catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Showing posts with label Sehat. Show all posts
Showing posts with label Sehat. Show all posts

Tips Hidup Sehat

   Haloo sobat, apa resolusi 2016 mu? Hidup sehat adalah salah satu resolusi saya. Bukan berarti selama ini saya serampangan dalam menjalani hidup. Lebih tepatnya kurang memperhatikan masalah kesehatan padahal usia saya sudah masuk di angka 40 di tahun 2016. Gegaranya pas tempo hari sempat periksa lab dan dideteksi kadar kolesterol jahat saya berada di atas ambang batas normal. Keluhan nyeri di persendian sangat mengganggu. Kira-kira apa penyebabnya? karena saya kurang makan buah dan terlalu sering ngemil mungkin ya.
     Makan tak enak tidur tak nyenyak, siapapun setuju jika sakit adalah pemutus nikmat. Kesehatan adalah nikmat dari Tuhan yang seringkali tak disadari. Pas jatuh sakit barulah terasa nikmatnya sehat. Kesehatan adalah anugerah, ia perlu dijaga dan diupayakan agar hidup menjadi lebih bermanfaat.
    Kesehatan bukan melulu masalah tubuh yang bugar namun kesehatan dalam kehidupan perlu dipandang sebagai kesatuan dari tubuh bugar, jiwa yang positif dan sehat dalam berinteraksi sosial. 
Pepatah latin berkata “Men Sana In Corpore Sano” yang bermakna : jiwa yang sehat di dalam tubuh yang sehat. Artinya dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat. Faktanya terjadi juga kondisi secara kebalikan yaitu bahwa jiwa yang sehat akan mendukung terwujudnya kebugaran tubuh. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa seseorang yang mudah stress akan mudah pula menderita sakit.
Kesehatan perlu diupayakan dengan memperhatikan faktor-faktor penting yang berpengaruh terhadap kebugaran yaitu: faktor gaya hidup, pola makan dan pola berpikir. Kiat-kiat hidup sehat selayaknya merupakan perpaduan dari ketiga hal utama tersebut.

Beberapa langkah yang seharusnya mulai saya terapkan untuk hidup sehat adalah :

a. Faktor Makanan
Pola makan dan menu makanan menentukan kesehatan tubuh. Langkah yang perlu diperhatikan agar faktor makanan mendukung kesehatan tubuh adalah:
1. Membiasakan makan secara teratur. Jam makan yang tidak teratur bisa berpengaruh terhadap kesehatan tubuh karena menyebabkan gangguan pencernaan. Tak hanya tentang jadwal namun porsi makan juga harus diperhatikan. Makan berlebihan bisa menyebabkan lambung dan organ pencernaan lebih mudah terserang gangguan. Jadi keingat dulu saya sempat menderita sakit maag tetapi seiring dengan teraturnya jadwal makan saya sekarang terbebas dari sakit maag (tapi kok malah jadi obesitas ya #Plaak)
2. Pilih bahan makanan sehat. Upayakan untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur segar, daging dan ikan yang "fresh from the oven" alias bukan hasil pengawetan. 
3. Perhatikan kebutuhan tubuh atas kadar karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat alami sesuai kebutuhan. Karbohidrat merupakan sumber energi, lemak membantu suplai energi, protein penting untuk pertumbuhan sel tubuh. Vitamin diperlukan untuk kebugaran tubuh. Namun perlu diingat bahwa kelebihan kalori dapat menimbulkan obesitas. Penderita Obesitas alias kelebihan berat badan rawan menderita penyakit terutama penyakit degeneratif. 

b. Faktor Gaya Hidup
Tidak hanya pola makan namun gaya hidup juga berpengaruh terhadap kesehatan. Agar tubuh bugar dan jiwa sehat maka beberapa langkah berikut ini perlu dilakukan:
1. Hindari penggunaan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan resiko penyakit bagi tubuh seperti rokok, narkoba, minuman beralkohol. Kurangi mengkonsumsi minuman bersoda dan makanan berbahan pengawet karena dapat berakibat buruk terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara terus menerus
2. Cukup beristirahat. Hindari begadang karena kondisi kurang tidur terutama di malam hari dapat menyebabkan gangguan metabolisme. Tubuh manusia membutuhkan istirahat yang cukup. Layaknya mesin yang butuh rehat begitupun halnya dengan tubuh manusia.

