catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Mengajar Mengaji Demi Mengejar Rahmat Illahi

Jika ada yang bertanya, siapa sosok yang sangat berkesan dalam hati, saya tak ragu menceritakan sosok wanita ini. Kami mengenal beliau dengan sebutan Bu Choiri. Choiri adalah nama sang suami. Nama beliau sendiri Harnanik, panggilan keluarga dekatnya Nanik tetapi saat menjadi santriwati di pondok pesantren saat remaja, beliau dipanggil dengan sebutan Ririn.
Beliau adalah tamatan pondok pesantren setingkat SMA di pedalaman Kota Malang. Dalam suatu kesempatan beliau dengan lugas bercerita bahwa beliau tak sempat melanjutkan menuntut ilmu hingga perguruan tinggi sebab orang tua beliau memanggil untuk pulang kembali sebab harus berbagi biaya sekolah dengan adik-adiknya. Sebagai sulung yang berbakti dengan orang tua, beliau menurut tanpa keberatan. Dan kemudian menghabiskan waktu dengan belajar dari satu pengajian ke pengajian. Dari kelas tahsin ke kelas tahsin dalam berbagai metode mengaji, mulai dari ummi, qiro'ati, tilawati hingga wafa.

Menemani Jalan Hijrah Yang Tak Mudah
Masih teringat saat pertama berkenalan dengan Bu Choiri alias Mbak Nanik di masjid. Saat itu saya baru berhenti bekerja dan berupaya untuk berhijrah. Saya, sudah berusia hampir 40 tahun belum bisa mengaji dan sholat sering terlambat dari waktunya. Demi dunia yang tak pernah terasa cukupnya, saya merasa lalai menekuni ajaran agama. Hijrah untuk menjadi lebih baik bukan hal mudah. Kami dikepung kesulitan keuangan di masa awal saya mulai berhenti bekerja. Suami terPHK, kondisi keuangan keluarga makin goyah. Tetapi saya mencoba bertahan untuk lebih dekat kepada Tuhan. 

Qodarullah, Sang Kuasa menuntun saya agar mendatangi rumahNya. Bukan...bukan baitullah di tanah suci. Tetapi masjid di perumahan yang berjarak hanya beberapa langkah kaki tetapi nyaris tak pernah kami kunjungi. Beruntung, di sana awal mula bertemu dan membawa saya lebih mengenal Allah ...dan Bu Choiri. Padahal rumah beliau berada di gang belakang rumah kami. Ketika masih bekerja, berangkat pagi pulang malam nyaris saya tak mengenal para tetangga. 


Dari beliaulah saya banyak belajar, bagaimana lebih tekun dalam beribadah, bagaimana berbuat baik kepada para tetangga. Tentang kesederhanaan, tentang kesungguhan, tentang keikhlasan. Setiap kali ada acara keagamaan di masjid, beliau pasti suka rela menjadi seksi sibuknya. Mondar-mandir mengurus konsumsi, bisa jadi terkadang mengeluarkan dana dari kantong sendiri manakala anggaran terbatas sekali. Beliau adalah pionir pengajian yasin tahlil Baiti Jannati setiap Kamis dua pekan sekali. Sesekali berdakwah melalui grup qasidah dan menggemakan sholawat nabi. Jika ada tetangga yang kesusahan, entah sakit atau musibah kematian, bisa dipastikan beliau yang paling awal untuk membantu meringankan beban. Jika melihat saya mengalami ujian kehidupan, beliau tak terhitung beberapa kali membantu dan dengan sabar menghibur melalui kalimat motivasi "sakniki poso bu, mangke dhateng akhirat saged riyoyo" (di dunia sama halnya berpuasa bu - karena banyaknya ujian hidup - nanti di akhirat saatnya berhari raya mereguk nikmat)

Bu Choiri pula yang mengajak saya untuk belajar mengaji di masjid setiap sore, sepekan tiga kali. Dia mengupayakan agar di masjid dibuka kelas mengaji untuk ibu-ibu dengan mentor guru mengaji bersertifikat dan telah teruji. Padahal beliau sendiri sudah mengantongi sertifikasi guru mengaji, layak mengajar membaca Al Qur'an tetapi tak pernah lelah untuk giat belajar menyempurnakan bacaan. Tiga tahun saya belajar mengaji atas ajakan beliau, alhamdulillah bacaan sudah semakin baik dan tidak kacau. Malu rasanya mengenang masa lampau.
Bu Choiri, mukena putih biru sang guru mengaji
Lebih jauh dekat mengenal Bu Choiri dan kesehariannya, saya jadi tahu beliau juga mengajar mengaji di rumahnya. Mengajar dengan ikhlas, tanpa mengenakan tarif dan biaya. Bahkan seringkali menyediakan camilan dan minuman untuk anak-anak atau ibu-ibu setengah baya yang menjadi muridnya "Ben lare-lare nyaman, rajin ngajine" (artinya: agar anak-anak merasa nyaman dan kian rajin belajarnya) begitu alasan beliau jika ditanya. Bisa dibayangkan betapa sibuknya. Pagi setelah dhuha hingga menjelang dhuhur mengajar mengaji ibu-ibu yang belum mengenal huruf hijaiyah sama sekali. Sore dan ba'da Maghrib mengajar anak-anak usia 7-13 tahun. Semua dilakukan sendiri tanpa asisten yang menemani.

Mengajar Mengai Demi Rahmat Illahi
Pernah suatu ketika, saya merasa sungkan menitipkan anak bungsu saya untuk belajar mengaji kepadanya tanpa biaya, malah makan dan minum sepuasnya. Saya pun berinisiatif membawakan sembako sebagai sekadar rasa terimakasih. Beliau malah menegur dengan lembut tetapi pancaran matanya merasa keberatan. "Bu, sampun ngoten. Kula niki mados sangu kangge akhirat, kula mboten gadhah punopo-punopo kecuali ilmu. Panyuwun kula dhateng Gusti Pangeran, mugi wakaf, sedekah ilmu kula niki saged pikantuk rahmat kaliyan syafaat mbenjing dhateng akhirat" (Bu, tidak usah repot-repot bawa sesuatu, Saya ini mengumpulkan bekal untuk akhirat. Saya tidak memiliki apa-apa kecuali ilmu. Doa dan harapan saya kepada Allah semoga apa yang saya lakukan -mengajar mengaji-bisa mendatangkan rahmat dengan kelak mampu memberikan syafaat di akhirat.
Saya terharu, dan sedikit menyesal dengan kenekadan saya membawakan beliau bingkisan. Khawatir beliau marah karena kurang berkenan. Saya pun berkali-kali meminta maaf dan membawa kembali bingkisan tersebut. Beliau dengan senyum terkembang memaafkan dan tidak ada yang berubah sejak kejadian itu. Putra bungsu saya tetap belajar mengaji setiap hari. Hasilnya sangat membanggakan, di usia sebelum 10 tahun bacaan Al Quran si bungsu bagus sekali, sempurna tajwid dan tartilnya. Berbeda dengan saya yang baru menekuni Al Quran ketika beranjak tua.
Ketika saya mencurahkan keinginan untuk mengirim si bungsu ke pondok tahfidz Al Qur'an kelak setelah lulus sekolah MI, beliau dengan suka rela menawarkan melatih hafalan juz 30 di sore hari setiap akhir pekan, padahal Sabtu dan Ahad adalah saat suami beliau yang bekerja di luar kota datang berkunjung setiap pekan sekali. Saya khawatir kelas tambahan itu akan mengganggu. Tetapi beliau meyakinkan bahwa yang dilakukannya, mengajar mengaji adalah dorongan dari suaminya. Ketika saya berupaya mengorek dari si bungsu, bagaimana reaksi suami beliau saat melihat kelas mengaji tambahan untuk hafalan Al Quran yang khusus untuk putra saya seorang, jawabnya "Pak Choiri ikut murojaah Ma, dan memberikan tips menghafal Al Qur'an agar tidak ganti-ganti kitab katanya biar nggak bingung dan lupa tulisan atau bacaan" MasyaAllah...tabarakallah...suami istri ini benar-benar contoh teladan yang baik di tengah masyarakat. Saat sebagian orang terlena dengan duniawi, mereka berdua berorientasi surgawi. 

