catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

IIDN: Komunitas Penulis Perempuan




Manusia diciptakan tak hanya sebagai individu, namun juga sebagai makhluk sosial. Ia tak bisa berdiri sendiri tanpa bergaul dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Maka bergabung dalam sebuah komunitas merupakan salah satu cara manusia untuk bersosialisasi. Dalam komunitas di kehidupan bermasyarakat maupun di dunia virtual sebagai netizen dunia maya, tak jarang kita bisa menemukan rekan seperjuangan, seide yang punya cita-cita dan kegemaran sama seperti contohnya komunitas penulis. 

Ngobrol tentang komunitas penulis tidak lengkap jika tidak mengulas IIDN, Ibu-ibu Doyan Nulis Interaktif. Sesuai namanya, komunitas yang didirikan Teh Indari Mastuti pada 24 Mei 2010 adalah komunitas virtual bagi perempuan khususnya ibu-ibu yang doyan nulis. IIDN adalah komunitas penulis pertama kali yang saya ikuti. Ingatan saya kembali mengenang masa lalu. Masa-masa masih berkarir sebagai karyawati di perusahaan swasta, tetapi juga ingin terus mengasah minat di bidang kepenulisan. Sekitar tahun 2009 – 2012 saya rajin sekali mengikuti lomba-lomba dan kompetisi menulis yang informasinya bertebaran di beranda facebook. Beruntung salah satu kompetisi yang saya ikuti adalah lomba menulis naskah antologi 50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain yang Inspiratif. Kompetisi ini diadakan oleh IIDN. Sebagai anggota baru ada rasa kurang pede waktu itu. Tetapi jika tidak berani mencoba, kapan bisa maju? Alhamdulillah naskahku lolos bersama 49 naskah dari teman-teman lainnya. 

Antologiku bersama IIDN, Dokpri

Hobiku berlomba mengirim naskah untuk antologi terus berlanjut. Salah satunya adalah Curhat Bisnis yang diselenggarakan oleh IIDB (Ibu-ibu Doyan Bisnis) sebuah komunitas yang juga bisa disebut saudaranya IIDN sebab yang mendirikan juga Teh Indari Mastuti.

Antologi IIDN dan IIDB, Dokpri

 

Sebagai komunitas penulis, IIDN sangat unik, inovatif dan kreatif. Unik, sebab anggotanya khusus ibu-ibu dan perempuan. Sempat nih ada bapak-bapak nyelonong masuk grup FB IIDN lalu dikeluarkan oleh admin dengan sopan hehehe. Inovatif karena bisa dikatakan IIDN adalah komunitas perempuan penulis yang komplit. Hobi menulis buku? IIDN memiliki jaringan dengan penerbit besar dan sering memberikan bimbingan kepenulisan. 

Di masa kepemimpinan mbak Widyanti Yuliandari ada beberapa buku antologi IIDN yang terbit yaitu : Pulih yang membahas kesehatan mental, Single, Strong, Sparkling yang membahas perjalanan Mommies sebagai single parent dan Bikin Ketawa yang jenaka. Tak ketinggalan Semeleh yang mengajak untuk bersabar dan bersyukur dan Ngeblog dari Nol yang menyemangati pembaca agar tak lelah berkarya melalui blog pribadi.

Lebih suka gaya menulis blog? IIDN makin keren event-event blognya, apalagi sejak kendali kepemimpinan dipegang oleh mbak Widyanti Yuliandari, blogger mastah yang sering banget menang lomba blog dan nggak pelit berbagi ilmu. Tengoklah media sosial IIDN dan blognya, beberapa lomba blog dengan sponsor ternama beberapa kali diselenggarakan dengan gegap gempita.

Suka menulis artikel/konten untuk website? IIDN juga menjadi wadah bagi penulis konten. Dari IIDN saya belajar gaya menulis artikel untuk platform UC dan saya sempat bergabung dengan channel milik mbak Riawani Elyta sebagai salah satu kontributor UC yang memiliki puluhan ribu followers.

Kreatif, sebab IIDN tak pernah mati gaya untuk terus mengasah bakat dan kemampuan anggotanya. Pelatihan kepenulisan diselenggarakan dengan berbagai cara, melalui WA Grup, webinar dan juga kelas offline. 


