catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Kerja Rumahan Hasil Lumayan http://www.idsurvei.com/survei/dwiaprily/


Ehem, baru ngerjain bisnis onlen belum tepat sebulan hasilnya lumayan.

Cekidot klik http://www.idsurvei.com/survei/dwiaprily/  => baru mulai tanggal 6 Januari 2013, hasil nyebarin link survey selama seminggu udah dapat 50 Ribu per tanggal 14 Januari 2013. Semoga bisa segera mencapai minimal 200 ribu untuk segera caiiir dan bisa istiqomah infak sedekah meski tak lagi dapat gaji dan "hanya" bekerja dari rumah. Aamiin Aaamiin ya Rabbal Alamiin

Sementara ceki ceki yang ini http://affiliate.cloap.net/?a_aid=23163e22 = komisi iklan dan afiliasi.
Alhamdulillah sudah Acc Rp 80 ribu dan pending Rp. 180.000,- semoga segera di Acc semua bulan ini dan terima pembayaran lumayan buat bantu-bantu suami.

Allah mohon dimudahkan. Kerja rumahan, masih bisa nemenin anak belajar, ngerjain pekerjaan rumah, masih bisa ngekuis dan nulis pluuus tidur siang dan yang terpenting bisa sholat berjamaah di masjid ..oh indahnya

Hanya dengan nyebar link survey dan terima komisi pemasangan iklan dan afiliasi ? yuk ah mariii.

^_^
Share:

Pecah Rekor

Alhamdulillah horeee, masjid Al Ukhuwah hari ini pecah rekor jamaah sholat subuh lebih dari 10 orang, bapak-bapaknya ada 11 orang , ibu-ibunya 5 orang.
Kenapa sih aku iseng banget ngitungin jumlah jamaah...aaa iya bukan sedang belajar matematika tapi ini berkaitan dengan masalah Palestina, gara-gara aku pernah baca di situs dakwah islam kisah tentang tentara Israel yang melongok masjid setiap subuh padahal you knowlah Yahudi kan gak bakalan ikut sholat, imam masjid yang penasaran bertanya kepada tentara itu tentang kebiasaan anehnya tahukah jawabnya ?.
"Dalam kitab kami - kitab Yahudi menjelaskan bahwa jika jamaah sholat subuh di masjid menyamai ramainya masjid seperti sholat Jumat itulah tanda-tanda kebangkitan Islam mengalahkan Yahudi, nah ini saya santai aja jumlah jamaah sholat subuh segitu-gitu aja"

Nah, makanya saya bersyukur banget semenjak berhenti kerja malah bisa belajar memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah lebih bersyukur lagi kalau nengok jumlah jamaah sholat subuh di masjid Ukhuwah perumahan kami semakin ramai dari hari ke hari.

WAH jadi kepikir lain kali bawa kamera untuk mengabadikan syahdu masjid itu di saat fajar merekah.

Pecah rekor kedua ini pertamakalinya aku bingung soal uang belanja (biasaaa kan kita lebih suka kabar gembira daripada duka :D) , gajian suami tanggal 27 tapi uang belanja di tanggal 12 sisa 170ribu, dengan berdebar dan berdoa kencang mudah-mudahan gasnya ngga kehabisan :p). Sebenarnya kami bukan keluarga prasejahteraaa banget meski gaji suami di bawah UMR, masih ada sisa gajiku terakhir dan simpanan sedikit uang tetapi ini kan simulasi kalau biasanya uang belanja kurang bisa diambil dari gajiku sendiri sekarang kan nggak lagi setelah aku berhenti. Dari uang belanja yang diberikan suami tujuh ratus ribu sebulan aku    selalu  menyisihkan seratus ribu lebih dulu sebagai sekedar uang simpanan. Meski cuma berhasil menyisihkan 50 - 100 ribu sebulan "uang kantong doraemon" ini (begitu aku biasa menyebutnya) membawa keajaiban dalam sejarah, bisa dipakai untuk beli tiket pesawat dadakan saat mertuaku meninggal 2 tahun lalu padahal suami ngga pernah punya uang simpanan, jadi modal usaha kredit Hp suami, paling mutakhir buat nambahin biaya khitan Radit - Rafi dan sepertinya bakal jadi penolong bayar uang pangkal sekolah TK Radit tahun ini. 