Benar adanya jika ilmu tak hanya direguk melalui duduk dalam sebuah majelis. Sebab saya mendapatkan berbagai ilmu, pengetahuan, kebajikan dari Bu Choiri dengan cara yang manis. Secara tidak langsung, beliau mengajarkan pentingnya beramal shalih, amal jariyah yang mengalirkan pahala tiada henti di akhirat nanti. Layaknya pahala yang dialirkan amalan wakaf untuk umat melalui cara yang tepat.

Mengenal Wakaf Lebih Dekat
Dunia ini sementara. Akhirat kekal adanya. Membandingkan dunia dan akhirat akan selalu teringat pesan Rasulullah: 
Hiduplah kalian di dunia seakan-akan seperti orang asing, atau seperti seorang pengembara.Jika engkau berada di petang hari, janganlah tunggu sampai datang pagi. Jika engkau berada di pagi hari, janganlah tunggu sampai datang petang. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkanlah pula waktu hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari, no. 6416)


Maka, sudah selayaknya kita berbekal berbagai amalan yang sekiranya bisa membantu meringankan siksa, memperberat timbangan amal kebaikan di akhirat nanti. Timbangan amal kebaikan tidak hanya dari ibadah yang didirikan dalam konteks interaksi langsung dengan Allah seperti sholat, puasa dan tilawah tetapi juga interaksi dengan sesama manusia melalui zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf. Zakat adalah nominal yang wajib dikeluarkan dari sebagian harta, infaq adalah sedekah berupa harta benda yang tidak wajib tetapi disarankan, shodaqoh adalah segala bentuk kebaikan yang ditujukan untuk membantu sesama. 
Wakaf adalah menyalurkan harta benda untuk kemaslahatan, kepentingan umat dan masyarakat sehingga pahala jariyah akan selalu mengalir kepada si pemilik harta yang diwakafkan meski telah meninggal dunia asal peninggalan tersebut masih bermanfaat.
Wakaf memiliki syarat dan karakteristik sebagai berikut:
1. Bernilai guna saat orang yang mewakafkan meninggal dunia
2. Bermanfaat untuk jangka panjang
3. Bersifat sukarela
4. Dimanfaatkan sesuai nilai dan prinsip syariah dan nilai ekonominya tidak berkurang bahkan berkembang.

Wakaf Melalui Unit Link Allisya Protection Plus 
Bicara tentang wakaf, saya teringat produk Asuransi Wakaf Allianz Indonesia. Selama ini saya berpikir wakaf harus memiliki harta yang berlebih untuk diwariskan.Rumah yang diwakafkan untuk menjadi panti asuhan, tanah untuk dibangun masjid, pondok pesantren atau sekolah agama atau instalasi pengairan seperti sumur milik Utsman Bin Affan yang tetap berfungsi hingga saat ini. Ternyata saya salah, sebab wakaf bisa dibayarkan atau dikumpulkan secara berkala melalui kontribusi asuransi. Produk asuransi Jiwa Unit Link Allisya Protection Plus contohnya. Produk ini merupakan gabungan produk asuransi jiwa dan amalan wakaf. Sehingga saat peserta asuransi meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima klaim asuransi sesuai perjanjian pada polis, serta pihak Allianz akan mengeluarkan dana wakaf kepada penerima manfaat sesuai nominal yang disepakati dalam polis dan telah ditandatangani penerima manfaat yang ditunjuk. Fitur wakaf dalam AlliSya Protection Plus ini insyaAllah berkah sebab pahalanya akan selalu mengalir, ringan karena bisa diupayakan secara berkala, amanah sebab dana wakaf diserahkan pada pengelola wakaf terpercaya dan sumbang sihnya jelas bagi masyarakat.

Produk asuransi Jiwa Unit Link Allisya Protection Plus menyadarkan kembali bahwa sejatinya manusia adalah pengelana yang butuh bekal di dunia untuk kelak mendapat kemuliaan ketika menghadap Illahi. Mbak Nanik, Bu Choiri telah mengajarkan satu hal penting: sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Kapan bekal kita cukup? manusia tak akan pernah mampu menjawabnya, maka sudah sepatutnya menabung dana wakaf selagi bisa. Dan kelak ketika kita meninggal dunia, dana tersebut tersalurkan sesuai prinsip syariah oleh pihak terpercaya.

Share:

Lima Alasan Memilih Apartemen Sebagai Hunian


Manusia hidup membutuhkan interaksi dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara garis besar kebutuhan manusia dibagi menjadi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan dan edukasi. Kebutuhan sekunder berupa alat komunikasi dan transportasi dan kebutuhan tersier yang biasanya dikategorikan sebagai rekreasi.

Papan atau hunian adalah kebutuhan pokok yang tidak dapat diabaikan. Setelah beraktivitas seharian, manusia butuh tempat untuk berteduh. Tempat yang nyaman, aman dan menenangkan. Tempat yang mampu memberikan rasa rindu untuk berteduh di dalamnya, menikmati suasana kekeluargaan bagi yang telah berkeluarga atau suasana tenang untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh dari penat bagi yang menikmati kesendirian. Apartemen sebagai hunian kini menjadi pilihan masyarakat kota besar.
Nice view  copy right http://www.sewa-apartemen.net/
Apartemen Jakarta Selatan misalnya. Adalah pilihan utama bagi para pekerja yang mengais rezeki, mencari nafkah di seputaran Jakarta bagian selatan.
Berikut ini adalah alasan mengapa apartemen dipilih sebagai hunian altenatif di kota-kota besar menggantikan rumah tapak:

1. Harga terjangkau.
Memiliki rumah bisa diajukan dengan cara KPR. Namun prosedur membeli rumah melalui proses kredit biasanya sedikit ribet dan butuh waktu lama. Selain itu harga rumah tapak setiap tahun terutama di kota-kota besar semakin meningkat tajam. Sementara gaji tidak mengalami kenaikan signifikan, cita-cita memiliki hunian bisa tinggal impian. Maka memiliki apartemen adalah solusi terbaik yang bisa diupayakan demi mendapatkan hunian yang nyaman.

