catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Kaleidoskop 2021

 Artikel ini mungkin pendek saja. Hanya sebagai penanda renungan, refleksi sebelum hari berganti menjadi tahun berikutnya.

2021 yang penuh cerita, mungkin bagi orang lain tak istimewa. Ada suka dan duka. Ada yang hilang tapi ada juga yang datang. Momen duka yang paling kuingat, Oktober 2021 Mama sudah setahu pergi kepangkuan Illahi. Lalu saya kehilangan uang yang cukup besar karena deposit PPOB kebobolan, dihack orang yang entah bagaimana caranya bisa bertransaksi menggunakan deposit PPOB kami di Duta Pulsa atas nama/nomor WA saya. Padahal WA saya baik-baik saja saya tetap bisa login dan akses WA tanpa ada yang aneh seperti tanda-tanda WA di hack. Solusinya pindah distributor PPOB aja karena sistem Duta Pulsanya kayaknya ngga beres.

Kisah bahagianya saya terpilih menjadi salah satu dari 35 blogger yang berhak mengikuti kegiatan Danone Digital Academy 2021 beserta seluruh fasilitasnya. Kerja sama Danone dan Kompasiana ini menjadi pintu rezeki bagi saya di bulan-bulan berikutnya. Alhamdulillah. Tambah ilmu tambah teman tambah rezeki pula.

Menjelang penghujung tahun 2021 pula saya mendapat berkah, direkruit sebagai kontributor nusagates.com besutan mas Ahmad Budairi dan mbak Widi Utami. Alhamdulillah, senang bisa menulis konten artikel untuk website lagi. Artikel nusagates keren-keren. Membahas masalah edukasi hingga kuliner. Wisata hingga fakta-fakta. Senang dan bersyukur bisa berkontribusi di sana. Semoga kerja sama yang panjang usia.

Alhamdulillah, saya juga diberi kesempatan menjadi kontributor tamu di akun instagram @2r_talk besutan mbak Riawani Elyta dan Risa Mutia. Akun yang menebar inspirasi literasi, gaya hidup dan kesehatan. Keren loh, @2r_talk juga menerima endorse, sponsored dan promoted post.

Kalau ditanya acara tahun baru, dari dulu saya nggak pernah ada acara khusus. Malah karena 31 Desember 2021 ini bertepatan dengan hari Jumat, saatnya kelas tarjim di Masjid Al Ukhuwwah, kami tetap menerima materi belajar tarjamah Al Qurán diselingi suara letusan mercon di sekitar kita....hmmm antara ingin sedih dan ketawa.


Sebelumnya,  saat Maghrib sempat menengok langit di arah barat. MasyaAllah indah sekali. Sisa-sisa cahaya matahari tenggelam tampak mewarnai langit dengan jingga yang ceria. Sayang, saya hanya bisa mengabadikan potongan kecil warna langit senja.
Pagi harinya saya berkutat di dapur mencoba eksperimen membuat brownies panggang buat mas santri. Gegara tetangga kami yang biasa membuatkan Brownies sedang tak ada di rumah karena mudik di tahun baru. Jadilah saya nekad bikin sendiri wkwkkw. Percobaan pertama cukup melegakan, sebab yang terpenting browniesnya matang hahaha. Gimana nggak deg-degan, karena sudah lebih dari 30 menit dioven, tiap saya cek adonan panggangan kok terasa masih basah. Kalau nggak matang sayang dong, bisa terbuang. 
Itupun saya menyempatkan menulis surat permintaan maaf kepada si mas jika sekiranya brownies yang diimpikannya tak sesuai harapan wkwkkwk.
"Maaf jika brownies ini tak sesuai harapan. Tapi setidaknya Mama sudah berusaha, maklumlah percobaan pertama. Kalau nggak mencoba kita nggak pernah tahu hasilnya. Seperti gambaran hidup. Ikhtiar dan doa itu wajib, namun hasil akhirnya tergantung takdir Sang Kuasa" Begitu petikan surat saya untuk mas santri menyertai paket makanan teman belajar menjelang serangkaian ujian akhir KMI

Share:

Tentang Pernikahan

Apakah pernikahan itu?

❤️Pernikahan adalah ikatan suci pria-wanita sesuai syariat.

❤️Pernikahan adalah mitsaqan ghaliza (ikrar suci yang kokoh)

❤️Pernikahan itu saling melengkapi dan saling menerima. Bukan salah satu berkuasa atas lainnya.

🌟

Pernikahan itu ikatan yang mungkin tak sempurna. Seperti pie buah yang rontok tepinya karena tumbukan, gesekan dan benturan.

Namun pernikahan itu hendaknya seperti kelas belajar yang tak pernah berakhir hingga Allah yang memisahkan. Idealnya dalam pernikahan kedua pihak saling menghargai agar tak ada ungkapan "aku dulu pernah hangat seperti kopi, tapi kau acuhkan"

💐


Begitulah pencitraan. Di balik foto ini ada yang berteriak histeris "Kenapa pie buahnya dimakaaaan?🤭belum kufoto"

Lalu yang satu menjawab santuy "Kan tadi udah difoto"

Belum mau menerima kenyataan, ada yang berargumen "Tadi belum kufoto sama kopiii"

Si santuy kembali menjawab "Ya biar tampak alami, kan kalau sudah dimakan sebagian menandakan kuenya enak"😅😅

🧕

Begitulah pernikahan.

Agar bisa bertahan dikuatkan oleh doa dan ucapan kepasrahan:

"Alhamdulillah 'ala kuli hal (segala puji bagi Allah atas setiap keadaan)" jika mendapati sesuatu hal yang tak disukai dan

"Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush shalihat Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih sempurna" jika mendapatkan karunia yang membahagiakan

Kadang aku heran, bisa ya orang bertahan dalam pernikahan hingga 20 tahun atau lebih, dengan segala gesekan dan beragam benturan, adu argumentasi dan opini.

