catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Kaleidoskop 2020

 Tahun 2020 adalah tahun berasa nano-nano. Ada tawa ada tangis kepedihan. Ada kehilangan, ada harapan.

Kebahagiaan ketika sempat bekerja menjadi salah satu kontributor di website organisasi / yayasan sosial. Kesedihan ketika pekerjaan itu tak berlangsung lama karena krisis ekonomi akibat pandemi menimpa.

Kepedihan mendalam ketika harus kehilangan Mama....

Harapan terkembang ketika saya merintis wirausaha berjualan bawang goreng crispy. Kesibukan mengolah bawang, mulai dari mengupas, membumbui, menggoreng hingga mengemas ternyata sangat menyita waktu. Hingga saya jarang menulis, kecuali menulis status-status medsos yang berisi renungan dan promosi.

Tahun 2020 penuh kenangan yang tak terlupakan. Rasa campur aduk tak karuan, seolah terwakili oleh foto ini sebagai gambaran.

Kepedihan yang terwakili pohon mati

Harapan yang tersemai pada benih-benih padi

Kebahagiaan ketika menatap mentari.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, malam tahun baru kami tak pergi kemana-mana. Tak ada acara istimewa

Saya hanya ingin menuliskan kembali catatan kecil di FB.

"Hari-hari menjelang akhir tahun hendaknya dilalui dengan memperbanyak muhasabah. Sebab bergantinya tahun, bertambahnya usia seiring dengan berkurangnya waktu hidup di dunia...

Renungkan kembali hari-hari yang telah berlalu..

Sudah cukupkah bekal kita untuk di akhirat nanti?

Bukan berarti kita tak boleh memikirkan duniawi. Urusan dunia boleh dipikirkan, tetapi jangan hanya berhenti di dunia. Sebab dunia hanya jembatan menuju akhirat. Apa yang kita lakukan di dunia kelak menentukan apa yang kita terima di akhirat. Kematian adalah kepastian. Tak ada seorang pun yang bisa memajukan atau mengundurkannya"

~Intisari tausiyah Ustadz Ahmad Habibul Muiz di Kajian Fiqih rutin Sabtu lalu.

Lalu datang beruntun kabar duka. Tetangga yang usianya sebaya atau malah lebih muda dari saya. Dan nyai yang biasa mengisi kajian di perumahan, juga masih muda..

Maut itu tak memandang usia.

Lahir di urutan nomor satu belum tentu berpulang terlebih dahulu.

Rezeki sudah tertakar tak kan tertukar, tetapi ibadah kita tak bisa diwakilkan, sudahkah bekal kematian dipersiapkan

Dan izinkan saya menyimpan kenangan foto-foto matahari terbit 2020 yang terindah yang pernah kusaksikan secara langsung, di area persawahan dekat perumahan. 

Seiring harapan, kita menjadi sosok yang lebih baik di tahun depan. Langkah-langkah berbuat kebaikan diberikan kemudahan..

Aamiin allahumma aamiin..








Share:

Amalan untuk Kerabat yang telah meninggal

Kabar duka terdengar beruntun datangnya. Kukira setelah meninggalnya Kyai Syukri, kemudian Mama seminggu kemudian setelahnya, ada jeda mendengar kabar duka dari sosok yang kukenal. Ternyata setiap buka medsos ada saja kabar duka dari orang-orang yang kukenal atau kerabat mereka.

Tak hanya di medsos, tetangga satu RT ku juga meninggal dunia dalam kurun waktu yang berselang sebulan saja. Keduanya Qodarullah karena terpapar virus corona. Kemarin, 29 Desember kembali saya diingatkan oleh pemutus kelezatan duniawi, yaitu kematian.

Ibu Nyai Lilik Khoiriyah, penceramah yang cukup ternama di daerah Sidoarjo-Surabaya meninggal dunia. 

Sungguh kematian itu sangat dekat. Tak perlu menanti tua. Terkadang kita mendengar "kematian yang mendadak" Paginya sehat, siangnya tiba-tiba sudah tak lagi bernyawa. Jika mau merenung sejenak, sebenarnya tak ada kematian yang mendadak, sebab kematian sudah digariskan sebagai perjanjian antara makhluk dan Penciptanya, sebelum ia ditiupkan ke alam rahim untuk kemudian dilahirkan ke dunia. Hanya saja, kita tak diperkenankan mengingat, kapan saat dijemput kematian. Namun yang kita tahu, kematian adalah kepastian.

Selain berbekal untuk kematian diri sendiri, kita sebaiknya juga berupaya mengangkat derajat orang tua dan saudara kandung yang telah terlebih dahulu pergi menghadap Illahi. 

Berikut adalah beberapa amalan yang bisa kita lakukan untuk orang tua, saudara kandung, kerabat yang telah meninggal dunia:

1. Doa

Islam adalah agama yang mengajarkan untuk senantiasa mengingat Allah setiap saat. Melalui doa, makhluk bisa memohon dan mengadu kepadaNya, berinteraksi dengan Sang Pencipta. Setiap aktivitas seringan apapun ada doanya. Bahkan aktivitas sehari-hari yang tak terpikir ada doa khususnya, semua diajarkan dan Islam seperti doa saat buka dan mengenakan baju, keluar masuk kamar mandi, masuk pasar. Kalau nggak hafal minimal baca Bismillah sebelum memulai aktivitas.

Doa khusus bagi yang sudah meninggal juga diajarkan dalam Islam.

Untuk orang tua yang telah meninggal bisa dibacakan doa : "Allahummaghfirli Waliwalidayya Warhamhuma Kamaa Rabbayaanii Shogiira"

“Yaa Allah, ampunilah dosa-dosaku, dan dosa kedua orangtuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku pada waktu aku kecil”

Untuk kerabat yang telah meninggal bisa didoakan dengan doa : "Allahummaghfir li wal muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahy’i minhum wal amwat, innaka aála kulli syaiin qodir

Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Wahai Dzat yang Maha Atas Segala Sesuatu”.



2. Perbanyak istighfar bagi orang tua yang sudah meninggal

Saya pernah mendengar tausiyah Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) yang membahas riwayat hadits Ibnu Majah bahwa istighfar yang dilantunkan seorang anak untuk orang tuanya bisa mengangkat derajat orang tua yang sudah meninggal. 

Hadits Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu dia berkata, ‘Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ اللهَ – عز وجل – لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَقُولُ: يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ؟ , فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ


📚“Sesungguhnya Allah azza wa jalla benar-benar akan mengangkat derajat seorang hamba shalih di sorga. Lantas hamba itu berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana aku mendapatkan derajat ini?’ Maka Allah subhaanahu wata’aalaa berfirman, ‘Dengan sebab istighfar (permohonan ampun) anakmu untukmu.’

Kapan hendaknya kita beristighfar? Biasakan saat sebelum memulai hari, atau di saat dini hari setelah tahajud dan di penghujung malam menjelang tidur. UBN juga mengatakan, bisa juga kita beristighfar sepanjang jalan saat menuju makam orang tua ketika hendak berziarah kubur.



3. Sedekah dan amal jariyah atas nama (oang tua) yang meninggal

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma : أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أُمّـِيْ افْـتُـلِـتَتْ نَـفْسُهَا (وَلَـمْ تُوْصِ) فَـأَظُنَّـهَا لَوْ تَـكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، فَـهَلْ لَـهَا أَجْـرٌ إِنْ تَـصَدَّقْتُ عَنْهَا (وَلِـيْ أَجْـرٌ)؟ قَالَ: «نَعَمْ» (فَـتَـصَدَّقَ عَـنْـهَا).

 Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya)

Dalam beberapa riwayat hadits lainnya Rasulullah juga menyatakan keutamaan bersedekah atas nama orang tua (ayah dan ibu) yang telah meninggal. Sebagian ulama mengqiyashkan perihal sedekah bagi orang tua yang meninggal ini juga berlaku bagi saudara kandung yang telah meninggal. Wallahu a'lam


4. menyambung silaturahim

Salah satu cara mendatangkan kemuliaan, pahala bagi orang tua yang telah meninggal dunia adalah bersilaturahim.

Diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar RA, Rasulullah bersabda: 

"إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ"

"Sesungguhnya termasuk katagori berbakti yang paling baik adalah seseorang menyambung tali silaturahim dengan keluarga teman bapaknya setelah dia meninggal dunia."

حديث أبي بُردة رضي الله عنه قال: قَدِمتُ المدينةَ فأتاني عبدُ الله بنُ عمر رضي الله عنهما فقال: أتدري لِمَ أتيتُكَ؟ قلتُ: لا. قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: "مَنْ أحَبَّ أنْ يَصِلَ أَبَاهُ فِي قَبْرِهِ؛ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيهِ بَعْدَهُ

Diriwayatkan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya dari Abu Burdah: aku pergi ke kota Madinah di sana Aku dikunjungi oleh Abdullah bin Umar yang kemudian berkata, "Tahukah engkau kenapa aku mengunjungimu?" Aku jawab, "tidak tahu." Dia mengatakan, "aku mendengar Rasulullah bersabda.

"Barangsiapa yang ingin menyambung tali silaturahmi bapaknya di makamnya, hendaknya menyambung tali silaturahmi dengan saudara-saudara bapaknya setelah si bapak meninggal dunia."

 Semoga amalan yang ikhlas kita lakukan untuk kedua orang tua dan saudara kandung kita yang telah meninggal diterima Allah dan sampai pahalanya kepada mereka.

Daftar pustaka :

republika.co.id

almanhaj.or.id

rumaysho.com

Share:

Optimasi Dunia Maya untuk Promosi Wirausaha

Di zaman serba digital hampir setiap pengguna internet memiliki media sosial. Entah platform facebook, instagram, twitter, tiktok atau aneka platform lainnya. Media sosial tak hanya berfungsi sebagai salah satu sarana menampilkan eksistensi diri, tetapi bisa dioptimasi menjadi salah satu cara berpromosi bagi yang memiliki wirausaha atau bisnis umum maupun pribadi. Hal ini yang dibahas dalam webinar di Sisternet pada 21 Desember tempo hari. 


Masa pandemi corona tak dipungkiri menjadi penyebab berbagai jenis bisnis sepi. Pembatasan sosial untuk menekan tingkat penularan menyebabkan aneka usaha tak bisa berjalan seperti semestinya. Namun beberapa wirausaha mampu bertahan di tengah gempuran, salah satunya UMKM yang bergerak di bidang makanan. Saya kebetulan sedang merintis usaha kecil-kecilan, menjual bawang goreng renyah dalam kemasan plastik standing pouch. "Permata" adalah brand yang saya pilih karena mewakili nama perumahan domisili kami.  


 Skala usaha ini benar-benar sangat kecil karena yang terlibat hanya diri saya sebagai pengelola utama, mulai dari mengupas hingga menggoreng dan mengemasnya. Sedangkan suami membantu berbelanja bahan mentah dan mempromosikan di kantor, anak bungsu saya bertugas mengantarkan pesanan bawang goreng di sekitar perumahan. 

Namun keberadaan media sosial cukup membantu saya menemukan pelanggan baru. Webinar Sisternet yang digawangi Nindya Khalishta membahas tentang strategi membangun engagement untuk UMKM melalui media sosial. 

Nindya Khalishta memetakannya sebagai langkah SMART yaitu Specific - Measurable - Achieavable - Relevant - Time Bound Specific artinya punya tujuan dan target yang pasti. Misalnya memperbanyak jumlah sekian follower dan target menjual sekian produk.
Measurable berarti terukur. Artinya optimasi media sosial harus dipantau statistiknya. Misalnya engagement reach instagram, pengunjung website atau biaya operasional yang harus dikeluarkan.
Achievable. Nindya menegaskan bahwa target yang ditetapkan haruslah realistis dan diperkirakan bisa diraih.
Relevant. Tak kalah penting adalah tujuan berbisnis harus sejalan dengan strategi bisnis yang lebih luas.
Time bound. Adalah penting untuk meninjau tujuan berbisnis sehingga bisa menentukan langkah berikutnya, harus melakukan apa dan bagaimana.

 


Yang pertama harus kita pahami ketika membangun engagement produk UMKM di media sosial adalah mengenali target market. Produk bawang goreng misalnya, target market utamanya adalah ibu-ibu rumah tangga dan pemilik bisnis kuliner yang membutuhkan bawang goreng dalam masakan yang disajikan. Bagi saya, selain dua target market utama tersebut, target market yang ketiga adalah walisantri. Sebab bawang goreng adalah makanan favorit para santri. 

Saya merintis bisnis bawang goreng karena terbiasa membuatkan pesanan si sulung yang sedang menuntut ilmu di pesantren. Ia pernah bercerita bahwa jika makan dengan taburan bawang goreng di sepiring nasi, lauk apapun terasa nikmat. Dan santri-santri sering meminta orang tua mereka mengirimkan paket makanan dengan bawang goreng menjadi salah satu makanan utama. Maka sesekali saya berpromosi di grup-grup media sosial khusus walisantri. Lumayanlah, bawang goreng saya sudah pernah berkelana ke Tangerang, pesanan salah satu walisantri meski saya belum pernah ke sana. Saya telah membuktikan bahwa media sosial tidak hanya untuk berselfie ria, tetapi mampu menjadi salah satu sarana tepat untuk mempromosikan usaha.

Penasaran bagaimana cara saya memanfaatkan media sosial? begini beberapa trik yang saya lakukan: 

1. Soft selling dengan copy writing.

Yakin deh, kalau setiap hari posting kita berisi iklan melulu follower dan teman bakal acuh tak acuh, bosan dan bisa-bisa malah unfollow. Itulah pentingnya belajar soft selling dengan copywriting. Saya biasa menghiasi beranda dengan foto matahari terbit. Pemandangan yang indah, dan sering menjadi pusat perhatian. Sekali posting bisa menarik hingga ratusan like di facebook. Maka saya post foto matahari terbit dengan ditemani produk bawang goreng Permata. Captionnya ditulis dari hati, nggak sekadar promosi.

Bismillah..

Tak terasa dalam kurun waktu 3 pekan, sudah 22 kilogram bawang merah mentah kuolah menjadi Bawang Goreng Permata dan hadir dalam kehidupan para pecintanya. (Terimakasih para pelanggan, semoga muamalah ini membawa keberkahan😍)

Jangan ditanya bagaimana rasanya mengupas dan menggoreng bawang merah sebegitu banyaknya, apalagi ketika order datang bersamaan atau diminta harus tersedia saat itu juga 🤗.

Entah mengapa tiba-tiba saja tergerak untuk jualan bawang goreng. Padahal dari sekilo bahan mentah hanya menghasilkan bawang goreng sekitar 3-4 ons saja.

Mungkin, karena proses pengolahan bawang bisa menyamarkan kesedihan.🙂

Jika suatu ketika terbawa pedihnya kenangan, dan seseorang bertanya, "Mengapa meneteskan air mata?" Jawab saja: "Bawang yang kukupas terlalu pedas hingga mataku tak mampu menahan 😭

Poin ini  dibahas Nindya Khalishta di webinar Sisternet. Beliau memberikan contoh media sosial salah seorang temannya yang berjualan tanaman hias. Instagram sang teman dipenuhi caption lucu yang menjadi ciri khasnya. Dengan demikian followernya selalu tertarik dan menanti postingan berikutnya dan memperbesar engagement.

