catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Showing posts with label Wisata Religi. Show all posts
Showing posts with label Wisata Religi. Show all posts

Rekam Jejak Trip Demak 2015

Alhamdulllah trip ke Demak, rumah kakak berjalan lancar. Safar yang menyenangkan, semoga membawa berkah bagi semua.

Niatan silaturahim tapi berbonus wisata religi, wisata kuliner dan narsis boleh aja kan ...

Meski cuma 2 hari, mumpung di Demak bisa lah "mampir" Semarang, berwisata religi sekalian ziarah wali.


Ini dia rekam jejak Trip Demak 2015 :

1. nasi gandul Pati
Si Papa, pernah nonton acara kuliner penasaran sama Nasi Gandul, Pati ..ternyata ini lho, kuah santan gurih dan lauknya pilih telur atau daging. Warung penjual nasi gandul bisa ditemui sepanjang jalan raya Pati menuju Demak.
2. Makam Sunan Kalijaga
Makam Sang Ulama yang dicintai umat Islam terutama di Jawa. Berpagar ukiran indah. Ratusan peziarah datang melantunkan sholawat dan kalimat-kalimat thayibbah. Tapi adakah yang bisa menjelaskan mengapa peninggalan sang sunan harus dihiasi sesajen? :). Bukankah beliau dulu mengajarkan untuk menganut Islam secara kaffah dan meninggalkan kebiasaan menyajikan sesajen?

3. Lawang Sewu

Salah satu Obyek wisata andalan Semarang ini membuat saya berpikir tentang falsafah pintu. Ketika sedang berada dalam ujian kesempitan rezeki mungkin terasa pintu sedang ditutup mati. Padahal bisa jadi satu pintu tertutup tetapi pintu-pintu lain mungkin sedang terbuka namun kita tak menyadarinya" (PS: menasehati diri sendiri).
Salah satu jalan terbukanya pintu rezeki adalah menjadi sosok yang bertaqwa.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Ia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari kesulitan) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga.”
(QS.Ath Thalaq : 2-3)
4. Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah

Masjid berarsitektur megah. Perpaduan Jawa, Arab dan Romawi. Membuat saya merenung kembali dan menulis begini :
Teringat beberapa waktu lalu, memandangi kalender bergambar masjid itu. Replika Masjid Nabawi, di pulau Jawa ini.
Berbisik dalam hati, kapan ya Allah bisa mengunjunginya. Sembari berharap masa entah kapan suatu ketika bisa berkunjung ke masjid Nabawi beneran yang telah menginspirasi arsitekturnya.
Bersyukur gumaman dalam hati ternyata terwujud beberapa waktu kemudian...nggak pernah menyangka sebelumnya bisa menyaksikan pilar melingkar bertuliskan surat Al Fatehah di bagian atas pilar mirip Colloseum Romawi di bagian depan, begitu dekat dari pandangan.
Saat mampir kemari, Rafi nanya : kok kata Mama ini punya payung, kapan ngembangnya? 
"Lah itu Mama nggak tau, kapan waktu payungnya dikembangkan."
Ah ya padahal buat pengelana antar provinsi rasanya mustahil mo nungguin di sini, menanti payung terkembang, nggak juga suatu saat pasti bisa berkunjung kembali.
Usai sholat Jumat, terpesona melihat payung terkembang sempurna.
"Rafi tadi minta tolong takmir masjid ngembangin payung ya?" gurau emaknya.
"nggak, Ma...Rafi berdoa sama Allah ...alhamdulillah dikabulkan" jawabnya sok serius...
Diucapkan atau tidak, Allah Maha Mengetahui yang tersimpan di dalam hati....
Apapun mimpi kita lantunkan doa, bisikkan asa... entah terwujud atau diganti sesuatu yang lain ataupun ditunda sebagai kebaikan di alam keabadian, itu hak prerogatif Allah sepenuhnya sebagai Penguasa Semesta.

5. Makam Sunan Kudus

Makam yang berada dalam kompleks Menara Kudus dan Masjid Kudus. Berhias gapura-gapura khas Jawa. Sayang, barisan pengemis yang sedikit memaksa membuat perjalan peziarah sedikit tak nyaman.
6. Masjid Demak
Hanya butuh waktu lima belas menit dari rumah Pakde Rafi dan Radit. Alhamdulillah merasakan aura yang berbeda saat sholat Isya dan Subuh. Ramaiiii sekali...namun semoga khusyu ibadah kami.

Mengapa kami memilih obyek-obyek wisata tersebut?
1. Lokasinya tidak jauh dari rumah Pakdenya Rafi dan Radit yang berada di Demak. Makam Sunan Kalijaga hanya berjarak sekitar 1 kilometer.
2. Dzikrul maut. makam para wali dan masjid diharapkan mengingatkan kita kepada kematian. Sehingga kita terpacu untuk menyiapkan kematian khusnul khotimah.
3. Efisiensi. Kudus dan Pati bisa berada di rute Jawa Timur- Demak, mampir aja ngga pakai muter-muter lama. Semarang? jaraknya hampir setara Surabaya-Sidoarjo, cukup 2-3 jam untuk menuju ke tempat tertentu yaitu Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah dan wingko babad.

