catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Bukan Pangeran Kodok - Seulas Review

Judul    : Bukan Pangeran Kodok
Penulis : Shabrina WS dkk
Penerbit : Sheila (Imprint Penerbit Andi)
Genre  : Antologi Cerpen Teenlit
Cetakan Pertama : 2013
Tebal  : 226 halaman
ISBN   : 978-979-29-2136-6





       Antologi cerpen semakin jarang ditemui belakangan ini. "Bukan Pangeran Kodok" berhasil mencuri perhatian di tengah maraknya novel ala K-Pop dan novel-novel teenlit atau chicklit. Antologi Cerpen bergenre teenlit yang merupakan hasil audisi cerpen dari grup kepenulisan Be A Writer ini berisi limabelas cerpen dari penulis berbeda-beda. Baik berbeda dari usia maupun gaya menulisnya.

           Masa remaja adalah masa mencari jati diri. Ababil alias ABG Labil adalah julukan yang sering disematkan pada para remaja yang sering bingung menemukan jati dirinya. Riuhnya dunia remaja rupanya menarik para penulisnya untuk menuliskannya dalam jalinan kisah fiksi. Tema yang diusung dalam Bukan Pangeran Kodok sangat beragam. Dari cerpen bertema jatuh cinta ala cinta monyet hingga keprihatinan akan remaja yang terlalu terobsesi dengan bentuk tubuh ideal. Dari kisah-kisah yang menguras air mata hingga cerita jenaka yang membuat pembaca tertawa-tawa. Remaja sering berkata bahwa cinta itu rumit. "Saat kau merasa cinta menjadi rumit, maka cobalah berkompromi dengan kejujuran perasaanmu yang terdalam" ~ Binta Al Mamba dalam Bukan Arjuna.

          Jejaring Romansa karya Keenan Naura menyinggung penggunaan sosial media di dunia remaja. Demam facebook tak hanya melanda kawula muda namun juga orang-orang dewasa. Tak bijak dalam menggunakannya bisa menyebabkan banyak masalah layaknya senjata untuk bunuh diri. Sosmed yang sedianya dimaksudkan untuk menjalin komunikasi, korespondensi dan silaturahim ternyata bisa berubah menjadi “senjata mematikan” untuk mencemarkan nama baik seseorang. Seperti yang dialami Anne si gadis remaja yang galau karena seseorang telah membajak facebooknya dan memposting status tak senonoh serta foto-foto masa lalu. Bagaimana Anne menemukan pelakunya?. Senada dengan Jejaring Romansa, Lima Ratus Kilometer membidik tema yang sama. Membaca Lima Ratus Kilometer mengingatkan kembali berita-berita tentang gadis-gadis remaja yang menghilang setelah nekad kopdar dengan kenalannya di dunia maya. Apakah hal yang sama akan terjadi pada Anisa?

          Cenderawasih Patah Sayap karya Nila Kaltia. Mengisahkan seorang Celeste, gadis belasan tahun dari bumi Papua. Kepeduliannya yang begitu besar terhadap kelestarian lingkungan di Irian menarik perhatian seorang ilmuwan dari mancanegara. Sang ilmuwan bahkan menawari Celeste untuk melanjutkan sekolah di negeri Paman Sam hingga meraih gelar sarjana. Ben, teman dekat yang sangat mengaguminya mendukung rencana tersebut meski hatinya mulai khawatir akan kehilangan Celeste Lalu mengapa sang Cenderawasih harus patah sayap ?

          Cinta Salah Tempat cerpen Linda Satibi menceritakan khas remaja yang sedang jatuh cinta. Tapi jika jatuh cinta pada orang yang jauh lebih tua apakah memang selalu menjadi “cinta salah tempat ?” ikuti kisah Feny yang harus jatuh bangun demi cinta pertamanya. Kutunggu Kau Di Sini karya Santi Artanti mengusung tema yang hampir sama namun dalam kemasan berbeda yang sama menggigitnya.

            Dia Yang Kembali Tersenyum karya Riawani Elyta memotret fenomena opini tentang “tubuh ideal” yang salah kaprah. Beberapa waktu lalu dunia mode mendapatkan sorotan dari khalayak ramai. Gadis-gadis model usia belasan yang tampil super kurus menuai protes dari berbagai pihak. Kabarnya untuk mempertahankan tubuh super kurus para supermodel harus rela melakukan diet ketat. Salah kaprah tentang tubuh ideal ini juga merasuki dunia remaja. Bulimia anorexia menjadi fenomena. Demi mendapatkan berat badan yang diinginkannya memuntahkan kembali makanan yang telah dilahap seolah menjadi kebiasaan. Adakah dengan diet mati-matian Diandra berhasil mewujudkan obsesinya pada Ronald sang cowok idola sekaligus menjadi covergirl sebagaimana impiannya ?

                Kita, dan Rasa Yang Diam-Diam karya Arul Chandrana mengupas dunia remaja dari sisi sang jejaka. Berbeda dengan empat belas cerpen lain yang memilih tokoh utama adalah gadis remaja, Arul memilih kisah perjaka yang berusaha menggagalkan hubungan remaja pria lain dengan sang sahabat yang diam-diam dicintainya. Ending yang tak terduga mungkin akan membuat pembacanya tersenyum-senyum mengingat kembali cinta monyet kala masih ingusan. Senyum yang sama akan terukir saat membaca Just Friend karya Vita Sophia Dini. Cerpen jenaka tentang bagaimana Abe mati-matian mengumpulkan receh demi receh hanya untuk mengajak Betty, cewek idolanya jalan-jalan menikmati akhir pekan. Apakah gayung akan bersambut ?

             Tongkat Bambu Kuning Ayah menyeruak di sela kisah-kisah remaja yang jenaka, penuh canda tawa dan segala tantangannya. Nyi Penengah Dewanti berhasil menghadirkan dunia remaja yang mungkin tampak tak seindah remaja-remaja lainnya. Bahkan demi membeli seragam sekolah sang ayah harus rela bersusah payah di sawah dengan satu kakinya yang timpang. Namun justru hidup dalam penderitaan menciptakan kebahagiaan tersendiri bagi Ajeng serta kedua adiknya Kinan dan Rinjani. Kisah memilukan juga dialami Ayu dalam Metamorfosis Cinta karya Nda Syahdu. Berbeda dengan kisah pilu Ajeng yang tak menyurutkan langkah demi meraih cita-cita. Kisah pilu Ayu “Metamorfosis Cinta” disebabkan oleh salah langkah dalam pergaulan. Hal tabu yang seharusnya tidak dilakukan membawanya dalam jurang kehancuran.

             Little Heartbeat for Little Friend karya Sari Yulianti dan Bukan Arjuna tulisan Binta Al Mamba mengisahkan ketertarikan pada lawan jenis yang “berhasil dikelola” menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik bahkan menjelma menjadi cemeti agar meraih prestasi. Zidan dan Asri dalam Little Heartbeat for Little Friend serta Junaidi dalam Bukan Arjuna adalah sosok-sosok generasi muda yang kreatif dan menjadi patut menjadi teladan bagi remaja seusia mereka. Junaidi memang sosok sederhana dia bukan Arjuna dan mungkin tak setampan Shaheer Sheikh pemeran Arjuna dalam serial Mahabharata yang ditayangkan sebuah TV swasta tetapi ada sesuatu yang membuat Arin jatuh hati kepadanya. 

             Dunia remaja tidak hanya tentang cinta monyet dan hiruk pikuk dunia sekolah. Ade Anita mengangkat tema tentang bagaimana seorang Dewi berjuang mengalahkan sifat bawaannya yang sering gugup ketika menghadapi permasalahan. Uniknya perjuangan Dewi mengalahkan kegugupannya dalam My Name Is Dewi justru terinspirasi dari momen bermain-main escalator di mall-mall bersama teman-tema gadisnya. Jika Dewi berjuang mengalahkan kegugupan maka Gadis Simpul karya Syila Fatar  mengisahkan tentang perjuangan Leyla menemukan pencuri cabe siap panen yang membuat ayahnya menderita kerugian besar. Berhasilkan keahlian simpul menyimpul tali yang dipelajarinya dalam Pramuka menangkap pencuri tersebut ?