2.               2. Bisa dihuni dengan system sewa yang fleksibel
Tidak punya cukup uang untuk membeli apartemen, tidak masalah. Kini apartemen bisa dihuni dengan system sewa yang fleksibel. Tinggal meneliti iklan-iklan yang memasang informasi mengenai persewaan apartemen, mengukur kemampuan penghasilan, melakukan survey ke lokasi dan mempertimbangkan jarak hunian ke tempat kerja atau sekolah adalah hal yang harus dilakukan sebelum memutuskan menyewa sebuah unit apartemen.

3. Faktor kenyamanan dan efisiensi
Tinggal dan bekerja di kota besar butuh mobilitas tinggi dan mental yang siap menghadapi berbagai tantangan. Apalagi di kota metropolitan yang selalu berkutat dengan kemacetan. Bisa dibayangkan jika bekerja di area Jakarta Pusat yang terkenal dengan kemacetan panjang, sementara gaji dan tabungan hanya cukup untuk membeli rumah di pinggiran Jakarta yang jauh dan harus ditempuh dalam waktu cukup lama. Maka memilih tinggal di apartemen Jakarta Pusat adalah pilihan yang bijak demi alasan efisiensi. Lokasi apartemen yang strategis mampu memangkas waktu tempuh dari hunian ke tempat kerja sehingga pikiran yang suntuk karena pekerjaan dan tubuh yang lelah karena seharian beraktivitas bisa segera diistirahatkan.

4. Faktor kelengkapan
Kini pengembang hunian berupa rumah bertingkat, rumah susun dan apartemen berlomba memberikan fasilitas plus berupa fasilitas umum yang melengkapi persyaratan bagi hunian yang nyaman. Tak jarang di sebuah mega kompleks apartemen telah dilengkapi jogging track, ATM centre, kafe dan pujasera, fitness centre, restoran, swalayan dan bioskop. Tak perlu keuar komplek apartemen untuk mendapatkan hiburan atau melepas kejenuhan dengan berolahraga.
Cozy, copyright http://www.sewa-apartemen.net/

5. Faktor keamanan
Layanan keamanan yang dijanjikan pengembang apartemen juga menjadi salah satu alasan hunian ini menjadi alternatif bagi masyarakat kota metropolitan. Apartemen kini dilengkapi dengan CCTV dan fitur keamanan yang canggih.

Tak dapat dipungkiri, hunian, kini tidak hanya berupa rumah tapak. Harga rumah tapak yang terus meningkat menjadi salah satu alasan untuk mencari alternatif hunian lain. Apartemen sebagai hunian di kota-kota besar telah diakui menjadi pilihan terbaik di zaman sekarang. 
Share:

Tips Menekuni Bisnis Suvenir

Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini saya ingin mencatat tips penting ketika hendak merintis atau sedang menekuni bisnis aksesori. Tips ini saya peroleh dari hasil membaca, mengamati pelaku bisnis dan mengambil kesimpulan dari berbagai kasus.
Sepintas, omzet bisnis suvenir dan aksesori kecil, jangan-jangan keuntungannya pun mini. Padahal jika ditekuni sungguh-sungguh, bisnis suvenir bisa mendatangkan keuntungan cukup besar. Kendala memulai  ragu memulai berbisnis aksesori sebab tidak tahu bagaimana merintis bisnis ini. Di mana bisa membeli produk dengan harga grosir, bagaimana cara mendapatkan pembeli, apakah perlu pasang iklan dan berbagai keraguan lainnya. 

Untuk menjawab keraguan, termasuk keraguan yang menyerang saya pribadi, maka tulisan ini saya share sebagai artikel. Menyusun strategi dan menyiapkan langkah-langkah awal adalah hal penting ketika hendak merintis bisnis. Kita bisa belajar dari pengamatan, kelas bisnis, seminar atau penuturan pelaku bisnis yang telah sukses.  

Berikut ini tips menekuni bisnis suvenir dan aksesoris:

1. Peka terhadap peluang bisnis
Lokasi menentukan prestasi, semboyan ini tidak hanya berlaku bagi para siswa sekolah ketika memilih tempat duduk. Namun juga terbukti ketika memilih lokasi bisnis, Jika memiliki rumah berada di dekat obyek wisata atau di lokasi strategis, dekat kampus, sekolah serta padat penduduk, maka hal ini adalah modal utama yang sangat berharga. Tak perlu sewa toko atau lahan khusus sudah bisa membuka toko suvenir di rumah sendiri.

2. Mengikuti berita dan mode yang sedang trend
Tidak hanya baju yang mengikuti trend mode, pernik-pernik aksesori juga demikian. Misalnya Syal motif bendera palestina yang sedang menjadi trend pelengkap fashion, cardigan ala artis Korea bahkan suvenir semacam gantungan kunci dan alat tulis pun mengacu pada selebritis atau film yang sedang menjadi trend.

3. Memperluas jaringan relasi dan koneksi
Pemasaran adalah kunci sukses wirausaha. Salah satu suksesnya pemasaran adalah jaringan relasi dan koneksi yang luar biasa. Tidak mengherankan jika bisnis semacam MLM menekankan pada "bagaimana memperluas koneksi" Maka jika memiliki niat atau sedang merintis bisnis aksesori jangan lupa memperluas jaringan pemasaran. Manfaatkan even khusus seperti expo yang diadakan pemerintah untuk suatu acara seni dan budaya, perbanyak relasi EO atau wedding organizer yang seringkali butuh informasi tentang supplier suvenir untuk resepsi pernikahan atau wisuda, relasi dari biro umroh dan haji bahkan toko suvenir umroh pasti juga butuh supplier untuk suvenir haji dan umroh. 

4. Memanfaatkan e-commerce
Transaksi jual beli kini tak selalu mempertemukan penjual dan pembeli face to face sebab penjualan bisa dilakukan secara online. Kehadiran marketplace alias e-commerce sangat membantu pengusaha kecil-kecilan yang tidak punya cukup modal untuk membuka kios dan counter. Tinggal buka lapak di e-commerce, konsumen pun berdatangan dari segala penjuru nusantara. Jadi ingat ada teman FBku yang punya banyak lapak jual buku dan suvenir di beberapa e-commerce, keren ya

5. Tidak pelit bonus
Siapa sih yang menolak bonus. Konsumen pasti tertarik dengan bonus berupa gratis produk tertentu untuk syarat dan ketentuan yang berlaku, potongan dan diskon harga. Jika transaksi dilakukan secara online, subsidi ongkos kirim juga menggiurkan bagi calon konsumen

6. Memperlakukan konsumen sebagai raja
Ngaku, siapa yang sudah bertekad tak akan membeli di tempat yang sama jika penjualnya judes dan pelayanan lelet meski produknya bagus dan lezat (jika berupa makanan) Produk bagus, murah, berkualitas bukan satu-satunya. Tetapi faktor penjual memperlakukan pembeli juga menentukan penilaian. Meski awalnya para pengunjung yang datang hanya berniat window shopping, bisa saja kemudian tertarik membeli produk jika terkesan dengan cara pembeli memperlakukan pelanggan. Manner ini berlaku baik transaksi secara nyata maupun online. Saya pernah melakukan pembelian ulang alias repeat order karena penjualnya enak diajak komunikasi via WA.

