catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Asian Games 2018 Ajang Optimisme Indonesia

Sungguh menarik mengikuti berita-berita, kisah dan perjalanan menuju pembukaan Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 Agustus 2018. Seperti dirilis https://asiangames2018.id acara pembukaan ini akan dibuka dengan sebuah tontonan kolosal yang melibatkan sekitar 6000 artis, musisi, penari kreatif dan tenaga produksi serta kreatif. Sebuah acara pembukaan yang super kolosal dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pembukaan Asian Games 2018, Sebuah Pertunjukan Kolosal Pemersatu Perbedaan 
Bhinneka Tunggal Ika akan membuka opening ceremony Asian Games 2018 di Indonesia. Sumber gambar; https://asiangames2018.id
Beberapa hal yang menarik perhatian dari kirab obor dan penyelenggaraan Asian Games ini adalah:
1.    Api Mrapen ini diserahterimakan kepada mantan atlit tenis Yustedjo Tarik dan atlit bulutangkis Susi Susanti yang bertugas mengawal api dari India. Momen yang seolah menitipkan pesan optimisme estafet prestasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sumber: https://twitter.com/setkabgoid
2.    Kirab Obor Asian Games 2018 (Torch Relay) dilaksanakan dengan melalui obyek-obyek wisata andalan nusantara yaitu Candi Prambanan Yogyakarta, Gunung Bromo Probolinggo, Kawah Ijen Banyuwangi, Istana Tampak Siring Bali, Panta Kuta Bali, Raja Ampat Papua, Pulau Kemaro Sumatera Selatan, Danau Toba Sumatera Utara, Istana Siak, Riau, Jembatan Ampera Sumatera Selatan, Museum Nasional Jakarta dan Kepulauan Seribu. Rute ini bukan tanpa alasan. Dari sinilah tercipta optimisme perhatian dunia akan terpusat pada obyek-obyek wisata yang disinggahi Torch Relay. Sebuah kesempatan yang sangat berharga
Sumber: https://twitter.com/setkabgoid
3. Lokasi penyelenggaraan Asian Games 2018 bukan hanya di Jakarta dan Pulau Jawa. Suatu kemajuan dan optimisme luar biasa. Jakarta dan Pulau Jawa tak lagi menjadi pusat perhatian dan kepercayaan untuk sebuah penyelenggaraan acara akbar kelas dunia. Asian Games 2018 kali ini diselenggarakan di Palembang dan Jakarta dan beberapa kota di Jawa Barat dan Banten untuk cabang olahraga tertentu. Penyelenggaraan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan di Indonesia telah mulai merata hingga ke luar Jawa. Bangsa Indonesia optimis, pagelaran akbar sekelas Asian Games bisa berjalan lancar dengan fasilitas yang memadai meski dihelat di luar Pulau Jawa.
4.    Maskot Asian Games 2018 tak hanya satu, melainkan tiga.
Asian Games kali ini mengangkat semangat Energy Of Asia. Asian Games 2018 diselenggarakan di Indonesia sebagai negara yang kaya keberagaman budaya, bahasa dan peninggalan sejarah. 


Sumber: https://twitter.com/setkabgoid
Menariknya tiga maskot Asian Games ini mengingatkan kita untuk peduli pada kelestarian lingkungan terutama satwa langka. Maskot tersebut adalah:

1.  Bhin 
   Melambangkan strategi dan terinspirasi dari burung Cenderawasih. Maskot yang mengenakan rompi bermotif khas Asmat ini mengingatkan keindahan bumi Papua dan populasi Cenderawasih yang semakin menurun karena kerusakan habitan dan pemburuan liar. Maskot ini menjadi simbol optimisme sebagai hasil dari strategi ketika terjun dalam sebuah kompetisi.
2.    Atung
Maskot ini terinspirasi dari rusa bawean yang hanya ditemui di Pulau Bawean Jawa Timur. Maskot Atung yang mengenakan kain motif Tumpal khas Jakarta melambangkan kecepatan dalam bergerak sekaligus optimisme dalam berjuang.
3.    Kaka
Kaka adalah maskot yang mengenakan kain penutup dada bermotif bunga khas Palembang, terinspirasi oleh badak bercula satu. Ia melambangkan optimisme dan lambang kekuatan. Sekaligus mengingatkan bahwa populasi badak bercula satu semakin langka dan hanya dapat ditemui di Taman Nasional Ujung Kulon.