            Bukan Pangeran Kodok karya Shabrina WS menutup antologi cantik ini. dan sangat tepat dipilih sebagai judul antologi. Ketika jatuh hati atau mendambakan cinta seringkali remaja kehilangan akal sehatnya. Katak yang kesasar masuk kamar pun bisa disangka pangeran yang dikutuk menjadi kodok. Uniknya dalam Bukan Pangeran Kodok kehadiran si katak yang nyasar mampu mengalihkan obsesi Vivin untuk memiliki kekasih. Apa benar Vivin terobsesi pada kodok dan berharap Bufo, katak piaraannya kelak berubah menjadi pangeran ? silahkan dibaca dan mendapatkan pelajaran betapa pentingnya pengetahuan remaja akan kekayaan flora dan fauna di bumi kita.

         Antologi Bukan Pangeran Kodok bukan sekedar kumpulan cerpen tentang serunya masa remaja. Kisah-kisah yang terangkum di dalamnya mampu mengusik, menginspirasi menjadi bahan pertimbangan sebelum melalukan sesuatu hal. Antologi ini tak hanya layak dibaca para remaja namun menjadi buku yang mencerahkan orangtua. Salah satu daya tarik antologi ini terletak pada quote-quote cantik di setiap cerpennya. Cinta dan dunia remaja memang ajaib. Adakala perhatian sang remaja akan terpusat pada sesuatu yang menjadi obsesinya. Seperti quote Shabrina WS

“Cinta itu ajaib. Dia Bisa mengalihkan duniamu Bahkan seekor katak pun bisa membuatmu lupa akan pangeran impianmu”



Share:

Masyarakat Melek Finansial Demi Kesejahteraan Nasional

    Kesejahteraan sebuah negara secara langsung ditentukan oleh tingkat kesejahteraan yang dimiliki masyarakatnya. Adam Smith dalam buku Wealth Of Nations gubahannya memaparkan bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam mengupayakan kesejahteraan. Hal ini dikemukakan Adam Smith dalam kutipannya “as every individual, therefore, endeavours as much as he can both to employ his capital in the support of domestic industry and so to direct that industry that is produce may be of the greatest value” yang artinya sebagaimana setiap individu berupaya mengusahakan modal miliknya semaksimal mungkin demi mendukung industri dalam negeri yang diharapkan dapat menghasilkan nilai kemakmuran lebih besar.
     Lebih lanjut Adam Smith memaparkan bahwa subyek dari tiap Negara selayaknya mampu memberikan kontribusi melalui dukungan kepada pemerintah sesuai proporsi kemampuan mereka dan sebaliknya pemerintah juga melindungi pendapatan rakyatnya agar dapat dinikmati secara aman dan proporsional. Dari kutipan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa antara rakyat dan Negara selayaknya bekerjasama untuk mewujudkan kemakmuran. Rakyat tidak hanya wajib bekerja keras menghidupi diri dan keluarganya namun selayaknya juga melek finansial agar mampu mengelola pendapatannya secara optimal. Sementara kewajiban Negara adalah memberikan perlindungan dengan cara menciptakan iklim social politik yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta menegakkan regulasi untuk melindungi modal yang ditanamkan rakyat dalam sebuah investasi. Salah satu bentuk perlindungan pemerintah terhadap modal yang ditanamkan masyarakat melalui investasi adalah ditetapkannya berbagai regulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
      Investasi yang diupayakan perseorangan bisa berupa bentuk simpanan di lembaga-lembaga keuangan baik itu berupa tabungan, deposito dan giro, investasi di pasar modal dan reksadana serta investasi dalam bentuk asuransi. Salah satu satu harian nasional, Kompas dalam salah satu artikel finansialnya memaparkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia akan produk asuransi tergolong cukup tinggi. Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan animo masyarakat terhadap pembelian produk asuransi (Kompas 20 Mei 2014).
       Rendahnya animo masyarakat terhadap pembelian produk asuransi sebagai salah satu tolak ukur kesadaran melek finansial dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
  1.  Kurangnya daya tarik produk asuransi yang ditawarkan
  2.  Anggapan bahwa pencairan dana asuransi terlalu berbelit karena harus melalui  birokrasi cukup rumit
  3.  Hasil pengembangan dana asuransi dianggap kurang signifikan
  4.  Prosedur mempelajari produk asuransi dan membayar premi menyita waktu    pihak nasabah
  5.  Keyakinan bahwa asuransi tidak sesuai dengan kaidah agama
     Fakta bahwa tingkat penetrasi masyarakat terhadap produk asuransi yang bervariasi menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi untuk mengubah asumsi-asumsi penghalang masyarakat membeli produk asuransi. Pelayanan memuaskan, produk menguntungkan adalah faktor utama bagi masyarakat lebih sadar berinvestasi. PT. SunLife melalui misinya untuk membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial menawarkan berbagai produk asuransi demi menjawab keraguan-keraguan calon nasabahnya.

Gambar diambil dari sini
  1. Apa benar asuransi tidak sesuai dengan kaidah agama ?
PT. SunLife Financial Indonesia menjawabnya dengan meluncurkan Sun Life Financial syariah dengan produk unggulannya Brilliance Hasanah Sejahtera dan Brilliance Hasanah Protection Plus. Produk berbasis nilai dan konsep syariah ini dilengkapi dengan program pelatihan dan sertifikasi syariah. Brilliance Hasanah Sejahtera merupakan produk investasi dan proteksi yang dapat membantu mewujudkan rencana-rencana masa depan seperti modal usaha, ibadah haji, atau umroh, biaya pendidikan, tabungan hari tua dan lainnya dengan konsep-konsep syariah. Sedangkan Brilliance Hasanah Protection Plus merupakan unit linked yang dirancang khusus untuk proteksi jiwa dan investasi berbasis prinsip-prinsip syariah. Dana investasi akan ditanam di berbagai instrument investasi berdasarkan konsep syariah. Keseriusan SunLife memperhatikan penerapan kaidah-kaidah syariah membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan berturut-turut di tahun 2013 kategori The Best Risk Management Islamic Life Insurance dengan asset di bawah 100 Miliar rupiah dari Karim Consulting Group dan tahun 2014 untuk kategori Peringkat Pertama The Best Risk Management Islamic Life Insurance dengan asset di bawah 150 Miliar rupiah dari Karim Consulting Indonesia.

2. Benarkah asuransi sama halnya dengan menabung hasilnya tidak            signifikan, berbeda dengan bermain saham ?
PT. SunLife Financial Indonesia memiliki berbagai produk asuransi. Tidak hanya berfungsi sebagai proteksi namun beberapa di antaranya memiliki keunggulan berfungsi layaknya investasi. Produk SunLife yang berfungsi sebagai simpanan dan investasi adalah Sun Fortune Link, Brilliance Fortune, Brilliance Sejahtera dan Brilliance One Protection Plus. Sun Fortune Link memberikan akses berinvestasi melalui berbgai pilihan sesuai profil resiko investasi dan kebutuhan. Brilliance Fortune merupakan kombinasi dari asuransi dan investasi yang membantu mewujudkan rencana jangka panjang. Brilliance Sejahtera membantu mencapai kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang dan mempertimbangkan profil resiko pribadi dalam berinvestasi. Brilliance One Protection Plus merupakan unit linked kontribusi tunggal yang dirancang khusus untuk proteksi jiwa dan investasi dengan pengelolaan diawasi manajer investasi terpercaya berkelas dunia. Keunggulan-keunggulan ini menunjukkan bahwa SunLife sangat serius mengelola dana premi Tertanggung agar berkembang menjadi investasi yang menguntungkan.

3. “Ah nggak ada waktu buat mempelajari produk asuransi, apalagi membayar preminya mesti harus setor ke kantor”
SunLife menawarkan berbagai kemudahan untuk pihak Tertanggung maupun calon nasabahnya. Layanan nasabah melalui surat elektronik (e-mail): SLI_Care@sunlife.com membantu memberikan berbagai informasi terkait polis asuransi, produk dan layanan lainnya. SunLife juga menyediakan call center Pusat Layanan Nasabah di 0210500SUN (786). SunLife mempermudah proses pembayaran premi melalui Virtual Account CIMB Niaga sehingga menghemat waktu nasabahnya karena dapat dilakukan melalui transfer ATM dari CIMB dan berbagai bank lainnya serta melalui internet banking.

