catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Pentingnya Tahadduts Bin ni'mah

Jika suatu ketika menerima nikmat luar biasa dari Allah, apakah lebih baik kita menyiarkan sewajarnya atau diam saja, memendamnya sendiri seolah tidak ada apa-apa? Jika menyiarkannya (yang lazim disebut tahadduuts bin ni'mah) khawatir terjerumus ke dalam pamer, riya', mengundang hasad. Menyiarkannya sebenarnya juga bukan kewajiban, yang jika tidak dilakukan maka jatuhnya dosa.

Ternyata ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa tahadduuts bin ni'mah penting untuk dilakukan, asal tujuannya benar-benar karena Allah, sebagai bentuk penyempurna rasa syukur. Landasannya adalah:


“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu sebutkan” 
(QS. Adh-Dhuha ; 11)
Saya pribadi sebagai pengguna media sosial memang sesekali update status atau membuat postingan tentang nikmat yang menurut saya luar biasa dan perlu dikabarkan, misalnya saat anak saya lulus dari pondok, adiknya mendapat beasiswa atas prestasi hafalan Al Quran dan yang paling sering adalah kabar saat saya memenangkan quiz atau lomba menulis. 


Jujur, posting dan update status tentang kemenangan lomba itu tak ada niat pamer. Hal itu saya lakukan karena terdorong luapan kegembiraan dan rasa syukur yang luar biasa sebab seringnya kemenangan dan hadiah berupa uang atau saldo E-Wallet itu datang setelah kesulitan beruntun hingga saya nyaris tak punya penghasilan. Terbawa oleh euforia rasa syukur yang luar biasa itulah maka saya merasa perlu mengabarkannya. Sekalian mengabarkan bahwa pertolongan Allah itu dekat, hanya mungkin jika terasa lama sebab kita tak pernah tahu kapan waktu yang menurut Allah paling tepat.

Seperti saat saya mendapat karunia juara 3 di lomba menulis artikel 1001 Cerita Membangun Indonesia yang diselenggarakan atas kerja sama BSI dan Tribun Network



Alhamdulillah. Laksana hujan usai kemarau panjang.

Terkenang keajaiban menyelesaikan naskah ini Tahu infonya di H-1 DL karena muncul tiba-tiba di Google Discover saat saya scrolling Hp sambil rebahan menjelang tidur malam.Link saya simpan untuk dibaca lebih detail keesokan hari. Dan di pagi hari menjelan DL tengah malam itulah saya ngebut menulis karena ingin bercerita keseharian saya yang kayaknya pas dengan tema.

Beberapa hari kemudian saya periksa naskah di microsite, kok masih aja infonya menunggu dikurasi. Ya udahlah saya pikir ngga ada harapan lagi. Hla wong sudah lewat DL kok naskah masih nunggu kurasi dan kalau disearch di microsite nggak muncul.  

Kaget banget ketika suatu hari mas Rudy Belalang Cerewet mengabarkan via WA jika naskah saya masuk 10 besar. Lomba ini memang menyaring 10 besar naskah terbaik pilihan juri dan penentuan juaranya tergantung pada 80% penilaian juri + 20 % hasil voting.

Waduh waktu votingnya hanya 3 hari doang pula. Dan beberapa teman yang saya minta voting mengatakan jika link untuk voting tidak bisa diakses. Tak lupa saya juga minta bantuan kakak saya, alhamdulillah kakak ipar saya sangat support dan turut meminta bantuan teman kantor, tetangga mereka di tempat tinggalnya.

Maka, mengingat perjuangan habis-habisan ini, saya rasa wajar jika info kemenangan lomba saya update di media sosial, sebagai bentuk rasa syukur yang tak terkira.

Begitu pula saat saya menjadi salah satu dari dua pemenang lomba blog tema Ramadan yang diselenggarakan Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB)


Perjuangan mengikuti lomba KEBBerbagiCerita ini luar biasa. Saya harus menuntaskan empat tulisan dengan empat tema berbeda yang ditentukan KEB selama bulan Ramadan. Sementara saya juga mengikuti maraton lomba THR Kompasiana dan BPNRamadan (Blogger Perempuan lomba blog Ramadan) di Samber THR Kompasiana tuh nulis sebulan penuh, kadang masih harus menyelesaikan tantangan IG. di BPRamadan harus menyelesaikan 15 artikel, share link di IGS, copy artikel di blog BP. Alamak Ramadan saya penuh dengan DL artikel hahaha.

Maka tak terbayangkan betapa bersyukurnya ketika KEB memilih saya sebagai salah satu pemenang. Apalagi di tantangan pekan terakhir saya diminta pihak KEB untuk menjadi tamu dalam acara bincang KEB, sesuai dengan tema artikel yang saya tulis mengenai berbagi pada lingkungan.

