catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Berawal dari Rumah, Mari Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Hutan Kita

 


Hutan Pinus kawasan Ranu Gumbolo, Tulungagung, Dokpri

Libur kenaikan kelas lalu kami sekeluarga berwisata ke Ranu Gumbolo, Tulungagung Jawa Timur. Pertimbangan rekreasi ke sini adalah jaraknya yang terjangkau dengan mobil sewaan serta nuansanya yang alami. Ranu Gumbolo menawarkan pemandangan danau yang dikelilingi hutan pinus, udaranya sejuk, suasananya tenang karena tak ramai oleh wisatawan.

Berkunjung ke obyek wisata alam memiliki berbagai manfaat, selain lebih bisa menikmati suasana teduh, menghirup udara segar, kami juga berkesempatan memberikan pelajaran, pemahaman pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan kepada anak-anak yang telah beranjak remaja.

"Udaranya sejuk ya Ma, sunyi...tenang sekali di sini" seru si bungsu. "Ya Nak, namanya juga hutan, jauh dari keramaian" Aroma tanah basah yang tertimpa gerimis kian menumbuhkan kesan dekat dengan alam. Kondisi wana wisata tampak terawat, baik kelestarian maupun kebersihannya. Pengelola obyek wisata ini menyediakan tempat sampah ukuran besar di beberapa titik yang digunakan pengunjung untuk sekadar lesehan menikmati suasana sambil berfoto ria.

Fenomena Hutan Hujan Tropis Indonesia

Hutan pinus di kawasan Ranu Gumbolo merupakan hutan hasil reboisasi. Hutan buatan saja bisa seteduh ini, bagaimana dengan hutan hujan tropis yang terbentuk secara alami ya? Apalagi Indonesia merupakan negara dengan hutan hujan tropis terluas nomor 3 sedunia setelah Brazil dan Republik Kongo. Ketiga negara ini merupakan pemilik hutan hujan tropis seluas 52% dari seluruh hutan hujan tropis yang tersisa di dunia.

Hutan hujan tropis Indonesia tersebar di pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua dan terbentuk karena letak geografis Indonesia yang sangat strategis di sekitar garis khatulistiwa. Daerah yang dilintasi garis khatulistiwa senantiasa mendapat limpahan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun serta curah hujan yang mendukung bagi tumbuhnya vegetasi hingga menjadi hutan lebat yang ketinggian pohonnya bisa mencapai hingga 50 meter dengan dedaunan yang rindang. Pepohonan di hutan hujan tropis di Indonesia tumbuh menjulang dan ujung-ujungnya saling bertaut hingga membentuk kanopi.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenlhk), total luas kawasan hutan di Indonesia mencapai 125,76 juta hektare pada 2022. Angka tersebut setara dengan 62,97% dari luas daratan Indonesia yang sebesar 191,36 juta ha.

Hutan hujan tropis sering disebut sebagai paru-paru dunia. Meskipun berada di suatu wilayah negara, namun fungsi dan manfaatnya dirasakan semua insan di seluruh alam raya. Jika terjadi kerusakan hutan, maka akan berdampak bagi kelangsungan kehidupan.

Sadar bahwa keberadaan hutan hujan tropis sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan, ketiga negara pemilik terbesar di dunia yaitu Brazil, Republik Kongo dan Indonesia pada 14 November 2022 telah menandatangani dokumen perjanjian Tropical Forest and Climate Action Cooperation demi menyelamatkan hutan tropis. Kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting yang dipandang oleh ketiga negara sebagai langkah krusial untuk menjaga kelestarian hutan, antara lain merundingkan pendanaan baru berkelanjutan demi konservasi dan mengurangi deforestasi.


Fungsi Hutan Bagi Kehidupan

Berada di wisata hutan membuat kami merenung, betapa hutan merupakan sumber kekayaan alam yang sangat berharga. Jika direnungkan, lima fungsi utama hutan adalah:

1. Paru-paru dunia

Pepohonan di hutan melalui proses fotosintesis merupakan sumber oksigen bagi makhluk hidup. Pohon-pohon ini sekaligus menyerap Karbondioksida di udara sehingga kadarnya tidak berlebihan.

2. Pencegah erosi dan banjir

Hutan berfungsi menahan air hujan di dalam tanah. Bayangkan jika air hujan yang turun dalam debit besar berhari-hari tanpa ditahan akar pepohonan. Akan terjadi banjir besar yang melanda pemukiman.

3. Pengontrol iklim

Melalui proses fotosintesis berbagai tumbuhan di hutan, kadar Oksigen dan Karbondioksida berada dalam batas sewajarnya. Keberadaan hutan membantu mengendalikan suhu bumi karena sebagian panas matahari terserap oleh pepohonan. Air hujan yang tertahan oleh akar pepohonan dalam hutan bisa menjadi sumber air, terutama hutan yang berada di kawasan pegunungan.

4. Sumber keanekaragaman hayati

Hutan merupakan tempat hidup yang kondusif baik bagi flora dan fauna. Keseimbangan ekosistem ini hendaknya selalu terjaga demi kelangsungan hidup bumi seisinya. Berbagai produk yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi hidupnya bersumber dari hasil hutan pula, mulai dari kayu hingga getahnya. Mulai dari kulit batang hingga dedaunannya.

5. Sumber pangan

Beberapa sumber pangan dan bahan obat-obatan sulit untuk dibudidayakan di tempat lain. Hutan merupakan sumber pangan tak tergantikan.

Sayangnya hutan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia semakin terancam kelestariannya. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa selama periode 2017-2021 luas hutan Indonesia telah berkurang sebesar 956.258 hektar. 

Bahaya Kebakaran Hutan

Berkurangnya luas hutan bisa disebabkan faktor alam dan faktor perilaku manusia. Faktor alam yang menyebabkan luas hutan berkurang karena terbakar adalah bencana alam gunung meletus dan musim kemarau panjang. Namun yang sangat membahayakan kelestarian hutan adalan faktor perilaku manusia yang merusak hutan dengan membakar, mengeksploitasi segala isinya hingga menyebabkan kerusakan masif yang tidak bisa ditanggulangi.

Dikutip dari website resmi Greenpeace, kebakaran hutan kian memprihatinkan. 

Analisis berdasarkan data yang tersedia di publik Greenpeace Asia Tenggara menemukan:

  • Antara 2015 – 2019, 4,4 juta hektar lahan telah terbakar di Indonesia. Sekitar 789.600 hektar kawasan ini (18 persen diantaranya) telah berulang kali terbakar.
  • 1,3 juta hektar (30 persen) dari area kebakaran yang dipetakan antara 2015 – 2019 berada di konsesi kelapa sawit dan bubur kertas (pulp).
  • Pada tahun 2019, karhutla tahunan terburuk sejak 2015 yang membakar 1,6 juta hektar hutan dan lahan atau setara 27 kali luas wilayah DKI Jakarta.

Katadata merilis data kebakaran hutan Indonesia selama periode 2016-2021 masih sangat memprihatinkan, dan tahun 2019 adalah kebakaran hutan terparah dalam periode lima tahun tersebut.