2. Terbantu dengan testimoni. 

Bersyukur saya dikelilingi teman-teman baik. Baik di para blogger dan influencer di dunia maya maupun teman-teman lama dan para tetangga. Mereka tak pelit memberikan testimoni tanpa diminta. Bahkan mengupload di media sosial mereka, tanpa imbalan, produknya pun bukan tester tetapi mereka peroleh dari pembelian.


3. Memanfaatkan semua media. Saya memiliki akun instagram, twitter dan facebook. Semua saya manfaatkan untuk berpromosi, tentu dengan soft selling dan sesekali hard selling bolehlah. Mengapa harus semua lini dioptimasi? sebab lingkaran potensial customer dari media-media sosial tersebut tidaklah sama.

Nindya Khalishta menekankan optimasi di instagram dengan cara riset hashtag. Saat berpromosi gunakan hashtag yang telah ribuan atau jutaan kali diposting. Hindari menggunakan hashtag buatan sendiri, tujuannya adalah agar postingan terbaca ketika dalam fitur pencarian melalui hashtag. Nindya juga menekankan untuk memperbanyak IG stories, sebab menurut riset, pengguna instagram lebih menyukai melihat IG stories daripada feed.

4. Bergabung dengan komunitas. 

Dalam dunia bisnis, membangun jaringan dan bersilaturahim dengan relasi sangatlah penting. Dalam sebuah komunitas kita bisa saling menopang bisnis dan mempromosikan produk atau jasa masing-masing. Di perumahan kami ada grup WA yang mencakup para pemilik usaha rumahan. Kami juga berpotensi untuk saling membeli produk dagangan. Tetangga saya memiliki usaha bisnis kue pesanan, ia salah satu pelanggan tetap bawang goreng Permata, saya sesekali juga membeli kue buatannya.

Bisnis bawang goreng renyah Permata saya ibaratkan masih seperti balita yang baru belajar berjalan, untuk itulah sejujurnya saya butuh suntikan dana operasional. Saat ini perhitungan laba masih dalam perkiraan sebab fasilitas operasional masih menumpang rumah tangga hehehe. Misalnya menghitung biaya gas untuk memasak, sangat sulit sebab penggorengan, kompor dan penggunaan tabung beserta gas masih menggunakan peralatan dapur. Jadinya susah menghitung besarnya ongkos atau biaya gas yang digunakan untuk proses produksi bawang goreng. 

Harapan saya jika ada tambahan modal bisa buat beli kompor dan tabung gas yang digunakan khusus untuk produksi bawang goreng Permata. Dengan demikian perhitungan labanya lebih tepat dan akurat. Besar harapan saya Sisternet bisa mewujudkan impian ini menjadi nyata.

Masa pandemi mungkin membatasi gerak langkah kita, tetapi bukan berarti kita harus berhenti mencari dan menemukan peluang usaha. Manfaatkan segala yang ada pada diri sebagai modal utama. Dan jangan pernah letih untuk berdoa serta berupaya. 

 

 

 

 

 

 


Share:

Bisnis Bawang Goreng Renyah


Aktivitas apa yang paling membosankan? menunggu. Menunggu kapan bisa dapat kerjaan. Bener nih, tempo hari pimred situs tempat saya bekerja sebagai salah satu kontributor berkata kerjaan kami off sementara. Tetapi sudah nyaris 4 bulan belum ada tanda kembali aktif. Selain bosan karena tak ada kerjaan, saya sudah mulai korek-korek tabungan untuk berbagai keperluan. 

Bermula dari kejenuhan, dan butuhakhirnya kuputuskan untuk merintis bisnis baru. Bisnis bawang goreng renyah. Ini sih idenya anak-anak untuk jualan makanan kesukaan mereka. Mas santri sering request paket selain berisi jajanan, juga ada bawang goreng untuk ditaburin di nasi. 

Maka bismillah akhirnya dimantapin memulai berdagang kecil-kecilan. Modalnya juga kecil. Bahan mentah dan peralatan serta kemasan. Bermula dari bahan mentah setengah kiloan bawang merah dulu, lalu 2 kg. Minyak goreng pakai stok dapur. Beli timbangan, dan kemasan serta stiker. Mungkin modalnya 100 ribuan. Sepekan berlalu nggak terasa sudah menghabiskan 11 kilogram bawang merah mentah.



Dari bermuamalah aku belajar memahami hikmah. 

Tentang.. 

Bersabar dan belajar. 

Ketika memulai  berjualan bawang goreng, salah seorang teman berkata "wah nanti klo bawang goreng ku habis, aku pesan di kamu' (padahal dia tinggal di luar kota) 

Kujawab "hehe ini nekad memasarkan produk yang sebenarnya kesukaan anak-anakku. Jadi kalo ga laku dimakan sendiri"

Dia mengingatkan bahwa hidup harus berpikir positif. Husnudzon. 

MasyaAllah.. sudah diingatkan hal terpenting. 

Terimakasih teman. 

Lalu teman yang lain lagi berkata:

 "Lo sampeyan jualan bawang goreng kah? Semoga berkah, membuat bawang goreng itu susah-susah gampang".

Langsung kepikiran, keder dan kujawab "Ya, nanti klo ada cacat produk dimakan sendiri"

Kun fayakun.. Satu waktu gorengan sewajan agak gosong. Padahal beberapa kali hasil gorengan yang terjual sebelumnya aman-aman saja. 

Terimakasih juga teman, mengingatkanku untuk berhati-hati ketika berucap, sebab ucapan bisa saja menjadi doa. 

Moral of the story: kalau ada omongan, hal yang tak membuat nyaman biarkan melewati telinga saja, jangan dimasukkan dalam hati" Husnudzon, ikhtiar, tawakal adalah satu kesatuan.

Dan hikmah lain lagi, tetap bisa jualan tisu. Harganya pun tetap 17 ribu dapat dua. Uniknya, tisu nya kupakai meniriskan bawang goreng yang fresh from the wajan. 


Meski hasil penjualan nya belum bisa dipakai beli HP baru, tapi bahagia bisa ngajarin si bungsu tentang muamalah dan hikmah.. Serta ngumpulin laba sedikit demi sedikit.. Beberapa ribu rupiah.

Alhamdulillah. Bisnis bawang goreng renyah ini memang dibantu banyak teman dan kerabat. Mulai dari desain stiker hingga konsumennya. Barokallah fi kum. Semoga muamalah yang membawa keberkahan dunia dan akhirat bagi semua.




Share:

Curhat Jumat

 Entah mengapa...sejak tahun lalu aku merasa seperti dikejar waktu. Seperti merasa lebaran itu adalah lebaran terakhir bersama ibu. Kukira waktu itu aku yang akan segera pergi, ternyata aku harus kembali merasakan pedihnya kehilangan sekali lagi...12 Rabiul Awal, ketika umat Islam menyambut hari kelahiran Rasulullah, insan paling mulia...aku harus men-talqin sosok yang menghantarkanku di dunia.



 🥺 Ya Rasulullah semoga kelak kami bisa berkumpul kembali di tempat yang Allah muliakan dan mendapatkan syafaatmu di akhirat nanti..Shollu 'ala nabi...

