catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

#1Hari1Ayat - Doa Mohon Perlindungan dari Kedzaliman


Posting kesembilan. Doa Mohon perlindungan dari kedzaliman

Sudahkah anda membaca Al Matsurat pagi ini atau kemarin sore ? Tentunya sudah paham jika dalam Al Matsurat qubro terdapat bacaan QS At Taubah ayat 129
Ayat ini sangat dalam maknanya, mengagungkan asma Allah, haqqul yaqin bahwa tiada Dzat selain Allah Yang Maha Kuasa dan berserah diri sepenuhnya.
Sebagian ulama menganjurkan untuk membaca ayat ini sebagai bentuk mohon perlindungan dari kedzaliman. Di akun twitter KH Mustofa Bisri @gusmusgusmu , saya pernah mendapati pendapat beliau, jawaban terhadap pertanyaan seseorang yang menanyakan ayat Al Quran sebagai pelindung dari guna-guna, ilmu sihir, tenung dan sebagainya. Wallahualam bishowab...
Namun membaca Dzikir Pagi dan Sore memang dianjurkan oleh Rasulullah, tertulis dalam Al Quran di beberapa ayat. Mari kita ingat selalu bunyi ayat ke 28 Ar Raad “Yaitu, orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” 
Share:

#1Hari1Ayat - Doa Ketika Sakit



Posting kedelapan. Baru terasa nikmatnya kesehatan

Benar juga kata orang bijak bahwa kesehatan itu harta yang tak ternilai harganya, nikmat yang sering terlupa untuk disyukuri dan baru terasa ketika sakit melanda. Berapapun uang yang dimiliki terasa tak punya arti. Obat, terapi, peralatan modern bukan jaminan akan menyembuhkan kecuali Allah menghendaki.

Beberapa hari ini saya lagi nggak enak badan, mungkin kecapekan abis kerja bakti pas kebanjiran tapi sakit itu termasuk qadarAllah ya, sampai-sampai ada yang bilang kalau kita berujar "sakit karena ini karena itu " sama halnya dengan menyekutukan Allah :).

Badan panas dingin, hidung buntu, lidah tak bisa membedakan manis, asem, asin aja sudah terasa menyiksa bagaimana jika sakit lebih parah harus diderita ?. Jadi teringat kisah Nabi Ayub ketika sakit bertahun-tahun lamanya ditambah dengan ujian habisnya seluruh harta namun beliau tetap bersabar (kok nggak seperti saya). 

Ah daripada terus merasa sebagai insan paling sengsara di dunia lebih baik saya rajin baca doa Nabi Ayub dan berharap kesembuhan disegerakan :)


Share:

#1Hari1Ayat - Doa Lancar Rezeki


Posting 7
Baru postingan ketujuh udah nyaris kehilangan ide melanjutkan serial doa-doa dalam Al Quran untuk berpartisipasi dalam event  #1Hari1Ayat padahal rencananya dala 31 hari saya ingin membaginya dalam tiga serial : Doa-Doa dalam Al Quran, Ayat Tadabur Alam, dan yang sebelas sisanya kategori bebas bisa ayat yang sangat berkesan yang kebetulan sedang saya baca ketika tilawah, ayat yang berkaitan dengan syariah atau lainnya.
Namun mendadak punya ide untuk menulis tentang ayat yang sering dikaitkan dengan permohonan kelancaran rezeki, pada pembahasan ini sebagai seorang pemburu hadiah yang cukup matre tentunya rezeki yang saya maksud adalah rezeki berupa duit, dan hal-hal yang bisa digunakan sekedar untuk memperpanjang hidup bisa produk, sembako, pulsa, gadget, lepi, mobil, kapal pesiar nah sudah cukup matrenya.