Asian Games 2018 sungguh pagelaran akbar yang sayang jika dilewatkan. Mari kita berdoa agar optimisme kita bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik benar-benar terlaksana sesuai harapan, sekaligus mampu meraih prestasi sebagai juara umum dengan cara sportif dan terhormat.

Daftar Pustaka: https://asiangames2018.id dan https://twitter.com/setkabgoid 

Share:

Lima Cara #DukungCerdasnya Buah Hati Kita Agar Mereka Bahagia

“Selamat Bu mas Radit ranking satu. Mas Radit ini anaknya cerdas sekali Bu” kata wali kelas si bungsu saat saya mengambil raportnya kelas satu madrasah dahulu. Alhamdulillah, prestasi ranking satu di kelas pun tetap ia pertahankan selama tiga tahun berturut-turut..
Cerdas, biasanya identik dengan nilai raport. Namun bagi saya kecerdasan tidak harus selalu mengacu pada nilai-nilai akademis. Maka setiap menerima raport tanpa bermaksud mengabaikan pujian sang guru, saya balik bertanya “Bagaimana dengan perilaku Radit di sekolah Bu?”  Jawaban ibu guru melegakan saya “Alhamdulillah, mas Radit aktif di kelas, rajin menyelesaikan tugas dan sopan terhadap guru dan rekan-rekannya”

Jika Howard Gardner membagi kecerdasan menjadi delapan poin, saya memilih menyederhanakannya menjadi tiga poin saja. Menurut saya #AnakCerdasItu setidaknya memiliki salah satu dari kecerdasan akademis, kecerdasan sosial - emosional dan kecerdasan intelektual. Anak cerdas adalah anak yang mudah memahami segala sesuatu dan punya kemampuan menyelesaikan permasalahan.
1.    Kecerdasan Akademis
Kecerdasan akademis bisa diukur dari nilai ujian, nilai raport, cepat tanggapnya siswa ketika diajukan pertanyaan dan menyelesaikan tugas sekolah. Perlu ditegaskan bahwa nilai-nilai raport dan ujian tersebut murni hasil kerja kerasnya sendiri sebagai bagian dari proses pendidikan dan memahami pelajaran, bukan hasil mencontek dan kecurangan.
Bersama Wali kelas saat menerima piala dan hadiah kenaikan kelas
2.    Kecerdasan sosial - emosional
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi. Termasuk mengendalikan amarah, menumbuhkan empati dan simpati dan memahami kelebihan dan kekurangan diri. Anak yang cerdas secara emosi mampu mengendalikan diri, mampu membedakan hal yang baik dan buruk, tidak berlebihan dalam mengungkapkan ketidaksukaan maupun saat merayakan kemenangan. Saya bersyukur, meski masih dalam tahap belajar mengontrol emosi, tetapi saat meluapkan kemarahan perilaku Radit masih dalam batas kewajaran. Radit juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan memiliki rasa setia kawan. Ia tak segan berbagi bekal di sekolah, membawakan makanan dan minuman untuk teman-teman bermain bolanya. Ia juga selalu berupaya menyisihkan uang sakunya untuk berinfaq di kotak masjid sebelum sholat subuh.
Kami mengajarkannya berbagi sejak usia dini
3.    Kecerdasan intelektual.
Kecerdasan intelektual berbeda dengan nilai akademis. Sebab bisa jadi seseorang punya nilai akademis tinggi, tetapi di luar sekolah atau ujian-ujian akademis ia kurang mampu memecahkan masalah. Kecerdasan intelektual merupakan kombinasi dari kemampuan akademis sekaligus kemampuan menyelesaikan permasalahan.
Mencuci sepedanya sendiri yang berlepotan lumpur sepulang sekolah, tanpa menunggu instruksi
      Alhamdulillah, selama ini saya melihat Radit berpotensi mengembangkan kemampuan dan kecerdasan intelektualnya. Ia cukup mandiri berkaitan dengan urusan pribadi dan sekolah. Bahkan tetangga memuji kemandiriannya ketika ia terpaksa dititipkan selama tiga hari di rumah beliau ketika ayahnya harus rawat inap di rumah sakit.
   Kecerdasan intelektual juga berkaitan dengan cara berkomunikasi dengan sesama serta kesadaran akan hubungan dengan Tuhan. Sebagai orang tua saya merasa punya kewajiban mengenalkan anak dasar-dasar beribadah. Alhamdulillah di usia 8 tahun Radit sudah punya kesadaran berupaya menunaikan sholat lima waktu berjamaah di masjid tanpa diperintah. Ia juga mampu membaca Al Quran dengan bacaan yang benar dan pernah ditugaskan bertilawah sebagai pembuka acara halal bi halal di RT.