Share:

Cara Menonaktifkan Kepesertaan BPJS Kesehatan Secara Online

BPJS Kesehatan adalah kepesertaan asuransi kesehatan seumur hidup. Satu-satunya cara menonaktifkan kepesertaannya adalah dengan meninggal dunia. Perlu dicatat pula, jika peserta BPJS Kesehatan sudah meninggal dunia, pihak ahli waris harus segera membuat laporan, melaporkan kematian peserta BPJS Kesehatan. Jika tidak dilakukan, maka segala klaim, masalah yang berkaitan dengan kepesertaan beserta tagihan iuran BPJS Kesehatan tetap berlangsung (dan jika tidak dibayarkan akan sekaligus muncul denda)

Beberapa waktu lalu, saya baca-baca di beberapa artikel, menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan harus menghadap langsung di kantor cabang, menyerahkan kartu tanda peserta dan surat keterangan kematian. Kira-kira apakah laporan tersebut bisa dilakukan secara online? mengingat situasi pandemi dan saya agak enggan kembali berurusan dengan birokrasi. Ternyata menurut informasi di IG, laporan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan bisa dilakukan melalui online.



Berkaitan dengan meninggalnya Mama, saya mencoba mencari informasi melalui akun twitter BPJS Kesehatan di twitter.

Mention ke akun @BPJSKesehatanRI tentang maksud laporan kita. Maka akan dibalas sesuai SOP


Komunikasi selanjutnya dilakukan melalui DM. Kita akan diminta membayar iuran BPJS Kesehatan hingga bulan saat mengajukan laporan. Kemudian CS akan menanyakan domisili peserta. Langkah berikutnya, CS memberikan nomor whats app PANDAWA (semacam call centre BPJS Ketenagakerjaan) sesuai domisili. Perlu diingat bahwa layanan PANDAWA hanya aktif selama jam kerja Senin - Jumat Pukul 08.00 sd 15.00 Waktu Setempat.


Respon CS PANDAWA cukup cepat. Usai menerima salam pembuka dari kita, nomor tersebut akan otomatis membalas dengan kode layanan dan format laporan. Setelah itu nomor tersebut membalas bahwa laporan kita akan ditindaklanjuti dan dikonfirmasi paling lambat dalam waktu 60 menit dan disertai nomor tiket.

Tak sampai 10 menit kemudian di HP saya ada WA dari nomor tak dikenal, sempat menelpon juga tapi tidak terangkat (miscal). Rupanya nomor WA dari petugas BPJS Kesehatan terkait laporan saya.
Petugas tersebut meminta kelengkapan dokumen berupa :
  • foto selfie pelapor dengan KTP di samping wajah. Wajah harus jelas, tanpa mengenakan masker, kacamata atau topi
  • foto Kartu Keluarga peserta
  • Foto Surat Keterangan Meninggal/ Akte Kematian dari Rumah Sakit/Desa/Kelurahan
  • Foto Kartu KIS/BPJS Kesehatan peserta (yang telah meninggal dunia)
Semua softcopy/foto/scan dokumen tersebut dikirim melalui WA Msgr dan ditunggu maksimal hingga pukul 15.00 hari itu juga.
Sekitar 15 menit setelah seluruh dokumen saya kirim melalui WA, muncul pemberitahuan bahwa peserta dengan nomor kepesertaan sekian telah dinonaktifkan karena meninggal dunia. Petugas juga mengirimkan link untuk mengisi kuisioner atas pengalaman mendapatkan pelayanan melalui PANDAWA.

Sedih membaca kalimat : "Peserta dengan nomor kartu XXX, nama ❤❤❤ sudah non aktif karena meninggal dunia" Teringat kembali detik-detik saat mentalqin beliau. Tetapi hidup harus diperjuangkan, untuk menambah bekal diri sendiri serta beramal atas nama mendiang orang tua demi menambah pahala untuk yang telah meninggalkan kita menghadap Illahi. 

"Ketika seseorang dalam hidup kita pergi, boleh menangis, tetapi jangan sampai menangisi apalagi menangiskan," nasihat Kyai Hasan Abdullah Sahal saat melepas jenazah Kyai Abdullah Syukri Zarkasyi 22 Oktober 2020 (tanggal yang sama ketika almarhumah Mama terserang stroke hingga tak sadarkan diri, koma hingga 29 Oktober 2020 meninggal dunia)

Share:

Mengapa Harus Ada Kematian?

 Mengapa harus ada kematian, meski hidup dijalani penuh ketaatan?

Allah menjawab:

"Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya”. [QS. Al-Mulk:2]

Apakah benar kami bisa menunda kematian, jika menempuh jalan pengobatan yang lebih canggih dan kami bersumpah akan menjadi insan yang lebih baik lagi jika diberikan kesempatan kedua?

Allah menegaskan:

"Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan mendahulukannya sedetikpun"

QS. An-Nahl: 61



Sungguh tak ada yang bisa disombongkan sesosok makhluk, ketika menyaksikan kematian di depan mata. Ketika diingatkan bahwa bagaimanapun ia hidup di dunia, kelak sang maut pasti membuatnya takluk.

Kemana perginya roh-roh yang telah terpisah dari jasadnya, menunggu dibangkitkan ketika hari kiamat tiba?

Dalam sebuah riwayat,

Abdullah bin Amru, ia berkata, “Arwah orang-orang yang beriman berada di tenggorokan burung khudr seperti Az-Zaraazir (burung tiung), mereka saling berkenalan dan dikaruniai rezeki dari buah-buahan surga. Abdullah mengatakan adanya sebagian orang yang berpendapat bahwa arwah para syuhada itu berada di tenggorokan-tenggorokan burung kudhr, mereka terbang menuju kendil-kendil dalam surga yang bergantung pada Arsy Allah.

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imran 93) : 169)

Saya menulis renungan-renungan itu sekitar 10 hari setelah Mama meninggalkan dunia. Salah satu episode paling pedih dalam hidup yang tak akan terlupa ketika saya harus men-talqin sosok yang menjadi perantara hidup di dunia. Melepasnya pergi menghadap Sang Pemilik Kehidupan, tepat di depan mata.

12 Rabiul Awal adalah hari yang biasa dirayakan penuh suka cita, ketika umat muslim menyambut hari kelahiran nabi nan mulia. Tetapi, setiap kali 12 Rabiul Awal tiba, mungkin setiap kali itu pula ada perih menggores dada, sebab tepat 12 Rabiul Awal 1441 H, sekitar pukul 09.00 Mama saya pergi, usai 7 hari tak sadarkan diri, koma di RSUD Dr. Moh Saleh Probolinggo karena stroe serangan pertama sekaligus terakhir yang beliau alami.

Jangan ditanya seperti apa rasanya. Antara sedih, tak percaya, tertegun karena seolah sedang mimpi buruk yang tak kunjung berakhir. Hingga ada rasa lega karena telah menghantarkan beliau hingga titik terakhir, menyaksikan kepergian beliau yang halus dan insyaAllah tidak menyakitkan. Tak ada nafas tersengal, tak ada hentakan kasar, tak ada suara rintihan. Beliau pergi dengan tenang, bagai sedang tidur panjang dalam wajah yang ikhlas tanpa beban.

Episode maha dahsyat yang sempat meluluhlantakkan hati dan perasaan hingga titik terendah dalam hidup saya. Sebab saya merasa belum mampu membahagiakan Mama. Belum sempat memohon ampun atas segala dosa. Bahkan terakhir kali bertemu beliau beberapa hari menjelang Ramadhan 1441 H, ketika pandemi corona baru menyeruak di bumi Indonesia. Kami nekad pinjam mobil tetangga menjenguk Mama, meski tetap jaga jarak, tidak salim atau sungkem seperti biasanya, kemudian harus mendapat kunjungan dan serangkaian pertanyaan dari pak RT, maklum pas heboh-hebohnya corona. Nekad, tiba jam 7.30 pagi, habis dhuhur langsung balik Sidoarjo. 