Selepas mengundurkan diri sebagai pegawai kantoran saya bukannya duduk santai di rumah, karena ada kewajiban-kewajiban yang berkaitan dengan uang hasil keringat sendiri yang harus saya tunaikan saya meluangkan waktu setiap harinya demi berburu hadiah melalui kuis dan lomba, alhamdulillah lumayanlah meski belum segede hadiah-hadiah yang diperoleh pembur lainnya, Allah mencukupkan kebutuhan saya. Saya lebih bersyukur lagi karena beberapa bulan lalu saya punya kesempatan untuk bekerja part time dari rumah dengan menulis artikel di sebuah agency naskah. Nah kalau orderan nulis datang banyak kuis plus lomba yang saya skip ikutan, sebab saya lebih mementingkan menyelesaikan kewajiban sebgai freelancer tersebut. Seneeeng gitu jika tiap bulan bisa dapat cash money dari komisi menulis trus pas udah kelar menyelesaikan orderan masih bisa ngekuis, menang pula. Sayangnya dua bulan terakhir terutama bulan Desember lalu saya merasa peruntungan atau rezeki saya sempit sekali (atau hanya perasaan saya saja). Order nulisnya sedikit - mungkin karena mo libur akhir tahun - eh ikut kuis sederet kereta nggak ada yang menang.

Ya sih ya harusnya saya ingat ayat-ayat, hadits Nabi yang berulangkali menjelaska bahwa rezeki itu rahasia Allah, Ia bisa memberikan berlebihan kepada siapa yang Ia kehendaki, Ia juga bisa menyempitkan kepada siapa yang Ia kehendaki. 
Saya jadi teringat dengan tausyiah seorang ulama di televisi tentang ayat "penarik rezeki" biasa disebut Ayat Seribu Dinar, ayat ini mungkin tak setenar Ayat Kursy. Dan sebenarnya merupakan ayat ke dua dan tiga QS At Thalaaq 2 dan 3. Sebagian ulama mempunyai pendapat yang berbeda mengenai pengamalan ayat ini, ada yang menganjurkan dibaca di waktu tertentu dan bilangan tertentu namun karena belum menemukan dalil bahwa pembacaan sekian kali di waktu khusus itu dicontohkan oleh Nabi, bagi diri saya sendiri ayat ini adalah penghibur hati bahwa Allah tak akan ingkar janji, jikalau rezeki saya memang ditakdirkan sekian berarti kebutuhan hidup saya memang sekian sehingga saat merasa rezeki sempit sekali saya kembali membaca dan meresapkannya di dalam dada. Yang disebut Ayat Seribu Dinar adalah bagian terakhir dari ayat kedua - waman yattaqillaaha yaj'al lahu makhrajaan hingga akhir ayat ketiga
Doa memohon rezeki yang lebih sederhana ada pada QS Al Maidah ayat 114.

Allah Maha Kuasa, kita menggunakan bahasa apapun pasti didengarNya namun membaca kembali ayat-ayat dalam Al Quran membuat interaksi dengan Dia jadi lebih dekat dan hangat. Selamat mengais rezeki namun tetaplah pada jalan yang diridhoiNya semoga selamat hingga tujuan karena tujuan terakhir kita adalah dunia keabadian.
Share:

#1Hari1Ayat - Doa Agar Dimudahkan Urusan


Posting ke-6
Subuh tadi nggak biasanya ada "kuliah" yang lebih dari tujuh menit. Masjid Ukhuwwah dekat rumah kami sesuai dengan namanya = persaudaraan, sangat terbuka bagi siapa saja, tak hanya penjual roti, tempe, bakso yang sering mampir untuk sholat ashar atau maghrib namun juga masjid tersebut kadangkala dijadikan tempat berdakwah (sekaligus penginapan selama dua tiga hari) para pendakwah yang datang dari luar kota. Imam masjid kami biasanya ber-kultum setiap Minggu pagi, namun salah satu dari para pendakwah tadi meminta waktu untuk memberikan ceramah di Senin pagi.
Meski tak mengikuti hingga selesai (maklum, emak-emak di hari pertama sekolah harus mulai pinter mengatur jadwal berbenah, memasak apalagi ada acara ambil raport segala), saya sempat mencatat beberapa poin penting yang disampaikan penceramah.

Inti ceramah tersebut adalah masalah pentingnya berdakwah, dan dakwah yang dimaksudkan bukan ceramah agama panjang lebar yang disampaikan seorang ulama. Mengajarkan, mengajak satu kebaikan kepada sesama muslim, sanak saudara adalah salah satu bentuk dakwah. Keutamaan berdakwah ini adalah meski yang diajak berbuat kebaikan belum tentu bersedia mengikuti ajakan kita, Allah akan terlebih dahulu memperbaiki hal yang sama yang ada pada diri kita, contohnya kita mengajak dan menyadarkan keluarga, tetangga pentingnya sholat berjamaah, meski mereka belum tentu mengikuti anjuran kita Allah akan memperbaiki niat dan keistiqomahan kita dalam sholat berjamaah. Masyaallah, begitu utama arti sebuah dakwah. 