Setiap hari aku berdoa ada keajaiban dan memang selalu terjadi keajaiban kecil, seperti voucher belanja hadiah kuis , bulan kemarin dapat 25 ribu bulan ini ada 50 ribu tapi itu voucher buat belanja di supermarket yang notabene menjadi tanggungjawab suami kalaupun voucher belanja itu kuserahkan bukan berarti uang belanja dapurku otomatis ditambah, tanggungjawab suami masih banyak, bayar listrik air, sisa KPR 350 ribu (sebagian besar sudah kututup dengan hutang di bank tempo hari via mantan kantor), uang makan dan bensinnya, beras, koran, cemilan, belanja bulanan non dapur, plus uang jajan anak-anak. Kalaupun kira-kira sisa gajinya masih ada (yang aku sendiri ngga pernah tau berapa gajinya sebulan tetapi menurut pengakuannya hanya berkisar 2 jt rupiah) aku minta dia melanjutkan menabung di rekeningnya yang sudah aku modali pakai sisa uang belanja, aku juga nggak pernah cek and ricek apa benar ditabungnya yang jelas aku pernah titip sisa gajiku untuk ditabung demi persiapan uang sekolah Raditya ternyata ngga ada wujudnya :D katanya sih dipakai modal usaha kapan lagi jawabnya dipakai bayar cicilan laptop yang kupakai ngekuis dan nulis - lha tempo hari katanya hadiah hihihi.

Belum sebulan aku resign sudah 2x suami sakit...hhhm sepertinya dia stress karena lumbung uangnya berhenti berproduksi...sungguh aku jadi merasa bersalah sempat terbersit pikiran harusnya aku tetap menjadi martir keluarga tetap bertahan bekerja di tempat yang memuakkan, rela selalu kelelahan karena harus bekerja puliuhan KM jauhnya sering terjebak kemacetan dan masih menyelesaikan hampir semua pekerjaan rumah serta tetap membiarkan anak-anak terbengkalai karena ibunya harus bekerja ....seharusnya kami tetap berkorban demi kebahagiaan sang kepala rumah tangga. #plaaak mulai mengeluh lagi.

Pernah aku bercanda menegurnya "eh kirain pergi nyari duit tambahan ternyata main PS toh Pa" , kerja suamiku memang tidak harus stay di kantor, setiap siang jam 12 dia pulang, tidur dan kok ya bebas ngga pakai ceklok pulang jadi ya di rumah aja...sebenarnya waktu luangnya banyak di siang hari seharusnya aku menghormati pilihannya untuk memanfaatkan waktu senggang itu untuk tidur dan bersantai hingga malam hari kecuali di minggu terakhir setiap bulan dimana dia sering pulang malam untuk mengumpulkan tagihan, kok malah dibecandain soal nyari duit tambahan :D.

Jadi istri solehah dan qonaah ternyata susah ya, malu aku pas baca Majalah MAYA - majalah untuk donatur Yatim mandiri di segmen Muslimah, berkisah tentang Fatimah yang tiga hari tidak makan karena Ali sibuk berjihad dan berdakwah dan tentang hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim "Dari Aisyah r.a berkata : Keluarga Rasulullah tidak pernah kenyang dari roti gandum dalam dua hari berturut-turut sampai ia meninggal"

Ah berkaca dari perubahan drastis yang membahagiakan di masjid Al Ukhuwah mengingatkanku lagi akan bunyi QS Ar-ra'du : 11 "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya".

Aku telah memilih merubah nasib dari wanita pekerja yang terbiasa mandiri secara finansial dari suami menjadi ibu rumahan yang masih harus memutar otak agar uang belanja cukup buat makan kami sekeluarga. Bagaimanapun meski di rumah Aku bertekad untuk tetap mandiri secara finansial dari suami agar tidak membebani, mengumpulkan recehan dari bisnis online http://affiliate.cloap.net/?a_aid=23163e22 dan http://www.idsurvei.com/survei/dwiaprily/ yang masih menanti perkembangan maklum merambat pelan-pelan. Kuis dan lomba menulis tetap istiqomah aku jalani, di sisi lain dengan banyak waktu di rumah aku bersyukur bisa meningkatkan ritme ibadah, membaca Al Kahfi di hari Jumat seumur hidupku baru Jumat kemarin baru bisa kulakukan - hasilnya keringatan, biasanya tilawah cuma selembar setiap selesai sholat ^_^, sholat berjamaah di masjid mulai kutekuni Subuh, Maghrib dan Isya (maklum dhuhur dan ashar jadi emak rempoooong). Yang berkurang justru sedekah haaah karena merasa ngga sreg menyebut uang belanja yang diinfakkan sebagai sedekah, biasanya kan duit pribadi. Nah ini lagi ngareeeep banget bisa menang di lomba menulis berhadiah duit dan gadget, kan bisa dapat penghasilan sambil berdoa komisi dari bisnis onlen itu bisa kudapatkan sementara kebutuhan pulsa,produk untuk keperluan sehari-hari termasuk voucher belanja biarlah kudapatkan dari hadiah hasil ngekuis saja...aamin aamiin ya Robbal alamiin #doa yang memaksa :)

Bukankah "...Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..." .QS Al Baqarah 285.