Memiliki anak cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Namun mewujudkannya tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan proses yang cukup panjang. Dalam perjuangan membentuk pribadi #AnakCerdasItu saya melakukan langkah-langkah berikut:
1.    Memberikan tauladan, bukan sekadar perintah
Jika kecerdasan akademis membutuhkan ketekunan belajar dan berlatih, kecerdasan intelektual membutuhkan tauladan, bukan sekadar himbauan. Mengajak Radit berbuka bersama anak yatim atau memotivasinya memasukkan uang ke kotak infaq lebih mengena daripada sekadar berceramah “perbanyak sedekah”  Saya dan suami mengajaknya berangkat bersama sholat berjamaah ke masjid daripada menyuruhnya ke masjid tapi kami sendiri memilih sholat di rumah.
Terbiasa sholat berjamaah sejak usia 4 tahun

2.    Mendukung bakatnya
Radit senang sekali bermain bola. Sebagai bentuk dukungan kami membelikannya sepatu futsal. Hobinya bermain bola menggali kreativitasnya dan menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya kerja berkelompok sehingga ia pun terstimulasi untuk lebih cerdas secara sosial.
salah satu prestasi karena hobinya bermain bola
3.    Tidak membebani dengan target
Saya tak pernah membebani Radit dengan target atau pencapaian prestasi.  Namun memberikan penghargaan atas prestasi yang diraih. Metode serius tapi santai membuatnyalebih rileks, tidak tegang saat menghadapi ujian meski tetap rajin belajar. “Belajar adalah untuk mendapatkan ilmu, bukan sekadar mengejar nilai ujian” ini yang saya tekankan.
Yeaay yuk main game setir mobil sebagai hadiah prestasi ranking satu

4.    Memberikan nutrisi dan multivitamin yang tepat
Nutrisi dan gizi yang tepat akan membuat tubuh anak-anak kuat, sehat dan tumbuh kembangnya optimal. Terkadang saya merasa perlu memberikan multivitamin untuk membantu menjaga stamina sekaligus menunjang kecerdasan otak. Kebetulan pernah coba Cerebrofort Gold. Multivitamin ini mengandung AA, DHA, EPA, L-Glutamic Acid dan Folic Acid yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Serta mengandung vitamin A,C,D,B kompleks dan Biotin yang membantu memelihara kesehatan dan membantu metabolisme tubuh.
Cerebrofort Gold, Multivitamin tepat sesuai kebutuhannya
5.    Mengiringinya dengan doa
Tuhan Maha Kuasa atas segalanya. Kita patut mengiringi segala ikhtiar untuk membentuk anak cerdas dengan doa

Memiliki anak yang cerdas adalah dambaan orang tua, namun prosesnya tetap harus dinikmati dengan segala tantangan di setiap fase kehidupan kita. Diperlukan ketekunan, tauladan, keikhlasan untuk menerima anak-anak apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Mungkin mereka kurang optimal di satu bidang, tapi menunjukkan kecerdasan di bidang lain. Maka #DukungCerdasnya dengan segenap jiwa. Jika mereka merasa didukung dan dihargai, secara psikologis anak-anak akan merasa bahagia, sehingga bakat dan potensinya tergali, kecerdasannya pun teroptimasi.
Share:

Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid, Memiliki Kulit Wajah Cerah Bukan Hal Yang Sulit


Tanggal 15 Juli 2018 lalu saya berkesempatan menghadiri undangan dari Splash Corporation dalam acara Launching Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid di Four Points Hotel, Surabaya. Saya tahunya Maxi-Peel ini produk skincare, tapi detailnya seperti apa, tentu masih penasaran. Hati pun terasa harap-harap cemas, berharap mendapat jawaban berkaitan dengan pertanyaan si kecil tempo hari.