Bersama mbak Triana Dewi (TD), Kunjungan IIDN ke Graha Pena Jawa Pos, 2013, dokumen mbak TD

IIDN juga tak segan menyelenggarakan aktivitas yang melibatkan pihak ketiga. Seperti saat saya dulu bergabung dengan tim IIDN Surabaya saat melakukan kunjungan ke Jawa Pos di Graha Pena untuk belajar tentang seluk beluk media cetak dan mendapat pengetahuan mengenai pengiriman naskah ke media. Alhamdulillah dari sharing bersama rekan-rekan IIDN naskah saya beberapa kali tembus media Jawa Pos dan Kompas. 

IIDN tidak hanya komunitas untuk curhat dan bertegur sapa. Namun visi dan misinya untuk memberdayakan perempuan Indonesia sangatlah nyata. Anggotanya tak hanya diajak untuk aktif mengikuti berbagai pelatihan yang berkaitan dengan kepenulisan namun juga dibimbing, diberikan motivasi dan dibukakan jalan untuk menemukan jati diri, sekaligus pendapatan.

IG IIDN dan update lomba

 

Siapa bilang perempuan di rumah saja tak punya pendapatan? Siapa bilang wanita bekerja tak mampu mencari penghasilan tambahan? Dengan terus mengasah keterampilan menulis terbukalah pintu-pintu rezeki dengan manis. Syaratnya hanya konsisten berkarya, tak pernah merasa sombong dengan pencapaian yang ada dan bergabung dengan komunitas penulis yang tepat sebagai ladang motivasi utama. Ibarat tanaman, bakat dan minat menulis adalah bibitnya, sedangkan blog, buku, media massa, media sosial adalah ladangnya dan komunitas penulis adalah pupuknya. Maka insyaallah tanaman akan tumbuh subur dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. 

Beneran nih dari menulis ada rezeki yang bisa dikais? Hmm faktanya dari menulis naskah buku antologi saya mendapatkan uang lelah. Tulisan yang dimuat di media massa memberikan honorarium. Mengoptimalkan blog baik itu blog pribadi maupun UGC bisa membuka pintu rezeki dari hadiah menang lomba blog, artikel iklan (content placement) dan paid participant. Dan tak lupa pendapatan yang saya peroleh dari menulis artikel konten yang saya tekuni hinggaa saat ini. 

IIDN adalah komunitas perempuan yang mampu menghapus tuduhan stereotip: “Perempuan mah kalau kumpul-kumpul pasti ngegosip, adu penampilan, ujung-ujungnya baperan” Eits tidak begitu halnya dengan IIDN Sebab di IIDN, anggotanya dimotivasi untuk mengembangkan minat dan bakat, mengisi waktu senggang dengan hal bermanfaat. IIDN adalah wadah untuk berkarya sekaligus berbagi wawasan, berdiskusi tentang skill dan ketrampilan dan bertukar cerita. Perlu diingat bahwa teman, jaringan pergaulan, komunitas adalah bekal yang sangat berharga untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kemampuan. Laksana rumah, IIDN adalah rumah virtual yang memberdayakan perempuan sebagai anggota keluarga agar bangga menjadi diri sendiri apa adanya dan mampu mengoptimalkan segala karunia.

 



 

Share:

Pengalaman Menginap di The Grey Boutique Inn, Legian Bali

The Grey Boutique Inn
Menulis tentang keseruan mudik di Bali rasanya tak cukup selesai dalam satu artikel saja. Selain kisah seru tentang hal-hal baru, foto-foto perjalanan, tentu lebih lengkap jika pengalaman menginap selama Bali Trip diulas dalam artikel tersendiri.

Selama mudik lebaran 2022, kami menginap di The Grey Boutique Inn di kawasan Sunset Road Legian Bali. Bagaimana proses bookingnya mah terserah si Bapak sebagai manager keuangan hehehe. Kebayang nggak, 11 tahun nggak mudik, lalu setelah 12 jam perjalanan eh menuju penginapan masih kebingungan menemukan jalan. Maklum meski sudah dibantu goggle maps namun kondisi banyaknya rute jalan baru dan lelah yang menguras tenaga membuat si bapak, penanggung dana sekaligus sopir ini kewalahan. Semoga sehat dan panjang usia, luas rezekinya ya Pak, alias misua wwkkw.