4. Malas ikut asuransi, prosesnya berbelit, pencairan dananya rumit”
SunLife memberikan berbagai layanan agar nasabah merasa nyaman dan  aman. Nasabah dapat mengirimkan data-data melalui faksimili di 021-52890099 dilengkapi nama, nomor polis dan nomor telepon yang dapat dihubungi. Nasabah dapat juga mengirimkan surat kepada Pusat-Pusat Layanan Nasabah di kota-kota besar seperti tercantum di website www.sunlife.co.id. Untuk mempermudah proses klaim, SunLife mewajibkan nasabah mengisi formulir klaim standard yang telah ditentukan. Formulir tersebut dapat diakses langsung di website www.sunlife.co.id.

     Biaya hidup terus merangkak naik. Besaran kenaikan gaji tidak selalu berbanding lurus dengan tingginya angka inflasi. Pengelolaan keuangan yang cermat, hidup hemat dan berupaya meningkatkan pendapatan keluarga melalui cara halal dan tidak melanggar hukum merupakan langkah-langkah agar mampu bertahan hidup tanpa mengambil hak orang lain. Memiliki produk asuransi yang berfungsi sekaligus sebagai proteksi dan investasi merupakan langkah bijaksana yang dapat diupayakan sebuah keluarga. Memilih perusahaan asuransi atau instrument investasi selayaknya harus mempertimbangkan faktor keamanan. Hindari menanamkan investasi di lembaga yang tidak memiliki badan hukum dan iming-iming tidak wajar. Pelajari latar belakang bisnis sebuah lembaga keuangan, organisasi atau perorangan yang menawarkan kerjasama investasi.
Gambar diambil dari Tabloid Kontan
      Tolak ukur lembaga investasi atau perusahaan asuransi terpercaya dapat dipelajari dari laporan keuangan, penghargaan yang pernah diperoleh dan komitmennya terhadap masyarakat Indonesia. SunLife menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi salah satu dari lima perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia melalui berbagai terobosan dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya. Selain berbagai produk asuransi unggulan, SunLife melaporkan kondisi keuangan secara transparan dari tahun 2005 hingga tahun terbaru yang dapat diakses dengan mudah di website www.sunlife.co.id. Berbagai penghargaan diperoleh SunLife diantaranya Juara 4 Contact Center Service Excellence Award (CCSEA) untuk kategori asuransi jiwa dan kesehatan dari Carre-CSL dan majalah Service Excellence di tahun 2013 dan Peringkat 3 The Profitable Insurance dengan aset di bawah Rp 150 miliar dari Karim Consulting Indonesia di tahun 2014
       Sebagai komitmennya membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan dengan kemapanan finansial, SunLife melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab social perusahaan banyak memberikan bantuan untuk dunia pendidikan baik material maupun peningkatan kualitas pendidikan melalui program-program pengajaran dengan mengajak organisasi terkait seperti pengajaran matematika menggunakan metode GASING di Yogyakarta sehingga belajar matematika menjadi GAmpang, Asyik dan MenyenaNGkan. CSR SunLife juga menunjukkan kepedulian sosial terhada[ masyarakat pada umumnya seperti pemberian bantuan bagi korban bencana alam dan berperan dalam pengadaan fasilitas bagi program pemerintah Indonesia Pintar yang dimotori Solidaritas Istri Kabinet Bersatu.
       Semakin besar tingkat melek finansial sebuah masyarakat maka kesejahteraan pun semakin meningkat. Semakin tinggi pendapatan rata-rata keluarga akan berbanding langsung dengan tingkat kesejahteraan dan pendapatan perkapita nasional.

Daftar Pustaka
1. www.sunlife.co.id
2. www.kompas.com
3. http://finansial.bisnis.com
4. www.wikipedia.com

Share:

Pengelolaan Finansial Keluarga Sebagai Organisasi Sederhana


Sebagai makhluk sosial manusia secara kodrati membutuhkan individu lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi sosial tersebut salah satunya adalah kebutuhan menemukan pendamping hidup untuk membangun sebuah rumah tangga. Sebuah keluarga berlaku layaknya organisasi. Ada kepala rumah tangga dan anggota organisasi lainnya. Pembagian tugas dan wewenang didasarkan pada kesepakatan antara pihak suami dan istri. Lazimnya ayah berfungsi sebagai kepala rumah tangga, secara otomatis berkewajiban pula memenuhi kebutuhan finansial keluarga. Ibu seringkali berfungsi ganda, sebagai penanggung jawab pekerjaan rumah tangga sekaligus sebagai penopang finansial lapis kedua.
Rumah tangga dapat disebut sebagai organisasi terkecil dalam masyarakat. Pos-pos pengeluaran dan pendapatan keluarga merupakan cashflow yang rutin terjadi setiap bulan. Tanpa perencanaan yang matang sebuah keluarga bisa saja mengalami “bangkrut” karena besar pasak daripada tiang. Pengelolaan keuangan keluarga yang asal-asalan menjadi salah satu sebab keluarga tersebut terlilit hutang. Pepatah bijak mengatakan berapapun pendapatan yang diperoleh sebuah keluarga pasti cukup untuk biaya hidup namun tak akan pernah cukup untuk mengejar gaya hidup. Pengelolaan keluarga yang bijak sebaiknya mengalokasikan penghasilan keluarga untuk pos-pos pengeluaran tetap berdasarkan budget dan diupayakan agar tidak melebihi budget yang telah disepakati bersama. Misalnya biaya pendidikan, biaya rutin (pangan, sandang, pembayaran tagihan air, listrik, komunikasi), pos rekreasi, biaya perawatan kesehatan dan pos khusus untuk biaya tak terduga.

Poin-poin yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan finansial keluarga adalah pengeluaran, pendapatan, hutang, piutang dan asset. Bagi sebagian keluarga kebutuhan hidup seperti rumah dan kendaraan terpaksa harus dibeli dengan cara berhutang atau kredit. Sebagian keluarga lain mungkin memiliki kartu kredit dengan tujuan mempermudah transaksi atau tertarik dengan program-program promonya. Dua hal yang patut menjadi prioritas dalam memutuskan untuk berhutang adalah skala prioritas dan total pendapatan keluarga. Para pakar keuangan menyarankan agar besaran hutang tidak melebihi 30% dari total pendapatan keluarga. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya gagal membayar angsuran karena sesuatu hal di luar perencanaan. Skala prioritas dalam pengajuan hutang bertujuan untuk membatasi diri dari sekedar mengejar gaya hidup. Tanpa penentuan skala prioritas banyak orang memiliki kartu kredit sekedar demi gengsi. Pembelanjaannya pun dilakukan secara gelap mata namun di kemudian hari kelimpungan ketika menerima tagihan.
Salah satu hal penting dalam pengelolaan keuangan keluarga adalah mengusahakan kepemilikan asset. Asset dalam sebuah keluarga berfungsi sebagai simpanan di hari tua atau dapat dipergunakan sewaktu-waktu ketika membutuhkan modal dalam jumlah besar. Asset keluarga tidak hanya berupa property dan perhiasan atau harta benda lainnya. Di era modernisasi sekarang ini perkembangan dunia finansial tumbuh pesat. Investasi dan proteksi melalui asuransi menjadi salah satu pilihan menambah asset keluarga. Memilih perusahaan asuransi terpercaya adalah langkah bijaksana sebagai tindakan proteksi bagi finansial keluarga
Ilustrasi diambil dari sini