Tak ada yang mengira, episode kehilangan Mama terjadi tahun ini. Firasatku tahun lalu menjelma nyata, ketika merasa lebaran tahun lalu bisa saja menjadi lebaran terakhirku bersama beliau.

Nekad mudik sendirian, karena penyakit asam urat suami sedang kambuh. Mudik dalam kondisi flu berat di hari terakhir puasa Ramadhan. Lalu balik Sidoarjo pada Lebaran hari kedua karena anak-anak kebingungan mau makan apa. Papanya tak bisa berjalan jauh, Mamanya di luar kota. 



Dan firasat itu benar adanya. Lebaran tahun ini kami tak sempat berkunjung karena PSBB. Meski PSBB telah ditiadakan pun Mama tak berkenan menerima kunjungan karena khawatir terhadap Covid-19 sedang beliau memiliki riwayat Komorbid dan anak-anaknya dari zona merah membara semuanya.

Ikhlas, ridho...sedih, menyesal, nelangsa...semua menjadi satu, tumpah ruah menyesakkan dada.

Bagi siapapun yang masih memiliki orang tua, perlakukanlah mereka sebaik-baiknya. Sebab bisa saja maut datang tiba-tiba dan kita tak sempat memohon ampun kepada mereka. 


"Nanti aja kesini, kalau Corona sudah pergi" kata beliau suatu ketika. Tapi ternyata beliau yang terlebih dahulu pergi, sedangkan coronanya masih bertahta di muka bumi.

Kematian adalah nasihat paling nyata. Seringkali mengingat kematian mampu memutus segala nafsu terhadap gemerlap dunia.

Sungguh benar nasihat Rasulullah, hiduplah di dunia bagai seorang pengembara. Senantiasa waspada, memeriksa perbekalan sebab paham akan melanjutkan perjalanan berikutnya ketika saatnya tiba.

 

Share:

Gontor Berduka Lagi

 



Share:

Kumpulan Foto Matahari Terbit Oktober 2020

 

Setiap punya kesempatan jalan-jalan pagi, setiap itu pula saya sempatkan mengabadikan matahari.
Kelak jika sawah-sawah telah menjadi rumah, setidaknya saya punya kenangan indah
Saya simpan di sini ah






Share:

Cek Masa Aktif Ponsel, Sekarang Juga!

Kira-kira apa yang teman pikirkan jika Profil Picture WA teman perempuan Anda tiba-tiba berubah menjadi sosok pria setengah baya, rambut semir kuning, bertelanjang dada dan bertato pula? Selidik punya selidik ternyata hall itu terjadi karena si teman telah kehilangan no WAnya. Gara-gara nomor ponsel yang digunakan sebagai nomor WA telah hangus masa aktifnya.

Kisah nyata ini terjadi pada teman saya. Cerita lengkapnya bisa dibaca di tulisan saya di Kompasiana Ogah kan mengalami seperti yang dialami teman saya? Maka silahkan cek masa aktif ponsel Anda sekarang juga.

Banyak hal yang menjadi penyebab masa aktif ponsel kita tiba-tiba hangus. Antara lain:

1. Keasyikan menggunakan WA

Seringkali orang lebih suka menggunakan WA daripada telpon biasa. Akibatnya masa aktif nomor ponsel tak terpantau. Apalagi jika operator seluler untuk akses internet dan operator yang digunakan untuk nomor WA berbeda. Misalnya untuk nomor WA menggunakan nomor ponsel operator merah, tetapi akses internet sehari-hari menggunakan operator kuning. Atau seseorang memiliki dua nomor ponsel dari operator yang sama. Tetapi akses internetnya hanya menggunakan satu nomor saja, termasuk untuk mengakses WA yang malah menggunakan nomor ponsel lain.

Akhirnya lupa cek masa aktif, hanguslah kalau terlambat mengisi masa aktif



2. Terlalu banyak nomor ponsel

Saya contohnya. Harus memantau lima nomor ponsel. Dua milik saya (untuk akses internet dan nomor WA). Satu untuk PPOB. Dua milik anak-anak yang digunakan untuk WA. Sedangkan nomornya jarang dipakai sebab si sulung di pondok, dan si bungsu pakai internet tethering dari ponsel saya. Kalau nggak rajin cek masa aktif bisa hangus tuh lima nomor

3. Paket internet tidak otomatis memperpanjang masa aktif

Keenakan pilih paket internet tapi lupa kalau sebagian besar operator mengenakan peraturan bahwa pembelian paket internet tidak secara otomatis memperpanjang masa aktif.

Bagaimana menghindari terjadinya nomor ponsel hangus. Berikut adalah beberapa tips untuk mengamankan masa aktif ponsel:

1. Pasang reminder

Cek masa aktif ponsel Anda, lalu pasang alarm kapan harus diisi ulang. Bisa dicatat di fitur reminder pada ponsel atau dicatat degnan kalender yang ditandai.

2. Donload aplikasi

Setiap operator memiliki aplikasi khusus misalnya MyTelkomsel, My Im3 dll. Dalam aplikasi ini tertera masa aktif nomor ponsel Anda. Setiap kali memeriksa sisa kuota di aplikasi ini, otomatis juga bisa melihat masa aktif nomor ponsel kita.



3. Gunakan segera setelah diisi ulang

Bagi yang memiliki nomor kartu As Telkomsel pasti sudah paham jika kartu As akan secara otomatis perpanjang masa aktif selama sebulan jika kartu tersebut tercatat ada pemakaian. Misalnya setelah diisi lima ribu, segera gunakan untuk SMS atau telpon. Masa aktif ponsel rata-rata bertambah sesuai nominal isi pulsanya. Isi 5 ribu akan menambah masa aktif 7 hari-an. Tapi untuk kartu As masa aktif kartu bisa bertambah berdasarkan pemakaian.

4. Isi pulsa, baru pilih paket internet bundling SMS dan Telpon

Jika memungkinkan kurangi penggunaan paket internet saja. Memang biasanya lebih murah, tetapi perlu diingat jika sebagian besar paket kuota internet tidaklah memperpanjang masa aktif ponsel kita. Paling aman ponsel yang dipakai untuk akses internet diisi secara rutin, baru diset pembelian paket internet (kadang bisa bundling dengan free SMS dan telpon sesuai plafon/budget tertentu)

5. Isi pulsa secara berkala dari tukar poin survey online

Ini sih memang aktivitas saya. Ikut survey online lalu poinnya dikumpulkan untuk tukar pulsa. Meski hasilnya 10 ribu atau 25 ribu, tetapi membantu memperpanjang masa aktif ponsel setiap kali pulsa diterima. Tetapi menukarkan poinnya jangan terlalu dekat dengan berakhirnya masa aktif ponsel, sebab proses penukaran tersebut biasanya memakan waktu 1 minggu hingga 2 minggu hingga pulsa mendarat di ponsel kita.



Kira-kira tips mana yang paling sesuai dengan kebiasaan teman-teman? 

Share:

Cara Sholat Khusyu

Bismillah...
Postingan ini mengendap cukup lama. Draftnya berupa foto halaman buku karya Prof. Moh Ali Aziz. Betul, sesuai judul artikel, buku ini membahas tentang sholat. Jika judul bukunya Terapi Sholat Bahagia, saya memilih judul artikel Cara Sholat Khusyu sebab pembahasan ini termasuk salah satu yang dibahas oleh Prof. Moh Ali Aziz, Guru Besar UINSA.

