catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

#BekalCintaJulies Membuat Si Kecil Tersenyum Manis


"Mama ...Julie's Choco Morenya kok lupa nggak dimasukkan tas bekal" sungut Raditya sepulang sekolah. Wah karena kesiangan dan ribet gara-gara pagi-pagi LPG habis urusan bekal sekolah jadi serampangan. Hanya bekal utama yang masuk tas tanpa sempat memastikan camilan favoritnya turut terbawa. Batal dapat senyuman manis dari wajah yang biasanya ceria. Maaf deh Nak, lain kali sebelum berangkat tasnya diperiksa lagi agar #BekalCintaJulies nggak ketinggalan.

Radit senang sekali Julie's Choco More. Sebagai pecinta coklat dia memilih Julie's Choco sebagai camilan favoritnya. Rasa coklatnya tidak eneg, biskuitnya crunchy dan tidak mudah melempem. 

Raditya tak pernah lupa membawa bekal sekolah setiap hari. Jam belajar di sekolahnya cukup panjang. Setiap Senin hingga Kamis jam belajarnya mulai jam 7 pagi hingga jam 14.15 WIB. Jumat dan Sabtu mulai Jam 7 hingga jam 11.00 WIB. Tentu ia membutuhkan asupan kalori yang cukup agar dapat belajar dengan baik. Saya memastikan dia mengkonsumsi makanan dan minuman yang higienis dan tidak memicu penyakit. Kesehatan Radit mudah sekali terganggu oleh makanan atau minuman yang terlalu banyak mengandung pengawet buatan. Bawa bekal dari rumah lebih aman dan higienis.

Aktivitas belajar di sekolah menuntut anak-anak untuk bertubuh sehat dan berpikiran cerdas. Maka tugas ibu adalah menyiapkan bekal sekolah yang sehat agar putra-putrinya tetap semangat. Agar Raditya tetap semangat berangkat dan beraktivitas di sekolah saya selalu mewajibkannya sarapan di rumah. Tak lupa bekal makan siang dan cemilan saat jam istirahat pun harus dibawanya serta. Saya menyebutnya bekal CINTA.

Tips menyiapkan bekal sekolah C-I-N-T-A ala #BekalCintaJulies adalah:

1. Cukup Kalori
Belajar dan beraktivitas di sekolah membutuhkan makanan bergizi dengan nilai kalori yang cukup. Apalagi Raditya pulang dan pergi ke sekolah bersepeda ria. Tentu membutuhkan energi besar. 
Apakah Julie's membantunya mendapatkan asupan gizi dan kalori?
#BekalCintaJulies
Mau sensasi kacang atau coklat, Julie's tetap lezat


    Dari keterangan di kemasan bagian belakang diinformasikan bahwa dalam 110 gram Julie's  Choco More mengandung tepung gandum, gula, minyak sayur, serbuk koko, kanji jagung, sirop glukosa, susu tepung skim, laktosa, garam dan lesitin soya.
#BekalCintaJulies
Bahan-bahan penyumbang kalori

 Sedangkan dalam 90 gram Julie's Peanut Butter mengandung tepung gandum, mentega kacang, minyak sayur, sirop glukosa dan susu tepung skim. Nah bahan-bahan ini mengandung kalori yang cukup bagi tubuh dan baik sebagai sumber energi, cocok untuk bekal sekolah atau bekerja.


2. Impresif, bisa dibuat variasi menu

   Bekal camilan untuk anak sebaiknya impresif. Artinya menarik hati dan tidak membosankan. Meski tidak rewel masalah menu makanan tetapi saya ingin Radit tidak bosan menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Hal ini untuk mencegah, setidaknya mengurangi ia jajan di luar pengawasan saya, sebab tanpa pengawasan, makanan dan minuman tersebut bisa saja jenis camilan yang bisa mengganggu kesehatannya. 
    Saya merasa perlu menyajikan variasi menu. Inilah salah satu ide saya, mengkombinasikan Julie's Peanut Butter dengan Julie's Choco. Tinggal melepas salah satu keping biskuitnya dan menyatukan dengan kepingan biskuit varian rasa yang lain. Asik nih perpaduan kacang gurih dan lezat coklat.
#BekalCintaJulies
Variasi ala Mama Raditya, memadukan kepingan Julie's Peanut Butter dan ChocoMore


3. Nyaman dan aman.
  Camilan untuk Raditya harus dipastikan merasa nyaman dan aman. Nyaman karena kemasan camilan praktis, mudah dibuka dan makanannya tidak menyebabkan belepotan. Aman, karena dijamin kehalalannya dan tidak mengandung bahan-bahan yang memicu radang tenggorokan.
    Selama ini saya amati dia mudah sekali terserang radang tenggorokan jika mengonsumsi makanan ringan yang terlalu banyak zat pewarna, MSG atau minuman yang mengandung pemanis buatan. Bekal camilan paling aman untuk Radit adalah sejenis biskuit dan minumannya cukup susu UHT dan air putih. 

Tidak mengherankan jika biskuit sandwich Julie's Choco menjadi salah satu bekal favoritnya. Senang dong si Mama gak perlu putar otak mencari camilan kesukaannya sebab Julie's bisa dibeli di minimart dekat rumah.

#BekalCintaJulies
Ssst begini komen Raditya setelah menikmati Julie's Choco More

4. Tempat penyajian EcoFriendly dan aman bagi kesehatan

   Sebisa mungkin kurangi sampah Mak. Terutama sampah plastik yang sulit sekali terurai. Maka bekal sekolah pun sebaiknya diletakkan dalam wadah yang bisa dicuci dan digunakan berkali-kali.
#BekalCintaJulies
Puding Julie's jangan ketinggalan masuk kotak bekal

Ini dia salah satu contoh bekal sehat sekolah: satu porsi nasi putih, dua iris tempe goreng, soto ayam lengkap dengan telur rebus, susu UHT dan yang di dalam wadah bundar hijau itu puding Julie's. What? Puding Julie's ? yaaa ini kreasi sederhana ala Mama Raditya. Cara membuatnya mudah kok. Kalau membuatnya dengan cinta dan bahannya dari camilan favorit kita, wuah cita rasanya benar-benar membuat bahagia.