Data luas kebakaran hutan Indonesia, Sumber: Katadata

Di tahun 2023 tercatat peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang cukup signifikan. Sepanjang Januari hingga Juni 2023 BNPB mencatat data sebagai berikut: 14 kejadian karhutla selama Januari, 18 karhutla di bulan Februari, 39 karhutla di bulan Mei dan per 6 Juli 2023 tercatat total 195 karhutla terjadi selama Januari - Juni 2023. Parahnya lagi angka ini diprediksi terus bertambah mengingat Indonesia belum menginjak puncak musim kemarau dan ancaman EL Nino yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan.

Jika karhutla tidak ditanggulangi secara serius, bencana lebih besar pasti melanda dunia dalam beberapa tahun yang akan datang. Tanpa hutan sumber Oksigen dan air bersih terancam, suhu udara kian meninggi, keanekaragaman hayati tinggal kenangan, bencana erosi dan tanah longsor menggerus pemukiman. Perubahan iklim yang kian terasa saat ini adalah bukti bahwa fungsi hutan tak tergantikan. 


Tips Melestarikan Hutan dan Lingkungan dari Rumah

Hutan merupakan sumber keanekaragaman hayati. Hampir setiap segi kehidupan manusia bersumber dari keberadaan hutan. Maka, menjaga kelestarian hutan merupakan kewajiban setiap insan manusia, sebab dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian lingkungan berkaitan erat dengan gaya hidup sehari-hari. Saatnya #BersamaBergerakBerdaya mengupayakan langkah-langkah konkrit demi bumi. Nyalakan spirit berjuang #UntukmuBumiku dan memotivasi diri agar selalu peduli terhadap lingkungan hidup dan menjaganya tetap lestari.

Menjaga kelestarian alam tak harus selalu turun ke lapangan, memperjuangkan hak-hak hutan di jalanan atau, terjun langsung menggalakkan reboisasi seperti yang dilakukan organisasi pecinta alam. Menjaga kelestarian lingkunan dan hutan Indonesia juga bisa dilakukan dari rumah. 

Langkah-langkah sederhana berikut ini bisa dilakukan di rumah namun berdampak besar bagi kelestarian hutan dan lingkungan:

1. Meminimalisir konsumsi produk olahan kelapa sawit dan turunannya.
Pembukaan lahan oleh industri olahan sawit ditengarai menggerus hutan secara signifikan. Perkebunan kelapa sawit membutuhkan lahan luas untuk menjaga keberlangsungan ketersediaan bahan baku. Dilansir dari menlhk.go.id deforestasi hutan Kalimantan selama tahun 2005 - 2015 dipicu oleh industri pengolahan kelapa sawit. 
Di sisi lain manusia tidak dapat sepenuhnya meninggalkan olahan kelapa sawit sebab berbagai produk kebutuhan hidup terbuat dari olahan sawit baik berupa bahan pangan seperti minyak goreng, margarin, krimer biskuit, hingga produk homecare seperti kosmetik dan pasta gigi. Maka menekan penggunaan produk olahan sawit diharapkan membantu mengurangi konsumsi dan ketergantungan pada olahan sawit sehingga berdampak pada menurunnya produksi olahan sawit.

Meminimalisir konsumsi produk olahan sawit bisa diterapkan di rumah dengan cara:
a. Mengganti minyak sawit dengan minyak jagung, kedelai atau zaitun
Mengalihkan konsumsi minyak sawit pada minyak non sawit adalah cara bijak untuk menghindari ketergantungan pada minyak sawit. Namun kendalanya adalah minyak non sawit dipandang terlalu mahal bagi sebagian besar masyarakat. Solusinya adalah menghemat penggunaan minyak goreng sawit
b. Menghemat minyak goreng sawit dapat dilakukan dengan cara :
  • Menggunakan minyak sawit dalam jumlah terbatas setiap kali memasak sehingga tidak tersisa sebagai jelantah. 
Membatasi penggunaan produk olahan sawit, Dokpri

  • Mengakhirkan bahan makanan yang bersifat lebih cepat "merusak" minyak. Misalnya ketika hendak menggoreng tempe, tahu, telur atau ikan lele maka  urutan ideal saat menggoreng adalah tahu, tempe, telur. Lele digoreng paling akhir sebab membuat minyak menghitam dan tidak bisa digunakan lagi
  • Menggunakan penggorengan yang mampu meratakan panas dengan sempurna, sehingga dengan menggunakan sedikit minyak dapat mematangkan bahan secara merata.
  • Mengurangi jenis masakan gorengan terutama memasak metode deep fry, beralih ke menu kukus, rebus atau tim.  Jika ingin menggoreng tanpa minyak bisa menggunakan air fryer
2.   Bijak memanfaatkan produk olahan pulp (bubur kertas)
Salah satu produk olahan hutan yang memegang peran penting dalam kehidupan manusia adalah pulp atau bubur kertas berbahan baku serat kayu. Produk ini merupakan bahan utama dalam pembuatan kertas dan tisu. Kedua produk ini tampak sepele, harganya terjangkau, mudah didapat dan dianggap bukan barang yang istimewa. Dampak buruknya adalah pengguna kertas dan tisu merasa sah-sah aja boros menggunakan kedua produk ini. Ada minuman tumpah, lagi flu, kotoran nempel di perabot rumah tangga tinggal lap pakai tisu, buang. Coret-coret di kertas sedikit aja, buang,  lupa bahwa untuk memproduksi 10 ribu lembar kertas dibutuhkan pohon pinus setinggi 45 kaki dengan diameter 8 inci (dikutip dari ribble-pack.co.uk) 
Koaliasi Anti Mafia Hutan yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat dan LSM seperti WALHI, Rainforest Action For Work, Pantau Gambut, Auriga mencatat bahwa kontribusi industri pulp terhadap kebakaran dan kabut asap terus berulang di Indonesia. Sebagian besar bahan baku kayu industri pulp berasal dari konsesi HTI di lahan gambut yang dikeringkan. Hal ini memicu terjadinya kebakaran hutan. 

Bijak memanfatkan produk olahan pulp dalam jangka panjang membantu mengurangi eksplorasi hutan. Kurangi penggunaan tisu, manfaatkan lap kain dan sapu tangan yang bisa dicuci ulang. Bahkan baju bekas yang sudah tidak bisa dipakai lagi bisa dimanfaatkan sebagai lap untuk membersihkan debu. 

Lembaran-lembaran buku tulis yang masih bersih dan tidak digunakan mencatat pelajaran tahun ajaran lalu bisa dikumpulkan, disusun menjadi satu buku. Manfaatkan mencetak dokumen menggunakan dua sisi kertas. Biasakan budaya "paperless" yaitu mengurangi penggunaan kertas secara umum.