Menyimak ceramah ini saya jadi teringat dengan doa nabi Musa yang biasa dibaca ustadzah pengajian kami sebelum memberikan ceramah setiap Kamis malam, doa yang mungkin juga biasa dibaca para penceramah, pengkhutbah, ustadz ustadzah dan ulama meskipun tak terdengar para hadirin. Para Ulama menyebutnya sebagai Doa Dimudahkan Urusan (termasuk urusan menyampaikan dakwah), yaitu yang terdapat pada QS Thoha ayat 25 -28
“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

Doa ini dibaca nabi Musa ketika diperintah Allah untuk mulai berdakwah terutama di depan Firaun yang telah melampaui batas. Firaun, seorang raja lalim yang tak hanya ingkar kepada Allah namun juga menyetarakan dirinya dengan Sang Maha Kuasa. Terbayang bukan betapa gentarnya nabi Musa saat itu ?. Allah Maha Kuasa, doa nabi Musa pun diijabahiNya. Nabi Musa tak lagi gentar menghadapi Firaun ditambah dengan mukjizat-mukjizat lainnya hingga terbelahnya Laut Merah mengakhiri kedzaliman Firaun dan pasukannya.

Allah, semoga dengan istiqomah melafadzkan doa ini segala kesempitan pun terasa lapang..aamiin.

Share:

#1Hari1Ayat - Doa Ketika Dalam Keadaan Terdesak



Postingan kelima, karena banjir yang melanda rumah (pengalaman pertama sejak pindah empat tahun lalu) jadi teringat doa ketika berada dalam marabahaya.

Ada cerita khusus lebih tepatnya memalukan buat saya tentang doa ini, doa yang biasa diucapkan ketika dalam keadaan terdesak, berada dalam marabahaya atau situasi genting. Mungkin sudah banyak yang mengetahuinya, yaitu doa nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan Paus. 
Nah, karena pengetahuan agama yang minim, saya baru mengetahui lafadz doa ini ketika mengandung anak kedua. Saat itu dokter sudah memprediksi bahwa si jabang bayi harus dilahirkan melalui operasi sectio (caesar) karena posisi tubuh yang melintang padahal telah memasuki hari-hari mendekati HPL . Mendengar kata operasi hati saya ciut dan ngeri jadi saya masih terus mengulur waktu. Seorang kenalan saya menganjurkan untuk memperbanyak dzikir doa nabi Yunus, saya bengong dan nyeletuk yang bagaimana itu ?. Haah ? dia bertanya balik agamamu apa kok nggak ngerti doa itu...maluuuu..ternyata doa itu disebutkan dalam QS AL Anbiya ayat 87.

Doa "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu mina zhzhaalimiina" ini dibaca Nabi Yunus yang dibuang dari perahu yang ditumpanginya setelah beliau meninggalkan kaumnya dalam keadaan murka karena kedurhakaan dan kekafiran mereka. Seekor ikan Paus atas perintah Allah menelan nabi Yunus agar tidak tenggelam dalam lautan. 
Nabi Yunus sadar bahwa mungkin semua ini terjadi karena beliau telah bertindak zalim sehingga Allah pun mengingatkan beliau dengan berbagai marabahaya yang harus ditempuhnya. Maka doa ini seringkali diamalkan ketika kita dalam keadaan genting. 

Meski dzikir tersebut saya lakukan sesering mungkin namun anak bungsu saya ini pun harus lahir dengan jalan operasi karena hingga sudah "bukaan" posisinya tidak berubah tetapi tidak berarti dzikirnya tak terjawab 'kan, karena alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan pemulihan tubuh saya termasuk sangat cepat sehingga bisa segera merawat bayi kami. Dan 6 Januari 2009 lahirlah Raditya Damar Pradipta, anak kami yang kedua (eiaa saat saya nulis posting ini pas di tanggal 5 Januari, ulang tahun kelimanya kurang sehari kemungkinan itu salah satu sebab saya jadi teringat doa ini :D).