5. Awali dan akhiri dengan doa
   Saya percaya doa ibunda adalah multivitamin paling hebat sepanjang masa. Awali kegiatan menyiapkan bekal dengan doa dan akhiri dengan syukur ke hadirat Yang Kuasa. Doa dan harapan baik bisa menjadi sugesti dan di-aamiinkan semesta. Sebut nama si kecil ketika menyiapkan bekal, titipkan doa-doa kebaikan.

#BekalCintaJulies
Served with Love


Cara Membuat Puding Julie's
#BekalCintaJulies
Bahan membuat puding Julie's
Bahan:
1. Enam keping Julie's ChocoMore atau Peanut Butter, setiap keping dipotong menjadi dua bagian.
2.  1 sachet agar-agar warna putih
3. Gula secukupnya
4. SKM secukupnya (fungsinya untuk membuat larutan agar-agar lebih kesat)
5. Air 500mL

Cara Membuat
1. Jerang air 500 mL
2. Masukkan bubuk agar-agar
3. Masukkan gula dan SKM
4. Masak dan aduk hingga mendidih
5. Larutan agar-agar dibagi dua.
6. Tuang satu bagian larutan agar-agar dalam wadah kotak
7. Tunggu agak dingin baru letakkan separuh keping Julie's di atas lapisan agar-agar. Tutup dengan larutan agar-agar sisanya.
#BekalCintaJulies
8. Masukkan dalam lemari pendingin
9. Satu jam kemudian sudah bisa disajikan
#BekalCintaJulies
Seger nih Puding Julie'snya 
10. Potong-potong dan bisa disantap untuk camilan atau makanan penutup.
#BekalCintaJulies
Sensasi kenyal agar-agar dan biskuit Julie's ChocoMore

Mudah kan cara membuat sajian segar dan bergizi ini? Kudapan sehat ini bisa disimpan hingga dua hari. Agar-agar bagus untuk kesehatan lambung, biskuit Julie'snya megandung gizi dan kalori.

Julie's sandwich biskuit memang favorit keluarga kami. Jika Raditya ngefans berat sama Julie's Chocomore, saya lebih suka Julie's Peanut butter, gurihnya pas dengan selera saya. Jadi nggak khawatir rebutan dah karena ibu dan anak beda selera. Sambil baca buku atau ngeblog comotin Julie's Peanut Butter satu demi satu, habis satu bungkus gak terasa.
#BekalCintaJulies


Julie's sandwich biskuit layak jadi camilan favorit keluarga. Biskuit yang diimpor oleh PT. DIMA Indonesia ini patut jadi pilihan bekal untuk anak-anak dan atau suami sebab:

1. Sudah bersertifikat halal MUI
Produk-produk biskuit dari produsen Julie's Perfect Food Manufacturing sudah bersertifikasi halal. 
#BekalCintaJulies
Label Halal MUI pada kemasan Julie's Choco More

Jika ditemukan produk Julie's yang belum ada label halal MUI termasuk Julie's Peanut Butter, hal tersebut dikarenakan masalah teknis saja, sebab masih menggunakan kemasan lama. Sebab produk makanan dari Perfect Food Manufacturing sudah disahkan kehalalannya oleh MUI pusat.
#BekalCintaJulies
Sertifikat Halal MUI untuk produk-produk Perfect Food Manufacturing

#BekalCintaJulies
Julie's Peanut Butter sudah halal kok

2. Kualitas terjamin
Julie's telah terakreditasi berbagai sertifikasi kualitas, prosedur dan keamanan pangan yaitu: ISO 9001:2000, GMP, OSHAS, HACCP dan Food Safety System Certification 22000 ( FSSC 22000).

3. Tanggal kadaluwarsa tertera jelas
Tidak perlu bingung menemukan tanggal kadaluwarsa Julie's demi memastikan keamanan mengonsumsinya. Informasi tanggal kadaluwarsa tertera jelas di bagian depan kemasan.
#BekalCintaJulies
Tanggal Kadaluwarsa terpampang nyata


4. Mengajarkan menjadi makhluk sosial
Satu kemasan Julie's Choco More 110 gram berisi 10 keping biskuit dan satu kemasan Julie's Peanut Butter 90 gram berisi 12 keping. Bisa dibagi-bagi untuk teman sebangku. Harganya pun terjangkau, saya beli di minimart dekat rumah seharga 8500 rupiah. Si kecil bisa makin akrab dengan teman-temannya.

#BekalCintaJulies
#BekalCintaJulies membuat si kecil tersenyum manis

   Nggak salah deh jika #BekalCintaJulies membuat Raditya tersenyum manis. Asal jangan pernah lupa lagi memasukkan Julie's Choco More dalam tas sekolah, agar pulang sekolah wajahnya tetap ramah.

   Selain berbagi tips menyiapkan bekal saya juga ingin berbagi info sekaligus mengingatkan diri sendiri agar tidak ketinggalan ikut kontesnya Julie's. Kontes apa sih? Sebentar..saya mau jawil Emak-emak dulu. Yuhuuu Emak-emak pecinta Tupperware mana suaranyaaa. Sudah pada tahu kalau ada Tupperware jutaan rupiah dihadihkan kepada emak yang menang kontes #BekalCintaJulies di Instagram?