3.   Mengurangi jejak karbon
Kebakaran hutan tak hanya terjadi karena dibakar dengan sengaja karena pembukaan lahan oleh industri maupun pembalakan liar. Kebakaran hutan juga bisa terjadi karena suhu bumi yang terlalu tinggi sehingga mampu menyebabkan terbakarnya ilalang dan daun-daun kering di dalam hutan. Suhu bumi yang tinggi dipengaruhi oleh tingginya jejak karbon. Mengurangi jejak karbon dari rumah bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana:
  • Memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik bisa didaur ulang dengan disetor ke bank sampah
  • Menghemat penggunaan listrik. Bahan baku utama untuk pembangkit tenaga listrik di Indonesia adalah sumber energi yang bisa meningkatkan jejak karbon. Bijak dan hemat menggunakan listrik bisa mengurangi jejak karbon.
  • Mengonsumsi makanan yang ramah lingkungan, utamakan produk lokal sebab produk lokal tidak membutuhkan rantai distribusi panjang yang menyebabkan jejak karbon semakin besar.
4. Menanam pohon
Meski belum mampu menanam pohon di lahan-lahan gundul atau di hutan-hutan yang meranggas, bukan berarti kita tak bisa melakukan langkah penting dalam menjaga kelestarian hutan. 
Manfaatkan lahan untuk menanam pohon. Dokpri


Menanam pohon di lahan tersisa di rumah kita, atau di pinggir jalan merupakan langkah nyata memperjuangkan kelestarian hutan. Satu pohon bisa sangat berarti bagi bumi, sebab satu pohon tersebut membantu menyerap Karbondioksida dan menghasilkan Oksigen bagi kelangsungan kehidupan di dunia sehingga membantu mengontrol suhu bumi agar tidak kian meninggi. 

Solusi Mengurangi Kebakaran Hutan dan Lahan

Mengatasi kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab semua pihak. Jika rumah tangga sebagai konsumen hasil hutan berupaya secara aktif untuk membatasi konsumsi dan memilih produk alternatif, diperlukan gerak cepat dan tanggapan pemerintah sebagai regulator dan pihak pemilik Hak Penguasaan Hutan (HPH) yang diberi wewenang mengelola hutan dengan berbagai persyaratan.

Beberapa langkah yang patut dipertimbangkan pemerintah dan pengusaha untuk menanggulangi kebakaran hutan dan menjaga kelestariannya adalah:

1. Mengoptimalkan Hutan Tanaman Industri dibandingkan HPH

Hutan tanaman industri (HTI) adalah hutan tanaman yang dibangun untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan.

2. Memberikan sanksi kepada pelanggaran HPH sebagai efek jera.

Sanksi denda dan pencabutan HPH seharusnya diterapkan pada pengusaha yang bandel dalam mengeksplorasi hutan. Sayangnya catatan Greenpeace Indonesia pada tahun 2020 menyatakan: 8 dari 10 perusahaan kelapa sawit dengan area terbakar terbesar di konsesi mereka dari 2015 hingga 2019, belum menerima sanksi apapun meskipun kebakaran terjadi dalam beberapa tahun terakhir di dalam konsesi mereka. 

3. Mengefektifkan langkah reboisasi dan strategi"jangka benah" dengan pengawasan ketat dan payung hukum yang tegas.

Reboisasi merupakan penghijauan hutan kembali dengan menanam hutan rusak dengan bibit pepohonan. 

Strategi ini bertujuan untuk menambah keberagaman jenis tanaman dengan manfaat lingkungan dan manfaat ekonomi yang tinggi pada kebun sawit yang berada dalam kawasan hutan.

4. Mengeksplorasi bahan baku alternatif untuk menggantikan bahan yang berasal dari hutan.

Ketergantungan dunia terhadap sawit belum dapat dikurangi, namun bahan baku alternatif pengganti sawit harus terus dicari demi mengurangi deforestasi

5. Meninjau kembali regulasi yang mengatur permasalahan eksplorasi hutan. Catatan Greenpeace Indonesia pada tahun 2020 menyatakan Petinggi asosiasi GAPKI dan APHI menjadi anggota satgas RUU Cipta Kerja, ini dapat menimbulkan konflik kepentingan. Sebab ditemukan total 12 perusahaan yang merupakan anggota GAPKI atau APHI dengan area terbakar terbesar di kategori perkebunannya masing-masing.


Jika air diyakini sebagai sumber kehidupan, maka sumber tersimpannya air yaitu hutan sudah sepatutnya mendapat perlindungan. Sebab hutan tidak hanya menjadi wadah bagi sumber air, namun juga sumber Oksigen dan beraneka keragaman hayati yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia.

Pada 17 Agustus 2023 Republik Indonesia telah berusia 78 tahun. Sudah selayaknya di bulan kemerdekaan menjadi momen pengingat agar kita bersama-sama lebih serius dalam menunjukkan kepedulian menjaga kelestarian hutan. Janganlah menyia-nyiakan negeri nan elok yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pejuang kemerdekaan. Apalagi tanggal 10 Agustus diperingat sebagai Hari Konservasi Alam Nasional. Sudah sepatutnya semangat mengisi kemerdekaan dengan menjaga kelestarian lingkungan melalui konservasi alam kian digalakkan untuk merawat kekayaan dan keanekaragaman hayati.

Terkait isu perubahan iklim dan pemanasan global, pemerintah Indonesia telah mencanangkan untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060. Harapan kita semua dengan semakin menurunnya jejak karbon maka suhu bumi kian terkendali dan tak lagi menjadi penyebab kebakaran hutan. Sebagai langkah mewujudkan net zero emission, pemerintah memasang target pengurangan emisi hingga 31,89% di tahun 2030.  Demi mencapai target pemerintah Indonesia, demi kelestarian bumi dan kepentingan anak cucu kita, yuk mari #BersamaBergerakBerdaya menjaga hutan alam raya, dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga.


Daftar pustaka:
1. Website Badan Pusat Statistik
2. Website menlhk.go.id
3. Website Greenpeace
4. Katadata
5. Situs Ribble-pack uk
6. Dataindonesia
7. BBC
Share:

Birrul Walidain

Sebaik-baik bekal hidup adalah taqwa. Dan bentuk taqwa adalah taat kepada syariat Allah, berupaya memperkaya wawasan dan pengetahuan tentang agama. 
Semakin besar kemauan untuk belajar, kian bertambah pengetahuan tentang syariat dan membekali diri dengan amalan-amalan yang dicintai Allah.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda bahwa tiga amalan yang dicintai Allah adalah : sholat tepat waktu, birrul walidain (berbakti pada orang tua) dan berjihad di jalan Allah.