7. Promo melalui media sosial
Punya medsos buat komen dan beradu argumen doang kagak asiklah. Manfaatkan buat promo. Apalagi instagram bisa dipakai pamer foto-foto, nggak cuma ajang selfie aja, lebih keren kalau buat upload produk dagangan kita, betul?

Emmm kira-kira tips lain apa ya? Boleh deh teman-teman simpulkan sendiri. Jangan lupa baca doa sebelum memulai. 

Share:

Bisnis Mungil Modal Kecil

Sedih baca berita tutupnya gerai swalayan asal Malaysia. Di Surabaya sudah ada yang gulung tikar beberapa bulan lalu. Ternyata di kota lain menyusul juga. Kirain hanya induk perusahaan yang membidik konsumen kelas menengah ke atas yang bangkrut, lha kok swalayan yang terkenal dengan harga diskon gede menyusul kemudian.
Apa benar ekonomi sedang sepi ya? Entahlah. Cari kerja dibilang sulit itu selalu ada lowongan di iklan-iklan, dibilang mudah kok keponakan saya yang sarjana PTN terkemuka di Surabaya, jurusan informatika sampai sekarang belum dapat kerja. 
Kadang sebagai freelance kalau pas sepi order dan sepi kemenangan quiz begini rasanya ingin kerja lagi. Tapi sepertinya usia sudah tidak memungkinkan hihihi. Mau wirausaha kok ragu-ragu, khawatir butuh modal yang ga sedikit. Lalu kepikir untuk menulis tentang bisnis kecil-kecilan dengan modal kecil pula. 

Kalau kita mendengar kata "wirausaha" kesannya wah, pengusaha, uangnya banyak, modal kerjanya luar biasa. Wirausaha adalah salah satu cara mendapatkan penghasilan. Beberapa orang berpikir menjadi pengusaha butuh bakat dan modal besar. Padahal tidak semua bisnis memerlukan modal besar. Tinggal bagaimana menemukan peluang dan merintisnya dengan sungguh-sungguh. Tidak perlu pula terpacu pada bakat sebagai pedagang, sebab berbisnis adalah suatu hal yang bisa dipelajari dan ditekuni.

Salah satu bisnis yang tidak membutuhkan modal besar adalah jual suvenir atau aksesori kecil-kecilan. Akseori bisa meliputi pernik-pernik kelengkapan busana, hiasan dinding, pelengkap dan penghias kendaraan bermotor, pernik-pernik aksesori handphone atau kelengkapan lain yang tak hany bertujuan mempercantik penampilan tapi juga memiliki fungsi khusus yang cukup penting. Gantungan kunci misalnya, kelihatan sepele tapi kalau kunci ga dicantelin ke gantungan bakalan lebih mudah ilang.

Jadi teringat teman kuliah saya yang kini menekuni bisnis suvenir mahar pernikahan dan suvenir resepsi atau acara penting lainnya. Sejak kuliah memang terlihat dia anak rajin. Tulisannya rapi dan baguss sekali. Tapi saya tidak menyangka ia punya jiwa seni dan kini menekuni bisnis suvenir dan aksesori yang butuh bakat seni, kerapian dan ketelatenan.

Jika ditimbang-timbang, berbisnis aksesori memiliki beberapa keuntungan yaitu:

1. Tidak butuh modal besar
Aneka jenis aksesoris rata-rata dapat dibeli dengan harga cukup murah dan terjangkau oleh berbagai kalangan. Misalnya aksesoris fashion, berupa bros manik-manik atau hasil sulam pita, bisa dibeli dengan harga mulai tiga ribu rupiah. Sedangkan gantungan kunci dari kayu atau bahan plastic ukuran kecil bahkan bisa dibeli dengan harga lebih murah hingga seribu rupiah per bijinya. Saya sempat intip di marketplace ada gantungan kunci mungil bentuk angklung dijual sebijinya 300 rupiah. Tetangga saya dulu pernah membuat bros dari pita dengan hiasan manik-manik yang dijual per bijinya 9000-10 ribu rupiah. Padahal modalnya paling seratus ribu rupiah sudah cukup ya.

2. Barang dagangan mudah didapatkan
Coba renungkan, berbagai jenis aksesori bisa dengan mudah didapatkan di sekitar kita. Baik itu berupa produk hasil kerajinan tangan para pengrajin dan seniman seperti gantungan kunci model angklung yang pernah saya lihat tadi, maupun produk massal yang sebagai hasil proses produksi pabrik dan dijual secara grosir. Nah teman suami dulu pernah membeli aksesori handphone dalam partai besar lalu dijual lagi ke counter-counter HP dan eceran ke teman-temannya.

3. Mudah memasarkannya
Aneka aksesori bisa dijual lagi dengan harga yang terjangkau dengan semua kalangan. Menjual produk dengan harga murah pasti lebih mudah dibandingkan menjual perhiasan mahal seperti berlian yang hanya bisa dibeli oleh kalangan tertentu. Jual suvenir murah bisa dilakukan di tempat-tempat wisata, di toko kelontong bahkan di sekolah-sekolah.

4. Tidak perlu packing dan penanganan khusus
Berbeda dengan menjual sembako yang butuh penanganan khusus agar tidak mudah rusak, berjualan aksesori bisa dilakukan dengan lebih mudah. Berbisnis bahan makanan mungkin harus menghadapi risiko produk bisa basi, dan kadaluarsa, sedangkan berbisnis aksesori risikonya lebih kecil karena produk-produk aksesori biasanya tidak mudah rusak asal disimpan di tempat yang tidak lembab dan aman dari benturan.

5. Penetapan keuntungan yang fleksibel
Berbisnis jual aksesori bisa menerapkan keuntungan yang fleksibel. Beda ya dengan jual beras atau gula yang harga pasarannya sudah menjadi harga umum per-kilonya Misalnya berniat jual bros buatan sendiri dengan keuntungan dua kali lipat dari modal, bebas aja kan.

6. Potensi kerugian lebih kecil
Berbisnis aksesori tidak khawatir mengalami kerugian besar. Berbeda dengan berbisnis pakaian yang bisa saja tidak segera laku sehingga lapuk dan ketinggalan mode jika dijual lagi beberapa bulan kemudian. Duh ya, pedih saya sudah pernah merasakan bangkrut karena jualan pakaian karena modelnya dianggap sudah ketinggalan zaman. 

Hmm sudah dapat ide ingin jualan apa nih teman? Mudah-mudahan lancar dan menguntungkan.




Share:

Ada Apa Dengan Zonasi (AADZ)

Ribut-ribut masalah sistem zonasi yang diterapkan di seleksi penerimaan siswa baru sungguh luar biasa. Nggak heran dengan kebijakan di dunia pendidikan yang berubah-ubah. Penerimaan siswa baru tahun ajaran ini pun berbeda dengan tahun lalu. Hasilnya mungkin tidak bisa menyenangkan semua pihak. Dari curhatan tetangga dan di facebook dan WA teman-teman, saya menyimpulkan 70 persen dari wali murid yang hendak mendaftarkan putra-putrinya masuk Sekolah Lanjutan Atas dan Menengah kecewa dengan kebijakan baru ini. 