PT. SunLife Financial Indonesia sebagai bagian dari Sun Life Financial, salah satu organisasi finansial terkemuka di dunia sejak tahun 1995 telah menyediakan berbagai program dan produk proteksi serta pengelolaan keuangan keluarga. Produk-produk PT. SunLife Indonesia mencakup asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan dan perencanaan hari tua. Masyarakat ditawarkan berbagai pilihan untuk tindakan proteksi melalui produk SunLife Financial Syariah yang merupakan unit link proteksi dan investasi berbasis syariah serta empat produk utama lainnya yaitu :
1.   produk proteksi (Sun Medicash, Term Life dan Sun Golden Life)
Sun Medicash merupakan proteksi untuk kesehatan keluarga yang diharuskan menjalani rawat inap di rumah sakit baik karena sakit maupun kecelakaan. Term Life adalah produk proteksi jangka panjang dengan pilihan masa pembayaran premi 5, 10, 15 hingga 20 tahun dan memberikan 100% uang pertanggungan apabila si Tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi. Sun Golden Life merupakan proteksi jangka pendek yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh ahli waris atua keluarga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada si Tertanggung
2. Produk Simpanan dan Investasi (Sun Fortune Link, Brilliance Fortune, Brilliance Sejahtera dan Brilliance One Protection Plus)
Sun Fortune Link merupakan produk yang menawarkan berbagai pilihan dana investasi sesuai profil resiko investasi dan kebutuhan keluarga. Brilliance Fortune merupakan kombinasi antara asuransi dan investasi dengan pembayaran premi perlindungan jiwa selama tiga tahun dan potensi hasil investasi selama sepuluh tahun. Brilliance Sejahtera merupakan kombinasi dari produk asuransi jiwa dan berbagai produk investasi. BrillianceOne Protection Plus merupakan produk asuransi unit linked tunggal untuk proteksi jiwa dan investasi.
3. Produk Riders/asuransi tambahan sebagai pelengkap atau pendukung asuransi dasar untuk meningkatkan perlindungan dan memperoleh manfaat asuransi lebih besar. Riders meliputi Waiver of Premium – Critical Illness (WO-CIR) untuk penyakit-penyakit serius, Waiver of Premium-Total Disability Benefit (WP-TDB),  Waiver of Premium-Death (WP-Death), Critical Condition Rider, Accidental Death & Dismemberment Benefit (ADDB), Accidental Death Benefit (ADB), Hospital Income & Surgical Rider (HISR) dan Sun Early Critical Illness Rider (SECURE). Berbagai Produk Riders ini memberikan banyak manfaat mulai dari pertanggungan tambahan ketika si Tertanggung menderita penyakit kritis atau diharuskan menerima tindakan operasi hingga pembebasan biaya premi ketika si Tertanggung meninggal dunia atau menderita cacat tetap ketika masih dalam masa pembayaran premi asuransi.
4.   Bancassurance yaitu bentuk kerjasama antara perusahaan asuransi dan bank tertentu untuk memasarkan produk-produk asuransi. Produk Bancassurance dapat digunakan untuk berbagai tujuan investasi seperti dana pendidikan, tabungan hari tua dan tabungan regular.
Salah satu keunggulan produk asuransi dibandingkan tabungan adalah penanggungjawab keuangan keluarga akan termotivasi untuk menyisihkan sebagian pendapatan keluarga untuk membayar premi. Hal ini berbeda dengan perilaku menabung pada umumnya baru diterapkan dengan cara menyisihkan sisa dari penghasilan keluarga setelah dikurangi pengeluaran-pengeluaran. Dengan mengalokasikan sebagian pendapatan keluarga untuk membayar premi asuransi sebuah keluarga bisa memperoleh keuntungan ganda yaitu proteksi dan investasi. Proteksi ditujukan untuk mengcover biaya kesehatan atau santunan ketika si Tertanggung (yang biasanya merupakan pencari nafkah utama) meninggal dunia. Investasi melalui unit-unit link asuransi dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan seperti simpanan hari tua, biaya renovasi rumah, biaya pendidikan anak hingga rencana berwisata ke luar negeri.
Bijak dalam mengelola keuangan keluarga dengan mengikutsertakan peran asuransi mengajarkan pesan moral bahwa kesejahteraan keluarga hanya terwujud melalui kerja keras. Hal ini dapat menghindarkan diri untuk tidak terperangkap dalam salah satu dari tujuh dosa besar ala Mahatma Gandhi yaitu “kekayaan tanpa kerja” seperti yang diterapkan organisasi-organisasi pemasaran jaringan dan organisasi piramida yang membangun struktur finansial dengan cara menanamkan mimpi menjadi kaya tanpa bekerja dan mendorong orang berspekulasi tanpa acuan yang jelas. Peran asuransi dalam pengelolaan keuangan keluarga tak hanya sekedar sebagai instrumen perlindungan keluarga namun juga berfungsi layaknya kompas dalam menentukan arah perjalanan. Tujuan hidup menjadi lebih terarah dan termotivasi menjadi lebih baik layaknya tagline PT. SunLife ~ Life’s Brighter Under The Sun.
Daftar Pustaka :
www.sunlife.co.id


Share:

Mommylicious, Karena Dunia Mama Adalah Dunia Penuh Rasa

Judul    : Mommylicious_ID
Penulis : Murtiyarini dan Rina Susanti
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Genre : Buku Motivasi (Parenting)
Terbit : Agustus 2014
Tebal : 173 Halaman.
ISBN : 978-602-249-680-9


     Mommylicious_ID, apa maksud dari judul buku ini ? Awalnya pemikiran itu terbersit di benak saya. Baru setelah nonton book thrillernya di youtube dan usai membaca bukunya hingga halaman terakhir jadi paham mengapa mbak Arin dan mbak Rina (sepertinya cocok juga kalau mo bikin grup vocal duet Arina ~ Arin – Rina) memilih judul tersebut. Jadi Mama itu banyakkk rasa, seperti kata Asa, putra kedua mbak Arin di thriller youtube. Become Mommy is so delicious, begitu kan ?. Kenangan membahagiakan, asem, sedih, manis, lucu berbaur menjadi satu silih berganti mengisi hidup sang bunda. Nah penulisan ala nama website atau alamat email dengan "underscore" menandakan bahwa buku ini ditulis oleh penggiat dunia maya alias blogger. Begitu menurut perkiraan saya.

Salah satu daya tarik Mommylicious_ID adalah gaya tutur yang berbeda dari buku biasanya. Lima bab dalam Mommylicious_ID membagi tulisan-tulisan ringan sarat makna ini dalam tema-tema khusus yaitu :

#1 New Baby New Life - mengisahkan kebahagiaan sekaligus kebingungan Mama Arin dan Rina sebagai Mama baru. Masalah soal indahnya masa menyusui bagi Mama Arin dan kesulitan Mama Rina memberikan ASI karena masalah produksi mungkin seringkali dihadapi para wanita. Masih mempermasalahkan Mama yang memberikan ASI eksklusif atau susu formula ? coba deh baca Pengalaman Pertama Mama Arin (bagaimana beliau sukses memberikan ASI Eksklusif meski harus bekerja di luar rumah) dan pahami bagaimana perasaan Mama Rina yang ingin memberikan ASI sepenuhnya namun produksi ASInya tak kunjung mencukupi. Bukan rahasia lagi jika kehadiran adik seringkali menimbulkan kecemburuan bagi sang kakak. "Kakak Cemburu" versi Mama Rina dan "Kakakku Idolaku" catatan Mama Arin mengupas masalah tersebut dari sudut pandang berbeda. 

#2 Mom's Partner In Crime
Kira-kira kenapa ya bab ini diberikan judul yang menggelitik ? mungkin karena di "Mom's Partner In Crime" lebih menekankan pada kisah keseharian sang Mama dengan segala aktivitas rumah tangga dan dunia kerja. Bagaimana perjuangan Mama Arin mengatasi "Baby blues With Mama". sementara "Mama 911" alias Mama Rina tak kalah repotnya mengatur waktu antara bekerja dan urusan keluarga serta kebingungan ketika tak lagi punya Asisten Rumah Tangga. Pernah dihadapkan pada kondisi memilih harus mudik lebaran di eyang dari pihak Mama atau Papa ? atau sulit menentukan pilihan antara memilih daycare atau asisten rumah tangga ? "Jawa atau Kalimantan" dan "Daycare Vs Asisten" adalah tulisan yang tak boleh dilewatkan. Ibu bekerja pasti pernah menemui masalah sang anak terlalu dekat dengan "mbak" duh, betapa "Cemburu" dan "Kangen" menyaksikan fenomena ini, Mama Rina memaparkannya dengan lugas lengkap dengan tips bagaimana agar sang anak tetap merindukan Mama yang harus bekerja di luar rumah tanpa terlalu tergantung pada sang pengasuh. Eits tapi jangan sepelekan sang pengasuh anak "Curhat si Mbak" bisa menjadi bahan perenungan bagi para orang tua yang sibuk bekerja dengan dalih demi masa depan sang anak.