Ternyata hari ini kami masih bertahan hingga 20 tahun. So what we have to do then? clap our hand, acting flat face? Or what?🤭

No. I think just down on our knees. Let our forehead kiss the earth and say "Thanks God.We' re made it so far."  Alhamdulillah MasyaAllah. Tabarakallah.



Tak ada yang perlu dirayakan. Sebab kita tak pernah tahu hingga sepanjang apa lagi perjalanan. Yang selalu terngiang adalah nasihat Ustadz Oemar Mita agar dalam sebuah keluarga tak terjadi perpisahan: "perpisahan itu adalah jika yang satu ke surga, satunya ke neraka"


#20YearsAnniversary

#marriagequotes

#marriage

#weddinganniversary

Share:

Tahfidz Camp 2021 SMPM 2 Taman

Tanggal 10 - 12 Desember 2021, si adek berkesempatan mengikuti Tahfidz Camp SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo di Pondok Pak Guru Trawas. Acara ini wajib diikuti siswa dan siswi kelas tahfidz SMP Muhammadiyah 2 Taman.

Sekadar informasi, di SMP Muhammadiyah 2 Taman terdapat tiga pilihan kelas/pendidikan yaitu Excellent (kelas pendidikan regular), kelas tahfidz (dengan penekanan hafalan Al Quran, target hafal 5 juz dalam 3 tahun) dan kelas bahasa Inggris/ ICO (International Class Orientation)

Di akhir semester siswa siswi kelas tahfidz wajib mengikuti Tahfidz Camp yang bertujuan memperbaiki bacaan tajwid serta memperkuat hafalan. Acara ini dikemas secara menarik. Tak hanya melulu hafalan, anak-anak diajak bermain game tebak ayat dalam Al Quran, murojaah dengan cara sambung ayat bersama orang tua di rumah melalui zoom 

serta acara outbound dan olahraga.

Setiap malam peserta Tahfidz Camp mendirikan sholat tahajud berjamaah. Beberapa anak yang ditunjuk bertugas membawakan Kultum di waktu-waktu tertentu.

Dan yang tak kalah menarik adalah tausiyah oleh Ustadz Misbahul Munir. Wali murid bisa mengikuti tausiyah ini di rumah melalui zoom. Dan saya catat poin pentingnya sebagai berikut.

 "Kupersembahkan Mahkota di Surga, Untukmu Ayah Bunda" 

Oleh Ustadz Misbahul Munir 

Di Tahfidz Camp Jumat ba'da Ashar 

10 Desember 2021:


1. Membaca Al Qur'an setiap ba'da subuh dan Maghrib berdasarkan riset ilmiah terbukti membantu meningkatkan IQ


2. Di akhirat kelak, seorang mukmin akan ditempatkan di surga berdasarkan hafalan Al Qur'annya. Sebagaimana hadits nabi tentang penghafal Alquran: "Bacalah, naiklah dan baca secara tartil. Seperti engkau membaca tartil di dunia. Karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca."

(HR Abu Dawud dan Tirmidzi dari Amr bin Ash)

Sehingga penting dipahami bahwa menghafal Al Quran itu kebaikannya juga kembali kepada diri sendiri.





Semoga dengan mengingatkan putra-putri kita dengan dua poin penting tersebut membantu mereka istiqomah dalam menghafalkan Al Quran.








Share:

Lima Pilihan Hadiah Hari Ibu

22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Meski hendaknya kita tak hanya mengingat jasa ibu secara insidental. Namun memberikan hadiah untuk sosok tercinta di Hari Ibu tentu akan menambah rasa hormat dan sayang kita.

Bingung memilih hadiah untuk ibu? Mungkin salah satu dari lima pilihan hadiah ini sesuai dengan keinginan ibu:

1. Buku inspiratif

Jika ibu suka membaca, tak ada salahnya memberikan hadiah buku yang menarik untuk beliau. Fiksi atau non fiksi, pilih tema yang disukai ibu. Darimana tahunya? cek koleksi beliau di rak buku



2. Voucher belanja

Wanita identik dengan belanja? beneran nih? Tapi pasti ga ada yang menolak dihadiahin voucher belanja. Terutama voucher yang bisa dipakai untuk belanja bulanan di mini market, ya kan?

3. Peralatan memasak

Jika ibu suka memasak, beliin ibu seperangkat alat masak baru dong. Bisa satu set panci, peralatan membuat kue atau alat khusus seperti press cooker. Pasti menjadi hadiah yang membuat beliau senang.

4. Perlengkapan berkebun

Berkebun biasanya dipilih sebagai hobi di hari tua. Tak perlu memiliki kebun yang luas, merawat taman mini atau sekelompok tanaman hidroponik bisa jadi hobi yang asyik. Membelikan ibu beberapa bunga dalam pot atau seperangkat alat berkebun mini bisa membuat beliau tersenyum bahagia.



5. Alat sholat

Bahagianya jika bisa membelikan ibu seperangkat alat sholat. Mukena, sajadah atau tasbih digital akan menjadi hadiah yang membahagiakan. Apalagi jika beliau kenakan, kemudian ingat anak-anaknya untuk didoakan.

Artikel ini terinspirasi instagram post di sini

Beruntunglah yang masih memiliki ibu, artinya pusaka doa kalian masih utuh. Di hari ibu aku merindu, pada sosok yang telah berpulang tahun lalu. Al Fatihah teriring selalu.


Share:

Hadits Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

        Menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi umat muslim. Begitu pentingnya ilmu, ibarat insan manusia tanpa ilmu bagaikan gelapnya malam tanpa cahaya dan lampu. Berbekal ilmu seorang muslim diharapkan mampu mengkaji ayat-ayat Allah, baik di dalam kitab suci Al Qurán maupun yang tersirat di alam raya yang telah Allah ciptakan.

        Menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengamalkan serta mengajarkannya merupakan salah satu ladang pahala. Bahkan ilmu yang diajarkan dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang dididik bisa menjadi amal jariyah.

Hadits Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu
Hadits Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

Perintah menuntut ilmu tersurat dalam Al Quran surat Al Mujadilah ayat 11

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kalian kerjakan.”