Maka, setelah berhasil menemukan lokas The Grey, rasanya legaa banget. 

Lobby mini

Agak kaget, dapatnya kamar di lantai dua. No 89. Mudah-2an kaki yang gempor ini masih kuat mendaki. 

Lebih kaget lagi waktu buka pintu kamar ternyata kamar mandinya ada di bagian depan.

  

Kamar mandi model dry bath room. Rapi dan bersih. Handuk dan keset serta Sabun dan Shampoo disediakan penginapan, tapi kami memang sudah bawa handuk dan perlengkapan mandi sendiri. Toilet ada di sebelah kiri pintu masuk, sementara shower room ada di seberangnya. Eh ya toilet di dry bath room ini menggunakan tuas untuk menekan keluar pipa/slang kecil untuk mengeluarkan air buat 'cebok" kwkwk jadi yang nggak terbiasa jangan bingung cari bak buat wadah air.

Masuk ke ruang tidur utama cakep banget nih. Ada meja untuk meletakkan tas dll, dilengkapi colokan untuk charge HP. Ada kulkasnya segala. Di seberang kulkas ada wastafel dan meja kecil yang di bawahnya terdapat deposit box, buat nyimpan barang berharga yang nominalnya tinggi.

Wih disambut spring bed sangat gede dan empuuuk. Saya dan dua anak yang udah remaja gede-gede itu muat tidur bertiga. Di bagian "kepala tempat tidur" ada lampu baca. Di ujung ruang terdapat lampu tidur yang temaram di ujung lainnya lagi disediakan televisi. Eh iya berhubung kita hemat dan sengaja sewa 1 kamar aja maka Si Bapak tidur di bawah, di lantai antara lampu tidur dan televisi beralaskan bed cover bawa dari rumah. Cukup luas buat tiduran gegoleran tanpa hambatan tapi. Jadi nggak perlu mikir: Kesian amat ya Pak, sebab emang dia biasa tidur gaya begitu di rumah sendiri, nggak suka tidur di spring bed/kasur. 

Lampu tidur dan rak mini
Yang jadi kejutan adalah ternyata kamar kami berada di balkon, Buka jendela gede dapat pemandangan balkon yang cukup luas. Begitu luasnya kami gunakan untuk sholat berjamaah.
Ada sofa dan meja sederhana buat duduk santai sambil ngopi pagi. Eh ya, di lantai bawah disediakan dispenser jadi bisa ngopi atau bikin mie instan. seduh. Syahdu bener menikmati malam berbintang di teras balkon ini. Apalagi di hari terakhir habis Ashar kita nggak kemana-mana, jadi bisa menikmati pergantian warna langit dari terang karena pendar matahari hingga mulai gelap saat Maghrib menghampiri.




Bali, semoga kelak kami bisa berkunjung lagi

Share:

Kenangan Lebaran 2022 Kami di Bali

Baliii tunggulah kami...Begitu rasanya ketika suami memutuskan mudik ke Bali tahun ini. Adalah keajaiban, saat suami mendapat pinjaman mobil di H-2 lebaran. "Aku dapat pinjaman mobil kantor nih, kita lebaran jalan-jalan ke mana Jogja yuk?" katanya.

Sejak dua tahun lalu ketika badai corona dan tahun lalu usai Mama meninggal, lebaran kami memang di rumah saja. Suami juga tak pernah mudik ke Bali sejak 11 tahun lalu usai ibu mertua meninggal. Maklum mudik lebaran jika tak ada orang tua rasanya beda, apalagi jika butuh biaya yang besar anggarannya.

Tapi ketika kami ziarah kubur ke makam mama, papa, adik di Probolinggo, suami berujar ingin ziarah ke makam ibu dan ayah mertua di Bali. Manusiawi, 11 tahun waktu yang lama, pasti terbersit ingin ziarah ke makam orang tua.

Maka ketika suami mengabarkan berita gembira dapat mobil pinjaman, saya menyarankan untuk pergi ke Bali. Ziarah kubur sekaligus bersilaturahim dengan kakak-kakak ipar yang tinggal di sana.