Keutamaan Birrul Walidain
1. Mentaati perintah Allah
Tercantum dalam QS Al Isra ayat 23-24


2. Jalan menuju surga
Rasulullah mengingatkan bahwa celakalah jika ada anak yang masih memiliki orang tua yang sudah renta tetapi tak bisa menjadi wasilah baginya jalan menuju surga. Dengan kata lain merawat orang tua adalah salah satu jalan meraih surga.
3. Menjadi wasilah keluar dari kesulitan
4. Mendatangkan rezeki





Cara Birrul Walidain, berbakti pada orang tua di dunia:
1. Mentaati orang tua selama perintahnya dalam ketaatan kepada Allah.
2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan orang tua
3. Berinteraksi dengan cara yang baik.
4. Bertutur kata kepada orang tua dengan lemah lembut/menjaga lisan


5. Menyenangkan hati orang tua
6. Memberikan harta kepada orang tua
7. Meminta izin jika hendak bepergian atau melakukan sesuatu
8. Mendoakan orang tua
9. Meminta ridho orang tua dalam setiap aktivitasnya
10. Tidak mencela orang tua

Cara berbakti pada orang tua yang telah tiada:
1. Memintakan ampunan dan mendoakan kedua orang tua yang telah meninggal.
2. Memperbaiki diri dengan cara bertaubat nasuha. Sebab perilaku anak menjadi tanggung jawab orang tua di akhirat.
3. Merawat jenazah (memandikan, mensholatkan, mengantarkan hingga ke makam)
4. Wajib membayarkan / melunasi hutang orang tua.
5. Melaksanakan wasiat sesuai syariat
6. Menyambung silaturahim dengan keluarga, kerabat orang tua
7. Memuliakan nama orang tua dan kerabatnya
8. Melakukan amalan-amalan yang diniatkan pahalanya untuk orang tua yang sudah meninggal (bersedekah, membaca Al Qur'an, umroh, haji, wakaf)

Ringkasan catatan tausiyah Ustadzah Lina Aryani di pengajian 22 Juli 2023
Share:

Semangat Back to School with Home Credit Indonesia.

Libur sekolah usai sudah. Saatnya berjuang kembali menuntut ilmu berharap berkah. Menjalani hari-hari di sekolah layaknya sebuah perjalanan panjang, terkadang menghadapi kompetisi demi meraih prestasi atau memotivasi diri sendiri agar lebih baik daripada hari kemarin. 

Layaknya sebuah kompetisi, libur sekolah bagai jeda sebelum memacu diri untuk melangkah lebih jauh lagi. Hari-hari terakhir libur sekolah biasanya dimanfaatkan untuk mempersiapkan kebutuhan sekolah, baik itu seragam sekolah, laptop maupun perlengkapan alat tulis menulis. 

Keperluan sekolah dan kuliah, Dokpri

Tips Mempersiapkan Kebutuhan Sekolah di Tahun Ajaran Baru

Biaya menghadapi tahun ajaran baru harus serius disiapkan. Tidak mengherankan jika banyak orang menyebut bulan Juni - Juli, bulannya pengeluaran ugal-ugalan. Agar anggaran keluarga tidak berantakan, mempersiapkan kebutuhan sekolah di tahun ajaran baru perlu pertimbangan matang dan mempertimbangkan langkah-langkah berikut ini:

1. Mempersiapkan dana jauh hari sebelumnya

Menabung untuk keperluan tahun ajaran baru biasa kami lakukan sejak dahulu. Apalagi tahun ini kebutuhan biaya pendidikan cukup besar. Si sulung lulus UM-PTKIN tahun ini dan memulai langkah baru di perguruan tinggi. Kebutuhannya bukan hanya UKT tetapi juga kebutuhan perlengkapan kuliah seperti pakaian pantas dan  laptop. Si bungsu naik ke kelas 9 butuh buku, biaya daftar ulang sekolah dan mengganti seragam yang sudah kesempitan. 

Keperluan daftar ulang untuk si bungsu yang duduk di bangku sekolah menengah pertama disisihkan dari keuntungan jualan pulsa dan toko kelontong kami yang menjadi sumber pendapatan kecil-kecilan. Biaya daftar ulang si bungsu ini nggak main-main besarnya, sekitar 5-6 juta setiap tahun, jika tidak disiapkan jauh hari bisa kelimpungan.  Hmmm dihitung berulang kali pasti butuh dana lebih dari 15 juta dalam dua bulan ini. 

Berkat mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dengan berhemat dan menabung #BisaJadiJADIBISA mempersiapkan dana pendidikan. Andai tabungan tak cukup dan terpaksa mengangsur untuk membeli kebutuhan sekolah/kuliah tertentu yang cukup mahal, upayakan membayar uang muka (DP) semaksimal mungkin sesuai kemampuan. Tak lupa memilih tenor yang bersahabat agar besarnya hutang tidak terlalu menjadi beban. 

Il      Ilustrasinya seperti ini: misal penghasilan keluarga sebulan enam juta rupiah, maka besarnya hutang/angsuran per bulan idealnya maksimal 20 persen, yaitu sekitar Rp. 1.200.000, tujuannya adalah agar kebutuhan utama keluarga seperti pangan, biaya sekolah, biaya transportasi, tagihan utilitas (listrik, air dll) tetap tercover meski ada tanggungan angsuran. Hindari berhutang yang menyebabkan besar pasak daripada tiang alias lebih besar pengeluaran daripada pendapatan.

2. Mengutamakan skala prioritas 

Kebutuhan sekolah banyak ragamnya, tetapi ganti tahun ajaran bukan berarti perlengkapannya harus ganti baru 'kan? Utamakan membeli perlengkapan yang mendesak untuk diganti, misalnya sepatu yang sudah rusak atau seragam yang kesempitan. Tidak perlu ganti sepatu hanya karena keinginan mengikuti trend atau ganti tas sekolah karena tergiur model terbaru.

3. Memanfaatkan barang-barang yang masih bisa digunakan

Menempuh tahun ajaran baru dengan menggunakan barang lama, bagaimana caranya? Jangan salah, lembaran buku tulis tahun ajaran lama yang belum ditulisi bisa dimanfaatkan lagi. 

Memanfaatkan sisa buku tulis tahun ajaran lalu, Dokpri

Kumpulkan lembaran buku tulis yang masih bersih dan susun menjadi satu buku dengan menggunakan cover buku bekas yang disampul dengan kertas hias, lumayan bisa menghemat pembelian buku.

4. Cermat memanfaatkan promo pembelian produk keperluan sekolah.

Anggaran untuk belanja kebutuhan sekolah cukup besar. Jika tidak cermat mengelola keuangan keluarga maka kondisi finansial rumah tangga bisa dalam bahaya. Apalagi jika anak yang butuh perlengkapan menuntut ilmu lebih dari satu. Manfaatkan berbagai promo dari berbagai produsen perlengkapan sekolah atau toko buku. Ibu-ibu yang hobi mengumpulkan koin cashback dari marketplace bisa memanfaatkannya untuk belanja keperluan sekolah.

Semangat Back To School with Home Credit Indonesia

Salah satu cara mengelola keuangan keluarga dengan bijak di masa tahun ajaran baru adalah rajin memanfaatkan promo untuk pembelian perlengkapan sekolah dari berbagai tenant, misalnya penawaran berhadiah khusus bagi pengunjung Jakarta Fair Kemayoran 2023. Even Home Credit Indonesia yang bertajuk PESTA JUARA ini membantu pelanggan menemukan berbagai produk berkualitas juara dari berbagai brand yang sesuai dengan kebutuhan. Berbagai brand yang identik dengan keperluan dan perlengkapan sekolah hadir di PESTA JUARA.

Keseruan di booth Home Credit Indonesia, Sumber: Home Credit Indonesia

Tak hanya kemudahan berburu berbagai produk berkualitas juara, PESTA JUARA juga memberi kesempatan bagi para pengunjung booth Home Credit Indonesia mendapatkan berbagai penawaran menarik seperti aneka game interaktif berhadiah setiap hari dan undian berhadiah smartphone canggih yang diundi setiap minggunya. Khusus bagi pengunjung yang melakukan transaksi senilai minimal 3 juta rupiah mendapat hadiah langsung voucher belanja. Menarik sekali bukan?