3. Rajin berolahraga. Olahraga membantu sirkulasi darah dan kerja otot secara maksimal. Rajin berolahraga dapat membakar kelebihan kalori dalam tubuh sehingga tidak mudah menderita obesitas.

c. Pola Berpikir
Jiwa yang sehat mendukung terbentuknya kondisi tubuh yang bugar. Seseorang yang mudah menderita stress menurut penelitian ilmiah akan lebih mudah menderita penyakit jasmani. Beragam penyakit bermula dari pola berpikir negatif, penuh kekhawatiran atau mudah cemas. Penyakit gangguan jantung, darah tinggi, gangguan lambung, tingginya kadar gula darah merupakan penyakit-penyakit yang diperparah oleh kondisi pikiran yang tidak sehat. Agar selalu berpola pikir sehat maka beberapa langkah berikut perlu diupayakan:
1. Rajin beribadah. Beribadah dengan tekun dan khusyu adalah salah satu cara menciptakan pikiran yang tenang dan damai. Seseorang yang rajin beribadah cenderung lebih santai menjalani hidup dan terhindar dari pikiran yang menyita waktu dan tenaga karena terdorong untuk pasrah terhadap takdir Tuhan setelah berikhtiar sekuat tenaga.

2. Berpikir positif. Waspada terhadap kejahatan bukan berarti harus selalu berpikiran negatif terhadap orang lain. Upayakan untuk selalu berpikir positif. Hindari menyimpan dendam kesumat karena memaafkan setiap kesalahan dapat menciptakan damai dan ketenangan di dalam hati dan pikiran.
3. Rajin “memberi makan” pada jiwa. Seperti tubuh yang memerlukan makanan sehat begitu pula halnya jiwa. Makanan sehat bagi jiwa selain tekun beribadah adalah rajin membaca buku-buku atau bacaan bermutu, ringan tangan membantu yang sedang kesusahan atau  aktif di kegiatan-kegiatan sosial yang membutuhkan kerja sama dengan banyak orang. Berbagi pendapat, berbagi keceriaan dan menyaksikan penderitaan orang lain seringkali membuka cakrawala pemikiran untuk selalu bersyukur dan berpikir positif.

       Saya sudah merasakan nggak enaknya sakit. Hmm hidup sehat adalah impian bagi setiap orang. Pengen bisa mewujudkan mimpi itu lewat langkah-langkah nyata. Harus membiasakan hidup sehat nih mulai dari sekarang, yuk mulai dari diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai.
Share:

Cara Bijak Mengatasi Demam Pada Anak

Tempra, Obat Demam Raditya   
       Demam anak, panas tinggi bisa terjadi-secara tiba-tiba. Itu sebabnya orang tua mesti siap sedia Obat agar si anak kembali sehat. Tempra adalah penurun demam yang sangat efektif. 
      Raditya, anak bungsu saya setiap kali menderita flu pasti diawali dengan demam dan panas. Hampir semua penyakit yang diakibatkan oleh virus dan bakteri menyebabkan demam. Apakah demam itu sebenarnya? Demam sebenarnya merupakan bentuk perlawanan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit yang terjadi secara alami. Ketika virus, kuman, bakteri mulai menyerang sistem imunitas mengenalinya sebagai zat asing (antigen) yang harus dilawan. Mekanisme tersebut menyebabkan suhu tubuh meningkat secara otomatis. Peningkatan suhu tersebut juga berfungsi sebagai peringatan untuk mewaspadai gejala penyakit selanjutnya. Singkatnya demam terjadi karena adanya infeksi dalam tubuh dan sistem pertahanan tubuh sedang bertarung melawan penyebab penyakit.
      Apa yang dilakukan jika anak demam? Apakah sesegera mungkin memberikan obat penurun panas? Para dokter menyarankan agar tidak terburu-buru memberikan obat penurun panas sebab suhu tubuh meningkat berarti memberi kesempatan membunuh kuman secara alami. Obat penurun panas baru disarankan diberikan jika panas tubuh meningkat satu derajat dari kondisi normal jika diukur oleh thermometer. Oleh sebab itu mengukur panas tubuh secara akurat harus menggunakan thermometer bukan dengan menempelkan telapak tangan di dahi atau bagian tubuh lain.
Obat penurun demam apa yang aman bagi anak? Kalau saya memilih Tempra , sejak Rafif si sulung masih balita. Kini Raditya menggunakan obat yang sama. 