Nah trus apa hubungannya dengan kebanjiran ? lha ya...saya merasa ini adalah cara Allah menegur saya, mungkin saya lupa bersyukur, merasa terlalu puas diri artinya saya telah takabur & zalim sejak kami pindah ke rumah ini empat tahun lalu, meninggalkan rumah lama yang langganan kebanjiran...tapi lha kok harus mengalami nasib yang sama...mudah-mudahan masih diberi kesempatan bertobat dan nggak kebanjiran lagi ya...aamiin..
Share:

#1Hari1Ayat - Doa Mendapatkan Keturunan Yang Shalih/Shalihah




Posting Keempat, masih serial Doa-Doa dalam Alquran.

Kita telah sering mendengar bahwa jodoh, rezeki dan kematian adalah bagian dari takdir yang telah ditetapkan jauh hari. Rezeki bukan hanya uang, harta benda, perhiasan namun kesehatan dan anak-anak adalah salah satu bentuk rezeki yang tak dapat disetarakan dengan uang dan kekayaan.
Berbicara masalah anak, keturunan, saya teringat pada masa-masa awal pernikahan kami. karena permintaan suami dan saya juga menyetujui kami sepakat untuk menunda kehamilan dengan pertimbangan keadaan finansial kami yang belum mapan.

Setelah dua tahun menunda kami memutuskan untuk mengusahakan kehamilan meski suami saya baru saja mendapat pekerjaan dan belum menjadi karyawan tetap. Betapa gembira ketika suatu hari saya mendapati testpack kehamilan menunjukkan hasil positif, namun kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama, sebulan kemudian saya mengalami keguguran karena calon janin dalam kandungan tersebut tidak berkembang. Sempat terpukul, merasa bahwa musibah ini adalah hukuman karena kami sempat menunda memiliki momongan saya kemudian bangkit, memperbaiki derajat ketaqwaan, lebih pasrah dan lebih rajin berdoa merupakan langkah-langkah yang saya jalani. 

Doa yang paling sering saya panjatkan terutama di sujud terakhir dan setiap selesai sholat adalah petikan surat Ali Imran ayat 38 yang dikenal sebagai doa Nabi Zakariya ketika memohon keturunan "Rabbi hablii min ladunka dzuriyyatan thayyibatan innaka samii'u dduaa"



Tentunya diimbangi dengan ikhtiar yaitu menjaga kesehatan, mengurangi  makanan junk food, mengusahakan pikiran serileks mungkin dan tidak mudah stress. Saya upayakan seistiqomah mungkin dalam memohon namun tetap memasrahkan diri mengingat anak adalah anugerah dan hak prerogatif Allah sepenuhnya seperti bunyi surat As Syura ayat 49-50 


Alhamdulillah anak pertama saya lahir di bulan Agustus 2004 menjelang ulang tahun pernikahan kami yang ketiga. Disusul anak kedua yang lahir pada Januari 2009.
Ah jadi introspeksi kembali, begitu inginnya dikaruniai anak namun setelah mereka dipercayakan untuk dididik ternyata saya tak kunjung menjadi ibu yang baik.
Semoga Allah menuntun saya menjadi ibu yang lebih sholehah agar anak-anak kami pun menjadi anak shalih..aamiin..

Share:

#1Hari1Ayat - Doa Penjaga Hidayah dan Istiqomah



Masih di Serial Doa-Doa Dalam Al Quran kali ini saya ingin mencatat tentang pentingnya hidayah dan istiqomah.
Hidayah paling besar yang pernah saya terima adalah keputusan mengenakan hijab, memang sedikit terlambat tetapi daripada tidak sama sekali :)

"Ya Allah berikanlah kepada kami hidayahMu" adalah doa yang sering kita dengar saat penutupan sebuah majelis pengajian atau acara keagamaan. Pernah nggak kita mencari makna apa sebenarnya yang disebut sebagai hidayah itu ?
Hidayah adalah petunjuk, pencerahan yang datang dari Allah untuk hambaNya. Meski jalan menerima hidayah dapat disebut sebagai suatu misteri namun yang pasti hidayah itu harus dicari, bukan diperoleh dengan jalan sekedar menanti. Hamba Allah yang menerima hidayah adalah hamba yang sangat beruntung karena dengan hidayahNya hati, lisan, perbuatan, tingkah lakunya terjaga untuk selalu menapak jalan cahaya dan rajib beribadah adalah salah satu berkah adanya hidayah.