Brand yang memeriahkan PESTA JUARA, Sumber: Home Credit Indonesia


Nah yang ingin belanja kebutuhan sekolah dengan cara mengangsur bisa memanfaatkan promo menarik ini. Bayangkan, pilihan tenornya beragam, ada tawaran bunga 0% atau bebas 1x cicilan pula bagi yang bayar cicilan tepat waktu.

Wah beruntung sekali yang bisa berkunjung di PESTA JUARA di JFK. Tapi tetap tenang.. tenang.. tenang... sebab selain di JFK, layanan cicilan Home Credit Indonesia sebagai lembaga pinjaman/leasing resmi yang diawasi OJK juga bisa ditemukan di 22 ribu toko di Indonesia.

Kemudahan mendapatkan bantuan pinjaman untuk kebutuhan pendidikan bukan berarti mendorong untuk mudah berhutang tanpa tujuan pasti. Perlu diingat bahwa hutang adalah kewajiban yang harus dibayar dan hendaknya besarnya hutang atau angsuran yang harus dibayar setiap bulan dapat tercover oleh pendapatan, bukan gali lubang tutup lubang.

Home Credit Indonesia mungkin membuat pengguna jasanya berkata: "terimakasih #KarenamuJADIBISA mencukupi perlengkapan sekolah, jadi semangat Back To School with Home Credit Indonesia" namun perlu diingat bahwa bijak memanfaatkan penawaran layanan pinjaman adalah kunci utama agar tidak terjebak hutang yang sia-sia.



 

Share:

Indahnya Ranu Gumbolo, Wonorejo

Libur sekolah kemana ya. Kasihan melihat anak-anak nggak kemana-mana meski sedang liburan. Meski toh mereka nggak minta rekreasi atau tamasya ke suatu tempat, kata mereka yang penting jajan dan makan😀

Iseng-iseng googling Jalur Lintas Selatan Tulungagung - Trenggalek - Pacitan yang sekilas pernah saya lihat di internet, kayaknya indah banget gitu pemandangan tepi pantainya. Pengen menyaksikannya sendiri tapi kapan ya, ndilalah kok keisengan lanjut mencari tempat wisata di sekitar Tulungagung dan ketemu Ranu Gumbolo. Yap betul Ranu Gumbolo, pakai "G"" bukan Kumbolo. Kalau Ranu Kumbolo itu di lereng Gunung Semeru di Lumajang. 

Test water, saya kirim message ke WAG keluarga yang anggotanya hanya kami berempat ini 😃 "Yuk ke Ranu Gumbolo" lalu suami reply: kapan, saya jawab sebelum libur sekolah berakhir. Karena pak suami ingin menyenangkan istri dan anak-anaknya, dia cuti mendadak dan cari mobil sewaan. Kok sewa mobil, ya kan emang kami ngga punya mobil, kalau ingin ke suatu tempat bareng-bareng yang susah dituju dengan angkutan umum ya harus sewa mobil. Biasanya sewa milik teman sendiri, enak ngga pakai ribet.

Maka tanggal 8 Juli 2023 berangkatlah kami berempat dari Sidoarjo. Berbekal nekad dan google map, start jam 6 pagi, sampailah di tujuan sekitar jam 10.20 WIB hanya sempat berhenti sebentar di salah satu SPBU di Kediri selama kurang lebih 15 menit.

Pemandangannya masyaallah indah. Danau berwarna kehijauan yang dikelilingi hutan pinus. Kabut melayang di perbukitan di seberang danau, kicau burung liar bersahutan, sesekali tampak kupu-kupu terbang di sekitar tempat kami duduk menyapa dengan riang.



Panorama secantik ini, harus ditebus dengan berapa rupiah untuk tiket masuknya? Tenaang, HTM per orang sangat bersahabat. Hanya 6 ribu rupiah weekdays, 8 ribu rupiah weekend, 15 ribu rupiah untuk camping dan 5 ribu rupiah untuk parkir mobil. Sayangnya ngga terlalu dekat dari Surabaya/Sidoarjo. Kalau bisa ditempuh dengan motor 20 menitan bisa-bisa tiap akhir pekan kami berwisata di sini hehehe.

Spot untuk berfoto bagus-bagus sih. Spot paling favorit pastinya di dekat danau seperti ini

Spot yang tak kalah menarik adalah duduk di bangku bambu yang disediakan pihak pengelola wanawisata Ranu Gumbolo, kesannya unik dan antik.

Sebenarnya kalau mau eksplore lebih jauh tentu banyak spot yang lebih menarik. Tapi kami datang saat hari dihiasi hujan di musim kemarau, jadilah buru-buru meninggalkan tempat. Sebab kontur tanah di Ranu Gumbolo naik turun khas perbukitan, licin dan becek saat tertimpa hujan.

Di beberapa titik jalan menuju lokasi juga membutuhkan ketrampilan ekstra untuk mengemudi, karena penuh lobang di sana sini. Hmmm apa lagi ya yang bisa diceritakan. Mungkin himbauan dari pihak pengelola ini perlu saya tekankan untuk dipatuhi.

Fasilitas di Ranu Gumbolo harusnya saya ulas juga ya, sayang saya kurang mengeksplore lokasi. Hanya saja saya lihat tersedia MCK, Mushola dari kejauhan sehingga nggak tahu persis bagaimana keadaannya. Jalan menuju danau juga lumayan mudah, karena sudah dilengkapi dengan beton yang memudahkan hiking tipis-tipis di sela pohon pinus. Namun untuk mendekati area danau memang harus menyusuri jalan tanah yang licin ketika hujan.

Oh ya, saat kami datang ada beberapa orang sedang mancing ikan. Suasana danau yang saat itu tidak terlalu ramai memang mendukung untuk berburu ikan. Andai hari tidak hujan mungkin kami menyusuri jalan setapak lebih jauh keliling lokasi untuk menemukan spot-spot keren buat wefie. 

Dan jika ada yang bertanya; rutenya bagaimana? Saya hanya bisa jawab: ikuti google map saja, insyaallah nggak nyasar. Meski harus melewati jalan yang sepiii seperti di tengah hutan, tidak terlalu lebar dan sesekali bertemu pencari rumput, insyaallah itulah jalan menuju Ranu Gumbolo , Desa Wonorejo, Pagerwojo, Tulungagung.


Share:

Tentang Anak, Prestasi dan Masa Depan

Jumat 23 Juni 2023 kemarin adalah hari nano-nano buat saya. Hari si sulung H2C (harap-harap cemas) nunggu pengumuman UM PTKIN sekaligus hari saya 'terpaksa' ambil raport adiknya di #royalplazasurabaya

Konsep raportan ala @spemduta memang lain dari biasanya. Raportan nggak mesti di sekolah, tapi bisa di mall juga. Sekaligus branding nama dan prestasi sekolah. Meski demikian bagi orang tua yang ngga bisa ambil raport saat itu, tetap bisa terima raport di sekolah, hari dan jam sesuai kesepakatan.
Sumber Pixabay


Sebelum pembagian raport, para orang tua/wali murid bisa menyaksikan fashion show dari karya para siswa. Mereka juga mempresentasikan latar belakang membuat karya kaos, tumbler, tas.
Selain itu kelompok siswa juga wajib membuat videotron/video iklan yang menampilkan fashion karya mereka dan ditayangkan di acara pembagian raport bertajuk Zealous Art, tentuuu sebagai emak rempong saya abadikan videotron yang menampilkan anak saya sendiri 😄😄😄 Beberapa karya anak-anak ini dipamerkan dan berhasil mencuri perhatian. Seperti lukisan "Laut kotor tak bisa dicuci" ini, saya suka sekali.