“Ma, kening Mama kok yang bagian atasnya menghitam ya?” tanya Radit suatu ketika. Di usia saya yang sudah kepala empat ini memang kulit wajah mulai tampak bermasalah. Kulit wajah saya sebenarnya cenderung normal, tidak berminyak dan tidak terlalu kering. Tetapi tampak kusam dan warnanya tidak merata. Di bagian atas kening dan sebagian pipi. Sedih juga sih, sebagai wanita saya memang tidak muluk-muluk menginginkan wajah putih flawless seperti artis Korea. Namun setidaknya memiliki wajah sehat, cerah adalah impian saya juga.

Fokus ke dahi bagian atas, hi

Beberapa produk krim malam dan siang pernah saya coba tetapi belum ada yang memberikan hasil memuaskan. Saya sendiri tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan kulit wajah saya terlihat tak sama. Hingga jawabannya saya temukan dalam acara yang dikemas sebagai gathering tersebut. Hadir dalam acara ini dr. Inneke jane SpKK dermatologist dan Charmaine E Sales selaku Brand Manager Personal Care Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid.
.


Apa sih Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid itu?
Splash Corporation adalah sebuah perusahaan terkemuka di Filipina yang bergerak di bidang personal care, manufaktur, makanan, pemasaran dan distribusi di Filipina dan pasar internasional. Splash awalnya adalah perusahaan sekelas home industry dengan modal 12.000 peso atau 240 USD. Saat ini aset Splash corporation mencapai 4 Miliar Peso atau sekitar 8 juta USD. Bagusnya perusahaan yang bermarkas di Bulacam Filipina ini tidak hanya konsen dengan omzet produksi namun juga memiliki lahan pengolahan limbah seluas 3 hektar sebagai kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Berkat Maxi-Peel Exfoliant Fluid, Memiliki Kulit Cerah Bukan Hal Yang Sulit

Sebagai penduduk di negeri iklim tropis wanita Filipina juga menghadapi masalah kulit yang sama dengan Indonesia. Mereka mengkhawatirkan kulit wajah yang mudah kusam. Dari penjelasan dr. Inneke Jane, SpKK, salah satu penyebab kulit kusam adalah menumpuknya sel kulit mati di permukaan wajah. Secara natural kulit manusia memiliki proses regenerasi secara natural setiap 28 hari sekali. Tetapi seiring bertambahnya usia proses regenerasi kulit akan semakin melambat.

Proses regenerasi kulit seiring bertambahn
Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid hadir sebagai jawaban dari keresahan wanita yang menderita kulit wajah kusam tak bercahaya tetapi khawatir dengan efek samping perawatan eksfoliasi yang menyebabkan kulit iritasi, menipisnya kulit wajah dan mudah berjerawat. Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid adalah exfoliant ringan yang aman digunakan. Di Filipina market sharenya mencapai 85 persen untuk kategori produk eksfoliasi dan share sebesar 8,7 persen dalam pasar perawatan wajah secara keseluruhan pada Desember 2015.