Sebagai konten kreator, tahadduuts bin ni'mah kemenangan lomba di media sosial membawa keuntungan tersendiri:

1. Punya ide update medsos

Hahaha konten kreator kalau nggak update medsos nggak seru. Salah satu ide konten bisa jadi prestasi yang kita raih

2. Menambah portofolio

Semakin rajin menulis, update medsos dengan prestasi menulis boleh jadi menjadi salah satu tabungan portofolio. Apalagi saya juga berposisi sebagai freelancer di dunia kepenulisan. Teman-teman yang butuh naskah boleh loh pesan artikel ke saya, tulisan saya lumayan enak dibaca kan, faktanya bisa beberapa kali menang lomba. Hahaha kira-kira begitulah portofolio ketika update status tentang prestasi di dunia menulis

3. Meningkatkan ratecard

Bisa jadi klien yang pesan artikel terpikir untuk menambah fee, honor jika pesan artikel ke konten kreator, blogger yang sering menang lomba. Betul? aamiinkan saja.

Begitulah, tahadduuts bin ni'mah ternyata sah-sah aja, bahkan merupakan salah satu perintah Allah. Asal menjaga niat agar tidak terjerumus riya' dan dilakukan sewajarnya, tidak berlebih-lebihan.

Share:

Waspada! Anak Alergi Susu Sapi Bisa Menderita Stunting, Begini Cara Pencegahannya



Akhir-akhir ini kulit saya sangat sensitif terhadap bawang merah dan bawang putih, setiap kali bersinggungan dengan kulit bawang tangan terasa gatal, tak jarang memerah dan melepuh. Dokter mendiagnosa bahwa saya menderita alergi terhadap kulit bawang. Bicara mengenai alergi, tanggal 31 Mei 2023 saya berkesempatan mengikuti webinar “Ketahui Kaitan Anak Alergi Susu Sapi dengan Stunting” yang diselenggarakan Danone Specialized Nutrition dan Tentang Anak dalam rangka memperingati Allergy Awareness Week 2023.

 




Hadir dalam webinar ini adalah:

1.    Dr.dr Zahrah Hikmah Sp.A(K) : Dokter Spesialis Anak, Konsultan Alergi Imunologi

2.    Chacha Thaib: Influencer dengan Anak Alergi Susu sapi

3.    Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH sebagai moderator.

 

Dr.dr Zahrah Hikmah Sp.A(K) menyatakan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan fakta bahwa terdapat sekitar 2 – 7,5% angka kejadian Anak Alergi Susu Sapi di Indonesia. 

Alergi merupakan suatu reaksi yang tidak diinginkan yang diperantarai oleh sistem imun. Tanda-tanda alergi pada anak bisa berbeda satu sama lainnya. Pada alergi susu sapi, sistem kekebalan tubuh mengartikannya sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga menimbulkan gejala tertentu. Gejala alergi susu sapi bisa berupa:

a.     Gejala alergi pada saluran cerna: diare (53%) , kolik (27%)

b.    Gejala alergi pada kulit: urtikaria (18%), dermatitis atopic 35%)

c.     Saluran napas: asma (21%) , rhinitis (20%)

d.    Umum : anafilaksis

Pada beberapa kasus ASS terjadi gejala sebagai berikut: munculnya ruam pada tempat yang sama, sariawan, gangguan konsentrasi, gangguan sosialisasi , pembesaran kelenjar adrenoid. 

dr Zahrah mengingatkan bahwa pada beberapa kasus ada kemiripan gejala alergi dengan infeksi. Bagaimana cara membedakannya? Beliau membagikan kisi-kisi seperti berikut ini:

Materi presentasi dr. Zahrah

 

 Mengapa perlu mengenali apakah alergi atau infeksi yang diderita anak? Sebab alergi, terutama alergi susu sapi  selain menyebabkan gangguan kesehatan bisa gangguan pertumbuhan dan kecerdasan pada anak (stunting). Stunting merupakan kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata. 

Materi presentasi dr. Zahrah


Ciri stunting adalah badannya lebih pendek dibandingkan tinggi badan yang seharusnya dicapai di usianya. Tubuh anak stunting biasanya juga tidak berkembang dengan baik, lebih parahnya anak yang menderita stunting biasanya mengalami gangguan kecerdasan dikarenakan kurang gizi kronis. Hal ini bisa terjadi terutama pada anak-anak yang alergi protein, misalnya anak alergi susu sapi (ASS).

Protein adalah zat yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang dan peningkatan kecerdasan, sedangkan ASS harus diet susu sapi beserta turunannya (keju, mentega) dan berbagai makanan yang mengandung susu sapi dan turunannya. Dampak stunting pada jangka panjang bisa memperlambat perkembangan otak, menyebabkan keterbelakangan mental hingga risiko serangan penyakit kronis seperti hipertens dan diabetes. 

Mengingat bahaya jangka pendek dan jangka panjang stunting, maka perlu diadakan upaya pencegahan dan screening untuk mendeteksi penyebab alergi anak sejak dini. Orang tua harus secara aktif menyusun food diary, yaitu mencatat makanan dan minuman apa yang biasa dikonsumsi si anak dan respon tubuh sang anak terhadap makanan dan minuman tersebut.