Lagi pengen narsis upload foto yang dipakai kontes foto BRI Syariah, dimana aku menang 500 ribu rupiah, siapa tau bisa "menarik keberuntungan" Law of Attraction so aku bisa menang voucher belanja 500 ribu di kuis baru lalu :O)
Share:

#IndonesiaRaya

17 DecInilah MediaInilah Media
Share:

Work at Home alias Berdaya Finansial Dari Rumah

Cloap Program Affiliasi
Bismillah dengan maksud mewujudkan cita-cita Time and Financial Freedom. Hari ini langkah awal kujejakkan lebih mantap berharap berkah. Cari duit dari internetan murah meriah dari dalam rumah kenapa tidak ? Dengan modal paket modem limapuluh ribu sebulan insyaallah kalau rajin berikhtiar Allah pasti membukakan jalan. 

Hmmm bekerja dari rumah yang seperti apa yang bisa kulakukan ya : ada kenalan menyarankan jualan online saja duh apa yang mesti dijual aku belum pinter membuat kerajinan tangan (meski menjadi salsah satu obsesiku untuk belajar ketrampilan yang punya nilai jual) mo ikut sistem dropship juga brosurnya dibawa teman gak dikembalikan lagipula harga barangnya (baju,tas,sepatu) mahal boo padahal hari gini orang konsennya ke soal perut bukan penampilan, belum lagi resikonya ya, sempat baca status temen FB yang ketipu jutaan rupiah gara-gara barang dikirim tapi pembayaran nol besar. Ada yang salah mengira aku sebagai penulis dan berharap aku segera "melahirkan" novel setelah resign hahahaha sampai habis simpanan huruf H mendengar komen teman-teman padahal udah berkali-kali aku menjelaskan "hey i'm not a writer just quiz hunter" - tapi tak apalah siapa tau kelak bener-bener jadi novelis best seller #aamiin setengah nyengir. Nulis untuk nembus gagasan Jawa Pos yang cuma 200 kata udah lebih dari sepuluh tapi belum tembus, nulis untuk lomba jalan terus dan sebagian masih nunggu pengumuman semoga saja kali ini ada rezekiku. Kalau Quiz ngga usah dibahas becoz pemburu hadiah is my middle name. Nah lo masa ngekuis doang, menang juga jarang...jadi apalagi dong. Hasil browse kesana kemari pakai keyword bisnis online, komisi, work at home ada yang menarik perhatian dan tak ada salahnya untuk kucoba melaksanakan.

Seperti yang kusempatkan nulis di notes FB inilah jejak langkahku kali ini :


1. Program afiliasi dan menerima komisi dari pemasangan iklan yang terpasang sebagai banner di fb dan blog kita. Untuk setiap 1 member (affiiate yg kita refer) dan melakukan registrasi kita udah terima 20ribu rupiah. Plus komisi dari setiap pembelian online dari review produk yang kita posting di blog atau penawaran by email. Lebih lanjut  cekidot http://affiliate.cloap.net/?a_aid=23163e22
(transfer uang komisi kita baru dikirimkan setelah mencapai minimal 200 ribu rupiah)

2. Terima komisi dari survey online yang kita lakukan, setiap survey online komisinya 2 ribu dan setelah 100 survey kita terima transfer 200ribu di rekening yang kita daftarkan - hanya saja yang ini ngga gratis, biaya pendaftarannya sekitar 100 ribu dengan kode unik, misal 107.345 ribu.
Bisa cekidot di 

Yuk mari pantang surutkan langkah kaki untuk mengais rezeki.

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia meengetahui tempat penyimpanannya" (QS Huud : 6)

Asyiknya belajar merintis "bekerja dari rumah" hari ini saya merasa sangat menjadi Ibu yang bertanggung jawab, nyelesein kerjaan rumah termasuk mencabuti rumput di halaman yang biasanya sang suami kudu keluar ongkos minta tolong orang, bisa "bekerja" sambil memangku Raditya seperti yang ia inginkan, diselingi nyiapin makanan permintaan anak-anak..nemenin Mama ngobrol yang lagi berkunjung ke rumah dalam rangka menyaksikan cucu-cucunya dikhitan kemaren itu (siapa tau klo ada temen ngobrol begini Mama jadi agak kerasan tinggal di sini daripada di Probolinggo sendirian).

Googling sana sini cara pasang iklan di banner, sidebar/widget bar blogspot kok ya susah bener sih, apa dasar aku yang gaptek banget ya hihihihi ya udahlah, satu-satunya cara sementara ini ya posting di blog trus disubmit ke sana kemari.