Pentingnya Perawatan Wajah Dengan Exfoliasi

Perawatan khusus untuk kulit wajah membantu mengoptimalkan proses regenerasi kulit. Salah satu caranya adalah dengan perawatan eksfoliasi atau peeling. Namun produk exfoliant seringkali membuat kulit terkelupas dan kemerahan. Biaya exfoliasi di salon pun cukup mahal (persis seperti kekhawatiran saya terhadap perawatan exfoliasi, mahal dan khawatir efek samping) Splash Corporation menjawab kebutuhan wanita Philipina dengan mengenalkan produk exfoliant yang membantu membersihkan, mengangkat atau mengeksfoliasi sel-sel kulit mati sehingga wajah terlihat lebih cerah tanpa menyebabkan iritasi. Produk tersebut adalah Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid
Khasiat istimewa dengan harga berkisar 20 ribu rupiah saja
Apa akibatnya jika sel kulit mati menumpuk di permukaan? dr. Inneke jane SpKK secara gamblang menjelaskan susunan kulit di wajah manusia dan apa akibatnya jika proses regenerasi kulit terhambat. Kulit wajah terdiri dari empat lapisan. 
Empat lapisan kulit manusia
Secara alami seharusnya sel kulit yang baru tumbuh akan terus terangkat hingga ke permukaan menggantikan sel kulit yang telah mati. Namun pada kenyataannya sel kulit yang telah mati tidak mudah terlepas. Jika kita tidak mengupayaan perawatan eksfoliasi, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah:
1.    Kulit wajah menjadi kusam
2.    Muncul flek-flek hitam
3.    Lebih mudah tumbuh jerawat sebab tersumbatnya kelenjar keringat di kulit wajah oleh tumpukan sel kulit mati
4.   Penuaan dini disebabkan oleh hidrasi kulit yang terhambat oleh menumpuknya sel kulit mati.
 Kini Maxi-Peel hadir di Indonesia, psst saya jadi ikut senang dong sebab penasaran juga ingin mencoba khasiatnya. 

Perjuangan Splash Corporation mengenalkan merk dagangnya di nusantara butuh perjuangan lama. Tahun 2004 Splash Corporation pernah mengajukan permohonan merk dagang dari produk eksfolian andalannya, Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid namun pengajuan tersebut ditolak pada tahun 2010. Baru kemudian di tahun 2011 Splash Corporation kembali mendaftarkan merk dagangnya di Indonesia dan berhasil mendapatkan persetujuan pada Maret 2018.

Serius mencatat. Foto milik mbak Sugi Harti, teman blogger yang kebetulan satu meja dalam gathering kali ini

Bagaimana Cara Penggunaan Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid dan Manfaatnya dalam Menjaga Kesehatan Kulit Wajah

            Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid berupa cairan yang terbuat dari alkohol denat, air, niacinamide, glycolic acid dan lactic-acid (membantu pengelupasan kulit secara alami), salicylic acid (membantu mengangkat kotoran), glycerin, caprylic/capric triglyceride, sodium ascorbate, tocopherol, retinol, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Fragrance, Tetrahydrodiferuloylmethane, bisabolol, menthol.

            Ditinjau dari kandungan zatnya, Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid mengandung vitamin A (membantu mencegah timbulnya jerawat), vitamin C (membantu menjaga sel kulit vitamin D (membantu melembabkan kulit dan memperkuat pertahanan kulit daripaparan sinar UV sehingga menyamarkan flek kulit hitam) dan vitamin E (meningkatkan hidrasi, mencegah kulit kemerahan serta membantu kulit lebih cerah). Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid juga mengandung BHA micro-exfoliant yang membantu memperkecil pori-pori wajah sehingga wajah tampak lebih halus bercahaya dan AHA micro-exfoliant yang membantu menyamarkan bekas jerawat atau flek hitam di wajah.
Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid membantu kita memiliki kulit sehat, berseri secara alami

Manfaaat Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid
1.  Membantu proses pengangkatan sel kulit mati tanpa menampakkan pengelupasan pada kulit
2.    Kulit tidak tampak kemerahan
3.    Mencegah timbulnya jerawat
4.    Membantu mencerahkan kulit
5.    Membantu kulit menjadi lembut

Keunggulan Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid
1.    Kombinasi exfoliant dan toner wajah yang lembut
2. Memberikan manfaat ekfoliasi secara alami tanpa menyebabkan kulit menjadi kemerahan
3.    Bahan yang digunakan sesuai peraturan yang berlaku
4.    Pemakaian seperti menggunakan produk toner wajah
5.    Dapat digunakan setiap hari

Cara Menggunakan Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid. 
Produk ini dianjurkan untuk dikenakan pada malam hari menjelang tidur. Digunakan sebelum mengenakan krim malam. 
1.    Bersihkan wajah dengan facial wash/facial soap
2.    Keringkan wajah dengan handuk lembut
3.    Teteskan 3-5 tetes Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid pada kapas kecantikan