 

Langkah Pencegahan Stunting Akibat Alergi Susu Sapi 

Bagaimana cara mencegah stunting akibat alergi susu sapi? dr Zahrah membagikan tips dan langkah-langkah sebagai berikut:

1.    Diet eliminasi selama 3 pekan .

Sang anak harus dicegah mengonsumsi makanan dan minuman yang menyebabkan alergi dalam jangka waktu 3 pekan

2.    Provokasi

Setelah 3 pekan boleh dilakukan provokasi, yaitu memberikan makanan dan minuman yang menjadi pantangan, untuk memeriksa kembali tingkat penolakan anak terhadap alergen

3.    Pemberian makanan pengganti

Setelah ditemukan penyebab alergi, orang tua dengan berkonsultasi pada dokter anak bisa mengupayakan makanan pengganti

4.    Percobaan provokasi setelah 6 bulan

Setelah 6 bulan, sang anak dicoba lagi mengonsumsi bahan-bahan yang membuatnya terpapar alergi.

5.    Pantau tumbuh kembang sejak dini

Jangan terlambat menyadari bahwa si anak sedang menderita stunting. Pantau pertumbuhan anak-anak secara berkala agar bisa menemukan langkah dan solusi yang tepat jika ditemui kasus pertumbuhan anak mulai melambat.

 

Langkah Mengatasi Stunting Pada Anak 

Bagaimana jika si anak terlanjur didiagnosa menderita stunting akibat alergi susu sapi, apakah ada harapan ia bisa mengejar ketertinggalan pertumbuhannya? dr Zahrah menyatakan bahwa sebagai orang tua hendaknya menerapkan Prinsip Tatalaksana ASS yaitu:

1.    Berhati-hati memberikan makanan kepada anak dan terlebih dahulu membaca label makanan demi memastikan tidak mengandung susu sapi dan olahannya. Tujuannya adalah agar alergi sang anak tidak bertambah parah.

Materi presentasi dr. Zahrah


2.    Pastikan nutrisi mencukupi

Pastikan anak mendapat pengganti yang sesuai ( jika masih mnum ASI, maka cukup bagi anak asupan nutrisi dari ASI saja, ibu makan makanan yang bergizi tetapi harus diet susu sapi) Jika anak sudah tidak minum ASI maka bagi ASS bisa mencoba diberikan susu formula pengganti susu sapi sesuai rekomendasi IDAI yaitu: susu yang sudah terhidrolisa, susu asam amino dan susu soya yang telah mengandung mikronutrien. Jika anak sudah berusia di atas 1 tahun boleh diberikan makanan mengandung protein hewani lainnya untuk mengejar pertumbuhan.

 

Merawat ASS memang harus sabar dan telaten. Chacha Thaib sebagai influencer dengan Anak Alergi Susu Sapi mengungkapkan pengalamannya ketika menyadari bahwa putri kesayangannya menderita alergi susu sapi. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya ia merasa cemas dan khawatir terhadap tumbuh kembang si kecil yang tidak bisa mengonsumsi makanan dan minuman berbahan susu sapi. Namun dengan rajin menyusun food diary, menemukan penyebab alergi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, alergi sang anak bisa dikendalikan dan hingga kini putri kecilnya mampu tumbuh secara optimal.

 

Share:

Halal Bil Halal dan Jalan Sehat Masjid Al Ukhuwwah

 

Panggung mini, Dokpri

Bagaimana caranya halal bihalal digabung dengan jalan sehat? Begitu pikir saya ketika Ketua Dewan Takmir Masjid (DTM) Masjid Al Ukhuwwah mengumumkan rencana halal bihalal masjid usai sholat berjamaah suatu ketika.

Eh ya btw, saya juga masih belum paham benar penulisan Halal bihalal yang tepat. Apakah Halal Bihalal, Halal bi halal atau Halal bil Halal/Halal Bilhalal? Nah lo. Jika menurut ustadz pengajar tarjim, Halal bil halal lebih tepat, sebab bisa dikaitkan dengan makna harfiah, yaitu halal = lepas. Artinya saling melepaskan (kesalahan)
Ntar dicek cek lagilah sama ahli bahasa dan tata bahasa.

Balik cerita tentang Halal Bilhalal plus jalan sehat. H-3 sebelum pelaksanaan, tiap KK muslim mendapat tiga kupon dari masjid. Wah kalau ada kupon berarti ada doorprizenya dong. Betull. Ketua muslimatnya juga belanja beberapa hadiah berupa tisu dan sabun cuci dan sabun mandi cair di Teras Kami.

Kupon  berhadiah, Dokpri

Pas pelaksanaan 7 Mei 2023, barulah kita menikmati bagaimana konsep halal bil halal dengan jalan sehat. Pagi-pagi muslimin dan muslimat memenuhi jalan di depan masjid dan di halaman masjid untuk melakukan pemanasan. Kemudian sambutan-sambutan dari Ketua DTM dan Ketua Dewan Syuro. Acara dilanjutkan dengan bersalaman antara sesama jamaah pria, serta jamaah wanita. Para sesepuh pria (dewan syuro, ketua DTM, ketua RT dan RW) ditempatkan di kursi di atas panggung. Sesepuh perempuan di kursi di halaman masjid.