 (Qs. Al-Mujadilah: 11)

Allah dengan tegas berfirman bahwa orang yang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya hingga beberapa derajat lebih tinggi di antara insan manusia lainnya. Pentingnya kewajiban dan keutamaan menuntut ilmu kembali ditegaskan Allah melalui Rasulullah dalam beberapa hadits  berikut ini:

1.    Tholibul Ilmi faridhotun ala kulli muslimin
Artinya “Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.”

[Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Hadits ini diriwayatkan pula oleh sekelompok para shahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Sa’id Al-Khudriy, Al-Husain bin ‘Ali, dan Jabir radhiyallahu’anhum. Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224.

Dalam riwayat lain, hadits ini berbunyi:

“Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘alaa kulli muslimin wal muslimat minal mahdi ilal lahdi”

Artinya:
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah sejak dari ayunan hingga liang lahat.

(H.R. Ibnu Majah No. 224 dari Anas bin Malik R.A. dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah: 183 dan Shahihut Targhib: 72)

Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa menuntut ilmu adalah wajib hukumnya bagi umat muslim, umat beriman, baik lelaki maupun perempuan sepanjang hayat masih dikandung badan.

2.    Wa Man Salaka Thoriiqon Yaltamisu Fiihi Ilman Sahhalallahu Lahu Thoriiqon Ila Al Jannah.

Artinya : “Dan siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 2699)

Hadits ini menegaskan keutamaan menuntut ilmu, hingga Allah pun menjanjikan kemudahan jalan menuju surga bagi para pejuang di jalan ilmu  pengetahuan

3.    Man yuridillahu bihi khoyran yufaqqihhu fiddiin

Artinya : “Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama”

(HR Bukhari No.71 dan HR Muslim No.1037)

Hadits ini menegaskan tentang janji Allah bahwa melalui pemahaman ilmu (agama) Allah akan menganugerahkan seluruh kebaikan bagi orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al “Utsaimin dalam Kitabul Ilmi menafsirkan pemahaman ilmu agama dalam hadits ini sebagai pemahaman yang menyeluruh, termasuk tauhid, hubungan dengan Allah dan sesama manusia dan syariat Islam yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. 

Dalam riwayat hadits yang lebih panjang, keutamaan menuntut ilmu ditekankan sebagai berikut:

“Dari Katsir bin Qois, ia berkata, aku pernah duduk bersama Abu Darda’ di Masjid Damasqus, lalu datang seorang pria yang lantas berkata, “Wahai Abu Ad Darda’, aku sungguh mendatangi dari kota Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- (Madinah Nabawiyah) karena ada suatu hadits yang telah sampai padaku dimana engkau yang meriwayatkannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku datang untuk maksud mendapatkan hadits tersebut. Abu Darda’ lantas berkata, sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya di antara jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho pada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, hingga ikan yang berada dalam air pun memohon ampun untuknya. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.” 

(HR. Abu Daud no. 3641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Majelis Taklim adalah salah satu tempat menuntut ilmu
(Hadits Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu)

Dari hadits-hadits tersebut dapat disimpulkan beberapa hal penting mengenai keutamaan menuntut ilmu bagi kaum muslim”:

1.     Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi laki-laki maupun perempuan beriman.

2. Allah menjanjikan kemudahan menuju surga bagi para penuntut ilmu.

3. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang, maka Allah akan memahamkannya tentang ilmu agama.

4.     Begitu mulianya kedudukan seseorang yang menuntut ilmu di hadapan Allah, hingga malaikat menaungkan sayapnya, segenap penduduk langit dan bumi hingga ikan di lautan memohonkan ampun bagi para penuntut ilmu.

5. Rasulullah telah memberikan contoh yang nyata bahwa beliau tidak mewariskan harta kekayaan, namun ilmu dan pengetahuan. Barangsiapa yang mewariskan ilmu maka ia akan mendapatkan keberuntungan besar

 Bagaimana dengan perintah "tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina" ?

Beberapa ulama berpendapat bahwa hadits ini lemah. Saya kutip dari Republika:

Teks Arab hadits tersebut adalah, اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ (Uthlub al-‘ilm walau bi ash-shin).

Artinya: “Tuntutlah Ilmu, walau ke negeri China”.

Dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab dijelaskan, hadits ini banyak ditemukan dalam berbagai kitab hadits. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi, Abu Nu’aym dalam kitabnya yang berjudul Akhbar Ishfahan dan Abu al-Qasim al-Qusyayri dalam kitabnya al-Arba’in.

Menurut M Quraish, salah seorang jalur perawinya adalah Abu ‘Atikah Tharif bin Sulayman, yang dinilai sangat lemah, tidak tepercaya, dan pembuat hadits-hadits palsu. Dalam kitabnya yang berjudul al-Mawadhu’at (Kumpulan Hadits Palsu), Ibnu al-Jawzi menulis hadits itu batil dan mengutip pendapat Ibnu Hibban yang menyatakan hadits itu mempunyai jalur lain serta tidak memiliki dasar.

Memang, menurutnya, ada beberapa ulama yang menilai hadits tersebut sebagai hadits shahih. Akan tetapi, pandangan ini ditolak oleh banyak ulama. Di antaranya adalah ulama hadits Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitabnya yang berjudul Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah wa al-Mawdhu’ah, jilid I, halaman 602.

Dikutip dari Rumaysho

Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho’if (lemah) dilihat dari banyak jalan.

Syaikh Isma’il bin Muhammad Al ‘Ajlawaniy rahimahullah telah membahas panjang lebar mengenai derajat hadits ini dalam kitabnya ‘Mengungkap kesamaran dan menghilangkan kerancuan terhadap hadits-hadits yang sudah terkenal dan dikatakan sebagai perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam’ pada index huruf hamzah dan tho’. Dalam kitab beliau tersebut, beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Khotib Al Baghdadi, Ibnu ‘Abdil Barr, Ad Dailamiy dan selainnya, dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Lalu beliau menegaskan lemahnya (dho’ifnya) riwayat ini. Dinukil pula dari Ibnu Hibban –pemilik kitab Shohih-, beliau menyebutkan tentang batilnya hadits ini. Sebagaimana pula hal ini dinukil dari Ibnul Jauziy, beliau memasukkan hadits ini dalam Mawdhu’at (kumpulan hadits palsu).

