari celah-celah awan kepada siapa yang Ia kehendaki. 
Nah kira-kira ikhtiar BPPT itu berhasil nggak sih, apa nggak sama dengan menolak pemberian Allah? kembali lagi kepada tugas manusia untuk berusaha namun disertai doa dong, kalau kemarau panjang minta hujan hingga sempat membuat hujan buatan diiringi sholat istisqa' jika berikhtiar memindahkan awan agar hujan turunnya di lautan atau di tempat yang relatif aman dan tidak rawan banjir mestinya doanya harus lebih kenceng, taubatan nasuha mungkin ya....seperti saya yang banyak dosa. Sebab kalau ditilik kembali sebenarnya bukan hujan penyebab banjir (di posting tempo hari saya sempat mengutip ayat  Al Quran bahwa hujan turun sesuai dengan takaran) kalau terjadi banjir itu karena perilaku manusia sendiri, daerah resapan air musnah berganti pusat-pusat perbelanjaan megah, pantai direklamasi menjadi perumahan mewah dan masih banyak lagi..masih banyak lagi..

Sering saya berpikir apakah awan yang diturunkan sebagai hujan kepada yang Allah kehendaki ini ternyata "menyebabkan" kebanjiran ini karena Ia murka ? mudah-mudahan bukan, semoga bencana ini karena Allah cinta, memberi kesempatan kita bertobat karena jika Ia mau tinggal menciptakan hujan batu seperti yang menimpa kaum Tsamud dan kaum Luth hingga seluruh manusia binasa tanpa sempat bertobat dari segala dosa...
Share:

#1Hari1Ayat - Bintang Si Penunjuk Arah

#1Hari1Ayat
Post 17 - Bintang Sebagai Penunjuk Jalan (Seri Tadabur Alam)

Bintang kecil di langit yang tinggi
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang dan menari
Jauh tinggi ke tempat kau berada
Lagu anak-anak ini populer sepanjang masa dan hampir semua anak hafal di luar kepala. Adakah yang pernah memikirkan fungsi bintang selain sebagai penghias angkasa ?

Menikmati malam bertabur bintang ternyata bisa menjadi salah satu sarana tadabur alam, setiap perjalanan ke masjid kala adzan subuh menggema saya sering mendongakkan kepala dan ternganga memandang angkasa, sementara di langit sisi timur terlihat garis putih penanda datangnya subuh di langit sebelah barat dan tepat di atas kepala bintang gemintang masih tersisa. Buat saya selain indahnya malam kala Isya, fenomena langit di waktu subuh adalah pemandangan langit paling cantik yang saya temui.

Semua orang pasti setuju jika bintang adalah hiasan sang malam, seorang sastrawan bahkan sempat berujar bahwa tak patut kita membenci kegelapan sebab tanpa gelap malam kita tak dapat menikmati indahnya bintang.

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Ia ciptakan bintang bukan tanpa tujuan, selain sebagai penghias angkasa seperti tertera dalam Al Mulk ayat 5, walaqad zayyannaa alssamaa-a alddunyaa bimashaabiiha. Bintang diciptakan sebagai penunjuk arah seperti dijelaskan dalam QS Al An'am ayat 97. Petani, nahkoda, nelayan, pecinta alama adalah pihak-pihak yang paling sering memanfaatkan rasi bintang sebagai penunjuk arah atau pertanda mulainya masa tanam tanaman tertentu.
Masih ingat pelajaran IPA yang mengajarkan bahwa jika sewaktu-waktu tersesat saat mendaki gunung atau menjelajah hutan, bintang di langit dapat membantu menentukan arah tertentu seperti rasi bintang pari terletak di langit sebelah utara, rasi bintang orion terletak di langit sebelah barat, rasi bintang scorpio ada di langit sebelah tenggara dan lainnya. 

Allah Maha Besar, tanda-tanda kekuasaanNya tersebar namun seringkali kita tak sadar....