Psst akan ada 1 pemenang utama dan 5 pemenang hiburan yang akan mendapat hadiah Tupperware loh:
·   Juara utama mendapat hadiah senilai total Rp 5.000.000 berupa Tupperware/Lock&Lock set + Uang Tunai + Produk

·         5 Pemenang hiburan mendapat hadiah senilai total Rp 1.000.000 berupa Tupperware/Lock&Lock set + Produk 
Keterangan lengkapnya bisa dilihat di http://bit.ly/BekalCintaJulies

Buruan siapkan karya terbaikmu Maak...menangkan Tupperwarenya, apalagi sekarang Tupperware bisa dijadikan jaminan di pegadaian yah...eeeeits Tupperwarenya buat melengkapi koleksi Mak, untuk memasak dan wadah bekal setiap hari. Berkat #BekalCintaJulies pasti makin disayang anak dan suami.
#BekalCintaJulies
Sampai merem-merem gitu dek menikmati Julie's Choco More
Share:

Perkembangan Batik Sebagai Wastra Nusantara Bagi Masyarakat Jawa


Perkembangan Batik Sebagai Wastra Nusantara Bagi Masyarakat Jawa
            Setiap wastra nusantara memiliki makna khusus di daerahnya. Bahkan setiap tahapan kehidupan erat kaitannya dengan kain tradisional warisan kebudayaan. Tak terkecuali batik yang sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Jawa.

            Batik merupakan warisan kebudayaan yang tak pernah lekang oleh zaman. Berdasarkan peninggalan sejarah di pulau Jawa, batik diyakini berkembang pesat pada masa kejayaan kerajaan Mataram kuno. Setelah Mataram runtuh kebudayaan batik dilanjutkan oleh Kerajaan Surakarta dan Ngayogyakarta. Batik kemudian semakin berkembang di Pulau Jawa dan berasimilasi dengan kebudayaan lain. Maka di beberapa wilayah dikenal motif dan corak khusus yang tidak ditemui di daerah lain. Beberapa pusat kerajinan batik yang dikenal memiliki corak khusus adalah:
1.      Solo. Motif batik Solo sangat beragam. Yang paling populer adalah Sidomukti
2.      Pekalongan. Tekstur batiknya lebih halus dan berani bermain warna
3.      Cirebon. Seperti batik Solo, batik Cirebon kaya motif. Salah satu yang paling populer adalah motif Megamendung
4.      Banten. Motif batik Banten cukup unik. Motifnya didominasi warna abu-abu
5.      Lasem. Motif batik Lasem merupakan hasil asimilasi budaya Jawa dan Cina. Hal in tampak pada perpaduan corak fauna yang merupakan ciri khas China dengan motif geometris khas seperti yang tampak pada ornamen candi di Jawa
6.      Betawi. Batik betawi dikenal dengan warna-warna cerah.

Masyarakat Jawa, terutama Jawa bagian Solo dan Yogyakarta dikenal sangat memegang teguh filosofi batik dalam kehidupannya. Bisa dikatakan bagi masyarakat Jawa batik sangat melekat dalam hidup dan mati mereka. Dalam setiap tahapan kehidupan, batik yang dikenakan berbeda motif dan memiliki filosofi yang mendalam. Batik dan filosofi tersebut adalah:
1.      Batik yang dikenakan kedua mempelai saat acara pernikahan.
Di malam pernikahan mempelai wanita biasa menjalani prosesi midodareni. Batik yang dikenakan biasanya bermotif sidoluhur yang memiliki filosofi berupa harapan agar kedua mempelai meraih keluhuran dalam segi materi maupun non materi. Saat acara pesta atau resepsi pernikahan kedua mempelai dianjurkan mengenakan batik motif Sidomukti sebagai kain bawahan.  Filosofi batik ini adalah agar kedua mempelai bisa meraih masa depan cerah (mukti wibawa)
2.      Batik yang dikenakan saat prosesi siraman tujuh bulanan bayi dalam kandungan
Salah satu tujuan menikah adalah mendapatkan keturunan. Ketika bayi masih dalam kandungan berbagai harapan dan doa dipanjatkan. Masyarakat Jawa mengenal acara siraman mitoni, saat kandungan berusia tujuh bulan. Dalam prosesi ini filosofi “ganti nyamping batik tujuh kali” mengandung makna yang sangat mendalam. Motif wastra nusantara yang dikenakan dalam prosesi ini adalah:
a.       Sidoluhur: harapannya adalah bayi dalam kandungan kelak menjadi insan yang berbudi luhur.
b.      Sidomukti: mengandung filosofi sang bayi diharapkan menjadi insan mukti wibawa, disegani karena kewibawaannya
c.       Truntum: mengandung harapan agar keluhuran budi orang tua menurun kepada jabang bayi
d.      Wahyu tumurun: mengandung doa agar si jabang bayi kelak menjadi sosok yang religius, selalu mendapatkan rahmat dan perlindungan dari Sang Kuasa
e.       Udan Riris: harapannya si jabang bayi menjadi insan yang menyenangkan dalam pergaulan
f.       Parangkusumo: mewakili harapan agar sang bayi tumbuh menjadi insan yang cerdas, tajam dalam berpikir dan tangkas dalam bergerak
g.      Semen rama: mengandung harapan sang bayi kelak menjadi sosok yang welas asih
h.      Cakar ayam: mengandung filosofi harapan agar sang bayi kelak mudah dalam mencari nafkah
Selain kedelapan motif tersebut sebagian masyarakat Jawa untuk acara siraman tujuh bulanan bisa memilih motif lain seperti babon nglubuk (mengandung filosofi agar kelak jaban bayi lahir tepat waktu dan selamat), sido asih (mengandung harapan agar si bayi menjadi sosok penuh kasih dan dikasihi), lasem (harapan agar kelak menjadi insan bertaqwa), grompol (diharapkan agar sang bayi menjadi pemersatu dalam keluarga) dan dringin (filosofinya agar sang byai menjadi insan yang mudah bergaul dan berguna bagi sesama). Saat bayi lahir, masyarakat Jawa juga terbiasa membuat ayunan atau gendongan dari kain batik. Meski tidak ada motif khusus, terkadang kain yang digunakan saat siraman tujuh bulanan digunakan kembali sebagai gendongan.
3.      Saat meninggal dunia
Perjalanan hidup manusia berkisar antara pernikahan, kelahiran bayi dan kematian. Masyarakat Jawa tak pernah lupa menyertakan wastra batik dalam setiap tahapan perjalanan hidupnya. Tidak hanya prosesi pernikahan dan kelahiran, batik juga menjadi bagian dari kematian. Ketika seseorang meninggal, suku Jawa biasa menutupi jenazahnya dengan kain batik. Motif batik yang biasa dipakai sebagai penutup jenazah atau alas peti jenazah adalah motif slobog. Yaitu motif segi empat kecil yang diberi dua garis sehingga motifnya tampak seperti empat potong segitiga. Filosofi dari motif slobog adalah agar perjalanan arwah di alam sesudah kematian bisa lancar kembali ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Jika di zaman dahulu wastra nusantara dengan motif tertentu hanya dikenakan para bangsawan untuk acara-acara khusus, saat ini pemakaian wastra nusantara lebih bersifat umum. Bahkan para perancang busana seringkali menyertakan unsur wastra nusantara dalam busana hasil rancangannya. Namun filosofi yang terkandung dalam setiap motif wastra nusantara tersebut hendaknya dipahami masyarakat luas. Akan terlihat menggelikan jika hadir di tengah pesta pernikahan mengenakan batik motif slobog yang biasa dipakai sebagai alas jenazah. Sebaliknya kesyahduan suasana duka karena kematian bisa menjadi aneh jika jenazah ditutupi menggunakan wastra batik motif babon nglubuk yang biasanya dikenakan saat prosesi tujuh bulanan bayi dalam kandungan. (Dwi Aprilytanti, dwi.aprily@yahoo.co.id)
Daftar Pustaka
3.    Koran Tempo 30 Desember 2010
8.    Tempo.co 18 Oktober 2016