Ilmu dan pengetahuan adalah warisan yang tak kalah berharga dibandingkan harta kekayaan. Ilmu yang bermanfaat bisa menjadi amal jariyah jika diajarkan secara berkesinambungan. Semoga kita mampu menjadi golongan yang tak lelah menuntut ilmu kebaikan dan mengajarkannya di jalan kebaikan.

 Daftar Pustaka :

1. https://rumaysho.com/586-kelemahan-hadits-qtuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-chinaq.html

2.            https://www.republika.co.id/berita/qmgvvd366/tuntutlah-ilmu-ke-negeri-china-hadits-lemah-atau-shahih

Share:

“Ujian untuk Belajar, bukan Belajar untuk Ujian”

 

Meraih nilai akademik di atas rata-rata kelas biasanya menjadi tujuan para siswa sekolah. Sehingga yang dikejar adalah nilai akademis belaka, terkadang dengan menghalalkan berbagai cara. Yaa saya dulu waktu SMP pernah coba-coba nyontek dan ketahuan alamaak, udah malu aja. Namun berbeda halnya dengan di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Di Pondok Gontor dikenal slogan: “Ujian untuk Belajar, bukan Belajar untuk Ujian”

Ungkapan bahwa “Ujian untuk Belajar, bukan Belajar untuk Ujian” bukan berarti santri Pondok Gontor bersantai-santai menjelang ujian. Justru mereka juga mengingat petuah para ustadz “barang siapa belajar hingga berdarah-darah di bulan Sya’ban akan mereguk bahagia di bulan Ramadan” Bulan Sya’ban adalah ujian akhir kenaikan kelas, dan libur sekolah beserta pengumuman kenaikan kelas diselenggarakan di bulan Ramadan. “Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian” mengandung pesan bahwa dalam ujian itulah sebenarnya para santri belajar mengukur kemampuannya sendiri. Dan hendaknya materi yang dipelajari tidak hanya bermanfaat ketika menjawab soal ujian, tetapi bermanfaat sepanjang kehidupan.

Berkaitan dengan nilai rapor dan pertimbangan kenaikan kelas, sistem kurikulum Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) yang diterapkan di Pondok Gontor tidak hanya mempertimbangkan nilai rapor, tetapi juga nilai adab santri. Nilai adab ini termasuk penilaian terhadap kesungguhan santri ketika belajar, baik di ruang kelas maupun dalam kehidupan berasrama. Maka dalam aktivitas sehari-hari para santri berupaya untuk selalu taat peraturan, termasuk peraturan saat ujian.

Melakukan kecurangan saat ujian di Pondok Gontor bisa fatal akibatnya. Santri bisa dikenai sanksi akademis, mulai dari skorsing, dimutasi ke cabang lain atau bahkan dikembalikan kepada orang tua dan tak akan pernah kembali ke pondok lagi. Gagal dalam menempuh ujian adalah hal yang sangat  tak diinginkan. Maklum, jika dirasa si santri kurang secara penilaian akademik maupun adab kemungkinan besar ia tidak akan naik kelas dan harus mengulang di tingkat yang sama.

Penilaian kenaikan kelas Pondok Gontor sangat ketat. Bisa saja santri tidak naik kelas lebih dari dua kali sepanjang ia mengenyam pendidikan. Tak ada pilihan lain bagi santri kecuali bersiap sebaik mungkin menempuh ujian. Menjelang ujian pondok mengondisikan santri untuk “belajar malam” yaitu kewajiban belajar di luar kamar asrama. Usai sholat Isya berjamaah dan makan malam, santri dipersilahkan belajar di masjid, di bawah pohon, di lapangan basket, di mana saja demi mencari tempat yang nyaman. Terkadang belajar malam dibimbing oleh wali kelas, bersama-sama belajar di ruang kelas sehingga santri punya kesempatan untuk bertanya materi yang belum benar-benar dipahami. Keleluasaan belajar bersama wali kelas tak bertahan lama. Sebab usai ujian lisan, sekitar tiga hari menjelang ujian tulis serentak diselenggarakan para santri tak diperbolehkan lagi menemui para ustadz.

Sebagai langkah menginspirasi santri agar belajar lebih giat di musim ujian, seluruh area pondok dihiasi papan, banner, spanduk berisi tulisan motivasi. Mengingatkan pentingnya belajar, menuntut ilmu demi masa depan. Tak ketinggalan kafe-kafe mini dadakan yang dikelola para ustadz dibantu santri kelas enam menyajikan makanan dan minuman lezat yang tak biasa dinikmati. Hal-hal unik yang hanya bisa dinikmati selama musim ujian ini bertujuan menambah semangat belajar para santri.

Para santri Pondok Gontor terbiasa memacu diri belajar hingga dini hari. Tidur sekitar dua atau tiga jam kemudian bangun sebelum subuh untuk menunaikan sholat malam. Kemudian beraktivitas seperti biasa, ada yang melanjutkan belajar, membaca dan menghafal di depan antrian kamar mandi. Tak jarang antri di dapur untuk sarapan pun sambil membaca buku.

Jadwal ujian lisan bisa jadi berbeda meski duduk di kelas yang sama. Sambil menanti giliran diuji oleh empat orang penguji, para santri biasa belajar lagi di depan ruang ujian. Ujian tulis dilaksanakan secara serentak selama dua pekan usai  seluruh ujian lisan diselesaikan.  Para santri harus berada di dalam ruang ujian tulis sebelum jam 7 pagi. Seperti saat kegiatan sekolah, menuju ruang ujian pun para santri juga berlari-lari. Tempat duduk ruang ujian tulis diatur sedemikian rupa sehingga dalam satu bangku yang sama ditempati santri dari tingkat kelas KMI yang berbeda. Tujuannya demi meminimalisir kecurangan yang mungkin terjadi. Meja diputar menghadap ke depan sehingga tak ada yang bisa disembunyikan di dalam laci.