Kemudian hadirin yang sudah bersalaman dengan sesepuh membuat barisan memanjang dan bisa saling bersalaman antara sesama warga. 

Bersama bu Lailatul dan Uti Maryam. Dokumen milik bu Laila


Acara dilanjutkan dengan jalan sehat mengitari sebagian jalan utama perumahan. Nggak terlalu jauh, mungkin sekitar 300 meter saja. Sekitar 15 menit sudah tiba di garis finish.  Lumayanlah bisa olahraga tipis-tipis. Biasanya kalau jalan pagi sendirian rutenya nggak sejauh ini hehehe.
Bersama Ustadzah Lina Ariani dokumen Masjid Al Ukhuwwah

Di salah satu titik para peserta jalan sehat mendapat hadiah berupa kupon belanja di bazaar UMKM usai acara. Kupon 2 x Rp 5000 ini bisa dibelikan aneka jajanan produksi UMKM warga Perumahan Permata Sukodono Raya. Nggak sempat motretin satu-satu tapi memang buanyaak banget. Ada nasi bungkus (nasi campur, nasi krawu, nasi kuning), jajanan pentol bumbu kacang, aneka kue tradisional, puding, es palu butung, lontong sayur dan masih banyaak lagi.

cek jajanan saya: es palu butung, lontong sayur, risol, 2 bungkus pentol bumbu kacang, puding coklat, 2 makaroni oven. Banyak juga yaaa 😄😄😄 kan dimakan berempat. Lah kan jatah dari masjid hanya 10 ribu rupiah per orang? Yaa kan bisa jajan nambah/pakai duit sendiri pulaak. 

Usai jalan sehat dan jajan di bazaar tibalah pengumuman door prize.  Alhamdulillah dapat minyak goreng 2 Liter😁😁, hadiah favorit emak-emak 😄


Bersyukur bisa hadir di acara halal bilhalal outdoor. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi. Dan yang terpenting masjidnya makin makmur. Jamaahnya makin banyak. Infaqnya makin melimpah dan makin berkah bagi donatur dan jamaah. 

Btw usai bermaafan bisa nggak nih untuk nggak lagi bikin dosa dengan menyakiti hati sesama? 🤔🤔 Hmmm kayaknya ...🙄🙄😄




Share:

Tips dan Rambu-rambu Ngonten Aman

Internet telah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Hampir seluruh segi kehidupan bergantung pada akses internet. Belanja kini tak perlu ke pasar karena bisa belanja di marketplace dan online shop yang bertebaran di media sosial. Komunikasi tak hanya via surat menyurat, telepon dan sms, saat ini ngobrol real time sambil memandang wajah bisa dilakukan dengan messenger call. Surat kabar, tabloid, dan majalah cetak kian tergusur oleh portal online. 

Aktivitas dan pekerjaan manusia sangat terbantu oleh perkembangan teknologi digital. Tak hanya mempermudah pekerjaan manusia, kemajuan teknologi digital membuka potensi profesi dan pekerjaan baru. Salah satu profesi kekinian yang berkaitan erat dengan dunia internet adalah konten kreator. 

Konten kreator adalah orang-orang yang membuat konten atau postingan di berbagai platform media sosial. Konten yang dibuat para konten kreator meliputi foto, video dan tulisan. Karya para konten kreator bisa dinikmati di blog, YouTube, Instagram, Twitter, Facebook, Tiktok dan berbagai website serta platform lainnya. Namun perlu diingat bahwa membuat konten ada tips dan rambu-rambunya. Tips membuat konten dibutuhkan agar seorang konten kreator bisa menghasilkan karya yang optimal. Rambu-rambu ngonten perlu diperhatikan sebab konten di media sosial bisa diakses khalayak luas, dan jika membuat konten yang tidak layak atau melanggar UU ITE si konten kreator harus siap menerima sanksi.

Blog adalah salah satu bentuk konten digital, Dokumen Pribadi

Tips dan Rambu-rambu Ngonten Aman

 Bagaimana ngonten yang aman dan nyaman? berikut adalah tips dan rambu-rambunya:

1.     Memilih internet provider yang tepat

Ketergantungan manusia, terutama konten kreator terhadap internet provider tak dapat dihindari. Layaknya koki yang butuh alat memasak, pelukis butuh cat air dan kanvas, untuk hasil terbaik seorang konten kreator butuh internet provider yang tak hanya lancar koneksinya, namun juga menawarkan berbagai kelebihan. IndiHome dari Telkom Indonesia merupakan pilihan utama bagi konten kreator Indonesia. IndiHome dikenal sebagai internet provider broadband untuk rumahan/instansi/kantor dengan jaringan terluas. Keunggulan IndiHome yang paling menonjol adalah layanan triple play yang ditawarkannya yaitu internet, TV, telepon. Akses internetnya hingga mulai dari 30 hingga 300 Mbps, layanan TV kabelnya dijamin menyajikan gambar jernih dan memuaskan dilengkapi fitur pause, rewind dan VoD, layanan teleponnya memberikan akses bebas telepon hingga 1000 menit.