#3. Growing Up
Masa bayi berlalu bukan berarti masalah pendidikan anak berhenti hanya di situ. Tantangan baru timbul ketika sang anak memasuki masa tantrum seperti "Jeritan-jeritan Asa" catatan Mama Arin dan "Ada Mama Kok Malah Rewel" catatan Mama Rina. Adalah sebuah "Kesalahan Besar" jika mengabaikan hal-hal yang bisa membahayakan bagi anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang. Anak-anak usia balita juga harus dibiasakan "Belajar Disiplin" antara lain dengan mengajarkannya merapikan mainan karena rumah "Bukan Kapal Pecah". Anak-anak adalah pribadi yang unik. Kisah ala "Imajinasi Azka" adalah "Kejutan Cerdas" bagi orang tua yang tak henti belajar menjadi role model dan diam-diam bangga atas prestasi yang diraih anak-anaknya. Sebab dengan tak letih memperbaiki diri orang tua akan mampu mendidik anak-anak menjadi lebih baik seperti Mama Rina yang senantiasa mendapat "PR dari Azka". Namun dari segala kejutan dan keunikan yang ditunjukkan anak-anak, cara mereka mengungkapkan kasih sayang merupakan kenangan yang paling indah sepanjang masa seperti bagaimana mengejawantahkan "Cinta Untuk Mama" yang dilakukan setulus hati "Karena Aku Sayang Mama"

#4 Mommy And Friends
Sesuai judul babnya enam catatan dalam Mommy and Friends membahas masalah aktivitas Mama dan kawan-kawannya. Ada type "Mama Blogger" adapula yang senang "Online Selalu". Bab ini juga menyinggung pergulatan batin working mom yang mendapat pertanyaan "Mama Kok Kerja" hingga harus memilih sebuah "Keputusan Besar" yang berujung pada "Farewell Dua Mama"

#5 Love Wishes
Merupakan tulisan tentang harapan-harapan serta kenangan istimewa Mama Arin dan Mama Rina akan buah hati mereka, Cinta dan Asa-nya Mama Arin serta Azka dan Khalif-nya Mama Rina.

       Buat saya pribadi Mommylicious_ID adalah buku yang inspiratif. Sebagai orang tua kita (saya lebih tepatnya) harus banyak belajar dan terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik. Jika buku-buku parenting lainnya terkesan teoritis maka Mommylicious_ID lebih nyata karena kejadian-kejadian dari catatan Mama Arin dan Rina benar-benar terjadi. Layaknya membaca sebuah jurnal harian. Banyak hal yang dapat dipelajari, dari masalah ASI hingga “patah” gigi, tentang sekolah hingga imajinasi anak-anak yang waaah. Belajar ilmu parenting tak hanya dari para pakar lho, orangtua adalah role model utama, bapak dan ibu guru di sekolah hingga Asisten Rumah Tangga. Ha ? ART ?, ya benar!. Dari kisah Curhat si Mbak, halaman 82 para pembaca (khususnya Ayah dan Bunda yang bekerja) jadi kesentil, kalau sudah di rumah jangan repot sama gadget aja, mentang-mentang ada asisten, anak-anak kita kan butuh perhatian nah si mbak asisten kan juga butuh rehat ?. Kisah-kisah lain banyak yang membuat saya seolah Dejavu. Sebelum resign dan nggak punya ART saya mengalami situasi seperti yang dihadapi mbak Arin, anak harus dititipkan di tetangga atau TPA (tempat penitipan anak), pekerjaan rumah harus saya selesaikan sendiri. Dini hari saya sudah bergulat di dapur sementara adzan subuh pun belum lagi berkumandang, kalau nggak sempat cuci piring dan piranti dapur otomatis pulang kerja tumpukan benda kotor itu menjadi pekerjaan tambahan sementara setrikaan sudah menanti. Karena harus berburu dengan waktu saya menjuluki diri sendiri sebagai Mom F1,  ibu yang mirip pembalap karena harus sangat cermat mengatur waktu agar tak ketinggalan bus kota.

        Kisah “Cemburu”nya mbak Rina pernah saya alami, bagaimana nggak cemburu kalau si kecil lebih perhatian sama si mbak atau Bude daripada sama Mamanya sendiri. Mungkin para Mama, Bunda, Ibu akan punya pengalaman yang sama dengan berbagai kisah di sini. Dibaca berulang kali pun tak akan pernah bosan. Kadang tertawa, seringnya terharu hingga tak terasa mata berkaca-kaca karena membaca Mommylicious_ID membuka mata hati kita untuk tak lelah berusaha menjadi lebih baik sebagai orang tua. Mommylicious_ID sekaligus juga mengingatkan para orang tua untuk lebih menghargai hak-hak anak, menginspirasi ayah bunda untuk mencatat segala hal yang berkaitan dengan masa tumbuh kembang mereka seperti daftar kata-kata unik saat masih belajar berbicara atau imajinasi-imajinasi anak yang seringkali membuat kita tertawa.

            Karena Mommylicious_ID lebih banyak bercerita tentang Azka (juniornya Mama Rina) dan Cinta (juniornya Mama Arin), berharap sekali ada jilid kedua yang lebih mengeksplorasi Asa (adik Cinta) dan Khalif (adik Azka), saya turut berdoa nih Mama Arin dan Rina, agar bukunya sukses trus ada jilid keduanya :)

Melahap Mommylicious_ID benar-benar mengenyangkan jiwa para orang tua ^_^




Share:

Bang Bing Bung Yuk Kita Nabung

“Bing beng bang yok kita ke bank. Bang bing bung yok kita nabung. Tang ting tung hey jangan dihitung. Tau tau kita nanti dapat untung.” Duo penyanyi cilik yang menyanyikan lagu tersebut kini sudah remaja tetapi pesan yang tersirat masih relevan hingga kapan saja. Menabung adalah salah satu langkah peduli masalah finansial.  Mengajarkan melek finansial hendaknya dilakukan sedini mungkin. Sejak masih berusia kanak-kanak dan telah mengenal mata uang maka sebaiknya sejak saat itu pula anak-anak diajarkan cara mengelola uang, menghargai uang dengan cara tidak menghamburkannya. Meski belum mampu mengelola keuangan dalam arti luas anak-anak dapat belajar menyisihkan uang saku sekolah, uang hadiah ulang tahun, uang saku hari raya. 