Bedugul
Bedugul, dokpri
Awalnya ia ragu, Bali jauuuh pasti capek. Tapi kapan ada kesempatan lagi? mumpung ada kendaraan, mumpung dikaruniai kesehatan. Maka Bismillah akhirnya kami meluncur di H-1 pagi, sekitar jam 6.30 WIB dari rumah di Sukodono Sidoarjo.
Perjalanan nyaris tak berhenti kecuali di SPBU dan test antigen di Banyuwangi kami lakukan dalam kondisi berpuasa. 
Pak sopir alias suami enggan membatalkan puasa. Alhamdulillah Allah karuniakan kelancaran dan kemudahan. Sepanjang jalan saya berusaha mengabadikan momen dan pemandangan yang indah. Bahkan pantai dan pepohonan yang diterpa hujan pun kuabadikan.

.

Mampir buat foto-foto sebentar di Watu Dodol




Tiba di pelabuhan Ketapang sekitar jam 11.20 WIB saat adzan dhuhur berkumandang. Lucunya, karena sudah 11 tahun tidak mudik, kami juga nggak memantau peraturan pemerintah mengenai prosedur penyeberangan. Ternyata pemesanan tiket penyeberangan/ fery dilakukan secara online. Dulu kan biasa beli langsung di loket pelabuhan. Salut, di Ketapang ada petugas yang standby di luar pintu gerbang sebelum masuk lajur antrian menuju kapal fery. Petugas tersebut dengan ramah menanyakan apakah kami sudah menyiapkan tiket online. Karena belum tahu peraturan terbaru dan tak punya tiket, kami disarankan membeli tiket di agen yang ditunjuk sebagai mitra ASDP dalam penjualan tiket.
Kelar urusan tiket, sekitar 1 jam antri masuk fery. Bingunglah mau sholat dhuhur di mana, udah berusaha nyari mushola ngga ketemu juga. Kalau menyeberang jalan dan sholat di masjid di seberang khawatir ketinggalan antrian. Akhirnya sholat jama qashar di mushola kapal yang mungil.

Di dalam kapal ada ruang khusus penumpang, ber AC dan ada televisi yang memutar film. 
Tapi kami memilih duduk di dek, memandang ke laut lepas.
Tiba di Gilimanuk Bali sekitar jam 14 WITA. Sempat beli ayam geprek di Pekutatan Tabanan untuk bekal berbuka. Lanjut mampir kakak ipar di Tabanan. 
Sampai di penginapan Grey Boutique Hotel, bersih-bersih diri, sholat jama Maghrib_Isya'sekitar jam 22 WITA'. Lalu tidur sampai menjelang subuh. 
Sholat Idul fitri di Lapangan Korem Wirasatya. Lanjut ziarah ke makam ibu di Denpasar dan ayah mertua di TMP Tabanan.
Ke Bali kemana aja? karena tujuannya silaturahim dan hanya 2 malam bermalam, maka hanya beberapa tempat menarik yang kami kunjungi.
1. Tol Bali Mandara
Tol yang membelah laut sepanjang 13 km. Biaya 13 Ribu. Dari sini terlihat patung Garuda Wisnu Kencana yang megah. Tapi kami nggak ke GWK, sayang duit bo' HTMnya 125 ribu hahaha

2. Pantai Pandawa
Cakeep banget viewnya. HTM per orang 8 ribu rupiah plus mobil 5 ribu. Fasilitas cukup lengkap karena terlihat ada mushola selain toilet tentunya.

2. Bedugul (Danau Beratan)
Senang berada di sini. Udaranya sejuk, pemandangannya khas Bali dengan pura-pura. Uniknya lagi ada masjid besar berada pas di seberang jalan. Banyak spot foto yang ciamik. Waktu kami berkunjung kebetulan sedang ada upacara keagamaan. Gamelan juga terdengar merdu menyambut wisatawan. HTM 30 ribu per orang.