....owh semoga Allah memudahkan :)



Stay Slim and Healthy
Share:

Bahaya Si Manis




Bahaya Si Manis

“Yaelah Ma buat apa menghafal perkalian nanti kalau mati juga nggak bakal ditanya soal perkalian, aku capeek” rengek Rafi setiap saat belajar. Rafi, delapan tahun, duduk di kelas tiga SD  susah memusatkan konsentrasi belajar. Seringkali konsentrasinya terpecah antara ingin segera nonton TV atau bermain, lupa mengerjakan PR, lupa pelajaran yang sudah sangat dipahami saat ditanyakan beberapa hari kemudian menjadi kebiasaan. Untung saja kurang konsentrasi yang dialaminya tidak memperburuk kemampuan akademiknya meski prestasinya tidak menonjol namun selalu di atas rata-rata kelas.
                    Gangguan konsentrasi yang berlebihan biasa disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorders) dapat membahayakan masa depan pendidikan buah hati. Dari studi literatur diketahui bahwa penyebab gangguan konsentrasi diantaranya adalah : faktor genetik, perkembangan otak saat kehamilan, perkembangan otak  saat perinatal, tingkat kecerdasan (IQ), terjadinya disfungsi metabolisme, ketidak teraturan hormonal, lingkungan fisik, sosial dan pola pengasuhan anak oleh orang tua, guru dan orang-orang yang berpengaruh di sekitarnya.
              Tak ingin menimbulkan dampak negatif lebih besar kami menelusuri penyebab gangguan konsentrasi yang dialami Rafi, tampaknya disfungsi metabolisme dan ketidakteraturan hormonal yang disebabkan salah pola makan. Sebagaimana yang kita ketahui untuk tumbuh kembang optimal seorang anak harus mengkonsumsi nutrisi dalam asupan yang tepat. Nutrisi yang mengandung indeks glikemik  (glycaemic index/GI), dan beban glikemik (glycaemic load/GL), akan mempengaruhi kerja pankreas dan organ lainnya akibat tekanan dari gula darah yang tinggi. GI dan GL yang tinggi akan menyebabkan anak tidak mampu berkonsentrasi dengan baik, mengalami kenaikan berat badan yang cepat, serta kerusakan pada pankreas yang akan menyebabkan terganggunya insulin sehingga beresiko menderita diabetes dan serangan jantung. Selain itu saat mengkonsumsi gula, gula darah akan cepat naik namun cepat juga turunnya. Fluktuasi ini akan berpengaruh pada metabolisme tubuh dan kestabilan emosi yang dapat menyebabkan depresi.
                  Kesalahan kami adalah kurang memahami resiko akibat pola makan yang salah, biskuit, permen, cookies yang terlalu manis dan dikonsumsi berlebihan serta menambahkan gula pada susu ternyata berakibat kadar gula berlebih sehingga menyebabkan gangguan konsentrasi kepada anak. Tidak ada kata terlambat jika tak ingin pertumbuhan anak terhambat. Beberapa langkah harus dilakukan untuk memperbaiki gangguan konsentrasi yang dialami :
1.    Diet ketat, mengurangi pemakaian gula pasir (rekomendasi WHO anak usia 1-3 tahun, tidak disarankan mengonsumsi lebih dari 25 Gr gula tambahan/hari, setara dengan 5 sendok teh. Anak usia 4-6 tahun tidak mengkonsumsi lebih dari 38 Gr gula tambahan/hari setara dengan 8 sendok teh)
2.    Mengganti snack produksi pabrik dengan camilan buatan sendiri
3.    Melakukan pendekatan lebih intensif untuk kontrol emosi
4.    Memilih waktu yang tepat, jauh dari televisi (meski dalam keadaan mati) saat menetapkan waktu belajar
5.    Memberikan jeda waktu sebelum sesi belajar berikutnya
6.    Memberikan pujian, pelukan saat si anak menunjukkan prestasi belajar dan terus memberikan dukungan saat prestasi belajarnya mengalami penurunan
                 Tak ingin mengulang kesalahan yang sama kepada Raditya adiknya, kami sangat memperhatikan keseimbangan asupan nutrisi. Anmum Infacare menjadi pilihan di usia 0-1 tahun. Perkembangan positif ditunjukkan Raditya, hafal huruf Hijaiyah dan bisa mengejanya pada usia 3 tahun, mampu membaca dan hafal bermacam kosakata bahasa Inggris pada usia 4 tahun tanpa mengikuti les tambahan. Kekhawatiran akan gula yang berlebih pada susu formula sebagai asupan nutrisi tambahan pun terjawab dengan hadirnya Anmum Essential, susu formula pertama di Indonesia tanpa gula tambahan sehingga kebutuhan anak akan karbohidrat, serat, Kalsium, zat besi, asam folat, serta vitamin A, B, D, dan E tercukupi tanpa khawatir dampak negatif dari kelebihan gula sejak dini.
Tulisan ini diposting dalam rangka mendukung kampanye PT. Fonterra Brand untuk menyoroti manfaat  susu tanpa gula tambahan bagi pertumbuhan dan perkembangan, khususnya daya konsentrasi anak dan memeriahkan Writing Competition Bunda Anmum Inspiratif Bersama IIDN