Ada yang berkata "daftar sekolah kini ga perlu nilai, tapi butuh meteran" ada meme lucu yang menggambarkan sekelompok anak memanggul rumah panggung dan disertai tulisan: pindah rumah dekat sekolah. Ada berita-berita yang mencengangkan seperti demo wali murid di kantor diknas hingga berbuntut kericuhan.

Saya (rasanya) tidak berkompeten untuk berkomentar, karena putra  bungsu saya baru akan naik ke kelas 5MI dan si sulung sedang menuntut ilmu di pondok pesantren dengan kurikulum yang tidak mengacu pada kurikulum diknas. KMI adalah kurikulum yang bebas dan diakui pemerintah. Jadi saat teman-teman sebaya si sulung ribut cari Sekolah Lanjutan Atas, saya bersyukur si mas naik ke  kelas 4 KMI dan Alhamdulillah tidak dimutasi.

Maka saya tulis saja opini saya di blog sendiri. Saya sedikit memahami maksud pemerintah menerapkan kebijakan zonasi. Tujuan utama adalah pemerataan kualitas, meniadakan sebutan "sekolah favorit" Benar juga. Kalau semua berbondong-bondong ingin masuk sekolah favorit dan disaring berdasarkan nilai lalu sekolah lain apa kabarnya, bagaimana bisa bersaing? Tetapi jika dicerna kembali penerapan full zonasi ini bisa merugikan siswa juga pada kasus-kasus khusus. Mengapa?
1. Tidak ada daya saing untuk belajar sungguh-sungguh agar berhasil dalam Ujian Nasional. Ya tahu sendiri lah. Sistem pendidikan kita selama ini masih mengagungkan nilai. Syarat kenaikan kelas adalah nilai. Syarat masuk sekolah lanjutan berdasarkan nilai. Kalau di sistem pendidikan KMI sih tidak hanya nilai yang dijadikan acuan kenaikan kelas dan kelulusan tetapi juga adab. Jangan heran jika ada santri nilai bagus tetapi sering melanggar peraturan dan tidak hormat alias tidak punya adab pada ustadz, kyai, bahkan mungkin kakak kelas bisa saja tidak naik atau terancam di pindah ke pondok cabang yang lebih jauh dari domisili.
2. Pemerataan lokasi sekolah yang kurang
Blank spot, istilah ini sedang ngetrend saat kebijakan zonasi diterapkan. Blank spot adalah sebutan bagi domisili yang pas jauh dari sekolah negeri manapun. Ngga usah cari contoh susah-susah,  rumah saya di Sukodono ini masuk kategori zona blank spot karena SMAN terdekat adalah SMA 1 Taman,  berjarak 4 km, sedangkan di sekolah ini hanya akan menerima siswa maksimal domisili rumahnya 1,5 km. Yang masuk SMP bagaimana? curhat tetangga saya sih, teman SD anaknya hanya 3 orang yang bisa masuk SMPN terdekat dengan sistem zonasi dan sisanya termasuk yang nilai UNnya cukup tinggi terpaksa daftar di sekolah swasta. 
3. Biaya
Nggak masalah deh sekolah nggak di negeri. Swasta kan juga bagus. Nah itu sekolah swasta yang bagus mana ada yang gratis. Kalau kondisi finansial memungkinkan pasti tidak keberatan. Nah kalau keluarga pas-pasan? Kalau yang benar-benar tidak mampu insyaAllah tertolong dengan sistem penerimaan siswa khusus dari jalur keluarga tidak mampu. Padahal ini kan harus dibuktikan dengan survey segala macam selain surat keterangan.

Tapi itu hanya sekadar opini saya sih. InsyaAllah pasti ada perbaikan sistem penerimaan siswa dengan metode zonasi ini. Semua pasti ada plus minusnya. Kita doakan saja sistem ini akan lebih baik di tahun depan dan seterusnya. Sehingga tujuan utama menghasilkan generasi yang tangguh dan mumpuni bisa terwujud di kemudian hari

Share:

Menjaga Spirit Ramadhan

Ramadhan sudah lama pergi. Syawal pun hampir setengah jalan karena sudah beranjak 13 hari saat saya menulis artikel ini. Hanya sekadar menyemangati diri, agar spirit Ramadhan tidak mati.
Apa maksudnya? mengapa Ramadhan punya spirit. Yang jelas, ghiroh, semangat beribadah saat Ramadhan berbeda dengan 11 bulan sisanya. Harapan agar dosa-dosa diampuni, dilebur dengan ibadah yang dilipatgandakan kualitas dan kuantitas sebagai penebus bagai sedang melakukan transaksi "jual-beli" menjadikan spirit Ramadhan benar-benar membekas di hati.

Tapi...
yakinkah Ramadhan kemarin ibadah kita benar diterima dan kualitasnya mampu menjadikan kita lebih baik dari hari kemarin? Saya mengutip kembali tausyiah ustadz Machsan Hasbullah bada subuh di kajian awal Syawal.
Tanda-tanda puasa seorang muslim diterima adalah:
1. Wajah yang bercahaya, menyenangkan yang memandang
2. Tutur kata lembut dan menenangkan
3. Merasa lebih dekat dengan Allah dan berhati-hati dalam berperilaku sebab merasa selalu diawasi Allah
4. Memperbanyak berbuat kebaikan
5. Berupaya untuk istiqomah.
Kira-kira bisa menilai diri sendiri, adakah Ramadhan membawa perbaikan bagi diri ini. Dan yang penting adalah berusaha untuk terus menjaga spirit Ramadhan agar tidak hilang tanpa kesan sehingga dalam pribadi tidak ada perubahan yang berarti. Bagaimana caranya?

Berikut adalah tips agar spirit Ramadhan tetap terjaga:
1. Muhasabah
Dari berbagai artikel dan ceramah tentang "tanda-tanda puasa Ramadhan diterima Allah" bisa menjadi penyemangat dalam berkarya. Namun demi aman agar tidak terjebak ujub alias memuji diri sendiri, ada baiknya untuk memperbanyak istighfar dan menganggap ibadah kita masih banyak cacat yang harus diperbaiki.
2. Konsisten berpuasa (sunnah)
Jujur saja, puasa itu perisai yang membantu kita menahan diri dari amarah dan nafsu yang tak terkendali. Coba deh kalau pas puasa Ramadhan, khawatir pahalanya hilang karena marah, pasti deh berusaha menahan diri dengan berkata "sabar sabar lagi puasa" sambil mengelus dada atau menekan kening waktu menghadapi hal yang memantik emosi. Maka agar spirit Ramadhan tidak padam upayakan untuk konsisten berpuasa. Bisa diawali dengan qodho' hutang puasa Ramadhan bagi yang udzur lalu disambung Syawal. Dan lanjut puasa sunnah lain setelah selesai bayar qodho dan Syawal. Bisa puasa Daud, Senin-Kamis dan Ayamul Bidh
3. Jangan tinggalkan target ibadah
Bagi yang punya target ibadah Ramadhan entah itu infaq sedekah, tilawah atau hafalan sebisa mungkin tetap jaga target. Misalnya saat Ramadhan target sehari khatam 1 juz, jaga target ini di bulan-bulan berikutnya. Paling mudah dengan jurus "alon-alon waton kelakon" Jadi setiap usai sholat baca empat lembar Al Quran, genap sholat lima waktu ditambah tahajud dan dhuha sudah khatam 1 juz bahkan lebih. Jurus yang sulit (buat saya) jika 1 juz dibaca dalam satu periode, mata sudah berair aja karena usia haha
Buat saya juga yang susah adalah menjaga target infaq. Duit sudah amblas buat lebaran (angpau, transport) ditambah dikejar biaya pondok dan sekolah sementara job belum mulai berdatangan hahaha. Kontes berhadiah uang tunai pun gagal, lengkap dah hihiih. Tapi meski belum bisa menyamai target saat Ramadhan yuk llah kita coba prosentasenya dikurangi dikit disesuaikan dengan pendapatan hahaha *payah.