Mengapa saya memilih Tempra ? Ini dia alasan saya :
a.   Tidak mengandung alkohol. Sebagian besar obat menggunakan alkohol sebagai bahan pelarut. Sebagai seorang muslim sebisa mungkin saya menghindari obat yang mengandung alkohol. Saya merasa tenang mengetahui Tempra tidak mengandung alkohol

b.   Kandungan zat dalam obat. Kita sepakat bukan bahwa jika dalam tidak mematuhi aturan dosis atau penambahan zat-zat tertentu yang tidak diperlukan dalam obat bisa menjadi racun? Salah satu cara menghindari resiko adalah membaca label pada kemasannya. Saya memilih Tempra sebab di dalam larutannya hanya mengandung paracetamol yaitu zat penurun panas. Setiap 5 mL Tempra sirup mengandung 160 mg Paracetamol.
c.   Kemasan aman dan praktis. Tempra dikemas dalam kemasan botol plastik dengan tutup botol sistem “push down” atau tekan sambil diputar yang aman sehingga tidak mudah tumpah atau pecah
d.   Tersedia dalam rasa buah. Kenapa sih anak-anak susah minum obat pasti karena rasanya yang pahit. Tempra aman dikonsumsi anak-anak karena tersedia dalam rasa buah. Ada tiga varian tempra yaitu Tempra Drops rasa anggur untuk bayi berusia di bawah satu tahun, Tempra sirup dalam rasa anggur untuk anak usia 1-5 tahun dan Tempra Forte untuk anak usia 5-12 tahun dalam rasa jeruk.
e.  Manjur. BT atau was-was ngga sih kalau sudah memberikan obat penurun panas tapi kondisi anak tak kunjung membaik? Alhamdulillah Rafi dan Radit selama ini cocok dengan Tempra. Baik Radit maupun Rafi setiap kali demam tidurnya ngga nyenyak, sering mengigau. Kalau panasnya sudah tinggi sekitar 38,5o – 390 Celcius langsung saya berikan Tempra sesuai dosis yang tertera pada kemasan, Alhamdulillah panasnya turun nggak sampai dua hari. senang melihatnya kembali ceria.


Oh ya selain memberikan obat saya juga mengupayakan menurunkan panas anak dengan cara alami yaitu :
a. Menggosokkan bawang merah di punggung sebab bawang merah mengandung  minyak atsiri serta sikloaliin metilaliin dan floroglusin yang membantu menstabilkan suhu tubuh.
b. Mengompres menggunakan air bersuhu ruang. Saya menghindari mengompres dengan air dingin atau es bahkan alkohol sebab cara demikian bisa menyebabkan kejang. Perubahan suhu drastis sangat berbahaya bagi kondisi tubuh.
c.  Memberikan banyak minum. Kalau panas tinggi anak lebih banyak mengeluarkan keringat. Agar tidak dehidrasi saya biasa memberikan minum air putih lebih banyak untuk anak-anak menggunakan sedotan agar lebih mudah sebab biasanya bibir mereka turut pecah-pecah akibat demam.


Sehat itu mahal ya ayah dan bunda. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Usahakan agar anak-anak tidak mudah sakit dengan memperhatikan asupan makanan serta memberikan kesempatan mereka cukup beristirahat. Tak lupa sedia payung sebelum hujan, sediakan obat-obatan yang tepat untuk membantu memulihkan kesehatan.
Share:

Hidup Sehat dan Bermartabat


“Haaah ?, biaya operasi pengambilan pen sekitar 8 juta?” , gundah hati saya saat mendengar penuturan pihak rumah sakit swasta hampir sepuluh tahun lalu perihal rencana pengambilan pen (platina) yang menempel di rahang suami. Tiga tahun sebelum kami menikah, suami mengalami kecelakaan hebat yang membuat rahangnya bergeser dari tempatnya dan untuk mengembalikan kepada kedudukannya seperti semula harus mengenakan pen sebagai penyangga. Saat itu biaya operasi ditanggung bersama oleh kakak-kakaknya, karena ia masih duduk di semester akhir perguruan tinggi negeri dan belum bekerja. Malu rasanya jika untuk biaya operasi pengambilan pen harus meminta bantuan mereka lagi, apalagi meski sama-sama pegawai rendahan kami berdua sudah mampu mencari nafkah sendiri.
Uang 8 juta rupiah di awal 2000-an adalah jumlah yang sangat besar, apalagi bagi pasangan muda seperti kami mengingat sebelumnya kami telah menguras tabungan untuk biaya menikah serta mengontrak rumah dari kantong sendiri. Jujur saja kami tak punya simpanan sebesar itu padahal jika tak segera diambil kembali, dikhawatirkan pen tersebut akan berefek negatif terhadap kesehatan sang suami. Tetapi selalu ada kemudahan setelah kesulitan. Saya sangat bersyukur bekerja di sebuah perusahaan swasta yang memperhatikan kesejahteraan dan karyawannya, meski gaji yang saya terima tidak istimewa namun masalah kesehatan karyawan dan keluarga dijamin oleh sebuah perusahaan asuransi tertentu dengan premi yang dibayarkan perusahaan tempat saya bekerja. Meski segala tetek bengek harus saya urus sendiri, mondar-mandir ke wartel terdekat untuk menghubungi pihak asuransi (karena kami belum punya handphone) akhirnya surat jaminan pembayaran dari pihak asuransi kepada rumah sakit tempat akan berlangsungnya operasi tersebut menyelesaikan masalah pembiayaan. Praktis selama operasi pengangkatan pen tersebut saya hanya mengeluarkan biaya komunikasi, makan dan administrasi sebesar empat puluh ribu rupiah.