Quality time - membacakan dongeng bed time stories karya IIDN  "50 Cerita Binatang dan Tokoh Lain Yang Inspiratif" juga membantu merangsang kreativitas anak dan mengajarkan berkonsentrasi

Share:

Raditya Damar Pradipta - 4 Tahun Usianya

Empat tahun lalu, pagi-pagi harus ke rumah sakit, flek makin banyak tetapi entah bagaimana posisimu di dalam rahimku Nak. seminggu lalu dokter Masnunah sudah memastikan kamu harus terlahir lewat pembedahan "caesar" karena engkau terlalu nyaman dengan posisi melintang.
"Sudah bukaan satu Bu tapi posisinya ngga berubah, operasinya nanti siang jam 1 ya " ketok palu vonis Bu Dokter.
Tapi dasar Mama bandel Nak, masih sempat izin pulang untuk nyiapin baju setelah cek darah di laboratorium padahal sudah jam sepuluh, alasan mo jemput mas Rafi pulang sekolah dulu. Setelah sholat dhuhur Mama, Papa dan Mas Rafi balik ke rumah sakit eh dokternya udah di dalam mobil, dikiranya calon pasien operasi larrri dan gak balik lagi.

Maka setelah dua jam di ruang operasi Rumah Sakit Jasem Sidoarjo tahun 2009, 6 Januari kudengar tangisanmu yang pertama. "Laki, 4 kg 4 ons" berita dari sang perawat. 

#Baru lahir pun terpaksa memakai baju untuk bayi yang sudah berusia tiga bulan


Empat tahun berlalu terasa masih banyak kekuranganku sebagai Mamamu, tetapi bahagia saat melihatmu seusia ini mampu menghafal huruf Hijaiyah, membaca, membaca angka hingga ratusan, mengenal warna dalam bahasa Inggris serta beberapa kosa kata lainnya.

Tapi yang paling membahagiakan saat engkau belajar untuk qonaah, tak pernah meminta pesta meski sering diundang pesta ulang tahun tetangga, tidak rewel saat Mama enggan mengabulkan permintaanmu untuk membeli mainan atau roti yang biasa kau nikmati
"harus hemat ya Ma" katamu mengulang perkataanku.

Karena hidup adalah perjalanan seperti roda sepeda semoga di bawah atau di atas pun engkau selalu patuh kepada Sang Pencipta

Teriring doa semoga Sang Maha Segala menuntunmu untuk selalu menapak jalan cahaya dan menggapai kemuliaan akherat dan dunia

Ingatlah selalu doa favorit insan manusia : Rabbana aatina fidunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar 


dan semoga Sang Maha Segala mengijabahi doa doa kita

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, juga dari doa yang tidak terkabul.”
(H.R. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i; hadits sahih)

cara cepat dan mudah menghafal alquran
Share:

Profesi Atau Mengabdi ?


“Hahaha sekarang pekerjaannya ganti ibu rumah tangga” seru Rafi saat mengintipku mengisi formulir lomba kepenulisan.
Hahaha jadi ikut ketawa, kemarin kemarin kalau ngisi formulir kuis dan lomba-lomba yang dicontreng Karyawan Swasta.
Jadi mikir Ibu Rumah Tangga ternyata diakui sebagai profesi, pekerjaan, baik di formulir pendaftaran lomba, pembukaan rekening Bank, hingga KTP. Padahal namanya pekerjaan, profesi harusnya mendapatkan gaji tetapi Ibu Rumah Tangga nggak digaji lo ada yang nerima gaji penuh suami tak jarang banyak yang sepertiku "hanya" mendapat jatah bulanan uang belanja itu pun bukan untuk keperluan pribadi tapi belanja kebutuhan sehari-hari alias urusan dapur. Namun yang paling membahagiakan menjadi Ibu mendapat keistimewaan dari Allah, jika ibu meninggal saat melahirkan bayi maka perjuangannya dihitung jihad dan insyaallah masuk surga, berulangkali ayat Al Quran menyuruh untuk berbuat baik kepada ibu-bapak (ehem kata ibu lebih didahulukan). Jadi Ibu rumah tangga itu profesi atau salah satu bentuk manifestasi pengabdian kepada Illahi ?