      Anak-anak kok diajarkan melek finansial, bukannya terlalu berat buat mereka ? Anggapan tersebut kuranglah tepat. Dasar-dasar finansial yang dikenalkan pada anak-anak hendaknya dikemas dalam metode sederhana. Dewasa ini banyak sekolah setingkat Taman Kanak-kanak mencantumkan kurikulum dasar-dasar finansial untuk memberikan pemahaman arti uang. Siswa TK atau PAUD diajarkan membuat prakarya atau memasak kue-kue kecil praktis. Anak-anak usia dini tersebut diajarkan pula teknik pemasarannya dalam sebuah bazaar yang dihadiri para wali murid. Dengan demikian anak-anak belajar tentang sulitnya mencari nafkah sehingga merasa sayang hidup berfoya-foya.
      Kemampuan anak mencerna dunia keuangan masih sangat sederhana. Untuk mendapatkan perhatian sang anak tidak cukup dengan hanya menginstruksikan anak giat menabung. Anak-anak selalu mencari role model dan mengikuti segala yang dicontohkan panutannya. Dalam hal ini orang tua sebagai orang terdekat hendaknya mencontohkan perilaku berhemat seperti yang diajarkannya. Anak-anak yang terbiasa menyaksikan orang tuanya bersikap boros, membeli barang-barang tanpa berpikir panjang lambat laun akan meniru gaya hidup konsumtif tersebut. Sementara ketika sang anak melihat orangtuanya menyusun daftar prioritas barang yang akan dibeli akan memberikan kontribusi positif dalam proses pembelajaran mengelola uang secara bijak. Berikan pemahaman bahwa ketika dewasa mereka memiliki tanggung jawab menanggung pos-pos pengeluaran keluarga. Beberapa di antaranya adalah prioritas utama, biaya pendidikan dan perawatan kesehatan salah satunya.
       Apa yang akan terjadi jika anak melihat Mama selalu membeli baju baru setiap kali terima gaji dan Papa tak ketinggalan mengganti gadgetnya dengan model terbaru ? Mereka pasti berpikir bahwa tidak ada yang salah dengan perilaku konsumtif tersebut. Dalam pikiran mereka akan terbersit pemahaman "oh asyiknya bisa belanja ini itu, kalau aku sudah besar nanti ingin seperti Mama dan Papa". Akibat tidak memperoleh tauladan yang baik si anak mungkin saja tidak memiliki tanggung jawab terhadap barang pribadinya. Mudah menghilangkan alat sekolah, merusak mainan, merengek minta dibelikan barang-barang baru yang tidak terlalu penting sebab dalam pikiran mereka Mama dan Papa punya banyak uang. Tentu hal yang berbeda akan dialami anak-anak yang sejak dini sesekali diajak pergi menabung ke bank atau kantor asuransi untuk membayar premi. Anak-anak usia Sekolah Dasar sudah dapat diajak berdiskusi dan membicarakan tentang pentingnya tabungan pendidikan untuk mereka. Ketika telah menginjak usia remaja pemahaman pentingnya asuransi sebagai tindakan proteksi dapat diberikan kepada mereka. Kenalkan para remaja dengan link asuransi yang terpercaya, misalnya Bancassurance dari SunLife. Bancassurance  adalah salah satu jenis asuransi yang multifungsi karena dapat ditujukan untuk dana pendidikan, tabungan dan dana hari tua.
Jika anak-anak memiliki rekening tabungan di bank, ajak mereka untuk turut berperan dalam meningkatkan saldo tabungannya. Perbesar motivasi anak untuk menabung dengan memberinya kebebasan membeli barang kebutuhannya menggunakan sebagian dari tabungan yang dimiliki. Meski anak bebas menggunakan uang tabungannya bukan berarti ia diperbolehkan membeli barang tanpa sepengetahuan orang tua. Sebaiknya orang tua mengarahkan agar anak-anak membelanjakan uangnya untuk menunjang bakat dan kemampuannya, seperti membeli alat musik, perangkat melukis, buku bacaan.
Edukasi finansial sejak dini tidak hanya dilakukan dengan metode teori dan aplikatif seperti menabung dan menjual hasil karya anak-anak. Pendidikan dan pembentukan kepribadian tidak boleh dilupakan. Menumbuhkan simpati dan empati mereka terhadap kaum dhuafa akan lebih menanamkan pentingnya bijak dalam mengelola keuangan. Sesekali ajak anak-anak ke panti asuhan. Tanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan bahwa banyak orang kurang beruntung dibandingkan mereka dan memerlukan bantuan agar mampu menikmati hidup lebih layak. Dengan demikian anak-anak akan membiasakan diri tidak bersikap boros dan lebih menghargai pemberian orang tuanya.


      Seperti halnya nilai-nilai keagamaan dan moralitas, edukasi finansial sebaiknya dilakukan sejak dini. Anak-anak adalah pembelajar paling cepat. Dengan mendengar, menyaksikan contoh di sekitar, menonton tayangan mereka langsung tanggap. Jika pentingnya bijak dalam mengelola uang diberikan sejak usia dini maka perilaku hemat akan terpatri hingga mereka menginjak dewasa nanti. Menanamkan pentingnya menabung, tidak bergaya hidup mewah dan memiliki kepedulian terhadap sesama sama pentingnya dengan mengajarkan membaca, menulis dan berhitung. Nasib suatu bangsa terletak pada kualitas generasi mudanya. Generasi muda yang berkualitas adalah generasi yang tangguh, mandiri, mau bekerja keras dan bertanggungjawab dalam mewujudkan masa depan gemilang sebagai peran serta mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara. 
Share:

Wanita Manager Keuangan Keluarga


“Wanita dijajah pria sejak dulu, dibuatkan perhiasan sangkar madu” syair lagu lama yang mengisahkan nasib wanita beberapa dekade lalu mungkin sudah tak lagi relevan di zaman sekarang. Dahulu wanita diwajibkan tinggal di rumah. Tidak semua anak perempuan memiliki kesempatan menuntut ilmu dengan leluasa bahkan para bangsawan memilih memingit anak-anak wanitanya dan hanya mengajarkan cara mengelola tugas-tugas rumah tangga. Seorang wanita diwajibkan cakap mengerjakan seluruh pekerjaan rumah adalah kewajibannya. Harus selalu “nrimo” apa yang diberikan suami dan tak perlu mempunyai ilmu pengetahuan tinggi.
Kini wanita Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menuntut ilmu dan meniti karir. Istri bekerja di luar rumah bukan hal asing lagi. Bahkan sebagian besar pria mengakui kondisi finansial keluarga lebih terbantu oleh penghasilan istrinya. Keuangan keluarga menjadi tanggung jawab bersama. Jika dahulu istri tinggal menerima apapun keputusan dan pemberian suami sekarang membeli rumah, perabotan, memilih sekolah untuk anak-anak hingga investasi dibicarakan bersama.
Wanita yang memilih tinggal di rumah, berwiraswasta atau bekerja paruh waktu bukan berarti tidak memiliki peran signifikan dalam mengelola keuangan keluarga. Lazimnya sang kepala rumah tangga akan menyerahkan sebagian besar penghasilannya untuk dikelola istri. Maka kedudukan wanita dalam rumah tangga pun menjadi multifungsi, harus mampu berperan sebagai koki, pengajar privat bagi anak-anak, sahabat suami sekaligus manager keuangan.

Mengelola keuangan keluarga mungkin tidak memerlukan gelar sarjana ekonomi namun memiliki pengetahuan tentang pentingnya investasi dan pengelolalan finansial adalah sebuah langkah bijak.
Peran penting wanita sebagai pengelola keuangan keluarga dapat ditunjukkan dalam dua ilustrasi berikut ini :

     Pertama, adalah seorang ibu beranak dua yang memutuskan berhenti bekerja dan fokus mengurus rumah tangga setelah sepuluh tahun berkarir. Selama memiliki penghasilan dari gaji ia rajin menabung. Shopping bukan hobinya, ia hanya memiliki sepasang sepatu serta baju kerja cukup untuk seminggu. Rumah pribadi tempat tinggal adalah salah satu aset dari hasilnya menabung. Gadget yang ia miliki hanya handphone sederhana, asal bisa sms, telpon dan internet. Polis Asuransi Jiwa yang dimiliki keluarga tersebut adalah hasil patungan antara sang istri dan suami. Meski tinggal full time di rumah sang istri tidak berdiam diri, ia masih bekerja part time. Satu sumber keuangan tertutup bukan berarti kiamat namun harus lebih pandai menghemat. Sayangnya sang suami tertimpa musibah, terPHK tanpa pesangon. Keadaan finansial keluarga semakin goyah, keluarga kecil itu bahkan tak mampu lagi membayar premi asuransi. Langkah pertama yang diambil adalah mendatangi kantor cabang asuransi untuk mendiskusikan masalah tersebut. Meski simpanan dalam bentuk asuransi tidak dapat diambil ketika belum jatuh tempo atau sang pemilik meninggal dunia ternyata dapat dialihkan dalam bentuk deposito dollar sehingga baik suami maupun istri tidak perlu lagi membayar premi asuransi setiap bulannya. Sang istri mulai memeriksa kembali pos-pos pengeluaran yang bisa dihemat. Simpanan uang sisa belanja bulanan menjadi tabungan yang sangat berharga mengatasi masa-masa sulit.
      Ilustrasi kedua adalah seorang wanita karir beranak tiga. Meski tidak suka berbelanja pakaian dan perhiasan ia termasuk orang gila gadget. Meski demikian keberaniannya dalam berinvestasi juga luar biasa. Sebagian besar gajinya ditanam dalam investasi. Membeli property secara kredit adalah salah satu investasinya. Ia juga mempercayakan modal kepada rekan yang ia percaya untuk bisnis budidaya lahan pertanian. Bahkan untuk menambah modal ia menjadikan mobil pribadi mereka sebagai agunan hutang di sebuah perusahaan leasing. Langkah yang ia pilih sepintas terlihat sangat menjanjikan. Sayangnya ternyata tidak demikian. Tanpa memperhitungkan biaya kehidupan dari ketiga anak dan total hutang jauh melebihi asset membuatnya putus asa ketika tertimpa musibah beruntun. Bisnis yang dijalin bangkrut, rekan yang ia percaya melarikan modal yang ia titipkan, kantor tempat suaminya bekerja dinyatakan pailit, mereka tak mampu membayar angsuran hutang dengan agunan mobil, KPR rumah yang sedianya untuk investasi juga tak terbayar. Pihak debt collector leasing berulangkali menagih angsuran baik di tempat tinggal maupun di tempat kerja. Tak tahan menanggung malu ia mengundurkan diri dari perusahaan. Masalah dengan perusahaan leasing berlarut-larut hingga ke ranah pihak yang berwajib. Keluarga tak lagi harmonis. Anak-anak turut menanggung derita.

