Saya sering membaca artikel yang bagus, tetapi kadang artikel tersebut tidak mencantumkan sumber aslinya, apakah kitab atau kisah turun temurun.
Salah satu artikel yang bagus adalah tentang tiga nasihat Imam Malik kepada Imam Syafi'i.
Imam Malik adalah guru dari Imam Syafià sejak usia 13 tahun. Qodarullah, pada ahirnya sang murid memiliki pendapat mengenai fiqih yang mungkin ada sedikit perbedaan di dalamnya dan menjadi salah satu mazhab dari empat besar mazhab di dunia yaitu Mazhab Hambali, Hanafi, Maliki dan SyafiÃ.
Mazhab Syafi'i rata-rata diikuti pemeluk agama Islam di Asia terutama Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Saya sendiri lupa dari mana artikel ini saya dapatkan, tetapi bagus untuk ditulis ulang.
Tiga nasihat Imam Maliki kepada Imam Syafi'i berkaitan dengan ilmu ulama, hikmah hukama dan obat untuk kesehatan badan.
1. "Biasakan dirimu untuk mengatakan "saya tidak tahu"
Mengakui ketidaktahuan diri adalah ilmu para ulama. Orang-orang yang tampil sok tahu dan serba tahu adalah para juhala (orang-orang bodoh)
Berkaitan dengan nasihat ini saya jadi ingat tausiyah Kyai Hasan Abdullah Sahal. Bahwa derajat tertinggi manusia adalah ketika merasa dan mengatakan bahwa "saya tidak tahu apa-apa"
2. "Jadilah kamu orang yang paling banyak diam di antara manusia. Jika mereka benar ikutlah kamu di dalamnya. Jika mereka salah jangan ikuti mereka"
Diam yang dimaksudkan Imam Maliki adalah bukan karena diam saat melihat kemungkaran. Tetapi diam, tidak banyak bicara seperti tong kosong nyaring bunyinya. Terlalu banyak bicara seringkali menjebak diri pada sesuatu yang sia-sia.
Rupanya nasihat ini yang selalu dipegang teguh Imam Syafià sehingga beliau tidak pernah mau berdebat sekalipun benar.
3. "Angkatlah tanganmu dari hidangan, saat keinginanmu untuk makan masih menggebu"
Nasihat ini sesuai dengan sunnah Rasulullah. Kita harus ingat bahwa lambung hendaknya berisi tiga bagian: makanan, minuman dan udara atau ruang kosong. Kalau makan kekenyangan pasti rasanya lembung penuh dan tidak nyaman. Terlalu banyak minum juga seperti kembung. Kalau isinya udara doang? mungkin sedang puasa atau penghematan :)
Terlalu banyak makan bisa menjadi sumber penyakit. Sebab kebanyakan makan adalah salah satu penyebab obesitas. Dan dari obesitas muncul berbagai gangguan kesehatan
Indah sekali bukan tiga nasihat sang guru kepada muridnya. Semoga kita bisa meneladani mereka para alim ulama, dan Allah ridho' kepada kita yang berusaha menemukan jalan taqwa, menjadi sebaik-baik insan yang kita bisa.
Foto: Pixabay
No comments:
Post a Comment