Berbagai paket pilihan IndiHome bisa dilihat di situs resmi, Sumber: IndiHome

Asyiknya berlangganan IndiHome adalah pelanggan bisa bebas memilih paket sesuai kebutuhan, apakah paket minimalis yang hanya memberikan akses internet saja, paket internet-telepon atau internet-TV maupun paket komplit triple play hingga paket gamers  Ingin nonton Disney + Hotstar atau Netflix pun sudah tersedia dalam paket pilihan internet broadband andalan Telkom Indonesia ini.

Mudahnya berlangganan dan memilih paket sesuai kebubtuhan, Sumber: IndiHome

Mengapa ngonten butuh akses internet yang lancar? sebab akses internet layaknya sembako bagi seorang konten kreator. Jika koneksi internet lancar, tidak buffering atau lelet maka proses kreatif dalam menghasilkan sebuah konten berkualitas tidak menyita waktu sehingga konten kreator bisa fokus dalam berkarya tanpa pusing memikirkan kendala teknis.

2.     Niatkan konten untuk kebaikan

Meski konten yang diunggah di media sosial adalah hak pribadi, namun seorang konten harus ingat bahwa dampak dari konten yang diunggahnya akan kembali pada dirinya. Bagaimana menyusun konten ideal? Beberapa hal berikut bisa menjadi bahan pertimbangan ketika hendak membuat konten:

·        Menginspirasi berbuat kebaikan

Buatlah konten yang menginspirasi berbuat kebaikan. Misalnya ajakan menjaga lingkungan melalui video lucu atau poster foto Instagram feed yang menarik. Inspirasi bersedekah melalui konten-konten kreatif yang tak terkesan menggurui.

·        Tutorial pengetahuan umum

Buatlah konten yang bisa membantu banyak orang. Bisa berupa konten tentang lifehack, sharing resep masakan, panduan membuat kerajinan tangan/ Do It Yourself (DIY) atau seperti ensiklopedia yang memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan umum.

·        Memperkenalkan panorama Indonesia

Konten kreator bisa memilih niche blog atau Instagram sesuai kegemarannya. Misalnya blog dan Instagram travelling. Unggahlah foto dan video yang memperkenalkann obywk-obyek wisata di Indonesia. Tulislah artikel review obyek wisata dan daya tariknya disertai itinerary (rencana perjalanan) konten semacam ini bisa membantu mempromosikan wisata nusantara sekaligus membantu masyarakat dan netizen mendapatkan gambaran mengenai perkiraan biaya, petunjuk arah dan daya tarik obyek-obyek wisata.

·        Hiburan

Ingin membuat konten ringan tapi menghibur? Boleh saja, menghibur orang lain adalah hal bermanfaat. Konten jenaka seperti mini drama komedi, monolog atau dance bisa memberikan hiburan bagi yang melihatnya.

3.     Hindari konten yang merusak dan merugikan

Berhati-hatilah saat membuat konten. Hindari membuat konten yang mengandung kekerasan dan pornografi, ujaran kebencian dan berita palsu atau hoax. Saring sebelum sharing, pikir berulang kali sebelum memutuskan posting. 

Konten di media sosial yang kita buat bisa berpotensi mendatangkan kebaikan atau keburukan tergantung pada niat membuat konten dan bagaimana isi konten berdampak pada netizen. Konten media sosial bisa berdampak seperti halnya pisau yang bisa menjadi senjata pembunuh jika digunakan oleh seseorang yang dikuasai amarah namun membantu menyajikan masakan lezat jika dimanfaatkan secara bijak sesuai fungsinya.

 

 

Share:

Konten Kreator yang Memperkenalkan Obyek-obyek Wisata, Wujud Cinta Indonesia

“Mama, postingan video matahari terbitnya fyp di Tiktok teman-temanku” seru anakku saat ngobrol santai di suatu sore. Wah meski fypnya baru di circle seputar teman, tetangga, kenalan tapi seneng banget dinotice dan diapresiasi.

Saya memang punya hobi “berburu matahari” Mengabadikan detik-detik matahari terbit dari view tepi sawah dalam sebuah video lalu menguploadnya di akun-akun media sosial adalah kegiatan setiap akhir pekan. Tak hanya merekam momen matahari terbit, tetapi saya rela menanti momen burung-burung beterbangan bersamaan dengan matahari pagi mulai beranjak dari balik garis langit, sehingga fotonya bisa artistik sebab menampilkan view burung terbang berlatar belakang matahari terbit. Hati saya berbunga-bunga manakala teman-teman di media sosial memberikan komentar: “Bagussnyaaa”  “Waah si pemburu matahari beraksi.” “Mamarazzi memang luar biasa” Begitulah keajaiban internet membuat kita bisa berbagi kebahagiaan, keindahan alam meski jarak memisahkan. 

