catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Tiga Amalan Pengangkat Derajat dan Penghapus Dosa


"Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya! Para sahabat berkata: " Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda "Menyempurnakan wudhu' walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak berjalan ke masjid dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan Ar Ribath" (HR. Muslim No.251)

Menyempurnakan wudhu' itu berwudhu sesuai rukun wudhu, disempurnakan sunnah2nya dan dipahami makna tasawufnya dalam setiap basuhan.

Berjalan kaki ke masjid untuk sholat berjamaah atau suatu majelis disunnahkah berwudhu dari rumah. Karena dalam kondisi suci dari hadats menuju masjid, maka setiap langkah kaki kiri adalah ampunan dosa, ayunan kaki kanan setara dengan derajat yang ditinggikan.

Yang disebut menunggu waktu sholat bukan sepanjang waktu berdiam menanti sholat, tetapi hatinya selalu terpaut pada masjid, mengisi waktu dengan berkarya sesibuk apapun selalu ingat bahwa hidup sejatinya menanti waktu sholat dan menyegerakan untuk sholat tepat waktu bahkan sebelum datang waktu sholat sudah dalam kondisi berwudhu'


#KajianFiqihSubuh
#MasjidAlUkhuwwah
Ustadz Ahmad Habibul Muiz, Lc
Share:

Menangis dan Tertawa Karena Dosa, Kisah Seorang Sahabat Insan Mulia

Suatu ketika seorang sahabat insan mulia terpergok sedang tertawa kemudian menangis. Tingkahnya yang aneh ini sangat menarik perhatian. Ketika ditanya mengapa ia menangis dan tertawa dalam waktu nyaris bersamaan ternyata jawabnya karena ia teringat dosa sebelum mengenal Tuhan.

            Ketika masih berada dalam masa kelam, menyembah berhala, bergelimang dosa ia pernah memakan sesaji yang diperuntukkan bagi patung-patung sembahannya. Ia merasa geli, menyembah patung dengan sesaji berupa buah-buahan, roti gandum dan manisan tetapi saat kelaparan ia menikmati sesajinya sendiri tanpa takut dimarahi berhala yang dianggap sebagai Tuhan.
            Setelah tertawa ia menangis, sebab menyesali perbuatan yang menghantui seumur hidupnya. Di masa bergelimang dosa, memiliki anak perempuan dianggap sebagai kesialan di tengah masyarakatnya. Maka anak perempuannya pun dikubur hidup-hidup saat masih belia.


           Ketika cahaya iman menghias hatinya, ia menjadi sosok pemberani dan ditakuti orang-orang yang menentang perjuangan menegakkan ajaran menyembah Tuhan. Tak ada yang mengira bahwa sosok yang brutal, bengis pada akhirnya memeluk kebenaran. Namanya dikenang sebagai sosok istimewa sahabat insan mulia. Lebih baik dikenang sebagai orang yang pernah jahat daripada dicatat sejarah sebagai mantan orang baik. Belajarlah dari sosok yang menangis dan tertawa karena dosa, dialah Umar Bin Khattab sahabat Nabi Muhammad. 
Share:

Tentang UC dan Pentingnya Istiqomah


Saat sedang sendiri, sedang malas mengerjakan apapun lalu sibuk memainkan jari untuk menekuni beranda FB dan IG sering tiba-tiba aku merasa tak berharga. Rasanya kok mengisi waktu dengan hal sia-sia. Belum lagi kalau menyampah di grup WA.

Apa yang sudah kupersiapkan untuk menjemput panggilan terakhirNya?

Ibadahku tak kunjung sempurna
Sedekahku hanya sekadar saja
Amalku bukan amalan istimewa
Hidupku terasa hampa
Aku bukan siapa-siapa
Kelak apa jawabku ketika ditanya "apa yang sudah kau lakukan dengan akal pikiran dan tangan yang kau miliki seumur hidup di dunia?

Alhamdulillah, meski kadang aku menyesal menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya demi hal sia-sia akhirnya aku menemukan solusi dari rasa "hina" yang kualami dari dunia maya juga. Ketika membaca status mbak Riawani Elyta untuk bergabung menjadi penulis artikel dengan fee tertentu, Aku langsung tertarik. "Fee" itu yang pertama kali menarik (kan aku matre banget). Apalagi yang menawarkan adalah penulis ternama. 

Namun ketika bergabung dengan "para penjual minyak wangi" (begitu aku menyebut para penulis di grup inspirasi asuhan mbak @riawani_elyta sudut pandangku berubah. Ternyata materi benar-benar tidak menjanjikan rasa nyaman, aman dan membahagiakan. Meski tak dipungkiri kita butuh uang untuk menjalani kehidupan, bayar tagihan. Tetapi bergabung di grup Penulis Inspirasi yang digawangi mbak Lyta ini membuatku jadi berpikir ulang tentang harta. Dan jadi quote plus artikelnya.


Di grup ini ada puluhan penulis yang berlomba menulis tentang kebaikan.
Beberapa di antaranya berkarya dalam keterbatasan, tetapi mereka tak pernah menyerah pada keadaan. Ada yang dalam kondisi keterbatasan fisik. Ada yang terkendala waktu senggang untuk menulis. Ada yang jaringan internet dan fasilitas menulis menjadi penghalang.

Sungguh aku bersyukur bergabung dalam kumpulan insan yang tak lelah berlomba berbagi kebajikan melalui tulisan. Serunya lagi Mbak Lyta selalu menyempatkan memberikan informasi top viewer setiap menjelang tengah malam.  Senang dong suatu waktu artikelku pernah jadi jawara (padahal yang lain mah pas jawara top view bisa dapat pv 30 ribuan aku aja yang norak wkwkwk)



Terimakasih Mbak Riawani Elyta...

Atas kesempatan yang telah diberikan dan ilmu yang telah dibagikan.
Salam takzim saya juga untuk Mbak Risa Mutia (yang setia menjadi asisten Mbak Lyta dan tak pelit bagi ilmu juga) juga salam jabat erat buat seluruh teman-teman.

Semoga yang kita upayakan kelak menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di hari perhitungan.
Share:

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.