      Dari kedua contoh di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.Pengetahuan tentang dasar-dasar finansial tidak hanya wajib dimilik pelaku bisnis  namun juga dalam kehidupan berumah tangga.
2. Investasi memang penting namun tidak memaksakan diri dengan cara berhutang. Andai harus berhutang wajib memperhitungkan pengeluaran rutin dan pendapatan. Para  ahli finansial menyarankan total hutang tidak melebihi plafon 20% dari total   pendapatan keluarga.
3.  Baju, assesoris dan gadget bukanlah investasi. Gadget tidak memiliki nilai investasi kecuali jika dimanfaatkan untuk menunjang bisnis dan pekerjaan.
4. Investasi jangka panjang berfungsi sebagai jaminan masa depan. Asuransi   merupakan tindakan proteksi paling tepat. Ketika sumber nafkah utama terPHK atau meninggal dunia, premi asuransi bisa berfungsi sebagai penopang biaya kehidupan. Sebagian orang merasa keberatan membayar premi asuransi dengan asumsi dana asuransi tidak bisa ditarik sewaktu-waktu kecuali telah jatuh tempo. Namun asuransi Sun Fortune Link dari Sun Life Financial mempermudah nasabah untuk melalukan penarikan dana investasi ketika dalam keadaan mendesak.
5. Mempercayakan investasi kepada perorangan tanpa jaminan adalah tindakan gegabah. Memilih investasi link dengan berbagai kelebihan seperti pilihan switching link investasi dan bebas menentukan mata uang seperti yang ditawarkan Brilliance Sejahtera adalah langkah bijaksana. Selain bekerjasama dengan Schroders Investment Management serta Fortis Investment dalam mengelola investasi, Brilliance Sejahtera memiliki keunggulan program Rider sebagai proteksi tambahan.


Wanita pekerja, ibu rumah tangga, single atau telah menikah wajib membekali dirinya dengan dasar-dasar finansial. Jika ingin berinvestasi sebaiknya salah satu pilihannya adalah investasi tanpa resiko tinggi, misalnya asuransi 
Share:

Aspirasi Untuk Prabowo-Hatta dari Rakyat Jelata

Aspirasi Untuk Prabowo-Hatta dari Rakyat Jelata

Assalamualaikum bapak #PrabowoHatta , calon presiden – wakil presiden Republik Indonesia nomor urut satu.

Perkenalkan saya, Dwi Aprilytanti Handayani, seorang ibu dengan dua putra, tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur. Mohon maaf sebelumnya jika surat ini tidak berkenan di hati bapak, mohon maaf jika ada salah-salah kata. Mengingat saya bukan pendukung fanatik bapak berdua. Sederhana saja buat saya : fanatisme berlebihan hanya akan membuat kita menutup mata atas segala kekurangan dan menganggap selalu benar apa yang dilakukan oleh sosok yang kita kagumi. 

Jujur saja, selama dua kali pemilihan presiden, saya baru berpartisipasi pada pemilihan presiden kedua. Alasan saya mungkin klise, tahap pertama saya ingin melihat kinerja presiden terpilih dan jika saya anggap kurang memuaskan saya baru akan memilih orang lain sebagai penggantinya, sebaliknya jika beliau dan kabinetnya menunjukkan kinerja yang bagus saya pasti memilih agar beliau menjabat kembali.

Orang bilang Golongan Putih adalah orang-orang yang tak peduli dengan bangsa, saya punya pendapat lain. Golongan Putih bukan golongan suci, bukan golongan apatis, bukan juga pengkhianat bangsa. Dari kacamata saya sebenarnya istilah Golongan Putih itu terkait warna-warna simbolis partai pada pemilu legislatif yang terjadi selama beberapa kali periode. Golongan yang tak tertarik dengan partai manapun memilih tidak memilih tetapi bukan berarti mereka tidak berkarya untuk bangsa, bukan begitu ? karena jika memutuskan untuk pindah kewarganegaraan karena muak dengan negerinya itulah yang disebut pengkhianat bangsa.

Salah satu alasan saya sering absen Pemilihan Umum (terutama legisllatif) adalah karena bosan dengan janji palsu dan retorika. Pemilu jadi tak ubahnya ajang jual jamu. Semua berebut menjadi nomor satu. Pada akhirnya ketika Pilpres selesai yang duduk di pemerintahan adalah kawan-kawan dalam koalisi. Sementara korupsi masih terus merajalela meski mungkin para pelaku harus berpikir berkali-kali sebelum melakukan tindak pidana korupsi sejak ada KPK kini. Saya mafhum, hampir mustahil politik tanpa bagi-bagi kursi pada kawan koalisi. Nah ini yang ingin saya sampaikan kepada bapak #PrabowoHatta, andai bapak terpilih menjadi pemimpin bangsa karena telah ditakdirkan tolong #selamatkanIndonesia dengan memberikan tempat bagi sosok-sosok berkualitas di kabinet. Bukan masalah ia dari partai koalisi, yang penting punya kemampuan yang bapak anggap pantas, bukan sekedar seperti dagang sapi, kalau curang bisa dioplos dengan babi. Bahkan jika mungkin rangkullah pihak yang berseberangan untuk menjadi kawan, maka jika ini terjadi benar adanya bahwa bapak adalah negarawan sejati. Adakah kemungkinan mengaplikasikan sebagian visi dan misi dari pihak “oposisi” yang dianggap layak diterapkan demi kepentingan rakyat ?. Sebab memenangkan pilpres bukan untuk kemenangan pribadi sejatinya namun awal perjuangan demi kesejahteraan rakyat dan kedaulatan negeri.

Meski belum menentukan pilihan 9 Juli nanti (saya masih menunggu debat terakhir tentang Lingkungan Hidup sementara surat ini harus segera terkirim), saya mencermati debat demi debat di televisi. Saya lebih menyukai pendapat bahwa debat adalah soal penyampaian visi dan misi bukan untuk bertarung dan menjatuhkan lawan atau dihitung skor seperti layaknya pertandingan. Panggung debat bukan ring tinju, kalau ring tinju pasti moderatornya akan mengangkat tangan salah satu capres menandakan sebagai pemenang debat malam itu. 

Dalam beberapa acara debat saya sangat tertarik dengan issue-issue berikut ini, jika bapak #PrabowoHatta kelak terpilih mohon kiranya dapat menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanda tanya besar di benak saya.