Khusyu' dapat diartikan dengan tenang, menjiwai dan ada koneksi dengan Allah.  Khusyu' adalah menghadirkan hati ketika beribadah. Sholat merupakan ibadah yang memadukan gerak dan doa. Sholat sejatinya adalah salah satu cara berkomunikasi dengan Allah, seperti halnya doa dan dzikir, sebab di dalam sholat bacaannya adalah doa dan dzikir. Namun sholat hukumnya wajib. Jika ditinggalkan berdosa, jika dilakukan jelas berpahala karena memang wajib.

Seringkali, kita hanya sholat dalam bentuk gerakan. Tapi hati kemana-mana. Gugur kewajiban, tetapi tidak mendapat ketenangan. Sholat, tapi tetap jalan juga itu maksiat. Ya, itu seperti saya. Karena itu saya selalu berupaya menuntut ilmu bagaimana sih sholat khusyu itu.
Menurut ustadz Anshori yang mengajar kami di kelas tarjim (terjemah Al Qur'an) khusyu itu datangnya dari Allah, kita hanya bisa mengupayakan. Seperti hidayah ya...kita mengejar, tetapi Allah memiliki hak prerogatif untuk memberikannya, demikian pula halnya dengan khusyu'nya ibadah.

Apakah khusyu' itu susah? menurut saya jelas jawabnya "ya" sebab Allah melalui ayat Al Quran beberapa kali mengingatkan : sesungguhnya sholat itu berat kecuali bagi orang yang khusyu' dan juga ayat : jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, Yang demikian itu berat kecuali bagi orang yang khusyu' 

Lalu, bagaimana upaya meraih sholat khusyu'
Berikut ini saya sarikan dari buku Terapi Sholat Bahagia, Prof Moh Ali Aziz

Persiapan Sebelum Sholat
Khusyu'nya sholat dimulai dari persiapannya. Bisa berupa persiapan diri, tempat dan suasana.
Yaitu meliputi : kesempurnaan wudhu, pastikan pakaian suci dan lebih nyaman jika bersih sekaligus wangi, tempat sholat juga demikian. dan kondisikan suasana yang tenang.
Siapkan diri : hindari sholat dalam keadaan sangat lapar dan menahan hadas. 

Akan lebih baik jika saat berwudhu, hati kita terpaut kepadaNya. Ketika membasahi bagian-bagian yang wajib dibasuh, sertakan makna tasawufnya : seperti membersihkan pikiran, telinga, tangan dan kaki sekaligus memohon dalam hati agar bagian-bagian tersebut dibasuh dari dosa (dosa melihat, mendengar, menyentuh dan memikirkan maksiat) Saat sholat usahakan tidak terganggu oleh alat elektronik. Hp atur silent mode, radio dan TV mati. Baju dan alas sholat selain suci, pilih yang bersih, kalau bisa warnanya polos agar tidak mengganggu konsentrasi. 

Ketika Sholat
Hal-hal berikut ini mampu membantu meraih khusyu' :
1. Luruskan niat
Baca ta'awduz dan Bismillah sebelum berniat dalam takbiratul ihram. Pusatkan perhatian hanya kepada Allah. 
2. Pikirkan bahwa bisa jadi ini sholat terakhir kali
Awal sholat mungkin masih bisa konsentrasi. Tetapi lama kelamaan hilang fokus, pikiran mulai melayang. Kembalikan fokus kepada Allah dengan memikirkan : jangan-jangan ini sholat terakhir kali. Pikirkan seolah kita sedang benar-benar berada di hadapan Allah. Prof. Moh Ali Aziz menuliskan kembali sebuah hadits
"Jika kalian berdiri sholat, maka shalotlah seperti sholatnya orang yang berpamitan" HR Ahmad dari Abu Ayyub ra

3. Jangan menjadi pencuri sholat
Dalam sebuah riwayat Rasulullah menyinggung tentang pencuri sholat, yaitu sholat dengan ruku' dan sujud yang terburu-buru, tidak tuma'ninah. Untuk itu upayakan menikmati gerakan ruku' dan sujud. Apalagi ketika sujud, adalah saat paling "dekat" dengan Allah. Sebab dalam sujud, sebagai hamba kita berada dalam posisi paling rendah. Itu sebabnya dalam sujud kita dianjurkan memperbanyak doa, meski tidak dilafadzkan tapi cukup dalam hati saja. Sebab yang wajib dilafadzkan adalah bacaan sholat dalam setiap gerakannya.
4. Hindari gerakan yang mengganggu dalam sholat
Contoh gerakan ini adalah sibuk dengan pakaian sholatnya, misalnya sibuk menarik-narik sarung atau mukena, atau menarik baju atasan yang terlalu pendek, sehingga saat ruku' khawatir bisa terlihat punggungnya (aurat)
Rasulullah melarang tiga gerakan dalam sholat yang diriwayatkan dalam HR Ahmad yaitu : gerakan burung gagak mematuk, gerakan hewan duduk dan unta yang menempati tempat
Rasulullah juga melarang gerakan sholat seperti ayam mematuk, anjing jongkok dan menoleh ke kiri dan kanan seperti musang

5. Hindari memejamkan mata
Menurut Imam Ahmad memejamkan mata sepanjang sholat adalah makruh, sebab orang Yahudi biasa demikian dalam ibadahnya. Namun sebagian ulama memperbolehkannya andai tujuannya untuk lebih khusyu'. Ustadz Habib dalam kajian fiqih pernah mengulas pendapat Ibnu Qayim yang mengambil pertengahan: jika tidak menutup mata tidaklah mengurangi kekhusyuan sholat, maka hendaklah tidak menutup mata. Namun jika di sekitar sholat terdapat hal-hal yang mengurangi kekhusyuan maka boleh menutup mata


6. Berupaya untuk memahami bacaan sholat
Adalah penting untuk memahami makna dari setiap bacaan sholat, agar lebih menjiwai dan bisa sampai ke hati. Seperti misalnya bacaan saat duduk di antara dua sujud, doa yang sangat dalam maknanya. Permohonan agar diampuni kesalahan, ditutupi aib, diangkat derajat, dikasihi dan mendapat maghfiroh (pengampunan dosa)

7. Senantiasa memohon pertolongan Allah
Selalu mintalah pertolongan kepada Allah, baik di dalam maupun di luar sholat agar bisa khusyu' dalam beribadah. Adalah doa yang sangat dianjurkan dibaca sesudah sholat yaitu: Allahumma a'iinni 'ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ibadatik
Dan juga doa :
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa

atau doa :

Allahumma inni a’udhu bika min ‘ilmin la yanfa’u wa min qalbin la yakhsha’u wa min nafsin la tashba’u wa min da’watin la yustajabu laha”

Isi bukunya sangat luar biasa, saya hanya mencatat sebagian kecil saja dalam artikel ini. Jika pembaca ingin membelinya bisa menghubungi Prof. Moh Ali Aziz di blog beliau https://www.terapishalatbahagia.net/



Share:

Pilih Investasi Emas, Reksa Dana atau Sukuk Ritel?

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyatakan bahwa Indonesia memasuki resesi per September 2020 ini. Secara umum, resesi adalah kondisi perekonomian global suatu negara dimana terjadi penurunan pada aktivitas perdagangan, investasi, laba perusahaan dan sektor ekonomi lainnya. Ekonomi anemia, kurang darah, kurang lebih seperti itulah. Dan bahayanya kondisi ini bisa menyebabkan kian banyak PHK, lapangan kerja semakin menciut saja, konsumsi rumah tangga juga berkurang, karena lebih banyak orang memilih menghemat secara besar-besaran.