Bicara masalah ibadah menurut ustadz ustadzah sebaik-baik ibadah adalah ibadah yang dilakukan secara istiqomah. Tentunya alim ulama tidak berkhotbah jika tak ada dasarnya. Hadits Nabi riwayat Bukhori Muslim dan Abu Daud menyatakan bahwa "Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang meskipun sedikit namun istiqomah"
Adapun yang dimaksud dengan istiqomah adalah kontinyu, berkesinambungan atau terus menerus. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa sahabat Nabi pernah curhat kepada Rasulullah bahwa istiqomah itu "susah". Hmmm sekelas sahabat Nabi saja mengakui bahwa beribadah secara istiqomah itu bukan hal yang mudah apalagi sekelas kita, terutama saya. Namun sebagai umatNya kita diperintahkan untuk tidak mudah berputus rahmat. Dan salah satu doa agar Allah selalu menjaga serta menganugerahkan hidayah kepada umatNya adalah ayat 8 QS. Ali Imran

(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

Kematian dan bagaimana menemuinya adalah misteri namun pasti, kita tak akan pernah tahu akhir hidup nanti setiap orang berharap meninggal dengan khusnul khotimah namun mencapai kesempurnaan seperti itu tidaklah semudah menulis di kertas putih. Istiqomah dalam beribadah, istiqomah dalam memohon doa keselamatan mendapatkan hidayah memang haruslah senantiasa dilakukan hingga akhir zaman.
Share:

Mau Dibawa Kemana Hubungan Kita _ GA Miitsaqan Ghaliiza


Ahahaha sebenarnya kalau diminta bercerita tentang sejarah berjodoh saya dan suami itu maluuu rasanya mengingat masa lalu namun berhubung temanya GA mbak Leyla Hana memang seperti itu ya mau tak mau harus mau :D

Saya mengenal suami saat universitas kami menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata di Blitar sekitar tahun 1997. Berbeda fakultas dan baru dikenal di forum tersebut. Saat itu bisa lah disebut masa Jahiliyah saya karena saya memang jahil dan belum mengenal Islam secara kaffah, saya nggak mengenal taaruf tapi saya juga belum pernah pacaran sebelumnya. Dua cowok unik menjadi sahabat terdekat saya di masa awal kuliah.

Cinta pada pandangan pertama itu ngga ada dalam kamus karena saya bukan orang yang mudah jatuh cinta (kalau naksir orang tapi tak mendapat tanggapan sering 'kali ya hihihihi). Etapi si (calon) suami ini sepertinya menaruh hati sejak pandangan pertama (boleh kan GeEr dikit) ketahuan deh kalau sering curi-curi pandang maklumlah di fakultasnya manusia berjenis kelamin wanita langka jadi meski saya nggak cantik-cantik amat mungkin buatnya menjadi pemandangan yang jarang djumpai. 

Intensitas pertemuan di lokasi KKN sedikit banyak memberikan gambaran tentang si Mas ini, sedikit berbau anak Emak (ya saya menyebut begitu buat mereka yang belum bisa mandiri, finansial masih nodong sana sini karena beberapa teman saya dan saya sendiri saat kuliah nyari duit dengan kerja sambilan atau ngejar beasiswa agar mampu bayar SPP dan nggak terDrop Out), sedikit pendiam, setia tapi kelihatannya tidak terlalu rajin (jiyaaaah).

Kata orang Jawa witing tresno jalaran saka kulino (cinta itu datang karena seringnya berinteraksi) aduh duh apa ya, tapi jujur saja sampai sekarang yang namanya cinta itu saya nggak bisa menjabarkannya atau malah nggak ngerti bentuknya. Yang jelas hubungan kami jadi lebih serius ketika usai KKN dia datang ke kost-kostan dan berkata dengan PeDenya bahwa saya kelak akan menjadi Ibu dari anak-anaknya. Ya OK lah dijalani saja pikir saya, toh yang penting dia beragama Islam dan sholat karena ada loh orang yang ngakunya Islam tapi nggak mau sholat (meski Islam saya abangan tapi agama adalah hal paling utama buat saya mencari jodoh). Karena saya lebih cepat lulus maka kami ber LDR-an tetapi setiap Minggu dia sering main ke rumah, ketemu Mama meski menginapnya di rumah teman yang kebetulan satu kota. Setelah dia lulus kuliah kami semakin jarang ketemu, dia bekerja di luar pulau di kota asalnya dan saya bekerja di Surabaya. 

