catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Mau Jadi Bak Bocor atau Gelas Setengah Isi?

Suatu hari saya membaca BC melalui WA walisantri sebagai berikut:

Kantong Bocor!!

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب

Hati-hati dengan kantong yg bocor

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik2 wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
 kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)
 kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

" تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس "لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.
Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :
Keganjilan-keganjilan orang-orang Arab (secara khusus dan kaum muslimin umumnya)

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
 ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
 bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
 ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .
Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله.
Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

 اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.
Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini maka sebarkanlah.. Namun jika tidak maka anggap engkau tidak pernah lihat..

Saya mendadak seperti disengat lebah. Jangan-jangan saya selama ini seperti bak bocor. Mending kalau kantong, ukurannya kecil dan kebocorannya biasanya bisa cepat diketahui. Nah kalau bak besar yang bocor? Diisi air penuh lalu merembes, lama-lama kosong juga jadinya nggak pernah penuh seperti harapan semula. Nyari dimana bocornya? susah banget. Saya aja sampai ganti bak baru ajah karena berkali-kali tambal sulam si bak lama kok tetep bocor juga.

Lalu saya berpikir bahwa urusan amalan memang harusnya tidak menjadi semacam bak atau kantong bocor. Berharap sekali setiap amalan terjaga agar tak merembes, meluap karena jumawa atau menguap karena riya'. faktanya seringkali ibadah diiringi dengan rasa puas dan *memuji diri sendiri* Atau kadang merasa lega karena sudah tunai kewajibannya.

Di sisi lain urusan ibadah hendaknya seperti gelas setengah isi. Maksudnya ngga pernah puas, ngga pernah penuh sehingga perlu diisi terus, ngga ada kata menyerah, harus berusaha sampai penuh. Ibadah bukan hanya jungkir balik sholat wajib dan sunnah, berlapar dan dahaga karena puasa, merogoh kantong demi bersedekah tetapi juga menuntut ilmu, membantu sesama, meringankan beban, memberikan pertolongan sekecil apapun terhadap sesama makhlukNya. Ini yang sering terlupa, lewat begitu saja. Menuntut ilmu di suatu majelis, menjadi donatur yayasan sosial atau bersedekah sesukanya seringkali dianggap cukup *seperti dalam pikiranku* *seperti anggapanku*

Semoga kita selalu bisa menjadi gelas setengah isi, bukan bak bocor yang bikin sakit hati.

Gambarnya sebagai pengingat, bentar lagi Ramadhan tiba, monggo yang ingin order mukena :)


Share:

Tabungan Uang Belanja, Penyelamat dalam Kondisi Tak Terduga

Pernah terpikir menyiapkan dana untuk keperluan tak terduga atau sudah rutin menjadi bagian dari managerial keuangan keluarga? Alhamdulillah saya terbiasa menyiapkan dana tak terduga dari uang belanja.
Perlu dicatat bahwa saya menyiapkan dana ini bukan dari sisa uang belanja tetapi saya terbiasa menyisihkan sekian persen dari uang yang saya terima dari suami untuk keperluan tak terduga. Kalau uang tersebut tidak digunakan saya kemudian menyimpannya di rekening bank. Jadi saya tak pernah menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah.

Cara saya menabung ini alhamdulillah banyak membawa manfaat. Simpanan yang saya sebut "Kantong Doraemon" ini pernah berjasa untuk dana pembelian tiket pesawat saat mertua meninggal di seberang pulau enam tahun lalu. Kantong Doraemon pula andalan kami untuk membiayai sekolah (uang pangkal) si sulung yang masuk pondok pesantren tahun 2016 kemarin. Kali ini Kantong Doraemon lagi yang menjadi penyelamat untuk biaya perawatan kesehatan suami selama di rumah sakit.


Kebetulan dari tempat kerja sudah diberikan fasilitas BPJS Kesehatan kelas 2. Demi kenyamanan kami memilih naik kelas ke kelas 1 dan selisih biaya harus ditanggung sendiri. Alhamdulillah ngga bingung mencari pinjaman atau menjual barang sebab ada sedikit tabungan dari Kantong Doraemon untuk membayar selisih biaya tersebut.

Memang menabung itu memberikan banyak dampak positif dan ngga ada efek negatifnya. Beda banget dengan gaya hidup foya-foya. Coba deh ada yang bisa jawab apakah *dampak positif* dari berhura-hura? yang ada hanya kesenangan sesaat nah pas butuh duit banyak terpaksa jual barang.

Saya bersyukur diajarkan menabung sejak usia dini. Meski pas sekolah dulu jarang dapat uang saku tetapi pas lebaran dapat angpau lumayan. Nah uang angpau ini yang kemudian disimpan di tabungan pelajar. Gaya hidup sederhana sejak kecil juga saya terapkan hingga sekarang. Beli baju tak selalu setiap tahun, kalau sudah rusak baru beli baru. Sepatu pun saya pas masih kerja dulu punya sepasang saja, harganya tak lebih dari 35 ribu. Baju kerja juga ada sekitar 8 blus saja dan 3 celana panjang. Gadget? gadget saya biasa ajah asal bisa sms, telepon dan koneksi internet. Harga gadget saya gak pernah lebih dari sejuta (yaelah gadget yang harga hampir sejuta inipun pemberian suami yang dapat doorprize dalam suatu acara hihihi) Walhasil sisa gaji saya setelah dialokasikan membayar KPR bisa jadi tabungan yang kemudian saya gunakan untuk melunasi sisa hutang KPR sebelum resign.

Nah setelah resign dan tak punya gaji tetap saya konsisten menabung dari uang belanja. Begini cara saya agar tetap konsisten menabung:
1. Syukuri pemberian Allah melalui suami (dan pendapatan pribadi sebagai freelance)
2. Sisihkan sekian persen sebagai target menabung setiap bulan
3. Susun pengeluaran berdasarkan prioritas anggaran (ini termasuk SPP anak-anak, uang belanja, tagihan listrik dan PDAM, kewajiban donasi di lembaga tertentu dll)
4. Susun rencana belanja setiap minggu dan bawa uang tidak berlebih saat ke pasar. Maksudnya ngga usah bawa semua uang yang diposkan untuk belanja sekaligus. Cukup membawa 25 persen dari total anggaran belanja.
5. Jangan menyimpan terlalu banyak uang di rumah. Simpanan dari uang belanja lebih baik segera ditabung di rekening bank.
6. Khusus untuk belanja bulanan seperti sabun, minyak goreng dll saya biasa nunggu promo JSM di supermarket. Lumayan bisa dapat produk harga super diskon hehehe

Selain tabungan dari uang belanja pemberian suami, saya juga memiliki tabungan pribadi yang saya sisihkan dari fee menulis dan kadang menang lomba apalah apalah. Jadi saya punya dua rekening. Satu rekening bank konvensional yang dipakai untuk transaksi PPOB, menerima fee menulis dan berbagai job. Satu lagi rekening bank syariah yang sebisa mungkin tidak saya ambil (kecuali pas kepepet tempo hari untuk qurban)

Yap, sejak ada penjaminan saya tak ragu menabung di bank. Dulu pernah ketar-ketir saat zaman gencar-gencarnya likuidasi. Ntar kalau bank gulung tikar duit kita ikutan ilang dong ya? Alhamdulillah LPS bertugas menjamin simpanan nasabah hingga 2 Miliar per rekening. Jadi makin tenang ajah nyimpan uang di bank. 