Semoga safar yang membawa berkah dan membawa kami menjadi manusia lebih baik dari masa ke masa.

Share:

Pesan Berhijrah dari Anggrek yang Merekah

17 Oktober 2015 saya beruntung karena mendapatkan siraman ruhani sehari dua kali tentang makna berhijrah. Satu saat Kultum subuh dan yang kedua sore harinya ketika pengajian bersama Hj. Tan Mei Hwa.

Kali ini yang saya share adalah isi Kultum Subuh di Masjid Al Ukhuwwah yang disampaikan Ustadz Habibul Muiz Lc. Bahwa hikmah berhijrah tidak hanya tentang pindah tempat, belajar sejarah hijrahnya Nabi. Tetapi juga memahami makna hijrah itu sendiri. Hijrah itu berpindah tempat untuk menjadi lebih baik, bukan sekedar berpindah seperti orang mengungsi tetapi disertai harapan jadi lebih baik. Maka saatnya momentum 1 Muharram menjadi saat bermuhasabah, ketika tahun menginjak yang baru artinya jatah usia di dunia berkurang satu tahun. 

Tentang berhijrah menjadi lebih baik saya terkesan dengan kisah "hijrah" anggrek saya yang sedang merekah. Maka di facebook pagi itu saya tulis demikian :

Tuhan tak pernah menciptakan produk gagal, hanya saja kita mungkin belum menemukan potensi diri secara optimal. 
Tak ada pintu yang benar-benar tertutup, mungkin hidayah belum datang mengetuk kecuali bagi mereka yang telah dikunci mati hati dan tiada mampu menemukan cahaya Illahi.

Anggrek ini dulu pernah disangka mati, sayang dibuang lalu sisa akar dan batang yang meranggas dipindah ke tempat yang lebih rindang. Kini tumbuh subur bercabang-cabang bahkan bunganya begitu indah dipandang. Seolah menitipkan semangat berhijrah, berpindah menemukan tempat yang lebih baik, berusaha menjadi lebih baik agar berbagi lebih banyak kebaikan.
Berhijrah di jalan kebaikan berhak dan wajib dilakukan laki-laki maupun perempuan.
QS An Nahl : 97 "Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"

Postingan berikutnya insyaAllah saya ingin berbagi tentang hikmah dalam pengajian Majelis Taklim Ibu-ibu Masjid Al Ukhuwwah, Perumahan Permata Sukodono Raya, Sukodono, Sidoarjo yang diselenggarakan pada:
Sabtu 17 Oktober 2015
Jam : 15.00 - 17.00 WIB (Ba'da Ashar)
Penceramah : Hj. Tan Mei Hwa (Ida Astuti)
Tema : Dengan semangat hijrah kita tingkatkan kualitas iman dan islam.

Semoga semangat berhijrah menjadi lebih baik selalu menemani kita hingga akhir hayat karena alasan hidup kita di dunia adalah hanya untuk beribadah kepadaNya. Ibadah bukan melulu soal ritual tetapi juga interaksi sosial. Sayang banget kalau ibadah ritual (sholat, puasa, tilawah dll) bagus tetapi interaksi sosialnya kurang. Jadi merinding mengingat riwayat tentang seorang perempuan yang dikisahkan Rasulullah tetap masuk neraka meski "ahli ibadah" karena dia bersikap jahat terhadap tetangga. 1 Muharram adalah saat #Muhasabah #MawasDiri.

Rabbana taqabbal minna, innaka antas Sami'ul-Alim
Share:

No Fotografi di Makam Sunan Giri

Hafal nama-nama Walisongo dan perannya dalam syiar agama Islam di nusantara khususnya pulau Jawa? Salah satu sunan dari walisongo adalah Sunan Giri.

Saya baru sadar bahwa dari pusara kesembilan wali, lima makam terdapat di Jawa Timur yaitu
1. Maulana Malik Ibrahim yang terletak di pusat kota Gresik, tepatnya di desa Gapura Wetan
2. Sunan Ampel, putra Maulana Malik Ibrahim yang terdapat di belakang masjid Ampel, Surabaya 
3. Sunan Bonang di Tuban (konon terdapat perbedaan pendapat mengenai keberadaan makam Sunan Bonang, ada yang mengatakan bahwa makam Sunan Bonang berada di Majalengka Jawa Barat bahkan ada yang menyatakan makam Sunan Bonang berada di Rembang)
4. Sunan Drajat di Lamongan
5. Sunan Giri di Gresik

Sunan Giri adalah pendiri kerajaan Giri Kedaton dan memiliki beberapa nama julukan, antara lain Joko Samudro atau Raden Paku. Lokasi makam Sunan Giri tergolong unik karena terletak di puncak bukit. 

Menjelang akhir libur lebaran lalu kami berkesempatan mengunjungi makam Sunan Giri. Kebetulan searah dengan perjalanan menuju Tuban untuk menghadiri acara khitanan/aqiqah dari keponakan.