Belajar dari pengalaman tersebut kami menyadari betul betapa pentingnya arti perlindungan kesehatan keluarga oleh pihak asuransi kesehatan. Kesehatan adalah harta paling berharga dalam kehidupan kita, nikmat Tuhan yang tiada terkira besarnya. Men sana in corpora sano, di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Kita bisa beraktivitas, mengais rezeki, menikmati masa-masa indah bersama keluarga, belajar, berkarya secara optimal jika tubuh dan jiwa dalam keadaan sehat bahkan tidur nyenyak, makan enak hanya akan terasa jika kita berada dalam keadaan sehat walafiat. Ketika sakit, berapapun harta yang kita miliki seolah tak ada nikmatnya lagi. Apalagi biaya perawatan kesehatan saat ini membubung tinggi, sekali menderita sakit yang membutuhkan penanganan intensif dan perlakuan khusus, tanpa premi asuransi kesehatan, simpanan uang kita untuk pendidikan anak, hari tua atau mungkin cita-cita naik haji bisa terkuras habis.
Di bawah ini adalah tabel biaya rawat inap dari sebuah rumah sakit swasta di Surabaya pada tahun 2013. 
Kelas perawatan paling murah, kelas tiga dengan banyak pasien dalam satu ruangan besar, mematok harga seratus tiga puluh lima ribu rupiah perharinya tetapi tentu saja tingkat kenyamanan bagi sang pasien maupun keluarga (penjaga) sangatlah kurang. Agar pasien beristirahat dengan tenang, penjaga dan keluarga yang berkunjung merasa nyaman, kita harus merogoh kocek minimal tujuh ratus ribu rupiah perharinya. Itu hanya untuk biaya kamar rawat inap, belum biaya obat-obatan dan bahan medis, biaya kunjungan dokter (visite), biaya administrasi, biaya peralatan khusus (tabung oksigen, CT Ray, X Ray, USG dan sebagainya). Untuk keadaan emergency dan memerlukan perawatan di ICU tentu ditetapkan tarif berbeda pula
Andai kita punya simpanan uang ratusan juta, miliaran dalam tabungan, mungkin tak ada artinya jika terpaksa menguras uang jutaan hingga puluhan juta  ketika harus dirawat inap karena suatu sebab. Namun apa yang terjadi jika kita tak punya cukup uang demi meraih kembali kesehatan? pasti susah berkepanjangan, banyak kisah di sekitar kita demi membayar biaya rumah sakit harus rela menjual tanah, sawah, menghabiskan banyak harta benda. Kita tentu tak ingin jatuh bangkrut dengan terpaksa, itulah sebabnya diperlukan perlindungan kesehatan keluarga melalui asuransi kesehatan.
Salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia adalah Sun Life Financial Indonesia atau yang biasa dikenal dengan SLF Indonesia. PT Sun Life Financial Indonesia adalah anak perusahaan Sun Life Financial Inc., yang berdiri  di Indonesia sejak tahun 1995. Sejak berdiri, SLF Indonesia selalu berhasil mencapai tingkat Risk Based Capital (RBC) di atas ketentuan minimum pemerintah dari tahun ke tahun. Produk asuransi SLF Indonesia meliputi berbagai produk proteksi dan manajemen kekayaan, mulai dari asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan dan perencanaan hari tua.