Bea adminnya bo' nggak kukuh. Haha iya yah, bea admin bank konvensional sekarang rata-rata 12.500 - 15 ribu rupiah per bulan sementara suku bunga tak mampu menutup pemotongan biayanya. Kalau saya pilih rekening di bank syariah yang tidak mengenakan bea admin bulanan tapi saldonya nggak boleh kurang dari 500 ribu per bulan. Sedangkan yang bank konvensional tadi, yaa saya anggap biaya adminnya ketutup laba dari bisnis PPOB yang kami jalani. Maklumlah saldonya ngga seberapa dan dinamis banget jalannya. Khusus tabungan dari uang belanja yang saya ceritakan disimpan di rekening suami. Kan beliau yang sudah susah payah mencari nafkah :) Alhamdulillah, terbukti beberapa kali tabungan uang belanja ini menjadi penyelamat kami dalam kondisi tak terduga.

Eh iya tips penting lainnya saat menabung: ajarkan sedini mungkin pentingnya menabung pada anak-anak. Kalau pas liburan sekolah bisa loh ajak mereka menyetor tabungan ke bank terdekat, sekalian jalan-jalan cuci mata hehehe

Share:

Penulis Konten Fee Jutaan?

Wow selama ini saya yang notabene kerja freelance sebagai penulis konten cuma dapat fee recehan tiap kali menulis 100 kata. Sampai kemarin suami harus opname dan rawat jalan di rumah saya putuskan break dulu lah dari kerja rodi yang dihargai 25 rupiah per kata (halo agency naskah, mudah-mudahan engkau baca curhatku ini) Mending urus suami dan ikutan lomba plus kuis lagi.

Bukan berarti saya nggak nulis artikel konten 300-an kata lagi. Ada 5 tulisan saya untuk blog teman maya. Saya senang menulis untuk sang teman. Selain tetap mengasah ketrampilan menulis saya juga sangat berterimakasih kepada beliau yang memberikan fee dengan nominal jauh lebih baik daripada si agency yang sudah tiga tahunan membayar saya dengan recehan dan mereka menikmati jutaan rupiah hahah.

Lalu suatu hari saya dikejutkan dengan informasi mengenai suatu portal berita yang berani membayar lima puluh ribu untuk satu artikel 300 kata Alamaak jadi ikutan berdegup kencang hati saya. Saya pernah menulis hingga 100 artikel per bulan di agency yang lama dan cuma dapat penghargaan ga sampai 1 juta. Lha gimana wong satu artikel 300 kata dihargai cuma 7500 rupiah saja. Kalau saya bisa nulis 100 artikel dengan fee 50 ribu rupiah artinya kan bisa dapat 5 juta dong per bulan.

Seumur-umur baru kali ini dah nulis konten dihargai sedemikian rupa mengingat tarif listrik naik, biaya pengobatan suami yang butuh duit juga meski ada BPJS, biaya sekolah anak yang butuh jutaan rupiah per bulan, biaya pulsa internet buat mencari bahan nulis dan ngeblog yang ga cukup dibayar dengan satu artikel di agency yang lama. 

Bismillah saya pun mendaftar menjadi salah satu penulisnya. Mudah-mudahan Allah membukakan pintu rezeki yang barokah melalui pintu ini 

Ini saya copas dari S & K

Setiap artikel yang Kamu akan mendapatkan Rp.50.000,-. Pembayaran akan dilakukan di bulan selanjutnya ketika saldo Kamu sudah mencapai Rp. 200.000,-. Periode akan dihitung setiap tanggal 25 (contoh : Periode 25 Desember 2016-25 Januari 2017).
Share:

Waspadalah Anemia Bisa Menyerang Siapa Saja

Hmm lama juga ga menulis di sini. Sibuk wira-wiri memeriksakan suami sekaligus menjaganya yang harus rawat inap di rumah sakit karena anemia. Pria, berat badan lebih dari 80 kilogram bisa terserang anemia ya?

Anemia, gangguan kesehatan karena kurang darah ini identik dengan dua hal: wanita atau kurang gizi. Survey menunjukkan bahwa kaum wanita memang lebih mudah terserang anemia dibandingkan pria. Sebab wanita mengalami siklus menstruasi, kehamilan dan persalinan, Tiga hal ini membutuhkan banyak zat besi dan mengeluarkan banyak darah sehingga jika sang wanita tidak waspada ia rentan menderita anemia. 

Anemia juga identik dengan kurang gizi. Asupan makanan yang kurang memenuhi kebutuhan zat gizi terutama zat besi bisa menjadi salah satu faktor kekurangan sel darah merah. Sesuai dengan definisi anemia yaitu berkurangnya jumlah sel darah merah atau kandungan hemoglobin di dalam darah. Pembentukan sel darah merah ini sangat dipengaruhi berbagai zat gizi makanan terutama zat besi dan vitamin B2 dan B12.

Hemoglobin (Hb) adalah suatu senyawa protein pembawa oksigen di dalam sel darah merah. Sel darah merah di produksi di sumsum tulang. Kekurangan hemoglobin inilah yang menimbulkan gejala yang dialami penderita anemia seperti letih, lemas, lesu, sering pusing dan sakit kepala, mata berkunang-kunang, nafas ngos-ngosan, mudah lelah, kurang nafsu mukan, mual, wajah dan kulit tubuh tampak pucat.

Anemia bisa terjadi karena cacingan, pendarahan hebat akibat kecelakaan, penyakit kronis, kanker usus besar, atau wasir.

Bagaimana mencegah anemia?
Tentunya dengan rajin mengkonsumsi sayuran hijau dan buah yang banyak mengandung vitamin B2 dan B12 serta zat besi (nah ini sulitnya suami punya penyakit asam urat jadi harus menghindari sayuran berserat tinggi). Paling aman buah apel dan anggur dah buat suami (untuk saat ini)

Mengenai penyebab anemia suami saya, dugaan sementara adalah karena wasir menahun yang ia derita dan gaya hidupnya yang kurang sehat >> tidak suka buah dan sayur serta kurang berolahraga. Kurang olahraga bisa pengaruh juga ya? mungkin karena olahraga membantu peredaran darah menjadi lebih lancar. 