Saya membaca sebuah artikel di CNBC yang mengulas lima tips menghadapi resesi, yaitu: kembangkan potensi diri, cari bisnis sampingan, simpan uang cash dalam jumlah cukup, bayar dan lunasi hutang dan tetaplah berinvestasi.

Uang cash memang harus disimpan sebagian, sebagai tabungan untuk biaya tak terduga. Lunasi hutang akan meringankan beban, terutama jika hutangnya "berbunga". Investasi? kira-kira investasi mana yang menguntungkan?

Saya bukan pakar keuangan, tetapi sekadar membuat catatan yang membandingkan dari ketiga jenis investasi yang saya miliki. Jangan berpikir investasi saya bernilai puluhan juta. Nilainya hanya berkisar ratusan ribu hingga beberapa juta saja. Berikut perbandingannya.

1. Emas

Saya memiliki emas/logam mulia Antam 5 gram hasil lomba blog Pegadaian tahun 2016. Ngga sempat mencatat harga emas saat itu, tetapi pada kuitansi yang diberikan bersama hadiahnya tertulis 2.900.000 dan margin 72.500. Anggaplah emas lantakan seberat 5 gram itu harganya 2.972.500, artinya harga 1 gramnya pada tahun 2016 adalah 594.500 . Saat ini harga emas/ logam mulia Antam (29 September 2020) adalah Rp. 1.014.000,- 

Artinya dalam kurun waktu lima tahun ada kenaikan sebesar 419.500. Atau hampir 50 %. Lumayan juga ya, apalagi emasnya dapat hadiah alias nggak beli. 


2. Sukuk

Saya pernah menuangkan pengalaman saya menjadi investor ST-003 (Sukuk Ritel) di sini  Modal investasinya adalah simpanan uang di BPJS TK yang saya ambil setelah mengundurkan diri dari kerja kantoran sekitar 3 tahun-an. Setiap bulan "return" dari investasi ST-003 saya terima per tanggal 10. Besaran yang dijanjikan 8.15% pertahun  belum dipotong pajak.

Jadi kalau misal kita memiliki investasi sebesar 15 juta, maka setiap bulan kita menerima hasil investasi sebesar kurang lebih sebesar 75 ribu rupiah per bulannya.

Oh ya, return SUKUK Ritel dan ORI (Obligasi tahun ini hanya berkisar 6% saja, turun dibandingkan saat saya invest tahun lalu yang sebesar 8.15%)

3. Reksa Dana

Sekitar pertengahan tahun 2018 saya mengikuti kelas investasi Reksa Dana Manulife. Hingga pertengahan April saldo saya hanya 712 ribuan. Waktu itu saldonya terisi dalam beberapa kali setoran, 100 ribu dan 3 x 200 ribu dan nggak nambah lagi sampai bulan Agustus 2020 lalu. Hahaha belum ada dana lagi untuk nambahin sih ya, maklum sekarang jadi pengangguran dan kemarin-kemarin ada aja kebutuhan. Ternyata dalam kurun waktu setahun, antara April - September terdapat pergerakan dan saldonya bertambah menjadi 771 ribu rupiah. Berarti setahun nambah 50 ribuan dong ya, lumayan, nggak kepotong pajak dan admin pula. Sebab Reksa Dana emang ga kena dua biaya-biaya tersebut. Akhirnya saya masukkan uang tabungan untuk konsumsi pengajian 300 ribu yang ada di amplop (saya biasa nabung sebulan 50 ribu untuk persiapan dana konsumsi jika ketempatan pengajian, berhubung masa pandemi, ngajinya libur jadi uangnya masuk ke investasi dulu hihihi)


Karena pilihan setor dana pembelian di RD Manulife ada melalui BCA (selain bayar di indomaret, virtual account dan Go Pay) saya pun pilih titip suami, uang saya berikan dan beliau transfer sejumlah uang saya ditambah 3 digit kode sesuai SMS dan email yang saya terima ketika mengajukan pembelian unit.

EH, ternyata jika kita melakukan transfer pembelian dari rekening orang lain (pihak ketiga yang masih ada hubungan keluarga) harus menyertakan surat pernyataan, scan KK dan KTP segala. Dan CS menjelaskan bahwa sebenarnya baik pembelian maupun pencairan unit reksa dana seharusnya menggunakan rekening bank atas nama pemilik akun reksa dana itu sendiri. Wah, saya baru tahu nih. OKlah kalau gitu kapan-kapan saya beli unit pakai GoPay saja, mudah-mudahan GoPay saya segera terisi dana dari hadiah dan ikhtiar lain-lain juga. Untuk sementara, untung dari penjualan bawang goreng renyah saya kumpulkan hingga mencapai minimal satu juta rupiah, kemudian saya lakukan pembelian unit Reksa Dana pasar uang. Saya belum berani bermain di RD Campuran atau Saham. 



Tabungan, tetep harus ada, karena sedikit uang di rekening itu untuk jaga gawang agar rekening tetap aktif, bisa dipakai terima transferan dari teman dan keluarga yang beli pulsa dan bayar-bayar tagihan PLN dan tagihan lainnya di PPOB kami.

Nah, dari ketiga jenis investasi tersebut kira-kira lebih cuan mana menurut kalian? Emas, Reksa Dana atau Sukuk Ritel? Kalau saya memilih berinvestasi di Emas dan Reksa Dana untuk jangka panjang. Sedangkan SUKUK Ritel lebih berfungsi seperti deposito sebab jatuh temponya rata-rata 2-3 tahun.



Share:

In The Time Of Corona

Tiba-tiba si Mas sudah mau ujian akhir semester saja. Sepertinya baru kemarin ia balik pondok di tengah pandemi corona. Dan kemungkinan besar, dari kabar-kabar yang beredar tahun ini tak ada perpulangan liburan 10 hari usai ujian lisan dan tulis seperti tahun-tahun sebelumnya.

In the time of corona, saya pilih judul itu saja, mewakili yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Ketika pondok tertutup untuk kunjungan wali santri. Yang biasanya setiap hari Jumat membuat parkiran di Bapenta di Gedung Satelit tak pernah sunyi. 

Ah jadi teringat, penduduk sekitar juga pasti terkena imbasnya. Para tukang ojek yang biasa stand by mengantarkan wali santri ke terminal, ke kota atau kemana saja. Penjual roti bakar, toko-toko di dekat Satelit yang kadang untuk bayar pembeliannya harus melalui antrian bagai antri sembako gratis karena ramainya.

Teringat wajah-wajah sumringah para santri saat mendapat undangan makan bersama, celoteh riang dan kegembiraan terpancar dari wajah mereka. Terkadang meminjam handphone untuk berkomunikasi dengan orang tua nun jauh di sana.

Tetapi saat ini kita semua memang harus puasa, in the time of Corona...

Kini grup-grup wali santri di medsos ramai oleh curahan hati, dari para wali santri yang sekadar ingin mengungkapkan kerinduan. Terutama para wali santri baru, atau para wali santri yang terbiasa setiap bulan berkunjung ke pondok.

Kalau untuk mereka yang memang jarang berkunjung mungkin tak ada bedanya. Yang penting komunikasi tetap terjaga, karena santrinya rajin memberikan kabar melalui wartel pondok.

Kami, tergolong yang mana? dibilang sering berkunjung juga enggak, dibilang santrinya sering telpon juga enggak hehehe. 

Biasanya kami berkunjung ke pondok dalam satu semesternya 1-2 kali, terutama menjelang ujian seperti sekarang. Sekadar memberikan dukungan moril, doa secara langsung dan tentu juga amunisi gizi dan camilan.