Share:

Wastra Nusantara


Definisi Wastra Nusantara
            Wastra Nusantara, istilah tersebut mulai dikenalkan kepada masyarakat Indonesia untuk menggantikan penyebutan “kain tradisional nusantara” Kata Wastra merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Sansekerta. Wastra dalam bahasa Sansekerta berarti sandhangan atau selembar kain.
            Secara simbolis Wastra Nusantara bukan sekadar kain biasa. Wastra Nusantara merupakan kain yang menjadi ciri khas sekelompok masyarakat atau suku bangsa. Kain tersebut biasanya memiliki dimensi tertentu meliputi ukuran panjang, lebar dan warna serta mengandung makna tertentu.


Sejarah Wastra Nusantara
            Wastra nusantara adalah salah satu identitas Indonesia. Sebagai produk kebudayaan, wastra nusantara merupakan hasil asimilasi dari peradaban bangsa-bangsa yang berada di sekitar wilayah nusantara. Sebagaimana dilansir Dewimagazine.com, seorang antropolog dari Universitas Indonesia, Wieke Dwiharti menjelaskan bahwa sejarah kain tradisional bermula sejak abad kedua. Tepatnya ketika pengaruh agama Hindu mulai merambah nusantara.
            Posisi nusantara yang strategis menjadi faktor utama bertemunya pengaruh budaya dari berbagai suku bangsa yang masuk melalui para pendatang baik yang singgah untuk berdagang atau keperluan lainnya. Di abad kedua tersebut pengaruh yang paling kuat adalah dari bangsa yang tinggal di wilayah utara nusantara seperti daratan China dan barat nusantara seperti masyarakat India (Hindi) dan Buddha.

Jenis-Jenis Wastra Nusantara
            Wastra Nusantara mewakili identitas suatu suku bangsa. Namun saat ini masyarakat luas bisa turut mengenakan karena wastra telah menjadi komoditi dagang. Berikut ini adalah beberapa jenis Wastra Nusantara berdasarkan motif dan cara pembuatannya:
1.      Batik
Batik merupakan Wastra Nusantara paling populer. Cara membuatnya melalui beberapa proses yaitu pemotongan kain mori, mengetel (menghilangkan lapisan kanji dari mori), nglengreng (menggambar pola pada kain), isen-isen (memberi isian atau variasi ornamen pada motif), nembok (mengeblok bagian kain yang tidak diwarnai), ngobat (mewarnai kain yang sudah ditembok/diblok) pada larutan zat warna, menghilangkan lapisan lilin dengan cara merebus kain menggunakan air mendidih dan pencucian yang membersihkan kain secara seksama untuk kemudian dikeringkan. Hampir setiap suku di Indonesia memiliki motif batik yang khas. Batik terutama dikenal sebagai warisan budaya Jawa, Kalimantan dan Madura dengan motif unik di setiap wilayah. Batik semakin mendunia ketika Unesco mengesahkannya sebagai warisan dunia budaya pada 2 Oktober 2009.
2.      Lurik
Lurik lebih dikenal sebagai wastra khas suku Jawa khususnya Yogyakarta dan Jawa tengah. Ciri wastra ini adalah motif yang berupa garis lurus yang searah dengan panjang kain.
3.      Gringsingan
Gringsingan merupakan kain tradisional khas Bali. Bahan untuk mewarnai kain ini berasal dari alami mulai dari kulit pohon, kelopak bunga hingga minyak kemiri. Wastra ini dahulu dikenal untuk perlengkapan upacara sakral yang menunjukkan keagungan. Kini gringsingan juga sering digunakan sebagai tema adi busana di pagelaran dan pameran busana karya perancang-perancang ternama seperti Oscar Lawalata.
4.      Songket
Songket terutama dikenal sebagai wastra khas Palembang dan Lombok. Membuat kain songket sangatlah sulit sebab kain ditenun menggunakan benang yang warnanya bisa berbeda-beda untuk menghasilkan motif tertentu. Konon kain Songket sarat makna filosofi. Songket diyakini mewakili sifat kodrati manusia yang melalui proses lahir, tumbuh dan berkembang dalam dinamika kehidupan.
5.      Ulos
Ulos dikenal sebagai wastra khas masyarakat Batak di Sumatera Utara. Cara membuat Ulos mirip dengan Songket, yaitu dengan ditenun secara manual. Ulos dibuat melalui proses yang cukup rumit. Kapas dipintal menjadi benang kemudian benang melalui proses pewarnaan sesuai keinginan setelah sebelumnya melalui proses gatip (benang yang diinginkan tetap berwarna putih diikat dengan daun serai sebelum gulungan benang dicelupkan dalam pewarna alami hasil fermentasi) Proses berikutnya masih cukup panjang yaitu: unggas (pencerahan benang), ani (penguntaian benang), tonun (proses penenunan) dan sirat (menambahkan pengikat untaian ulos)