Share:

#1Hari-1Ayat - Rezeki = Rahmat



Post 16 - (Serial Tadabur Alam) - Dapat rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.
Serial tadabur alam untuk #1Hari1Ayat hari ini saya ingin berbagi cerita tentang keajaiban bagaimana Allah membagikan rezeki. Ajaibnya ini ada kaitan dengan posting saya tempo hari di sini
Dalam hitungan hari Allah menunjukkan kuasaNya atas pembagian rezeki, seperti tertera dalam firmanNya di At Thaalaaq tersebut kami menerima rezeki dari pintu yang tak disangka-sangka.

Semalam saat waktu sudah menunjukkan 21.45 WIB tiba-tiba saja saya terdorong untuk membuka akun twitter suami, dan jreeennggg di dalam DM dari sebuah akun yang tempo hari mengadakan kuis tertulis 4x100 kode voucher belanja yang expired tanggal 15 Januari 2014 ya berarti terakhir malam itu juga!. Sebenarnya hadiah kuis itu juga masih menjadi tanda tanya, tanggal 30 Desember 2013 suami sudah menerima hadiah dari akun yang sama 1x100 ribu kirain ya cuma itu, ternyata beredar informasi lanjutan bahwa seharusnya hadiah voucher yang dibagikan sebesar 5x100 ribu tapi meski sudah meminta konfirmasi dari pihak terkait tak ada penjelasan apapun juga. Ya sudahlah kami pikir berarti memang rezeki yang menjadi hak kami seharga seratus ribu itu. Tak dinyana ternyata DM tentang tambahan voucher telah terkirim per tanggal 13 Januari karena expirednya tanggal 15 Januari, jika Allah tak menyuruh saya membuka DM di akun suami dapat dipastikan hadiah sebesar empat ratus ribu rupiah itu hangus bukan ?. 

Dan tepat menjelang detik-detik terakhir tutupnya minimart tempat membelanjakan voucher tersebut, suami dengan jurus kilat membelanjakannya berupa beras, sirup, keperluan rumah tangga (sabun, pasta gigi, obat nyamuk dll), keperluan anak-anak dan hanya merogoh kocek sebesar dua puluh ribu saja sebagai tambahannya. Eh padahal saat itu kasir toko sudah totalan, pegawainya sudah menyapu toko karena beberapa menit kemudian jam kerja mereka sudah berakhir (teriring doa semoga rezeki para karyawan minimart itu dimudahkan karena mereka juga telah memudahkan kami berbelanja menggunakan voucher hadiah di detik-detik terakhir)

Terkesiap saya mengalami peristiwa itu, teringat kembali janji Allah di QS Huud  ayat 6 bahwa Allah yang mengetahui dimana Ia menyimpan rezeki bagi makhlukNya dan semua telah tertulis nyata di dalam Lauhul Mahfuz.

Yap!, dua bulan terakhir ini jujur saya galau karena hampir semua kuis dan lomba yang saya ikuti berakhir dengan kegagalan, rasanya saya seperti telah melakukan berkarung-karung kesia-siaan padahal ikhtiar sih sudah poolll maksimal sesuai kemampuan. Sentilan Allah kali ini mengingatkan saya kembali, kewajiban umat ya berikhtiar tapi dimana dan kapan jawaban dari ikhtiar itu hanya Allah yang Maha Mengetahui. 
Rezeki "nomplok" kali ini bagi saya tak hanya perwujudan rahmat namun juga pengingat agar saya semakin bersemangat memperbaiki diri sebagai umat.
Share:

#1Hari1Ayat - Mengapa Harus Ada Kilat ?


Posting 15 – Serial Tadabur Alam – Tentang Halilintar ketakutan dan harapan
Saat event #1Hari1Ayat ini digelar, bersamaan dengan musim penghujan, tak jarang saya menulis ditemani halilintar menyambar-nyambar sehingga Rafi dan Radit bergegas kruntelan ( berdesakan) di dekat saya sambil melingkar.