Mungkin setiap orang punya tips khusus agar mampu menjaga spirit Ramadhan. Saya mah nulis ini buat nasehatin diri, karena banyak hal yang terjadi dan khawatir spirit Ramadhan pergi. Kalian punya tips apa nih, bagi doong buat sharing di sini.


Share:

Mengambil Jeda

Tak terasa sebulan sudah blog ini tidak ada tulisan terbaruku. Banyak hal terjadi tetapi tak bisa dituliskan di sini. Bersembunyi dengan alasan Ramadhan butuh konsentrasi rasanya tak patut. Karena puasa bukan halangan untuk berkarya. Tetapi sejatinya aku tetap menulis meski dalam bentuk artikel konten 500 kata proyek setiap pekan seperti biasa. 
Mungkin aku hanya ingin mengambil jeda sambil tetap menyemangati diri untuk berlomba. Selain menulis konten, aku semangat sekali ikut lomba di Instagram...duit duit..Ramadhan hingga Dzulhijjah butuh duit tak sedikit. Ngarep bisa menang gadget yang bisa dijual, voucher belanja untuk bantu menekan pengeluaran dan menang duit atau top up duit elektronik agar bisa dibelanjakan.

Dari jeda aku belajar, bahwa manusia memang hanya bisa berencana tetapi Allah Maha Segala. Jujur, setiap Ramadhan pasti punya target ibadah tertentu misalnya: tilawah khatam dua kali, sholat hajat dan malam rutin tiap hari atau membuat rangkuman kultum subuh dan khotbah tarawih (kan lumayan bisa isi blog tiap hari hehehe) nyatanya  - di luar kewajaran - aku mengalami udzur haid hingga 12 hari. Alamaak kebayang qodho puasanya. Tapi memang semua harus diterima dengan ridho' dan lapang dada agar Allah memudahkan semua urusan kita.
Maka.
Aku mulai merangkak dari nol. Menyusun planning untuk rajin menulis lagi. Rajin (lebih rajin) ikut lomba dan cari duit lagi.
Buat freelance sepertiku, cari duit setahun habis dalam beberapa bulan saja hihihi.
Mari kita nikmati.

Share:

Kisah Nyata Ayat Seribu Dinar

Kisah nyata ayat seribu dinar itu bukan isapan jempol doang. Saya ingin cerita, tetapi terkadang, menulis pengalaman pribadi itu susah-susah gampang. Sharing pengalaman pahit kehilangan uang karena ditipu orang... eeeh lha kok tiba-tiba ada yang minta no rekening untuk menyumbang. Cerita pengalaman pribadi menyenangkan khawatir kejebak euforia berlebihan. Tapi kalau ndak diceritakan ya eman-eman.

Sudah pada paham ayat seribu dinar kan? Dulu saya pikir ayat seribu dinar itu semacam rajah-rajah mantra. Kesannya seperti ayat untuk mendatangkan kekayaan. Ternyata setelah belajar mengaji, ayat seribu dinar itu bagian akhir dari Surat At Thalaq ayat  2 dan bagian awal ayat 3.

Bolehkah mengamalkannya dengan berharap kekayaan? Saya bukan sedang membahas boleh tidaknya. Tetapi sekadar ingin bercerita tentang kisah nyata ayat seribu dinar benar-benar terjadi pada saya.

Mari kita kaji, apa sebenarnya hikmah dari ayat seribu dinar: intinya adalah jika kita bertaqwa, maka Allah akan menunjukkan solusi, jalan terbaik dari setiap ujian dan cobaan. Bahwa Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebab semua telah berada dalam ketentuanNya.

Saya tak pernah mengamalkan ayat seribu dinar secara khusus dengan tujuan "pesugihan" tetapi saya tetapi saya terinspirasi untuk menjadi orang yang bertaqwa, dengan harapan Allah akan menunjukkan jalan keluar terbaik. Allah pasti memberikan karunia berupa rezeki yang tak disangka-sangka, terutama ketika kita sedang berada dalam keadaan terdesak. 


Akhir-akhir ini saya sangat kesulitan bekerja dengan laptop dan internet. Laptop keluar masuk bengkel service. Baru kelar dua hari, dipakai kerja, masuk bengkel lagi karena ga bisa nyala. Sementara sinyal internet angin-anginan, pernah seharian gak ada sambungan.

Dada rasanya sesak. Ingin beli laptop baru, anggarannya dari mana yak. Hiks. Padahal kerjaan freelance saya tergantung sekali pada laptop dan jaringan internet. Nangis beneran saya sama Allah. Sampai saya berniat untuk ambil jeda alias berhenti berbagi, agar penghasilan saya bisa dikumpulin dulu buat beli laptop baru. Setelah kelar baru dah "tugas umat" lagi.

Lalu, saya disentil Allah dengan lembut. Ketika suami saya dinyatakan sebagai salah satu pemenang lomba menulis konten sebagai persyaratan voting memilih sosok inspiratif dalam Kisah Inspiratif Mitra Juara Gojek 2019. Info tentang quiz atau kontes ini saya dapatkan dari proyek buzzer dengan fee top up saldo 50 ribu rupiah saja. Tapi syukur saya tak terhingga, karena dengan 50 ribu itu bisa dipakai untuk nge-gojek cari nafkah di Surabaya atau jemput anak sekolah. 

Saya pun mengajak suami untuk turut berpartisipasi dalam kontes tersebut Tak dinyana ternyata konten voting suami menjadi salah satu dari lima konten pilihan juri. Dan hadiahnya masyaAllah ...Samsung S10 sodara. Saya jadi tersadar. Adakala ketika Allah mengambil sesuatu. InsyaAllah akan Dia ganti sesuatu yang baru. Jadi, mungkin saja laptop saya yang sakit-sakitan tempo hari, Allah ganti dengan sesuatu yang akhirnya selamat sampai ke tangan pembeli. Ya sodara..barang mahal itu sudah pindah tangan, seorang kawan lama yang bersedia membelinya dengan harga pantas. Sebab kami butuh cash keras. Untuk biaya-biaya sekolah, untuk simpanan jika sewaktu-waktu harus beli laptop baru.

Hadiah ini sangat bermakna
Bukan saja dari segi harga.
Tetapi hikmah di baliknya sungguh luar biasa.