Sekedar berbagi pengalaman suami. Diagnosa awal bisa saja *menipu*. Keluhan mual, lemas dijudge sebagai asam lambung yang meningkat. Segala obat lambung dikonsumsi. Seminggu masih terasa nggak nyaman. Periksa kolesterol, asam urat dan diabetes swadaya lewat alat yang biasa dipakai di apotek-apotek. Hasilnya kadar kolesterol agak tinggi. Balik dokter lagi diberi obat kolesterol. Tapi keluhan mual dan lemas tak ada perubahan. Akhirnya saya minta suami pindah periksa dokter spesialis penyakit dalam agar dirujuk test darah. Hasilnya kadar HB cuma 5,4. Padahal normalnya untuk pria 14 (rata-rata medis mematok 11/12 secara umum)

Udah deh istirahat dokter 4 hari dan minum suplemen penambah darah. Terasa rada enakan balik kerja. Dapat 3 hari terserang diare. Hasilnya mulai merasa drop lagi. Sampai teman kantornya membawanya ke RS dekat kantor dan diketahui HBnya cuma 4!

Ya udah deh terpaksa harus rawat inap dengan rujukan RS yang relatif lebih dekat rumah. Transfusi darah 2 kantong HB cuma naik sampai 6,3. Mengingat anak saya yang kecil terpaksa ikut jaga di RS padahal dia rentan banget terkena penyakit akhirnya saya mengajukan pulang paksa (sebisa mungkin jangan ditiru ya) Advis medis dari dokter sebenarnya menganjurkan HB mencapai minimal 10 baru boleh pulang. Sekalian melihat reaksi dari transfusi sebab transfusi darah yang tidak sesuai ternyata juga bisa menyebabkan kadar HB drop lagi.

Susahnya 5 hari istirahat di rumah saya berinisiatif mengajak suami cek kadar HB lagi. Lha kok hasilnya (di klinik lain lagi) cuma 5,6. Saya bingung juga nih, ini karena alatnya kurang akurat karena jarang dikalibrasi atau memang kadar HB suami drop lagi. Tapi kalau drop lagi kok keluhan lemas dan letihnya nggak dia rasakan seperti saat sebelum transfusi.

Saya tak bisa mendapatkan jawaban dari tanda tanya yang menghantui. Namun yang terpenting adalah mencari penyebab menurunnya kadar HB suami. Salah satunya adala mengobati wasir dengan obat yang (diharapkan) lebih manjur. Sebenarnya saya sudah menganjurkan agar suami memeriksakan wasirnya ke dokter bedah atau spesialis penyakit dalam. Tapi beliau menolak dengan alasan trauma dengan jarum suntik dan perawatan medis. Sering menulis artikel/konten kesehatan saya jadi lebih waspada berbagai gejala penyakit, termasuk kanker usus besar yang mirip sekali dengan wasir (semoga saja kekhawatiran ini tidak terjadi). Berharap kesehatannya bisa pulih dengan segera dan beraktivitas seperti sedia kala.


Share:

Tarif Listrik Naik? Simak Cara Menekan Tagihannya


Awal Februari, saat yang bikin dag dig dug di hati. Bukan karena dapat rezeki tetapi dag dig dug dengan tarif listrik 900 VA yang baru. Hahay iya karena subsidi tarif listrik dicabut secara bertahap sejak konsumsi di Januari 2017. 

Alhamdulillah dari dua tagihan listrik yang saya bayarkan (listrik rumah sendiri dan listrik rumah ibunda) kenaikannya kalau dihitung berkisar 15 ribu rupiah saja. Mudah-mudahan istiqomah nih sampai pencabutan subsidi completed 100 persen.
Listrik ibu biasa bayar 60 ribu per bulan, tagihan Januari yang dibayarkan di Februari kena 75 ribu. Listrik rumah saya biasa rata-rata 170 ribu (pernah 150 ribu kalau pas libur lebaran dan keluar kota beberapa hari) sekarang kena 185 ribu. Kalau nominal sekian ini setara dengan 30 persen subsidi yang dicabut (sesuai rencana pemerintah) harapan saya saat subsidi 100 persen dicabut tagihan listrik ibu palign banter 120 ribu dan listrik rumah nggak lebih dari 220 ribu per bulannya.

Entah dibandingkan rumah tangga lain konsumsi listrik rumah kami bisa dibilang hemat atau tidak. Tetapi saya berusaha menekan konsumsi listrik sebisa mungkin. Bukan hanya demi menekan pengeluaran tetapi lebih pada menghindari pemborosan sebab boros adalah salah satu sifat setan. Pemborosan listrik sama juga halnya dengan membuang percuma sumber-sumber energi lain. Sebab pembangkit tenaga listrik membutuhkan tenaga potensial air, batu bara sebagai tenaga penunjang bahan bakar, sumber daya manusia untuk operasional dan lain-lain. Hemat listrik artinya kita lebih menghargai segala proses yang terlibat di dalamnya.

Tips Hemat Listrik ala saya:
1. Manfaatkan mesin cuci sekedarnya
Saya memiliki mesin cuci dua tabung tetapi saya menggunakannya seminggu sekali saja untuk sekedar maintenance. Selebihnya saya mencuci manual, olahraga sekalian hemat air dan listrik. Kalau pas cuaca kurang sinar matahari begini kadang saya mencuci manual dua hari sekali dan memanfaatkan pengering mesin cuci untuk membantu mengeringkan
2. Mengoptimalkan waktu setrika
Memulai daya setrika membutuhkan energi lebih besar. Saya biasa menyetrika dua atau tiga hari sekali agar lebih efisien.
3. Mengurangi frekuensi buka tutup kulkas. Seperti halnya kerja setrika, buka tutup kulkas berpengaruh terhadap konsumsi listrik yang lebih besar. Saya biasakan membuka tutup kulkas seperlunya. Padahal di masa kecil dulu senang sekali bermain di depan kulkas #eh
4. Meminimalisasi penggunaan perangkat elektronik
Kerjaan saya di depan laptop. Setiap charging baterai sudah full 100 persen saya cabut kabel charging dan bekerja dengan baterai. Begitu baterai sudah tersisa 30 persen baru saya charge lagi. Televisi? di rumah paling banter nyala setengah jam di pagi-siang hari (inipun biasanya si kecil yang nonton film kartun) dan maksimal dua jam di malam hari. Cuaca sejuk begini saya tak pernah menyalakan kipas angin di ruang tamu, tempat saya bekerja di depan laptop. Lumayanlah untuk mengurangi konsumsi listrik. Meski listrik 900 VA di rumah ada AC PK kecil untuk dua kamar, jadi tembok penyekat dua kamar diberi ruang untuk pasang AC yang bisa dinikmati bersama. AC biasa nyala menjelang tidur malam jam 9-10 dan mati menjelang adzan subuh (saat membangunkan si kecil). Lebih hemat pemakaian gadget agar nggak sering-sering ngecharge wkwkwk
5. Memilih piranti elektronik hemat energi
Televisi (meski jarang menyala) yang ada di rumah adalah TV LED yang bisa hemat listrik hingga 50 persen dibandingkan TV tabung. Lampu juga diganti LED yang dengan daya 5 watt saja sudah cukup terang.
6. Mengulur waktu memasak nasi dan menghangatkannya
Pemakaian rice cooker/ magic com juga perlu ditinjau kembali. Kalau dulu masak nasi jam 4 pagi ulur aja dah sampai jam 4.30 atau lebih siang lagi di hari libur. Malam juga gituh, cepet-cepet dicabut aja penghangatnya agar lebih hemat listrik juga. 