Rute menuju makam Sunan Giri dari arah Surabaya/Sidoarjo tidaklah terlalu sulit. Dari arah tol Surabaya-Gresik keluar melalui pintu tol Romokalisari. Ikuti jalan raya dan papan petunjuk menuju makam Sunan Giri. Sekitar  lima belas menit perjalanan akan terasa jalan semakin mendaki. Mendekati lokasi makam terdapat lahan parkir untuk menuju makam Sunan Giri. Lahan parkir ini ditujukan untuk rombongan yang menggunakan bus besar atau mungkin jika lahan parkir di dekat kompleks makam tidak mencukupi. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan kereta kuda alias dokar atau ojek motor. Namun kami dengan mobil sewaan dari rumah langsung menuju lokasi makam dan karena masih pagi, sekitar jam 7.30 lahan parkir masih cukup luas.

Tidak ada retribusi masuk kompleks makam, hanya harus membayar karcis parkir suka rela. Jika ingin ke kamar kecil juga memberikan sumbangan sesuai standar.

Lokasi makam yang mengharuskan mendaki bukit mungkin sedikit menyulitkan bagi peziarah yang sudah manula. Eh tapi saya pun sempat ngos-ngosan karena jarang berolahraga. Namun pohon-pohon rindang dan anak tangga membantu perjalanan lebih terasa ringan.


Satu hal yang menarik, menjelang kompleks makam utama (sepanjang perjalanan di kiri kanan anak tangga terdapat pemakaman, mungkin makam para santri sang Sunan. Tetapi kompleks makam utama yang terdiri dari makam Sunan Giri dan anak keturunanannya terdapat di puncak bukit dalam lokasi khusus) 
Makam Sunan Giri berada di dalam tempat khusus, tertutup dengan papan kayi berukir. Di bagian luar makam sang sunan terdapat makam anak-anak dan keturunannya di antaranya adalah makam Sunan Tengah dan Sunan Dalem.


Menjelang gapura makam utama terdapat spanduk bertuliskan "Dilarang meminta-minta di Makam Sunan Giri" nah saya menangkap maksud kata : meminta-minta bisa berarti dua hal yaitu : meminta-minta sebagai pengemis (sepanjang anak tangga banyak pengemis berjajar) atau meminta-minta "berkah". Hayoo ngaku berapa banyak yang datang ke makam ulama, sunan untuk meminta berkah?

Kalau saja mereka yang dimakamkan bisa berbicara mungkin akan menasehati para peminta berkah. Ingatlah bahwa tujuan berziarah kubur adalah sebagai pengingat bahwa kelak kita juga akan mati. Berziarah kubur juga disunahkan untuk membacakan doa bagi yang telah meninggal, berdoa untuk diri kita sendiri agar meniru kesalihan para ulama aman-aman saja asal doa tersebut ditujukan dan dipanjatkan kepada Allah SWT semata, bukan yang lainnya.

Pintu keluar wisata religi ini melewati barisan para pedagang di kios-kios yang menjajakan aneka suvenir dan makanan khas kota Gresik. Ada rebana bertuliskan Wisata Religi Makam Sunan Giri, kaos bertuliskan hal yang sama, biskuit topping gula-gula dan aneka penganan lainnya yang dikemas dalam kemasan plastik mini seharga 10 ribu untuk 3 jenis camilan.
Kok foto-fotonya hanya di luar kompleks makam utama sih? karena memang ada papan "dilarang memotret di makam Sunan Giri". Saya hanya mematuhi peraturan saja, banyak pertimbangan mengapa ada peraturan dilarang memotret. Mungkin karena khawatir foto-foto tersebut dikomersialkan, diedit sedemikian rupa sehingga memunculkan "penampakan" atau untuk keperluan yang tidak pantas dilakukan. Selain itu mungkin juga akan mengurangi kekhusyuan orang yang sedang berdoa. Namanya kan wisata religi, tujuannya adalah untuk mencari ketenangan hati agar lebih dekat kepada Sang Illahi.

Berada di sini, merenung sejenak betapa para sunan, ulama zaman dulu berjuang di jalan dakwah dengan segala kesulitannya, mengadakan perjalanan jauh, mendapat pertentangan dari mereka yang merasa "risih" dan "terancam" oleh syiar Islam. Padahal para wali tidak menetapkan upah, bayaran, ongkos transportasi dan pungutan apapun. Terbayang bagaimana cara lemah lembut diterapkan mereka sehingga masyarakat memeluk Islam dengan sula rela, tanpa paksaan.

Khusus di makam Sunan Giri ini terbayang betapa hormatnya para santri kepada guru. Kebayang ngga sulitnya medan untuk memakamkan sang guru di atas bukit yang saat itu belum dibangun tangga permanen seperti sekarang?

Buat saya berwisata religi seperti mengunjungi makam ulama, sunan atau masjid bersejarah adalah untuk mendapatkan hikmah. Hikmah tentang Islam yang sebenarnya, agama Rahmatan Lil Alamin seperti yang diharapkan Sang Pencipta dari para pemeluknya.


Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.