Saat mengungkapkan niat untuk mengundurkan diri beberapa kawan wanitaku sempat bertanya "Ntar aktivitasmu apa ?", "Apa nggak bosan tinggal di rumah ? lha udah terbiasa bekerja?", "Trus uang bulanannya gimana ?".

Wah njawabnya satu-satu hihihi, aktivitas jangan diartikan sekedar kesibukan kerja ngantor, aktivitas di rumah hampir ngga ada habisnya. Salah satu aktivitas yang super nikmat aku bisa sholat subuh berjamaah di masjid setelah sholat malam di rumah. Sekalian jalan pagi, ah padahal jarak rumah ke masjid cuma 200-an meter tapi selama ini ngga sempat sholat di sana gara-gara harus selalu diburu waktu setiap pagi. Pulang sholat tilawah terpatah-patah, lanjut nyiapin sarapan dan memasak menu hari itu, trus wirid Al Matsurat, trus mandiin Radit, nyuapin, bebenah rumah, nyuci atau nyetrika masih ada waktu bisa ngintip dunia kuis atau nulis, dan aktivitas paling MEWAH adalah TIDUR SIANGGGG. Kalau Rafi udah masuk sekolah sore dan malam si Mama harus siap jadi guru privat. Dan dunia jadi tampak lebih indah menyaksikan Raditya lancar menamatkan Iqra 1, bisa membaca tulisan di sampul buku bacaan untuk anak-anak di usia 4 tahun.

Weh tahukah anda selama masih jadi pekerja yang setahun terakhir tanpa ART kelelahan amat sangat mendera, pulang kerja sudah hampir Maghrib masih kudu bebenah rumah atau nyetrika, pagi-pagi diburu waktu ngejar bus kota biar gak telat nyampe kantor yang puluhan KM jauhnya. 

Pertanyaan kedua - Bosan. Bukan cuma jadi Ibu RumahTangga yang bisa bosan, lha salah satu alasanku berhenti kerja juga karena Bosan, bosan kelelahan, bosan dengan keadaan dimana aku harus sering tekor karena kerjaan, bosan dengan situasi kerja yang tak nyaman. 
Mengantisipasi bosan ya kudu pinter-pinter mencari aktivitas di luar rutinitas. Melongok dunia maya itu perlu karena sekarang disini sumber rezekiku, dapat info kuis dan lomba atau sekedar bertegur sapa. Duluu aku juga pernah break jadi pekerja, kegiatan di rumah cuma itu-itu memang membosankan karena tak ada aktivitas lain selain dapur dan kasur #eh. Sekarang alhamdulillah ada internet murah meriah, ngisi modem 50rb/bulan meski resikonya si modem angot-angotan kan udah lumayan, eits meski sekedar ngisi 50rb/bulan pun aku harus sudah mulai mengatur strategi bagaimana dapat uang, pulsa dari hadiah kuis dunia maya agar tak membebani suami (sekarang sih masih pakai paket data dari sisa-sisa pulsa yang kemarin tiap bulan kuisi 50rb untuk dapat gratisan).

Nah strategi ini sekaligus menjawab Bagaimana Uang Bulanan (jadi ingat uang bulanan yang tanggal lima tapi udah sisa cuman 300rb sampai akhir bulan itupun de facto cuma 100ribu di dompet karena sisanya masih dipinjem suami :D). Alhamdulillah berapapun uang bulanan yang diberikan suami aku ngga pernah ngutang kanan kiri, saat masih punya anak Rafi uang belanjaku cuma tigaratus ribu sebulan aku masih bisa nabung limapuluh ribu, udah terbiasa hidup susah sih, pas masih anak kost uang sakuku cuma 75rb masih kepotong biaya kost 20rb belum uang fotokopi bahan kuliah dari dosen biarpun makan sehari cuma 2x itupun makan paginya hanya mie atau nasi bungkus minim lauk seharga empat ratus rupiah sebungkus...nyatanya masih bisa nabung lima sampai sepuluh ribu tiap bulan :D. 
Hanya saja aku masih terus mikir gimana ya biar tetep bisa bayarin infak atas nama Mama dan para ahli kubur, sekedar memberi nafkah Mama dan bayar listriknya, nyediain uang beli susu anak-anakku...mudah-mudahan Allah memberikan jalan yang terbaik bagi kami sehingga tak ada yang dirugikan atas keputusanku mengundurkan diri :).