Benarlah janji Allah bahwa siapa yang tidak pandai mensyukuri yang sedikit, tidak akan bisa mensyukuri yang banyak.
Jangan pernah meragukan janji Allah:
"La in syakartum la aziidannakum wala in kafartum inna adzaabi lasyadiid."
Sungguh, saya tertampar ayat ini kesekian kali.
Semoga kalian tidak mengalami tertampar ayat Allah berkali-kali sebab lebih tawakal dari pada saya ini.

Duluuuu sekali. Saya pernah berharap semakin sering menang kuis dan lomba menulis berhadiah gadget mahal atau laptop. Tetapi tak kunjung menang juga. Kini hadiah yang saya dambakan datang di saat yang tepat, dari pintu rahasia yang tak pernah kami sangka.

Maka, kisah nyata ayat seribu dinar benar terjadi pada saya. Bukan saya mendadak kaya. Tetapi apa yang menjadi kebutuhan dicukupkan Allah dengan cara rahasia dan tak diduga. Siapa pernah mengira, dari dua kalimat konten yang menjadi salah satu syarat voting menjadi jalan bagi rezeki kami senilai belasan juta rupiah. Dua kalimat saja, dengan batasan jumlah kata. Sungguh ya, rezeki jika bukan garis haknya, dikejar pun akan lari. Tetapi jika kita bertaqwa, insyaAllah rezeki datang menghampiri
Share:

Tips Agar Tetap Bugar Saat Berpuasa


Ramadhan telah berjalan di hari kedua, apa kabar semua, mudah-mudahan baik-baik saja. Berpuasa menyebabkan tubuh jadi lemas dan menurunkan produktivitas? Mungkin ada yang kurang tepat dalam mengatur jadwal sahur dan berpuasa. Saat berpuasa, secara teknis tubuh baru memasuki fase puasa terhitung setelah 8 jam sejak waktu makan terakhir. Yaitu saat usus selesai menyerap berbagai jenis nutrisi dan sari makanan.
Sebenarnya jika pola makan sahur dan berbuka diatur dengan menu seimbang tidak akan menyebabkan dehidrasi, kurang gizi dan tidak menurunkan tingkat produktivitas. Ketika berpuasa, seseorang dituntut untuk lebih memperhatikan pola makan, waktu beristirahat dan jenis aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh dengan cadangan energi yang dimiliki.

Berpuasa menyebabkan tubuh membakar lebih banyak cadangan energi dan air. Jika tidak pandai mengatur pola makan maka tubuh akan lebih cepat menjadi lemas. Upayakan menyajikan komposisi makanan lengkap dan bergizi untuk menu santap sahur dan berbuka. Perbanyak minum air dan makanan berserat ketika sahur dan berbuka. Dengan demikian kebutuhan tubuh untuk standar metabolism bisa tercukupi.

Sunnah-sunnah dalam berpuasa sebenarnya mengandung hikmah untuk menjaga agar tubuh tetap bugar saat berpuasa. Ketika berbuka puasa misalnya, disunnahkan untuk menyegerakan berbuka dengan kurma dan air. Jika ditinjau secara ilmiah, hal ini membantu tubuh untuk segera mendapatkan kebutuhan pokok yaitu air untuk mencegah dehidrasi dan sumber energi yang cepat diserap tubuh yang berasal dari buah kurma. Santap sahur disunnahkan dilakukan di akhir waktu. Sebab menghindari tubuh terlalu lama menahan makan dan minum. Jika sahur dilakukan di akhir waktu dan berbuka disegerakan dengan menu berbuka yang tepat, maka kebutuhan tubuh atas berbagai zat penting akan terpenuhi.

Berpuasa bukan berarti bermalas-malasan. Dianjurkan ketika berpuasa memperbanyak ibadah. Olahraga berat lebih baik dikurangi. Namun olahraga ringan seperti jalan kaki setelah sholat subuh akan sangat berdampak positif bagi tubuh. Peredaran darah lebih optimal, aliran oksigen semakin lancar. Bahkan memperbanyak sholat sunnah selama berpuasa juga termasuk olahraga karena gerakan sholat sama halnya dengan gerakan senam. Pahala didapat, tubuh pun lebih sehat. (da)
1.    www.hellosehat.com 
3.    www.lifestyle.kompas.com 
4.    pixabay

Share:

Hadiah Umroh Dengan Menabung Lima Puluh Ribu Di Sobatku


Bisa menang hadiah umroh dan uang jutaan rupiah dari poin tabungan lima puluh ribu saja? Kalau nggak kenal sobatku saya pikir ini pasti berita bohong belaka.
Sudah kenal dengan Sobatku? Sobatku adalah akronim dari Simpanan Online Sahabatku. Sobatku merupakan tabungan online berbasis aplikasi yang memungkinkan untuk menabung melalui mobile banking smartphone  transfer ATM atau melalui Alfamart dan Alfamidi. Berbeda dengan E Wallet yang digunakan sebagai dompet elektronik untuk menggantikan semua metode pembayaran. Jadi, Sobatku adalah tabungan yang sekaligus bisa dipakai untuk pembayaran, sedangkan E Wallet cuma bisa buat bayar-bayar doang.
Flashback teringa pas belanja ke alfamidi kok sering lihat banner: menabung dan bayar tagihan via Sahabat lebih praktis. Apa ya Sahabat itu, mau nanya kasir sungkan. Eh sekarang pertanyaan saya terjawab.

Sabtu 4 Mei 2019, saya berkesempatan hadir di acara pengundian hadiah menabung di Sobatku yang diselenggarakan di Galaxy Mall 2 Lantai 6 Surabaya. Menariknya acara pengundian hadiah ini dikemas laksana pesta rakyat dan disebut Kepomarket. 


Dimeriahkan sekitar 2000 stand UKM makanan, minuman dan kerajinan tangan serta artis-artis terkenal di Surabaya dan Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung acara ini diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu, tanggal 3 hingga 5 Mei 2019.

Saya yang hadir di hari Sabtu takjub dengan antusiasme warga Jatim, Surabaya sekitarnya yang hadir di Galaxy Exhibition Center Lantai 6. Selain makan minum, para pengunjung tampak antusias menanti saat pengundian. 

Jadi KEPO nih di Kepomarket, hadiah undiannya apa saja sih kok yang hadir sampai segitunya?
Ternyata pemenang undian yang diselenggarakan Sobatku ini memang cukup banyak. Yang saya catat ada 12 pemenang  hadiah satu juta rupiah, tiga pemenang lima juta rupiah, satu orang pemenang uang sepuluh juta rupiah, empat pemenang undian umroh atau uang tunai 25 juta rupiah untuk pemenang non muslim dan grand prize senilai 100 juta  rupiah. Jadi undian Sobatku ini ada undian bulanan dan undian triwulan untuk grandprizenya. Wow banget lah.
Siapa saja pemenangnya? Simak foto-foto berikut ini. Siapa tau anda atau salah satu teman kalian menjadi pemenangnya:

Pemenang Undian Satu Juta:
















Pemenang Undian 5 Juta Rupiah






Karena kebetulan salah satu pemenangnya hadir di lokasi, maka berfotolah pak Paulus dengan wakil dari Sobatku



Satu Pemenang Undian 10 Juta Rupiah
Empat Pemenang Undian Umroh
Pemenang 4 Umrah 
1. Idham, Bogor
2. Asgar R. Alie, Luwu Timur
3. Lianati Wiriadiredja, Jakarta Barat
4. Oman Abdul Rohman, Tangerang Selatan




Yang paling tegang adalah menjelang pengundian hadiah grand prize Undian100JT alias Seratus Juta Rupiah. Pembawa acaranya pandai menguras emosi menambah dag dig dug pengunjung yang hadir.