“Kenapa sih Ma Allah menciptakan kilat, petir dan halilintar, bikin kaget saja”, begitu tanya si Rafi. Ah ya seringkali dalam kehidupan kita merutuk, bersungut-sungut mengapa Allah harus menyusahkan hidup dengan hal-hal yang kita anggap membuang waktu dan tak bermanfaat seperti mengapa harus sakit jika sehat itu membuat ibadah terasa nikmat, mengapa diciptakan babi kalau haram untuk dimakan, mengapa ada lalat, kecoa dan nyamuk kan hanya bikin susah saja tetapi kalau kita teliti dan mau meluangkan waktu di semua ciptaan dan mahklukNya itulah terdapat semua tanda-tanda kekuasaan Allah seperti yang telah Ia firmankan.

Sekali lagi saya merasa bersyukur selalu berusaha menyempatkan memahami tafsir setelah tilawah sehingga punya jawaban untuk pertanyaan Rafi kali ini. Saya sempat membaca Ar Raad dan di ayat 12 dan 13 dapat ditemui jawaban, mengapa sih harus ada kilat dan halilintar ?



Diciptakannya Guntur, petir, halilintar adalah agar tumbuh perasaaan antara takut dan penuh pengharapan. Pernah tidak kita menjalani hari-hari ketika menjelang ujian sekolah, menemani anggota keluarga yang sakit, terjebak kemacetan yang terlintas dalam benak kita tentu lah rasa cemas sekaligus berharap semua ini segera berlalu dengan kemudahan dan kebahagiaan, begitulah kira-kira persamaannya dengan terciptanya Guntur, petir dan halilintar. Ketika halilintar menggelegar, Guntur bergemuruh dan petir menyambar perasaan cemas, ketakutan sekaligus berharap perlindungan Allah akan muncul secara bersamaan. Dan akhirnya kita pun menyadari bahwa keberadaan Guntur yang sangat mengerikan adalah salah satu sarana agar kita tak lupa terhadap kebesaran Tuhan karena di ayat ketigabelas tersebut dijelaskan bahwa halilintar dan guruh tersebut sesungguhnya sedang bertasbih memuji nama Allah.


Allahu Akbar, betapa banyak ayat-ayat mu yang tersebar di alam raya namun kami hanya mengabaikannya begitu saja semoga kami mampu menjalani sisa hidup ini dengan lebih bermakna...aamiin allahumma aamiin...
Share:

#1Hari1Ayat - Allahumma sholi Ala Muhammad



Posting ke14 - Allahumma sholi Ala Muhammad (Serial Tadabur Alam)

14 Januari, saya merasa bete penuh sehari, slogan anti lelet yang dikoarkan operator modem andalan saya membuat saya hipertensi karena sehari penuh itu pula (dan nyambung hari ini yang memaksa saya menggunakan operator lain) tidak konek internet sama sekali.
Padahal inginnya konsisten menulis #1Hari1Ayat dan banyak kerjaan online lain terabaikan. Jadi ingin marah, sebellll tak keruan. 
14 Januari bertepatan dengan Maulid Nabi, Duh perasaan saya yang campur aduk beda sekali dengan Rasulullah yang halus dan lembut. Dicerca dan dihina, dilecehkan saat berdakwah pun beliau tetap bersabar. Kapan ya saya bisa naik kelas keimanan :(

Serial Tadabur Alam (versi saya ) kali ini ingin merenungkan kembali apa yang terjadi andai saya tak mengenal Islam (cukup berandai-andai sebagai sarana tadabur alam dan mawas diri, bukan berandai atau berangan tak pasti), mungkin saya tersesat teramat jauh dan tak mengenal Tuhan sedemikian baiknya. Saya sadar meski masih sering mengeluh namun dengan melaksanakan syariat Islam hati saya merasa penuh setidaknya saya tak merasa hampa atau sia-sia karena ada Dzat yang Maha Mengetahui apa yang akan dan telah terjadi. Allahumma sholi ala Muhammad, saya berharap bisa mengikuti sunnah insan mulia namun perilaku saya masihlah hina, tak ada seujung kuku saya menyamainya.