Share:

Asian Games dan Kontingen Kebaikan


Pertandingan demi pertandingan telah berlalu, tak terasa Asian Games 2018 telah usai. Berbagai kenangan menyedihkan dan manis tercipta. Perjuangan para atlit Indonesia mencapai puncak prestasinya tak bisa diabaikan begitu saja. Keringat dan air mata tertumpah, jerih payah mereka tunaikan menembus batas kemampuan mereka.
            Di sisi lain momen-momen humanis mewarnai Asian Games 2018. Mengingatkan tentang relasi antara sesama manusia. Antar manusia dengan lingkungannya. Tentang semangat pantang menyerah hingga titik terakhir kemampuan. Tentang rekor-rekor baru yang bermunculan. Dan kerjasama serta tangisan bahagia.
            Salah satu momen humanis yang terekam di benak saya adalah ketika suporter-suporter Jepang kembali mempertontonkan gaya hidup mereka yang peduli lingkungan. Guess what they are doing? Yup! Supporter Jepang ini terekam kamera memunguti sampah di sekitarnya dan memasukkannya dalam tong sampah.
Foto diambil dari TribunNews

 Kebayangkan ribuan orang di stadion, nyampah bungkus permen, kemasan makanan ringan, botol minuman tissue dan sampah lain-lain usai  nonton pertandingan. Apa nggak pegel linu tuh petugas kebersihan ngumpulin, nyapu sampah-sampah itu.
            Pernah kepikir bantuin petugas kebersihan untuk mungutin sampah? Atau setidaknya janganlah menyampah. Bawa kembali bekas bungkus makanan dan minuman itu sampai ketemu tempat sampah terdekat. Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman. Nah yang dipertontonkan suporter Jepang ini luar biasa. Peduli menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan sampah yang bukan miliknya sendiri pun dibersihkan untuk dibuang pada tempatnya. Mereka ini seperti kontingen kebaikan. Tak ikut dalam pertandingan tetapi mempertontonkan sesuatu yang layak diapresiasi meski tak dapat medali.

            Muncul dalam pikiran saya: kalau saja separuh dari isi stadion itu berpikir yang sama dengan para suporter Jepang yang tak segan bersih-bersih pastilah pekerjaan petugas kebersihan bisa lebih ringan. Lebih elok lagi jika kebiasaan tidak menyampah mulai diterapkan sejak dini. Jadi teringat naik angkutan umum terutama bis antar kota yang penuh bekas makanan, kulit kacang, tisue ..duh sampai sedih melihatnya. Saya sendiri mengajarkan pada anak-anak untuk memasukkan bungkus makanan dan minuman mereka ke dalam tas saat perjalanan. Barulah nanti turun bus dibuang ke tempat sampah. Tapi kan mereka protes karena penumpang lain tidak melakukan hal yang sama.
             Apa iya bangsa kita sejorok itu dan sama sekali tak peduli lingkungan. Eits jangan salah. Kata orang Jawa jangan menggebyah uyah. Tak mungkinlah dari sekian juta rakyat Indonesia hobinya nyampah melulu. Pasti ada yang cinta lingkungan dan peduli membuang sampah pada tempatnya. Salah satunya momen ketika hadir di acara Peduli Rohingya di depan alun-alun Sidoarjo tahun lalu.

Anak muda yang peduli lingkungan hidup dan membuang sampah pada tempatnya

Saya tidak terlalu perhatian pada orasi para penggerak "demo" saat itu. Tetapi perhatian saya tertuju pada anak muda, mungkin usia SMA yang membawa kantong sampah besar dan mengumpulkan sampah dari para pengunjung. Saya percaya Indonesia masih punya harapan menjadi bangsa yang lebih peduli lingkungan.
Yuk biasakan dari diri kita sendiri. Buang sampah pada tempatnya. Buang mantan pada masanya. Jangan terbiasa nyampah apalagi nyampah di time line ...bikin seseg tuh


           

Share:

#JumatBerkah Penutup Agustus Nan Indah

Alhamdulillah Alhamdulillah

Blog sederhana ini masih bisa menjadi salah satu perantara rezeki bagi saya, hamba Allah yang hina dina.
Hari ini serasa naik podium Asian Games 2018 dan dikalungi medali perunggu oleh LPS. Naskah yang idenya baru muncul sekitar 10 hari menjelang deadline, Alhamdulillah berhasil memenangkan hati juri di peringkat ketiga dan diganjar hadiah 6 juta rupiah. Jujur hingga saat ini, kado dari LPS ini adalah hadiah terbesar yang pernah saya menangkan dalam kompetisi blog maupun kuis. Lomba Blog yang pernah saya menangkan (seingat saya) 
1. 900 ribu (pakai blog di kompasiana tentang zakat)
2. Satu juta potong pajak dari SCTV tentang lomba blog Ramadhan di rumah
3. 500 ribu review terbaik buku Mommylicious.
4. Tiga juta rupiah lomba blog tentang pemanfaatan/penjualan barang bekas membawa berkah di kompasiana
5. 500 ribu lomba blog tabungan haji BRIS.
6. emas 5 gram dari lomba blog Pegadaian, 
7. emas 1 gram dari lomba blog Orori
8. uang 250 ribu dan baju hadiah lomba blog Viody Fashion.
9. Kamera Go Pro 3+ hadiah dari lomba blog tentang parenting. "Ayah, Peran Tak Tergantikan"
10.Uang dan produk senilai 500rb, juara 3 review Kripik Mekarsari Gobana.

Sungguh bahagia dan rasa syukur tak terkira, 6 juta dari LPS sebagai hadiah juara ketiga lomba blognya ini seperti pemacu semangat. lah awalnya sudah ga pede aja, jiper dengan hadiah yang gede dan yang pasti pesertanya bejibun lah. 
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengucapkan selamat kepada para pemenang kompetisi “LPS Press & Blogger Awarding 2018: Articles & Photos.” Total naskah yang masuk ke panitia sebanyak 37 wartawan tulis, 36 foto dan 94 artikel dari blogger.

Penjurian telah dilakukan oleh juri dari internal LPS dan ahli atau praktisi sebagai perwakilan juri independen.

Berikut nama para pemenangnya:
Kategori wartawan:
Juara I: Jaka Hidayat Setiaji & Herdaru Purnomo (CNBCIndonesia.com)
Juara II: Hadi Maulana (Kompas.com)
Juara III: Erik Purnama Putra (Republika Online)
Favorit I: Prawira Maulana (TribunSumsel.com)
Favorit II: Dian Irawan (Medan Pos)
Favorit III: Tomi Sujatmiko (Kedaulatan Rakyat)

Kategori wartawan foto:
Juara I: Maman Sukirman (Koran Sindo)
Juara II: Dalil Harahap (Batam Pos)
Juara III: Abdullah Azzam (Bisnis Indonesia)
Favorit I: Ade Bayu Indra (Pikiran Rakyat)
Favorit II: Mohamad Qori (Rakyat Merdeka)
Favorit III: Irwan Alfaritsi (Ayo Media Network)

Kategori Blogger:
Juara I: Amir Mahmud (www.amir-silangit.com)
Juara II: Retno Septyorini (retnoseptyorini.com)
Juara III: Dwi Aprily (http://braveandbehave.blogspot.com)
Favorit I: Nunung Yuni Anggraeni (https://www.fadevmother.com)
Favorit II: Adhi Hermawan (https://adhihermawan.com)
Favorit III: Ayu Utami Saraswati (https://merangkai-aksara.blogspot.com)

Selamat sekali lagi untuk para pemenang. Untuk para pemenang akan dihubungi secara resmi oleh panitia lomba.

Alhamdulillah Allah masih ngisi rekening yang menjelang kosong karena sebagian masuk tabungan utama dan sebagian untuk biaya sekolah.

Yuk terus berpacu dalam melodi eh prestasi.
Bismillah, niatnya tak hanya mengais rezeki tetapi mengoptimalkan nikmat Illahi. Sebab menulis itu butuh pemikiran dan kemauan, Keduanya adalah anugerah dari Sang Pemilik Kehidupan. 

Share:

Idul Adha 1439 H

Assalamualaikum,

Sudah pesta daging qurban apa teman? Hari Raya Idul Adha 1439 H sudah berlalu tapi persediaan daging sebagian besar masih ada di kulkas kan hehe.
Hari raya tahun ini mengingatkan saya pada Idul Adha sekitar 3 tahun lalu. Saudi Arabia, wilayah tempat diselenggarakannya ibadah haji duluan lebaran daripada Idul Adha yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Tapi, buat saya ada perbedaan lain juga. Tiga tahun lalu saya "ikut" lebarannya Saudi karena waktu itu saya niat puasa Arofah saat yang berhaji wukuf di Arofah. Otomatis kan 10 Dzulhijjah keesokaan harinya. Dan Pemerintah Indonesia menetapkan 10 Dzulhijjah sehari lebih lambat dari Saudi. Sementara Muhammadiyah yang menggunakan sistem hisab hari raya qurbannya waktu itu sama dengan pemerintah Saudi. Jadilah saya lebaran haji bersama Muhammadiyah hehehe...Qodarullah Sholat Iedul Adha mau yang ikut Muhammadiyah atau pemerintah dua-duanya ada di dekat perumahan.

Tahun ini kebetulan penetapan Idul Adha Muhammadiyah bareng pemerintah, Rabu 22 Agustus 2018. Sementara wukuf di Arofah diselenggarakan Senin 20 Agustus. Nah lo saya jadi galau, mau ikut siapa nih. Memang ada dua fiqih mengenai "Puasa Arofah" ada yang mengartikan puasa Arofah adalah puasa saat yang berhaji wukuf di Arofah. Ada yang memaparkan bahwa puasa Arofah itu lebih pada waktu 9 Dzulhijjahnya bukan momentum saat wukuf sebab ada hadits yang menandaskan bahwa hitungan puasa merujuk pada hilal.