Bagi santri Gontor saat-saat ujian adalah saat paling mendebarkan. Masa depan bagai dipertaruhkan, namun satu hal yang senantiasa mereka upayakan: menempuh ujian dengan menomorsatukan kejujuran. Bagai kata pepatah “sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak kan percaya.”

 


Share:

Tips Mengurangi Sampah Plastik



 

Sampah plastik adalah masalah besar bagi bumi kita. Proses penguraian yang panjang menjadi sebab sampah plastik kian menumpuk dan menjadi beban.  Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah plastik? Dilansir dari Kompas, beberapa jenis sampah plastik di bawah ini membutuhkan waktu urai yang berbeda-beda:

1. Sampah plastik sejenis bungkus permen dan rokok – butuh waktu urai minimal 20 tahun

2.  Sedotan plastik, butuh waktu urai minimal 200 tahun

3.  Botol dan gelas plastik, butuh waktu urai minimal 450 tahun

4.  Sikat gigi bahan plastik, butuh waktu urai 500 tahun

5.  Diaper/ popok sekali pakai butuh waktu urai 450 tahun

Tips Mengurangi Sampah Plastik
Waktu yang dibutuhan sampah plastik untuk terurai

Hmm padahal semua benda itu sering kita pakai sehari hari. Artinya berperan dalam menyumbang sampah plastik yang membebani bumi. Jadi, gimana nih masih terus menyampah plastik? Dalam keseharian kita tak bisa 100 persen lepas dari produk dan benda berbahan plastik. Tetapi kita bisa berupaya mengurangi, meminimalisir sampah plastik dengan berbagai cara.

Berikut adalah beberapa cara mengolah dan mengurangi sampah plastik:

1.    Memilah sampah anorganik dan setor ke bank sampah

        Salah satu kegiatan di RT saya adalah mengadakan bank sampah setiap bulan. Warga dihimbau memilah dan mengumpulkan sampah anorganik di rumah dan disetorkan ke bank sampah RT setiap Ahad pekan kedua. Pengurus RT mengurus penjualan sampah dengan menghubungi pengepul. Lumayan nih hasil penjualan tiap bulan bisa dapat sekitar 200 ribu-an. Hasil penjualan dikumpulkan selama setahun. Tabungan tersebut kemudian dibelanjakan sembako dan dibagi menjadi paket-paket untuk diberikan kepada warga yang aktif mengumpulkan sampah anorganik dan setor ke bank sampah.

Tips Mengurangi Sampah Plastik

Plastik dan sampah anorganik ini nantinya akan diolah lagi oleh pengepulnya. Salah satu hasil daur ulang sampah plastik adalah kantong/tas kresek. Pernah lihat tas kresek warna abu-abu kehitaman yang terasa kasar dan agak tebal dan bisa hancur sendiri pelahan-lahan dalam beberapa pakan. Itulah tas kresek berbahan plastik daur ulang.

Tips Mengurangi Sampah Plastik
Para pengurus RT yang bertugas mengelola Bank Sampah

2.  Menggunakan tas kain ketika berbelanja dan sedotan logam pengganti sedotan plastik

Kantong plastik adalah benda yang cukup banyak menyumbang sampah. Upayakan menggunakan tas kain saat berbelanja terutama ke pasar, yang pedagangnya sering obral kantong plastik dan kresek, beeugh. Jika memungkinkan bawa sekalian wadah/container untuk tempat belanja bahan mentah, minta pedagangnya memasukkan belanjaan kita ke dalam container tersebut.

Saya biasa belanja ke pasar sepekan atau dua pekan sekali. Untuk menjaga kesegaran bahan makanan, saya tempatkan sayuran berupa wortel, terong, mentimun, kentang, buncis serta daging ayam/sapi maupun ikan ke dalam wadah-wadah container kedap udara. Nggak perlu beli wadah bermerk, bekas tempat es krim literan juga bisa dimanfaatkan.

Sampah sedotan plastik tuh paling huuuhhhh. Beli es cincau, jus, dawet atau minuman kekinian model boba-boba, thai tea dan teman-temannya pasti dikasih bonus sedotan. Padahal kadang sedotan itu nggak kepakai (terutama kalau beli jus) dan langsung buang. Kalau memang minum nggak pernah pakai sedotan mending tolak aja bonus yang nggak berguna kayak gitu. Lebih bagus lagi kalau kita punya sedotan sendiri, berbahan logam yang bisa dicuci dengan sikat agar tetap higienis saat dipakai kembali.

3.  Daur ulang sampah plastik

Yang kreatif nih pasti bisa mengolah sampah plastik bekas bungkus permen, sabun, deterjen, pewangi, refill minyak goreng jadi prakarya yang keren-keren. Saya pernah lihat tas, celemek, taplak, alas piring dan gelas berbahan plastik bekas bungkus makanan. Bagus-baguss banget. Malah pernah lihat tas hasil daur ulang kantong semen di pameran yang diadakan departemen perdagangan.  Well you know, harga tasnya bisa ratusan ribu. Wow banget kan.

4.  Bawa bekal dari rumah untuk ngantor/sekolah

Sampah plastik juga berasal dari bekas bungkus nasi, kertas coklat yang berlapis plastik tuh salah satunya. Kalau pas ngantor atau sekolah kita sering beli nasi bungkus buat makan siang kan? Ada baiknya untuk mengurangi sampah plastik kita bawa bekal dari rumah. Yang out the box, boleh deh kalau lagi pas pengen jajan dan nglarisin dagangan Warteg bawa wadah sendiri, atau dine in sekalian

5.  Pakai lagi kantong/kresek plastik sampai titik terakhir

Kalau terpaksa banget harus pakai kresek atau kantong berbahan plastik, cobalah untuk tidak menggunakannya sekali saja. Misalnya tuh kresek dari toko buku masih mulus, bisa dipakai lagi untuk bungkus kado atau lainnya. Kalau saya sih, karena di rumah jualan produk homecare semacam sabun, deterjen, shampoo dan lain-lain, tas kresek yang baru sekali pakai dari hasil belanja dipakai lagi untuk bungkus. Kresek bekas yang kelar dipakai membungkus kotak bekal si ayah dimanfaatkan sebagai kantong di tempat sampah. Kalaupun nemu kresek yang robek tetap disimpan, disisihkan untuk setor ke bank sampah guna didaur ulang. 