Lalu tiba-tiba saya kembali merasa bersyukur atas nikmatNya yang tak terukur. Jika Sang Maha Kuasa tak mengutus Nabi Muhammad menyampaikan ayat-ayat Al Quran mungkin saya tak mampu membedakan mana yang haq dan makruf mana yang mungkar, apa yang haram dan yang halal...Subhanallah inilah salah satu faedah #1Hari1Ayat.

Share:

#1Hari1Ayat - Renungan Hujan


Posting ke13 - Renungan Hujan

Hari ini semua media, seluruh warta berita di televisi mengabarkan ibukota yang kebanjiran. Banjir seolah menjadi rutinitas yang harus dialami warga ibukota dan wilayah sepanjang bantaran sungai besar di seluruh Indonesia setiap musim penghujan. Setiap kali banjir, kemacetan akibat hujan hampir semua orang merutuk hujan, berharap hujan segera berhenti padahal jika dipikirkan kembali jika tak ada hujan darimana manusia mendapatkan air tawar untuk kehidupannya ? bukankah semua air tanah berasal dari hujan, mungkin teknologi telah berhasil merubah air laut menjadi tawar namun andai seluruh lautan diubah menjadi tawar melalui proses panjang apakah jumlahnya cukup memadai dan bagaimana nasib biota laut yang harus hidup di air asin ?

“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat  hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum ayat:48) 

Betapa indah kalimat Allah tentang terbentuknya hujan, dan seharusnya seperti itulah rasa syukur atas hujan yang turun membasahi bumi .."tiba-tiba mereka menjadi gembira". namun yang terjadi kini setiap kali turun hujan maka mereka yang langganan kebanjiran merasa was-was, hujan bagai sebuah ancaman. Apakah benar hujan adalah bencana ?, sebenarnya tidaklah demikian, banjirlah yang disebut bencana sebab Allah telah berfirman bahwa hujan yang turun sesuai dengan takaran.

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf ayat 11)

Jadi jika bencana terus melanda negeri dan seluruh bumi, sebenarnya hal itu pun telah Allah peringatkan jauh-jauh hari akan kerusakan yang terjadi akibat perbuatan manusia sendiri agar kita kembali mengingat kebenaran yang hakiki bahwa ada kehidupan setelah mati...

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar " – QS. Ar Ruum : 41

Dulu, saat saya masih ngantor dan perjalanan pulang atau pergi dalam bus kota, kemudian hujan turun saya suka menorehkan jemari di permukaan jendela kaca yang mulai mengembun dan disadari atau tidak ternyata meski suka merenung di tengah hujan, saya turut menjadi salah seorang yang berdoa tidak kehujanan seturun dari bus kota, ah!.

Hmmm saat menuliskan ini hujan turun lagi, mentadaburi nikmat Illahi ditemani secangkir kopi sungguh nikmat sekali :)



Share:

#1Hari1Ayat - Manusia Diptakan Beragam



Posting ke12 -Tadabur Alam
Setelah bertadabur tentang proses terciptanya manusia di posting ke11, saya ingin melanjutkannya dengan mentadaburi betapa uniknya suku-suku bangsa yang ada di bumi ini. Bangsa Eropa dan Australia yang bermata biru, berambut pirang berkulit putih kemerahan khas bule, orang-orang Jepang, Korea, China yang nyaris mirip satu sama lain dengan kulit putih wajah sipit, bangsa rumpun Melayu yang tidak hanya perawakannya yang mirip namun juga bahasanya. Dan jika dipikir kembali ternyata anatomi tubuh yang khas tersebut ada kaitannya dengan iklim dimana bangsa tersebut berdiam.