Sang Surya di 10 Dzulhijjah 1439 H, 22 Agustus 2018


Maka Bismillah yo wis 22 Agustus Idul Adhanya. Yang penting ada ijtihad untuk menentukan. Kalau saya mah bukan alasan "terserah pemerintah" tapi terserah Allah hasil akhirnya, ikhtiar sudah dilakukan. Kalau saya salah dalam menunaikan puasa Arofah semoga Allah mengampuninya.

Btw, warna langit saat Idul Adha kali ini cuanti sekali.


'Sesungguhnya dunia itu hanya 3 hari:

Hari kemarin yang tak akan pernah kembali dan sungguh ia telah pergi bersama yang ada padanya
Hari esok yang belum tentu kita bisa menemuinya
Dan hari ini yang sedang kita jalani" ~ Hasan Al Bashri



Maka memohon ampunlah atas kekhilafan di hari kemarin
Beramal shaleh sebanyak-banyaknya di hari ini demi keselamatan hari esok yang kita harapkan berakhir sebaik mungkin.
Share:

Setelah Tayangan ILC yang Menggemparkan Itu

Kemarin, setelah tayangan ILC yang menggemparkan itu.
Aku terpekur, lidahku kelu
Apakah tidak ada lagi kebaikan di bumi kita
Kapan muncul pemimpin yang benar-benar peduli terhadap rakyatnya
Apakah manusia memang diciptakan untuk haus kuasa?
Tidak
Jawabku sendiri.
Jika tak ada lagi kebaikan, pastilah Indonesia sudah tamat
Sebab dalam riwayat hadits pernah disinggung tentang suatu negeri atau wilayah yang tetap dilindungi Allah meski sebagian insannya bermaksiat.
Dikarenakan masih ada insan yang taat
Dan mendirikan sholat.
Kapan muncul pemimpin ideal
Itu yang aku tak bisa meramal
Benarkah manusia diciptakan untuk haus kuasa?
Sebenarnya tidak
Sebab manusia dan jin diciptakan Allah untuk beribadah
Kalau melenceng di tengah jalan itu karena nafsu angkara

Lalu aku membuang waktu dengan menyelusur satu tayangan you tube ke tayangan lainnya
Padahal ini 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
Yang seharusnya kuisi dengan memperbanyak ibadah


"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun"
HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968

Sebelum menyesal kemudian.

Kuputuskan menutup gadget yang menjanjikan akses you tube gratis unlimited alias sepuasnya
Dan berupaya memperbanyak tahmid, takbir, bertaubat dan amalan shalih lainnya
Sebab umroh dan haji tak kunjung mampu kutunaikan jua
Share:

It's Your Day Dear, I Hope You Remember




Bergerak lah Nak, karena dalam pergerakan ada kebarokahan.
Air jernih yang mengalir dan berbagi kebaikan pun lebih baik daripada air jernih yang diam dalam ketidakpastian.
Bersabarlah Nak, dalam menghadapi segala bentuk ujian dan tantangan.
Sebab pemenang kehidupan bukan sosok-sosok yang nyaman dibuai kemudahan namun mereka yang lulus dalam pengabdian kepada Tuhan.
Sebab nahkoda yang tangguh ditempa oleh samudera yang bergemuruh.

Semoga di setiap waktu, kau selalu ingat pesanku untuk memperbanyak sholawat dan istighfar sebagai penolongmu.

It's your day dear.
Hope you always remember,
All goodness into your prayer.

Tulisan itu kusematkan pada laman FBku hari ini, 8 Agustus 2018. Seperti syair rabithoh, doa dan pengikat hati untuk mendekatkan diriku dan sulungku kepada Illahi.
Sudah 14 tahun usianya kini. Dan semoga ia istiqomah menuntut ilmu, menyiapkan diri sebagai imam keluarga dan suami, generasi muda bangsa ini dan pejuang Islam di jalan yang Dia ridhoi.
Foto Dwi Aprilytanti Handayani.
Kali ini aku ingin menulis agar aku selalu ingat, tak hanya memaksanya untuk mengingat pesanku. Aku iingin merangkum celotehan-celotehanmu yang lucu, spontan saat liburan semester tahun lalu. 

"Ma, aku belum pernah cerita ya, dulu di SD aku pernah diikutkan lomba tapi kalah. Aku sedih sekali. Sekarang aku menang juara dua lomba adzan dan dapat piala wuaaahhaa rasanya senaaang sekali" Ah kau memang hobi ikut lomba. Dulu pas masih TK pernah ikut lomba mewarnai tapi BT karena kelamaan di ruang lomba haha.

Wah Nak, antara ingin tertawa sekaligus menangis haru. Ternyata kanak-kanak pun bisa menyimpan rasa sedih dan kecewanya sendiri. Lalu bertahan untuk menanti dengan penuh keyakinan bahwa kelak keinginanmu akan tercapai. Betapa sering sebagai orang tua Mamamu ini hanya paham cara memerintah, jarang mendengarkanmu berkeluh kesah. Dan selalu mentuntutmu untuk menjadi lebih baik. Padahal diriku sendiri belum tentu ibu yang baik. Serasa menjadi orang tua yang maunya pokoke beres. Tanpa mau menyempatkan diri mendengar apa yang ada di pikiranmu.