Semoga tips sederhana ini bermanfaat bagi yang membaca.

Share:

7 Rahasia Booster Tea Ibu Menyusui

Hari ini saya nyengir kuda baca status facebook seorang teman yang menulis: sedang berpikir untuk nggak mau punya anak lagi eh lah kok memori fb saya menayangkan foto bayi. 
Hahaha si teman membayangkan repotnya mengurus bayi lagi mengingat putranya sudah tiga. 

Lalu saya terbawa memori mengenang saat anak-anak saya baru dilahirkan. Satu hal yang menyisakan rasa haru, pilu, gemas, campur aduk tak karuan adalah masa saat saya mengalami kesulitan memberikan ASI. Produksi ASI saya saat Rafif dan Radit bayi bisa dibilang jauh dari mencukupi. Padahal sejak hamil saya sudah rajin mengkonsumsi sayur dan kacang-kacangan yang konon membantu produksi ASI. Usai melahirkan saya rutin mengkonsumsi susu ibu menyusui yang dilengkapi daun katuk. Saya juga mendapatkan suplemen untuk booster ASI dari dokter tetapi tanpa merk. Tapi hasilnya masih minim dan terpaksa memberikan susu formula sebagai tambahan. Kasihan sekali mengingat si kecil masih menangis dan berusaha mencari tambahan ASI padahal dua-duanya sudah kosong melompong.

Saya sempat sedih, tertekan dan merasa bersalah karena tak mampu memberikan yang terbaik. Tetapi kemudian saya bertawakal. Bukankah saya sudah mempraktekkan berbagai macam tips, berikhtiar sekuat tenaga agar bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan anak-anak?

Produksi ASI yang tidak mampu maksimal bisa terjadi karena banyak hal:
1. Genetis. Ibu saya menyatakan bahwa beliau dahulu juga kesulitan memberikan ASI dan memutuskan memberikan susu formula bagi anak-anaknya. Benarkah produksi ASI dipengaruhi oleh genetis? Entahlah. Mungkin kaitannya dengan penurunan sifat genetis tubuh yang tidak mampu kadar prolaktin sesuai kebutuhan ibu menyusui.

2. Kondisi psikologis. 
Kondisi psikis ibu juga berpengaruh terhadap kadar hormon yang mendorong produksi ASI.
Rasa tertekan, stress karena merasa tidak mampu memproduksi ASI secara mencukupi, kebingungan karena usai cuti melahirkan harus segera bekerja kantoran kembali mungkin menjadi penyebab mengapa produksi ASI saya tidak maksimal

3. Kurang nutrisi
Bisa jadi nutrisi yang saya konsumsi kurang mencukupi. Saya tidak diet atau membatasi makanan, berat badan saya naik hingga dua puluh kilogram (dan nggak bisa turun lagi sampai saat ini hehehe) tetapi kemungkinan zat gizi untuk produksi ASI masi jauh dari kadar seimbang. Akibatnya saya hanya menumpuk lemak dan produksi ASI tidak maksimal. Ini juga kesalahan saya, kurang mampu memilih suplemen untuk booster ASI yang tepat. Ah coba saja saya sudah kenal ASI Booster Tea

Tempo hari saat menerima hadiah lomba blog saya mendapatkan beberapa leaflet, salah satunya tentang kegunaan ASI Booster Tea

Membaca leaflet tersebut saya jadi baper, ih kalau saja kenal dengan suplemen ibu menyusui ini delapan dan dua belas tahun lalu. Lha ya bagaimana nggak baper kalau ASI Booster Tea ini bisa diminum kapan saja, rasanya tidak pahit seperti jamu dan bisa ditambah pemanis sesuai selera layaknya teh biasa. Minuman herbal seperti ini ampuh meningkatkan ASI, 100 persen halal dan aman untuk ibu dan bayi.

Penasaran lagi saya kembali meneliti kandungannya. KEPO nih karena suppliernya mengklaim bahwa suplemen yang terdiri dari 100 persen senyawa herbal dari Mediterania dan Asia Selatan mampu meningkatkan produksi ASI hingga 900 persen!

Ternyata ini dia rahasia senyawa yang terdapat dalam ASI Booster Tea:
1. Fenugreek
Stimulator potent ini telah dikenal sebagai herbal peningkat produksi ASI di India dan Timur Tengah. Food and Drug Administration mengklasifikasikannya pada golongan GRAS (Generally Regarde As Safe). Menurut penelitian terbukti bahwa setelah mengkonsumsi ASI Booster TEA 1200 wanita yang ditunjuk sebagai percontohan mampu meningkatkan produksi ASInya dalam 24-72 jam
2. Anise
Merupakan tanaman fitoestrogen yang berasal dari Mediterania Timur dan Asia Selatan. Di Mesir Anise dimanfaatkan sebagai minuman untuk ibu menyusui. Anise juga dapat membantu menyembuhkan berbagai macam gangguan perut seperti kolik, kembung dan nyeri haid serta membantu mengurangi keluhan batuk dan asma
3. Fennel 
Herbal yang telah dikenal sejak zaman Yunani kuno ini mampu meningkatkan kualitas ASI karena mengandung flavonoid dan kumarin. Kedua zat ini merupakan golongan fitoestrogen yang membantu mengembangkan jaringan payudara.
4. Moringa
Merupakan herbal yang berasal dari pegunungan Himalaya, India. Moringa dikenal sebagai senyawa yang mampu memicu produksi hormon prolaktin karena kaya protein seperti asam amino esensial seperti metionin, histidin, leusin, isoleusin, threonin, valin, arginin, lisisn, triptofan dan valin. Moringa juga mengandung vitamin A dan C, kalsium, kalium dan zat besi serta antioksidan dan fitonutrien (alpha-carotene, beta-Carotenen, beta-cryptoxanthin, lutein, zeaxanthin dan klorofil)
5. Habbatussauda
Zat yang satu ini memang tak diragukan manfaatnya bagi stamina dan obat segala penyakit. Kandungan asam linolnya mampu meningkatkan fungsi otak. Habbatusauda juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari serangan virus, kuman dan bakteri
6. Alpinia Powder
Bahan ini mengandung zat gingerol membantu menekan prostaglandin yang sifatnya menghambat produksi enzim siklo oksigense sehingga bisa merangsang produksi ASI. Alpinia powder juga mengandung alphalinolenic acid yang bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan produksi getah bening dan menghindarkan terjadinya pendarahan di luar siklus menstruasi. Eh ada bonusnya, yang paling disukai wanita yaitu membantu melangsingkan perut dan memperlambat penuaan dini. Kandungan farnesal pada Alpinia Powder membantu ibu baru melahirkan meraih berat badan idealnya dan awet muda bo'
7. Cinnam (Verum Powder)
Berperan mengurangi kadar kolesterol LDL, memiliki senyawa alami anti infeksi dan membantu mengurangi rasa sakit terkait arthritis terutama pasca operasi caesar (post partum) dan mengandung senyawa alami cinnamaldehyde yang menurut penelitian membantu meningkatkan hormon progesteron bagi wanita.