 


Sunrise and Flying Bird, Dokumen koleksi pribadi

Mengupload foto dan video di media sosial pasti butuh internet provider terbaik yang nggak lelet saat uploading, yang nggak buffering sehingga membuat kepala pening. Kalau mau yang lancar jaya tentunya memakai IndiHome, andalan Telkom Indonesia.

Instagram dan Tiktok saya sebagian besar berisi konten tentang pemandangan alam, landscape dan obyek-obyek wisata yang saya kunjungi. Berbagai pengalaman menarik terkait kegemaran saya memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengabadikan pemandangan alam dan berbagai momen istimewa memberikan banyak keuntungan. Memori handphone tidak terbebani, saya menjadi bagian dari konten kreator dan bisa menjadi salah satu pembuka pintu rezeki.

Salah satu pengalaman yang menyenangkan adalah ketika beberapa kali mendapat apresiasi dari sesama konten kreator yang berasal dari manca negara. Konten tentang video pantai-pantai di Bali yang saya abadikan tahun lalu ketika liburan lebaran menjadi konten yang mendapat apresiasi terbesar dan kunjungan terbanyak selama sebulan. 

Seorang konten kreator dari manca negara bahkan meminta saya mengirim foto pantai yang saya abadikan dalam perjalanan pulang ke Jawa untuk dibagikan ke akun yang mengabadikan foto-foto traveller seluruh dunia

Pantai nan indah di perjalanan menuju pelabuhan Gilimanuk, Dokpri


Salah satu foto favorit selama libur lebaran tahun lalu adalah obyek wisata Danu Beratan Bedugul hasil jepretan saya ketika cuaca cerah. Hasilnya sangat luar biasa, mirip foto ala postcard bertema obyek wisata.

Saya masih ingat bahwa yang menarik perhatian saya ketika mengabadikan pemandangan ini adalah karena mengabadikan pesan tersirat Bhinneka Tunggal Ika. Sebab dari sudut tempat menjepretkan kamera Hp ke arah pura dan danau, nun di seberangnya tampak kubah masjid yang berada di seberang jalan dari lokasi wisata pura dan Danau Beratan Bedugul.

Perhatikan kubah masjid warna biru di kejauhan. Dokumen Koleksi Pribadi


Dari pengalaman mendapatkan berbagai apreasiasi ketika mengabadikan landscape dan pemandangan yang indah, saya dapat menarik kesimpulan bahwa konten kreator bisa menjadi ujung tombak memperkenalkan keindahan alam nusantara. Media sosial layaknya jaringan tanpa batas, setiap pengguna bisa menemukan postingan kita melalui hashtag tertentu asal akun disetting publik. Jika ingin viral sebagai konten kreator tentunya memilih viral dengan membagikan hal-hal yang baik. Mengapa tidak memviralkan obyek-obyek wisata atau tempat-tempat menarik di nusantara sebagai bentuk rasa cinta Indonesia?

Ide konten bisa datang dari hal sederhana. Tak perlu keliling Indonesia untuk memperkenalkan obyek-obyek wisatanya. Seperti yang saya lakukan misalnya, memotret dan merekam momen matahari terbit dan burung-burung terbang diambil dari lokasi lahan persawahan dekat perumahan. Peralatan yang saya gunakan hanya handphone android dengan kamera sederhana. Namun tentunya untuk proses editing dan upload ke media sosial membutuhkan support internet provider tepercaya seperti IndiHome, andalan Telkom Indonesia. Siapa tahu karena postingan landscape yang saya bagikan di media sosial menarik minat wisatawan manca negara untuk berkunjung ke Indonesia. Harapan saya, dengan konten-konten pemandangan alam Indonesia menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai negeri ini, menjaga kelestarian lingkungan dan menemukan hidden gem di sekitar kita.

Kita tidak bisa berandai-andai berapa banyak orang yang akan memberi perhatian kepada konten yang tersimpan di media sosial. Namun sepanjang yang dibagikan adalah konten kebaikan, maka kebaikan pula yang kelak akan kita tuai.

 

Share:

Kenangan Ramadan 1444 H

 

Alhamdulillah Ramadan 1444 H saya bersyukur sekali. Banyak hal yang patut disyukuri.