Di acara yang sama dilakukan pula pembagian hadiah bagi pemenang lomba class meeting semester ini. @damar.zex dan rekan setimnya meraih juara 2 futsal.

Konon masa-masa sekolah adalah masa yang indah, jadi biarlah mereka tumbuh dengan mengembangkan bakat dan potensinya. Sebagai orang tua sepatutnya mengapresiasi pencapaian anak-anak tanpa harus terpaku pada nilai raport belaka, mereka pasti punya passion dan kelebihan berdasarkan minat dan bakat (begitu kata saya yang anaknya istiqomah berada di ranking 20 an 😀😀😀😀 tapi Alhamdulillah hafalan Al Qur'annya sudah mencapai 5 Juz tersertifikasi )

Kenapa saya menulis tentang secuil kisah penerimaan raport di masa liburan? Mungkin terinspirasi ribut-ribut netizen tentang "Temanmu yang dulu sering ranking 1 apa kabar?" Kegaduhan di FB ini terus berlanjut hinga sekarang. Wahai, saya yang dulu langganan ranking 1 jadi pengen ketawa. Saya pribadi memandangnya sebagai lucu-lucuan belaka. Sebab meski di SD-SMP saya langganan ranking 3 besar, masuk SMA pun danem tertinggi di SMA 1, lolos UMPTN di UB Malang nyatanya saya memang bukan siapa-siapa hingga saat ini. Itupun jika yang dimaksud si penanya dengan ukuran kesuksesan. 

Jika ukuran pertanyaannya karena sekadar ingin tahu kabar teman yang biasa ranking 1 di sekolah, jawaban saya tentu: Alhamdulillah, sehat punya dua anak yang sudah remaja dan menjelang dewasa dan bongsor semua hahaha. Dan bersyukur masih tetap jadi manusia, belum berubah jadi batu hihihi.

Sumber Pixabay


Bicara tentang ranking dan prestasi sekolah, saya yang dulunya berprestasi tentu kaget dengan ranking 20-an (dari 31 siswa) yang diraih si anak nomor dua, apalagi dulu saat masih di MI dia langganan juara 1 di sekolah, Awalnya shock, sempat ngomel juga. Ngomelnya disebabkan sebal karena selama di SMP dia memang lebih asyik main Hp daripada belajar. Meski di MI dulu belajarnya juga pas malam ujian doang, tapi di SMP ini parah banget pas malam ujian aja dia belajarnya males-malesan (di mata saya) 

Tapi kemudian saya berpikir, mungkin sekarang teman-teman sekelasnya jauh lebih pandai secara akademik dari dirinya sebab saya lihat nilai ujian dan raportnya tidak terlalu parah meski ada nilai ujian matematika yang hanya 40 aja hahaha. Atau kini masanya dia mengeksplorasi minat, bakat dan kemampuannya yang non akademik. Seperti yang ditunjukkan dengan dia hobi bermain futsal dan timnya meraih juara 2 saat class meeting dan menurut ceritanya dialah pencetak gol terbanyak bagi timnya di laga penentuan.

Si nomor 2 ini juga punya bakat dan ketertarikan menghafalkan Al Qur'an. Sayangnya jika tidak terus di-murojaah/ hafalan ulang maka lama kelamaan hafalannya bisa hilang. Tahun lalu dia menerima beasiswa tahfidz dari Pemkab Sidoarjo, tahun ini belum rezekinya (semoga diganti rezeki dari pintu lain) Mungkin meski tak berprestasi akademik dan tidak lolos seleksi beasiswa hafalan Al Qur'an, dia bisa menggali bakat dan potensinya dari sisi yang lain. 

Sementara itu alhamdulillah kakaknya lolos jalur UM-PTKIN di UINSA. Kebayang deg-degan si kakak mengintip pengumuman di food court Royal Plaza. Khawatir kalau nggak lolos bagaimana nangis di tempat umum, kalau lolos nggak bisa langsung sujud syukur😊 Selanjutnya? Saya pribadi berharap dia bersungguh-sungguh dalam kuliah dan mendapat beasiswa di semester berikutnya. Sebab biaya kuliah saat ini masyaallah bikin jantung berdetak lebih cepat.

Saatnya merenung, apakah saya terlalu menaruh harapan terlalu tinggi terhadap anak-anak? apa yang harus saya lakukan terhadap pencapaian-pencapaian mereka? Mungkin saatnya selow aja sebagai orang tua. Tugas orang tua hanya mensupport, mengarahkan, membimbing dan mendoakan anak-anak. Mereka memiliki takdir sendiri, yang sebagian takdir itu mungkin tak bisa diubah dengan doa, sebagian lagi mungkin bisa berubah karena doa dan ikhtiar, begitulah qodho' dan qadr.

Islam mengajarkan menjadi orang tua yang visioner, dan doa-doa para nabi dan orang shalih dalam Al Quran adalah doa-doa yang jangkauannya luas, visioner sebab tak hanya ditujukan untuk masa kini, tetapi juga masa depan.

Mari kita renungkan redaksi doa Nabi Ibrahim dan Zakariya sebagai contoh doa ayah. Renungkan redaksi doa Maryam sebagai contoh doa ibu. Redaksi doa-doa mereka tidak berhenti hanya untuk "anak" tetapi kata yang dipilih adalah "keturunan" Orang-orang pilihan Allah ini berdoa agar keturunannya menjadi keturunan yang shalih artinya bukan hanya anak, tetapi juga cucu, cicit hingga ke generasi berikutnya, berkesinambungan #RenunganKajianMajelisTarjim #Ustadz Anshori

Share:

Khotbah Iduladha 1444 H

Khotbah Iduladha

Ustadz Zainuddin

10 Dzulhijjah 1444 H



Setiap Iduladha umat muslim diingatkan hikmah hari raya qurban. Ustadz Zainuddin dari Sidoarjo menekankan agar jamaah menelaah kembali tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim. 

✅Al Mumtahanah ayat 4, tentang perintah Allah agar kaum beriman menemukan teladan pada sosok Nabi Ibrahim 

✅As Shaffat : 100

Teladan dari nabi Ibrahim bahwa meski telah usia lanjut , tetap memohon karunia anak yang sholeh. Sebuah anugerah tak terkira bagi Nabi Ismail ketika ia mendapat kabar bahwa Hajar telah hamil.

Agar tak ada kecemburuan dalam diri Sarah karena Hajar telah hamil, maka ia dibawa keluar dan hijrah ke Bakah/Mekah. Nabi Ibrahim mendapat perintah agar Hajar dan Ismail ditinggalkan di tempat yang jauh dari manapun dan tanpa bekal makanan maupun minuman.