Mungkin masih banyak cara dan tips mengurangi sampah plastik. Tetapi yang terpenting adalah niat dan pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalau kalian, bagaimana cara teman-teman mengurangi sampah plastik dan anorganik?

 









 

Share:

MEMBANGUN KEPRIBADIAN MUSLIM


Menyiapkan generasi muslim yang tangguh butuh waktu lama. Sebagai perbandingan dan tauladan, Rasulullah disiapkan sebagai rasul selama 40 tahun usia kehidupan. Kita bisa berkaca dan mengambil hikmah pentingnya menyiapkan karakter Islami bagi anak - anak kita. 

Karakter penting dalam membangun pribadi muslim di era globalisasi:


1. Membangun aqidah yang kokoh


2. Membentuk akhlak yang baik

"Orang yang paling sempurna, diukur dari yang paling baik akhlaknya"


3. Fisik yang sehat



4. Rajin beribadah

Jika seorang muslim menunaikan kewajiban sholat dengan baik (kualitas maupun kuantitasnya) maka akan dijauhkan dari tindakan keji dan munkar


5. Memiliki pengetahuan, wawasan dan penguasaan IT


6. Memiliki mentalitas tahan banting

Ayat-ayat Al Quran memotivasi dan mengajarkan muslim menjadi pribadi yang proaktif, menjadi mujahid, selalu bersemangat dan pantang menyerah


7. Memanfaatkan waktu dengan bijak

"Salah satu tanda keimanan seorang muslim adalah ditunjukkan dengan bagaimana ia mengelola waktu"

Jangan menyia-nyiakan waktu untuk hal tak bermanfaat sehingga bisa merusak akidah, akhlak, mental. Jika kita menyibukkan diri dalam sesuatu hal, pastikan kesibukan itu membawa nilai tambah bagi kebaikan akhlak


8. Harus pandai menata hidup. Membutuhkan planning, monitoring dan evaluasi. Sebab manajemen hidup membentuk sikap profesional.

"Allah sangat senang jika melihat hambaNya melakukan sesuatu direncanakan dengan baik"


9. Memiliki jiwa yang kreatif

Mampu bersaing, (nggak hanya menjadi kaum rebahan🤭)

Upayakan menjadi sosok yang mampu memberikan solusi bagi orang lain


10. Mindset ideal seorang muslim adalah memberi bukan meminta

"Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi manusia lainnya"

Jika kita tak punya apa-apa yang bisa kita berikan? Maka jadilah pribadi yang mampu memberi, bisa dengan harta, ilmu, tenaga, kemampuan dll


sumber : kajian Tazkiyatun Nafs Ustadz Ahmad Habibul Muiz, Lc, M.Sos

https://bit.ly/Tamanzakatytp

Share:

Kenangan Danone Digital Academy


Senang nggak sih dapat hadiah? Tentuuu. Itulah yang saya rasakan bertubi-tubi ketika dinyatakan terpilih sebagai salah satu peserta Danone Digital Academy 2021. Momentum tahunan yang diselenggarakan atas kerja sama Kompasiana dan Danone ini diadakan sejak tahun 2017. Tahun 2020 tidak terselenggara karena pandemi, dan tahun 2021 diselenggarakan secara online alias digital.
Saya mendaftar DDA ini sebenarnya karena iming-iming saldo GoPay dari mbak Avy bagi yang mau daftar melalui afiliasi dan beruntung dalam undian. Beliau hanya ingin berbagi dan menjadi perantara agar makin banyak peserta yang mendaftar DDA 2021. Jujur, bukan karena saya meremehkan DDA, tapi awalnya saya yang nggak punya nyali untuk mendaftar. Udah gaptek, akses internet pun hanya bermodal tethering via Hp doang. Nekad aja kalau daftar DDA 2021. Eh beneran akhirnya nekad karena mupeng saldo Gopay hadiahnya hahah.

Kaget dong waktu malem-malem terima WA dari panitia yang menyatakan saya terpilih menjadi salah satu  dari 35 blogger dan 15 vlogger yang dinyatakan sebagai finalis DDA 2021. Sempat kepikiran mundur aja deh karena jadwal zoomnya full banget untuk academy ini. Tapi gila aja kalau mundur karena lihat pematerinya keren-keren bo' . Ada Raditya Dika, Marchella FP (penulis novel Nanti Kita Cerita tentang Hari ini). Johannes Heru margianto (Managing Editor Kompascom) dan beberapa pemateri dari internal Danone serta pembicara dari dunia medis.

Tema yang dibahas juga nggak main-main
Hari pertama ; Interconnection Health of People &Planet
Hari Kedua : One Circular Planet: How Business can contribute to create better planet
Hari ketiga : "Finding an Attractiveness Themes for Your Content!