Wah pantas saja jika produksi ASI bisa meningkat hingga 900 persen setelah mengkonsumi suplemen herbal yang bisa diseduh layaknya minum teh. Sampai para artis pun mengakuinya.



Cara menikmatinya sangat mudah: cukup dengan menyeduh ASI Booster Tea 1 sendok makan penuh dengan air hangat 500 ml. Minuman ini bisa disajikan panas atau dingin serta bisa ditambahkan gula/gula batu/ madu sesuai selera. Agar hasil maksimal baiknya sajian herbal seduh ini dinikmati tiga kali sehari dam secara bertahap dikurangi menjadi dua cangkir perhari hingga cukup satu cangkir sehari. Tak lupa harus banyak minum air putih minimal 1,5 liter sehari. Ibu menyusui kan nggak boleh dehidrasi. Jadi harus banyak minum air. 

Bagusnya lagi di IG ASI Booster Tea ada tips-tips menyusui untuk memperoleh hasil maksimal yaitu:
1. Kosongkan payudara dengan pompa atau hisapan bayi dua jam sekali
2. jaga asupan nutrisi
3. Lakukan diet makanan (agar tidak obesitas tetapi nutrisi tercukupi) dan olahraga teratur
4. Rileks dan selalu berpikir positif
5. Rawat payudara dengan baik. Lakukan pijat dan selalu usap dengan lap yang telah dicelup air hangat. hindari mengenakan bra terlalu ketat dan mengenakan atau membawa sesuatu yang menekan dada terlalu ketat
6. Hindari tidur dengan posisi tubuh tertelungkup karena berpengaruh pada kelenjar susu dan produksi ASI

Nggak salah lagi ya, daripada minum suplemen yang belum ketahuan kehalalan dan manfaatnya seperti obat mengandung domperidon dan reglan yang mampu meningkatkan hormon prolaktin tetapi berefek samping atau suplemen mengandung ekstrak plasenta yang jelas dilarang dalam agama Islam bukankah lebih baik mengkonsumsi suplemen herbal dan menerapkan tips-tips menyusui yang baik dan benar.





Share:

Tips (Rahasia) Mengelola Uang Belanja

Ini seri kedua melanjutkan artikel tentang uang belanja. Komen di link facebook tempat saya share artikel tersebut membuat saya senyum sendiri:

Di status saya (sebagai prolog link artikel) yang tertulis: 

Belanja dapur 35 ribu an buat menu tiga hari kok bisa? ternyata ada rahasianya

Ada yang komen 

"ya bisa toh..yang banyak ntu jajannya ibu ibu kalo sayur ma lauk cukup segitu" "maksud saya sehari 35 cukup buat belanja..nah jajan kita beli kue beli bakso n nongkrong dsb baru itu yg bikin gede"

ada juga yang komen

"iy klo sayuran doank bund, blm beli bumbu"nya, blm lg kebutuhan laen"

Haa komen-komen begini ternyata bisa menjadi ide menulis satu artikel lagi yaitu tentang Tips (Rahasia) Mengelola Uang Belanja. Komen tersebut bisa menandakan berbagai kemungkinan:

1. Ibu-ibu ini mungkin tidak membaca link dan kurang teliti membaca status saya yang jelas >> buat menu tiga hari. Entah karena membaca postingan sepintas lalu atau sedang tidak ada kuota untuk membaca link artikel
2. Bahasa kepenulisan saya sulit untuk dipahami. Artinya saya harus belajar teknik berkomunikasi lisan dan tulisan lebih baik lagi ☺✌
3.  Ada ibu-ibu yang mungkin merasa terancam, seolah sedang dibandingkan dengan dirinya yang menghabiskan uang belanja lebih besar.

dan berbagai kemungkinan lain.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya sedang tidak membandingkan cara saya mengelola uang belanja dengan ibu-ibu lain sebab banyak faktor yang berpengaruh:
1. ndak ada orang yang mau dibandingkan dengan orang lain, termasuk saya
2. gaya hidup orang lain pasti berbeda dengan diri kita. Misalnya ada yang doyan banget buah dan butuh dana khusus untuk belanja buah tentunya membutuhkan uang belanja lebih besar daripada keluarga saya yang doyannya cuma jus buah dan sop buah yang kadang dibeli seminggu sekali. Jumlah anggota keluarga juga sangat berpengaruh. Lebih banyak *penduduk* tentu lebih besar pula anggaran dan biaya konsumsinya toh.
3. harga-harga barang tidaklah seragam. Di luar Jawa harga barang di pasar pasti jauh lebih mahal daripada di kota kecil tempat saya tinggal. Tentu biaya hidupnya jauh lebih tinggi.