Hikmah:

1. Nabi Ibrahim selalu menunaikan perintah Allah. Meski jika dinalar tidak masuk logika, ia patuh kepada Allah. Dinyatakan bahwa ujian yg menimpa Nabi Ibrahim beruntun (sudah lama menikah tidak punya anak, usia semakin tua, ketika sudah punya anak ia diperintah untuk meninggalkannya.  tapi karena cinta Ibrahim kepada Allah menjadikannya segala mudah dilalui. 

Ustadz Zainudin mengingatkan kembali seseorang akan merasakan nikmatnya iman: mencintai Allah dan RasulNya dinomorsatukan dari lainnya (,beribadah kepada Allah hanya yang disyariatkan, itulah bukti cinta kepada Rasulullah),  mencintai seseorang atau tidak mencintai seseorang juga karena Allah, tidak mau kembali kepada kekafiran/kejahiliyahan ketika telah diselamatkan Allah, menerima hidayah karena takut api neraka.



2. Hajar istri Ibrahim adalah istri yang hebat, imannya kepada Allah sangat kuat. Ia rela ditinggalkan suami tanpa bekal sebab itu perintah Allah. Artinya ia yakin Allah akan menolong orang yang mentaati perintahNya

Ar Ruum 47

Jangan lelah berbuat dan mendakwahkan kebaikan

Qs Muhammad

Qs Al anam 112

3. Nabi Ibrahim selalu memohon kepada Allah meski sudah usia tua agar dikaruniai anak yang sholeh, bukan anak yang kaya, berkuasa. Tetapi anak sholeh, artinya memiliki anak sholeh lebih utama dari kekayaan, kemasyhuran.



Share:

Renungan, Apakah Ibadah Kita Diterima Allah?

 

Tugas dan kewajiban utama umat manusia diciptakan Allah adalah untuk beribadah kepadaNya. Ibadah terus ih, nah kapan kerjanya emang duit bisa datang sendiri, kapan bersosialisasi? kapan ketemu jodoh dan membangun rumah tangga? Sabar....inilah pemikiran yang salah.

Adalah sebuah kekeliruan jika kita menganggap ibadah itu hanya sholat, membaca Al Qur'an, berdzikir, berinfaq sedekah, umroh, haji, zakat, dan ibadah-ibadah yang diperintahkan secara nyata, ibadah yang berkaitan langsung dengan Allah. Jika kita renungkan, segala amal kebaikan yang kita niatkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah bisa terhitung sebagai ibadah. Misalnya bekerja, mencari nafkah jika kita niatkan sebagai bentuk ibadah, rasa syukur karena telah dikaruniai kehidupan, kesehatan dan panca indera maka kita mengoptimalkan untuk berkarya dan bekerja. Contoh lain, jika kita menyingkirkan benda-benda yang mengganggu di jalan agar tidak mencelakai orang lain sebagai bentuk mentaati perintah Allah untuk berbuat kebaikan maka tindakan yang tampaknya sederhana itu juga terhitung ibadah, dalam semuah hadits bahkan disebutkan bahwa menyingkirkan aral melintang di jalanan itu dapat dikategorikan sebagai sedekah.

Jika kewajiban makhluk adalah beribadah dan kelak di hari akhir dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, maka muncul pertanyaan apakah ibadah kita selama ini diterima Allah? 

Ustadzah Lina Ariani dalam taklim MT. Al Maratus Shalihah pada taklim 30 Mei 2023 mengulas tentang 7 Hal yang bisa menjadi bahan introspeksi apakah ibadah di bulan Ramadan kita diterima Allah. Ustadzah mengkhususkannya sebagai ibadah di bulan Ramadan, sebab taklim saat itu adalah taklim pertama usai rehat selama Ramadan. Namun poin-poinnya bisa kita anggap sebagai ibadah pada umumnya.

7 Hal yang bisa menjadi bahan introspeksi apakah ibadah (di bulan Ramadan) kita diterima Allah adalah:

1. Berlanjutnya ketaatan yang kita lakukan di bulan Ramadan (istiqomah)

Jika kita istiqomah dalam taat beribadah meski bukan di bulan Ramadan, insyaallah inilah bentuk ketaatan secara ikhlas dan pertanda bahwa ibadah kita diterima Allah

2. Terus menerus melakukan amal sholeh, menjaga interaksi dengan Allah dan sesama manusia.

Salah satu manifestasi dari ibadah adalah senantiasa menjaga interaksi yang baik dengan Allah dan sesama manusia.

3. Munculnya buah ibadah dalam perbaikan akhlak (lebih sabar, mudah beristighfar, mampu menahan amarah, ringan berinfaq)

4. Tumbuhnya mahabbah / rasa cinta untuk melakukan kebaikan

5. Membenci kemaksiatan dan kemungkaran

6. Tumbuhnya rasa roja' dan khauf (berharap-harap cemas dan khawatir) jika ibadahnya tidak diterima Allah sehingga ia lebih berhati-hati dalam bertindak.

7. Menganggap amal ibadah yang dilakukan masih sangat sedikit sehingga terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya.

Dalam kesempatan taklim berikutnya, Ustadzah Lina membahas tentang Tadabbur QS An Nahl : 97 Ayat ini berkaitan dengan hasil dari ibadah yang dilakukan secara ikhlas. Yaitu bahwa Allah menjanjikan kebaikan di dunia dan akherat bagi wanita dan pria beriman yang melakukan kebajikan.

Masjid An Nuur, Dungus


Kebaikan yang Allah janjikan berupa:

1. Merasakan nikmatnya ketaatan

2. Menikmati kesehatan dan kekuatan fisik

3. Mendapat rezeki yang halal, lapang dan barokah

4. Dimudahkan dalam berbagai urusan

5. Diijabah doanya

6. Merasakan kebahagiaan di dunia, di akherat kelak mendapat nikmat surga 

Saling memaafkan adalah buah dari ibadah dan ketaatan


Kebajikan yang dilakukan dalam rangka berharap ridho Allah hendaknya dilakukan secara ikhlas. 

Tiga unsur ikhlas dalam beribadah adalah:

1. Menghadirkan niat, murni beribadah karena Allah

2. Itqan al amal. Amal ibadah yang dilakukan terjaga agar terus bisa dilakukan.

3. Segala nikmat yang diterima, dimanfaatkan di jalan kebaikan (misalnya dikarunai rezeki maka digunakan untuk berinfaq sedekah)


#almaratusshalihah


Share:

Ruang Publik KBR: Gaung Kusta bersama Babinsa dan PKK

 

Kusta merupakan salah satu penyakit yang bisa menimbulkan disabilitas. Mirisnya Indonesia merupakan negara dengan tingkat kasus kusta tertinggi ketiga di dunia. Hal ini disebabkann karena kasus baru kusta di Indonesia mengalami stagnasi selama 10 tahun terakhir dengan jumlah mencapai 18.000 kasus. Fakta tersebut menunjukkan masih adanya masalah dalam penanganan kusta di Indonesia, padahal penyakit ini bisa menyebabkan disabilitas jika terlambat ditangani. 