"Mama ini lucu, dulu berhenti kerja katanya mau nemenin aku, sekarang aku dipondhokkan, salahku itu apa" Hahaha aku hanya bisa tertawa geli, lalu diam-diam menyimpan sedih yang berbalut rasa syukur dalam hati. Geli dengan kicauanmu, sedih karena memang kita tak bisa sering-sering berkomunikasi. Syukur karena engkau menjadi sosok yang lebih baik kini. "Kamu lupa ta Mas, lak dulu Mama sering dilabrak tetangga karena kamu menjahili anak mereka. Lalu Mama bersumpah akan memondhokkanmu agar jadi anak yang lebih baik, mandiri dan mengisi waktu senggangmu dengan aktivitas yang bermanfaat, daripada ngusilin orang dan kamu dicap sebagai anak jahat"
Lalu kita pun tertawa bersama. 
Foto capel dan kelas 1

MasyaAllah Nak, begitu banyak perubahan positif yang kulihat sejak kamu jadi santri. Betapa kamu mampu membalikkan cemoohan mereka yang menganggapmu sebagai biang onar belaka. Semoga istiqomah ya Nak, menuntut ilmu di pesantren bukan sekadar "tidak jadi anak nakal" tetapi mampu menjadi manusia berakal. Jauh dari orang tua agar lebih mandiri dan dewasa, serta memperbanyak mengingat kami dalam doa-doa. Bahkan doaku untukmu terasa lebih mengalir setiap saat, dibandingkan saat engkau dekat.

Semoga Allah senantiasa menuntunmu ke jalan yang benar. Tetaplah istiqomah belajar. Dan kelak siap menjadi seorang pengajar. Pengajar pada jalan kebaikan. Pengajar ilmu-ilmu yang diridhoi Sang Pemilik Kehidupan. Pengajar tentang arti kesabaran, bahkan pada orang tuamu yang tak pernah lelah untuk mendoakan.
Kelas 2  kenangan bersama ustadz
Foto Dwi Aprilytanti Handayani.
Kelas 3 dengan teman lama dan baru :D


Share:

Fokus Pada Sisi Positif Abaikan Sisi Negatif

     Bulan Agustus sudah berjalan lima hari tapi saya baru punya kesempatan hari ini. Merasa makin tidak konsisten menulis.  Ini salah satu alasan mengapa saya tak kunjung menjadikan blog ini Top Level Domain. Eh itu mah pemikiran negatif ya. Menghakimi diri sebagai pemalas. Padahal ada pilihan untuk berpikir positif. Misalnya lima hari pertama di bulan Agustus ini memang sibuk. Merawat anak sakit, berjibaku dengan transaksi PPOB, bersih-bersih rumah (yang jarang dibersihkan maksimal heheh). Kecuali dalam lima hari terakhir emang ga ngapa-ngapain, tidur dan kelesetan doang. Nah itu baru perlu dipertanyakan mengapa melalaikan nikmat sehat dan waktu luang.


Pemikiran negatif seringkali menjadi penghalang kebahagiaan dan rasa syukur dalam hati. Begitu banyak hal-hal negatif yang mengambil alih sebagian besar pemikiran kita dan membuat hidup terasa lebih susah. Setiap kali mendapat musibah dan ujian, rasanya sudah dibenci Tuhan. Padahal jika saja kita bisa menemukan hikmah atau hal positif di balik ujian yang kita hadapi, tentunya hidup terasa happy. 
Saya menulis ini bukan karena sok suci, melainkan muhasabah diri. Betapa lebih mudah berpikir negatif daripada thinking positive. 
          Sedih melihat teman-teman, tetangga, kerabat satu persatu sudah berangkat ke tanah suci, baik umroh maupun haji sementara diri sendiri tak kunjung mampu mengumpulkan bekal. Lalu merasa rendah diri. Padahal bisa jadi itu cara Tuhan menyemangati kita untuk menggali motivasi. Sembari menunggu dipanggil ke tanah suci, pahala umroh dan haji bisa didapatkan dari sholat isyra' di pagi hari.
        Sedekah yang katanya bisa membuka pintu rezeki, kok malah rezeki kian sempit dari hari ke hari? padahal bisa jadi itu cara Tuhan menguji kesabaran dan keikhlasan diri. Dan tak semua ganjaran atas sedekah diserahterimakan di dunia. Nah lo, kenapa gak mikir kalau semua ganjaran diterima di dunia, rezeki dilipatgandakan trus di akhirat ga dapat apa-apa kan malah runyam.
     Mengeluh kerjaan rumah yang tak ada habisnya. Padahal jika kita menyelesaikannya dengan niat beribadah, mengisi waktu dengan berkarya sebagai tanda syukur itu semua bisa menjadi ladang pahala.
       Kadang punya pikiran, wheladalah kenapa waktu itu nekad resign ya, ternyata jadi freelance penghasilan bener-bener ga pasti. Padahal biaya pendidikan semakin tinggi, jadi ga bisa bantu banyak  ke orang tua. Jadi ga bisa nabung buat ke tanah suci. Hmm padahal karena memutuskan resign dan kerja di rumah saya bisa mengikis rasa bersalah, tak meninggalkan si kecil yang sakit-sakitan dengan bekerja di luar rumah. Dan yang jelas, karena punya waktu senggang di rumah jadi bisa belajar membaca Al Quran dengan benar yang pastinya sulit jika dilakukan dengan jam kerja yang padat dan Maghrib bahkan Isya' baru sampai rumah.
       Kenapa ya berpikir negatif itu jauh lebih mudah daripada bertindak positif. Padahal perbuatan dan pikiran negatif bisa menjadi penyebab kita masuk neraka. Apa mungkin karena menulis tanda minus - alias negatif itu lebih mudah, cukup dengan satu garis daripada menulis tanda plus + yang butuh dua garis hehehe. Yang jelas, mengupayakan masuk surga jauh lebih sulit daripada masuk neraka. Ingin masuk neraka ya tinggal kerjakan hal-hal yang dilarang dan dibenci Tuhan. Tapi masuk surga tak hanya butuh amal ibadah, melainkan niat dan kesungguhan lillahi ta'ala dan rahmat Allah sebagai penentu utama.
         Sambil menghela nafas, saya berkata pada diri. Belajar mengarahkan pikiran untuk fokus pada hal positif daripada negatif. Semoga Allah memudahkan dan menunjukkan jalan yang benar.
           
           

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.