Jumat barokah saat doa-doa terijabah yakinkan diri kesulitan akan teratasi sebab Allah telah menjamin makhlukNya dengan masing-masing jatah rezeki seperti pesanNya lewat tanaman perdu di depan mushola mantan kantorku yang tetap hidup sehat meski tak ada yang merawat ^_^

Seperti yang kubisikkan pada Radit saat tak kuizinkan lagi beli roti.."harus hemat dik" dan sekarang Radit sedikit sedikit nanya "Ma, nggak boleh beli ini ya atau beli itu ya...karena harus hemat" hehehhe



Share:

Betapa Kecil Kita di HadapanNya





(Ali Imran : 26) Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan,  Engkau  berikan  kerajaan  kepada  orang  yang Engkau  kehendaki  dan  Engkau  cabut  kerajaan  dari  orang yang  Engkau  kehendaki.  Engkau  muliakan  orang  yangEngkau  kehendaki  dan  Engkau  hinakan  orang  yang Engkau  kehendaki.  di  tangan  Engkaulah  segala  kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Menyaksikan tragedi yang terjadi di keluarga Hatta Rajasa kembali mengingatkan kita akan bunyi Ali Imran ayat 26. Baru beberapa hari sebelumnya keluarga ini digembirakan, bersuka cita dengan kehadiran cucu pertama bapak Hatta Rajasa tiba-tiba dikejutkan dengan berita kecelakaan beruntun menyebabkan dua korban jiwa yang melibatkan sang putra kesayangan sebagai pengemudi. Lihatlah betapa mudah Allah mengganti sukacita dengan nestapa, bagaimana masa depan sang putra dengan ancaman minimal 6 tahun penjara...sementara di sisi keluarga korban bagaimana perasaan ayahbunda kehilangan ananda tercinta yang baru lucu-lucunya untuk selamanya dan keluarga korban dimana sang ayah adalah tonggak ekonomi keluarga.

Masih terngiang pula kisah sang tunawisma, pemulung yang rela berqurban padahal hidupnya sangat kekurangan dan karena keikhlasannya mereka mendapat berkah mendapat pertolongan, tawaran naik haji Gratiss !!..

Betapa kecil kita di hadapanNya, tak ada yang mampu kita lakukan saat Dia telah bersabda Kun Fayakun...apalah arti harta benda, kedudukan, status sosial, keluarga, kemampuan dan kelebihan yang kita miliki jika sewaktu-waktu Dia menghendaki semua kembali kepadaNya...dari tiada menjadi ada...dari ada kembali tiada..

Lalu masih layakkah kita menyombongkan diri dengan segala titipan ini ?, pantaskah saat kita merasa berkuasa lalu mempersulit orang lain yang dianggap tidak sejalan, tidak memberikan manfaat untuk dijadikan kroni ?
Dan tanpa terasa muncullah FIraun Firaun baru...meski di hadapan sesama manusia ibadahnya sangat tekun dan bicaranya santun ..



Share:

Terbiasa

Wah, milih judul posting saja hampir sepuluh menit padahal tulisan untuk blog sendiri yang bahkan baru unyu-unyu di blogspot.

Terbiasa atau membiasakan diri dengan ritme kehidupan ternyata membawa kemudahan melangkah ke depan...nggak percaya ?. Nih contohnya ...aku dulu cuma sholat lima waktu duluuuu sekali maah nggak sampai lima waktu, seiring bertambahnya usia mulai terbiasa lebih rajin hingga sholat rawatib sedikit demi sedikit. Dari terbiasa sholat rawatib 12 rokaat sehari lalu mulai membiasakan diri menambahnya dengan dhuha...terakhir yang paling berat sholat Tahajud (gimana ngga berat lha kan pas enak-enaknya tidur "terpaksa" bangun". Kini alhamdulillah rowatib, dhuha, tahajud, wirid al matsurat, tilawah (meski patah-patah gara-gara duluuuu males mengaji) menjadi lifestyle  karena kalau terpaksa absen gara gara keadaan ngga bisa melakukan - misal kehabisan waktu dalam perjalanan atau sakit tak tertahankan - rasanya ada yang kurang. Padahal jika saja tidak memaksakan atau membiasakan diri tak akan pernah kudapat "kenikmatan" beribadah ini.

Seperti sekarang, aku mulai membiasakan diri dengan ritme baru setelah resign dari pekerjaanku, alhamdulillah karena tak perlu terburu-buru (biasanya sholat di rumah agar bisa segera cap cus ke dapur untuk memasak menu seharian) aku bisa membiasakan diri sholat berjamaah di masjid dekat rumah...cita-citaku sejak dulu, aneh ya ada masjid dekat rumah tapi aku belum pernah sama sekali menikmati sholat berjamaah.
Rasanya mak nyesss, adheeem, nikmatnya tiada tara apalagi di musim penghujan sholat pun diiringi katak dan cenggeret bersahutan layaknya simphoni seolah turut mengamini doa kami.