1. Si sulung selesai pengabdian dan menerima ijazah (sebab di PMDG bisa aja diminta mengulang pengabdian seperti beberapa kejadian)

2. Puasa penuh 30 hari meski harus travelling Magelang-Jogja karena menjemput si sulung selesai pengabdian

3. Bisa berkunjung ke Masjid Jogokariyan dan menikmati vibes Ramadannya yang luar biasa

4. Tuntas menjawab tantangan menulis di 3 even:

✅KEB Berbagi Cerita (4 artikel untuk even lomba Kumpulan Emak-emak Blogger)

✅BPNRamadan2023 (15 artikel untuk lombanya Blogger Perempuan) dan

✅SamberTHR2023 Kompasiana (maraton menulis 30 artikel dalam 30 hari dengan beberapa tantangan di Instagram yang diulas di Kompasiana)

Ngga bisa dibayangkan betapa mumetnya mengatur jadwal selama Ramadan yang penuh kegiatan😁😁😁 menulis untuk 3 lomba, ngurus rumah, masak buat berbuka dll. Kadang kepikir mau nyerah aja, terutama yang Kompasiana, nulis 30 artikel dalam 30 hari plus tantangan bikin video reels IG di beberapa mystery challenge kadang membuat hati patah. Kenapa ya kok nekad ikutan challenge yang menguras pikiran dan tenaga saat puasa. Saya juga ngga tahu jawabnya, mungkin biar mood nulis bisa kembali lagi, ngga mati gaya.

Alhamdulillah salah satu kenekadan membuahkan kebahagiaan plus plus. ♥️(Semoga diikuti kabar gembira dari dua even lainnya 😊)

Terimakasih Kumpulan Emak2 Blogger Barokallah fiikum.

Sungguh, Ramadan kali ini memacu adrenalin dan membuat saya merasa produktif sebagai manusia.

Seneng banget karena sebelum dinobatkan menjadi salah satu pemenang, saya sempat dihubungi KEB untuk menjadi narasumber di IG Live

https://www.instagram.com/p/CrPlyhBIwzB/
Bincang santai IG Live bersama KEB bisa dilhat di https://www.instagram.com/p/CrPlyhBIwzB/

Semoga tulisan-tulisan saya itu tak hanya membuka pintu rezeki tetapi juga menjadi amal jariyah yang mengalir tiada henti. 🤲




Bukti submit link 15 artikel Blogger Perempuan saya simpan di sini juga



Share:

Tentang Usia 40 Tahun


Akhir-akhir ini saya seperti diingatkan Allah tentang usia. Beberapa orang terkenal, atau yang saya kenal meninggal dunia di usia belum 50 tahun, masih sebaya dengan saya atau di sekitar usia 45-47 tahunan. 
Terbaru adalah meninggalnya aktor Iqbal Paquila. Maut datang tanpa diduga, membuat kita merenung bagaimana kelak cara meninggal kita, sudah cukupkah bekal ketika waktunya tiba?

Pada khotbah sholat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriyah di Lapangan Sepakbola Sukodono yang lalu, khotib mengangkat tema tentang krusialnya usia 40 tahun hingga Allah menurunkan peringatan dalam Al Qur'an

QS Al Ahqaf  (surat ke-46): ayat 15

“…sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”




Khotib sholat Idulftri mengulas bahwa setidaknya ada empat hal yang diharapkan Allah dari manusia yang telah mencapai usia 40 tahun.

1.  Menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur dan berterimakasih
Bersyukur kepada Allah, serta berterimakasih kepada orang tua karena telah melahirkan, mendidik, membimbing hingga kita berusia 40 tahun. 
Pandai bersyukur adalah anugerah yang tak terkira nilainya. Sebab dengan bersyukur hidup terasa lapang, lempeng tanpa banyak drama.
2. Beribadah, beramal shalih dengan niat lillahi ta'ala. 
Beramal hanya karena berharap ridho Allah adalah kunci diterimanya amal-amal kita. Terbayang kan betapa mengerikan kelak di akherat jika segala amal di dunia tertolak karena dilakukan bukan karena iman kepada Allah
3.  Lihat kembali, renungkan apakah anak-anak, keturunan kita sudah dikenalkan kepada Allah dengan baik
Mendidik anak-anak agar menjalankan syariat Allah dengan baik dan benar adalah kewajiban orang tua. Ketika usia sudah 40 tahun renungkan kembali, apakah anak-anak kita sudah benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah
4.   Bersungguh-sungguh untuk bertobat
Seiring bertambahnya usia sudah selayaknya kita semakin dekat kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam bertobat. Bukankah semakin bertambah usia berarti umur di dunia semakin berkurang dan kematian semakin dekat?


Bersama tetangga bestie teman ngaji, Dokpri

Bersama bestie zaman kuliah dulu, Dokpri

Semoga catatan kecil ini menjadi pengingat di penghujung bulan kelahiranku. Agar kelak saat berpulang, husnul khotimah menjadi penerang.

Share:

Masjid-masjid Wisata Religi Penawan Hati

Masjid tak hanya tempat ibadah bagi umat muslim. Meski fungsi utamanya adalah tempat untuk sholat dan mengaji, namun kini berbagai masjid dipercantik sedemikian rupa sehingga tampil layak sebagai wisata religi. Sebagai obyek wisata, beberapa masjid terkenal akan daya tarik bentuk bangunan, ornamen, pemandangan alam di sekitarnya serta aktivitas sosialnya menarik dan menggetarkan hati agar terketuk untuk mengagungkan asma Illahi.