Setiap saya pulang kampung dan bertemu teman-teman pertanyaan mereka selalu "kapan menikah", tetangga-tetangga juga pada usil ada yang bertanya pada Mama apakah si Mas tadi serius nggak sama saya, ada yang mau jodohin saya dengan duda OMG, kalau Dude  _ Herlino - mungkin masih saya pertimbangkan tapi kalau duda usianya dua kali lipat saya pikir-pikir dulu dong yaaaaa. Sebal dengan semua ini pas lebaran dia telpon untuk ucapan berlebaran saya ultimatum dia dengan sedikit mendongkol dan suara menahan tangis (karena begitu dongkolnya) "Kita mo berakhir bagaimana ini ?" kira-kira kalau zaman sekarang backsoundnya mungkin lagu "mau dibawa kemana hubungan kita?". Percakapan cukup singkat tapi intinya saya cuma minta kejelasan saja kapan mau nikah atau diakhiri saja, sebel banget loh jadi bahan gosip kanan-kiri.

Singkat kata beberapa bulan kemudian prosesi lamaran dilakukannya disusul nikahan. Memang kami tak punya harta benda saat menikah, itupula yang membuatnya ragu untuk segera melamar dan menikah prosesi pernikahan kami juga super sederhana hanya resepsi kecil di halaman rumah, fotografernya saja ngga sempat menyewa dan terpaksa kakak ipar merelakan diri menjadi fotografer dadakan. Tetapi Allah tidak pernah mengingkari janji, meski harus mengulur waktu untuk memiliki momongan karena pertimbangan finansial yang mengkondisikan saya untuk terus bekerja mencari nafkah (dan memang terbukti suami saya terPHK di tahun-tahun pertama pernikahan) siapa yang mengira bahwa dalam tiga belas tahun kemudian berawal dari menjadi anak kost, beranjak ngontrak, meningkat sedikit punya rumah type 21 yang langganan kebanjiran kini kami tinggal bersama dua buah hati di rumah mungil yang lebih layak huni dan nyaman.

Tak semua orang menikah itu otomatis langsung lancar rezeki dan kaya raya namun janji Allah adalah benar adanya untuk mencukupi kebutuhan hidup makhlukNya terutama yang berniat menyempurnakan separuh agama.

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Novel Perjanjian yang Kuat

Share:

#1Hari1Ayat - Ayat Kursy



#Posting 2
Masih dalam serial Doa-doa dalam Al Quran, kali ini saya ingin mencatat kembali pembelajaran saya mengenai ayat Kursy (ayat Kursi) yang sebenarnya merupakan ayat 255 dari Surat Al Baqarah.
Selama ini kita hanya mengenal Surat Kursi sebagai ayat untuk mengusir setan, pocong, memedi, wewe gombel, kuntilanak dan berbagai macam jin di tayangan sinetron misteri Indonesia...ehem...hal ini gak sepenuhnya benar tapi juga gak salah (OOT sedikit sebenarnya saya paling sebel dengan film tentang hantu Pocong, kenapa ? karena kalau hantunya berupa Pocong berarti yang jadi hantu itu muslimin muslimat loh kan yang dikuburkan dengan cara dikafani itu hanya kaum muslim? . OK yak OOTnya cukup sekian). 

Kembali ke faedah ayat Kursy yang bunyinya adalah sebagai berikut :

yang artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ditinjau dari tafsirnya ayat tersebut tidak mengkhususkan untuk mengusir setan dan jin namun ada beberapa poin yang saya pelajari :
1. mengajarkan untuk memohon perlindungan kepada Allah sebagai Dzat yang Maha Kekal. tidak mengantuk dan tidak tidur.
2. mengingatkan kembali betapa kecilnya manusia karena tak ada yang dapat memberi syafaat seizin Allah
3. Benar jika manusia adalah makhluk Allah yang paling lengkap, dikaruniai akal pikiran namun kalaulah manusia bisa pergi ke luar angkasa, mendarat di bulan, ngebor minyak hingga kedalaman sekian kilometer di perut bumi itu semua karena Allah yang berkehendak demikian dan sebenarnya tidak berarti apapun jika dibandingkan dengan ilmu Allah Yang Maha Segala.