Satu pelajaran kudapatkan hari ini, biasanya imam sholat subuh di masjid selama ini membaca doa qunut (padahal selama ini aku nggak pernah baca Qunut, meski menurut keyakinanku Qunut hanya dibaca saat keadaan genting seperti saat perang namun karena menghormati kebiasaan di masjid aku turut mengamini dalam hati dan menunggu imam selesai ya lah masa' imam baru baca Qunut aku udah sujud :D) tetapi pagi ini imamnya berbeda meski qiroahnya sama bagus dengan lainnya ia tak membaca Qunut namun saat bangun dari ruku rokaat kedua beliau tetap berdiri lama (mungkin memberi kesempatan bagi jamaah yang sedang membaca Qunut). Selesai sholat imam kali ini memilih mematikan microphone dan mempersilahkan jamaah berdoa sendiri sendiri, biasanya hingga dzikirpun dipimpin imam, jujur aku lebih suka cara imam yang begini...masjid menjadi hening dan aku larut dalam haru yang tak bisa kulukis dengan kata-kata..

Sayang, ada yang mengenaskan soa terbiasa : selama aku berjamaah di sini sepertinya jumlah jamaah sholat subuh  "terbiasa" tidak lebih dari sepuluh orang...kapan yah jamaah sholat subuh terbiasa memenuhi masjid....
Teriring doa Semoga bisa istiqomah membiasakan diri berjamaah di masjid, sekaligus "membiasakan" masjid Ukhuwah menerimaku sebagai jamaah agar kelak tak kaget dengan kehadiranku sebagai obyek sholat berjamaah - sholat jenazah
Share:

Bisa Karena Percaya

Kalau ada pertanyaan duluan mana telur sama ayam ? jawabannya masih sering diperdebatkan.
Nah kalau pertanyaan mana pilihanmu, kamu bisa karena percaya atau kamu bisa dulu baru percaya ?
Kalau aku, percaya maka aku bisa. Percaya bukan yakin atas kemampuan diri tetapi lebih kepada keyakinan jika kita telah berikhtiar maka Tuhan pasti membukakan jalan. Itulah mengapa dua blog kunamai True Believer, aku benar-benar type orang yang percaya sekali akan kekuasaan Tuhan.
Contoh kecil, dulu dengan gaji pertama limaratus ribu sebulan dan masih harus ngekost (maka kupilih kost-kostan berbudget lima puluh ribu sebulan meski hanya bersekat papan) aku sering berkata dalam hati : Tuhan izinkan hamba kelak memiliki rumah mungil seperti pemandangan sepanjang jalan tol ini.
Voila...setelah menikah kami tinggal di rumah type 21 dan langganan kebanjiran. Tak kuat dengan banjir kurapal doa baru : izinkan kami pindah rumah ya Allah, delapan tahun kebanjiran doa itu terwujud dan membuatku semakin yakin doa doa pasti dikabulkan.

Si Spongebob, tadi pagi juga menyinggung tentang "Bisa" dan "Percaya". Si bajak laut yang sedih karena terdampar,kehilangan "tempat tinggal" - lupa namanya. 
"Rumahmu pasti kembali jika kau percaya", kata Spongebob.
Spongebob-squarepants.png



Nyaris putus asa, tak percaya diri pernah dialami Nabi Musa saat ragu menghadapi Firaun bahkan sempat berniat menyerahkan mandat kepada Harun namun Tuhan meneguhkan kepercayaannya setelah ia berdoa 

“Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii"
[Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku] (QS. Thoha: 25-28)

Rafi, anak sulungku sering nyaris putus asa kalau disuruh menghafalkan perkalian.  Sambil menangis dia berteriak "Susah Ma aku pasti ngga bisa huaaaa" nah lo gimana si Mama harus pinter pinter membujuknya dan akhirnya ia pun bisa.
Hingga suatu hari giliran Rafi memberiku pelajaran, saat berniat ngekuis pas sudah hari terakhir eh ternyata modem super lemot ngga bisa diajak kompromi tak terasa aku ngomel ngomel dan berurai air mata *lebay. Si Rafi menegur "Ayo Ma masa gini aja nyerah Mama pasti bisa" mak jleeebbb apa yang kukatakan padanya dikembalikan padaku...
OOO tapi kalau soal modem lemot gak ada yang bisa dilakukan kan Raf ^_^

Jadi.....percayalah jika kamu "bisa" asal tak pernah meninggalkan ikhtiar dan doa.


Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.