1. Masalah Pelanggaran HAM 1998 
Saya paham bahwa dalam dinas kemiliteran seorang prajurit wajib mematuhi sumpahnya, setia kepada negara dan patuh terhadap perintah atasan. Andai bapak tetap tutup mulut terhadap apa yang terjadi demi keutuhan negeri, saya dan mungkin rakyat tak akan memaksa. Namun dengan kekuasaan seorang presiden apakah tidak mungkin menelusuri kemana korban yang “hilang” akibat harus diamankan di situasi yang kacau balau saat itu ? andai sudah meninggal dimanakah makamnya ?. Dan masih ada korelasi dengan HAM saya berharap ada penyelesaian Kasus Munir, siapa sebenarnya tokoh besar di balik pembunuhan Munir ?. (nggak mungkin rasanya seorang pilot diam-diam punya keinginan membunuh seseorang). Jika bapak berhasil menyelesaikan masalah ini pasti bapak akan terpilih kembali di periode kedua. Nama bapak berdua tercatat dalam tinta emas sejarawan sebagai pemimpin yang tak sekedar pandai beretorika namun memberikan jaminan keamanan bagi rakyat dan segenap bangsa.

2. Janji untuk membuka lahan pertanian dengan mengalihfungsikan tanah bekas pertambangan dan lahan tandus.
Saya sangat mengapresiasi wacana tersebut. Kita pernah dikenal sebagai negara yang mampu berswasembada beras namun kini semua seperti kisah dongeng belaka. Bukan hanya beras yang harus diimpor, bahkan gula, bawang putih hingga daging sapi. Bukankah negara kita negara agraris, kenyataan ini membuat hati menjadi miris. Namun pak, dari kacamata awam seperti saya tak hanya infrastruktur dan lahan pertanian yang harus disiapkan tetapi juga teknologi dan sumber daya manusianya. Sekedar berbagi cerita, buruh tani di tempat saya sekarang semakin langka, anak-anak mudanya lebih suka bekerja di pabrik atau berangkat ke luar negeri menjadi TKI/TKW, begitu langkanya hingga pemilih sawah berani membayar enam puluh ribu rupiah untuk kerja buruh sawah setengah hari saja. Saya punya mimpi andai kita mampu menerapkan teknologi pertanian seperti di Jepang, bertani lebih maju, hasilnya lebih bermutu. Jika perlu budidaya melalui hidroponik perlu dikembangluaskan. Tentu sangat menyenangkan jika satu keluarga bisa menanam padi, cabe, buah, TOGA dengan kaleng-kaleng bekas dan cara mudah.

3. Tekad bapak untuk menambal “kebocoran”
Pak, izinkan saya bercerita tentang celoteh anak saya yang baru berusia sepuluh tahun. Suatu ketika saat ia belajar menghadapi Ujian Tengah Semester mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, ia tiba-tiba bertanya “Ma, mengapa rakyat Papua kok hidup miskin padahal Papua punya tambang emas dan tembaga”. Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengungkapkan kontrak PT. Freeport yang berat sebelah. Itu baru Freeport, berapa banyak lagi kira-kira kontrak dengan perusahaan asing yang lebih banyak merugikan Indonesia?. Duh rasanya sakit di dada ketika begitu besarnya kekayaan negeri ini ternyata mensejahterakan bangsa di seberang sana. Adakah kiranya kontrak tersebut direnegoisasi ? hanya pemerintah pusat yang dapat memastikannya. Andai benar bisa diupayakan pembaruan kontrak dan bahkan jika mungkin pengalihan untuk dikelola anak-anak bangsa kita sendiri tentu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan tenaga ahli pribumi. Maka insyaAllah rakyat sejahtera, kedaulatan bangsa pun terjaga.

Rasanya masih banyak yang harus saya sampaikan tetapi  tiga hal utama tersebut yang terus membayang di benak. Jika atas seizin Allah #PrabowoHatta pasangan #IndonesiaSatu memimpin negeri tercinta ini selama lima tahun ke depan, saya berharap bapak masih terbuka menerima kritik dan saran melalui sosial media atau media tertentu lainnya agar masukan dari rakyat dapat membantu bapak berdua dan para pejabat pemerintahan untuk bersama #SelamatkanIndonesia tak hanya dari ancaman asing yang mungkin timbul namun juga dari kemalasan, kemiskinan dan perpecahan yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Akhir kata izinkan saya mengutip ucapan Bang Zakaria (bang Jack) di sinetron Ramadhan Para Pencari Tuhan seri kedelapan "kelemahan terbesar adalah pada kekuatan, ketika seseorang sangat optimis akan menggapai tujuannya dan kemudian kalah maka tanpa berpegang pada Allah akan membuat menjadi lemah, lupa bahwa segala hal telah tertulis dalam Lauhul Mahfudz".

Kalimat ini menginspirasi saya bahwa sekuat apapun ikhtiar yang telah kita lakukan tetap Allah yang menentukan. Dan tentunya Allah tak hanya menilai hasil akhir namun juga proses perjuangan dan keikhlasan kita dalam berjuang di jalan kebenaran.

Terimakasih atas perhatiannya, semoga Allah merahmati semangat dan perjuangan kita bersama demi bangsa dan negara. 


Wassalamualaikum

Koleksi Pribadi


#PrabowoHatta
#IndonesiaSatu
#SelamatkanIndonesia 
Share:

Debat Capres-Cawapres #1 (9 Juni 2014)

Uhhhm rumah mayaku sudah waktunya dibenahi.

Lama gak cerita itu ini sekalinya nulis tentang dinamika politik RI
Ingin mencatat tentang Debat Capres-Cawapres semalam. Debat pertama yang berlangsung 9 Juni 2014 ini berawal sedikit membosankan, mirip ujian kompre karena kontestan hanya diwajibkan menjawab pertanyaan.

Tapi setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran
1.     Pentingnya belajar (dan berdoa). 
Sebelum debat saya baca di beberapa media bahwa mas Joko mempersiapkan diri dengan belajar. Sedangkan dari kubu Pak Bowo berkata : pak Bowo sudah terbiasa debat jadi tak perlu mempersiapkan diri. Hasilnya mas Joko dan pak Jusuf tampil lebih percaya diri, jawabannya cukup terstruktur rapi, nyaris tanpa emosi berlebihan. Bahkan beberapa jawaban saya catat kok “dicontek pak Bowo”. Contohnya saat pertanyaan masalah perlindungan HAM dan masalah minoritas, mas Joko bicara tentang lurah Susan, eh pak Bowo memberi contoh Koh Ahok. Mas Joko menjawab pertanyaan “bagaimana cara memberantas korupsi” dengan santai mas Joko menjawab hal ini harus dilakukan melalui pengawasan ketat dari pemerintah pusat, detik ke detik hari ke hari, lalu harus dilakukan recruitment terhadap orang yang tepat, E-procurement terbuka dsb dsb. Lah pak Bowo kok ya mengamini, jawaban yang sama (kalau saya sih berharap pak Bowo cari jawaban yang lebih eksploratif mengenai masalah pengawasan efektif demi menghindari masalah korupsi Bus Trans Jakarta agar tidak terulang lagi).
Konon mas Joko juga mengucapkan doa 'Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii. Terlepas dari para haters berkat itu mah kertas contekan atau sekedar pencitraan agar pemirsa yakin beliau Islam

2.      Pentingnya menahan emosi
Rasulullah pernah bersabda  
“Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah” Hadits al-Bukhari (no. 5763) dan Muslim (no. 2609).
Semalam pak Bowo mampu menahan emosi setidaknya tidak melempar handphone ketika pak Jusuf bertanya bagaimana cara pak Bowo menyelesaikan permasalahan pelanggaran HAM di masa lalu jika terpilih
Dan pak Joko kali ini tampil tenang, tidak grogi, kaku karena menahan amarah akibat sebelumnya ia terus menerus dibully.

3.      Pentingnya mencatat perkataan para kontestan
Baik mas Joko maupun pak Bowo berjanji semua golongan akan dilindungi karena HAM paling utama adalah hak hidup, jadi tidak ada itu yang namanya penertiban atau pembantaian terhadap kelompok minoritas …cateeet Hiduplah Indonesia Raya (saya paling ngeri kalau terjadi perang saudara). 
Lalu saya menunggu pula action siapapun presidennya nanti untuk menegakkan hukum agar tidak tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah

Saya bukan mas Joko atau Pak Bowo lovers or haters. Saya hanya cinta Indonesia. Saya hanya selalu berdoa agar Allah menetapkan orang yang tepat sebagai presiden RI 2014 – 2019 (eh bener kan ya masa periodenya) dan rakyat pun sejahtera aman sentosa

Share:

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.