Beberapa masjid di Indonesia terkenal karena daya tariknya yang membuatnya jadi fenomenal. Beberapa masjid wisata religi yang pernah saya singgahi adalah:


1. Masjid Al Akbar, Surabaya

Masjid nasional kebanggaan masyarakat provinsi Jawa Timur ini terletak di jalan raya Wisma Pagesangan, Jambangan Surabaya, dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995 atas gagasan walikota Surabaya saat itu H. Soenarto. Pembangunan masjid yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Wapres Try Sutrisno ini sempat berhenti selama sekitar empat tahun karena krisis moneter . Setelah pembangunan dilanjutkan pada tahun 1999 dan diresmikan Presiden KH Abdurrahman Wahid pada tahun 2000, Masjid Al Akbar berdiri megah dan menjadi salah satu ikon wisata religi di Jawa Timur

Masjid Al Akbar berdiri di atas tanah seluas 11.2 hektar dengan luas bangunan 28.509 meter persegi. Masjid berkubah warna biru ini mampu menampung hingga 36.000 jamaah dan menjadi salah satu tujuan para pelancong, rombongan karya wisata yang ingin menunaikan sholat. Masjid Al Akbar berfungsi layaknya Islamic centre sebab ada kajian rutin sebagai salah satu aktivitasnya. Saat bulan Ramadan Masjid Al Akbar terutama di 10 malam terakhir menjadi tujuan jamaah untuk beriktikaf.


Masjid Al Akbar, Dokpri



2. Masjid Al Hakim, Padang
Masjid Al Hakim berada di kota Padang, Sumatera Barat. Saya dan keluarga mampir di Masjid Al Hakim saat menghadiri akad nikah dan resepsi keponakan yang menikah dengan Uni Padang. Takjub memandang arsitektur Masjid Al Hakim yang sangat cantik dengan dominasi warna putih. Letak masjid yang tak jauh dari bibir pantai Padang menjadi daya tarik tersendiri. 
Terbayang indahnya pemandangan senja menjelang Maghrib dengan menikmati pemandangan pantai dari masjid ini. Sayang kami mampir untuk sholat Ashar dan tidak bisa berlama-lama. Meski demikian bersyukur sempat menikmati keindahan panorama pantai dan kemegahan Masjid Al Hakim.
Masjid Al Hakim Padang, Dokpri

3. Masjid Jogokariyan
Masjid Jogokariyan, Dokpri



Hampir semua umat muslim di Indonesia kenal dengan Masjid Jogokariyan yang fenomenal. Dari segi arsitektur masjid yang berada di daerah Selatan Yogyakarta ini biasa-biasa saja, sangat sederhana. Yang membuat Masjid Jogokariyan istimewa adalah sepak terjangnya dalam memberdayakan umat. Sistem manajemen keuangan masjid NOL persen menjadi bagian dari daya tarik masjid Jogokariyan. Setiap infaq, sedekah, wakaf dari jamaah yang dititipkan ke Masjid Jogokariyan segera disalurkan ke berbagai pihak yang berhak sehingga tidak ada ceritanya masjid menyimpang uang hingga ratusan juta rupiah.
Masjid Jogokariyan yang berdiri sejak juga terkenal dengan jamaah masjidnya yang membludak tak hanya saat sholat Jumat dan tarawih di bulan Ramadan. Di setiap lima waktu sholat wajib, para jamaah memenuhi masjid untuk mendirikan sholat berjamaah. Di bulan Ramadan Masjid Jogokariyan menyiapkan sajian berbuka gratis hingga 3000 porsi setiap hari. Setiap bada Isya dan sholat tarawih serta bada subuh Masjid Jogokariyan rutin mengadakan kajian. 
Yang tak kalah menarik adalah even Kampung Ramadan Jogokariyan yang diramaikan berbagai penjual makanan dan minuman untuk berbuka puasa setiap bada Ashar hingga menjelang Maghrib. 

4. Masjid Namira, Lamongan
Masjid Namira didirikan oleh pengusaha kaya asal Lamongan Helmy Riza. Masjid yang terletak di Jalan Raya Mantup, Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung Lamongan ini awalnya hanya mampu menampung sekitar 500 jamaah dalam bangunan seluas 1100 meter perseg yang berdiri di atas lahan seluas 0.9 hektar.
Pada tahun 2 Oktober 2016 Masjid Namira memiliki bangunan baru yang lebih luas dan menjorok lebih kedalam. Bangunan baru masjid ini mampu menampung 2500 jamaah.
Di bagian sisi masjid terdapat taman dan kolam ikan yang luas dan indah. Salah satu daya tarik Masjid Namira adalah interior masjid yang indah, atap masjid berhiaskan kaligrafi bertuliskan asma Allah dan bekas kiswah Kabah yang terletak di dinding mihrab imam.

Masjid Namira, Dokpri

Berbagai masjid yang indah menarik sebagai tujuan wisata religi. Namun jangan lupa untuk istiqomah mengunjungi masjid terdekat dengan rumah dan memakmurkannya dengan segala aktivitas ibadah.
Masjid Al Ukhuwwah, Perumahan Permata Sukodono Raya, Dokpri

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.