Jadi, beneran saya pernah belanja 35ribuan itu untuk makan tiga hari untuk tiga orang (makan siang suami bawa bekal dari rumah). Tentu saja saya tak menghitung harga gas, gula, garam, kecap, merica bubuk, telur, bawang putih yang masih ada sisa dari hari-hari kemarin. Kok bisa sih? masih penasaran. Gini nih, dari hasil belanja saya itu kan saya merencanakan menu ayam suwir, bothok tahu tempe, pepes untuk tiga hari

hari pertama:
Sarapan tahu tempe penyet
makan siang dan malam ayam suwir. Karena si bungsu minta nasi goreng maka sisa ayam suwirnya saya goreng berikut nasi, tambahkan kecap sedikit

hari kedua:
Sarapan: tempe crispy dengan sambal kecap
Makan siang dan malam: bothok tahu tempe. Buat si Papa ada tambahan telur ceplok

hari ketiga:
Sarapan: Tempe goreng biasa dengan sambal bawang
Makan siang dan malam: pepes ikan pindang

Lha beneran kan, memang segitu bisa untuk tiga hari. Kalau kehabisan lauk buat makan malam atau bosan paling ya bikin nasi goreng, dadar telur atau goreng telur mata sapi. Bikin tahu telur. Pokoknya semaksimal mungkin memanfaatkan stok yang ada di lemari dan kulkas. Saya sendiri kadang ngga makan malam, makan pagi dan siang paling juga cuma beberapa suap dan ga butuh banyak lauk (tapi kok ya berat badan gak berkurang hahaha) Dan ajaibnya lagi sering juga nih tiba-tiba ada hantaran makanan dari tetangga atau nasi kotak dari acara apalah di kantor dibawa pulang suami jadinya bisa buat tambahan lauk malam hari.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya cara hidup super sederhana saya di masa kuliah kebawa sampai saya jadi emak-emak saat ini. Maklumlah dulu sebagai anak yatim saya paham benar kondisi finansial ibu yang tidak bekerja dan tidak memiliki warisan berlimpah. Uang saku 50ribu untuk makan dll sebulan itu saya pergunakan seamanah mungkin.

Maka gara-gara komen nyetatuslah lagi saya (emang narsis banget deh saya ini, dikit-dikit nyetatus ....ampuun)

"Pernah nonton film Red Cliff dan belajar shirah Perang Badar? jumlah (pasukan) yang kecil bisa mengalahkan jumlah pasukan lebih besar. Kuncinya pada strategi, begitu juga mengelola uang belanja menghadapi harga-harga yang memanjat lebih tinggi.
Mantranya cuma satu; bismillah ya Allah cukupkanlah kami dengan rezeki yang halal agar tak tergoda mencicipi yang haram.."


Nah ini. Saya suka komen positif dari salah seorang teman SMA saya. Bener banget bahwa hendaknya kita bergantung pada Allah bukan bergantung pada hukum sebab akibat.

Saya tak perlu mengemukakan berapa uang belanja yang suami berikan. Saya bahkan tak pernah benar-benar tahu berapa penghasilan suami saya karena saya terima sekian rupiah yang boleh saya atur sedemikian rupa dan sang suami juga masih pegang uang sendiri plus bayar SPP dan mencukupi keperluan si sulung yang sedang nyantri.

Kadang suami saya suka heran: dikasih uang kok ditabuunnng aja. Lha gimana ya, saya merasa memang cukuplah dengan cara saya mengelola uang belanja itu. Saya punya target menabung sekian rupiah sebulan untuk persiapan masa depan. Mau makan enak sebagai selingan boleh silahkan beli di luar lha wong saya ga jago masak hehehe.

Setiap menerima pemberian suami doa saya memang seperti yang saya tulis di status itu. Alhamdulillah anak-anak saya juga ga rewel soal makanan. Kalau mereka nanya menu makannya apa ya saya jawab: harusnya bertanya itu bukan menunya apa, tetapi yang kita makan ini halal atau tidak hihihi.

Memang soal makanan kami tak pernah berlebihan. Saya pernah beli satu ekor gurami ukuran sedang seharga 12 ribu rupiah, lalu masak ikan bakar, bumbunya hanya garam, bawang putih dan ketumbar goreng sebentar lalu dilumuri margarin dan kecap. Dimakan bareng sambal kecap dan sambal tomat. Lha menu begini ini cukup untuk bertiga dari siang sampai malam.

Masalah baju dan lain-lain juga begitu. Kami terbiasa membeli kalau yang lama sudah usang atau rusak. Sepatu sekolah anak-anak saya cuma sepasang. Baju tak mesti setahun sekali beli, tergantung kebutuhan saja. Apalagi baju emak dan bapaknya hehe. Nongkrong di mall makan di kafe, foodcourt? sekali setahun aja belum tentu hehehe karena memang ngga hobi. Saya cuma khawatir, kelak tak pantas tinggal berdekatan dengan Rasulullah yang hidupnya sangat sederhana, gamis pun hanya punya dua. Saya khawatir dari rezeki yang kami terima sebenarnya masih banyak yang harusnya dimiliki orang lain yang lebih berhak. Setiap melihat baju atau jilbab bagus, yang ada di pikiran saya: kelak toh yang dibawa mati hanya lima lembar kain kafan dan baju saya yang tak lebih dari lima gamis itu masih bisa menutup aurat dengan cukup baik (ngga ada yang robek atau bolong)
Sekali lagi hal begini jangan dibandingkan dengan yang lain, ini sekedar cerita lalu saja.

Kembali ke masalah mengelola uang belanja saya biasa menyisihkan tabungan di "depan" maksudnya saya menabung bukan dari sisa uang tetapi saya sudah mentergetkan sekian sekian. Misalnya...sekali lagi misalnya...saya terima dari suami 1,5 juta sebulan. Saya langsung sisihkan untuk menabung 1 juta rupiah. Sisanya: 300 ribu untuk iuran RT dan belanja dapur, 200 ribu untuk bayar listrik dan PDAM. Alhamdulillah cukup. Kebutuhan sekolah si bungsu kadang saya ambil dari uang belanja, kadang saya ambil dari uang yang saya peroleh dari fee menulis atau menang lomba. Beras dan kadang telur suami yang belikan dari uang yang dia pegang.