Biasanya, saya sempatkan mencium ubun-ubunnya, membisikkan dzikir hauqallah La haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim, sholawat dan ucapan doa barokallahu laka"

Tapi, in the time of corona, biarlah saya tumpahkan doa itu di atas sajadah. Ketika bersujud, saya titipkan doa itu kepada Sang Maha Kuasa, saat menyentuh wangi sajadah seolah seperti sedang mencium ubun-ubunnya....



Melihat curhatan melow para wali santri, menjadi ide bagi saya menuliskan catatan singkat seperti ini:

"Tiga bulan tak terasa..

Dan mungkin hingga beberapa masa..

Tanpa foto-foto, tanpa video call yang menampakkan raut wajah

Hanya suara..

Itupun belum tentu sebulan sekali, sesempatnya Ananda..

Namun yang tak pernah lupa

Adalah doa...

Sebab doa merekatkan yang renggang karena waktu dan ruang

Melapangkan yang menyesakkan.

Toh masih di Indonesia.

Belum Madinah, Cairo, Turki atau Yaman nun jauh di sana..

Atau entah di sudut hamparan bumi yang mana..

Demi memperjuangkan menegakkan syiar kalam Allah Yang Maha Mulia..

Perjuangan masih panjang, wahai...

Bukan saatnya terbuai rindu dendam dan berandai-andai.

Sedikit saja lengah, anyaman mimpi dan cita-cita akan terburai..

Satu nasihat dari kyai kita, yang membuat wali santri berlapang dada , adalah: jika ingin anaknya kuat, orang tuanya harus lebih kuat. ..

Semoga kita selalu ingat

Bahwa..

Mereka dititipkan untuk mendapat pendidikan terbaik.

Lillahi ta'ala

Demi menggapai kemuliaan dunia dan akhirat.."

Sejak memutuskan menitipkan pendidikan anak di pondok pesantren, kami harus siap dengan segala konsekuensinya. Berupaya patuh sepenuhnya pada peraturan pondok. Seperti saat pondok mengeluarkan maklumat melarang kunjungan, kami tak mau ambil risiko mencuri-curi kesempatan dengan berkunjung. Entah ketemuan di Rabithoh atau di mana, meski tidak di Satelit. 

Adalah manusiawi ketika ada santri yang curhat, galau jika tak ada perpulangan semester ini. Terutama santri baru atau sebagian kelas lima yang tahun depan jatahnya mukim di pondok.

Bagi santri baru, perpulangan adalah saat re-charge rindu. Bagi santri kelas lima, liburan perpulangan 10 hari adalah saat terakhir "menyenang-nyenangkan diri, bepergian, rekreasi" sebelum setahun  lebih nantinya akan bermukim di pondok hingga yudisium akhir KMI.

Si Mas juga begitu, telpon jarang-jarang, tetapi saat telpon ada nada galau karena tak bisa pulang. Dengarkan saja, hibur semampu kita. Ingatkan kembali perjuangannya telah sejauh ini. Agar ia bisa istiqomah dan tetap bersemangat hingga lulus berbekal ilmu yang barokah dan berhak atas ijazah.

Saya teringat pada kata mutiara Imam As-Syafi'i, yang biasa kita temui di pencarian google. Dan biasa dinukil para penuntut ilmu.


In the time of corona, menuntut ilmu di pondok pesantren, jauh dari orang tua ..perihnya mungkin berlipat-lipat. Tetapi semua itu insyaAllah akan membuat mereka menjadi lebih kuat.

Seperti syair-syair Imam As-Syafi'i tentang merantau dan menuntut ilmu. Saya pernah menemukan dalam bentuk tulisan bergambar, dari taklim seorang ustad, Lalu saya temukan di google search seperti ini

"Berdiam diri, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan)"

"Air yang tergenang dalam diamnya, justru akan tercemar lalu membusuk. Jika saja air tersebut mengalir, tentu ia akan terasa lezat menyegarkan"

"Merantaulah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam bekerja dan berusaha"

"Sekawanan singa, andai tidak meninggalkan sarangnya, niscaya insting berburunya tidak lagi terasah, ia pun akan mati karena lapar. Anak panah, andai tidak melesat meninggalkan busurnya, maka jangan pernah bermimpi akan mengenai sasaran"

"Dan bijih emas yang masih terkubur di bebatuan, hanyalah sebongkah batu tak berharga, yang terbengkalai di tempat asalnya. Demikian halnya dengan gaharu di belantara hutan, hanya sebatang kayu, sama seperti kayu biasa lainnya. Gaharu menjadi parfum bernilai tinggi jika keluar dari belantara hutan, Dan bijih yang keluar dari tempatnya akan menjadi emas yang berharga"



InsyaAllah apapun keputusan pondok adalah keputusan yang dipikirkan dengan bijak, dalam pertimbangan panjang. Saat-saat seperti ini sepertinya tak perlu berandai-andai ada libur perpulangan atau tidak. Tetapi perkuat doa, perhatian, support karena ujian akhir para santri KMI sudah di depan mata.

Saya masih ingat, ketika komentar-komentar miring berhamburan ketika link-link portal berita mengabarkan pondok-pondok yang terpapar corona. Menyalahkan pihak pondok, para santri dan keluarganya. Intinya "sudah tau musim corona, kok malah masuk pondok"

Dan kini berbagai klaster bermunculan, pabrik, kantor, tempat hiburan, restoran, supermarket. Sebagai pengingat, bahwa tak hanya pondok yang harus berisiko dan berjibaku melawan virus corona, tetapi semua tempat berkerumunnya banyak orang. Dan kita memang tidak pernah tahu kapan pandemi ini berakhir. Hanya bisa berdoa dan berikhtiar agar tidak tertular, namun sendi-sendi kehidupan, termasuk mencari nafkah dan menuntut ilmu tetap berputar.

Ketika mulai bermunculan keluhan-keluhan karena sekolah tak kunjung dibuka. Para siswa mulai bosan, orang tua mengeluh harus turut belajar dan meluangkan waktu lebih lama, ada yang anaknya malah keluyuran di jam sekolah, asal sudah absen wajah melalui zoom saja. Dan juga kabar-kabar duka tentang berbagai kekerasan dalam rumah tangga hingga hilangnya nyawa karena sekolah daring sebagai pemicunya saya hanya bisa mengelus dada. Saya tak bisa bersorak "nah, lebih terjamin di pondok pesantren 'kan? anak-anak bisa belajar tenang, tak terpapar godaan gadget yang mengerikan, orang tua ndak stress karena terpaksa sekolah lagi, nggak boros kuota dan berbagai cemoohan lainnya"

Jika saya mencemooh seperti itu, apa bedanya dengan mereka yang mencemooh pondok-pondok pesantren yang dahulu memutuskan untuk memulai proses belajar tatap muka?

Melihat fenomena yang mengerikan itu, saya merasakan perih yang berbeda. Entah di mana ujungnya. Di satu sisi dunia pendidikan dipaksa mengajarkan ilmu, akhlak dan budi pekerti. Sisi lainnya dituntut melindungi anak agar tidak terpapar virus corona.

Jika belajar di rumah orang tuanya marah-marah emosi, karena harus bekerja di rumah sekaligus menuntun anak belajar lebih lama, kira-kira apa yang terekam pada memori anak-anak itu?

Jika selama jam sekolah daring ternyata keluyuran di luar rumah, apa dijamin tidak akan terpapar virus corona?

Ah entahlah...

Berharap pandemi ini segera musnah dari muka bumi.

Semoga tulisan sekaligus doa di Jumat berkah ini, Allah ijabahi...



Share:

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.