3. Kebun Raya Bedugul
Seperti layaknya kebun raya, pemandangan pepohonan yang rindang, hijau menyenangkan untuk dipandang. Sayang waktu ke sana ramai pengunjung. Hffft pemandangan pohon rindang berganti mobil-mobil berjajar.
Tapi ini lokasi yang tepat untuk kumpul keluarga. Sambil piknik dan bawa makanan sendiri.
HTM per orang 35 ribu (mungkin ini HTM di Hari Libur Nasional dan Weekend, karena kalau googling, HTM di weekdays 20 ribu/orang)

4. Pantai Kuta
Nggak lama sih di Pantai Kutanya, kami sekadar mampir untuk mengabadikan laut di pagi hari, dalam perjalanan ke Bedugul. Berangkat dari penginapan di H2 Lebaran sekitar jam 7 WITA dan putar balik dulu ke Kuta. Ngga pakai bayar nih masuk lokasi.



Alhamdulillah meski tanggal 4 Mei pagi sudah harus kembali ke Jawa, perjalanan kilat ini sangat mengesankan. Apalagi sepanjang perjalanan kami menemui pemandangan pantai indah di sepanjang jalan.



Semoga kelak ada rezeki dan kesempatan untuk bertamu lagi ke Pulau Bali


Share:

Tafsir QS Al Qadr

Tausiyah Ustadz Ahmad Habibul Muiz di Masjid Al Ukhuwwah. Ba'da Subuh. 24 April 2022

Makna Al Qadr 

1. kemuliaan

2. takdir- keputusan Allah

Al Qadr adalah surat ke 96, diturunkan usai Surat Abatsa. Al Qadr diturunkan di Mekah (surat Makiyyah, sebelum hijrah)

 Jumhur ulama berpendapat bahwa Surat Al Qadr bicara tentang kemuliaan Al Quran dan berkaitan dengan Lailatul mubarokah (malam yang penuh keberkahan)

Lailatul Qadr terjadi pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, jumhur ulama sesuai salah satu hadits nabi, meyakini terjadi di malam ganjil.

Rasul berpesan agar umatnya bersungguh-sungguh pada bilangan ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Allah pernah menunjukkan malam Lailatul Qadr pada Rasulullah di malam 27-29 namun Rasul berkata bahwa sesudahnya beliau dibuat lupa oleh Allah. Dengan demikian Allah memang sengaja menyembunyikan kepastian kapan turunnya Lailatul Qadr.


Rasulullah pernah berkisah kepada sahabat tentang umat nabi musa, seseorang yang selama 80 tahun berjihad mengangkat senjata untuk memperjuangkan agama Allah. Dan ada segolongan orang yang selama 80 tahun beribadah kepada Allah tanpa bermaksiat sama sekali. Malaikat Jibril mengatakan kepada Rasulullah bahwa Allah menurunkan kepada Nabi Muhammad suatu hal yang lebih baik dari keutamaan beribadah dan berjihad 80 tahun, yaitu beribadah di Lailatul Qadr sesuai bunyi surat Al Qadr: malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Maka sudah selayaknya di Lailatul Qadr umat muslim perbanyak doa "Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anna (jika sendirian dibava fa'fu anni) 

Wahai Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, maka ampunilah aku.



Tafsir Ibnu Katsir atas QS Al Qadr

1. Al Quran adalah kalam Allah. Ayat ini membantah tuduhan bahwa Al Quran adalah karya Nabi Muhammad. Kaum kafir di era modern menyatakan Al Quran adalah bagian kecerdasan Muhammad. Ayat ini adalah salah satu pembantah bahwa Al Qur'an adalah karangan Nabi Muhammad.

Abdullah Ibnu Abbas meriwayatkan: Al Quran diturunkan dua kali: diturunkan oleh Allah dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah - Rumah kemuliaan (salah satu bagian langit dunia) lengkap 30 Juz dengan malaikat Jibril sebagai pembawa pesan. Dan momen ini menurut jumhur ulama terjadi pada Lailatul Qadr

Dari Baitul Izzah, Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Sebelum menerima wahyu, hati Nabi Muhammad dikondisikan Allah agar senang berkhalwat, merenung dan mendekatkan diri kepada Allah. Dan peristiwa turunnya ayat-ayat Al Qur'an ini turun pada 17 Ramadan menurut tafsir ulama.

2. Ayat ini menunjukkan bahwa Allah sangat menghargai memuliakan Lailatul Qadr. Sebab ia bukan malam biasa, maka sikapilah dengan ikhtiar luar biasa untuk mendapat hikmahnya.