Produk asuransi kesehatan yang menjadi andalan SLF Indonesia adalah Sun Medical Executive (Sun MED), yang menjawab kebutuhan nasabah untuk melindungi dirinya dari biaya rumah sakit yang tidak terduga. Penyakit kritis yang tidak terduga disertai dengan meningkatnya biaya rumah sakit merupakan hal utama yang dipikirkan nasabah. Dengan tarif premi yang kompetitif, Sun MED menyediakan solusi perlindungan pintar yang lengkap untuk semua kalangan nasabah dengan usia pertanggungan mulai dari 15 hari sampai dengan 88 tahun. Biaya operasi dan perawatan setelah rawat inap akan dibayar berdasarkan tagihan yang disesuaikan dengan batas tahunan.
"Aah buang-buang uang saja dengan membayar premi untuk asuransi kesehatan, kalau kita perlu perawatan ekstra di rumah sakit sih untung, nah kalau cuma butuh ratusan ribu kan uangnya melayang" begitulah anggapan sebagian orang yang enggan menjadi nasabah asuransi kesehatan, SLF Indonesia menjawabnya dengan program manfaat pengembalian premi dari Sun MED.  Melalui manfaat ini, Tertanggung akan memperoleh pengembalian premi sebesar 50% jika Tertanggung masih hidup hingga masa kontrak berakhir meskipun Tertanggung sudah pernah melakukan klaim sebelumnya. Masa kontrak Sun MED adalah 8 tahun, dengan besar premi sebesar Rp1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu Rupiah) hingga Rp 5.400.000,- (lima juta empat ratus ribu Rupiah) per tahun.
Selain memberikan perlindungan asuransi kesehatan bagi Tertanggung, Sun Medicash juga dapat digunakan sebagai perlindungan keluarga inti, melalui pembelian polis baru. Berbagai manfaat asuransi SUN MED antara lain:
1. Manfaat Santunan Dana Tunai: manfaat ini diperoleh saat Tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit, baik disebabkan oleh penyakit, maupun kecelakaan. Manfaat ini dibagi berdasarkan 3 jenis plan atau program yang ditawarkan oleh Sun Medicash, yaitu Silver (Rp250.000,- per hari, Gold (Rp500.000,- per hari) dan Platinum (Rp1.000.000,- per hari).
2. Manfaat Perawatan Intensif (Intensive Care Unit - ICU), besarnya dua kali Manfaat Santunan Dana Tunai.
3. Manfaat Kematian, yang besarnya 10 kali Manfaat Santunan Dana Tunai.
Selain manfaat pengembalian premi sebesar 50% di akhir kontrak, Sun Med memiliki kelebihan lain yaitu tetap membayarkan klaim meski Tertanggung memiliki asuransi sejenis


Untuk nilai pertanggungan lebih besar SLF Indonesia memperkenalkan program Hospital Income & Surgical Rider (HISR) yaitu sebuah program perlindungan kesehatan dari PT Sun Life Financial Indonesia yang memberikan berbagai manfaat pada saat kita atau anggota keluarga harus dirawat di Rumah Sakit.
Keunggulan HISR adalah sebagai berikut :
a. Fleksibel. Keleluasaan dalam menentukan besar Santunan Rawat Inap Harian sesuai dengan perkiraan biaya Rumah Sakit yang dipilih (tersedia 4 program pilihan dalam mata uang Rupiah dan 3 program untuk mata uang US$).
b. Bebas memilih Rumah Sakit yang diinginkan.
c. Program Family Plan. Dapat mengikutsertakan keluarga pada program HISR.
HISR mengcover klaim biaya-biaya yang meliputi :
1. Santunan harian Rawat Inap.
2. Santunan harian Rawat Inap di Intensive Care Unit (ICU).
3. Pembedahan, disesuaikan dengan jenis pembedahan yang dilakukan.
4. Hal lain-lain, yang timbul selama perawatan di Rumah Sakit seperti biaya administrasi, kunjungan dokter, pembelian obat, dan sebagainya


Menjaga kesehatan tentu lebih baik daripada mengobati, namun tindakan proteksi lebih bijak dibandingkan harus kehilangan tabungan hari tua kala suatu ketika membutuhkan biaya ekstra demi memulihkan kesehatan sehingga menyesal di kemudian hari. 
Hidup sehat dan bermartabat adalah cita-cita kita semua, so let's begin “Life's brighter under the sun”




Daftar Pustaka :
1. www.sunlife.co.id
2. http://www.adihusada.com/

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.