Jika mau mengkaji lebih jauh, membaca Ayat Qursy setiap hari terutama menjelang tidur tidak hanya melindungi kita dari gangguan jin dan setan namun juga merupakan ayat sarana untuk kontemplasi, berlindung dari hawa nafsu kita sendiri yang berlebih, merasa pandai, kaya, cakep hingga bersikap jumawa, sombong, lupa diri adalah penyakit hati yang paling sering menghinggapi manusia. Ayat Kursy mengingatkan kembali bahwa manusia bagailah debu di lautan pasir apalagi di Padang Mahsyar nanti.

Semoga saya, kita istiqomah membaca ayat Kursy dan memahami serta mengamalkannya setiap hari.
Share:

#1Hari1Ayat - Doa Sapu Jagad



Nice post, begitu yang terlintas ketika saya baca info GA #1Hari1Ayat dari mbak Primadita, bukan masalah hadiahnya tapi lebih kepada manfaatnya. Alhamdulillah, sejak beberapa tahun lalu saya terbiasa membaca Al Quran setiap sholat, terutama subuh, maghrib dan isya meski dengan bacaan patah-patah dan makhroj yang payah.


Jujur saja hidayah pertama yang saya peroleh untuk ngaji setiap hari muncul ketika mantan bos saya yang nasrani melongo heran memandang saya yang berkata "saya nggak pernah ngaji Pak" saya sudah lupa bagaimana asal mula percakapannya tapi seperti tertampar tangan sendiri ketika saya mengungkapkan kejujuran yang naif itu. Well, pikir saya yang awam soal agama yang wajib dikerjakan tiap hari itu sholat, sedangkan sedekah dan ngaji kan hukumnya sunnah...- ehem dasar pemalas - semenjak percakapan itu saya mikiiiiir banget, eh memalukan banget ya punya kitab suci kok jarang dikunjungi. 


Hidayah bukan durian runtuh namun harus rajin dicari dan jalannya bisa dari siapa saja, kapan saja, dimana saja. Keleluasaan akses internet di kantor memberi saya kesempatan belajar dari artikel -artikel silami dan membuka mata hati saya bahwa membaca Al Quran itu besar manfaatnya, bukanlah hal "wajib" menurut syariat seperti halnya sholat lima waktu yang berdosa jika ditinggalkan namun "wajib" untuk menjaga aqidah bagi umatNya.


Sejak rajin mengaji itu saya jadi takjub ternyata di Al Quran telah diajarkan berbagai macam doa yang selama ini saya sekedar hafal namun tak mengerti bahwa asal doa tersebut adalah dari Al Quran. Salah satunya adalah doa Sapu Jagad (QS Al Baqarah : 201)




Artinya : Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka


Singkat ayatnya tapi dalam maknanya, kenapa ?
1. Ayat ini adalah doa yang paling sering dibaca Rasulullah karena tiga inti doa yang terkandung di dalamnya : kebaikan di dunia, kebaikan di akherat dan terbebas dari api neraka
2. Ayat ini mengingatkan kita kembali bahwa tak ada hal di dunia yang tidak berhubungan dengan akherat, apapun yang dilakukan di dunia pertanggungjawabannya terjadi di akherat. Dunianya bagus insha allah akheratnya mulus
3. Mengapa disebut doa sapu jagad ? karena ia telah mencakup permohonan untuk dunia dan akherat, meringkas doa-doa mohon lancar rezeki, jodoh yang baik, anak yang sholeh, wafat khusnul khotimah dan lain sebagainya karena doa-doa tersebut sudah menjadi satu dalam satu ayat.

#1Hari1Ayat posting 1 sudah saya tunaikan, rencananya 31 posting nanti ingin saya bagi menjadi serial "Doa-Doa dalam Alquran", "Ayat-ayat tadabur alam" dan mungkin juga salah satu ayat yang saya baca dalam hari itu dan sangat berkesan karena sesuatu hal...teriring doa biidznillah.
Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.