Dan inilah satu Pemenang Undian 100 Juta Rupiah Andrew Affendy, Jakarta Barat

Ramainya pengunjung Kepomarket di hari Sabtu 4 Mei 2019 ini pastinya terjadi karena banyak alasan:
  • Cashback 30% untuk pembayaran menggunakan Aplikasi SOBATKU 
  • Gratis Velluto Gelato, bagi yang download dan register SOBATKU 
  • Gratis Spikuayu setiap pembelanjaan Rp 250.000 menggunakan SOBATKU  
  • Kesempatan menang Hadiah tambahan khusus bagi warga JATIM bagi yang nabung di SOBATKU dan mengikuti program Jutawan JATIM. Undian berupa umroh atau uang 25 juta rupiah ini syarat utamanya adalah berdomisili di Jawa Timur dan menabung atau top up saldo minimal satu juta rupiah untuk mendapatkan satu nomor undian yang kemudian dimasukkan dalam kotak undian di lokasi diselenggarakannya Kepomarket. Dengan catatan, pemenangnya harus berada di lokasi ketika pengumuman dilakukan. 

Dan pemenang hadiah umroh khusus untuk warga Jawa Timur kali ini adalah Ibu Suyati. 


Hoki nih bu Suyati sebab namanya keluar setelah nama hasil pengundian pertama ternyata dipanggil tiga kali tidak hadir di acara.
Wah kok hadiahnya gede-gede banget. Pasti ribet dan butuh dana gede untuk nabung agar poinnya gede ya. Ternyata tidak juga. Ketika acara press conference berlangsung, saya jadi paham bahwa poin undian diperoleh dari simpanan lima puluh ribu tiering, Tentunya semakin banyak mengumpulkan poin, kesempatan menang lebih besar.
Key note speakers pada acara press conference undian Grandprize Sobatku ini adalah:
1. Bapak Atim Darmanto - Area Manager SUKM Jawa Timur
2. Bapak Ceppy Y Mulyana - Ketua Pengurus KSP Sahabat Mitra Sejati
3. Ibu Oktavia Laksmi Wardani - Head Of Sobatku
4. Bapak Hendra Setiawan - Regional Business Head Bank Sahabat Sampoerna
5. Michael Putra Bani - CEO Kepomarket



Mekanisme #Undian100Jt dan #TerbangUmroh 

Lebih lengkapnya mekanisme menang undian umroh atau uang ratusan juta rupiah di Sobatku adalah sebagai berikut:

Poin saldo diperoleh dari perhitungan saldo rata-rata harian, dengan mekanisme perolehan poin seperti contoh :
Perhitungan poin saldo. sumber http://www.sobatku.co.id

Dan perhitungan saldo tersebut ditinjau secara rata-rata harian. seperti contoh:


Perhitungan saldo rata-rata harian dari simulasi di atas dijelaskan sebagai berikut:

(Rp 1.000.000 x 11 hari) + (Rp 3.000.000 x 15 hari) + (Rp 6.500.000 x 3 hari) + (Rp 6.000.000 x 1 hari) / (30 hari)

= Rp 2.716.667

Poin yang didapatkan rekening A:

Rp 2.716.667 / Rp 50.000 x 30 poin = 54 x 30 poin = 1620 poin

Keterangan:
Pembulatan ke bawah dilakukan pada perhitungan:

saldo rata-rata harian  / Rp 50.000

Lebih lengkapnya bisa dilihat di website Sobatku.

Keuntungan Menabung Di Sobatku

Dalam conference press yang dihadiri empat keynote, saya jadi tertarik dengan berbagai keuntungan menabung di Sobatku. Berbagai keuntungan tersebut adalah:
1. Bisa dipakai untuk bayar tagihan dengan biaya administrasi kecil
    Coba cek biaya administrasi bayar tagihan listrik dan PDAM di PPOB atau ATM, pasti berkisar antara 2500 hingga 4000 rupiah kan? Di Sobatku hanya sebesar 750 perak saja
2. Bisa dipakai untuk transfer antar bank atau sesama sobatku
3. Nomor rekening unik, sesuai dengan nomor Handphone kita, banggaa
4. Setor atau tarik tunai tanpa biaya admin bisa dilakukan di Alfamidi atau Alfamart terdekat. 
5. Berbagai keuntungan sebagai rekening bank
Sebagai simpanan berbasis digital, buka rekening Sobatku bisa dilakukan secara online melalui gadget, jadi tidak perlu datang ke kantor. Selain itu menabung di Sobatku tidak ada bea admin bulanan, dapat bunga simpanan, tidak ada saldo minimal, biaya transfer antar bank cukup murah, bisa menabung dari rekening bank lain melalui ATM, internet banking, MBanking
6. Sering mengadakan promo dan undian berhadiah. 
Selain undian berhadiah #JutawanSobatku seperti yang sudah saya paparkan di atas, Sobatku juga sering memberikan promo khusus bagi nasabahnya. Seperti kemarin nih di acara Kepomarket, para pengunjung yang bertransaksi menggunakan QR Code Sobatku dapat cashback 30 persen, lumayan banget kan? Saya jajan roti blueder seharga 22 ribu rupiah buat oleh-oleh anak di rumah, mayan banget dapat cashback 6 ribu-an, bisa buat nambah jajan.

 
Senang bisa hadir di acara undian grandprize Sobatku. Surabaya adalah kota kesekian kali yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah undian Sobatku. Saya hadir sejak jam tiga sore hingga jam 8 malam nggak terasa bosan. Beberapa penampilan artis dan performance dari pengisi acara mampu memeriahkan suasana. Mulai dari Aline Show, dance anak-anak bahkan marching band.




Jadi gak sabar untuk membuka rekening di Sobatku? yuk segera cari aplikasi Sobatku di Playstore. 

Kemudian unduh aplikasi tersebut di hapemu. 

Lalu daftar dengan step by step yang sangat mudah. 

Siapkan KTP untuk difoto dan foto selfie menggunakan KTP ya. Dalam hitungan menit kita akan menerima konfirmasi melalui SMS dan email yang kita daftarkan apakah pengajuan buka rekening diterima atau perlu diverifikasi ulang. Biasanya KTP yang buram akan mempersulit proses verifikasi.

Kini zaman sudah digital. Nabung, transfer dan bayar-bayar tagihan bisa melalui handphone sudah familiar. Apalagi kalau belanja di Alfamart dan Alfamidi bisa sekalian tarik tunai bebas biaya, enak banget kan ya. Sobatku memang sahabat online sejatiku. Apalagi nasabahnya punya kesempatan memenangkan hadiah umroh dari undian poin setiap saldo lima puluh ribu.

Share:

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.