3. Waktu malam adalah saat mulai tenggelam matahari hingga datangnya fajar shodiq/subuh. Maka Lailatul Qadr ini sepanjang malam tersebut. Yaitu malam lebih baik dari seribu bulan. Insyaallah saat sholat berjamaah di Masjid saat Maghrib, Isya, iktikaf maka sepanjang malam itu pun mendapatkan hikmah ketika Lailatul Qadr turun.



4. Ayat ini menjelaskan betapa luar biasanya Lailatul Qadr. Bacalah ayat dengan kacamata iman. Di Lailatul Qadr malaikat diperintah Allah untuk turun dipimpin oleh Jibril yang disebut sebagai ruh (dalam "wa ruhu fiha") Jumlah malaikat yang turun ke bumi di Lailatul Qadr lebih banyak dari jumlah kerikil yang ada di muka bumi. Jumhur ulama berpendapat bahwa makna dari ayat ini menunjukkan betapa Lailatul Qadr adalah malam penuh makna dan keberkahan serta malaikat mendoakan orang-orang yang saat itu ia sedang beribadah.

Di luar bulan Ramadan, Allah menyuruh malaikat turun di 1/3 malam untuk memantau orang-orang yang mendirikan qiyamul lail. Allah menyampaikan agar malaikat mencatat doa-doa orang yang mengingat Allah di 1/3 malam. Namun di Lailatul Qadr, malaikat turun di sepanjang malam.

5. Min kuli amrin- kesempatan untuk melangitkan doa-doa di Lailatul Qadr.

Andai semua malaikat, jin dan manusia berjajar dan mengajukan permintaan kepada Allah maka Allah akan mengabulkan semua doa dan permintaan tanpa mengurangi kekuasaan Allah sedikitpun.

Doa yang terbaik adalah doa dengan sungguh-sungguh, diyakini dalam hati khawatir antara tidak dikabulkan sekaligus yakin akan dikabulkan, bagai anak kecil yang merengek, memohon kepada ortu dan tidak memaksa/mendikte Allah

5. Lailatul Qadr adalah malam penuh ketenangan. Syaitan tidak bisa berbuat apa-apa. Jika ada manusia yang bermaksiat di Ramadan dan Lailatul Qadr itu datang dari hawa nafsunya sendiri.

Malam ini berakhir hingga waktu subuh.


Sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang tanda-tanda Lailatul Qadr. Rasulullah menjawab:

Tanda-tanda Lailatul Qadr: suasana di malam hari itu bersih (shofiyatun), tidak panas tidak dingin, tidak hujan. Tidak ada bintang-bintang yang dilempari setan.

Paginya matahari terbit penuh, tak terhalang apapun, tanduk setan tidak bisa membersamai terbit matahari.

Amalan yang disunnahkan di Lailatul Qadr:

1. Iktikaf. Iktikaf yang dicontohkan Nabi adalah 10 hari terakhir beliau tak keluar masjid, baik pagi siang malam tidak meninggalkan masjid, buka puasa, sahur, tidur dan beribadah di dalam masjid. Namun ada ulama yang berpendapat bahwa iktikaf bisa dilakukan setidaknya sehari semalam di 10 hari terakhir Ramadan dengan berdiam di masjid untuk beribadah.

2. Qiyamul Lail.

3. Tadarus dan perbanyak doa Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anna/fa'fu anni

4. Perbanyak amal sholih dengan berinfaq, sedekah.

5. Tunaikan zakat fitrah.

Bagi wanita yang berhalangan, tidak bisa puasa, qiyamul lail, tadarus bisa mengisi 10 hari terakhir Ramadan dengan perbanyak dzikir doa, sholawat, baca kitab atau tarjamah Al Quran untuk memahami maknanya, bagi hafidzah diperbolehkan murojaah/membaca tanpa memegang mushaf, memperbanyak berinfaq dan sedekah.