Intinya dalam akademi menulis dan bikin konten ini kami "dijejali" materi tentang :
1. Program pemerintah dalam mengupayakan tercapainya visi dan misi pemerintah dalam mewujudkan SDGs yang diantaranya penerapan ekonomi sirkulair (prinsip bisnis dan industri yang fokus pada reduce, reuse recycling sehingga diharapkan bisa mengurangi limbah dan menekan konsumsi sumber daya primer)
2. Peran Danone dalam menerapkan ekonomi sirkulair
3. Penerapan gaya hidup sehat berkaitan dengan hidrasi dan 1000 HPK yang sangat penting dipahami oleh ibu hamil
4. Tips membuat konten yang menarik, baik itu tulisan, infografis maupun video hingga meraih page one google

Selama periode berlangsungnya Danone Digital Academy 18 - 20 Oktober 2021, kami seolah dimasukkan dalam ruang brain washing wkwkw. Materi yang padat, ditambah tugas kelompok untuk membuat presentasi. Tak lupa setiap peserta diwajibkan menyelesaikan tugas akhir, tulisan atau video sesuai dengan kategori masing-masing, bertema materi yang telah diberikan selama academy.
Saya memilih menulis tentang strategi mengurangi food loss dan food waste.
Beberapa hari usai DDA selesai, kami menerima paket berisi cenderamata ini nih:
sertifikat, travel bag, jaket, kaos, kaos biking, earphone Sony

Dan seperti akademi beneran, eh ada proses wisudanya meski dilakukan secara online. Wisuda ini dimeriahkan oleh kehadiran Bapak Dedy dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, mewakili menteri Johnny Plate
serta konten kreator Bang Fadil jaidi
Kepala sekolah, mas Iskandar Zulkarnain juga hadir dong
Senangnyaa tampil sebagai wisudawati beserta judul tugas akhirnya
Wisuda online yang juga dihadiri beberapa alumni DBA dan DVA tahun-tahun sebelumnya.
Terharu saya mengingat semua ini. Teringat perjuangan 3 hari dengan kuota internet mengandalkan tethering Hp, terseok-seok karena memang tak punya "WiFi"
Dapat ilmu, dapat kenalan baru, dapat uang saku #eh. Dan masih disayang-sayang dengan kiriman cenderamata buanyaak banget lagi 🥺🥺🥺

Terimakasih tim #DanoneDigitalAcademy2021. Terimakasih Kompasiana, Danone, Nutricia.  DDA2021 sungguh sangat menawan dan berkesan di hati

 

Share:

Jejak Rasulullah di Maulid Nabi

Maulid nabi adalah momentum untuk mengenang kembali kisah hidup Rasulullah. Mengenang masa kecilnya. Mencatat dan memahami jejak dan perjuangan dakwah beliau. 

Ketika mengenang perjalanan hidup Rasulullah, setidaknya bisa diambil dua garis besar periode kisah hidup beliau, yaitu:

Periode sebelum masa kenabian (sebelum beliau diangkat sebagai Rasul) selama kurang lebih 40 tahun dan masa sesudah masa kenabian yaitu usai beliau dinobatkan Allah sebagai Rasul hingga wafat. Masa kenabian ini hanya berlangsung selama 20 tahun sebab Rasulullah diangkat sebagai nabi di usia 40 tahun dan wafat di usia 63 tahun.

Dari perjalanan hidup Rasulullah, kita bisa menarik kesimpulan dan mendapatkan hikmah bahwa untuk menyiapkan seorang pemimpin, sosok yang mampu menyampaikan risalah Allah itu butuh waktu panjang, yaitu berpuluh-puluh tahun. Maka jika kita menyiapkan generasi Rabbani sudah selayaknya dilakukan sejak dini.

Masjid Al Ukhuwwah mengadakan peringatan Maulid Nabi 1443 H dengan serangkaian acara. Salah satunya adalah Subuh Raya.



Catatan empat paragraf pertama di atas adalah sebagian dari isi ceramah Ustadz Muhammad Jazuli di Subuh Raya 7 November 2021

Beliau juga menceritakan beberapa kisah sahabat. Salah satunya adalah yang bernama Tsauban. Yang mengaku tak bisa memalingkan pandangannya dari wajah Rasulullah. Pucat wajahnya jika tidak memandang Rasulullah. Begitu cintanya para sahabat kepada sosok paling mulia ini. Ustadz Jazuli juga mengingatkan bahwa salah satu tanda kecintaan kepada seseorang adalah dengan sering menyebut namanya. Mari merenung, sudah berapa kali kita bersholawat hari ini? Dalam sholat setidaknya kita bersholawat dalam setiap dua rokaat. Yang mencintai Rasulullah tentu akan selalu berupaya menambah bacaan sholawat dengan menambah sholat-sholat sunnah seperti teladan Rasulullah.

Tanda cinta yang lain adalah dengan belajar shirah. Ustadz Muhammad Jazuli sempat menyoroti betapa banyak tokoh non muslim yang mempelajari sejarah hidup Rasulullah. Bahkan Michael Heart yang menulis tentang 100 orang paling berpengaruh di dunia dan menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan pertama mengakui sangat kagum kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyatakan siap dihujat kaum/golongannya karena menempatkan Yesus Kristus di urutan ketiga dalam ulasan mengenai tokoh paling berpengaruh di dunia.

Foto milik DTM Masjid Al Ukhuwwah


Oleh karena itu Ustadz Muhammad Jazuli mengingatkan ,"Belajar shirah itu jangan hanya berhenti pada kagum saja. Namun ikutilah jejak nabi. Sebab Michael Heart, yang menempatkan Rasulullah pada urutan nomor 1 orang-orang paling berpengaruh di dunia tetapi cahaya iman Islam tidak sampai ke dalam hatinya,"

Mengenai ketokohan Rasulullah yang dikenal sebagai sosok tak mampu membaca dan menulis. Ustadz menyatakan agar umat Islam dan insan manusia hendaknya memahami shirah sesuai dengan budaya di jazirah Arab, jangan disamakan dengan budaya saat ini. Misalnya, jangan merasa bahwa Rasulullah adalah sosok yang umi (tidak bisa membaca dan menulis) sebagai aib. Justru, di zaman Rasulullah, budaya Arab sangat menghormati sosok-sosok dan tokoh yang kuat hafalannya (meski mungkin tidak bisa membaca) Dan dengan ketidakmampuan Rasulullah membaca serta menulis tersebut, Allah menunjukkan bahwa Al Quran adalah benar-benar merupakan firman Allah, bukan karangan Muhammad, bagaimana seseorang yang buta huruf bisa menulis sebuah karangan?

🌟Ustadz Muhammad Jazuli (Subuh Raya Masjid Al Ukhuwwah dalam rangka memperingati Maulid Nabi , 7 November 2021)

Usai kajian subuh, acara ditutup dengan ramah tamah. Sarapan nasi pecel, soto daging atau ayam crispy. Semoga berkah dan ukhuwwah Islamiyah makin erat di antara warga Permata Sukodono Raya.