Pada tahun 2017, angka disabilitas akibat kusta mencapai 6,6 orang per 1.000.000 penduduk. Menyikapi tingginya angka penderita kusta, pemerintah memetakan langkah-langkah agar mampu meraih target angka disabilitas kusta hingga kurang dari 1 orang per 1.000.000 penduduk. 

Permasalahan yang dihadapi pemerintah Indonesia secara umum adalah kusta termasuk penyakit mudah menular bila tidak segera ditangani. Jika edukasi dan sosialisasi tentang penyakit kusta kepada masyarakat kurang, maka ancaman penularan penyakit kusta di Indonesia tidaklah berkurang. Di sisi lain meski tergolong penyakit menular, kusta sebenarnya tidak dengan sangat mudah menular. Bagaimana maksudnya? Dan bagaimana menghapus stigma yang melekat di masyarakat yang menyatakan kusta adalah penyakit kutukan, penyakit turunan yang tidak bisa disembuhkan agar keluarga, penderita dan mantan penderita kusta tidak dikucilkan? 

Menyikapi berbagai permasalahan mengenai penyakit kusta, NLR Indonesia melakukan kegiatan Roadshow Leprosy di Slawi dan Tegal yang melibatkan Babinsa dan PKK. Tujuan dari kegiatan ini adalah berbagi informasi dan meningkatkan kesadaran kepada jaringan dan masyarakat umum tentang penyakit kusta.

Ruang Publik
Keseruan Roadshow Leprosy, Sumber ; Youtube KBR


Bagaimana tanggapan pihak yang terlibat dalam roadshow tersebut? Pemaparannya dilaksanakan dan disiarkan secara luas oleh KBR dalam acara talk show Ruang Publik “Gaung Kusta bersama Babinsa dan PKK” pada Rabu 14 Juni 2023.

Flyer Talkshow, IG KBR


Talkshow yang dapat diakses melalui Live streaming Youtube KBR, 105 radio jaringan Jakarta dan Live streaming NLR ini menghadirkan narasumber: 

1. (Danramil) Kapt. Infanteri Shokib Setiadi, Pasiter Kodim 0712/Tegal sebagai perwakilan Babinsa

2. Elly Novita S.KM, MM sebagai Wakil Ketua Pokja 4 TP PKK Kab. Tegal 

Talkshow dibuka dengan pengantar dari Host Acara Rizal Wijaya yang mengulas bahwa tingginya angka penderita kusta di Indonesia menunjukkan adanya permasalahan edukasi dan sosialisasi mengenai penyakit kusta di tengah masyarakat. 

Host acara: Rizal Wijaya (KBR) Sumber: YouTube KBR


Rizal mengingatkan kembali bahwa permasalahan ini harus segera ditangani secara tuntas sebab jika terlambat ditangani, penyakit kusta bisa menyebabkan disabilitas. 

Kapt. Infanteri Shokib Setiadi sebagai perwakilan Babinsa menceritakan pengalaman menariknya dalam mengikuti Roadshow Leprosy di Slawi dan Tegal. 

Kapt. Infanteri Shokib Setiadi, Sumber: Youtube KBR


Menurut Kapten Shokib, melalui Roadshow Leprosy yang dikemas dengan cara santai seperti senam bersama membuat peserta merasa lebih senang dan mudah mencerna materi mengenai edukasi mengenai penyakit kusta.

Ibu Elly Novita S.KM, MM sebagai Wakil Ketua Pokja 4 TP PKK Kabupaten Tegal menyatakan terimakasihnya bahwa Roadshow Leprosy telah mengajak PKK sehingga kader-kader PKK mendapat bekal pengetahuan mengenai penyakit kusta (gejala awal, cara pengobatan dan perlakuan kepada penderita dan keluarga penderita) 

Rizal Wijaya menggarisbawahi bahwa kunci dari keberhasilan untuk mengatasi permasalahan penyakit kusta di Indonesia adalah kolaborasi, baik dari pihak pemerintah maupun berbagai pihak terkait. 

Kapt. Infanteri Shokib Setiadi lebih lanjut membahas mengenai langkah Babinsa dalam mendukung program pemerintah untuk menangani masalah penyakit, antara lain yaitu: 

1.   Mengirimkan perwakilan Koramil dalam program-program sosialisasi, termasuk talk show tentang kusta dan melakukan evaluasi sehingga edukasi pembelajaran mengenai kusta bisa dipastikan masyarakat paham tentang kusta.

2.   Pihak Babinsa secara berkala menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk dinas kesehatan. Menempatkan Babinsa sebagai ujung tombak komunikasi dengan masyarakat melalui cara mengajak, mengumpulkan warga di acara-acara edukasi kusta.

3.   Bahwa Babinsa siap menyukseskan program pemerintah seperti menyelenggarakan edukasi secara langsung atau acara-acara yang mengumpulkan banyak orang seperti jalan sehat, bakti sosial  dan menyisipkan pembelajaran tentang kusta.

 

 

Ibu Elly Novita S.KM, MM, Sumber: Youtube KBR

Ibu Elly Novita S.KM, MM mengakui bahwa Roadshow Leprosy sangat bermanfaat bagi kader PKK pada khususnya dan masyarakat pada umumnya sebab:

1.   Kader dibekali pengetahuan bagaimana mendeteksi awal mengenai penyakit kusta, misalnya: munculny bercak putih kemerahan di kulit, jari-jari kaku dan keriting sehingga bisa segera berkoordinasi dengan puskesmas untuk penanganannya.

2.   Kader mendapat pengetahuan bahwa kusta penyakit menular tetapi tidak cepat menular karena butuh kontak lama dan berbagai faktor penyebab penularan kusta lainnya. Hal ini membantu penderita dan mantan penderita kusta tidak dikucilkan

3.   Kader diharapkan mampu menginformasikan pada masyarakat bahwa bagi penderita kusta mendapat pengobatan gratis di Puskemas. Hal ini sangat penting diinformasikan kepada masyarakat sehingga lebih cepat ditangani, maka penyakit kusta bisa segera disembuhkan agar tidak menyebabkan disabilitas.


Pemberantasan penyakit kusta di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Dari talk show Ruang Publik “Gaung Kusta bersama Babinsa dan PKK” dapat disimpulkan bahwa tantang berikut ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah:

1.  Belum semua desa mengoptimalkan edukasi mengenai kusta (hal ini diungkapkan oleh Ibu Elly, memberikan contoh bahwa ketika pandemi Covid, edukasi mengenai kusta nyaris tidak ada karena fokus pada penanganan Covid-19)

2.  PKK membutuhkan biaya operasional untuk menyukseskan edukasi kusta hingga ke masyarakat tingkat bawah

3.   Perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai sosialisasi dan edukasi pemberantasan penyakit kusta sehingga mencapai visi dan misi untuk memberantas penyakit kusta.

Pemberantasan penyakit kusta adalah tanggung jawab bersama. Tak hanya pemerintah yang bertanggung jawab memberantas penyakit, berbagai pihak terkait diharapkan memiliki inisiatif untuk membekali diri dengan informasi mengenai penyakit kusta serta memberikan edukasi kepada lingkungan di sekitarnya.

 

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.