Share:

Gaya Hidup Halal dan Potensi Tren Global

 

Rabu 20 April 2022 lalu saya berkesempatan mengikuti webinar Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat yang diselenggarakan atas kerja sama #DanoneIndonesia dan CNN Indonesia. Tema yang diusung sangat menarik. Mengingat “halal” sangat erat kaitannya dengan kehidupan umat muslim. Halal adalah istilah yang mengacu pada obyek atau tindakan apapun yang diizinkan dikonsumsi untuk umat muslim. Bagaimana gaya hidup halal yang lazim menjadi kebutuhan umat muslim bisa mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara?

Ibu Jetti Rosila Hadi, atau yang biasa disebut Ibu Tila  sebagai Vice Chairwoman Indonesia Halal Lifestyle Center membuka sesi webinar dengan paparan lugas mengenai ekosistem halal sekaligus menjawab pertanyaan mengenai pengaruh #gayahiduphalal terhadap kehidupan bermasyarakat.

 

Halal Bukan Hanya Muslim Saja

Ibu Tila secara khusus menyoroti keunikan negara Indonesia, bahwa mayoritas warga negara Indonesia adalah muslim namun Indonesia bukanlah negara muslim. Meski Indonesia bukan negara Islam, label halal bagi sebuah produk adalah suatu kebutuhan. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup halal, maka kebutuhan label halal tidak hanya pada makanan dan minuman saja tetapi merambah ke dunia industri lain, termasuk fashion. Meningkatnya kesadaran untuk mengonsumsi produk halal juga ditunjang oleh fakta dan pengalaman bahwa gaya hidup halal terbukti membawa banyak manfaat bagi kehidupan.

Apakah perintah mengonsumsi produk halal hanya untuk umat muslim? Ibu Tila mengingatkan kembali surat Al Baqarah ayat 168 berbunyi:

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu”

Ada tiga poin penting dalam ayat ini

1.  Perintah memakan makanan yang halal ditujukan pada manusia, bukan hanya umat muslim.

2.  Halal selalu diikuti dengan thayyib, yaitu baik, sehat, aman, bermutu

3.  Larangan mengikuti langkah-langkah setan.

Ketika halal selalu diiringi dengan thayyib, maka menerapkan gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-hari secara langsung akan mengutamakan kebersihan dan keamanan produk sehingga berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani bagi pengguna produk halal.

Perlu diingat bahwa penetapan label kehalalan suatu produk/jasa tidak hanya pada obyek. Tetapi juga pada proses produksinya, pengemasan, bahkan hingga perlakuan perusahaan terhadap karyawan.

Label halal sangat penting dimiliki suatu produk atau jasa terutama yang dipasarkan di negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam seperti di Indonesia.  

Bagi pengguna produk dan jasa yang telah berlabel halal tentu tak merasa was-was melanggar syariat agama karena mengonsumsi produk yang jelas kehalalannya. 

Bagi produsen, label halal ini menambah nilai jual produk/jasa, sebab di negeri mayoritas muslim tentu masyarakatnya lebih memilih produk halal agar tak mengonsumsi produk yang tidak jelas isi dan kegunaannya. Misalnya produk makanan instan, seorang muslim pasti ragu mengonsumsi produk yang tidak memiliki label halal, khawatir makanan tersebut mengandung zat yang diharamkan seperti babi, alkohol dan lainnya. Seiring perkembangan zaman, label halal tak berhenti sebagai “syariah compliance” tetapi telah menjadi gaya hidup, termasuk di kalangan anak muda.

Jetti Rosila Hadi


WHO sebagai lembaga kesehatan dunia secara tegas merekomendasikan hal-hal yang termasuk dalam ruang lingkup kehalalan yaitu agar masyarakat tidak mengonsumsi hewan liar, makan makanan yang menyehatkan dan aman, tidak minum alkohol dan tidak merokok.

Maka semakin berkembang bisnis produk dan jasa berlabel halal, semakin memacu geliat perekonomian Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim. Tak hanya di dalam negeri, rekomendasi WHO secara tak langsung mendukung produk-produk halal untuk dipasarkan secara global, dengan demikian potensi semakin luas pasar terbuka lebar.

Rekomendasi WHO 

Pemerintahan Jokowi mendorong industri dan UMKM untuk memanfaatkan peluang pasar dengan menyegerakan label halal. Bidang makanan dan fashion menjadi pusat perhatian pemerintah untuk memiliki label halal, sebab kedua bidang ini merupakan kebutuhan utama masyarakat.