Share:

Saya Masih Menulis Meski di Blog Gratis

 

27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Blogger Nasional. Sebagai bentuk pengakuan atau pengingat sih? Mungkin tepatnya peringatan Hari Blogger adalah pengingat. Bahwa sebagai blogger sepatutnya terus ngeblog, menulis di blog. Berbagi inspirasi, informasi dan bahkan afirmasi.

Apa sih asyiknya ngeblog? Hmm menulis adalah salah satu cara bagiku mengikat ilmu dan menjaga kewarasan. Kewarasan? Betul. Serangkaian aktivitas di rumah, atau bahkan waktu senggang berlebihan yang kita nggak tau mau  diisi dengan ngapain bisa mengganggu kewarasan. Sesibuk-sibuknya orang pasti ingin menepi sejenak dari keriuhan. Waktu senggang yang tak dimanfaatkan dengan baik akan menjadi penyebab menurunnya kualitas kesehatan. Itulah alasan mengapa saya tetap menulis, ngeblog meski di blog gratis. Merekam jejak kehidupan dengan cara yang minimalis.

Menulis di blog gratis. Bagai seberkas sinar minimalis


Ketika teman blogger hampir semuanya menjadikan blognya Top Level Domain, saya merasa menjadi kaum minoritas dengan blog gratisan hehehe. Ada teman yang penasaran, kok saya nggak ikutan memiliki blog TLD. Blog dengan domain lebih dihargai klien, lebih menunjukkan keseriusan kita ngeblog. Ya sih, monetize blog gratisan sekarang makin susah. Tapi saya punya alasan mengapa tetap memilih setia dengan blogspot gratisan, padahal saya ngeblog sejak 2011 di platform Kompasiana. Kemudian di blog pribadi sejak 2012 hingga kini.

Alasan pertama karena saya khawatir kelak ketika saya tiada, blog saya nggka ada yang bayarin untuk perpanjang domain. Lalu seluruh tulisan saya “ilang” dong. Seperti yang menimpa blog salah seorang almarhum blogger, blognya kini berubah menjadi blog judi online karena domainnya berubah jadi milik web casino. Aduh membayangkannya sedih banget aku tu. Susah payah nulis, berharap pahala jariyah lalu lenyap begitu saja.

Alasan kedua karena saya gagap teknologi. Mungkin ada cara bagaimana menghindari blog yang domainnya tak lagi terbayar bisa otomatis kembali menjadi blog gratisan. Nah itu saya tak paham caranya. Saya juga gaptek masalah SEO, mengoptimalkan DA/PA dan semacamnya. Bagi saya menulis ya menulis saja. Tak direpotkan masalah teknis aneka rupa. Mungkin saya blogger yang ketinggalan zaman, gaptek dan malas belajar. Woy! kan itu semua bisa dipelajari. Ya sih. Tapi sejauh ini bagi saya, ngeblog di blog gratisan masih memberikan kenyamanan, meski tidak dengan berlimpahnya penghasilan.

Menulis layaknya bercocok tanam. Kelak menuai apa yang ditanam

Alasan ketiga karena saya, hmm apa lagi ya … entahlah karena saya mungkin memang ogah ribet hihihi. Sebab saya tuh perhitungan banget orangnya. Kalau keluarin duit buat TLD pasti mikirnya harus balik modal, harus menghasilkan biar nggak rugi. Lalu menghabiskan waktu ngoprek blog, padahal saya gaptek.

Jujur, kadang pengen nyoba ber TLD juga. Lalu pikiran saya kembali ke alasan pertama. Walhasil nggak jadi beli domain. Blog gratis atau berbayar tak jadi masalah, asal saya bahagia dengan menulis dan berbagi yang diharapkan kelak menjadi amal jariyah. Di lingkungan blogger saya mungkin tak dikenal, bukan siapa-siapa. Menang lomba blog pun hanya sesekali. Di Kompasiana empat kali. Menang lomba blog menggunakan blog pribadi baru dua kali. Tetapi melalui tulisan dan blog sederhana ini saya bisa mencurahkan isi hati, menumpahkan opini, mencatat poin-poin penting yang saya peroleh ketika mengaji, merangkum pengalaman dan ilmu ketika mengikuti kelas investasi. Ah ternyata meskipun gratisan, blog ini bisa dimanfaatkan.

Asyiknya menulis di blog itu jika sewaktu-waktu ada yang butuh informasi tentang sesuatu yang kebetulan saya pernah mencatatnya, tinggal bagikan link saja. Seperti saat wali santri baru bertanya cara membaca rapor santri yang semuanya tertulis dalam bahasa Arab (putra sulung saya kebetulan mondhok di Gontor), maka saya tinggal share artikel Esensi Raport Gontor yang beberapa tahun lalu saya tulis. Ketika ada seorang teman bertanya cara membuat bawang goreng (karena saya berjualan bawang goreng) saya tinggal sodorkan link artikel dari blog tentang tips membuat bawang goreng renyah. Saat seorang teman berkonsultasi mengenai investasi mana yang harus ia pilih, saya memintanya membaca artikel di blog ini mengenai investasi emas, reksa dana, SUKUK yang saya miliki sekaligus membandingkannya agar mendapat pencerahan. Sesekali ada teman pengajian yang menanyakan materi kajian fiqih atau meminta diingatkan kembali hikmah surat Al Kahfi, maka tulisan yang telah bertahun-tahun usianya itu bisa saya bagikan lagi.

Maka di sinilah saya. Yang terus berupaya untuk konsisten merangkai aksara. #Sayamasihmenulis dan masih ingin terus menulis untuk waktu yang lama. Agar mampu berbagi dengan dunia, dengan sedikit catatan yang saya punya. Biarpun blog saya gado-gado ada label untuk parenting, investasi dan Islami. Tapi saya bahagia dengan cara sederhana ini bisa istiqomah berbagi.

Share:

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.