Di usia sekolah saya hanya menghafalkan nama-nama suku bangsa yang berdiam di tiap-tiap benua. Beranjak dewasa saya belajar untuk mentadaburi ciptaan Allah tersebut. Bukankah jika Ia mau dan tak perlu repot tinggal menciptakan satu jenis manusia, satu umat saja tanpa ada bedanya di iklim yang sama pada setiap benua namun pasti kehidupan akan berjalan membosankan.


Membaca Al Maidah ayat 49 tersebut kita telah diingatkan bahwa keragaman manusia, diciptakannya makhluk secara berpasang-pasangan adalah salah satu sarana tadabur alam, untuk mendekatkan diri pada Allah serta merupakan ujian adakah perbedaan itu akan membuat manusia berlomba-lomba dalam kebajikan atau menjadikannya sumber pertikaian sehingga semakin jauh dari rahmat Tuhan.

Share:

#1Hari1Ayat - Proses Terciptanya Manusia



Posting 11 - Serial Tadabur Alam

10 Posting tentang Doa-doa dalam Al Quran alhamdulillah telah saya tunaikan, insha Allah untuk sepuluh atau lebih posting berikutnya saya ingin berbagi tentang ayat tadabur alam. Yang dimaksud alam adalah segala sesuatu yang tercipta, berjalan sesuai kehendak Yang Maha Kuasa termasuk semesta, makhluk hidup, kehidupan itu sendiri dan lainnya.

Ilmu biologi memberi kesempatan bagi kita untuk belajar tentang anatomi tubuh, bagaimana sebuah organ bekerja sekaligus membuat kita berpikir apa yang terjadi jika atas kehendak Allah organ itu tak lagi bekerja secara normal. Pernah tidak memikirkan seperti apa sih proses terciptanya manusia ? bagaimana bisa organ-organ yang rumit terbentuk begitu sempurna ?. Saya teringat kembali pertanyaan Rafi, anak sulung saya yang ketika itu masih berusia 7 tahun "Ma kalau manusia tercipta dari tanah mengapa harus menikah ?". Nah menjelaskan jawaban pertanyaan itu kepada anak usia tujuh tahun buat saya lebih sulit daripada menjawab pertanyaan "Menurutmu kita ini anak cucu adam atau keturunan kera seperti kata Charles Darwin" yang jawabnya tentu "kamu mau disebut : dasar Kera lo, Nyet Monyet atau hei anak Monyet ?".

Saat itu saya mencoba menjawab pertanyaan Rafi dengan jawaban singkat "gini lho Mas kita itu memang diciptakan dari tanah seperti saat Allah menciptakan Nabi Adam, terus tanah itu diubah sama Allah menjadi air yang ada di dalam tubuh manusia dan kelak bisa menjadi calon bayi kalau sudah menikah, kalau zat-zat di dalam tubuh manusia itu diperiksa di laboratorium terlihat kok bahwa unsur-unsurnya sama persis dengan unsur, zat yang ada di dalam tanah". Untung saja Rafi cukup puas dengan jawaban saya dan pelajaran biologi lanjutan belum perlu saya jelaskan :).
Lalu pertanyaan saya sendiri, ada nggak ayat yang menjelaskan tentang pertanyaan Rafi di dalam Al Quran ?. (Eh ternyata mengaji itu memang sebaiknya sekaligus membaca tafsir agar tidak terlalu kebingungan seperti pengalaman saya sendiri :) ).
Benar adanya bahwa Al Quran itu adalah furqan, petunjuk bagi orang beriman. Salah satu keajaibannya adalah menjelaskan proses terbentuknya manusia.


Allahu Akbar...Tadabur alam adalah salah satu bentuk dzikrullah, sarana mengingat Allah. Jika saja saya selalu meluangkan waktu memahami tanda-tanda kekuasaan Allah di alam raya ini mungkin saya tak mudah bersedih hati. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita kali ini dan esok hari...aamiin.

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.