Keseriusan pemerintah dalam memacu para pengusaha mengupayakan produk halal ditunjukkan dengan target 10 juta produk berlabel halal di tahun 2022. Beberapa program pemerintah dalam mencapai target tersebut adalah sebagai berikut:

1.Mempermudah mekanisme pengurusan label halal untuk merealisasikan target tersebut melalui edukasi, literasi yang disebarkan kepada pelaku usaha. Salah satu program pemerintah adalah SEHATI yaitu Sertifikasi Halal Gratis sejumlah 25 ribu yang ditujukan untuk kelompok usaha kecil agar bisa melakukan pengurusan label halal tanpa biaya.

2.  Mudah dan murahnya mengurus sertifikasi halal.

Dr. Muhammad Aqil Irham, M.Si, Kepala Badang Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyatakan bahwa biaya pengurusan label halal juga telah diturunkan dari semula tiga juta rupiah menjadi 230 ribu rupiah per sertifikat halal.

Dr. Muhammad Aqil Irham, M.Si
3.  Pemerintah telah mengajak kerja sama organisasi masyarakat, sekolah-sekolah vokasi dan perguruan tinggi untuk memiliki halal center, menyertakan teknis administrasi dalam kurikulum SMK.

4.  Melatih para tenaga pendamping pengurusan label halal untuk memverifikasi data klaim halal dari pelaku UMKM yang memenuhi syarat tertentu. Data verifikasi ini kemudian diproses di MUI dan BPJPH agar bisa diproses sertifikat halalnya. Saat ini pemerintah telah melatih 217 lembaga pendamping dari PTN, PTS Keagamaan Islam, Pondok Pesantren, Ormas Islam yang memiliki Halal Center menjadi trainer. Saat ini 700 trainer melalui lembaga pendamping bisa memberikan pelatihan pendamping PPH.

5.  Pemerintah juga membuka kesempatan bagi industri besar membantu UMKM binaannya untuk mendapatkan label halal.

Danone sebagai salah satu industri makanan dan minuman besar di Indonesia, berkomitmen menyajikan produk-produk halal yang ditegaskan dalam label halalnya. Keberadaan halal tak hanya sebagai simbol tetapi telah menjadi value. Ibu Prima Sehanputri sebagai Head of Regulatory Affairs Danone memaparkan bahwa Danone Indonesia memastikan kehalalan produk dalam dua bisnis unitnya yaitu AMDK dan specialized nutrition: susu formula dan susu ibu hamil. 

Proses aktivitas kehalalan produk Danone melalui proses panjang. Sebagai salah satu komitmen menyajikan produk halal, Danone memiliki tim internal yang memantau kehalalan dan keamanan produk. Dalam proses produksi, Danone memastikan standarisasi kehalalan dilakukan dari proses di hulu hingga hilir, sejak pemilihan material dari supplier hingga peluncuran produk baru hingga penanganan dan penyimpanan produk serta transportasi dalam proses distribusi. 

Standarisasi Kehalalan Danone
Proses Standarisasi Halal Danone, Sumber materi Bu Prima

Selain proses produksi, literasi, berbagai kegiatan dan pelatihan kehalalan juga diselenggarakan Danone untuk menambah wawasan karyawannya.

Kegiatan Pelatihan Halal Karyawan Danone, sumber materi Bu Prima
Kegiatan Pelatihan Kehalalan di Danone, sumber materi Bu Prima

Target agar labeling halal bisa tercapai di semua segi kehidupan harus terus diupayakan meski dalam prakteknya menemui berbagai kendala. Salah satu kendala utamanya menurut pak Aqil adalah kurangnya literasi digital di kalangan UMKM. Sebab meski sistem administrasi sudah terkomputerisasi, gadget telah menjadi kebutuhan sehari-hari, namun sebagian besar pihak UMKM masih kesulitan dalam proses input data untuk pengajuan label halal sehingga butuh pendampingan.



Proses label halal membutuhkan kerja sama semua pihak dan saling berkomunikasi. Baik pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat hendaknya tak lelah untuk terus belajar, menyempurnakan dan berkolaborasi demi terwujudnya target label halal bagi 10 juta produk di tahun 2022.

 


Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.