Jadi beginilah tips saya mengelola uang belanja, yang sekarang sudah nggak jadi rahasia lagi:
1. Sisihkan uang tabungan sesegera mungkin sesuai yang ditargetkan. Bismillah aja, minta dicukupkan karena kan sering tiba-tiba ada keperluan mendadak seperti menyiapkan amplop kondangan atau infaq untuk tetangga yang sakit dll
2. Atur menu seminggu
Sebelum ke pasar saya biasa menyusun gambaran menu dalam seminggu. Kalkulasi saya seharinya maksimal butuh 10 ribu saja. Sekali lagi jangan protes mannna cukuuuup :p, kembali ke poin-poin di atas
3. Siapkan uang sesuai anggaran
Saya nih kalau berangkat ke pasar di dompet sudah saya siapkan uang belanja sesuai kalkulasi, paling saya bawa 70 -100 ribu untuk belanja seminggu. Masuk pasar baca bismillah agar tidak tergoda membeli barang di luar anggaran
4. Punya kios langganan
Salah satu keuntungan punya *channel pedagang langganan* di pasar adalah kita bisa memperoleh kemudahan-kemudahan. Ya nih misalnya pedagang ayam potong tanpa diminta pas lebaran ngasih hadiah baskom atau panci (kalau nggak diberi saya juga ngga minta, sadar diri lah wong cuma belanja ayam paling setengah kilo satu minggu hihihi), atau kadang kita juga boleh minta tambahan barang tanpa perlu bayar. Saya ngga pernah nawar tapi kadang (kadang-kadang yang jarang) minta tambahan barang sedikit. Misalnya dua potong cakar ayam buat kaldu masak sop atau satu batang bumbu kunci buat masak sayur bening bayam. Mereka pun memberikan dengan ikhlas. Malah pernah nih saya beli labu siam (manisa) ukuran kecil untuk sayur eh malah ditambahin satu labu lagi dengan ukuran yang sama *cuci gudang* kalee. Eh ya info penting: kalau pas ke pasar saya juga bawa tas kain sendiri jadi pedagang-pedagang itu tak perlu memberikan tas plastik besar sebagai wadah tempat belanjaan.
5. Beli beras dan telur di distributor
Beras dan telur dibelikan suami dan beliau beli di distributor. Jadinya lebih murah loh. Beli beras biasa langsung satu zak 10 kilogram untuk sebulan. Kalau pas ada si sulung dulu beli yang 25 kilogram untuk dua bulan. Telur juga beli langsung sekilo, bisa habis dalam seminggu atau lebih tergantung konsumsi. Lebih murah daripada beli ngecer di toko kelontongan. 

Wah nggak terasa saya nulis sudah panjaaang sekali. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang membaca. Padahal rencana mau nyiapin keperluan masak buat besok pagi-pagi sekali. Menunya tongkol bumbu pedas dan tumis pare dengan pipilan jagung manis. Sarapannya bakwan jagung dengan sambal pecel (sambal pecelnya gratis, dikasih tetangga hehehe) Mau?

Share:

Belanja Keperluan Dapur 35 ribuan untuk Tiga Hari, Kok Bisa?


Suatu hari pernah "pamer" di IG macam begini:
Sebentar.. sebentar saya mau pamer hasil belanjaan ke pasar.
Ayam seperempat kilogram 8rb
Ikan pindang "marning" 3rb
Daun pisang seribu
Lombok campur 5ribu (yang rawit dua ribu yang gede 3ribu)
Sop-sopan 5 Rb
Bawang merah 1 ons 5ribu
Tempe dan tahu 3 ribu (tahu seribu. Tempe 2ribu)
Tepung beras bumbu 3ribu
Kelapa muda parut 2500
Total 35.500 (plus 500 rupiah parkir sepeda di pasar ☺) ini bisa untuk makan sekeluarga (tiga orang) tiga hari dng menu: ayam suwir, bothok tahu tempe, pepes ikan pindang, tahu dan tempe penyet dan sayur SOP.
Sebentar.. sebentar saya mau pamer hasil belanjaan ke pasar.
Ayam seperempat kilogram 8rb
Ikan pindang "marning" 3rb
Daun pisang seribu
Lombok campur 5ribu (yang rawit dua ribu yang gede 3ribu)
Sop 5 Rb
Bawang merah 1 ons 5ribu
Tempe dan tahu 3 ribu (tahu seribu. Tempe 2ribu)
Tepung beras bumbu 3ribu
Kelapa muda parut 2500
Total 35.500 (plus 500 rupiah parkir sepeda di pasar 😁) ini bisa untuk makan sekeluarga (tiga orang) tiga hari dng menu: ayam suwir, bothok tahu tempe, pepes 

Lalu teman-teman pada nanya kok bisa? nyatanya memang bisa. Karena tidak setiap hari kami mengkonsumsi sayur dan buah. Empat sehat lima sempurna? nggak tiap hari enggak apa-apa ...buat kami ...iyah, ngga bisa dibandingkan lah karena setiap orang punya gaya hidup dan menu makan yang berbeda. Kebetulan di rumah yang doyan buah kok ya cuman saya, anak-anak lebih suka dalam bentuk jus. Jadi kadang beli jus atau sop buah. Kalau pas pohon mangga depan rumah berbuah alhamdulillah ada tambahan gizi hihi. Kalau pas pengen buah beli saja yang sedang musim karena pasti harganya murah atau beli buah potong yang sepotongnya 2 ribu rupiah.

Minggu depannya ganti menu agak "mewah" sedikit seperti sambal goreng hati, daging seperempat kilo untuk dua hari dengan menu berbeda: empal dan rendang atau semur daging dan daging suwir. Saya sendiri selalu berusaha memaksimalkan yang ada. Ngga selalu ikut makan hasil masakan. Misalnya saat masak ayam panggang, saya mengalah tidak makan ayamnya tetapi menggunakan sisa bumbunya untuk nasi goreng tambah telur dadar. Seperti pas dulu masih kerja dan bawa bekal nasi goreng dadar dan bercerita pada teman saya kalau bumbunya berasal dari bumbu sisa ungkep ayam panggang si teman langsung berseru "mbak, kamu persis Mamaku, ga boleh ada makanan atau bumbu terbuang" hihihi emak-emak banget deh ya.

Saya memang hobi banget mengelola uang belanja atau uang saku sedemikian rupa. Kadang saya mikir, hemat atau pelit ya hahaha. Lha sudah biasa sejak kuliah dulu hanya berbekal uang saku 75 ribu sebulan, 25 ribunya buat bayar kost. Jadi biaya makan plus keperluan lain-lain ya harus cukup dengan 50 ribu sebulan. Uang saku itu saya atur dengan menu sehat sekali sehari, makan paginya nasi seharga 400 (empat ratus) rupiah sebungkus atau mie instan. Iyaa saya makan cuma sehari dua kali dengan menu agak mending buat makan sore. Pernah dulu pas pulang kuliah saya mampir warung nasi beli sebungkus nasi lauk ayam dan sayur buat makan sore sekaligus malam. Eh teman yang bareng nyeletuk "duh kalau aku makan menunya seperti itu ya nggak cukuplah uang sakuku" saya cuman senyum ajah, kan gak perlu dia tau bahwa itulah makan sebenarnya saya hari itu karena paginya makan mie instan. Dan itu berlaku setiap hari. Dari uang saku 50 ribu perbulan itu saya masih bisa menyisihkan lima sampai 10 ribu buat tabungan tergantung pengeluaran kadang kan perlu beli sabun, shampoo, fotokopi tugas kuliah, ongkos bis buat pulang. Kadang saya mikir kok bisa ya cukup uang segitu. Allah Maha Hebat beneran.

