catatan seorang ibu, wanita, hamba sahaya yang ingin berbagi pikiran dengan dunia

Menorehkan Memori di Tumpeng Menoreh

Astaghfirullah...ternyata sudah hampir setahun saya tak menulis di blog kesayangan. Padahal ngakunya blogger, sempat memberi saran ke teman yang juga punya blog gratisan agar tetap konsisten menulis, minimal satu artikel sebulan. Tapi kok saya sendiri tidak bisa menjalani apa yang saya katakan?

Bismillah tahun 2026 ini semoga saya insyaf dan tetap rajin menulis. Menorehkan kisah, menulis pengalaman dan pengetahuan, berbagi cerita.

Kalau postingan di media sosial biasa ditandai dengan #LatePost nah artikel yang ini late postnya kebangetan.

Biasanya usai travelling saya rajin menulis sebagai kenang-kenangan, entahlah kok kisah libur akhir tahun di Tumpeng Menoreh nyaris kelupaan.

Dulu saya sering menulis: rekreasi buat kami adalah kebutuhan tersier, anugerah yang "mewah" makanya kami jarang-jarang tamasya dan berwisata sebab harus bijak mengelola anggaran. Alhamdulillah ketika Allah menganugerahkan lapang rezeki, meski bukan berlebihan, pak komandan keluarga sesekali mengajak kami sekeluarga untuk rekreasi. Meski tetap harus menghemat anggaran dan bijak mengelola pengeluaran. 

Perjalanan kali ini adalah ke Tumpeng Menoreh, Kulon Progo Yogyakarta. Tujuan ini adalah request si bungsu sejak beberapa waktu lalu. Jadilah libur akhir tahun 2026 kami menuju Kulon Progo dengan mobil tua mungil (Alhamdulillah hasil nabung sepuluh tahun hahaha) Menginap di Ndalem Resto, Samigaluh yang jaraknya sekitar 1 kilometer aja ke Tumpeng Menoreh. Menginap di sini pun karena pertimbangan ekonomis ya, sebab kalau mau yang terdekat ada Villane Menoreh tapi tarifnya pasti bikin kaget dompet kami kaum mendang-mending.

Usai rehat sejenak di Ndalem Resto, bada Ashar kami berharap bisa dapat sunset. Perjalanan menyusuri perbukitan Menoreh ini lumayan mendebarkan karena beberapa tanjakan dan tikungan tajam. Sepanjang jalan beristighfar, sungguh obyek wisata yang makin mendekatkan diri kepada Allah. Dan jalan menuju Tumpeng Menoreh ini hanya cukup untuk 1 mobil dan 1 motor. Maka untuk mobil yang akan naik ke Tumpeng Menoreh dan turun dari lokasi harus mengikuti aturan masuk "pit stop" dulu di dua pos yang disediakan, menanti giliran.

Jalan dari parkiran ke pintu masuk utama ngga jauh tapi yaa mendaki gitu meski ada anak tangga. Sampai di jembatan tampaklah pemandangan ya masyaAllah cantiknya.




Ohya HTM Tumpeng Menoreh ini sangat terjangkau, hanya 50 ribu rupiah per orang dan itu sudah termasuk tiket makan di kantin. Ini harga di hari biasa ya, kalau momen libur akhir tahun dan libur learan tiketnya 100 ribu rupiah dengan tambahan penawaran khusus yang bisa dipilih (pas kami ke sana pilihannya plus tiket ke Tumpeng Ayu atau Akses 1x24 jam ke Tumpeng Menoreh) Anak-anak memilih akses ke Tumpeng Menoreh agar keesokan pagi bisa ke sana lagi tanpa bayar dan dapat sunrise.

View dari kantin mini lumayan cakep. Usai menukarkan tiket untuk free makan seharga 25 ribu per porsi kita bisa pilih tempat duduk sendiri. Oh ya , ini harga makanan diperkirakan sendiri lah ya. Kalau mau aman (gak nambah duit) pilih bakso atau mie ayam free air mineral sebab nasi, lauk, sayur semua ada harga masing-masing.

Bosan dengan view Tumpeng Menoreh paling bawah, naik aja lagi menguji kaki.  Untuk menuju lantai dengan ketinggian paling curam disediakan lift mini kok, insyallah amann (tapi pas nyoba, saya memejamkan mata sambil terus dzikir mohon keselamatan)



Penasaran dengan puncaknya Tumpeng Menoreh. Seperti ini viewnya. Di sini ada tempat foto 360 tapi lupa berapa tarifnya. Kalau hanya duduk santai dan motret-motret sendiri juga ga bakalan diusir kok.

Meski konon lokasi wisata ini buka 24 jam, tapi usai sholat Maghrib di mushola, kami bergegas kembali ke penginapan sebab rutenya yang minim penerangan dan banyak tanjakan plus turunan gaes. Keesokan hari beneran lo, pak komandan keluarga sekaligus sopir akhirnya mau uji nyali. Meski ngga dapat sunrise seperti yang diinginkan sebab cuaca berkabut, tapi tetep ngga nyesel menikmati hawa segar di sini, yang penting anak-anak happy. 

Share:

No comments:

Post a Comment

Work at Home

Kumpulan Emak-emak Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Ning Blogger Surabaya

Ning Blogger Surabaya

BloggerHub

Warung Blogger

KSB

komunitas sahabat blogger
Powered by Blogger.

About Me

My photo
Ibu dua putra. Penulis lepas/ freelance writer (job review dan artikel/ konten website). Menerima tawaran job review produk/jasa dan menulis konten. Bisa dihubungi di dwi.aprily@gmail.com atau dwi.aprily@yahoo.co.id Twitter @dwiaprily FB : Dwi Aprilytanti Handayani IG: @dwi.aprily

Total Pageviews

Antologi Ramadhan 2015

Best Reviewer "Mommylicious_ID"

Blog Archive

Labels

Translate

Popular Posts

Labels

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.