4.  Usapkan kapas yang telah ditetesi Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid pada kulit wajah dan tepuk-tepuk lembut dengan gerakan ke atas.
5.  Jeda sejenak (saya menunggu 30 menit), sebelum mengoleskan krim malam

Hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan penggunaan Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid
1.    Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid boleh digunakan setelah mengenakan tabir surya di pagi hari. Sebab produk tabir surya mengandung bahan aktif yang membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari
2.   Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid tidak bisa digunakan bersama toner. Produk ini mengandung alkohol sehingga bisa digunakan bersama larutan facial lain yang mengandung alkohol. Karena bisa muncul reaksi kimia dan menyebabkan kulit kering.
3.   Reaksi yang mungkin timbul dengan penggunaan Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid bisa berbeda antara satu orang dan lainnya: pada kulit sensitif ada kemungkinan munculnya jerawat dan komedo di bawah kulit tergantung pada jenis kulit. Ini juga pertanda kulit sedang diperbarui. Mungkin juga ada sedikit rasa pedih karena produk alkohol pada umumnya. Jika muncul alergi yang ditandai dengan munculnya ruam dan rasa gatal maka hentikan pemakaian dan konsultasi dengan dokter
4.    Berapa lama bisa dilihat hasil pemakaian Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid? Pada minggu pertama awal pemakaian sudah tampak efeknya. Jerawat berkurang, pori-pori kulit tersamarkan, kulit tampak lebih cerah. Untuk hasil maksimal biasanya bisa dirasakan pada pemakaian setelah tiga bulan. Satu botol 50 mL Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid biasanya digunakan untuk pemakaian dalam satu bulan secara teratur.
5. Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid terbukti secara klinis menjaga jerawat, komedo dan white head, membantu menyamarkan flek hitam, mencerahkan kulit wajah dengan penggunaan secara teratur tetapi tidak dikhususkan menghilangkan bekas luka dan kutil. Untuk menghilangkan bekas luka dan kutil konsultasikan dengan dermatologist.
6.   Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid bisa digunakan wanita maupun pria sejak usia 15 tahun ke atas.
7. Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita hamil atau menyusui serta individu yang dalam tahap pengobatan hormonal dan mudah alergi
8. Kemasan Maxi-Peel Micro Exfoliant Fluid yang diedarkan di Indonesia berbeda dengan yang beredar di Philipina. 

#MaximumBeauty bukan sekadar impian lagi. Berkat #MaxiPeel Micro Exfoliant Fluid, memiliki kulit wajah cerah bukan hal yang sulit. Wajah berseri alami tak butuh dana hingga berjuta-juta, sebab #MaxiPeel Micro Exfoliant Fluid bisa diperoleh secara online maupun langsung dibeli dari supermarket terkemuka di Indonesia dengan kisaran harga per botol 50 mL 14 ribu - 20 ribu rupiah saja. Pastikan keamanan mengenakan produk dengan memastikan keaslian produk dan memperhatikan kode terdaftar di BPOM serta tanggal kadaluwarsa. Penjelasan lebih lanjut dan berbagai info menarik lainnya bisa diperoleh di instagram @maxipeel_ID



Saya sudah mulai mengenakan produk ini sejak semalam, rasanya ringan, tidak muncul alergi dan aromanya segar. Berharap dalam sebulan ke depan sudah tampak perubahan signifikan pada kulit wajah sehingga wajah cerah saya bisa menyenangkan hati si kecil dan suami.
Share:

Perlu Ga Sih Ikutan Mom's War

Mom's War apaan tuh? apa rombongan emak-emak saling jambak sambil bawa panci dan segala peralatan dapur sebagai peralatan perang? Oh no..bukan itu, ini semacam El Clasico gitu, selalu terjadi sepanjang masa tapi entah demi memperebutkan apa
Jika bapak-bapak pecinta sepakbola sangat menantikan El Clasico (duel Real Madrid Vs Barcelona) demi mendapatkan hiburan maka kaum ibu-ibu punya ajang pertempuran duel klasik yang disebut Mom War. Tapi justru dari Mom War saya ketiban rezeki. Sebagai seorang yang hobi menulis, senang sekali rasanya ketika naskahnya dimuat di media nasional. Apalagi pemuatan naskah bertema “Surat untuk Ibu” tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. 22 Desember 2015 adalah hari bersejarah bagi saya, tulisan tentang Stop Mom War adalah murni curahan hati, surat terbuka untuk kaum wanita karena lelah menyaksikan perdebatan antara para wanita, ibu, mama, emak, bunda tentang segala hal yang diperdebatkan. Tema debatnya beragam dan tak ada habisnya. Mulai dari “melahirkan secara alami lebih mulia daripada SC”, “Sufor Vs ASI”, “Sekolah umum VS Boarding School” hingga masalah klasik “Working Mom Vs Stay at Home Mom”
Jika menemui perdebatan yang memicu Mom War entah itu di depan mata atau di dunia maya, saya enggan untuk larut di dalamnya. Sebisa mungkin saya menjauh jika upaya mendamaikan kedua kubu menemui jalan buntu. Berada di tengah mereka yang tengah membara jadi teringat kata pepatah: gajah bertarung lawan gajah pelanduk mati di tengah-tengah. Tentu saya tak mau jadi pelanduk. Lebih baik melarikan diri dan lempar handuk.
Daripada memihak salah satu kubu mending saya menjadikan Mom War sebagai salah satu tulisan. Termasuk ide menulis artikel yang akhirnya dimuat di media massa nasional. Norak-norak bergembira, korannya pun saya selamatkan dari pembumihangusan dan disimpan sebagai kenang-kenangan. Inilah namanya Mom War penuh keberkahan. Orang lain berdebat, saya yang mendapatkan ide menulis dan nominal fee yang lebih dari lumayan untuk membeli cabe dan tomat.
Foto Dwi Aprilytanti Handayani.
Foto yang muncul dari memori FB, tertanda posting ; 2 Juni 2010

dengan caption

waktu cepat sekali berjalan, anakku sudah 2, yg sulung sdh sekolah SD..tak lama si kecil juga PG, TK..semoga sisa usia kami barokallloh..rasanya terlalu bnyk waktu terbuang sia-sia di masa lampau


Mengapa Menghindari Mom War?
            Saya memang enggan larut dalam perdebatan dan punya alasan khusus mengapa harus menghindar dari Mom War. Alasan paling kuat:
1.      Petuah orang bijak
Saya selalu ingat kisah Imam As-Syafii. Beliau ini sosok yang sangat cerdas. Andai berdebat pastilah menang. Tetapi beliau enggan mempertahankan argumentasi di depan banyak orang manakala diserang. Hingga saat berhadapan face to face dengan pendebatnya barulah si pendebat tahu jika pendapatnya salah. “Aku tak ingin kau menanggung malu” inilah jawab Imam As-Syafii ketika ditanya mengapa tak mendebat argumentasinya di muka umum.
“Singa ditakuti karena diam, anjing menggongong dijadikan mainan” Jika terpicu untuk berdebat, ingatlah pepatah Imam AsSyafi’i. Beliau menganalogikan orang-orang yang senang berdebat setara dengan anjing menggonggong. Duh!
2.      Buang-buang energi
Percayalah. Perdebatan itu selalu menguras waktu, tenaga dan energi. Tak akan pernah ada habisnya sebab tujuan berdebat adalah memenangkan pertarungan. Padahal dalam perdebatan masing-masing pihak selalu merasa paling benar. Ya pasti dong, karena masing-masing punya alasan tersendiri mengapa opininya adalah yang terbaik. Nah daripada tidur tak nyenyak, makan tak enak kan lebih baik menghindari perdebatan. Atau jadikanlah perdebatan sebagai sumber penghasilan seperti yang telah saya lakukan hehehe (tertawa licik)
3.      I’ve been there before
Ya. Untuk apa saya berdebat jika saya pernah merasakan berada dalam posisi yang diperdebatkan. Bersyukur, saya pernah melahirkan secara alami dan SC. Bersyukur saya pernah bekerja kantoran sebelum kemudian memutuskan untuk berhenti dan menjadi emak rumahan. Kalau saya memperdebatkan salah satu di antaranya sebagai posisi ibu yang lebih baik sama saja dengan meludahi masa lalu atau menyesali masa kini.


Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.