Alhamdulillah, perilaku super hemat itu terus berlanjut hingga saya jadi emak-emak. Suami ngasih uang belanja berapapun saya syukuri, saya terima dan kelola sebijak mungkin sepenuh hati. Target saya setiap bulan selalu harus bisa menabung karena tak ada yang bisa meramal masa depan. Tabungan yang bersumber dari uang belanja saya pernah memanfaatkannya untuk membeli tiket pesawat buat berempat saat mertua meninggal, uang simpanan itu juga pernah menjadi penolong menyambung hidup beberapa bulan ketika suami terPHK dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan sementara mau buka usaha tak punya modal.

Mudah-mudahan saja cara hidup yang demikian tetap bisa istiqomah saya terapkan tanpa merugikan dan merusak kesehatan hehe



Share:

Imajinasi Wah Bersama Bakmi Mewah

Emak-emak zaman sekarang dituntut irit. Ekonomi makin sulit, biaya hidup mampu membuat menjerit. Eits sudahlah. Sudahi epic dan mendramatisir suasana. Menangis darah pun tak membantu menambah anggaran bayar listrik (eia keluarga saya kan setia dengan 900VA jadi baru tahun 2017 ini bakal merasakan pencabutan subdisi), juga nggak bantu-bantu bayar sekolah. Anggaran makan di luar atau rekreasi? Wah itu memang tak pernah masuk dalam budget keluarga kami. Tapi tetap bersyukur dengan segala kondisi yang kami jalani. Toh kebahagiaan timbul karena kelapangan hati.
   Salah satu keribetan menjadi ibu rumah tangga adalah mengelola budget uang belanja dan menyajikan menu yang menggugah selera. Kadang suka bingung dengan budget sepuluh ribu rupiah sehari agar anggota keluarga bisa menikmati makan pagi, siang, sore tetap lahap dan saya sendiri tak butuh waktu lama untuk memasaknya. Saya biasanya memikirkan menu untuk seminggu dan pilih yang mudah dimasak pagi-pagi sekaligus untuk makan siang dan bekal suami. Makan malamnya? Kalau bisa ganti menu tapi nggak perlu mengeluarkan uang ekstra nah lo bagaimana caranya? Ya paling banter saya memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah seperti mengolah nasi menjadi nasi goreng. Membuat sambal bawang atau sajian instant. Yap! Apalagi kalau nasi sudah habis menjelang makan malam (biasanya terjadi di luar perkiraan, karena si kecil makannya nambah terus kalau pas menunya cocok dengan selera), makan di luar? Sayanglah, ingat budget pas-pasan. Solusi paling tepat adalah membuka lemari makan dan menemukan mie instant.
 
Kemasan Bakmi Mewah yang Wah


Bicara masalah mie instant, favorit kami saat ini adalah Bakmi Mewah. Terus terang saya baru tahu Bakmi Mewah karena di komen facebook salah seorang teman saya memuji Bakmi Mewah sebagai makanan instan lezat tanpa MSG. Si teman ini memang paling sensitif sama MSG. Makan menu mengandung MSG bisa membuatnya migrain sampai muntah-muntah. Konon setelah mencicipi Bakmi Mewah dia merasa OK OK saja.
Jadilah saya tergoda untuk mencoba membeli dan mengolahnya. Percobaan perdana alhamdulillah sukses. Membuatnya mudah dan sensasi rasanya benar-benar wah. Rasanya tidak tajam di tenggorokan, sepertinya feeling teman saya bahwa bakmie mewah itu ngga pakai MSG tepat ya. Karena biasanya rasa tajam di tenggorokan disebabkan penyedap rasa yang berlebihan. Istimewanya lagi Bakmi Mewah tidak membuat haus setelah memakannya dan serasa bukan mie instan sama sekali. Aromanya yang menggugah selera dan tentu saja topingnya: ayam dan jamur asli yang juicy dan yummy di lidah.
Bakmi Mewah yang biasa saya sajikan dengan irisan cabe rawit merah

Bakmi Mewah sering menjadi penolong saya di rumah. Selain untuk variasi menu juga siap saji di kondisi-kondisi “kritis” seperti kelaparan dan jatah nasi sudah habis hihihi. Seperti kali ini saat kami baru pulang dari menjenguk si sulung yang sedang nyantri di salah satu pondok pesantren di Banyuwangi. Badan pegal-pegal usai perjalanan jauh, ke pasar masih enggan padahal perut minta diisi buat santap siang. Walhasil saya membuat kreasi Bakmi Mewah.
Psst jangan disangka kreasi saya yang susah-susah. Badan lagi pegel saya juga nggak mood masak ribet. Saya hanya mengkreasikan cara menyajikan Bakmi Mewah yang terinspirasi Flying Noodle hahaha. Beneran nih, pernah dibuat berdecak kagum melihat posting teman di Instagram yang memamerkan Flying Noodle menu pilihannya di sebuah kafe. Saya tanyakan padanya ternyata rasanya seperti mie biasa tapi entah dikreasikan dengan alat apa hingga bisa tampak seperti mienya sedang melayang. Saya sih hanya menemukan batang penopang gelas yang bisa dicopot dari tempatnya dan garpu sebagai penahan.
Yuk simak cara membuatnya:
1.   Didihkan air dalam panci secukupnya. Masukkan Bakmi Mewah dan sayuran kering ke dalamnya selama kurang lebih 3 menit


2.   tiriskan

3.   tuangkan kecap dan minyak (serta saos sambal jika suka)

4.   aduk rata. Lalu tuangkan daging ayamnya.

5.   Sajikan
Kebetulan saya pecinta jamur maka sajian Bakmi Mewah saya tambahkan jamur kuping hitam yang ada di kulkas sekaligus berfungsi sebagai hiasan. Juga telur rebus untuk tambahan lauk (kan sajian istimewa ini dimakan bertiga) plus kripik melinjo hasil gorengan sendiri sebagai penambah sensasi

Cara menyajikannya butuh kesabaran karena mienya harus ditata sedemikian rupa hingga penopangnya tidak terlihat. Untung saja tekstur Bakmi Mewah yang kenyal, licin, tipis, lembut dan tidak mudah putus cocok sekali untuk kreasi Flying Noodle. Terakhir sematkan garpu sebagai penahan serta mengesankan garpunya ikut melayang. “Ma seperti gunung Mie yang meletus memuntahkan lahar” kata Raditya.
Flying Noodle ala Bakmi Mewah


Lumayan unik kok hasilnya ya (eaaa dipuji sendiri) Rasanya juga lezat lha wong Bakmi Mewah gitu lho. Cara membuatnya pun mudah, cukup 2,5 – 3 menit. Ngga bikin keringatan atau tangan dan baju berbau bumbu dapur. Hasilnya? serasa sedang makan Flying Noodle ala chef ternama tanpa harus keluar rumah. Tertarik untuk mencobanya kan? yuk praktekkan dan rasakan sensasi makan Bakmi Mewah dengan Imajinasi Wah!

Seperti Gunung Mie yang memuntahkan lahar :D

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.